cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
PENATALAKSANAAN ULKUS KAKI DIABETIK DENGAN TERAPI OKSIGEN HIPERBARIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS: LITERATURE REVIEW Joko Tri Wahyudi; Ranti Agustini; Suratun Suratun
Masker Medika Vol 9 No 2 (2021): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v9i2.467

Abstract

Latar belakang: Ulkus diabetik merupakan suatu penyakit yang menakutkan karena penyakit ini merupakan komplikasi lanjutan yang dialami oleh penderita diabetes mellitus yang mempunyai dampak negatif pada kualitas hidup seseorang. Salah satu metode yang dapat dilakukan untuk mengatasi kejadian ulkus kaki diabetik yaitu dengan terapi oksigen hiperbarik. Terapi ini diketahui dapat memfasilitasi penyembuhan luka dengan memperbaiki perfusi jaringan luka, meningkatan replikasi fibroblas serta produksi kolagen dan meningkatkan kemampuan fagositik. Tujuan: Untuk mengetahui penatalaksanaan ulkus kaki diabetik dengan terapi oksigen hiperbarik pada pasien diabetes mellitus. Metode Penelitian: Penelitian ini adalah literature review dengan pendekatan kuantitatif melalui pencarian artikel yang dilakukan dengan menggunakan database elektronik seperti PubMed, Scient Direct, dan Wiley Online Library untuk menjawab tujuan penulisan. Kombinasi kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel adalah Diabetic Foot Ulcer OR Diabetic Foot AND Hyperbaric Oxygen Therapy OR Oxygenations Hyperbaric AND Wound Healing. Hasil: Berdasarkan 7 artikel yang direview menunjukkan bahwa pemberian terapi oksigen hiperbarik dapat mengurangi luas daerah ulkus dan mempercepat proses penyembuhan luka setelah menjalani terapi ≥ 10 sesi. Terapi oksigen hiperbarik dapat meningkatan konsentrasi oksigen dalam jaringan tubuh sehingga memicu metabolisme fungsi sel yang dapat membantu perbaikan mikrosirkulasi dan mempercepat penyembuhan luka. Kesimpulan: Penatalaksanaan ulkus kaki diabetik dengan terapi oksigen hiperbarik pada pasien diabetes mellitus secara signifikan mengurangi ulkus kaki diabetik dan mempercepat proses penyembuhan luka.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI GUIDED IMAGERY TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Yudi Abdul Majid
Masker Medika Vol 9 No 2 (2021): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v9i2.468

Abstract

Background: The elderly are individuals aged 60 years and over who experience physical, mental, psychosocial changes. One of the thysical changes in the cardiovaskular system where the heart valves thicken and become stiff so that the aortic wall decreases. The heartꞌs ability to pump blood decreases resulting in loss of elasticity of blood vessels which can cause blood pressure which is at risk for several degenerative disease including hypertension. Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal. One of the non-farmakological treatments is guided imagery relaxation theraphy, guided imagery relaxation theraphy is a techique that uses a personꞌs imagination by imagining good or happy things, fun and calming. Research Objectives: The aim in this study was to analyze the effect of guided imagery relaxation theraphy on blood pressure in the elderly with hypertension. Research Methods: This study uses a literature review by analyzing articels related to the research. Data were obtained from electronic databases, namely Goggle Scholar, Pubmed, Proques, with the keywords elderly, guided imagery, and hypertension published in 2015-2020. Results: Based on the results of the analysis of 10 research articles reviewed, it was found that area there was a significant effect of guided imagey relaxation theraphy on changes in blood pressure in the elderly with hypertension, because by stimulating the brain through imagination, a response in the nervouse system can arise which makes the body relax. It is felt by the body so that endorphins are released into the blood vessels so that the blood vessels experience vasodilation and the blood supply is fulfilled which can cause a decrease in blood pressure and heart rate. Conclussion: Guided imagery relaxation theraphy can reduce blood pressure in elderly patients with hypertension.
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN DAN KOLESTROL PADA MASYARAKAT PEROKOK DAN TIDAK MEROKOK DI RW 07 KELURAHAN TANGGA TAKAT WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMAN BACAAN PALEMBANG TAHUN 2017 Yudi Abdul Majid
Masker Medika Vol 5 No 2 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok merupakan zat adiktif yang dapat membahayakan kesehatan individu atau masyarakat yang mengkonsumsinya. Perilaku merokok dapat ditemui disemua lapisan pada lingkungan masyarakat bahkan ditempat fasilitas umum. Peningkatan jumlah perokok di Indonesia semakin meningkat, pada tahun 2016 data dari The Tobacco Atlas 2015 Indonesia meraih peringkat satu dunia untuk jumlah pria perokok di atas usia 15 tahun. Peningkatan jumlah prilaku merokok di Indonesia tersebut dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat. Komponen tubuh yang dapat menjadi indikator kesehatan seseorang baik perokok maupun bukan perokok salah satunya adalah kadar hemoglobin dan kolestrol tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan Kadar Hemoglobin dan Kolestrol Pada Masyarakat Perokok dan Tidak Merokok di RW 07 Kelurahan Tangga Takat Wilayah Kerja Puskesmas Taman Bacaan Palembang tahun 2017. Rancangan penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan case control. Populasi penelitian adalah masyarakat RW. 07 Kelurahan Tangga Takat. Pemilihan sampel dengan teknik accidental sampling didapatkan 60 responden (30 responden dengan perilaku merokok dan 30 responden yang tidak merokok). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar hemoglobin masyarakat merokok dan tidak merokok dengan nilai p value 0,001 dan tidak terdapat perbedaan kolestrol masyarakat merokok dan tidak merokok dengan p value 0,548. Perbedaan kadar hemoglobin tersebut terjadi karena asap rokok mengandung gas karbonmonoksida yang memiliki daya ikat lebih kuat dengan hemoglobin sehingga dalam waktu panjang akan terjadi proses erythropoiesis sehingga kadar hemoglobin akan semakin tinggi. Begitu juga rata-rata kolestrol masyarakat perokok lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok masyarakat tidak merokok hal ini disebabkan oleh kandungan rokok yang mengandung nikotin yang dapat meningkatkan lemak jahat (LDL) dan menurunkan kadar Lemak baik (HDL). Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa ada perbedaan kadar hemoglobin masyarakat kelompok perokok dan tidak merokok dan Tidak terdapat perbedaan kadar kolesterol masyarakat kelompok perokok dan tidak merokok. Smoke is addictive substances that could jeopardize individual health or society consume. Behavior smoking can be found all these a layer on the community even in public facilities. The increasing number of smokers in indonesia increase, on 2016 data from the tobacco atlas 2015 indonesia to the world number one for the number of man smokers over the age of 15 years. The increasing number of unmannerly smoked in indonesia it can be a negative impact on public health. A component of the body that can become health indicators someone either smokers smokers and not one of them is hemoglobin levels and cholesterol body. The purpose of this research to knowing the difference levels of hemoglobin and cholesterol on the society smokers and do not smoke in RW. 07 Kelurahan Tangga Takat Palembang 2017. Design research is research quantitative to the case control. Population research is residents in RW. 07 Kelurahan Tangga Takat. The sampling method of sampling accidental technique, obtained 60 respondents (30 respondents with the behavior smoking and 30 respondents who does not smoke ). The results of the study showed that there are differences meaningful between levels of hemoglobin the community smokers and no harm of smoking by value p value 0,001 and there is no distinction cholesterol the community smoking and do not smoke with p value 0,548. The difference levels hemoglobin was caused by cigarette smoke to contain gases karbonmonoksida who has a connective stronger by hemoglobin so that within long will happen the process erythropoiesis so that the hemoglobin to the higher. As well as rata-rata cholesterol the smokers higher than community groups not smoke this is caused by the cigarette containing nicotine to improve LDL and lower the levels HDL. Of this research concluded that there is a difference in the hemoglobin the community groups smokers and do not smoke. There is no distinction cholesterol levels the community groups smokers and do not smoke.
PENGARUH MEMANDIKAN DENGAN METODE TRADISIONAL YANG DIBERI CHLOROXYLENOL TERHADAP TINGKAT KENYAMANAN PASIEN DI RUANG HCCU RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG Imardiani Imardiani
Masker Medika Vol 5 No 2 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien kritis merupakan pasien yang menghadapi berbagai masalah baik fisik, tetapi juga diperberat oleh masalah stressor psikologis dan lingkungan perawatan. Oleh karena itu, berbagai penatalaksanaan pada pasien kritis dilakukan untuk pemenuhan kebutuhan fisik, psikologis dan kenyamanan pasien. Tindakan patient hygiene khususnya memandikan menjadi suatu kebutuhan dasar dalam mencegah infeksi dan meningkatkan kenyamanan pasien. Ada dua metode intervensi memandikan yang dikenal dalam profesi keperawatan salah satunya yaitu metode tradisional. Meskipun penelitian terkait metode tradisional sudah pernah dilakukan, tetapi penilaian terhadap tingkat kenyamanan dari metode tradisional dengan pemberian antiseptik chloroxylenol belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kenyamanan pasien sebelum dan sesudah dilakukan intervensi memandikan dengan metode tradisional yang diberi chloroxylenol di Ruang HCCU RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode quasi experimental dengan pretest-posttest design without control group. Pemilihan sampel dengan metode consecutive sampling berjumlah 11 pasien dengan perlakuan intervensi memandikan metode tradisional yang diberi chloroxylenol. Pengambilan data dilakukan sebelum dan sesudah intervensi terhadap tingkat kenyamanan pasien. Kemudian dilakukan analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada metode tradisional yang diberi chloroxylenol tingkat kenyamanan (p=0,003). Kesimpulan. Intervensi secara tradisional yang diberi chloroxylenol mampu meningkatkan kenyamanan pasien, sehingga dapat menjadi rekomendasi intervensi di ruang perawatan pasien kritis. Critical patients has many problems not only physical problems, but also exacerbated by psychological stressors and care environment. Therefore, various intervention in critical patients done to meet needs physical, psychological and patient comfort. Personal hygiene particularly bathing intervention became a basic need that essential to decrease risk of infection and increase patient comfort. There have two methods bathing known in nursing one of them is traditional bathing method. Although research related to traditional methods has been done, but comfort level assessment of traditional methods with administration chloroxylenol antiseptic has not been done. Objective. To determine differences comfort to patients before and after bathing intervention the traditional method using chloroxylenol at Dr. Hasan Sadikin Hospital. Metode. This research was quasi experimental study methods with a pretest-posttest design without control group. This sample 11 patients was selected by consecutive sampling. Then the samples got intervention bathing with tradisional method given chloroxylenol. Data was collected before and after assessment of the patients comfort. The data analyzed by Wilcoxon. The results of Wilcoxon test showed significant on patients comfort (p=0,003). Conclution. The traditional bathing method using chloroxylenol have the ability to increase patients comfort, finally it can be recommended as intervention at critical patient-care unit.
DETERMINAN KEJADIAN ANEMIA DEFISIENSI ZAT BESI PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS NAGASWIDAK PALEMBANG TAHUN 2017 Tri Restu Handayani
Masker Medika Vol 5 No 2 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil disebut “ Potensial danger to mother and child ” (potensial membahayakan ibu dan anak). Menurut World Health Organization (WHO) kebanyakan anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi besi. Prevalensi anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil di Puskesmas Nagaswidak Palembang pada tahun 2013 sebesar 15,6%. Pada tahun 2014 angka tersebut meningkat menjadi 21,4%, sedangkan pada tahun 2015 prevalensi kejadian anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil sebesar 20,3%. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan umur, paritas, jarak kehamilan, pendapatan dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia defisiensi zat besi dan faktor yang paling berhubungan dengan kejadian anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 40 ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi, memeriksakan kehamilannya di Puskesmas Nagaswidak Palembang pada tanggal 16-23 Januari 2017. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi, chi square dan multiple logistic regressions. Prevalensi anemia defisiensi zat besi 52,5%. Variabel umur (p value=0,004; OR=7,286), paritas (p value=0,002; OR=9,208), jarak kehamilan (p value=0,012; OR=5,417), kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe (p value=0,001; OR=1-,667) dan pendapatan (p value =0,210; OR=2,234). Analisis regresi logistik diperoleh hasil variabel kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe (OR = 19,876) dan paritas ()R = 14,168). Faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia defisiensi zat besi adalah umur, paritas, jarak kehamilan dan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe. Faktor yang paling berhubungan adalah kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe. Diharapkan kepada semua pihak terkait baik petugas kesehatan maupun ibu hamil dan calon ibu hamil untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya anemia defisiensi zat besi pada masa kehamilan
PENGARUH PEMBERIAN DIET VIRGIN COCONUT OIL(VCO)TERHADAP JUMLAH TROMBOSIT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (rattus norvegicus) HIPERKOLESTEROLEMIK Asnilawati Asnilawati
Masker Medika Vol 5 No 2 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kadar kolesterol yang semakin tinggi dapat menyebabkan terjadinya aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyakit kronis yang ditandai dengan penebalan dan pengerasan dinding arteri. Lesi mengandung deposit lipid dan mengalami kalsifikasi, mengakibatkan obstruksi pembuluh darah, agregasi trombosit dan vasokontriksi abnormal. Saat terjadi lesi pada pembuluh darah maka akan terbentuklah trombosit, Trombosit akan beragregasi dan melekat ke permukaan plak yang rupture. Untuk menormalisir peningkatan kolesterol dan menstabilkan jumlah trombosit darah dilakukan dengan pemberian diet.salah satu produk pangan fungsional yang popular adalah VCO (Virgin Cococnut Oil) VCO merupakan minyak yang diolah dengan berbagai cara salah satunya diproses tanpa pemanasan dari daging buah kelapa segar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh pemberian diet Virgin Coconut Oil (VCO) terhadapjumlah trombosit pada tikus putih (Rattus Norvegiccus Wistar) hiperkolesterolemik. Metode dalam penelitian ini adalah Laboraturium Experimental dengan rancangan one group pre-post test design. Penelitian ini dilakukan sendiri dan pemeriksaan darah akan dilakukan di Balai Besar Laboraturium Daerah yang berlangsung dari bulan Februari 2015 sampai dengan April 2015. Pada penelitian ini terdapat 2 kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas 16 ekor tikus, jadi keseluruhan jumlah sampel yang dibutuhkan adalah 32 ekor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi perubahan yang bermakna jumlah trombosit kelompok kontrol dan perlakuan setelah perlakuan VCO dengan nilai p value 0,001 (p<0,05), terdapat perbedaan rerata jumlah trombosit antara kelompok perlakuan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan dosis 0,81 ml dibandingkan dengan kelompok kontrol. Ini artinya pemberian Virgin Coconut Oil (VCO) dengan dosis 0,81 ml berpengaruh terhadap stabilitas jumlah trombosit darah pada tikus wistar. Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian diet virgin coconut oil (VCO) dengan dosis 0,81 ml/gr BB dalam menurunkan dan menstabilkan jumlah trombosit darah pada tikus yang hiperkolesterolemik
PENGARUH LAMA MENSTRUASI DAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI NADHLATUL ULAMA (NU) PALEMBANG TAHUN 2017 Andriza Andriza
Masker Medika Vol 5 No 2 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi anemia remaja di dunia bervariasi di beberapa negara berkembang berkisar antara 20-70%. Di negara Myanmar prevalensi anemia ditemukan sebanyak 59.1% dengan responden 1.269. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama menstruasi dan status gizi terhadap kejadian anemia pada remaja putri di SMA Nadhlatul Palembang Tahun 2017 Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data ini ialah menggunakan data primer berupa Sahli Haemometer untuk variabel dependen mengetahui Hb dan kuesioner untuk mengetahui lama menstruasi serta timbangan berat badan dan pita meteran untuk variabel independen mengetahui status gizi. Hasil penelitian didapatkan Ada pengaruh lama menstruasi terhadap anemia pada remaja putri di di SMA Nadhlatul Ulama Palembang tahun 2017 dengan nilai p = 0,000. Ada pengaruh status gizi terhadap anemia pada remaja putri di SMA Nadhlatul Ulama Palembang tahun 2017 dengan nilai p = 0,000. Ada pengaruh lama menstruasi dan status gizi terhadap anemia pada remaja putri di SMA Nadhlatul Ulama Palembang tahun 2017 secara bersamaan dengan nilai p = 0,000. Dari hasil penelitian tersebut disarankan kepada petugas kesehatan dapat bekerja sama dengan pihak sekolah dalam hal ini UKS untuk terus memberikan penyuluhan tentang kejadian anemia pada remaja putri yang merupakan salah satu kelompok yang rawan menderita anemia.
GAMBARAN PASIEN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BARI PALEMBANG PERIODE JANUARI 2010 – DESEMBER 2012 okky reza sesarina
Masker Medika Vol 5 No 2 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hiperemesis gravidarum (HG) adalah bentuk berat dari mual dan muntah pada awal kehamilan yang ditandai dengan dehidrasi, gangguan elektrolit, gangguan metabolik dan defisiensi nutrisi. Penyebab pasti hiperemesis gravidarum masih belum diketahui. Angka kejadian hiperemesis gravidarum bervariasi antara 0,5%-3,2%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian dan gambaran pasien hiperemesis gravidarum di Bagian Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bari Palembang Periode Januari 2010 - Desember 2012. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan data sekunder (rekam medik) dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa kejadian hiperemesis gravidarum di RSUD Bari Palembang periode Januari 2010 - Desember 2012 sebesar 1,26%. Kasus ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum pada kelompok usia ≤ 20 tahun sebesar 8,8%, usia 21-25 tahun sebesar 33,8%, usia 26-30 tahun sebesar 35%, usia 31-35 tahun sebesar 12,5% dan usia > 35 tahun sebesar 10%. Ibu yang tidak bekerja sebesar 87,5% dan yang bekerja sebesar 12,5%. Ibu dengan pendidikan rendah sebesar 56,2%, pendidikan sedang 26,2% dan pendidikan tinggi 17,5%. Ibu primigravida sebesar 41,3%, multigravida sebesar 51,2%, dan grandemultipara sebesar 7,5%. Ibu pada trimester pertama kehamilan sebesar 95% dan pada trimester II kehamilan sebesar 5%. Ibu yang tidak memiliki riwayat HG sebelumnya sebesar 76,6% dan yang memiliki riwayat HG sebesar 23,4%. Paling banyak pasien dirawat di rumah sakit selama 3 hari. Simpulan: Ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum banyak ditemukan pada ibu usia muda, tidak bekerja, pendidikan rendah, multigravida, trimester pertama kehamilan, tidak memiliki riwayat hiperemesis gravidarum sebelumnya dan paling banyak dirawat dirumah sakit selama 3 hari.
HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN KB SUNTIK 3 BULAN DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI BPM DEWI ANGGRIANI PALEMBANG TAHUN 2017 Junie Harista
Masker Medika Vol 5 No 2 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini perkembangan keluarga berencana (KB) di Indonesia masih belum menggembirakan. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan angka pengunaan kontrasepsi (CPR) dan penurunan angka unmet neeed hasil SDKI dari tahun ke tahun yang belum mencapai target RPJM .Seperti kita ketahui bahwa penggunaan metode KB yang tepat, terutama pada pasca persalinan dapt mendukung penurunan Angka Kematian Ibu. Penurunana AKI menggunakan target MDGs yang ingin kita capai sebelum Tahun 2015. Berdasarkan World Health Statistics 2005-2015, bila kita bandingkan dengan Negara ASEAN lainnya, pengguna KB di Indonesia sudah melebihi rata. Namun angkanya masih lebih rendah dibandingkan dengan Vietnam, Kamboja, dan Thailand, padahal berdasarkan data Family Planning Worlwide, JumlahWUS di Indonesia yang tertinggi diantara negara ASEAN lainnya. Dengan kata lain meningkatkan angka CPR di Indonesia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lama pemakaian KB Suntik 3 bulan dengan perubahan berat badan di BPM Dewi Anggriani Palembang tahun 2017.Metode Penelitian ini adalah survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh akseptor KB Suntik 3 bulan di BPM Dewi Anggriani Palembang tanggal 19 Juni-07 Juli 2017, dengan sampel menggunakan Accidental Sampling berjumlah 40 responden. Dengan Analisa data uvariat dan bivariate Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 responden dengan lama pemakaian KB suntik 3 bulan < 1 tahun yang naik berat badan sebanyak 1 (14,3%) lebih sedikit dibandingkan dengan yang tetap sebanyak 6 (85,7%). Sedangkan lama pemakaian ≥ 1 tahun KB suntik 3 bulan yang naik berat badan sebanyak 22 (66.7%) lebih banyak dibandingkan dengan yang tetap sebanyak 11(33,3%) . Hasil uji statistik Chi Square, diperoleh nilai p value = (0.029) <α (0,05) artinya ada hubungan bermakna lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan, dengan demikian hipotesis yang menyatakanada hubungan lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan lahir rendah terbukti secara statistik.Kata Kunci : KB Suntik 3 bulan, Berat Badan, lama pemakaian.
EFEKTIVITAS EM4 (Effective Microorganisms -4) dan MOL ( Mikroorganisme Lokal) SEBAGAI AKTIVATOR PADA PEMBUATAN KOMPOS SKALA RUMAH TANGGA DI KOTA MAKASSAR A.M fadhil hayat
Masker Medika Vol 5 No 2 (2017): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan permasalahan yang pelik bagi masyarakat maupun pemerintah daerah. Sampah organik yang dihasilkan sebanyak 60%, sedangkan Sampah plastik sebanyak 16%. Salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi volume sampah organik yang mencapai 60% adalah dengan memanfaatkan sampah organik sebagai kompos padat maupun cair. Kompos merupakan pupuk yang dibuat dari sampah organik yang sebagian besar berasal dari rumah tangga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas EM4 dan MOL sebagai aktivator pada pembuatan kompos skala rumah tangga. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimen dengan rancangan post test only control group. Pengamatan dilakukan di Workshop Akademi Kesehatan Lingkungan Muhammadiyah Makassar. Data yang dijadikan indikator dari pengomposan adalah Warna, Tekstur, dan Bau. Hasil penelitian menunjukkan kompos dengan bantuan EM4 ataupun MOL sama-sama memerlukan waktu selama 22 hari untuk menjadi kompos, tetapi pada hari ke-4 sampai hari ke-6 terjadi perbedaan yaitu warna kompos dengan penambahan MOL lebih coklat dibanding dengan penambahan EM4. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu alternatif pengendalian sampah organik dengan menjadikannya sebagai bahan utama dalam pembuatan kompos. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat memperhatikan besar kecilnya pencacahan bahan organik sebelum melakukan pengomposan dengan tujuan untuk mempercepat penghancuran. Mengingat banyak bahan yang dijadikan sebagai kompos dan aktivator maka perlu dilakukan penelitian dengan media yang berbeda yang mungkin lebih efektif