Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles
1,006 Documents
PERBEDAAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKSISWA ANTARA YANG MENDAPATKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS DENGAN MODEL PEMBELAJARANGUIDED NOTE TAKING
Gesti Pratiwi Sartika;
Nitta Puspitasari
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (177.322 KB)
Abstract:Exsperimentwith praeksperiment(the statistic group pretest-posttes design) aimed to find out the defferences ability of mathematic communication student between the students who got “Student Teams Achievement Division” learning model with “Guided Note Taking” learning model. Futhermore, the researcher discovered the attitude of student toward learning mathematics using “Student Teams Achievement Divisions” learning model with “Guided Note Taking” learning model. The result showed that:(1) There is no differences between the communication skills of students mathematic which gain “Student Teams Achievement Divisions”learning model and “Guided Note Taking” learning model, (2) generally students were good using both of learning model. Abstrak:Penelitian eksperimen dengan desain praeksperimen (the statistic group pretest-posttes design) bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan komunikasi matematik siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking, serta mengetahui sikap siswa terhadap pembelajaran matematika terhadap model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) tidak terdapat perbedaan kemampuan komunikasi matematik siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dengan model pembelajaran Guided Note Taking; (2) sikap siswa terhadap model pembelajaran Student Teams Achievement Divisions dan model pembelajaran Guided Note Taking secara umum siswa bersikap baik terhadap kedua model pembelajaran tersebut.
PROFIL PROSES BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH OPEN-ENDED BERDASARKAN TEORI WALLAS
Siwi Febriani;
Novisita Ratu
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (261.224 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v7i1.340
AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil berpikir kreatif siswa dalam menyelesaikan masalah Open-Ended berdasarkan teori Wallas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 3 siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah SMP Pangudi Luhur Salatiga yang ditentukan dengan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu oleh instrumen pendukung berupa soal tes dan pedoman wawancara. Teknik validitas instrumen yang digunakan adalah uji triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan mencakup transkrip hasil wawancara, reduksi data, analisis, dan triangulasi. Hasil penelitian Siswa yang berkemampuan tinggi bisa melewati tahap persiapan dan inkubasi dengan baik, tetapi melewati tahap iluminasi dan verifikasi dengan cukup. Hasil penelitian Siswa yang berkemampuan sedang bisa melewati tahap persiapan dan inkubasi dengan baik, tetapi melewati tahap iluminasi dan verifikasi dengan cukup. Hasil penelitian Siswa yang berkemampuan rendah melewati setiap tahap dengan kurang. AbstractThe purpose of this study was to determine the profile of the students’ creative thinking in solving Open-Ended problems based on the theory of Wallas. The type of this research is descriptive qualitative research. The subjects were three students from SMP Pangudi Luhur Salatiga who had high, medium, and low capability, determined by purposive sampling. The data collection techniques used were a test, interview, and documentation. The research instrument in this study was the researchers themselves and assisted by some supporting instruments in the form of test and interview guidelines. The technique used to measure the validity of the instruments was the triangulation test. The result of the research was the high-skilled and medium-skilled students could pass the preparation and incubation stages well, but passed the illumination and verification stages adequately. Meanwhile, the low-skilled student passed each stage, but could not complete the requirements of the stages.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIKA ANTARA SISWA YANG MENDAPATKAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN METAKOGNITIF
Egi Al-Siyam;
Rostina Sundayana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.445 KB)
Abstract:This research is based on the fact that the understanding abilities of student mathematics o is low. The Purpose of this research was to know the mathematics comparison result mathematics understanding ability between the students get Contextual Teaching and Learning (CTL) and metacognitive. The research method is used quasi experiment, with a significant level of 1%. After perform posttest of can taken by conclusion that mathematics understanding ability between students’ who getting Contextual Teaching and Learning (CTL) as the same ability degree as metacognitive learning. Abstrak:Penelitian ini dilakukan berdasarkan adanya fakta bahwa kemampuaan pemahaman matematika siswa masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil perbandingan kemampuan pemahaman matematika antara siswa yang mendapatkan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dengan Metakognitif. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan taraf signifikan 1%. Setelah melakukan tes akhir dapat diambil kesimpulan kemampuan pemahaman matematika antara siswa yang mendapatkan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) mempunyai tingkat kemampuan yang sama dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran Metakognitif.
Konsep Operasi Bilangan Pecahan melalui Garis Bilangan
Suwarto Suwarto
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1622.326 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v7i3.73
AbstrakDalam pembelajaran operasi bilangan pecahan masalah yang sering timbul yaitu kesulitan siswa dalam menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah; (1) memahami konsep pecahan menggunakan garis bilangan untuk, (2) memahami konsep operasi pecahan (penjumlahan pengurangan, perkalian dan pembagian menggunakan garis bilangan. Bilangan pecahan adalah bilangan yang berbentuk , untuk a, b merupakan bilangan bulat dan b ≠0. Metode yang digunakan adalah menyajikan bilangan pecahan dalan garis bilangan. Dengan pendekatan garis bilangan diharapkan dapat membantu para guru dalam merancang proses belajar mengajar pada materi pecahan. Abstract (Fraction Numbers Operation Concept through Number Line)In learning to operate fractions, the problem that often arises is the difficulty of students in completing the addition, subtraction, multiplication and division operations. The purpose of writing this paper is; (1) understand the concept of fractions using number lines to, (2) understand the concept of fraction operations (sum of subtraction, multiplication and division using number lines. Fraction numbers are shaped numbers , for a, b is an integer and b ≠ 0. used is to present fractions in the number line, with the number line approach expected to help teachers in designing the teaching and learning process in fraction material.
Deskripsi Pembelajaran Matematika Berbantuan Video Geogebra dan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Fungsi Kuadrat
Abdur Rochim;
Tutik Herawati;
Nurwiani Nurwiani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (928.337 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.996
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran matematika dengan media video Geogebra pada materi fungsi kuadrat dan mendeskripsikan pemahaman matematis siswa sebelum dan sesudah pemanfaatan media video Geogebra materi fungsi kuadrat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunkan subjek penelitian kelas XI SMK Muhammadiyah 1 Baron berjumlah 11 siswa yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes pemahaman matematis awal dan akhir serta teknik dokumentasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran matematika berbantuan media video Geogebra materi fungsi kuadrat dibagi menjadi 3 kegiatan yaitu pendahuluan, inti dan penutup. Hasil pemahaman matematis siswa sebelum dan sesudah pemanfaatan media video Geogebra materi fungsi kuadrat terdapat perbedaan yang cukup nyata yaitu dari pemahaman matematis awal sebesar 9% menjadi 45 %. Artinya 45% siswa memenuhi semua indikator pemahaman matematis. AbstractThis study aims to describe the mathematics learning process using Geogebra video media on quadratic functions material and to describe students' mathematical understanding before and after the use of Geogebra video media with quadratic functions material. This research is a descriptive study using the research subjects of class XI SMK Muhammadiyah 1 Baron totaling 11 students who were selected based on purposive sampling. The data collection method in this study used the initial and final mathematical comprehension test techniques and documentation techniques during the learning process. The results showed that in the learning process of mathematics assisted by Geogebra video media, the quadratic function material was divided into 3 activities, namely introduction, core, and closing. The results of students' mathematical understanding before and after the use of Geogebra video media with the quadratic function material there were quite differences, namely from the initial mathematical understanding of 9% to 45%. This means that 45% of students meet all indicators of mathematical understanding.
Kecerdasan Logis Matematis dan Linguistik sebagai Prediktor Hasil Belajar Matematika
Lia Rahmawati;
Ibrahim Ibrahim
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (604.641 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.906
AbstrakLatar belakang penelitian yaitu pentingnya kecerdasan logis matematis dan linguistik dalam mempengaruhi hasil belajar. Penelitian bertujuan memprediksi hasil belajar matematika siswa berdasarkan kecerdasan logis matematis dan linguistik. Metode penelitian yaitu korelasional-kuantitatif yang dilaksanakan di SMPN 16 Yogyakarta di kelas VII A, VII B, dan VII C tahun pelajaran 2019/2020. Peneliti menggunakan 30 siswa sebagai sampel dan teknik cluster random sampling sebagai metode pengambilan sampel, yaitu dengan mengambil 10 siswa pada setiap cluster yang ditetapkan. Dengan penggunaan cluster random sampling, peneliti dapat menentukan sampel dari pengambilan setiap cluster, sehingga sampel yang digunakan bisa merata. Instrumen yang digunakan adalah skala kecerdasan logis matematis dan kecerdasan linguistik. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi ganda yang dilakukan dengan SPSS 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif kecerdasan logis matematis dan linguistik terhadap hasil belajar matematika siswa. Kecerdasan logis matematis dan linguistik turut andil sebagai prediktor hasil belajar matematika siswa. AbstractThe research background is the importance of mathematical logical intelligence and linguistic in influencing learning outcomes. The research aims to predict student learning outcomes based on mathematical logical intelligence and linguistics. The method of research is correlational-quantitative which was carried out at SMPN 16th Yogyakarta in classes VII A, VII B, and VII C in 2019/2020. Researchers used 30 students as samples and cluster random sampling technique as sampling method, namely by taking 10 students in each cluster that was determined. By using cluster random sampling, researchers can determine the sample from each cluster, so that the sample used can be evenly distributed. The instrument used is a scale of logical-mathematical intelligence and linguistic intelligence. The data analysis technique used multiple regression analysis which was carried out with SPSS 25. The results of the analysis showed that there was a positive effect of mathematical and linguistic logical intelligence on students' mathematics learning outcomes. Mathematical logical intelligence and linguistic contribute as a predictor of student mathematics learning outcomes.
Tingkat Self Esteem Siswa Kelas XII pada Pembelajaran Matematika Daring
Herri Sulaiman;
Felicia Shabrina;
Sri Sumarni
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (544.03 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.883
AbstrakSelf-esteem merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kesuksesan siswa dalam pencapaian akademik. Self-esteem yang rendah ditunjukkan oleh sifat siswa yang cenderung malas dan kurang fokus dalam belajar. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat self-esteem siswa kelas XII SMA Majalengka tahun ajaran 2019/2020. Metode penelitian ini kuantitatif melalui pengambilan data terkait self-esteem siswa. Adapun sampelnya ialah 72 siswa dari kelas XII IPS. Hasil penelitian saat pembelajaran daring, dapat diketahui bahwa rata-rata skor terendah untuk self-esteem siswa terdapat pada indikator keseriusan dan fokus ketika belajar matematika. Artinya mayoritas siswa kurang fokus ketika belajar matematika saat pembelajaran daring, dan motivasi yang muncul dari dalam dirinya sangat kurang sehingga keseriusan dalam belajar matematika juga kurang. Sedangkan untuk skor tertinggi berada di indikator kepuasan diri yang didapat siswa ketika mereka berhasil mempelajari matematika. Tentu saja ini sebanding dengan usaha yang dilakukan siswa agar dapat berhasil dalam belajar matematika yaitu dengan belajar dan berlatih matematika dengan tekun. AbstractSelf-esteem is one of the factors that influence student success in academic achievement. Low self-esteem is indicated by the nature of students who tend to be lazy and less focused on learning. The research objective was to determine the level of self-esteem of class XII SMA Majalengka students in the 2019/2020 school year. This research method is quantitative through data collection related to student self-esteem. The sample is 72 students from class XII IPS. The results of research when learning online, it can be seen that the lowest average score for students' self-esteem is on the indicators of seriousness and focus when learning mathematics. This means that the majority of students are less focused when learning mathematics during online learning, and the motivation that comes from within them is very lacking so that they are not serious about learning mathematics. Meanwhile, the highest score is in the indicator of self-satisfaction obtained by students when they are successful in learning mathematics. Of course, this is comparable to the efforts made by students to be successful in learning mathematics, namely by studying and practicing mathematics diligently.
Analisis Kesesuaian Materi Himpunan Buku Teks Siswa Matematika Kelas VII terhadap Kurikulum 2013
Sri Murniati;
Yenita Roza;
Maimunah Maimunah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (565.488 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.944
AbstrakBuku teks merupakan sarana pendidikan yang standar mutunya perlu diatur. Tetapi kenyataannya guru masih memiliki keluahan mengenai buku siswa Kurikulum 2013. Tujuan penelitian adalah menganalisis kesesuaian Bab Himpunan pada Buku Siswa Matematika untuk SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 Edisi Revisi yang ditulis oleh Atang Supriadi dan diterbitkan oleh Grafindo Media Pratama tahun 2019 dengan Kurikulum 2013. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan instrumen sesuai dengan 4 kriteria Kurikulum 2013. Instrumen yang digunakan adalah lembar penskoran analisis kesesuaian bab himpunan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dan observasi. Hasil analisis diperoleh 91,67% untuk kesesuaian dengan SKL, kategori sangat baik; 87,5% kesesuaian dengan pendekatan saintifik, kategori sangat baik; 81,25% kesesuaian dengan penilaian autentik, kategori baik; dan 90,9% kesesuaian dengan kelayakan materi, kategori sangat baik. Buku teks sudah cukup baik dijadikan sebagai sumber referensi yang digunakan dalam pembelajaran matematika, walaupun ada beberapa kekurangan atau ketidaksesuaian dengan Kurikulum 2013. AbstractTextbooks are educational facilities whose quality standards need to be regulated. But the fact is that teachers still have concerns about the 2013 Curriculum student books. The research aims to analyze the suitability of the Chapters of the Association of Mathematics Student Books for Class VII SMP / MTs of the Revised 2013 Curriculum written by Atang Supriadi and published by Grafindo Media Pratama in 2019 with the 2013 Curriculum The type of research is descriptive qualitative research with instruments by the 4 criteria of the 2013 Curriculum. The instrument used is a score sheet for the set of chapter conformity analyses. Data collection methods used are documentation and observation methods. The analysis results obtained 91.67% for conformity with SKL, very good category; 87.5% conformity with the scientific approach, very good category; 81.25% conformity with authentic assessment, good category; and 90.9% conformity to the eligibility of the material, very good category. Textbooks are good enough to be used as a reference source used in mathematics learning, even though there are some deficiencies or inconsistencies with the 2013 Curriculum.
Pembelajaran Berbasis Masalah dan Inkuiri dalam Kemampuan Representasi Matematis
Iyam Maryati;
Vera Monica
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (592.326 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.885
AbstrakUrgensi kemampuan representasi matematis dalam kehidupan nyata mendorong dilakukannya penelitian ini. Penerapan kegiatan proses pembelajaran yang tepat sangat diperlukan dalam peningkatan kemampuan representasi matematis ini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbandingan kemampuan representasi dan peningkatan matematis siswa antara yang mendapatkan model pembelajaran Pembelajaran berbasis Masalah dan model pembelajaran Inkuiri, menganalisis sikap siswa terhadap pembelajaran matematika yang mendapatkan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran Inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen pada pokok bahasan Sistem Pertidaksamaan Dua Variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X pada salah satu SMA di Kabupaten Garut sebanyak 66 orang. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan representasi matematis siswa, lembar observasi dan angket. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan model pembelajaran Inkuiri. Dapat dikatakan bahwa Pembelajaran Berbasis Masalah memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan representasi matematis siswa. AbstractThe urgency of the ability of mathematical representation in real life drives the life of this research. The application of appropriate learning activities is very necessary for increasing the ability of this mathematical representation. The purpose of this study was to analyze the mathematical representation and improvement abilities of students who received the Problem-based learning model and the Inquiry learning model, to analyze students' attitudes towards mathematics learning who received the problem-based learning model and the Inquiry learning model. The research method used is quasi-experimental on the subject of Two-Variable Inequality Systems. The population in this study were all class X students at one of the high schools in Garut Regency for the 2019/2020 academic year with a total sample of 66 students. The instruments used were tests of students' mathematical representation abilities, observation sheets, and questionnaires. The results of the study concluded that the mathematical representation abilities of students who received the problem-based learning model were better than those who received the Inquiry learning model. It can be said that Problem Based Learning has a positive influence on students' mathematical representation abilities.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa melalui Soal PISA
Risma Masfufah;
Ekasatya Aldila Afriansyah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (769.656 KB)
|
DOI: 10.31980/mosharafa.v10i2.825
AbstrakPada zaman sekarang, pembelajaran semakin menigkat. Begitu pula pada pelajaran matematika. Siswa lebih dituntut untuk bukan hanya sekadar mampu berhitung saja, tapi mampu mengaplikasikannya dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemapuan literasi matematis siswa SMP kelas VIII di Kp. Panawuan Rt.02/Rw.10. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriftif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 4 orang yang diambil secara acak. Berdasarkan hasill penelitian, meskipun soal yang diberikan adalah soal-soal standar atau rutin dan tergolong mudah karena mengambil level 1 dan 2. Seluruh subjek penelitiannya merasa kewalahan dan kesulitan dalam menafsirkan dan mengaplikasikan rumus yang sudah mereka ketahui dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Simpulan yang dapat diambil adalah kemampuan literasi matematis siswa dalam penelitian ini masih terbilang rendah karena siswa masih merasa kesulitan dalam menghadapi soal PISA dengan level 1 dan 2. AbstractIn this day and age, learning is increasing. Likewise in math lessons. Students are more required to not only be able to count, but also be able to apply it in solving problems in everyday life. This study aims to analyze the mathematical literacy skills of the VIII grade junior high school students at Kp. Panawuan Rt.02 / Rw. 10. The research method used is descriptive qualitative. The research subjects consisted of 4 people who were taken randomly. Based on the research results, although the questions given are standard or routine and are relatively easy because they take levels 1 and 2. All research subjects feel overwhelmed and have difficulty in interpreting and applying the formulas they already know in solving the problems given. The conclusion that can be drawn is that students' mathematical literacy skills in this study are still low because students still find it difficult to face PISA questions with levels 1 and 2.