cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 3 (2019): September" : 15 Documents clear
Skema Kognitif Siswa dalam Menyelesaikan Soal Peluang Ditinjau dari Pendekatan Polya Fitriana, Ika Nur; Mampouw, Helti Lygia
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.572

Abstract

Skema kognitif adalah teori yang digunakan untuk mengetahui perubahan atau perkembangan pengetahuan seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan skema kognitif siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah dalam menyelesaikan soal cerita peluang menggunakan pendekatan Polya. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di kelas IX MTs N Ngablak Magelang. Subjek berjumlah 3 siswa masing-masing 1 subjek berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri yang dibantu oleh soal tes berisi soal cerita tentang peluang dan pedoman wawancara. Skema kognitif siswa diperoleh dari hasil penyelesaian soal cerita peluang yang dipandu tahapan Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika membaca soal cerita, ketiga subjek mengalami disekuilibrium. Subjek yang berkemampuan matematika tinggi dan sedang mengalami proses asimilasi sebelum ekuilibrium dalam memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian, mengeksekusi strategi penyelesaian dan memeriksa kembali jawaban. Subjek berkemampuan matematika rendah mengalami proses asimilasi dan akomodasi sebelum ekuilibrium dalam memahami masalah, merencanakan strategi penyelesaian dan mengeksekusi strategi, tanpa memeriksa kembali jawaban. A cognitive scheme is a theory used to determine changes or developments in a person’s knowledge. The purpose of this research is to describe the cognitive scheme of students with higher, medium, and lower mathematical abilities in solving probability problems using the Polya approach. This is a descriptive qualitative research delete conducted in the 9th grade of MTs N Ngablak Magelang. Subjects in this research were 3 students who had a high, medium and low mathematical ability. The research instrument is the researchers who helped by probability question tests and interview guidelines. Students' cognitive schemes are obtained from the results of the solving probability question test guided by the Polya stage. The results showed that three subjects experienced a disequilibrium condition when reading the word problems. Subjects with high and medium mathematical abilities were experiencing an assimilation process before equilibrium in understanding problems, planning strategy, execute the strategy and checking answers. Subjects with low mathematical abilities experience assimilation and accommodation before equilibrium in understanding problems, planning resolution strategies and executing strategies, without checking the answers.
Analisis Kesalahan Siswa SMK Dalam Menyelesaikan Soal Kecakapan Matematis Pada Materi Bangun Ruang Hutajulu, Masta; Senjayawati, Eka; Minarti, Eva Dwi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.573

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah siswa SMK membutuhkan suatu keahlian, kemampuan atau kecakapan untuk mengaplikasikan setiap kompetensi termasuk kecakapan matematis dalam dunia kerja. Kecakapan matematis dinilai sangat penting dan dibutuhkan dalam meningkatkan kualitas dirinya. Tujuan penelitian ini untuk melihat hasil analisis kesalahan siswa SMK dalam menyelesaikan soal kecakapan matematis pada materi bangun ruang. Subyek yang digunakan adalah 5 orang siswa kelas XII di SMK TI Pembangunan Cimahi. Bentuk pengambilan data yaitu pemberian soal tes dengan indikator berbeda pada setiap butir soal. Penelitian ini merupakan sebuah studi pendahuluan. Dari rekapitulasi perhitungan yang telah dilakukan, didapat bahwa persentase kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa yakni 80 % pada indikator adaptive reasoning (penalaran adaptif), dimana siswa masih melakukan kesalahan dilihat dari aspek konseptual sebesar 30%, aspek prosedural juga 30% serta aspek teknik 20%. Sedangkan persentase kesalahan yang paling sedikit dilakukan siswa yakni 20 % pada indikator procedural fluency (kelancaran prosedural), dimana siswa tidak melakukan kesalahan dilihat dari aspek konseptual, tetapi pada aspek prosedural melakukan kesalahan 10% serta aspek teknik juga 10%. The purpose of this study was analyzing the answers of Vocational students on a mathematical proficiency test in three-dimensional geometry. The subjects of this study were 12th-grade students in SMK TI Pembangunan Cimahi. The data obtained from giving a test with indicators of students' mathematical proficiency that is different in each item question. This is a preliminary study. Based on the recapitulation of the results in the analysis and calculations that have been made, it was found that the most percentage of errors made by students is 80% on adaptive reasoning indicators, where students still make mistakes seen from conceptual aspects by 30%, procedural aspects also 30% and technical aspects 20%. While the least percentage of errors is 20% on procedural fluency indicators, where students do not make mistakes on conceptual aspects, but on procedural aspects and technical aspects make mistakes of 10%.
Kemampuan Komunikasi Matematis Mahasiswa melalui Pembelajaran Think Talk Write Sumartini, Tina Sri
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.574

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis perlu dimiliki mahasiswa untuk menyelesaikan masalah matematika. Peningkatan kemampuan komunikasi perlu didukung oleh pembelajaran yang tepat, diantaranya pembelajaran Think Talk Write (TTW). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa antara yang belajar dengan pembelajaran Think Talk Write dan konvensional, serta mengetahui interpretasi peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa dari kedua kelas. Metode penelitian yaitu kuasi eksperimen. Teknik pengambilan sampel dengan teknik Purposive Sampling dengan sampel sebanyak dua kelas di Program studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia. Analisis data secara kuantitatif dengan uji gain ternormalisasi dan Mann Whitney. Hasil penelitian yaitu pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran Think Talk Write lebih baik dari mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional, peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran Think Talk Write memiliki interpretasi tinggi sedangkan peningkatan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional memiliki interpretasi sedang. Communication ability needs to be possessed by students to solve mathematical problems. Improved communication skills need to be supported by appropriate learning, one of which is learning Think Talk Write (TTW). The purpose of this study is to analyze the achievement and improvement of communication ability between students who are learning with Think Talk Write learning and conventional learning, as well as to find out interpretations of improved communication ability of students from both classes. The research method is quasi-experiment. The sampling technique is the purposive sampling technique by taking a sample of two classes in the Mathematics Education Study Program of the Institut Pendidikan Indonesia. Data analysis was performed quantitatively using the normalized gain test and Mann Whitney. The results of the study are the achievement and improved of communication skills of students who study with Think Talk Write learning is better than students who study with conventional learning, improvement of mathematical communication skills of students who study with Think Talk Write learning has a high interpretation while increasing mathematical communication skills of students who study with conventional learning have medium interpretations.
Kemampuan Literasi Matematis Siswa melalui Model Pembelajaran Problem Based Instruction Fatwa, Vika Conie; Septian, Ari; Inayah, Sarah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.575

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu masih rendahnya kemampuan literasi matematis. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) yang juga sebagai alternatif solusi permasalahan dapat meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Metode penelitian adalah kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent group pretest-postest design. Instrumen berbentuk tes literasi matematis berupa tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Cianjur tahun ajaran 2018/2019 yang tersebar dalam sembilan kelas, sedangkan sampelnya dipilih dengan teknik purposive sampling sebanyak dua kelas yaitu kelas VIII D sebanyak 27 siswa sebagai kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBI), dan VIII C sebanyak 25 siswa sebagai kelas control dengan pembelajaran biasa. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa terdapat peningkatan kemampuan literasi matematis siswa dengan model pembelajaran Problem Based Instruction (PBI). Peningkatan tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan peningkatan pada siswa dengan pembelajaran biasa. The background of this research is low mathematical literacy ability. The purpose of this research is to find out the differences in increasing students’ mathematical literacy ability between those who use the Problem Based Instruction (PBI) learning model as an alternative solution to the problem and who use ordinary learning. A method in this research is quasi-experimental with nonequivalent group pretest-posttest design. The instruments are a mathematical literacy instrument consisting of the initial test (pretest) and the final test (posttest). The population in this study were all students at SMP Negeri 5 Cianjur in year 2018/2019 that spread into 9th grade, while the samples chosen with purposive sampling technique were two classes, namely VIII D class as the experimental class which is given Problem Based Learning (PBI) and VIII C as the control class with ordinary learning. Based on the tests of mathematical literacy abilities that have been analyzed it is found that there are differences in mathematical literacy skills students who applied the Problem Based Instruction (PBI) learning model is better than ordinary learning. The increase is better when compared to the increase in students with ordinary learning.
Pendekatan Open-Ended dalam Membelajarkan Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Lubis, Roslian; Harahap, Toharuddin; Nasution, Dwi Putria
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.576

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya Kemampuan Koneksi Matematis (KKnM) siswa dan pembelajaran terlaksana cenderung bersifat konvensional. Suatu alternatif mengoptimalkan kemampuan bermatematika siswa dan perbaikan proses pembelajaran yaitu mempertimbangkan penerapan pendekatan pembelajaran dengan pendekatan open-ended. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apakah terdapat interaksi Kemampuan Awal Matematika (KAM) dan gender dengan pendekatan pembelajaran dalam membelajarkan KKnM siswa. Penelitian merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Instrumen yang digunakan adalah essay test KKnM siswa. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5 Padangsidimpuan sebanyak 9 rombongan belajar dan sampel penelitian adalah siswa kelas VII-5 dan VII-6 yang masing-masing kelas berjumlah 28 siswa. Hasil penelitian melalui uji hipotesis dengan anava dua jalur menunjukkan tidak terdapat interaksi antara KAM dengan pendekatan pembelajaran dalam membelajarkan KKnM siswa dan tidak terdapat interaksi antara gender dengan pendekatan pembelajaran dalam membelajarkan KKnM siswa. The problem in this study was the low of students' Mathematical Connection Ability (MCA) and learning that tends to be conventional. An alternative to optimizing students' mathematical abilities and improving the learning process is to consider the applying of a learning approach to the open-ended approach. This study aims to describe is there any interaction between the Mathematical Prior Ability (MPA) and gender with the learning approach in teaching the students’ MCA. The research was quasi-experimental research with Nonequivalent Control Group Design. The used instrument was the students’ mathematical connection ability essay test. The population of the research was 7th-grade students of SMP Negeri 5 Padangsidimpuan with 9 groups study and the sample of the research were students of grades VII-5 and VII-6, where the number of each class was 28 students. The research results by hypothesis testing with two-way Anava showed that there was no interaction between the MPA with the learning approach in teaching the students’ MCA and there was no interaction between gender with the learning approach in teaching the student’ MCA.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika melalui Pendekatan Scaffolding Berbasis Karakter Handoko, Hendri; Winarno
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.577

Abstract

Persoalan di lapangan menunjukkan banyak guru yang belum mampu mengembangkan perangkat pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa. Hal tersebut menyebabkan fungsi guru yang seharusnya inovatif, kreatif, mengarahkan, membimbing dan memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi siswa tidak berjalan dengan maksimal. Penelitian pengembangan ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid, praktis dan efektif melalui pendekatan scaffolding berbasis karakter mengacu model Thiagarajan. Instrumen yang digunakan yaitu lembar pengamatan karakter kemandirian, keterampilan berpikir kreatif, kemampuan guru mengelola kelas, angket respon siswa, validasi perangkat pembelajaran, dan instrumen TKBK. Subjek penelitian adalah siswa SMAN 1 Tanjung kelas X.MIPA 2 berjumlah 33 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan valid, pembelajaran matematika dinyatakan efektif dengan ketuntasan rata-rata kelas 76,70 dan ketuntasan klasikal 85%, adanya pengaruh positif karakter kemandirian dan keterampilan terhadap kemampuan berpikir kreatif sebesar 0,782, serta adanya perbedaan signifikan kemampuan berpikir kreatif kelas eksperimen dengan rata-rata 76,70 lebih baik dari kelas kontrol sebesar 70,24. The problem in the field shows that many teachers have not been able to develop learning tools that are adapted to students' abilities. so the teacher's function that should be innovative, creative, directing, guiding and providing solutions to problems faced by students cannot run optimally. This development study aims to produce valid, practical and effective learning tools through character-based scaffolding approaches referring to the Thiagarajan model. The instruments used were independent character observation sheets, creative thinking skills, teacher's ability to manage classrooms, student response questionnaires, validation of learning devices, and TKBK instruments. The research subjects were 33 students of SMAN 1 Tanjung class X.MIPA 2. The results showed that the learning tools developed were valid, positive response of students 87%, Mathematics learning is declared effective by (1) completeness of class average 76.70 and achieving classical completeness 85%, the positive influence of the character of independence and skills on the ability to think creatively by 0.782, and there is a significant difference in the creative thinking ability of the experimental class with an average of 76.70 better than the control class of 70.24.
Pengaruh Penggunaan Konteks Daun terhadap Hasil Belajar Siswa Lisnani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.578

Abstract

Latar belakang penelitian yaitu kesulitan dalam mempelajari materi pecahan, dengan tujuan mengetahui pengaruh penggunaan konteks daun sebagai solusi permasalan materi pecahan terhadap hasil belajar pecahan siswa SD Kelas IV. Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 76 orang yang terdiri 3 kelas yaitu IV A, IV B, dan IV C. Sampelnya berjumlah 50 orang yang terdiri dari kelas IV A dan IVB masing-masing berjumlah 25 orang. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 42 Palembang. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara yang dilakukan terhadap guru terkait dengan penggunaan konteks daun pada materi pecahan, tes untuk mengukur hasil belajar siswa, dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan independent sample t-test melalui SPSS. Hasil dari penelitian ini adalah adanya pengaruh penggunaan konteks daun terhadap hasil belajar pecahan siswa SD kelas IV. Penggunaan konteks daun sangat membantu siswa dalam pembelajaran matematika pada topik pecahan. The background of this study is the difficulty in studying fracton material, with purpose about the use of leaves on the learning outcomes of elementary school students' fractional grades IV. This type of research used in this study is research. The population in this study was 76 people consisting of 3 classes namely IV A, IV B, and IV C. The samples were collected 50 people consisting of classes IV A and IVB, each of which could be taken, 25 people. This research was conducted at 42nd SD Negeri Palembang. Data collection techniques using interviews conducted with teachers related to the use of context in fraction material tests to measure student learning outcomes and implementation. Data analysis techniques using homogeneity test, normality test, and independent sample t-test through SPSS. The results of this study are the results of the use of leaf interactions on the learning outcomes of elementary school students' fractional grades IV.
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Means End Analysis Asih, Nur; Ramdhani, Sendi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.579

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Means End Analysis (MEA) lebih baik dari pada konvensional, untuk mengetahui sikap kemandirian belajar siswa terhadap pembelajaran matematika menggunakan model pembelajaran Means End Analysis (MEA), dan untuk mengetahui hambatan siswa dalam menyelesaikan soal-soal kemampuan pemecahan masalah matematis. Metode penelitiannya adalah eksperimen kuasi dan desain penelitiannya Nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA PASUNDAN CIKALONGKULON dengan sampel sebanyak dua kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Kelas XI MIPA-3 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA-1 sebagai kelas kontrol. Instrumen berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis, angket dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Means End Analysis (MEA) lebih baik dari konvensional. Hasil angket siswa kelas XI MIPA-3 memperoleh hasil hampir seluruhnya positif respon siswa terhadap model pembelajaran Means End Analysis (MEA). The purpose of this research is to find out whether the improvement of students 'mathematical problem-solving abilities using the Means-End Analysis (MEA) learning model is better than conventional learning, to determine the attitudes of students' learning independence towards mathematics learning using the Means-End Analysis (MEA) learning model, and to find out the obstacles of students in solving problems mathematical problem-solving abilities. The research method is a quasi-experiment, and the research design is Nonequivalent control group design. The population in this study were all students of class XI SMA PASUNDAN CIKALONGKULON with a sample of two classes. The sampling technique uses a purposive sampling technique. Class XI MIPA-3 as an experimental class and class XI MIPA-1 as a control class. The instruments were in the form of tests of mathematical problem-solving abilities, questionnaires, and interviews. Based on the results of data analysis, the improvement of students' mathematical problem-solving abilities using the Means-End Analysis (MEA) learning model is better than conventional. The results of the XI MIPA-3 class questionnaire obtained almost entirely positive student responses to the Means-End Analysis (MEA) learning model.
Pengaruh Pembelajaran Problem Based Learning dengan Pendekatan Metakognisi terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Elita, Geni Sri; Habibi, Mhmd; Putra, Aan; Ulandari, Nelpita
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.580

Abstract

Siswa mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita, mengajukan pertanyaan, membuat langkah-langkah penyelesaian, serta menyelesaikan permasalahan yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model problem based learning dengan pendekatan metakognisi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitafif. Instrumen yang digunakan adalah tes uraian. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Negeri Semerah Kerinci dengan jumlah 84 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling. Kelas VIII D dan VIII A masing-masing terpilih sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data kemampuan pemecahan masalah dilakukan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran problem-based learning dengan pendekatan metakognisi terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Students have difficulty in solving story problems, asking questions, taking steps to solve, and solving the problems given. The purpose of this study was to determine the effect of problem-based learning models with metacognitive approaches to students' mathematical problem-solving abilities. This type of research is an experimental study using a quantitative approach. The instrument used was a description test. The population in this study was eighth-grade students of MTs Semerah Kerinci with a total of 84 people. Sampling is done by simple random sampling. Class VIII D and VIII A were respectively chosen as the experimental class and the control class. Data analysis of problem-solving ability is done using the t-test. The results showed that there was an influence of the problem-based learning model of learning with a metacognition approach to students' mathematical problem-solving abilities.
Desain Modul Berbasis Model Discovery Learning untuk Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa Arimurti, Ida; Praja, Ena Suhena; Muhtarulloh, Fahrudin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 3 (2019): September
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v8i3.581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan learning obstacle, mendesain bahan ajar yang valid, dan mendeskripsikan learning obstacle setelah implementasi bahan ajar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif untuk analisis learning obstacle dan bahan ajar, sedangkan metode kuantitatif untuk mengetahui keseragaman pendapat. Subjek dalam penelitian ini adalah 31 siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Plered untuk identifikasi learning obstacle awal dan 32 siswa kelas IX A SMP Negeri 1 Plered untuk identifikasi learning obstacle dan kemampuan pemahaman matematis siswa. Desain penelitian yang digunakan berupa desain didaktis (Didactical Design Research). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 8 learning obstacle siswa terkait materi operasi bentuk aljabar. Validasi bahan ajar modul matematika dilakukan oleh 5 validator (3 dosen FKIP Universitas Swadaya Gunung Jati dan 2 guru matematika). Berdasarkan hasil validasi tersebut dapat disimpulkan bahwa bahan ajar modul operasi bentuk aljabar berbasis kemampuan pemahaman matematis siswa dengan model discovery learning diperoleh bahan ajar siswa layak digunakan dalam proses pembelajaran, serta bahan ajar pedoman guru layak digunakan pula. This study aims to describe learning obstacle students, designing instructional materials, and describing learning obstacle students after the implementation of teaching materials. The method used in this study is qualitative and quantitative methods. Qualitative methods for the analysis of obstacle learning and teaching materials, while the quantitative method to find out the uniformity of opinion. The subjects in this study were 31 students of class VIII C of SMP 1 Plered to identify the initial obstacle learning and 32 students of class IX-A of SMP 1 Plered to identify obstacle learning and students' mathematical understanding skills. The research design used is in the form of didactic design (Didactical Design Research). The results of this study indicate that there are 8 learning obstacle students related to algebraic form operating material. Validation of mathematics module teaching materials was carried out by 5 validators (3 lecturers of FKIP Swadaya Gunung Jati University and 2 mathematics teachers). Based on the results of the validation, it can be concluded that the algebraic form operating module teaching materials based on students' mathematical understanding ability with discovery learning models obtained that they are suitable for learning, and the teacher's guideline teaching material also.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol 10, No 1 (2021) Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 2 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 5, No 3 (2016) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 2 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue