cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 1 (2021): Januari" : 15 Documents clear
Kemandirian Belajar Mahasiswa dalam Pembelajaran Jarak Jauh Selama Masa Pandemi Makur, Alberta Parinters; Jehadus, Emilianus; Fedi, Sebastianus; Jelatu, Silfanus; Murni, Viviana; Raga, Polikarpus
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.636

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk melihat kemandirian belajar mahasiswa pada mata kuliah Matematika Dasar dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh khususnya pembelajaran dalam jaringan selama masa Pandemi Covid-19. Merupakan penelitian kuantitatif-deskriptif dengan 85 orang mahasiswa tahun pertama Prodi Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng dengan fokus untuk mempelajari kemandirian belajar mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dalam jaringan karena situasi Pandemi Covid-19. Hasil penelitian menunjukkan 18.82% mahasiswa yang memiliki kemandirian belajar rendah, sedangkan 81.18% mahasiswa memiliki kemandirian belajar yang tinggi. Selanjutnya, dalam wawancara semi terstruktur ditemukan bahwa mahasiswa pada awalnya mengalami kesulitan dalam beradaptasi perubahan kebiasaan belajar, keterbatasan sumber daya belajar dalam jaringan, dan kurangnya interaksi baik sesama mahasiswa maupun dengan dosen. Keterbatasan ini mendorong mahasiswa semakin mandiri dalam belajar yang terlihat dari lebih dari 70% mahasiswa sudah menetapkan tujuan belajar, strategi belajar, mampu mengatur waktu belajar, dan melakukan evaluasi diri terhadap proses pembelajaran yang telah diikuti. Lebih dari 80% mahasiswa menentukan lingkungan belajar yang mendukung suasana belajar dan mencari bantuan dari rekan sekelas apabila mengalami kesulitan dalam belajar. This research was conducted to see the independence of student learning in the Basic Mathematics course in participating in distance learning, especially online learning during the Covid-19 Pandemic. This is a quantitative-descriptive study with 85 first-year students of the Agricultural Socio-Economic Study Program of the Indonesian Catholic University, Santu Paulus Ruteng, with a focus on studying the learning independence of students who take online learning due to the Covid-19 Pandemic situation. The results showed 18.82% of students had low learning independence, while 81.18% of students had high learning independence. Furthermore, in semi-structured interviews, it was found that students initially experienced difficulties in adapting to changes in learning habits, limited learning resources in the network, and a lack of interaction between students and lecturers. This limitation encourages students to be more independent in learning, which can be seen from more than 70% of students who have set learning goals, learning strategies, being able to manage study time, and conduct self-evaluation of the learning process that has been followed. More than 80% of students determine a learning environment that supports a learning atmosphere and seek help from classmates.
Kajian Etnomatematika Pola Batik Keraton Surakarta Melalui Analisis Simetri Astriandini, Maria Glory; Kristanto, Yosep Dwi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.637

Abstract

Etnomatematika memberikan peluang pengkajian batik dari dua sudut pandang, yaitu kebudayaan dan matematika. Kajian seperti ini akan memberikan dampak yang positif dalam pembelajaran matematika karena peserta didik difasilitasi untuk belajar matematika dengan menggunakan pengetahuan budaya yang relevan dan berbagai macam cara berpikir tentang matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan kajian etnomatematika pada batik Keraton Surakarta yang digunakan dalam upacara tradisi dengan menggunakan analisis simetri. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Dari hasil analisis diperoleh 11 batik yang memiliki pola simetri. Pola simetri yang muncul dari kesebelas batik tersebut adalah p1, p2, p4m, dan pgg. Selain itu, penelitian ini juga memasangkan pola-pola simetri tersebut dengan makna filosofis batik-batiknya. Dengan demikian, melalui kajian etnomatematika, penelitian ini memberikan kontribusi pedagogis terhadap pembelajaran matematika. Ethnomatematics provides opportunities to study batik from two perspectives, namely culture and mathematics. The study will have a positive impact on mathematics teaching and learning because students are facilitated to learn mathematics by using relevant cultural knowledge and various ways of thinking about mathematics. The purpose of the present study is to conduct an ethnomathematics study on the Keraton Surakarta batik which is used in traditional ceremonies by applying symmetry analysis. The present study employed a descriptive qualitative method. From the analysis, we found that 11 batiks have symmetry patterns. The symmetry patterns are p1, p2, p4m, dan pgg. Besides, the present study also connects the symmetry patterns with the corresponding batik’s philosophical meaning. Therefore, through ethnomathematics, the present study gives pedagogical contributions to mathematics teaching and learning.
Media Pembelajaran Puzzle pada Bangun Datar Jajargenjang untuk Anak Tunarungu Septiyani, Vina; Septiyani, Hartatiana; Wardani, Ambarsari Kusuma
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.638

Abstract

Anak tunarungu mengalami keterbatasan dalam berbahasa dan komunikasi, sehingga guru disekolah luar biasa dituntut mempunyai strategi dalam menyampaikan materi matematika agar mereka dapat memahami materi dengan baik. Penggunaan media pembelajaran bagi anak tunarungu dapat memberikan pengaruh kepada anak tunarungu agar konsep-konsep dan ide matematika yang bersifat abstrak dapat dikaji, dipahami, dan dicapai oleh penalaran anak. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kepraktisan media pembelajaran puzzle bangun datar segi empat pokok bahasan jajargenjang untuk anak tunarungu. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan, menggunakan alur formative evaluation ditinjau dari tahap one-to-one dan small group. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas VIII SLB-B Karya Ibu Palembang yang berjumlah 7 anak. Instrumen yang digunakan adalah angket, wawancara, observasi dan soal posstest . Dari hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa:menghasilkan media pembelajaran puzzle bangun datar segi empat pokok bahasan jajargenjang yang praktis, kepraktisan media ini dilihat dari komentar dan saran anak pada tahap one-to-one dan small group. Deaf children experience limitations in language and communication, so teachers in special schools are required to have a strategy in conveying mathematics material so that they can understand the material well. The use of learning media for deaf children can have an influence on children with hearing impairment so that abstract mathematical concepts and ideas can be studied, understood, and achieved by children's reasoning. This study aimed to explain the practicality of learning media fora flat rectangular puzzle. The research method used was development using a formative evaluation flow in terms of one-to-one and small group stages. The subjects in this study were 7 children in grade VIII SLB-B Karya Ibu Palembang. The instruments used were questionnaires, interviews, observation and posttest questions. From the results of the study, it was concluded that: producing learning media for a practical quadrilateral puzzle on the subject of practical jargar, the practicality of this media was seen from the comments and suggestions of children in the one-to-one and small group stages.
Pengembangan Buku Ajar Metode Numerik Berbasis Pembelajaran Kolaboratif Purwati, Ni Kadek Rini; Erawati, Ni Ketut
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.639

Abstract

Buku ajar metode numerik haruslah memuat gambaran lengkap materi dan lebih menekankan pada implementasi metode, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang aktif dan interaktif. Penerapan pembelajaran kolaboratif yang diintegrasikan melalui buku ajar metode numerik akan menciptakan suasana pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk saling berinteraksi, bekerjasama, berbagi peran, tugas, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas atau masalah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan buku ajar metode numerik berbasis pembelajaran kolaboratif yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan Model Plomp yang terdiri dari tiga fase, yakni fase penelitian awal, fase membuat prototipe, dan fase penilaian dimana pada fase ini dilakukan uji validitas berdasarkan lembar validasi, kepraktisan berdasarkan angket respon dan keefektifan berdasarkan lembar observasi dan tes. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika IKIP PGRI Bali. Hasil yang diperoleh adalah buku yang dikembangkan layak digunakan, kepraktisan tergolong baik dan buku ajar metode numerik efektif digunakan dalam perkuliahan. Numerical method textbooks must contain a complete description of the material and put more emphasis on the implementation of the method, to create active and interactive learning. The application of collaborative learning that is integrated through numerical methods textbooks will create a learning atmosphere that encourages students to interact, collaborate, share roles, assignments, and responsibilities in solving assignments or problems. The purpose of this research is to develop a valid, practical, and effective numerical method textbook based on collaborative learning. This research is research on the development of the Plomp Model which consists of three phases, namely the preliminary research phase, the prototyping phase, and the assessment phase wherein this phase the validity test is carried out based on the validation sheet, the practicality is based on the response questionnaire and the effectiveness is based on the observation sheet and the test. The research subjects were students of the mathematics education study program at the IKIP PGRI Bali. The results obtained are that the book developed is suitable for use, the practicality is good, and the numerical method textbook is effectively used in lectures.
Analisis Miskonsepsi Siswa pada Bilangan Berpangkat Nurkamilah, Puji; Afriansyah, Ekasatya Aldila
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.640

Abstract

Beberapa hasil penelitian terdahulu menunjukkan adanya miskonsepsi yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk miskonsepsi yang sering dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal bilangan berpangkat. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam mengenai bentuk miskonsepsi yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal yang berkaitan dengan bilangan berpangkat. Penelitian dilaksanakan di MTsN 2 Garut dengan sumber data dalam penelitian ini adalah 32 siswa, dengan fokus hanya pada tiga orang siswa saja, masing-masing siswa berkemampuan tinggi, siswa berkemampuan sedang dan siswa berkemampuan rendah dalam pembelajaran matematika. Instrumen dalam penelitian ini berupa tes, disertai wawancara. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pada materi bilangan berpangkat ini, terdapat siswa yang mengalami miskonsepsi generalisasi, miskonsepsi notasi, miskonsepsi penspesialisasian, dan miskonsepsi bahasa. Some of the results of previous research showed that there were misconceptions experienced by students in solving exponential questions. This study aims to analyze the form of misconceptions that students often do in solving exponential questions. The type of research used in this research is qualitative research. This aims to gain a deep understanding of the form of misconceptions experienced by students in solving questions related to exponents. The research was conducted at MTsN 2 Garut with data sources in this study were 32 students, with a focus on only three students, each student with high ability, students with the medium ability, and students with low abilities in learning mathematics. The instrument in this study was a test, accompanied by an interview. From the research results, it was found that in this exponential number material, there were students who experienced misconception of generalization, the misconception of notation, the misconception of specialization, and misconception of language.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa pada Mata Kuliah Teori Bilangan Setiawan, Erwan; Muhammad, Guntur Maulana; Soeleman, Muhamad
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.641

Abstract

Teori bilangan merupakan cabang matematika yang mempelajari sifat-sifat dan hubungan dari suatu bilangan bulat. Untuk dapat memahami materi teori bilangan dengan baik maka dibutuhkan kemampuan pemecahan masalah yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematika mahasiswa pada mata kuliah teori bilangan. Subjek penelitian yaitu 26 mahasiswa program studi pendidikan matematika, FKIP, Universitas Suryakancana tingkat I tahun ajaran 2017-2018. Data penelitian yang dikaji adalah lembar jawaban mahasiswa pada Ujian Tengah Semester tahun ajaran 2017-2018. Dengan metode deskriptif kuantitatif, didapatkan hasil secara umum yang menerangkan bahwa kemampuan pemecahan masalah mahasiswa program studi pendidikan matematika FKIP Universitas Suryakancana dapat dikategorikan “cukup” (64,62%). Lebih rinci, kemampuan mahasiswa dalam merencanakan penyelesaian masalah dapat dikategorikan “baik”, dengan persentase 74,62% namun sayangnya kemampuan dalam melakukan pengecekan kembali adalah yang paling lemah, dapat dikategorikan “kurang” dengan persentase 54,62%. Hal ini yang nantinya akan menjadi dasar evaluasi dalam perbaikan pembelajaran. Number theory is a branch of mathematics that studies the properties and relationships between an integer. Understanding the material studied in number theory well also requires good mathematical problem-solving skills. This research aims to determine college students' problem-solving skills in a number theory course. The research subjects were 26 students in the mathematics education program, FKIP, Suryakancana University level I in the 2017-2018 school year. The research data used is the student answer sheet in the Middle Semester Examination in the 2017-2018 school year. By the quantitative descriptive method, the results of the research were that the problem-solving skills of students, in the mathematics education program, FKIP, Suryakancana University, can be categorized as fair (64.62%). Specifically, the students’ skill to plan problem-solving can be categorized as good (74.62%) but the validating conclusion is the weakest one that can be categorized as poor (54.62%). This will underlie the evaluation in improving learning.
Pengembangan Alat Peraga Papan Positif Negatif Berbasis Metode Montessori pada Siswa dengan ADHD Susiaty, Utin Desy; Firdaus, Muhamad; Andriati, Novi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.642

Abstract

Hambatan guru dalam menyampaikan materi adalah kurangnya penggunaan benda-benda konkrit dalam setiap pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) rancangan dan implementasi alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori pada siswa dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder); dan (2) sejauh mana kelayakan alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori ini dalam membantu siswa dengan ADHD. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menurut Borg & Gall. Subjek dalam penelitian dan pengembangan alat peraga ini adalah siswa-siswi pada salah satu SLB yang terdapat di Kota Pontianak tahun ajaran 2020-2021 dan guru mata pelajaran matematika. Data penelitian diperoleh berdasarkan penilaian oleh pakar/ahli terhadap alat peraga. Hasil penelitian adalah: (1) rancangan dan implementasi alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori pada siswa dengan ADHD memenuhi kriteria valid sebagai media pembelajaran berupa alat peraga dengan kategori sangat valid; (2) alat peraga papan positif negatif berbasis metode montessori layak sebagai media pembelajaran dalam membantu siswa dengan ADHD. Hasil penelitian digunakan sebagai sumbangan pemikiran bagi guru maupun calon guru pendidikan matematika untuk selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran matematika demi tercapainya tujuan pembelajaran siswa sekolah umum maupun SLB. The teacher's obstacle in delivering the material is the lack of using concrete objects in every lesson. The research aims to look at: (1) the design and implementation of positive-negative board props based on the Montessori method in students with ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder); and (2) the appropriateness of this Montessori method based positive board props in helping students with ADHD. This research is development research according to Borg & Gall. The subjects in the research and development of this teaching aid are students at one of the special schools in Pontianak City for the 2020-2021 academic year and teachers of mathematics. Research data based on the results by experts/experts on teaching aids. The results of the study were: (1) The design and implementation of positive board props based on the Montessori method for students with ADHD met the valid criteria as learning media in the form of teaching aids with very valid categories; (2) the positive board props based on the negative Montessori method are feasible as a learning medium in helping students with ADHD. The results of the research are used as a contribution of thought for teachers or prospective mathematics education teachers to always innovate in mathematics learning to achieve the learning objectives of students in public schools and special schools.
Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa SMP melalui Pendekatan Kontekstual Sunarto, Muhammad Trisapto; Laa, Sonia Putri Yesmaya Oria; Mahtuum, Zanjabila Ar-rahiiqil; Siagian, Gabriel Torang; Afrilianto, M.
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.643

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan tujuan mengetahui pengaruh pendekatan kontekstual terhadap peningkatan pemahaman matematis siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa MTs pada salah satu sekolah di Cimahi sebanyak 20 orang siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana siswa mampu memahami pembelajaran materi SPLDV dengan menerapkan pendekatan kontekstual. Penelitian ini dilakukan menggunakan model penelitian spiral dimana penelitian akan dihentikan jika peneliti sudah mendapatkan tujuannya. Peneliti melakukan 2 siklus pembelajaran yang pada setiap siklusnya peneliti dinilai oleh observer. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam siklus 1 aktivitas guru memperoleh predikat baik namun, aktivitas siswa masih dalam kategori kurang. Sehingga hasil ketuntasan siswa dalam belajar masih dibawah KKM. Oleh karena itu, peneliti melakukan siklus 2 dimana pada siklus ini terjadi peningkatan baik aktivitas guru, siswa, maupun ketuntasan belajar siswa. Yang memperoleh predikat sangat baik dan baik. This research is a Classroom Action Research with the aim of knowing the influence of contextual approaches on improving students' mathematical understanding. The subjects in this study were MTs at one of cimahi's 20 schools. This research was conducted to find out the extent to which students are able to understand spldv material learning by applying a contextual approach. This study was conducted using a spiral research model where the research will be discontinued if the researcher has got his goal. Researchers conducted two learning cycles that each cycle was assessed by the observer. The results of this study showed that in cycle 1 teacher activity obtained good predicate however, student activity is still in the category of less. So the results of students' completed learning are still under KKM. Therefore, researchers conducted cycle 2 where in this cycle there was an increase in both teacher activity, students, and student learning completeness. Who earned a very good and good predicate.
Kemampuan Berpikir Kritis Matematis serta Habits Of Mind Menggunakan Model Inquiry Learning dan Model Creative Problem Solving Nurdiansyah, Samsul; Sundayana, Rostina; Sritresna, Teni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.644

Abstract

Kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh siswa. Fakta menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind siswa masih rendah. Diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind siswa salah satunya menggunakan model Inquiry Learning dan model pembelajaran Creative Problem Solving. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind antara siswa yang mendapatkan model Inquiry Learning dengan Creative Problem Solving. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan populasi seluruh siswa kelas X SMA Negeri 11 Garut. Sampel pada penelitian ini sebanyak dua kelas yaitu kelas X-MIPA 5 sebanyak 35 siswa sebagai kelas eksperimen I yang mendapat model Inquiry Learning dan kelas X-MIPA 6 sebanyak 35 siswa sebagai kelas eksperimen II yang mendapat model pembelajaran Creative Problem Solving. Instrumen penelitian yang digunakan berupa tes uraian dan angket skala Likert. Berdasarkan hasil analisis secara statistik diperoleh kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind antara siswa yang mendapatkan model Inquiry Learning dengan Creative Problem Solving. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis dan Habits of Mind, model Inquiry Learning cocok digunakan. Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind are some of the basic abilities that students must have. The fact shows that the Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind are still low. Efforts are needed to improve the Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind, one of them using the Inquiry Learning and the Creative Problem-Solving learning. The purpose of this research was to analyze the differences in Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind between students who get the Inquiry Learning model with Creative Problem Solving. The research method used a quasi-experimental with a population of all class X of SMAN 11 Garut. Sample consisted of two classes, class X Science 5 by 35 students as the first experimental class, which got Inquiry Learning model, and class X Science 6 by 35 students as the second experimental class which got Creative Problem-Solving learning model. The research instrument used a description test and a Likert scale questionnaire. Based on the results of statistical analysis, it is found that there are differences in Mathematical Critical Thinking Skills and Habits of Mind between students who get the Inquiry Learning model with Creative Problem Solving. To improve mathematical critical thinking skills and Habits of Mind, the Inquiry Learning model is suitable.
Pengaruh Penggunaan Media Worksheet terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Iffah, Jauhara Dian Nurul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 10 No. 1 (2021): Januari
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v10i1.645

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya penggunaan media pembelajaran serta pentingnya media pembelajaran sebagai alat bantu bagi siswa dalam memahami materi. Media yang disebut worksheet merupakan lembar kerja yang berisi ringkasan materi dan kata kunci materi untuk memudahkan siswa memunculkan kembali hubungan yang diperlukan untuk menyelesaikan soal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh worksheet terhadap hasil belajar siswa. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain pretest – posttest. Sampel penelitian ini siswa kelas VIIIA MTs Salafiyah Syafi’iyah Tebuireng Jombang berjumlah 31 siswa. Materi yang digunakan adalah luas permukaan serta volume bangun Kubus dan Balok dengan isntrumen penelitian worksheet dan soal tes. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas dan selanjutnya uji hipotesis menggunakan statistik uji-t dengan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaaan media worksheet terhadap hasil belajar siswa kelas VIIIA pada materi Kubus dan Balok. Sehingga worksheet dapat dijadikan alternatif media pembelajaran untuk materi Kubus dan Balok. This research is motivated by the lack of use of instructional media and the importance of learning media as a tool for students in understanding the material. The media called a worksheet is a worksheet that contains a summary of the material and keywords of the material to make it easier for students to bring back the relationships needed to solve the problem. This study aims to determine whether the worksheet has an effect on student learning outcomes. This type of research is quantitative with a pre test - post test design. The sample of this research was students of class VIIIA MTs Salafiyah Syafi'iyah Tebuireng Jombang totaling 31 students. The material used is the surface area and volume of cubes and blocks with research instruments worksheets and test questions. The data analysis technique used the normality test and then the hypothesis test used the t-test statistic with α = 0.05. The results showed that there was an effect of the use of worksheet media on the learning outcomes of class VIIIA students on cubes and blocks. So that worksheets can be used as an alternative learning media for cubes and blocks.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2021 2021


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): January Vol. 14 No. 4 (2025): October Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 8, No 1 (2019) Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 3, No 1 (2014) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol 2, No 1 (2013) Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue