cover
Contact Name
Yulius Tiranda
Contact Email
yuliustiranda@ikestmp.ac.id
Phone
+6281994854458
Journal Mail Official
penelitianikestmp@gmail.com
Editorial Address
Jl. A. Yani 13 Ulu, Plaju, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Masker Medika
ISSN : 23018631     EISSN : 26548658     DOI : -
Core Subject : Health, Social,
Jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Inovatif (LP2MI) IKesT Muhammadiyah Palembang ini berfokus pada kajian keperawatan (Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Kritis, Keperawatan Komunitas dan Manajemen Keperawatan) , Kebidanan (Kehamilan, Persalinan, Nifas, Neonatus, Bayi dan Anak, Kesehatan Reproduksi), Kesehatan Lingkungan, fisioterapi dan Tekhnik Laboratorium Medik. Jurnal Masker Medika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan bulan desember yang dipublikasikan dalam terbitan cetak dan elektronik.
Articles 765 Documents
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU POSTPARTUM TERHADAP PELAKSANAAN KUNJUNGAN MASA NIFAS DI BIDAN PRAKTIK SWASTA NURACHMI PALEMBANG Ria Gustirini
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas merupakan salah satu bagian penting dari proses kelahiran dimana wanita memasuki peran baru sebagai ibu sekaligus merupakan masa kritis baik bagi ibu dan bayi. Diperkirakan 60% kematian terjadi setelah persalinan dan 50% kematian masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama. Selama masa nifas diperlukan asuhan yang adekuat dengan tujuan memberikan pelayanan yang terstandar pada ibu nifas dengan memperhatikan riwayat kehamilan dan persalinan sehingga pemerintah mencanangkan program tentang kunjungan masa nifas yang dilakukan 4 kali selama masa nifas namun kunjungan pada masa nifas masih rendah. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu post partum terhadap pelaksanaan kunjungan masa nifas di BPS Nurachmi Plaju Palembang Tahun 2012. Metode Penelitian: Penelitian kuantitaif dengan metode crossectional. Teknik sampling Non Probability Sampling, pengambilan sampling dengan cara accidental sampling. Sampel pada penelitian ini adalah semua ibu post partum yang datang berkunjung ke BPS Nurachmi Plaju Palembang yang berjumlah 30 responden. Hasil: terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan dan pengetahuan ibu postpartum terhadap pelaksanaan kunjungan masa nifas di Bidan Praktek Swasta (BPS) Nurachmi Palembang 2012(p<0,05). Peran aktif bidan dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan pada ibu nifas (postnatal care) merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu, salah satunya dengan melakukan konseling sedini mungkin tentang pentingnya pemeriksaan yang dilakukan pada saat kunjungan masa nifas guna meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak
HUBUNGAN PENGETAHUAN, LINGKUNGAN DAN PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA BALITA DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS TABA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2015 Nadi Aprilyadi
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia, sekitar 162 ribu balita meninggal setiap tahun atau sekitar 460 balita setiap harinya. Dari hasil Survey (SKRT) di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian nomor 2 pada balita dan nomor 3 bagi bayi serta nomor 5 bagi semua umur (Ita, 2008). Berdasarkan latar belakang di wilayah kerja Puskesmas Taba kejadian diare pada tahun 2010 sebesar (22,3 %). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan, lingkungan dan pendapatan Keluarga terhadap kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Taba Kota Lubuklinggau Tahun 2011. Desain penelitian ini deskritip analitik dengan pendekatan Cross Secsional.populasi dalam penelitian ini adalah jumlah kejadian diare di Puskesmas Taba yaitu 422 kasus sedangkan sampel penelitian diambil sebanyak 84 orang. Hasil penelitian didapatkan pengetahuan baik (42,86%) dan yang kurang (57,14%), lingkungan keluarga baik (28,57%) dan yang kurang (71,43%). yang pendapatan rendah (45,5%) dan pendapatan tinggi (54,5%), sebanyak (29,76%) balita mengalami diare dan (70,24%). Tidak mengalami diare. Hasil analisis uji Statistik didapatkan tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan ibu terhadap kejadian diare didapat nilai ρ = 0.068 (>0,05), ada hubungan bermakna antara lingkungan terhadap kejadian diare didapat nilai ρ value = 0.037 (< 0,05), tidak ada hubungan bermakna antara pendapatan keluarga terhadap kejadian diare nilai ρ value = 0.568 (> 0,05). Diharapkan kepada pimpinan Puskesmas Taba khususnya pemegang program P2PL lebih meningkatkan lagi dalam memberikan penyuluhan terhadap masyarakat tentang penyakit Diare
KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR GLUKOSA DARAH PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT X PALEMBANG Siti Romadoni; Carlingga Devi Septiawan
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap tahun di dunia, diperkirakan sekitar 20-50% orang dewasa melaporkan adanya gangguan tidur dan sekitar 17% mengalami gangguan tidur yang serius. Prevalensi gangguan tidur pada lansia cukup tinggi yaitu sekitar 67%. Apabila orang mengalami insomnia selama tiga hari, maka kemampuan tubuhnya dalam memproses glukosa akan menurun drastis sehingga dapat meningkatkan risiko mengidap Diabetes. Tidur kurang dari 6 jam per malam meningkatkan kemungkinan Obesitas, dan tidur kurang dari 8 jam mengakibatkan peningkatan IMT yang sebanding dengan waktu tidur yang berkurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah pasien diabetes Mellitus tipe 2 di RumahSakit X Palembang Tahun 2016. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan didapatkan 46 responden. Penelitian ini dilakukan pada bulan April dan Mei 2016. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner PSIQ dan pengukuran Kadar Glukosa Sewaktu menggunakan glukotest. Analisis yang digunakan adalah anlisis univariat berupa distribusi frekuensi dari variabel kualitas tidur dan kadar glukosa darah, dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Dari penelitian didapatkan hasil sebanyak 27 (58,7%) responden memiliki kualitas tidur buruk. 32 (71,7%) responden memiliki kadar glukosa darah tinggi. Dan dari analisis bivariat antara hubungan kualitas tidur dengan kadar glukosa darah didapatkan nilai p value = 0,049. Simpulan: Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur mempengaruhi kadar glukosa darah pasien, sehingga sangat penting bagi pasien ntuk mempertahankan kualitas tidur yang baik
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN PERAWATAN PAYUDARA SELAMA KEHAMILAN DI PUSKESMAS PLAJU PALEMBANG Renda Natalina Pratama
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perawatan payudara selama kehamilan adalah salah satu bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan dalam pemberian ASI. Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2008-2009 menunjukkan bahwa 55% ibu menyusui mengalami mastitis dan puting susu lecet, kemungkinan hal tersebut disebabkan karena kurang pengetahuan ibu mengenai perawatan payudara selama kehamilan. Dari sekitar 4,7 juta bayi lahir di negeri ini setiap tahunnya, hanya sekitar 2 juta bayi bayi yang mendapatkan ASI. Hal ini diketahui karena kurangnya perawatan payudara selama kehamilan.Metodologi penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan metode accidental sampling dengan tekhnik wawancara, sampel dalam penelitian ibu pada usia kehamilan 18 minggu sampai usia kehamilan 40 minggu, yang berjumlah 49 responden, uji statistic menggunakan Chi-square. Hasil penelitian dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu dengan perawatan payudara selama kehamilan di Puskesmas Plaju Palembang tahun 2015 (p value = 0,025). Dan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dengan perawatan payudara selama kehamilan di Puskesmas Plaju Palembang Tahun 2015 (p value = 0,047). Kesimpulan penelitian adalah bahwa dengan pendidikan dan pengetahuan yang baik maka ibu dapat merawat payudara dengan baik pula
PENGALAMAN REMAJA PUTRI DALAM MENGATASI DYSMENORRHOEA DI SMP MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG TAHUN 2016 Isrizal Isrizal
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian dysmenorrhoea di dunia sangat besar. Rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap negara mengalaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman remaja putri dalam mengatasi dysmenorrhoea di SMP Muhammadiyah 1 Palembang tahun 2016. Penelitian dilakukan dalam area keperawatan maternitas dan metode penelitian yaitu kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi dengan wawancara mendalam. Pemilihan informan dengan purposive sampling pada tanggal 14 Juni 2016. Hasil penelitian ini mendapatkan Pengetahuan remaja putri tentang dysmenorrhoea meliputi Arti dan makna dysmenorrhoea yaitu nyeri ketika menstruasi, nyeri yang hebat mengganggu aktivitas, dan menstruasi yang sakit atau kram perut, penyebabnya yaitu dikarenakan keluarnya bekuan darah, masuk angin, kurang berolah raga,kurang minum, dan keturunan. Tanda dan gejalanya yaitu sakit perut dan pinggang, sakit kepala/pusing, diare, kram pada perut, dan sering BAK. Sedangkan sumber informasi didapatkan dari kakak perempuan, dari ibu, dari materi kuliah, dan dari televisi. Tindakan remaja putri SMP Muhammadiyah 1 Palembang dalam mengatasi dysmenorrhoea meliputi tindakan non farmakologi yaitu dengan cara dikerok, di urut/masase, dikompres air hangat, tidur/istirahat, dan berolah raga. Sedangkan tindakan farmakologi yaitu dengan cara minum jamu kemasan dan beli obat anti nyeri. Dengan demikian Perlu diadakan penyuluhan kesehatan mengenai dysmenorrhoea, dan penyediaan buku kesehatan khususnya tentang dysmenorrhoea di perpustakaan sekolah dan menyediakan ekstrakurikuler tentang kesehatan reproduksi di sekolah. dan bagi siswi yang mengalami dysmenorrhoea untuk konsultasi pada biro kesehatan. Dan bagi penelitian lebih lanjut dapat dilakukan penelitian tentang dysmenorrhoea primer dan sekunder
PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI SETELAH MENDAPATKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN METODE SIMULATION GAME (SIG) DAN METODE CERAMAH DI SMK MUHAMMADIYAH 2 PALEMBANG TAHUN 2016 Yudi Abdul Majid; Ci’im Sastra Sasmita
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan suatu keadaan sejahtera yang meliputi fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem reproduksi pada remaja. kesehatan reproduksi sering menjadi permasalahan kesehatan di masayarakat, diantaranya: perilaku berisiko, penyakit menular seksual dan tindakan kekerasan seksual. Upaya untuk mengurangi permasalahan tersebut yaitu meningkatkan pengetahuan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi salah satunya bisa menggunakan metode simulation game (SIG) media ular tangga dan metode ceramah dengan media leaflet. Tujuan Penelitian untuk perbedaan nilai rata-rata pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode simulation game dan metode ceramah di SMK Muhammadiyah 2 Palembang tahun 2016. Metode Penelitian menggunakan Quasy-eksperimental dengan rancangan pre-test and post test without control group design uji statistic menggunakan wilcoxcon dan mann-whitney. Teknik sampling menggunakan purpossive sampling dengan jumlah sampel 148. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata pengetahuan remaja setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode simulation game nilai P value 0,000 dan terdapat perbedaan nilai rata-rata pengetahuan remaja setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode ceramah nilai P value 0,000. Pada uji mann-whitney di dapatkan hasil terdapat perbedaan nilai rata-rata pengetahuan remaja SMK Muhamamdiyah 2 Palembang setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode simulation game dan metode ceramah nilai P value 0,003 dengan nilai mean rank SIG (84,75) & Ceramah (64,25). Disimpulkan bahwa ada perbedaan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi setelah mendapatkan pendidikan kesehatan dengan metode simulation game dan metode ceramah. Metode simulation game lebih efektif dari pada metode ceramah
GAMBARAN PARITAS DAN PENGETAHUAN IBU BERSALIN TENTANG PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI BPM HUSNIYATI PALEMBANG Riska Marlin
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO (World Health Organization) menjelaskan bahwa ASI adalah makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan merupakan cara yang paling optimal dalam keberhasilan makanan kepada bayi. Tujuan penelitian Untuk mengetahui Gambaran Paritas dan pengetahuan Ibu Bersalin Tentang Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini di BPM Husniyati Palembang tahun 2015. Metode penelitian menggunakan survey deskriptif. Populasi dalam penelitian ini semua ibu bersalin yang kebetulan ada di BPM Husniyati yang diambil secara non random dengan menggunakan teknik accidental sampling. Uji statistik menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang melakukan IMD sebanyak 13 responden (40,6%) dan yang tidak melakukan IMD sebanyak 19 responden (59,4%) responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 7 responden (21,9%) dan yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 25 responden (78,1 %), responden yang anaknya kurang dari 3 sebanyak 14 responden (43,8%) sedangkan yang jumlah anaknya lebih dari 3 sebanyak 18 responden (56,3%).
PROSEDUR PEMASANGAN TRANSFUSI DARAH PADA PASIEN THALASEMIA RUMAH SAKIT ISLAM SITI KHADIJAH PALEMBANG TAHUN 2016 Yofa Anggriani Utama
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thalasemia merupakan gangguan darah yang diwariskan, dikarakteristikan dengan defisiensi sintesis rantai globin spesifik molekul hemoglobin. Data terakhir dari WHO menyatakan bahwa sebanyak 4,5% atau 250 juta penduduk dunia membawa gen thalasemia, dan dari 250 juta penduduk tersebut sebanyak 80-90 juta orang membawa gen beta thalasemia. Di Indonesia frekuensi pembawa gen penyakit ini sekitar 5%. Sehingga dapat diperkirakan akan ada 5000 kasus baru pertahun. Penelitian ini bertujuan untuk diperoleh informasi mendalam tentang Penatalaksanaan pemasangan transfusi darah pada pasien thalasemia di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang 2016.Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi melalui wawancara mendalam dan observasi. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 2016 sampai 18 Mei 2016. Jumlah informan yang diteliti sebanyak 6 orang, yaitu 1 kepala ruangan, 3 perawat pelaksana dan 2 orang keluarga pasien thalasemia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perawat dalam melaksanakan tindakan pemasangan transfusi darah pada pasien thalasemia di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang mulai dari pengkajian, dilakukan dengan anamnesis yaitu menayakan keluhan dan pemeriksaan fisik seperti observasi tanda-tanda vital: suhu, nadi, pernafasan, tekanan darah dan mengukur tinggi badan dan berat badan. Pelaksanaan tindakan dimulai dari informed consent, persiapan pasien dan alat kemudian pelaksanaan tindakan. Evaluasi dilakukan dengan mengobservasi tanda-tanda vital untuk mengetahui adanya peningkatan suhu tubuh dan observasi ada flebitis dan edema di daerah pemasangan infus. Pemberian transfusi packed red cell dan washed red cell didokumentasi distatus disertai nama dan paraf perawat. Diharapkan bagi Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang untuk memberikan pelatihan pemberian transfusi darah bagi perawat agar kompetensinya sebagai salah satu tenaga pelayanan transfusi darah dirumah sakit dapat terpenuhi dan dapat melaksanakan transfusi darah yang aman baik bagi pasien maupun perawat
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MELALUI MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DALAM PENANGANAN DISMENOREA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) 2 PALEMBANG Arisanti Agustini; Yuniza Yuniza; Desy Rukiyati
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja dalam bahasa Inggris yaitu “adolesence” yang berarti tumbuh menjadi dewasa. Salah satu fenomena yang timbul pada remaja saat menstruasi adalah dismenorea. Dismenorea merupakan masalah yang serius bagi kaum wanita, jika tidak segera ditangani dengan tepat dapat mengganggu aktivifitas. Upaya dalam penanganan dismenorea dapat dilakukan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan. Salah satu media yang dapat yaitu media audiovisual, media ini mengandalkan pendengaran dan penglihatan. Penggunaan audiovisual melibatkan banyak alat indra sehingga cepat untuk menerima dan mengolah informasi. Tujuan Penelitian: Diketahui pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam penanganan dismenorea di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang. Penelitian ini merupakan penelitian quasy eksperiment dengan rancangan one group pre-post test dengan pendekatan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling yaitu quota sampling pada siswi kelas X di MAN 2 Palembang, jumlah sampel sebanyak 131 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa rerata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui media audiovisual (pretest) 9,00 dan rerata pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui audiovisual (posttest) 14,00. Rerata sikap sebelum diberikan pendidikan kesehatan melalui media audiovisual (pretest) 42,00 dan rerata sikap setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui media audiovisual (posttest) 53,00. Hasil uji wilcoxon pengetahuan didapatkan nilai p value 0,000 dan sikap didapatkan nilai p value 0,000 yang artinya nilai p value kurang dari 0,05 sehingga Ho ditolak. Simpulan: Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audiovisual terhadap pengetahuan dan sikap remaja putri dalam penanganan dismenorea di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Palembang
EFEKTIVITAS KULIT PISANG DALAM MENURUNKAN KEKERUHAN DAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR GALI M Rian Maliandra; Heri Shatriadi; Zairinayati Zairinayati
Masker Medika Vol 4 No 2 (2016): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air sumur gali merupakan salah satu sarana yang paling umum digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air minum dan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kenyataannya air sumur gali yang biasa digunakan masyarakat masih belum memenuhi persyaratan salah satunya yaitu kekeruhan. Kekeruhan air disebabkan oleh partikel-partikel yang tersuspensi di dalam air seperti tanah liat, pasir dan lumpur. Adanya unsur-unsur besi(Fe) dalam air dapat menimbulkan bau dan warna pada air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kulit pisang kepok (Musa acuminate balbisiana C) dalam pengolahan air sumur gali yang mencakup kekeruhan dan besi(Fe). Bahan yang digunakan sebagai adsorben adalah kulit pisang kepok (Musa acuminate balbisiana C). Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 kelompok perlakuan yang masing-masing dilakukan 3 kali pengulangan. Air sumur gali diberi perlakuan dengan cara adsorbsi dan filtrasi dengan kulit pisang kepok (Musa acuminate balbisiana C) sebagai adsorben. Kelompok I sebagai kontrol(tanpa perlakuan), kelompok II, III, dan IV diberi perlakuan dengan dosis kulit pisang 40 g , 50 g, dan 60 g masing-masing untuk 250 mL air sumur gali. Kelompok V diberi perlakuan tanpa menggunakan kulit pisang. Data pengamatan diuji dengan Uji Statistik Regresi Linear untuk melihat pengaruh penggunaan kulit pisang dalam penjernihan air dan penurunan kadar besi(Fe) air sumur gali. Hasil uji menunjukkan rata-rata penurunan tingkat kekeruhan air sumur gali berturut-turut yaitu, Po(kontrol) 57 NTU, P1( 40 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 34,97 NTU, P2 ( 50 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 28,87 NTU dan P3(60 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 26,1 NTU. Dan penurunan kadar Besi(Fe), Po(kontrol) 0,09 mg/L, P1( 40 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 0,026 mg/L, P2 ( 50 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 0,063 mg/L dan P3(60 g dosis kulit pisang) rata-rata penurunannya yaitu 0,02 mg/L. Simpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh berbagai dosis kulit pisang kepok (Musa acuminate balbisiana C) dalam menurunkan kekeruhan dan kadar besi(Fe) pada air sumur gali.Keke