cover
Contact Name
Bakdal Ginanjar
Contact Email
nuansaindonesia1103@gmail.com
Phone
+6285728052474
Journal Mail Official
nuansaindonesia1103@gmail.com
Editorial Address
Program Studi S-1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Jalan Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta, Jawa Tengah 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Nuansa Indonesia
ISSN : 08536075     EISSN : 27763498     DOI : 10.20961/ni
Nuansa Indonesia adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia. Jurnal ilmiah ini menerbitkan hasil penelitian bahasa, linguistik, sastra, dan filologi, Nuansa Indonesia diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Mei dan November. Semua artikel yang diterbitkan telah melalui proses peninjauan oleh peer reviewer.
Articles 49 Documents
MEDAN LEKSIKAL NOMINA BAHASA INDONESIA BERKOMPONEN MAKNA +AKSESORI +MANUSIA +LAKI-LAKI Hakim, Affan Luthfi Fahmi
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71378

Abstract

Abstrak Tulisan ini menelaah bagaimana komponen makna dalam medan leksikal berkomponen (+AKSESORI +MANUSIA +LAKI-LAKI) dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini berfokus untuk mencari hubungan antareksem, baik yang dekat, sedang, atau jauh. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa leksem yang berkomponen makna (+AKSESORI +MANUSIA +LAKI-LAKI) dan sumber data bersal dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi V, baik daring maupun luring. Pengumpulan data menggunakan metode simak dengan teknik pustaka dan teknik simak dan catat. Selanjutnya, data dianlisis menggunakan metode analisis komponensial Wedhawati (2005) dan dites menggunakan kalimat diagnostik but-test (Cruse, 1986). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa leksem yang berkomponen makna (+AKSESORI +MANUSIA +LAKI-LAKI) terdapat 32 leksem. Leksem tersebut terkodifikasi ke dalam lima dimensi makna yang terbagi dalam 26 komponen makna yang menunjukkan persamaan atau perbedaan semantis antarleksem. Kata kunci: semantik, medan leksikal, komponen makna, leksem
BENTUK DAN TIPE MAKIAN DALAM KOLOM KOMENTAR PERMAINAN MOBILE LEGENDS: BANG BANG PADA APP STORE Akbar, Mikola Muhammad
Nuansa Indonesia Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i2.71398

Abstract

Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena makian yang terjadi dalam kolom komentar permainan Mobile Legends: Bang Bang pada App Store. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk satuan gramatika dan tipe makian yang digunakan. Penelitian ini berbasis semantik dan berjenis penelitian kualitatif deskriptif. Data penelitian berupa kalimat yang di dalamnya mengandung makian berupa kata, frase, dan klausa. Data diambil setiap hari mulai dari 01 Januari 2021 s.d. 31 Maret 2021. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak dengan teknik dasar simak bebas libat cakap dengan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode agih dengan teknik bagi unsur langsung, teknik lesap, dan teknik ganti. Hasil analisis data menujukan bahwa penggunaan makian dalam kolom komentar permainan Mobile Legends: Bang Bang pada App Store dapat dibagi menjadi tiga bentuk satuan gramatika, yaitu berupa kata, frasa, dan klausa. Berdasarkan hasil analisis terdapat 190 makian berbentuk satuan gramatika, dengan perincian: (i) 124 kata; (ii) 38 frasa; dan (iii) 28 klausa. Selain itu, tipe makian dalam kolom komentar permainan Mobile Mobile Legends: Bang Bang pada App Store berupa 1) perbandingan manusia dengan hewan yang secara konvensional dianggap memiliki perilaku tertentu, 2) istilah atau julukan yang berasal dari organ tubuh yang ditabukan, efluvia tubuh (bau atau sekresi), dan perilaku seksual, 3) julukan atau sapaan disfemistik yang diambil dari karakter fisik yang terlihat sehingga dianggap seolah menjadi orang yang abnormal, 4) kutukan dan julukan yang menggunakan istilah dari abnormalitas mental atau penyakit jiwa, dan 5) istilah penghinaan atau tidak hormat yang menyerukan penghinaan pada karakter yang dituju.Kata kunci: makian, semantik, bentuk makian, tipe makian, mobile legends
REFLEKSI PERMASALAHAN SOSIAL DALAM NOVEL ORANG-ORANG PROYEK KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Marwantina, Dhiha Juliana
Nuansa Indonesia Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i2.71392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gagasan Ahmad Tohari sebagai wakil kelompok sosial dan mendeskripsikan permasalahan sosial dalam novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dari penelitian ini adalah gagasan dalam novel berupa kalimat dan dialog, serta fakta-fakta sejarah. Sumber data berupa novel Orang-Orang Proyek karya Ahmad Tohari, serta buku, jurnal penelitian, dan artikel yang memuat fakta sejarah pada masa Orde Baru. Penyediaan data dilakukan dengan metode mimesis, serta menggunakan teknik baca dan pustaka. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan menggunakan teori sosiologi sastra Alan Swingewood, dengan salah satu pendekatan adalah sastra sebagai refleksi masyarakat. Hasil analisis data mengungkapkan bahwa Ahmad Tohari merupakan wakil dari suatu kelompok sosial, yaitu ‘wong desa’ dan ‘wong cilik’ yang diperlakukan secara tidak adil, terpinggirkan, dan korban dari keserakahan penguasa. Selain itu, ditemukan juga permasalahan-permasalahan yang terjadi pada masa Orde Baru yang tecermin dalam novel Orang-Orang Proyek. Permasalahan tersebut di antaranya adalah permasalahan moral, permasalahan ekonomi, dan permasalahan politik. Permasalahan moral mencakup legalitas korupsi yang terjadi di masyarakat, permasalahan ekonomi mencakup masalah pendidikan, pengangguran, dan kemiskinan, serta permasalahan politik mencakup masalah korupsi, kegagalan demokrasi dan sikap otoriter penguasa.Kata kunci: sosiologi sastra, gagasan Ahmad Tohari, cermin permasalahan sosial
SATUAN LINGUAL -NYA DALAM GRAMATIKA BAHASA INDONESIA Azizah, Nurul; Sawardi, F.X.
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71384

Abstract

Abstrak Satuan lingual -nya dalam bahasa Indonesia secara umum dipahami sebagai pronomina persona ketiga. Namun, ternyata tidak semua satuan lingual -nya adalah pronomina persona ketiga. Penelitian ini bertujuan mengelompokkan satuan lingual -nya dalam bahasa Indonesia dan merumuskan perilaku sintaktik dari masing-masing kelompok. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan lingual -nya terbagi ke dalam dua kelompok, yakni satuan lingual -nya sebagai pronomina persona ketiga dan bukan sebagai pronomina persona ketiga. Kelompok pertama terbagi ke dalam dua jenis, yaitu satuan lingual -nya sebagai pronomina dan -nya sebagai anafora/refleksif. Kelompok kedua dibedakan dalam tiga jenis, yakni pemarkah nomina, pemarkah genitif, serta -nya pada (se-) + (-nya) dan (se-) + (reduplikasi) + (-nya). Semua pengelompokan tersebut memiliki persebaran pada fungsi subjek, objek, dan keterangan/oblik kecuali -nya sebagai anafor yang tidak dapat berada pada fungsi subjek, dan -nya pada (se-) + (-nya) dan (se-) + (reduplikasi) + (-nya) yang hanya dapat berada pada fungsi keterangan/oblik. Kata kunci: satuan lingual -nya, teori pengikatan, sintaksis
REPRESENTASI IDEOLOGI EDITORIAL KORAN KOMPAS DAN MEDIA INDONESIA TENTANG NORMAL BARU MASA PANDEMI COVID-19 Adzani, Shifa Parama Dita
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71379

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi representasi ideologi yang termuat dalam teks editorial tentang wacana normal baru masa pandemi Covid-19. Penelitian ini berbasis wacana kritis dan berjenis kualitatif deskriptif. Data berupa kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang termuat dalam teks editorial dan diperoleh dari koran Kompas dan Media Indonesia. Penyediaan data dilakukan dengan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan metode pendekatan analisis wacana kritis Teun A. van Dijk berupa analisis makna lokal, analisis struktur formal, analisis skema wacana global dan lokal, analisis realisasi linguistik, dan analisis konteks. Hasil analisis data menunjukkan bahwa representasi ideologi yang ditampilkan Kompas pada wacana editorial normal baru ini dapat ditinjau dari penggunaan bentuk kalimat, kata ganti, koherensi, praanggapan, dan metafora. Sementara itu, Media Indonesia menampilkan hal yang sama dengan Kompas kecuali praanggapan. Kompas menunjukkan ketidaksetujuan pada pemerintah sebagai pemangku kebijakan dalam wacana editorial normal baru, tetapi menunjukkan objektivitas mengenai kebijakan normal baru. Oleh karena itu, Kompas merepresentasikan objektivisme. Di sisi lain, Media Indonesia cenderung mendukung pemerintah dalam upaya penerapan normal baru di masa pandemi Covid-19, terlebih didasarkan pada alasan pemulihan ekonomi. Tendensi tersebut merepresentasikan idealisme. Kata kunci: analisis wacana kritis, representasi ideologi, normal baru, editorial
AJARAN RUKUN IMAN DALAM SYAIR NASIHAT AGAMA Wibowo, Galih Aji
Nuansa Indonesia Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i2.71399

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengungkap ajaran rukun iman yang terkandung pada teks Syair Nasihat Agama. Penelitian ini menggunakan naskah yang berjudul “Syair Nasihat Agama” (selanjutnya disingkat SNA). Naskah SNA tersebut merupakan naskah tunggal yang tersimpan di dalam koleksi Staatblibliothek zu Berlin dengan nomor identifikasi Schoemann V 4 /PPN: 839014600. Naskah SNA berisi tentang ajaran-ajaran dan nasihat tentang implementasi agama Islam yang dapat dijadikan pedoman hidup manusia. Dengan lebih mendekatkan diri kepada Allah, manusia akan dapat menemukan kebahagiaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Kemudian, teks SNA dianalisis aspek estetika Melayu klasiknya. Berdasarkan hasil analisis tersebut, ditemukan tentang ajaran dan manfaat rukun iman. Dengan mempelajari dan menjalankan rukun iman, manusia akan menemukan kebahagiaan dalam kehidupan, baik di dunia maupun di akhirat.Kata kunci: teks SNA, syair, rukun iman, Islam, dan agama
KETIDAKSADARAN ENDAH NISRINASARI DALAM NOVEL MALAIKAT KEBIJAKSANAAN (2020): TINJAUAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Anggraeni, Razita Dewinta
Nuansa Indonesia Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i2.71393

Abstract

Penelitian ini mengkaji ketidaksadaran Endah Nisrinasari dalam novel Malaikat Kebijaksanaan (2020) dengan memakai tinjauan psikoanalisis Sigmund Freud dan membatasi permasalahannya pada bahasa. Ada tiga tujuan dalam penelitian ini, yaitu (1) menjelaskan psikobiografi Endah Nisrinasari, (2) menyajikan wujud-wujud kondensasi, simbolisasi, dan pengalihan yang terdapat dalam novel Malaikat Kebijaksanaan (2020) karya Endah Nisrinasari, dan (3) menyimpulkan ketidaksadaran Endah Nisrinasari dalam novel Malaikat Kebijaksanaan (2020). Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif-deskriptif. Data primer yang digunakan di dalam penelitian ini ialah kutipan dalam novel Malaikat Kebijaksanaan (2020) karya Endah Nisrinasari. Data sekunder yang dipakai adalah segala informasi lain terkait kondisi psikologis dan proses menulis serta hasil wawancara dengan pengarang tersebut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan, yaitu membaca, menyimak, mencatat, observasi, dan wawancara. Simpulan yang dapat diambil dari penelitian ini ialah ditemukannya keinginan terpendam Endah Nisrinasari. Dia ingin orang-orang menjadi lebih bijaksana ketika menghadapi suatu permasalahan dan memahami serta menghargai orang lain di kehidupan sehari-hari. Kemunculan keinginan tersebut dilatarbelakangi oleh kenangan masa lalunya, baik ketika masih kecil maupun remaja.Kata kunci: psikologi abnormal, psikoanalisis, Sigmund Freud
PENGUASAAN BUNYI-BUNYI VELAR [K], [G], [Ŋ] OLEH PENYANDANG TUNARUNGU DI SLB-B PAWESTRI KARANGANYAR Wulandari, Wulandari
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71385

Abstract

Abstrak Penelitian ini berupa penguasaan ketiga bunyi velar [k], [g], dan [ŋ] bahasa Indonesia oleh tiga siswa tunarungu di SLB-B Pawestri Karanganyar. Bunyi-bunyi tersebut dipilih karena siswa tunarungu memperoleh pembelajaran bahasa dari penglihatan terhadap gerakan artikulator. Gerakan artikulator pada bunyi [k], [g], dan [ŋ] berdasarkan letak artikulasi terdapat di dalam rongga mulut sehingga tidak terlihat secara jelas oleh penyandang tunarungu. Ketiga siswa tunarungu diminta menirukan kata-kata yang mengandung bunyi-bunyi velar [k], [g], dan [ŋ] berdasarkan distribusi fonem yaitu pada awal, tengah, dan akhir kata. Penelitian ini berfokus pada realisasi bunyi velar yang mengalami perubahan berupa pergeseran bunyi. Tujuan penelitian ini untuk mendeksripsikan pergeseran bunyi yang direalisasikan oleh penyandang tunarungu pada bunyi-bunyi velar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian berupa sebagian besar bunyi tidak dapat ditirukan dengan tepat. Penguasaan bunyi oleh penyandang tunarungu mengalami pergeseran bunyi yang dikelompokkan menjadi tiga: pertama, bunyi-bunyi velar tersebut masih termasuk bunyi velar tetapi bergeser ke bunyi velar yang lain; kedua, bunyi velar tersebut bergeser ke bunyi laringal; ketiga, bunyi velar tersebut tidak dapat dibunyikan atau mengalami pelesapan. Kata kunci: Psikolinguistik, tunarungu, penguasaan bunyi, pergeseran bunyi
ANALISIS WACANA KRITIS DALAM KOLOM OPINI IDNTIMES “KESEHATAN MENTAL: STIGMA, GLORIFIKASI, SELF DIAGNOSIS” Aryandhini, Mutiara Nur Shafira
Nuansa Indonesia Vol 24, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i1.71380

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis wacana kritis dari opini “Kesehatan Mental: Stigma, Glorifikasi, Self Diagnosis” yang dipublikasikan di laman IDN Times. Permasalahan yang dibahas yakni struktur teks yang mengandung tiga bentuk, dimulai dari struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Metode penyediaan data menggunakan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode penelitian yang digunakan ialah metode padan dengan alat penentu referensial. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa struktur teks wacana “Kesehatan Mental: Stigma, Glorifikasi, Self Diagnosis” dapat dikonstruksikan dengan teori Teun A. van Dijk berupa segi tematik, skematik, semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Tematik atau topik utama yang ditemukan dalam wacana tersebut ialah mengenai kesehatan mental. Dari bentuk skematik, wacana yang diteliti memiliki skema yang runtut, dimulai dari pendahuluan, inti, dan penutup. Semantik yakni makna yang dikonstruksikan dengan menggunakan latar, detil, maksud, dan praanggapan. Dari segi sintaksis teks wacana tersebut memiliki bentuk kalimat, koherensi, dan kata ganti yang disesuaikan dengan konteks penulis. Sementara stilistik, penulis menunjukkan pilihan kata yang dapat memperlihatkan ideologinya. Terakhir, untuk retoris, penulis memberikan penekanan-penekanan yang bersifat penting bagi teks tersebut. Kata kunci: analisis wacana kritis, Teun A. van Dijk, kesehatan mental
REPRESENTASI PERTOBATAN EKOLOGI PADA LAGU-LAGU RAHASIA BAND: SUATU TINJAUAN EKOKRITIK Rachman, Mahmud Zulfikar
Nuansa Indonesia Vol 24, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v24i2.71400

Abstract

Ekokritik merupakan telaah atas relasi antara sastra dan lingkungan hidup yang mempertanyakan sebab kerusakan alam akibat pembangunan yang dilakukan oleh manusia demi kepentingan ekonomi dan politik. Telaah tersebut sekaligus meninjau perspektif keterlibatan dan komitmen sastra dalam mencegah perusakan alam lebih lanjut oleh manusia. Penelitian ini bertujuan membuktikan bagaimana sastra mampu menjadi cermin pertobatan ekologi dalam arus besar produksi kebudayaan. Pembuktian tersebut ditempuh melalui penelusuran bentuk kritik ekologi yang menjadi manifesto artistik lagu-lagu Rahasia Band. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dalam bentuk deskripsi interpretasi data. Pemilihan lagu-lagu Rahasia Band diseleksi berdasarkan purposive sampling. Setelah diseleksi berdasarkan purposive sampling yang berkaitan erat dengan permasalahan ekologi dan sikap nyata sastra sebagai media kritik atas perusakan lingkungan hidup, terpilihlah tiga lagu Rahasia Band yang dijadikan objek penelitian. Pertama adalah lagu yang berjudul Nalar Elite Negeri Ini (2015), kedua Panggilan Tanah Air (2017), dan ketiga Pengusiran Pribumi secara Halus (2018). Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa lagu-lagu Rahasia Band telah merepresentasikan dengan baik fakta-fakta objektif kerusakan lingkungan hidup yang pelik. Pembangunan yang bercorak kapitalistik bukan hanya melahirkan praktik manipulatif pembangunan, tetapi turut pula melanggengkan kemiskinan sistemik yang menimpa masyarakat.Kata kunci: Ekokritik, lingkungan hidup, produksi kebudayaan, representasi, krisis ekologi