cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2018)" : 14 Documents clear
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa melalui Model Pembelajaran Learning Cycle 7E dan Problem Based Learning Puji Lestari; Rina Rosdiana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.456 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.156

Abstract

AbstrakKemampuan pemecahan masalah merupakan bagian dari kurikulum pendidikan matematika saat ini. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih belum optimal, salah satu penyebabnya adalah masih banyak siswa yang menemui kesulitan dalam hal pemahaman konsep dasar. Mengoptimalkan kemampuan pemecahan masalah diantaranya dapat ditempuh melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa. Model pembelajaran Learning Cycle 7E dan Problem Based Learning merupakan dua dari beragam model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pencapaian kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran Learning Cycle 7E dan Problem Based Learning. Hasil dari penelitian menyimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mendapatkan model pembelajaran Learning Cycle 7E dan Problem Based Learning. Sementara itu, untuk kualitas peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran Learning Cycle 7E dan Problem Based Learning masing-masing berinterpretasi sedang namun skor perolehan nya berbeda. Secara umum, sikap siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran Learning Cycle 7E dan Problem Based Learning masing-masing berinterpretasi baik. Abstract (Students’ Problem Solving Ability through Learning Cycle 7E and Problem Based Learning)Currently mathematical problem solving ability was a part of mathematics curriculum. In fact, the mathematical problem solving ability of students was not optimized, one of the reasons is there are still many students who have problems in terms of understanding the basic concepts. To optimizing the mathematical problem solving ability of students, it, can be reached by implementing student-centered learning. Learning Cycle 7E and Problem Based Learning are two of a lot of student-centered learning models. The purpose of this study was to determine the difference of achievement mathematical problem solving ability between students who get Learning Cycle 7E and Problem Based Learning models.  The results of this study are there is not a difference enhancement of mathematical problem solving ability between students who get Learning Cycle 7E and Problem Based Learning models. Meanwhile, the quality of enhancement mathematical problem solving ability students who get Learning Cycle 7E and Problem Based Learning models are in the middle interpretation. In general, students' attitudes toward learning mathematics using Learning Cycle 7E and Problem Based Learning models each in good interpretation.
Penerapan Pembelajaran Matematika Realistik untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Dwi Putria Nasution; Marzuki Ahmad
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1461.41 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.133

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa melalui pembelajaran matematika realistik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tidakan kelas yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-1 SMP Negeri 3 Padangsidimpuan dengan jumlah siswa 26 orang. Objek penelitian adalah kemampuan komunikasi matematis siswa yang diberi pembelajaran matematika realistik pada materi bilangan pecahan. Hasil  penelitian menunjukkan  bahwa penerapan pembelajaran  matematika realistik memberikan  dampak  positif  terhadap  peningkatan  kemampuan komunikasi matematis siswa yang  ditunjukkan  dengan peningkatan pada: 1)  Nilai rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa 79,79 pada siklus I dan 84,71 pada siklus II; 2) Aktivitas aktif siswa dalam pembelajaran dengan pembelajaran matematika realistik dikategorikan  efektif  yakni memperoleh  persentase  80%  pada siklus I dan 90% efektif pada siklus dua dengan kriteria keefektifan ≥ 80%; 3) Capaian ketuntasan kalasikal kemampuan komunikasi matematis siswa 73,08% pada siklus I dan 88,46% pada siklus II dengan nilai minimal ketuntasan klasikal 85%. Abstract (The Aplication of Realistic Mathematics Educations to Improve students’ mathematical communication Skills)This study aims to improve students' mathematical communication skills through realistic mathematics education. The research method used is classroom action research which includes the stages of planning, implementation, observation and reflection. The research subjects were students of class VII-1 of SMP Negeri 3 Padangsidimpuan with a total of 26 students. The object of research is the mathematical communication skills of students who are given realistic mathematics education on fraction material. The results showed that the application of realistic mathematics education had a positive impact on the improvement of students 'mathematical communication skills as indicated by an increase in: 1) The average value of students' mathematical communication skills was 79.79 in cycle I and 84.71 in cycle II; 2) The active activity of students in learning with realistic mathematics learning is categorized as effective, namely obtaining 80% percentage in the first cycle and 90% effective in the second cycle with the effectiveness criteria ≥ 80%; 3) Achievement of Kalasikal completeness of students' mathematical communication skills is 73.08% in cycle I and 88.46% in cycle II with a minimum grade of 85% classical completeness.
Persepsi Mahasiswa Pendidikan Matematika terhadap Perkuliahan Online Erin Erin; Anggita Maharani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.003 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.39

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas mengenai hasil penelitian yang bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa pendidikan matematika terhadap pelaksanaan perkuliahan online menggunakan aplikasi Edmodo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif studi kasus ini melibatkan 80 subjek penelitian yang merupakan mahasiswa Pendidikan Matematika Tingkat 3 pada salah satu Perguruan Tinggi swasta di Cirebon Tahun Akademik 2015/2016. Hasil penelitian ini diperoleh melalui lembar angket, wawancara, dan observasi. Analisis data berfokus pada Seleksi, Interpretasi dan Reaksi mahasiswa. Hasil angket menunjukkan terdapat 85% mahasiswa cenderung pada pernyataan positif sedangkan yang cenderung pada pernyataan negatif hanya 25%. Hasil triangulasi data dari penyebaran angket, wawancara dan observasi dapat diketahui bahwa rata-rata dari mahasiswa menyukai perkuliahan online dan mahasiswa sudah mengetahui dan bisa menggunakan aplikasi yang mendukung perkuliahan online seperti Edmodo. Menurut mahasiswa, perkuliahan online sangat nyaman dan efektif ketika mahasiswa mendapatkan jaringan internet yang baik. Akan tetapi, mahasiswa merasa perlu mendapat perkuliahan konvensional (tatap muka) untuk meyakinkan pemahaman mereka. Abstract (Mathematical Education Students’ Perception on Online Course)This article discusses the results of research that aims to determine the perception of mathematics education students to the implementation of online lectures using Edmodo application. This research uses qualitative approach. This descriptive case study research involves 80 research subjects who are students of Mathematics Education Level 3 at one private university in Cirebon Academic Year 2015/2016. The results of this study were obtained through questionnaires, interviews, and observations. Data analysis focuses on Student Selection, Interpretation and Reaction. The questionnaire results show that 85% of students tend to be positive statements, while those that tend to negative statements are only 25%. Triangulation of data from questionnaires, interviews and observations can be seen that the average of the students liked the lectures online and students already know and can use applications that support online lectures such as Edmodo. According to students, online lectures are very convenient and effective when students get a good internet network. However, students feel the need to get a conventional lecture (face-to-face) to convince their understanding.
Pengembangan Soal Matematika Realistik Berdasarkan Kerangka Teori Program for International Students Assessment Mangelep, Navel Oktaviandy; Kaunang, Derel Filandy
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1448.759 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.157

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan soal matematika realistik berdasarkan kerangka teori PISA yang valid, praktis, dan efektif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pengembangan dengan tipe penelitian formatif yang meliputi tahap preliminary (analisis dan pendesainan) serta tahap prototyping (evaluasi formatif). Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi, walk through, tes, observasi, dan wawancara. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif. Kevalidan dipenuhi berdasarkan validasi pakar secara kualitatif dari aspek konten, konstruk, dan bahasa. Kriteria praktis dipenuhi apabila memenuhi dua hal yaitu; (1) para pakar menyatakan bahwa apa yang dikembangakan dapat diterapkan, dan (2) kenyataan menunjukkan bahwa apa yang dikembangkan tersebut dapat diterapkan. Hasil yang diperoleh adalah telah dihasilkan prototipe soal matematika realistik berdasarkan kerangka teori PISA yang valid dan praktis dan efektif. Selain itu, hasil tes menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa kelas IX di SMP Negeri 3 Tondano masih tergolong rendah dengan rata-rata nilai 19,6. AbstractThis study aims to develop valid, practical and  effective  realistic mathematics problem  based on PISA theoretical framework. The method is a developmental research with formative research type which includes the preliminary stage (analysis and design) and the prototyping stage (formative evaluation). Data collection techniques in the form of documentation, walk through, tests, observations, and interviews. While the data analysis technique used is qualitative descriptive data analysis. Validity is fulfilled based on qualitative expert validation from aspects of content, constructs, and language. Practical criteria are fulfilled when fulfilling two things, namely; (1) the experts state that what is developed can be applied, and (2) the fact shows that what is developed can be applied. The results obtained is a realistic mathematical problem prototype based on the PISA theoretical framework that is valid, practical, and effective. In addition, the test results show that the mathematics literacy skills of grade IX students at SMP Negeri 3 Tondano are still relatively low with an average score of 19.6.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa melalui Pendekatan Matematika Realistik pada Bilangan Pecahan Budianto Budianto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1403.15 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.151

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya proses pembelajaran dan perolehan hasil belajar yang tidak seimbang antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor di SD Negeri Cipedak 06 Pagi Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan. Subjek penelitian dilakukan di kelas V SD dengan jumlah siswa 32. Perbaikan di titik beratkan pada pemilihan model pembelajaran, agar model yang dipilih lebih mengutamakan keterlibatan siswa secara efektif di dalam memahami dan menerapkan konsep yang dipelajarinya, model yang dimaksud adalah model penerapan matematika realistik. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah SD Negeri Cipedak 06 Pagi Kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan; dilaksanakan 2 siklus 4 pertemuan pada semester genap tahun ajaran 2017/2018. Aktivitas di luar jam pelajaran dari siklus I sampai siklus II semakin berkurang dan pembelajaran semakin efektif dan tentunya menyenangkan. Pada siklus I berhasil dengan baik ditandai dengan adanya peningkatan hasil tes dari hasil pre-test meningkat dalam post-test pada tindakan pertama dari 43,75% menjadi 71,88% terjadi peningkatan sebanyak 28,13 % dengan rata-rata sebesar 67,81. Sedangkan dalam tindakan kedua hasil Pre-Test dan Post-Test adalah 68,75% menjadi 75% dengan rata-rata 69,97. Hasil dari Siklus II tindakan pertama dalam pre-test dan post-test adalah dari 75% menjadi 81,75% dengan rata-rata 73,06. Hasil pre-test dan Post-test dari tindakan kedua adalah 84,38% menjadi 93,75% dengan rata-rata 77,94. Abstract (Enhancing Students’ Learning Outcomes through Realistic Mathematics Approach on Fractions)This research is motivated by the low learning process and audit of learning outcomes that are not balanced between cognitive, affective and psychomotor in aspects of Cipedak 06 Pagi Public Elementary School, Jagakarsa District, South Jakarta. The subject of the study was conducted in grade V elementary school with the number of students 32. Improvements in the selection of learning models, a model that prioritized students in understanding and applying the concepts they learned, a model that is a model of the application of realistic mathematics. The research method is a Design Activity. The subject of this research is SD Negeri Cipedak 06 Pagi, Jagakarsa District, South Jakarta; implemented 2 cycles of 4 meetings in the even semester of 2017/2018 school year. Activities in the Learning cycle from cycle I to cycle II are reduced and effective. In the first cycle it worked well with the results of the pre-test results increased in the post-test on the first action from 43.75% to 71.88% an increase of 28.13% with an average of 67.81. Whereas in the second action the results of Pre-Test and Post-Test were 68.75% to 75% with an average of 69.97. The results of Cycle II first action in the pre-test and post-test were from 75% to 81.75% with an average of 73.06. The results of the pre-test and Post-test from the second action were 84.38% to 93.75% with an average of 77.94.
Penggunaan Model Pembelajaran Creative Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Guntur Maulana Muhammad; Ari Septian; Mastika Insani Sofa
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1476.457 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.140

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empirik peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran biasa, untuk mengetahui bagaimana sikap siswa terhadap model pembelajaran Creative Problem Solving, dan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara sikap siswa dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental. Desain penelitian ini menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII di MTs At-tarbiyah dengan sampel kelas eksperimen 24 siswa dan kelas kontrol 20 siswa, dipilih dengan teknik purposive sampling. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving dan kelas kontrol menggunakan modell pembelajaran biasa. Berdasarkan hasil dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran biasa, sikap siswa terhadap model  pembelajaran Creative Problem Solving positif, dan tidak terdapat hubungan antara sikap siswa dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis. Abstract (Use of Creative Problem Solving Learning Model to Improve Students Mathematical Problem Solving bility)The aims of this research are to get empirical evidence of enhancement of mathematical problem solving ability which students use Creative Problem Solving learning model better than students use ordinary learning model, to know how students’ attitude toward Creative Problem Solving learning model, and to know the correlation between students’ attitude and enhancement of mathematical problem solving ability. The research method uses Quasi Experimental with Nonequivalent Control Group Design. The population in this research are grade VIII students at MTs At-tarbiyah, with a sample of, 24 students for the experimental class and 20 students for the control class are determined by purposive sampling. The experimental class uses the Creative Problem Solving learning model and the control class uses the ordinary learning model. Based on the results and discussions, it can be concluded that enhancement of mathematical problem solving ability of students that use Creative Problem Solving learning model better than students use ordinary learning model, students’ attitude toward Creative Problem Solving learning model is positive, and there is no correlation between students’ attitude and enhancement of mathematical problem solving ability.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasis Guided Inquiry dan Learning Trajectory Berorientasi pada Kemampuan Pemecahan Masalah Viani Kurniawati; Ilham Rizkianto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1445.56 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.38

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika berupa RPP dan LKS menggunakan pendekatan guided inquiry yang mengacu pada learning trajectory dan berorientasi pada kemampuan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Sampel data sebanyak satu kelas secara acak yaitu siswa kelas VII A SMP Negeri 2 Pleret sejumlah 32 siswa. Berdasarkan penilaian kevalidan, RPP memenuhi kriteria valid dengan skor 4,13, sedangkan LKS memenuhi kriteria sangat valid dengan skor 4,22. Berdasarkan penilaian kepraktisan, perangkat pembelajaran memenuhi kriteria praktis dengan skor angket respon siswa 3,38 dan persentase keterlaksanaan pembelajaran mencapai 97%. Berdasarkan penilaian keefektifan dari tes kemampuan pemecahan masalah, diperoleh nilai rata-rata ketercapaian kemampuan pemecahan masalah 78 dan siswa yang mencapai kemampuan pemecahan masalah minimal pada kategori baik sebesar 84,38%. One sample t-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata ketercapaian kemampuan pemecahan masalah siswa lebih dari 60, sedangkan uji z menunjukkan bahwa persentase siswa yang mencapai kemampuan pemecahan masalah minimal pada kategori baik lebih dari 70%. Abstract (Developing Mathematics Learning Material based on Guided Inquiry And Learning Trajectory With An Orientation on Problem Solving Skill)The present research project aims to develop mathematics learning material that includes lesson plan and student worksheets based on guided inquiry approach and learning trajectory with an orientation on problem solving skill. Type of the research project was reseach and development with ADDIE model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The sample of one person was directly conducted, consisting of 32 students of class VII A of Pleret State 2 Junior High School. Based on the result of validation assessment, the lesson plan is “valid” with a score of 4.13, while validation assessment of student worksheets is “very valid”, obtaining a score 4.22. Based on the result of practicality, the learning material is “practical” with a score 3.38 and learning implementation percentage is 97%. Based on the effectiveness assessment using problem solving skill test, the average score of the class was 78 and 84.38% of students have a minimum problem solving skill in the “good” category. One sample t-test show that the average score of the class was higher than 60, while z-test with show that more than 70% of students have a minimum problem solving skill in the “good” category.
Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika tentang Sifat-Sifat Bangun Ruang Sederhana melalui Contextual Teaching and Learning Asiroha Sipayung
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.928 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.153

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap konsep matematika tentang sifat-sifat bangun ruang melalui penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dan subjeknya adalah siswa kelas IV yang berjumlah 30 siswa. Hasil penelitian pada siklus I pertemuan 1 nilai rata-rata mencapai 62,00 sedangkan pada siklus I pertemuan 2 nilai rata-rata meningkat menjadi 67,50, siklus II pertemuan 1 76,33 dan siklus II pertemuan 2 82,00. Kesimpulan dari penelitian adalah pembelajaran dengan menerapkan pendekatan CTL dapat meningkatkan pemahaman konsep siswa di kelas IV. Ketuntasan belajar siswa pada siklus I hanya mencapai 13 orang atau 43,33% dan yang belum tuntas belajarnya mencapai 17 orang atau 56,67 %. Namun, pada siklus I pertemuan 2 ketuntasan belajar mencapai 16 orang atau 53,33% dan yang belum tuntas belajarnya 14 orang atau 46,67%. Untuk siklus II pertemuan 1 yang tuntas 22 orang atau 73,33% sedangkan yang belum tuntas 8 orang atau 26,67% dan untuk siklus II pertemuan 2 siswa yang tuntas 26 orang 86,67% dan yang belum tuntas 4 orang atau 13,33%. Abstract (Enhancing Students’ Understanding Concept of Mathematical Space Building Properties through Contextual Teaching and Learning)This study aims to determine students' understanding of mathematical concepts about the nature of space building through the application of the Contextual Teaching and Learning approach. The method used is Class Action Research and the subject is 30 fourth-grade students. The results of this research in the first cycle of meeting 1 average score reached 62.00 while in the first cycle of meeting 2 average score increased to 67.50, cycle II meeting 1 76.33 and cycle II meeting 2 82.00. The conclusion of the study is that learning by applying the CTL approach can improve students' conceptual understanding in grade IV. Students' completeness of learning in the first cycle only reached 13 people or 43.33% and the unfinished study reached 17 people or 56.67%. However, in the first cycle, the second meeting of learning completeness reached 16 people or 53.33% and 14 people had not yet completed their study or 46.67%. For cycle II meeting 1 which was complete 22 people or 73.33% while the unfinished 8 people or 26.67% and for cycle II meeting 2 students who completed 26 people 86.67% and the unfinished 4 people or 13.33 %.
Korelasi antara Self-Regulated Learning dengan Kemampuan Pemahaman Matematis Mahasiswa Angra Meta Ruswana; Lala Nailah Zamnah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1177.937 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.143

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan pemahaman matematis mahasiswa yang masih belum maksimal dan juga mahasiswa belum bisa mengatur diri dalam belajar terutama ketika menghadapi tugas sehingga berpengaruh terhadap self-regulated learning mahasiswa. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk menelaah dan mendeskripsikan korelasi antara self-regulated learning dengan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Galuh pada mahasiswa tingkat I Tahun Akademik 2017/2018. Data hasil penelitian diperoleh dari instrumen tes kemampuan pemahaman matematis dan angket skala self-regulated learning. Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi dengan menggunakan korelasi product moment. Berdasarkan hasil penelitian, pengolahan data, analisis data dan pengujian hipotesis diperoleh kesimpulan bahwa terdapat korelasi antara self-regulated learning dengan kemampuan pemahaman matematis mahasiswa. Abstract (Correlation between Self-Regulated Learning and Students’ Mathematical Understanding Ability)This research was conducted based on the consideration of low mathematical understanding ability and their awareness in accomplishing their assignments. These obstacles influence to their self-regualted learning. The aim of this study was to investigated and to decribed the correlation between self-regulated learning with mathematical understanding ability. This study was conducted in mathematics eduaction program in Galuh University. The population is the first year of students in academic year 2017/2018. The data was obtained from test and questionnaire deals with self-regulated learning. The research design was used correlation with the Pearson’s product moment analysis. The result was showed that there is positive correlation between self-regulated with  mathematical understanding ability.
Konsep Operasi Bilangan Pecahan melalui Garis Bilangan Suwarto Suwarto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1622.326 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.73

Abstract

AbstrakDalam pembelajaran operasi bilangan pecahan masalah yang sering timbul yaitu kesulitan siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.  Tujuan dari penulisan makalah ini adalah; (1) memahami konsep pecahan menggunakan garis bilangan untuk, (2) memahami konsep operasi pecahan (penjumlahan pengurangan, perkalian dan pembagian menggunakan garis bilangan. Bilangan pecahan adalah bilangan yang berbentuk , untuk a, b merupakan bilangan bulat dan b ≠0. Metode yang digunakan adalah menyajikan bilangan pecahan dalan garis bilangan. Dengan pendekatan garis bilangan diharapkan dapat membantu para guru dalam merancang proses belajar mengajar pada materi pecahan. Abstract (Fraction Numbers Operation Concept through Number Line)In learning to operate fractions, the problem that often arises is the difficulty of students in completing the addition, subtraction, multiplication and division operations. The purpose of writing this paper is; (1) understand the concept of fractions using number lines to, (2) understand the concept of fraction operations (sum of subtraction, multiplication and division using number lines. Fraction numbers are shaped numbers  , for a, b is an integer and b ≠ 0. used is to present fractions in the number line, with the number line approach expected to help teachers in designing the teaching and learning process in fraction material.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 9, No 1 (2020) Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue