cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 14 Documents clear
Pengaruh Pendekatan Matematika Realistik terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Adrianus Akuila Jeheman; Bedilius Gunur; Silfanus Jelatu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.454

Abstract

AbstrakPemahaman konsep matematika masih rendah di kalangan pelajar baik pada tingkat dasar maupun menengah. Penggunaan pendekatan pembelajaran harus menjadi perhatian utama untuk memperoleh pemahaman konsep yang baik. Pendekatan Matematika Realistik (PMR) dapat dijadikan sebagai solusi dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan PMR lebih baik dibandingkan dengan pemahaman konsep matematika yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian Posttest-Only Group Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Widya Bhakti Ruteng yang berjumlah 95 orang. Pengambilan sampel kelas dilakukan menggunakan teknik random sampling yang diawali dengan pengujian kesetaraan kelas. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen yang berbentuk uraian dan menggunakan teknik tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan menggunakan pendekatan matematika realistik lebih baik dari siswa yang menggunakan pendekatan konvensional. Penggunaan pendekatan matematika realistik pada pembelajaran matematika berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa. Effect of Realistic Mathematical Approaches on Understanding Students' Mathematical ConceptsAbstractUnderstanding the concept of mathematics is still low among students both at the elementary and secondary levels. The use of a learning approach must be a major concern to obtain a good understanding of concepts. Realistic Mathematics Approach (PMR) can be used as a solution to teaching mathematics. This study is to find out whether understanding the mathematical concepts of students taught by using PMR is better than understanding mathematical concepts taught using the conventional approach. This research is a quasi-experimental study with research design Posttest-Only group Control Design. The population in this study were all eighth-grade students of Widya Bhakti Ruteng Middle School, totaling 95 people. Class sampling is done using a random sampling technique that begins with class equality testing. Data was collected using instruments in the form of descriptions and using test techniques. The results of the study indicate that understanding students' mathematical concepts taught using realistic mathematical approaches is better than students who use conventional approaches. The use of realistic mathematical approaches to learning mathematics influences the understanding of students' concepts.
Kemampuan Berpikir Relasional Abstrak Calon Guru Matematika dalam Menyelesaikan Soal-Soal Non-Rutin pada Topik Geometri Non-Euclid Mohammad Dadan Sundawan; Wawan Irmawan; Herri Sulaiman
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.517 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.438

Abstract

AbstrakBagi calon guru matematika, kemampuan berpikir relasional abstrak sangat mutlak diperlukan untuk menunjang kompetensinya sebagai calon guru yang profesional di masa mendatang, sehingga untuk mengetahuinya dapat dilakukan uji dengan memberikan soal-soal non-rutin geometri non Euclid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeteksi kemampuan berpikir relasional abstrak calon guru matematika dalam menyelesaikan soal-soal non-rutin. Metode kualitatif digunakan pada penelitian ini. Subjeknya ialah tiga orang mahasiswa tingkat akhir di Keguruan Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) yang dipilih berdasarkan hasil dari nilai kemampuan akademik tinggi. Teknik untuk menganalisis suatu data dilakukan dengan cara mereduksi data terlebih dahulu, kemudian data disajikan, selanjutnya ditarik sebuah kesimpulan, dan tahap akhir yaitu dapat diverifikasi hasil penelitian tersebut. Penelitian ini dapat mengetahui bahwa subjek telah memenuhi kemampuan berpikir relasional abstrak dengan fungsi kognitifnya. Sehingga secara umum dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir relasional abstrak bagi calon guru matematika program studi pendidikan matematika Universitas Swadaya Gunung Jati sudah beberapa yang memiliki dan terdeteksi sesuai dengan fungsi kognitif yang ada. Relational Abstract Thinking Ability of Prospective Mathematics Teacher Solved Non-Routine Problems on Non-Euclid Geometry Topic AbstractFor prospective mathematics teachers, abstract relational thinking skills are necessary to support their competencies as future professional teachers, so that they can be tested by giving non-Euclid geometry non-routine questions. This study aims to determine and detect the ability of relational thinking abstract of prospective mathematics teachers in solving non-routine questions. Qualitative methods are used in this study. The subjects were three final-level students at the Swadaya Gunung Jati University Teacher Training (UGJ) who were selected based on the results of high academic ability scores. The technique for analyzing a data is done by reducing the data first, then the data is presented, then a conclusion is drawn, and the final step is to verify the results of the research. This research can find out that the subject has fulfilled the ability of abstract relational thinking with cognitive functions. So, in general, it can be concluded that abstract relational thinking skills for prospective mathematics teachers of the mathematics education program at Swadaya Gunung Jati University have some that have and are detected according to existing cognitive functions.
Pengaruh Model Pembelajaran Kontekstual terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa SMP Kristianti Sry Wahyuningsih Brinus; Alberta Parinters Makur; Fransiskus Nendi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.24 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.439

Abstract

AbstrakRendahnya kemampuan pemahaman konsep matematis siswa di kelas VIII SMP Negeri 4 Langke Rembong tahun ajaran 2018/2019 menjadi latar belakang masalah penelitian ini. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kontekstual terhadap pemahaman konsep matematis siswa di sekolah ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu, dengan menggunakan desain Posttest Only Control Group Design.  Populasi yang dipilih  dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Langke Rembong  sebanyak 211 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dan anggota sampel dalam penelitian ini adalah 60 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes pemahaman konsep matematika yang berbentuk tes uraian. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran kontekstual lebih baik dari pada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Model pembelajaran kontekstual dinilai dapat menghubungkan materi yang dipelajari dengan situasi kehidupan nyata. Contextual Learning Model’s Effect on Mathematical Concept Understanding of Middle School StudentsAbstractThe low ability to understand the mathematical concepts of students in grade VIII Langke Rembong 4 Public Middle School 2018/2019 school year fits the background of the problem of this research. The goal of this study was to discover the effect of contextual learning models on understanding the mathematical concepts of students in this school. This type of research is quasi-experimental research, using the design of the Posttest-Only Control Group Design. The population chosen in this study were all eighth -grade students of Langke Rembong 4 SMP Negeri as many as 211 people. The sampling technique used random sampling and the sample members in this study were 60 people. Data was collected by using mathematical concept understanding test instruments in the form of description tests. The results of the study show that understanding the mathematical concepts of students who are taught by the contextual learning model is better than understanding the mathematical concepts of students who are taught with conventional learning models. The contextual learning model is assessed to be able to relate the material learned with real-life situations.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Casmi Fitri Yani; Maimunah Maimunah; Yenita Roza; Atma Murni; Zuhri Daim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.597 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.481

Abstract

AbstrakSebagian besar guru tidak memperhatikan kemampuan pemahaman matematis tetapi hanya terfokus pada hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kemampuan pemahaman matematis siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas IX2 SMP Negeri 1 Kampar Timur. Teknik pengumpulan data yaitu tes dan wawancara. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman matematis siswa berkemampuan sedang dan rendah masih kurang, sedangkan siswa berkemampuan tinggi sudah cukup baik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep serta kesulitan dalam mengaitkan berbagai konsep karena tidak memahami konsep dan hanya menghapal rumusnya. Untuk meningkatkan kemampuan pemahaman matematis siswa berkemampuan sedang dan rendah, dalam menyampaikan konsep guru sebaiknya menyertakan contoh dan bukan contoh dari konsep serta memberikan latihan soal-soal tentang mengaitkan berbagai konsep. Analysis of Students’ Ability Mathematical Understanding on the Topic of Curved Side SpaceAbstractMost teachers do not pay attention to the ability of mathematical understanding but only focus on student learning outcomes. This study aims to determine and analyze students' mathematical understanding abilities. This research is qualitative research. The research subjects were 25 IX2 students from East Kampar 1 Middle School. Data collection techniques are tests and interviews. The results of the analysis show that the ability of mathematical understanding of students with moderate and low abilities is still lacking, while high-ability students are good enough. The results of the interview indicate that students have difficulty in giving examples and not examples of concepts and difficulties in relating various concepts because they do not understand the concept and only memorize the formula. To improve the ability of mathematical understanding of students with moderate and low ability, in conveying the concept the teacher should include examples and not examples of concepts and provide training questions about linking various concepts.
Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Putri, Rini Sri; Suryani, Mulia; Jufri, Lucky Heriyanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.455 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.471

Abstract

AbstrakPenelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan model problem based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 3 Palembayan berdasarkan tingkat Kemampuan Awal Matematis (KAM) siswa. Dimana siswa dibagi menjadi 3 kategori yaitu KAM Tinggi, KAM Sedang dan KAM rendah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pre-eksperimen, dengan rancangan penelitian one shot case study. Subjek pada penelitian ini siswa kelas VII.3 yang dipilih secara secara acak. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah tes akhir. Tes yang digunakan adalah berbentuk essay. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deksriptif kualitatif. Berdasarkan analisis data secara keseluruhan, model PBL dapat membuat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa lebih baik. Terlebih lagi untuk siswa yang termasuk ke dalam kategori KAM tinggi. Ini terlihat dari ukuran pemusatan dimana rata-rata untuk siswa pada kategori sedang 52,86 dengan simpangan baku 11,31 sehingga disimpulkan bahwa model ini dapat memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. The Effect of Application of the Problem Based Learning Model on Mathematical Problem Solving StudentsAbstractThis study aimed to determine how the effect of problem-based learning model implementation toward student mathematic problem-solving abilities at Class VII SMPN 3 Palembayan based on the basic level of Mathematical Ability. Students were divided into 3 categories such as the low, medium and high ability. It was pre-experimental research using one shot case research study design. The research subject was class VII.3 students who were randomly selected. The instrument was a final test in the form of an essay. It used a qualitative descriptive data analysis technique. Based on the data analysis, the Problem-solving learning model can make students' mathematics problem-solving abilities better. Moreover, those students are categorized into high ability. It is seen from the concentration measure for students in the medium category are 52.86 with a standard deviation i.e. 11.31. It is concluded that problem-solving model can affect the students' problem-solving abilities.
Pengaruh Model Pembelajaran Giving Question Getting Answer dan Think Pair Share terhadap Kemampuan Penalaran Matematika Siswa Kelas VII Asurya Octaviyunas; Arta Ekayanti
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.728 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.453

Abstract

AbstrakPenelitian ini didasari atas permasalahan pentingnya kemampuan penalaran matematis dan pencapaiannya yang masih rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh model pembelajaran Giving Question Getting Answer dan Think Pair Share terhadap kemampuan penalaran matematika siswa, dan efektifitasnya dalam meningkatkan kemampuan tersebut. Populasi Penelitian eksperimen semu ini mencakup seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Balong. Kelas VIIA diberi pembelajaran dengan model TPS sedangkan kelas VIIB dengan model GQGA. Instrumen pengumpulan data berbentuk tes, meliputi soal pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran GQGA berpengaruh terhadap kemampuan penalaran siswa kelas VIIB dengan peningkatan yang terjadi dari nilai pretest ke posttest. Begitu juga dengan model pembelajaran TPS berpengaruh terhadap kemampuan penalaran matematika siswa kelas VIIA dengan peningkatan nilai pretest ke posttest. Model pembelajaran GQGA tidak lebih efektif daripada model pembelajaran TPS dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematika siswa. The Effect of Learning Model Giving Question Getting Answer and Think Pair Share Toward Reasoning Mathematics Ability Student’s Grade VII AbstractThis research is based on the problem of the importance of mathematical reasoning abilities and their low achievement. The purpose of this study was to determine the effect of Giving Question Getting Answer and Think Pair Share learning models on students' mathematical reasoning abilities and their effectiveness in enhancing these abilities. Population This quasi-experimental study included all seventh-grade students of Balong 1 Junior High School. The VIIA class is given learning with the TPS model while the VIIB class is with the GQGA model. The instruments of data collection are in the form of tests, including the questions of the pretest and posttest. The results showed that the GQGA learning model had an effect on the reasoning ability of students in class VIIB with an increase that occurred from the pretest to the posttest. Likewise, the TPS learning model influences the mathematical reasoning abilities of VIIA students with an increase in the value of the pretest to posttest. The GQGA learning model is no more effective than the TPS learning model in improving students' mathematical reasoning abilities.
Peningkatan Pemahaman Konsep Peserta Didik dengan Model Discovery Learning pada Materi Fungsi Invers Sapilin Sapilin; Purwo Adisantoso; Marhan Taufik
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.654 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.476

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi rendahnya pemahaman konsep peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan langkah-langkah model discovery learning dan besarnya peningkatan pemahaman konsep peserta didik tentang materi fungsi invers. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas (PTK) ini meliputi tes tulis dan observasi. Instrumen penelitian yaitu lembar soal tes akhir siklus dan lembar observasi pelaksanaan pembelajaran. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X IPA 6 di SMA Negeri 9 Malang sebanyak 35 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep peserta didik dengan model discovery learning pada materi fungsi invers. Kemampuan pemahaman konsep peserta didik mengalami peningkatan sebesar 20,41%, sedangkan ketuntasan klasikal meningkat sebesar 17,15%. Pembelajaran dengan model discovery learning yang dapat meningkatkan pemahaman konsep dilaksanakan dengan langkah-langkah yaitu stimulation (memberi stimulus), problem statement (mengidentifikasi masalah), data collecting (mengumpulkan data), data processing (mengolah data), verification (memverifikasi), dan generalization (menyimpulkan). Improved Understanding of the Concept of Learners with The Discovery Learning Model on Inverse Function MaterialsAbstractThis research is motivated by the low understanding of the concepts of students. The purpose of this study is to describe the steps of the discovery learning model and the magnitude of the increase in students' understanding of the concept of inverse function material. Data collection methods used in classroom action research (CAR) include written tests and observations. The research instruments were the final cycle test questions sheet and the observation sheet of learning implementation. The research subjects were 35th-grade science students 6 in Malang State Senior High School as many as 35 students. The results of the study showed that there was an increase in understanding of students' concepts with discovery learning models in inverse function material. The ability to understand students' concepts has increased by 20.41%, while classical completeness has increased by 17.15%. Learning with discovery learning models that can improve understanding of concepts are carried out by steps namely stimulation (giving stimulus), problem statement (identifying problems), collecting data (collecting data), data processing (processing data), verification (verifying), and generalization (conclude).
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dan Respon Peralihan Matematik dari SMP ke SMA pada Materi SPLTV Siti Zakiyah; Wahyu Hidayat; Wahyu Setiawan
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.543 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.437

Abstract

AbstrakPemecahan masalah merupakan suatu kemampuan yang sangat kompleks di mata siswa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematik siswa SMA kelas X dan respon peralihan matematika SMP ke SMA terhadap materi SPLTV. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan objek penelitian siswa kelas X di salah satu SMA di Bandung Barat. Instrumen dalam penelitian ini adalah uji soal kemampuan pemecahan masalah dan angket kemampuan matematika siswa apabila ditinjau dari peralihan SMP ke SMA terhadap materi SPLTV. Jumlah soal yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak empat dari enam butir soal yang disediakan dengan angket yang berisikan sepuluh pertanyaan, yang terdiri dari empat pertanyaan tertutup dan enam pertanyaan terbuka. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10 September 2018 dan 8 Oktober 2018. Kemampuan pemecahan masalah matematik siswa kelas X di Bandung Barat terhadap materi SPLTV tergolong tinggi, dengan persentase sebesar 79,868%. Siswa yang memiliki latar belakang pemahaman SPLDV yang baik cenderung mudah memahami SPLTV dengan baik pula. Analysis of Problem Solving Ability and Respons of Transition from Junior to Senior High School in SPLTV MaterialAbstractProblem-solving is problem-solving in the eyes of students. The purpose of this study was to study and analyze the mathematical problem solving of high school students in class X and the response of the transition of junior high school to high school to SPLTV material. This research is in the form of qualitative descriptive research with class X objects in one of the high schools in West Bandung. The instruments in this study were problem-solving questions and mathematical ability questionnaires which were reviewed from the transition of junior high school to high school to SPLTV material. The number of questions used in this study amounted to four of the six items provided with a questionnaire containing questions, which consisted of four closed questions and six open questions. This research was conducted on September 10, 2018, and October 8, 2018. The ability to solve the problems of grade X students in West Bandung on SPLTV material was high, with a contribution of 79.868%. Students who have a background in understanding SPLDV can easily consider SPLTV well too.
Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII pada Materi Lingkaran Attin Warmi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1634.469 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.384

Abstract

AbstrakBanyak siswa yang kesulitan dalam memahami konsep matematika. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep siswa dalam menyelesaikan soal-soal pada pokok bahasan Lingkaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  adalah metode deskriptif dengan penelitian kasus. Materi tentang Lingkaran merupakan materi yang terdapat di SMP kelas VIII pada semester genap dan materi ini merupakan salah satu materi yang berhubungan dengan kehidupan sehari hari. Kelas VIII F SMPN 3 Karawang Barat dipilih sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes tertulis kemampuan pemahaman konsep. Soal berbentuk uraian yang sebelum digunakan sudah di uji validasi. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata nilai kemampuan pemahaman konsep matematis siswa adalah 10,06 termasuk dalam kriteria sedang.  Hasil analisis konsep per indikator, diketahui siswa sangat kurang pada indikator menerapkan hubungan antar konsep dan prosedur, kemudian dalam menerapkan konsep secara algoritma. Masih terdapat banyak siswa yang memiliki pemahaman konsep yang kurang.  Understanding of Mathematical Concepts Class VIII Students in Circle MaterialsAbstractMany students have difficulty understanding mathematical concepts. The purpose of this study is to determine the ability to understand students' concepts in solving questions on the subject of the Circle. The method used in this research is descriptive method with case research. The material about Circles is the material found in class VIII SMP in the even semester and this material is one of the materials related to daily life. Class VIII F of SMP 3 Karawang Barat was chosen as the research subject. Data collection is done by giving written tests the ability to understand concepts. Questions in the form of descriptions that have been validated before being used. The results of this study show the average value of the ability to understand students' mathematical concepts is 10.06 which is included in the criteria of being. The results of concept analysis per indicator, it is known that students are very lacking in indicators applying relationships between concepts and procedures, then in applying the concept algorithmically. There are still many students who lack an understanding of concepts.
Pengembangan Kemampuan Komunikasi Matematik melalui Pembelajaran Take and Give Irena Puji Luritawaty
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.364 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i2.378

Abstract

AbstrakLatar belakang penelitian ini yaitu fakta bahwa kemampuan komunikasi matematik terbukti berperan strategis dalam berbagai kegiatan pembelajaran, termasuk matematika. Tetapi, pencapaiannya belum optimal. Penelitian ini diantaranya bertujuan menemukan sulusi untuk pengembangan kemampuan komunikasi dalam matematika melalui pembelajaran berbasis Take and Give di kalangan mahasiswa agar mempunyai kompetensi untuk berkomunikasi matematika dengan baik sebagai persiapan untuk menjadi guru. Metode kuasi eksperimen digunakan dalam penelitian ini. Adapun populasi yang dipilih yaitu mahasiswa prodi pendidikan matematika pada institut pendidikan swasta di Garut, dengan mahasiswa tingkat IIA dan IIB sebagai sampel dengan jumlah 50 mahasiswa. Penelitian menggunakan instrumen berbentuk tes uraian untuk pretest dan posttest. Dari hasil penelitian secara garis besar diketahui bahwa mahasiswa dengan pembelajaran Take and Give mempunyai kemampuan komunikasi matematik yang lebih baik daripada pembandingnya yaitu mahasiswa dengan pembelajaran ceramah biasa. Pembelejaran Take and give terbukti signifikan dalam mengembangkan kemampuan komunikasi matematik. Development of Mathematical Communication Ability through Take and Give LearningAbstractBackground of this study is the fact that mathematical communication ability is proven to be a strategic role in various learning activities, including mathematics. But, the achievement is not optimal. This research included the aim of finding solutions to the development of communication skills in mathematics through Take and Give learning among college students in order to have the competence to communicate mathematics well in preparation for becoming a teacher. This research used The quasi-experimental method. The population chosen is college students of the mathematics department at private education institutes in Garut, with students of level IIA and IIB as a sample with 52 students. The study used a descriptive test instrument for pretest and posttest. Based on the results of this research in broad outline, it is known that students with Take and Give learning have mathematical communication skills that are better than the comparison, namely students with regular lecture learning. Take and give learning proved to be significant in developing mathematical communication skills.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue