cover
Contact Name
Bakdal Ginanjar
Contact Email
nuansaindonesia1103@gmail.com
Phone
+6285728052474
Journal Mail Official
nuansaindonesia1103@gmail.com
Editorial Address
Program Studi S-1 Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Jalan Ir. Sutami 36 A, Kentingan, Surakarta, Jawa Tengah 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Nuansa Indonesia
ISSN : 08536075     EISSN : 27763498     DOI : 10.20961/ni
Nuansa Indonesia adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia. Jurnal ilmiah ini menerbitkan hasil penelitian bahasa, linguistik, sastra, dan filologi, Nuansa Indonesia diterbitkan dua kali setahun, pada bulan Mei dan November. Semua artikel yang diterbitkan telah melalui proses peninjauan oleh peer reviewer.
Articles 83 Documents
ANALISIS PUISI MASKUMAMBANG KARYA W.S. RENDRA MELALUI KAJIAN SEMIOTIKA RIFFATERRE Muhammad Lutfi
Nuansa Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Mei
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v22i1.44258

Abstract

AbstrakAlasan yang mendasari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mencari makna yang tersirat secara utuh di dalam puisi “Maskumambang” karya W.S. Rendra karena selama ini hanya dikaji melalui struktural puisi, maka untuk menggali makna puisi tersebut lebih dalam lagi, perlu dilakukan penelitian menggunakan teori semiotika Riffaterre. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: Bagaimana pembacaan heuristik dan hermeneutik puisi “Maskumambang” karya W.S. Rendra? Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pembacaan heuristik dan hermeneutik puisi “Maskumambang” karya W.S. Rendra. Data penelitian ini adalah puisi “Maskumambang” karya W.S. Rendra yang diperoleh dari buku Doa untuk Anak Cucu. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka karena yang menjadi sumber objek adalah teks puisi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, yaitu dengan menganalisis seluruh isi puisi “Maskumambang” karya W.S. Rendra secara tekstual dengan teori semiotika Riffaterre. Simpulan penelitian ini adalah hasil dari pembacaan heuristik, negara Indonesia masih terjajah karena terjebak hutang negara asing sehingga tidak bisa mandiri secara ekonomi dan pembangunan. Rakyat kehilangan kedaulatan demokrasi karena pemerintah bertindak sewenang-wenang. Dari hasil pembacaan hermeneutik, negara Indonesia belum bisa mandiri dan masih bergantung pada negara asing di bidang teknologi dan industri untuk memajukan ekonomi.Kata kunci: puisi Maskumambang, semiotika Riffaterre, pembacaan heuristik, pembacaan hermeneutik
ISTILAH-ISTILAH DALAM KESENIAN DONGKREK DI DESA MEJAYAN KABUPATEN MADIUN (KAJIAN ETNOLINGUISTIK) Galuh Kinanti
Nuansa Indonesia Vol 20, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v20i2.38087

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah bagaimanakah makna leksikal dan makna kultural berupa satuan lingual (kata dan frasa) istilah peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam tarian Dongkrek yang terdapat di Desa Mejayan Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsian makna istilah peralatan dan perlengkapan yang digunakan dalam tarian Dongkrek yang terdapat dalam Desa Mejayan Kecamaan Mejayan Kabupaten Madiun. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini di Desa Mejayan Kabupaten Madiun. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder. Data dalam penelitian ini berupa istilah-istilah yang terdapat dalam kesenian Dongkrek yang meliputi istilah-istilah peralatan yang digunakan, kostum, tata rias, serta gerakan yang terdapat dalam kesenian Dongkrek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Selain metode simak digunakan pula metode cakap (teknik wawancara), teknik observasi partisipan dan metode etnografi. Klasifikasi data pada penelitian ini berdasarkan bentuk satuan lingual yaitu kata dan frasa. Analisis menggunakan metode padan dengan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP) dengan dikaitkan kelima sub jenis berdasarkan alat penentunya. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode informal.Hasil penelitian ini yaitu dalam penelitian istilahistilah dalam kesenian Dongkrek di Desa Mejayan Kabupaten Madiun ditemukan dua bentuk satuan lingual, yaitu kata dan frasa. Bentuk satuan lingual kata meliputi peralatan, kostum, gerakan dan sesajian yang berjumlah 21 istilah. Kemudian, bentuk satuan lingual berupa frasa meliputi peralatan, kostum, tata rias, gerakan, dan sesajian berjumlah 17 istilah. Di antara istilah-istilah dalam kesenian Dongkrek, peneliti juga menemukan adanya keterkaitan dengan konteks sosial budaya, dan sejarah yang berkembang di Desa Mejayan sehingga istilah-istilah tersebut mengandung nilai kultural masyarakat pemiliknya.
PUBLIKASI PENERBIT JAVANICA DALAM MEDIA SOSIAL: TINJAUAN SOSIOLOGI SASTRA ROBERT ESCARPIT Jalu Setyo Nugroho
Nuansa Indonesia Vol 21, No 2 (2019): November
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v21i2.38217

Abstract

Alasan yang mendasari dilakukannya penelitian ini, yakni maraknya penggunaan medsos di masyarakat dan potensi medsos sebagai sirkuit sastra di era digital yang dapat menjadikannya sebagai media konsumsi sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah (i) mendeskripsikan teknik penerbit Javanica menjalankan kegiatan publikasi dan sirkuit distribusi di medsos facebook dan instagram; (ii) mendeskripsikan pengaruh/hasil yang dicapai penerbit Javanica dalam menggunakan medsos facebook dan instagram. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah wawancara, pengamatan dan dokumentasi aktivitas penerbit di medsos. Javanica mengikat publiknya dengan gagasan. Selain itu. Javanica juga melakukan strategi khusu dalam mempromosikan penerbit maupun bukunya. Javanica sebagai toko buku yang mengawali karirnya di medsos hingga mei memiliki 180 ribu pengikut di facebook, dapat menembus toko buku besar, dan berhasil menjadikan beberapa bukunya sebagai best-seller.
KLAUSA RELATIF BAHASA INDONESIA DENGAN PENANDA RELATIF DI MANA, YANG MANA DAN DALAM MANA Fitriana Andriyani
Nuansa Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v20i1.35802

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah klausa relatif bahasa indonesia dengan penanda relatif di mana, yang mana dan dalam mana. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan klausa relatif bahasa indonesia dengan penanda relatif di mana, yang mana dan dalam mana terkait perbedaannya dengan penggunaan kata yang sebagai penanda relatif meliputi: (i) strategi perelatifan dan (ii) aksesibilitas perelatifan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif karena data dalam penelitian ini berupa kalimat majemuk yang di dalamnya terdapat klausa relatif dengan penanda relatif di mana, yang mana dan dalam mana. Data tersebut dikumpulkan dari novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Edensor, Maryamah Karpov, dan Padang Bulan karya Andrea Hirata, penggunaan bahasa pada video Sidang Kasus Jessica Kumala Wongso, dan video live report yang diunggah oleh akun Youtube Official Net News periode September 2017-April 2018. Data tersebut dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan teknik catat. Kemudian data yang terkumpul dianalisis melalui metode agih denganteknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL) dan teknik lanjutan sisip, lesap, ubah ujud. Analisis data tersebut menghasilkan simpulan bahwa (i) klausa relatif bahasa Indonesia dengan penanda relatif di mana, yang mana dan dalam mana dapat direlatifkan dengan strategi obliteration/gapping dan strategi pronoun retention, (ii) aksesibilitas perelatifan bahasa Indonesia dengan penanda relatif di mana, yang mana dan dalam mana secaraberurutan ialah: subjek, oblik lokatif, oblik temporal, dan ajungta
HIKAYAT MAHARAJA RAWANA: SUNTINGAN TEKS DAN ANALISIS SKEMA AKTAN A. J. GREIMAS Adhika Fatiya Nur Fadhilla
Nuansa Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v21i1.38208

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana suntingan teks Hikayat Maharaja Rawana; (2) bagaimana skema aktan dan struktur fungsional teks Hikayat Maharaja Rawana berdasarkan teori struktural A. J. Greimas; (3) bagaimana korelasi antara skema aktan dan struktur fungsional teks Hikayat Maharaja Rawana.Tujuan penelitian ini adalah (1) menyediakan suntingan teks Hikayat Maharaja Rawana; (2) mendeskripsikan skema aktan dan struktur fungsional teks Hikayat Maharaja Rawana; (3) mendeskripsikan korelasi antara skema aktan dan struktur fungsional untuk menemukan struktur utama cerita teks Hikayat Maharaja Rawana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu teks Hikayat Maharaja Rawana dengan kode naskah Schoemann V 4 dan tersimpan di Perpustakaan Berlin, Jerman. Adapun data penelitian ini yaitu kalimat atau paragraf yang memiliki fungsi membentuk sebuah peristiwa yang terdapat dalam teks HMR. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pustaka. Metode penyuntingan yang digunakan adalah metode standar. Teknik pengolahan data penelitian adalah tahap deskriptif, tahap analisis dan tahap evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan: (1) suntingan teks terdapat kesalahan salin tulis yang terdiri atas 56 lakuna, 16 substitusi, 44 ditografi, 5 transposisi, 4 adisi, 64 kata yang tidak terbaca dan 4 ketidakkonsistenan penulisan; (2) analisis struktural berdasarkan teori Algirdas Julien Greimas dalam teks Hikayat Maharaja Rawana diketahui terdapat 18 skema aktan dan struktur fungsiona;(3) Korelasi antara skema aktan dan struktur fungsional menghasilkan struktur utama cerita teks Hikayat Maharaja Rawana.
RESPONS TERHADAP KETIDAKSANTUNAN DALAM FILM THE RAID DAN THE RAID 2: BERANDAL KARYA GARETH EVANS Jemima Jannah Darla Putri
Nuansa Indonesia Vol 22, No 2 (2020): November
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v22i2.46111

Abstract

Fenomena ketidaksantunan menjadi hal yang lumrah di masyarakat. Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, ketidaksantunan juga ditemukan dalam film. Tuturan tidak santun memiliki strategi yang diterapkan oleh penutur yakni strategi ketidaksantunan. Selain itu, terdapat pula respons terhadap ketidaksantunan yang diberikan oleh mitra tutur ketika merasakan serangan muka dari penutur. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons terhadap ketidaksantunan yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film The Raid dan The Raid 2: Berandal karya Gareth Evans. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang mengandung respons terhadap ketidaksantunan dalam film The Raid dan The Raid 2: Berandal. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik unduh dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis kontekstual. Analisis dalam penelitan ini didasarkan pada teori ketidaksantunan Jonathan Culpeper. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons terhadap ketidaksantunan yang ditemukan meliputi empat respons, yaitu strategi ofensif-ofensif sebanyak 11 data tuturan, strategi ofensif-defensif sebanyak 28 data tuturan, menerima sebanyak 3 data tuturan, dan tidak merespons sebanyak 12 data tuturan.
ISTILAH-ISTILAH DAN NILAI KULTURAL PERBATIKAN DI KAMPOENG BATIK LAWEYAN SURAKARTA Bella Anggraeni Tri Iswanto
Nuansa Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Mei
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v20i1.35797

Abstract

Kampoeng Batik Laweyan merupakan salah satu kampung batik yang ada di Surakarta, berkembang sejak tahun 1500-an pada masa pemerintahan Sultan Hadiwijaya (Jaka Tingkir) di Keraton Pajang. Oleh karena itu, kawasan ini menjadi penghasil batik tertua di Indonesia. Selain menjadi salah satu pusat penghasil batik, Kampoeng Batik Laweyan juga dikenal sebagai tempat wisata edukasi  tentang  batik  yang  masih  kental  dengan  budaya  batiknya  sehingga memuat kearifan lokal. Penelitian ini memanfaatkan teori etnolinguistik. Tujuan penelitian ini adalah (i) untuk mendeskripsikan istilah-istilah perbatikan berupa satuan lingual (kata dan frasa) dan (ii) untuk mendeskripsikan nilai kultural dari istilah-istilah perbatikan yang berkembang di Kampoeng Batik Laweyan Surakarta. Sumber data pada penelitian ini meliputi sumber data primer dan sekunder, dengan data berupa satuan lingual yaitu kata dan frasa yang mengandung istilah-istilah perbatikan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik sadap, teknik simak libat cakap, teknik catat,  dan  teknik  rekam.  Selain  metode  simak  digunakan  pula  metode  cakap (teknik wawancara), teknik observasi partisipan dan metode etnografi. Analisis menggunakan metode padan dengan teknik dasar yaitu teknik pilah unsur penentu (PUP) dengan dikaitkan kelima sub jenis berdasarkan alat penentunya. Tahap selanjutnya yaitu dianalisis dengan analisis etnografis dan analisis interpretasi dalam metode etnografi. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya beberapa istilah-istilah yaitu berupa nama sapaan atau sebutan bagi keluarga juragan batik, alat, bahan, maupun proses yang digunakan dalam pembuatan batik.
REGISTER DALAM GRUP FACEBOOK “JUAL BELI MOTOR BEKAS SOLO & SEKITARNYA” Andre Chrisma Tri Widodo
Nuansa Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Mei
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v21i1.38202

Abstract

Tulisan ini mengkaji mengenai penggunaan register yang digunakan dalam grup Facebook “Jual beli motor bekas Solo & sekitarnya”. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata (bentuk tunggal dan bentuk kompleks), frasa, bentuk abreviasi, dan bentuk gabungan yang termasuk register dalam grup Facebook “Jual beli motor bekas Solo & sekitarnya”. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah grup Facebook “Jual beli motor bekas Solo & sekitarnya”. Metode penyediaan data dalam penelitian ini adalah metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa metode padan referensial, metode padan translasional, dan metode padan pragmatis, sedangkan teknik yang digunakan adalah teknik pilah unsure penentu (PUP). Kemudian, hasil analisis data yang telah dilakukan dalam penelitian ini disajikan dengan metode informal. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bentuk register yang ditemukan dalam grup Facebook “Jual beli motor bekas Solo & sekitarnya” berbentuk kata dasar, bentuk kompleks (kata berafiks, bentuk reduplikasi, dan kata majemuk), bentuk frasa, bentuk abreviasi (singkatan dan kontraksi), dan bentuk gabungan. Selanjutnya, makna register dalam grup Facebook“Jual beli motor bekas Solo & sekitarnya” hanya digunakan dan hanya dapat dipahami oleh anggota yang tergabung dengan grup Facebook tersebut
RESEPSI MAHASISWA SASTRA INDONESIA UNS ANGKATAN 2018 TERHADAP NOVEL DILAN: DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990 KARYA PIDI BAIQ: ANALISIS ESTETIKA RESEPSI HANS ROBERT JAUSS Kartika Sulistyaningsih
Nuansa Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Mei
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v22i1.44259

Abstract

AbstrakPenelitian ini mengkaji mengenai hasil penilaian mahasiswa Sastra Indonesia UNS angkatan 2018 terhadap novel Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskripstif. Data diperoleh melalui kuesioner yang selanjutnya dibagikan kepada objek atau mahasiswa Sastra Indonesia UNS angkatan 2018.Setelah data diperoleh, data dianalisis menggunakan teori resepsi Hans Robert Jauss. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga kategori penilaian khusus horizon harapan Jauss, yaitu sangat tinggi, tinggi, dan sedang. Kriteria yang dikategorikan dalam nilai sangat tinggi oleh responden adalah kriteria nomor 2, sedangkan kriteria yang termasuk dalam penilaian tinggi yaitu kriteria nomor 6, 5, 3, 7, 8, 4, 13.Selanjutnya, pernyataan perolehan nilai rata-rata sedang terdapat pada kriteria nomor 14, 11, 10, 12, 9, 1, 15.Kata-kata kunci: resepsi Jauss, Dilan 1990, mahasiswa
METAFORA DALAM PUISI KARYA TAUFIK IKRAM JAMIL Nining Cahyaningsih
Nuansa Indonesia Vol 20, No 2 (2018): November
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ni.v20i2.38088

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana jenis, makna, dan kemiripan antara tenor dan wahana yang terdapat dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil. Data dalam penelitian ini adalah frasa dan klausa yang mengandung metafora dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil. Sumber data dalam penelitian ini adalah 13 puisi karya Taufik Ikram Jamil. Data pada penelitian ini dilakukan setelah semua data terkumpul dan didasarkan dengan jenis metafora menurut Ullmann. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan teknik pustaka, dilakukan dengan membaca buku-buku dan karya ilmiah yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti, yaitu metafora. Metode dan teknik analisis data menggunakan metode padan referensial dengan teknik dasar yang bersifat mental yang dimiliki oleh setiap peneliti dan untuk mengetahui makna metafora digunakan komponen-komponen makna. Metode penyajian data yang digunakan adalah metode penyajian informal. Hasil pembahasan dan analisis data menunjukkan bahwa (i) Jenis metafora pada puisi karya Taufik Ikram Jamil terdiri dari metafora antropomorfis, metafora binatang, metafora dari konkret ke abstrak, dan metafora sinaestetik. Jumlah metafora yang terdapat dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil berjumlah 151 data, (ii) Dalam puisi karya Taufik   Ikram Jamil yang paling banyak digunakan adalah jenis metafora dari konkret ke abstrak karena dalam pembuatannya Taufik Ikram Jamil mengambil tema lingkungan dan sosial di lingkungnnya Riau yang mempengaruhi makna puisinya, (iii) Metafora dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil seluruhnya menggunakan tenor dan wahana. Metafora yang terdapat dalam puisi karya Taufik Ikram Jamil cukup ekspresif hal ini dapat dilihat dengan banyaknya jumlah kemiripan emotif dibandingkan dengan jumlah kemiripan objektif.