cover
Contact Name
Nisaul Barokati Selirowangi
Contact Email
nisa@unisda.ac.id
Phone
+6282234853344
Journal Mail Official
Istiqomah@unisda.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Jl. Airlangga 03 Sukodadi Lamongan, Jawa Timur 62253
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Agroradix : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : -     EISSN : 26210665     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
AGRORADIX "Jurnal Ilmu Pertanian" : is a research journal published by agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan. Agroradix provides a forum for the publication of scientific articles in the scope of agricultural sciences with priority on plantation, horticulture, crop protection, and aspects of postharvest. This journal is published twice times annually, June and December.
Articles 238 Documents
Evaluasi Pertumbuhan dan Kualitas Nira Lima Varietas Sorgum (Sorghum bicolor L. Moench) di Lahan Kering Fajar Rochman; Priyadi Priyadi; Rizky Rahmadi
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11342

Abstract

Sorgum merupakan tanaman penting bagi pangan dan bioenergi, khususnya di lahan kering. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan dan produksi nira dari lima varietas sorgum, yaitu Super 2, Mandau, Bioguma, Super 1, dan Suri 4, yang dibudidayakan di lahan kering. Percobaan dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima ulangan. Parameter diamati pada fase primordia, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, bobot brangkasan basah, bobot batang, volume nira, dan kadar Brix. Data dianalisis menggunakan Analisis Ragam dan diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nyata pada tinggi tanaman, bobot brangkasan basah, bobot batang, dan kadar Brix. Varietas Super 1 menunjukkan keragaan tertinggi pada tinggi tanaman (243,62 cm), bobot brangkasan basah (1029,50 g), dan bobot batang (624,00 g). Sebaliknya, varietas Mandau yang memiliki postur terpendek (131,50 cm) menghasilkan kadar Brix tertinggi secara nyata, yakni sebesar 7,02%. Tidak ditemukan perbedaan nyata pada parameter jumlah daun, diameter batang, maupun volume nira antar varietas. Hal ini mengindikasikan bahwa Super 1 unggul dalam produksi biomassa, sedangkan Mandau menunjukkan potensi terbaik untuk kandungan gula pada fase primordia di kondisi lahan kering.
Optimalisasi Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Melalui pemilihan varietas dan Jenis Pupuk Organik Cair Susi Wijiati; Choirul Anam; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11441

Abstract

Satu diantara produk sayuran hortikultura yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia adalah selada. Selama ini selada belum muncul sebagai produk sayuran unggulan bagi petani pada umumnya. Penurunan kesuburan tanah yang diakibatkan oleh pemberian pupuk anorganik tanpa diimbangi dengan pupuk organik menjadi satu dari sekian banyak penyebabnya. Karena pupuk organik cair memiliki kandungan berbagai unsur hara, maka pupuk organik cair merupakan pilihan terbaik untuk larutan hara. Studi ini bertujuan untuk menentukan bagaimana berbagai jenis pupuk organik cair berpengaruh terhadap hasil panen tanaman selada. Selada Grand Rapid, Red Rapid dan Siomak merupakan faktor pertama dalam penelitian ini, yang menggunakan pendekatan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). POC GDM, POC NASA dan POC Eco Fresh termasuk dalam faktor kedua. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar tanaman per petak dan bobot segar tanaman per hektar. Metode analisis varians (ANOVA) digunakan untuk menghitung data yang berasal dari pengamatan pada tingkat signifikansi 5%. Uji lanjut akan dilakukan pada taraf 5% dengan menggunakan pendekatan BNT (Beda Nyata Terkecil) jika ditemukan pengaruh yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas selada Siomak menghasilkan hasil terbaik dan penggunaan pupuk organik cair Eco Fresh memberikan hasil yang lebih unggul dibandingkan perlakuan lainnya.
Efektivitas Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Selada Hijau Keriting (Lactuca sativa L.) Organik Suryadi Suryadi; Choirul Anam; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11442

Abstract

Di Indonesia tanaman selada hijau keriting dibudidayakan secara luas pada dataran tinggi maupu sedang karena sistem adaptasinya yang cukup baik, tanaman ini merupakan komoditas tanaman sayuran daun yang memiliki peminat sangat tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai macam pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi selada keriting hijau organik. Metode penelitian yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) biasa dan terdiri dari satu faktor yang tersusun menjadi 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan ini terdiri dari beberapa macam jenis pupuk organik cair yang terdiri dari : tanpa pemberian pupuk, POC Nasa, POC NaturaGen, POC Bio Konversi, POC Eco Fresh, POC Biotani Plus dan POC Explant PHC. Hasil penelitian terhadap pengaruh pemberian berbagai macam pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hjau keriting terdapat adanya perbedaan yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman dan panjang akar tanaman. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil terbaik yaitu terhadap pemberian perlakuan pemberian pupuk organik cair NaturaGen, dengan hal ini maka pupuk organik cair NaturaGen diyakini memberikan hasil yang terbaik dari pupuk organik yang lainnya.
Optimalisasi Macam Media Tanam dan Dosis Pupuk Organik Cair untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Nio Willy Afriditya; Istiqomah Istiqomah; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11443

Abstract

Amaranthus tricolor L. ialah sayuran bergizi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat, namun produksinya di Indonesia masih fluktuatif akibat rendahnya kualitas lahan dan keterbatasan unsur hara. Upaya optimalisasi budidaya perlu dilakukan melalui pemilihan media tanam dan pemupukan yang tepat. Media seperti pupuk kascing dan pupuk kandang ayam kaya akan hara makro, sementara pupuk organik cair (POC) mudah diserap tanaman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas macam media tanam dan dosis pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah. Penelitian dengan percobaan faktorial dua faktor dalam RAK, yaitu macam media tanam (tanah, tanah + kascing, dan tanah + pupuk kandang ayam) dan dosis POC (0, 20, dan 30 l/ha). Data dianalisis menggunakan analisis varian (uji F) pada taraf signifikansi 5%, dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf yang sama. Berdasarkan hasil penelitian, pertumbuhan dan produksi optimal dicapai dengan dosis POC sebesar 30 l/ha yang dikombinasikan dengan pupuk tanah dan pupuk ayam.
Respon Penggunaan Berbagai Jenis Pupuk Organik Padat dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir.) Moh. Iid Wahiduddin; Choirul Anam; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11444

Abstract

Kangkung merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang bernilai ekonomis dan sangat popular termasuk di Indonesia, tanaman kangkung dikenal memiliki dua jenis yaitu kangkung darat dan kangkung air. Dalam hal budidaya tanaman maka hal yang harus diutamakan untuk meningkatkan hasil produksi yang baik adalah memperhatikan cara budidaya mulai dari proses pengolahan lahan hingga panen. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian macam pupuk organik padat dan penggunaan berbagai jenis varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor dan setiap faktor terdiri dari 3 level. Pada faktor pertama terdiri dari : Tanpa pemberian pupuk, pupuk kascing, dan pupuk kotoran kambing. Sedangkan faktor kedua terdiri dari : Varietas Nanda 88, varietas Hapsari dan varietas Bangkok LP-1. Hasil penelitian terhadap produktivitas tanaman kangkung ini di yakini dapat meningkatkan hasil produktivitasnya, dalam hal tersebut terdapat perolehan terbaik yakni pada pemberian pupuk organik padat kascing dan penggunaan varietas Nanda 88, dalam kedua perlakuan tersebut memperoleh hasil lebih baik dari perlakuan yang lainnya.
Pertumbuhan dan Hasil Berbagai Varietas Kangkung Cabut (Ipomoea reptans Poir) dengan Pemberian Pupuk Organik Padat Kotoran Hewan Erly Yanuarti Aditya; Mariyatul Qibtiyah; Dian Eka Kusumawati
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11445

Abstract

Tanaman kangkung darat atau cabut merupakan jenis hortikultura yang sangat digemari masyarakat dan sebagian besar di tanam petani Indonesia. Namun, permintaan sayuran kangkung yang meningkat tidak diimbangi dengan bertambahnya jumlah produksi. Oleh karena itu, diperlukan upaya budidaya atau pemeliharaan tanaman kangkung dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah produksi. Peningkatan produktivitas terhadap produksi tanaman kangkung darat organik bisa dilakukan dengan beberapa teknik seperti pemilihan varietas yang unggul dan pemberian pupuk organik padat (POP) kotoran hewan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari berbagai jenis kangkung cabut dan penerapan pupuk organik padat dari kotoran hewan. Analisis ini dengan Metode Rancangan Acak Kelompok dua faktor dengan tiga level. Faktor I : variasi jenis kangkung, yaitu Nanda, Koko, dan Serimpi, sementara faktor II : macam POP kotoran hewan, terdiri dari kontrol (tanpa pupuk), POP kambing, dan POP sapi. Variabel yang analisa mencakup tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar per tanaman, bobot segar per hektar, serta panjang akar. Hasil dari pengamatan di Uji dengan Fisher taraf 5 & 1%, jika ada beda nyata diteruskan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian diperoleh varietas Serimpi dan pupuk kotoran kambing memberikan hasil kombinasi terbaik daripada perlakuan lainnya untuk pertumbuhan tanaman kangkung darat sedangkan pada hasil produksi tanaman kangkung darat varietas Koko dan pupuk kotoran sapi memberikan hasil kombinasi terbaik daripada perlakuan lainnya.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung secara Organik akibat Pemberian Dosis Pupuk Hayati Cair dan Jenis Pupuk Kotoran Hewan Padat Ediyanto Ediyanto; Mariyatul Qibtiyah; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11446

Abstract

Populer di kalangan masyarakat umum, kangkung merupakan sayuran dengan nilai gizi yang lengkap dan nilai ekonomi yang signifikan. Memanfaatkan pupuk organik dan pupuk hayati, yang aman bagi lingkungan dan dapat meningkatkan kualitas fisik, kimia, dan biologi tanah, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil panen kangkung secara berkelanjutan. Diharapkan tanaman kangkung darat akan berkembang sebaik mungkin ketika kedua bentuk pupuk ini dikombinasikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli dan Agustus 2024. Pendekatan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang memiliki dua faktor dengan tiga level, digunakan dalam penelitian ini. Dosis pupuk hayati cair merupakan faktor pertama, dan jenis pupuk kotoran hewan padat merupakan faktor kedua. Sembilan kombinasi perlakuan dibuat dari dua elemen ini, dan diulang sebanyak tiga kali. Panjang tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat segar tanaman per petak, dan berat segar per hektar adalah contoh parameter pengamatan. Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dilakukan pada taraf 5% jika data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dan terdapat perbedaan yang signifikan. Pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung lebih baik dengan pupuk kascing dan dosis 30 l/ha pupuk hayati cair dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Kentang (Solanum tuberosum L.) dalam Peningkatan Perekonomian di Kabupaten Mojokerto Emmy Hamidah; Laeli Fitriya; M. Adullah Faqih; Idum Satia Santi
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11447

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pendapatan, kelayakan finansial, dan kontribusi budidaya kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap perekonomian petani di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dilakukan di Desa Trawas Kecamatan Trawas dan di Desa Pacet Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Lokasi tersebut dipilih secara Purposive (sengaja) berdasarkan alasan karena sektor produksi kentang dengan intensiatas kegiatan usahatani yang cukup tinggi di kabupaten Mojokerto berada di desa tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan metode survei, dengan data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan petani responden sebanyak 30 dengan luas lahan sekitar 6 Ha. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto dan Badan Pusat Statistik (BPS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata dari budidaya kentang di Kabupaten Mojokerto mencapai Rp 2.199.154.000 per 8 hektar lahan, atau sekitar Rp 274.894.250 per hektar per musim, dengan total biaya produksi sebesar Rp 104.116.350 per hektar. Pendapatan bersih petani tercatat sebesar Rp 1.366.233.200 per musim, menunjukkan bahwa usaha ini sangat menguntungkan. Komponen biaya terbesar berasal dari tenaga kerja (26,8%), diikuti oleh pengeluaran untuk benih dan pupuk. Selain memberikan manfaat ekonomi, budidaya kentang juga berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan petani, menyerap tenaga kerja lokal, dan memperkuat ekonomi pedesaan. Kentang di Mojokerto memiliki potensi untuk menjadi sumber diversifikasi pendapatan dan pendorong ekonomi pedesaan melalui pengembangan industri pengolahan seperti keripik kentang dan stik kentang. Oleh karena itu, budidaya kentang telah terbukti efisien, secara ekonomi layak, dan memainkan peran penting dalam meningkatkan ekonomi komunitas pedesaan di Kabupaten Mojokerto.