cover
Contact Name
Nisaul Barokati Selirowangi
Contact Email
nisa@unisda.ac.id
Phone
+6282234853344
Journal Mail Official
Istiqomah@unisda.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Islam Darul Ulum (UNISDA) Jl. Airlangga 03 Sukodadi Lamongan, Jawa Timur 62253
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Agroradix : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : -     EISSN : 26210665     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
AGRORADIX "Jurnal Ilmu Pertanian" : is a research journal published by agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan. Agroradix provides a forum for the publication of scientific articles in the scope of agricultural sciences with priority on plantation, horticulture, crop protection, and aspects of postharvest. This journal is published twice times annually, June and December.
Articles 238 Documents
Respon Kelimpahan Serangga Polinator Terhadap Variasi Iklim Pada Agroekosistem Mangga Gadung 21 (Mangifera indica L.) Danendra Akbar Rakha; Wiwin Windriyanti; Herry Nirwanto
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10010

Abstract

Serangga pollinator berperan penting dalam proses penyerbukan tanaman mangga (Mangifera indica L.), yang secara langsung mempengaruhi proses produktivitas dan kualitas buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas serangga pollinator dengan faktor iklim meliputi suhu, kelembapan, curah hujan, dan intensitas cahaya. Penelitian ini dilakukan di lahan pertanaman mangga varietas Gadung 21 di Desa Oro – oro Ombo, Kabupaten Pasuruan, saat fase pembungaan tanaman. Pengambilan sampel serangga dilakukan menggunakan yellow trap dan sweep net, sementara data iklim diperoleh melalui NASA POWER. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi pearson dan regresi linear untuk mengetahui hubungan signifikan antara parameter iklim dan jumlah serangga. Hasil pengamatan menunjukkan lima jenis utama serangga pollinator yaitu lalat kuning (Eristalis tenax), lalat hijau (Lucilia spp.), lebah madu (Apis mellifera), lebah klanceng (Trigona spp.), dan kupu-kupu (Appias lybithea). Hasil menunjukkan bahwa suhu (28-30oC) dan kelembapan (70-85%) berkorelasi positif signifikan terhadap aktivitas pollinator (r > 0,67), sedangkan curah hujan menunjukkan korelasi negatif yang signifikan ( r< -0,5). Intensitas cahaya juga berperan dalam meningkatkan aktivitas polinasi terutama pada waktu pagi hingga siang hari. Dapat disimpulkan bahwa dinamika kehadiran serangga pollinator dipengaruhi secara nyata oleh kondisi iklim mikro, sehingga pengelolaan budidaya mangga perlu mempertimbangkan faktor tersebut untuk meningkatkan efisiensi penyerbukan alami
Dampak Kepadatan Populasi Sitophilus oryzae L. terhadap Kerusakan dan Kerentanan Varietas Sorgum Wahida Rizki Alnovi; Hendrival Hendrival; Baidhawi Baidhawi; Tengku Dhean
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10524

Abstract

Sorgum (Sorghum bicolor L.) merupakan tanaman serealia potensial yang digunakan sebagai pangan, pakan, dan bahan baku bioenergi. Namun, penyimpanannya rentan terhadap serangan hama pascapanen, terutama Sitophilus oryzae L. yang dapat menyebabkan kerusakan fisik dan kehilangan bobot biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kepadatan populasi S. oryzae terhadap tingkat kerentanan dan kerusakan pada tujuh varietas sorgum selama penyimpanan. Penelitian dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap menggunakan perlakuan tujuh varietas sorgum yakni Kawali, Numbu, Suri 3, Suri 4, Soper 6, Super 1, Super 2. Parameter yang diamati meliputi jumlah keturunan F₁, median waktu perkembangan, persentase susut berat, dan indeks kerentanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kepadatan populasi S. oryzae menyebabkan peningkatan jumlah F₁ dan susut berat pada semua varietas. Varietas Super 1, Super 2, dan Soper 6 tergolong rentan, dengan nilai indeks kerentanan tertinggi dan susut berat paling besar. Sebaliknya, Varietas Kawali menunjukkan ketahanan lebih tinggi dengan indeks kerentanan terendah dan tingkat kerusakan yang lebih kecil. Analisis korelasi menunjukkan bahwa indeks kerentanan berkorelasi positif dengan jumlah F₁ dan susut berat, serta berkorelasi negatif dengan median waktu perkembangan. Temuan ini menegaskan bahwa kepadatan populasi 10 imago (10♀ + 10♂), dan 15 imago (15♀ + 15♂) berdampak pada kerentanan dan kerusakan tujuh varietas sorgum selama penyimpanan.
Pertumbuhan dan Produksi Jagung Hibrida dengan Pemberian Konsentrasi Trichoderma sp. dan Dosis Trichokompos Sri Muttia; Muhanniah Muhanniah; Reza Asra
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10566

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh konsentrasi perendaman Trichoderma sp. dan dosis trichokompos terhadap pertumbuhan serta hasil jagung hibrida Bisi 2. Penelitian dilaksanakan pada Februari–Mei 2025 di Kabupaten Sidenreng Rappang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu konsentrasi perendaman Trichoderma sp. (0, 20, dan 25 g 250 ml⁻¹) dan dosis trichokompos (0, 5, dan 6 kg unit⁻¹), masing-masing diulang tiga kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, umur berbunga, jumlah biji per baris, jumlah baris per tongkol, bobot 100 biji, dan produksi per unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman Trichoderma sp. tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter, sedangkan pemberian trichokompos berpengaruh signifikan terhadap produksi. Dosis 6 kg unit⁻¹ menghasilkan produksi tertinggi, yaitu 4,6 kg m⁻². Disimpulkan bahwa trichokompos dengan dosis optimal berpotensi menjadi alternatif teknologi pemupukan organik yang ramah lingkungan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung hibrida Bisi 2.
Seleksi Lima Galur Harapan Tanaman Jagung (Zea mays L.) melalui karakterisasi fenotipe Nuril Hidayatul Hasanah; Maria Azizah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10577

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan komoditas pangan penting setelah padi, yang berperan sebagai sumber pangan, pakan, dan bahan baku industri. Karakterisasi fenotipe diperlukan untuk mendukung seleksi galur unggul dalam pemuliaan varietas hibrida. Penelitian ini dilakukan pada Mei–September 2024 di PT. Surya Kencana Agrifarm Sejahtera menggunakan rancangan acak kelompok non faktorial dengan tiga ulangan. Data dianalisis secara deskriptif dan melalui Analisis Komponen Utama (AKU) menggunakan Minitab 19. Hasil menunjukkan bahwa genotipe G01 dan G02 memiliki kestabilan dan keseragaman tinggi pada karakter kualitatif seperti warna daun, tipe daun, dan warna tassel. Genotipe G01 unggul pada diameter batang (18,55 mm), jumlah malai (10), dan lebar daun (9,1 cm), sedangkan G02 unggul pada umur panen (120 HST), umur silking (58 HST), dan umur tassel (59 HST), dengan koefisien keragaman berkisar 0,38%–14,1%. Genotipe lain seperti G03 dan G04 menunjukkan potensi seleksi pada karakter hasil. Hasil perhitungan AKU juga menunjukkan bahwa G04 memiliki korelasi kuat terhadap karakter hasil, sedangkan G01 dan G02 unggul dari segi stabilitas karakter pertumbuhan. Kedua genotipe tersebut berpotensi sebagai calon tetua dalam pengembangan varietas jagung hibrida.
Efisiensi Teknis Usahatani Jagung di Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur Eka Istara Mawardani; Fuad Hasan; Taufik Rizal Dwi Adi Nugroho
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10592

Abstract

Produktivitas aktual jagung Kecamatan Semanding masih berada di bawah produktivitas potensialnya karena kemungkinan penggunaan faktor produksi yang belum efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor yang mempengaruhi produksi, mengukur efisiensi teknis, dan mengetahui penyebab inefisiensi teknis usahatani jagung di Kecamatan Semanding. Penelitian menggunakan data primer yang dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian sebanyak 99 petani jagung diambil secara proporsional yang berasal dari tiga Desa produsen jagung terbanyak di Kecamatan Semanding. Data dianalisis menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas dengan metode Stochastic Frontier Analysis (SFA) dan pendekatan Maximum Likelihood Estimation (MLE). Hasil analisis data menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap jumlah produksi jagung adalah benih, pupuk Urea dan tenaga kerja, sedangkan pupuk NPK berpengaruh negatif. Usahatani jagung di Kecamatan Semanding belum efisien secara teknis di mana inefisiensi teknis berasal dari sumberpendapatan lain. Berdasarkan hasil analisis maka petani dapat meningkatkan produksi dengan menambah jumlah benih dan pupuk urea sesuai dosis anjuran dan menintensifkan penggunaan tenaga kerja.
Optimization of Cultivation Settings of Chlorella Grown in Indoor Photobioreactor and Assessment as Superfood Talitha Maritza Putri Tara; Hadi Suhardjono; Saefur Rohman
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10667

Abstract

Microalgae are microorganisms with great potential as a superfood. Microalgae can serve as an alternative food source. One of their ecosystems is freshwater, where they can be cultivated on a small scale using indoor farming systems, especially in urban areas. This is because microalgae can live anywhere as long as their growth factors are fulfilled. This becomes a bright spot for agriculture in Indonesia, where land is becoming increasingly limited, causing millennial farmers to struggle with conventional cultivation. Therefore, indoor farming systems with IoT can become an alternative solution that supports food security and more effective microalgae cultivation. Microalgae are photosynthetic unicellular organisms influenced by several factors, including pH and light intensity. pH plays an important role in enzyme activity and nutrient availability, while light intensity affects biomass, cell density, and nutritional content. Both factors are crucial in determining biomass, cell density and protein content. However, studies on the combined effect of pH and light intensity on protein content in microalgae are still limited. Thus, this research aims to investigate the influence of pH and light intensity on protein content in an indoor farming system with IoT. The findings are expected to contribute valuable knowledge about optimal pH and light conditions for maximizing protein content in microalgae cultivation as a superfood. Then, according to the result, the combined interaction is 7 pH and 3000 lux light intensity is the optimal for cultivation of microalgae, which is much higher than other combines.
Keragaman dan Potensi Pemanfaatan Gulma pada Lahan Sawah Budidaya Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Nabiilatussaniyya Nabiilatussaniyya; Much. Misbah Muhtadi; M. Mukhlis Fahruddin; Bayu Agung Prahardika
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10914

Abstract

Gulma memiliki dampak negatif bagi pertumbuhan tanaman karena menimbulkan persaingan air, unsur hara dan ruang tumbuh termasuk pada budidaya tanaman tebu. Identifikasi jenis gulma dapat menjadi dasar pengambilan keputusan untuk menentukan teknik pengendalian gulma yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keragaman jenis gulma yang ditemukan pada lahan sawah budidaya tebu serta potensi pemanfaatannya. Penelitian dilaksanakan di Desa Tajinan Kecamatan Tajinan Kabupaten Malang Jawa Timur mulai bulan April hingga Mei 2025 di lahan tebu rakyat yang dibudidayakan di lahan sawah. Penelitian ini menggunakan metode sampling kuadrat dengan plot ukuran 1x1 m pada transek sepanjang 20 meter dan diulang sebanyak tiga ulangan sehingga terdapat 60 plot pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 jenis gulma yang terdiri dari 11 spesies gulma berdaun lebar, 3 spesies gulma berdaun sempit dan 2 spesies rerumputan. Spesies gulma yang mendominasi adalah spesies Ageratum conyzoides dengan nilai SDR sebesar 26,78. Indeks keanekaragaman gulma berada pada kategori keragaman sedang dengan nilai 1,83. Indeks dominansi simpson menunjukkan bahwa tidak ada spesies gulma yang mendominasi. Gulma yang ditemukan memiliki potensi untuk dimanfaatkan dalam bidang kesehatan terutama untuk obat tradisional yaitu sebanyak 9 spesies, untuk pakan ternak sebanyak 4 spesies dan bahan pangan sebanyak 3 spesies.
Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Guano Phosphate dan Dosis Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Anzzuri Nerasuri Mahenrick; Priyono Priyono; Efi Nikmatu Sholihah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.10963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi dosis pupuk guano fosfat dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga Mei 2025 di Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Tohudan, Karanganyar, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu pupuk guano fosfat (0, 24, 48, dan 72 g/tan) dan pupuk NPK 16-16-16 (0, 3, 4,2, dan 5,4 g/tan), yang dikombinasikan menjadi 16 perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat brangkasan basah dan kering, muncul bunga, jumlah bunga dan polong, panjang polong, berat biji kering, dan berat 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk guano fosfat dan pupuk NPK masing-masing berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, berat brangkasan basah, berat brangkasan kering, muncul bunga, jumlah bunga, jumlah polong, panjang polong, berat biji kering, dan berat 100 biji kering. Interaksi signifikan antara kedua jenis pupuk terjadi pada tinggi tanaman, berat brangkasan basah, jumlah polong, dan berat 100 biji kering. Kombinasi pupuk organik dan anorganik memberikan pengaruh sinergis terhadap ketersediaan unsur hara, sehingga mendukung pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman kacang hijau. Dengan demikian, penggunaan kombinasi pupuk guano fosfat dan NPK 16-16-16 dapat menjadi strategi pemupukan yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau secara berkelanjutan.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Organik Cair Urin Kelinci dan Pupuk Fosfor Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) Wildan Ramadhan; Priyono Priyono; Saiful Bahri; Dewi Ratna Nurhayati
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11030

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) adalah tanaman legum penting yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan, namun tingkat produktivitasnya masih tergolong rendah. Salah satu upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkan hasil adalah dengan memupuk menggunakan kombinasi pupuk organik cair (POC) urin kelinci dan pupuk fosfor (SP-36), yang berfungsi memperbaiki kesuburan tanah serta menunjang pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi POC urin kelinci dan pupuk SP-36 terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau varietas Kutilang. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Mei 2025 di Kebun Benih TPH Tohudan, Karanganyar, menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) dua faktor, yaitu konsentrasi POC (0, 30, dan 60 ml/L) dan dosis SP-36 (0, 200, dan 300 kg/ha) dengan sembilan kombinasi perlakuan yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC urin kelinci lebih berpengaruh pada pertumbuhan vegetatif, sedangkan SP-36 memengaruhi fase pembungaan, jumlah bunga, jumlah polong, bobot biji kering per tanaman, serta bobot 100 biji. Perlakuan terbaik diperoleh pada kombinasi tanpa POC urin kelinci (0 ml/L) dengan dosis pupuk SP-36 sebesar 200 kg/ha, yang memberikan hasil generatif tertinggi pada tanaman kacang hijau.
Kajian Identifikasi Kebutuhan Standar Instrumen Pertanian Komoditas Tanaman Padi di Sulawesi Tenggara Edi Tando; Mohammad Hartanto; Siti Rahma Karimuna
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11031

Abstract

Sektor pertanian ialah komponen ekonomi nasional dan strategis serta berperan penting menghasilkan produk domestik bruto bagi negara, pendapatan ekspor dan lapangan kerja. Dalam perkembangannya, komoditas tanaman pangan di Sulawesi Tenggara masih menemui beberapa kendala dalam upaya meningkatkan produksi. Salah satu SNI yang telah diterbitkan BSN pada tahun 2021 yaitu SNI 8969:2021, Indonesian Good Agricultural Practices (IndoGAP), namun dalam implementasinya belum diketahui dan difahami pelaku usaha. Tujuan penyusunan makalah ini ialah untuk melakukan kajian identifikasi kebutuhan standar instrumen pertanian komoditas tanaman padi di Sulawesi Tenggara. Hasil kajian menunjukkan bahwa : 1) Teridentifikasinya kebutuhan standar standar instrumen pertanian komoditas tanaman padi pada sentra pengembangan padi di Sulawesi Tenggara, 2) SNI 8969 : 2021, Indonesian good agricultural practices (IndoGAP) tentang Cara Budidaya Tanaman Yang Baik belum diterapkan dalam budidaya tanaman padi maupun produsen benih padi pada sentra pengembangan padi di Sulawesi Tenggara dan 3) Kebutuhan standar instrumen pertanian dalam pengembangan komoditas padi di Sulawesi Tenggara, antara lain: pengunaan pupuk organik pada lahan pertanaman padi, pengelolaan budidaya padi yang baik sesuai GAP (Good agricultural practices) padi dan penggunaan benih padi bersertifikat dan bermutu.