cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024)" : 8 Documents clear
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XII SMAN 1 CIBITUNG PADA POKOK BAHASAN STATISTIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM BASED LEARNING (TBL) AGUSTINA, NITA; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3508

Abstract

The study focuses on improving the learning outcomes of Grade 1 students in the Statistics course at the MIPA 3 level using Team Based Learning (TBL) model. The research was conducted in two semesters, from September to October 2019, with 36 students. The study was conducted in the second semester, focusing on the first semester and the second semester. The results showed that students who scored klasikal were more likely to participate and discuss with their team, which in turn increased their motivation to learn. The study concluded that using TBL model can enhance the learning outcomes of Grade 1 students and the overall learning performance, with a 22.2% improvement in klasikal scores and 10.42% improvement in klasikal scores. This suggests that TBL is an alternative learning method used by teachers in Mathematics education. The study highlights the importance of using TBL in teaching and learning. ABSTRAKPenelitian ini berfokus pada peningkatan hasil belajar siswa Kelas 1 pada mata kuliah Statistika tingkat MIPA 3 dengan menggunakan model Team Based Learning (TBL). Penelitian ini dilaksanakan selama dua semester, yaitu bulan September sampai dengan Oktober 2019, dengan jumlah siswa sebanyak 36 orang. Penelitian dilaksanakan pada semester kedua dengan fokus pada semester pertama dan semester kedua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memperoleh nilai klasikal lebih cenderung berpartisipasi dan berdiskusi dengan timnya, yang pada gilirannya meningkatkan motivasi belajar mereka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan model TBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas 1 dan prestasi belajar secara keseluruhan, dengan peningkatan nilai klasikal sebesar 22,2% dan peningkatan nilai klasikal sebesar 10,42%. Hal ini menunjukkan bahwa TBL merupakan salah satu metode pembelajaran alternatif yang digunakan oleh guru dalam pendidikan Matematika. Penelitian ini menyoroti pentingnya penggunaan TBL dalam pengajaran dan pembelajaran.
PENGARUH PEMBERIAN LATIHAN SOAL (DRILL) TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS VIII SEMSETER I SMP ISLAM NURUL HUDA TAHUN AJARAN 2024/2025 JURAIDAH, JURAIDAH; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i3.3516

Abstract

This study was conducted with the aim of determining the effect of drill on the learning outcomes of science class VIII semester I of SMP Islam Nurul Huda academic year 2024/2025. The type of research used is experimental research where samples taken by random sampling technique is Class VIII.2 as an experimental class of 35 students and Class VIII.3 as a control class as many as 32 students data collection techniques used objective tests that have been validated by using the validity test, reliability test, degree of difficulty of the problem, and the degree of differentiation of the problem to determine the results of student science learning by using the provision of exercises (drill) applied to the experimental class and conventional learning applied to the control class. Data on student learning outcomes were analyzed by T-test to determine the effect of the provision of exercises (drill) to the learning outcomes of science students Grade I semester I. From the results obtained the average pretest experimental class of 65.80 while the control Class of 47.31. The average experimental class posttest was 80.00 while the control class was 64.42. From the results of data analysis obtained ttitung greater than ttable is 1.712 and ttable of 1.677 at a significant level of 5%. This shows that the drill method has an effect on the learning outcomes of science class VIII semester I of Nurul Huda Islamic Junior High School for the academic year 2024/2025. ABSTRAKPenelitian ini dilaksanakan dengan tujuan  untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan soal (drill) terhadap hasil belajar IPA kelas VIII semester I SMP Islam Nurul Huda Tahun Ajaran 2024/2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dimana sampel diambil dengan teknik random sampling adalah kelas VIII.2 sebagai kelas eksperimen sebanyak 35 siswa dan kelas VIII.3 sebagai kelas kontrol sebanyak 32 siswa teknik pengumpulan data digunakan tes obyektif yang telah divalidasi dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, derajat kesukaran soal, dan derajat pembeda soal untuk mengetahui hasil belajar IPA siswa dengan menggunakan pemberian latihan soal (drill)  yang diterapkan pada kelas eksperimen dan pembelajaran konvensional yang diterapkan pada kelas kontrol. Data hasil belajar siswa dianalisis dengan uji-t untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan soal (drill) terhadap hasil belajar IPA siswa kelas I semester I. Dari hasil penelitian diperoleh hasil rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 65,80 sedangkan kelas kontrol sebesar 47,31. Rata-rata posttest kelas eksperimen sebesar 80,00 sedangkan kelas kontrol sebesar 64,42. Dari hasil analisis data diperoleh thitung  lebih besar dari ttabel yaitu 1,712 dan ttabel sebesar 1,677 pada taraf signifikan 5%. Ini menunjukkan bahwa metode latihan soal (drill) berpengaruh terhadap hasil belajar IPA kelas VIII semester I SMP Islam Nurul Huda Tahun Ajaran 2024/2025.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) SUCI, ANANDA DE’VISKY HANGGARA; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.3547

Abstract

This study aims to improve the learning activity of ninth-grade junior high school students in mathematics learning through the implementation of the Think Pair Share (TPS) learning model on the material of geometric transformations. In this study, the data collected included student learning outcomes, teacher observation results, and student observation results. This research is a Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. Each cycle consists of four stages: planning, action implementation, observation, and reflection. This research is considered successful if at least 85% of students get a score ? 70. Research results. From several indicators, it shows that the classical results of students who passed were 10 students or 30% of 33 students. This indicates that ninth-grade students are less enthusiastic about being actively involved in classroom learning. An analysis of the daily test results shows that classical mastery has not been achieved because it is less than 85%, so the second cycle needs to be held. Based on the second cycle of meetings 1 and 2, there was a 42% increase, so the percentage in the second cycle can be described as follows: The percentage in the first cycle was 70%. In the second cycle, there was a 56% increase in student learning outcomes compared to the first cycle, so the classical absorption of students in the second cycle was 88%. The results of the study show that the TPS model is effective in increasing student activity, as evidenced by the increase in student participation in discussions, courage in asking questions, and ability to solve geometric transformation problems. In addition, the TPS model can also help students build a better conceptual understanding. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas IX SMP dalam pembelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran Think Pair Share (TPS) pada materi transformasi geometri. Pada penelitian ini data yang dikumpulkan meliputi hasil belajar siswa, hasil observasi guru, hasil observasi siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap siklus meliputi 4(empat) tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan (observasi) dan refleksi. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 85% siswa memperoleh nilai ? 70. Hasil penelitian. Dari beberapa indikator menunjukkan hasil klasikal siswa yang tuntas 10 siswa atau 30% dari 33 siswa. Ini menunjukkan bahwa siswa kelas IX kurang antusias sekali untuk terlibat aktif dalam pembelajaran dikelas. Analisis yang dilakukan terhadap hasil ulangan harian, menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal belum dicapai karena kurang dari 85% sehingga perlu diadakan siklus II. Berdasarkan siklus II pertemuan 1 dan 2 ada peningkatan 42% sehingga persentase pada siklus II dapat diuraikan sebagai berikut: Persentase pada siklus 1 72% Pada siklus II ada peningkatan hasil belajar siswa dibandingkan siklus I yaitu 56% peningkatan pada siklus I sehingga daya serap klasikal siswa pada siklus II 88%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TPS efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa, ditandai dengan meningkatnya partisipasi siswa dalam diskusi, keberanian dalam bertanya, dan kemampuan dalam menyelesaikan soal-soal transformasi geometri. Selain itu, model TPS juga dapat membantu siswa dalam membangun pemahaman konsep yang lebih baik.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN QUICK ON THE DRAW DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MULIASIH, IDA; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.3548

Abstract

ABSTRAKThis study was motivated by the difficulties of X IPS students of SMA Negeri 10 Tangerang in learning mathematics, especially in understanding the concept of trigonometry. The average math score of students is still less than the Material Completeness Criteria (KKM). In addition, students are less active in participating in the learning process. In group assignments, some students rely on other friends to complete the assigned tasks. Therefore, it is necessary to choose a learning model that suits the conditions in the classroom. This study aims to analyze the effect of Quick on The Draw learning model on the mathematics learning outcomes of students in class X IPS. The Quick on The Draw learning model is a collaborative learning strategy that focuses on increasing student engagement through fun activities that encourage them to answer questions quickly and accurately. The research method used is Classroom Action Research (PTK) with a cycle design, which includes planning, action, observation, and reflection stages. The results showed that the application of the Quick on The Draw model significantly improved students' mathematics learning outcomes, especially in the aspects of speed and accuracy in solving problems. The improvement in learning outcomes was measured through the comparison of scores before and after the implementation of the learning model. Thus, the Quick on The Draw model can be an effective alternative in learning mathematics to improve students' understanding and ability to solve mathematical problems.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa kelas X IPS SMA Negeri 10 Tangerang dalam pembelajaran matematika khususnya dalam memahami konsep trigonometri. Nilai rata-rata matematika siswa masih kurang dari Kriteria Ketuntasan Materi (KKM). Selain itu siswa kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Dalam tugas kelompok, beberapa siswa mengandalkan teman lainnya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Karenanya perlu dipilih model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Quick on The Draw terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X IPS. Model pembelajaran Quick on The Draw adalah strategi pembelajaran kolaboratif yang berfokus pada peningkatan keterlibatan siswa melalui aktivitas menyenangkan yang mendorong mereka untuk menjawab soal secara cepat dan tepat. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan desain siklus, yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Quick on The Draw secara signifikan meningkatkan hasil belajar matematika siswa, terutama pada aspek kecepatan dan ketepatan dalam menyelesaikan soal. Peningkatan hasil belajar tersebut diukur melalui perbandingan nilai sebelum dan sesudah implementasi model pembelajaran. Dengan demikian, model Quick on The Draw dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENGGUNAAN CHARTA PADA SISWA KELAS VIII MTs TAHDZIBUN NUFUS JAKARTA BARAT AMRI, ALVINA NURLATIFAH; SUWARNI, NENI; U.S, SUPARDI
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.3549

Abstract

Low student interest in learning, not only affects student learning activities and activities, but will also directly affect the success of students in mastering the material presented, the failure of student success lies not only in the ability of students to absorb subject matter but also with regard to the range of learning experiences followed by students. The purpose of this study was to improve science learning outcomes in class VIII students at MTs Tahdzibun Nufus West Jakarta by using charta. The research method used was action research which took place in three cycles. From the results of the study it is concluded that the use of charta media as a learning tool is able to improve the quality of learning and can directly improve student learning outcomes. From the three cycles carried out, the learning results in the first cycle of the highest score that students can achieve is 80 with the lowest score of 20 then the average learning outcome is 54. Changes and improvements in the learning process in cycle II have improved student learning outcomes, in this case the highest score that can be achieved is 90 with the lowest score of 50 and is supported by an average learning outcome of 68.66. In cycle III, improvements were made that directly improved learning outcomes, the highest score that could be achieved was 100 and the lowest score was 60 with an average learning outcome of 81. ABSTRAKRendahnya minat belajar siswa, tidak hanya berpengaruh pada kegiatan dan aktivitas belajar siswa, tetapi secara langsung juga akan mempengaruhi keberhasilan siswa menguasai materi yang disampaikan, kegagalan keberhasilan siswa bukan hanya terletak pada kemampuan siswa menyerap materi pelajaran tetapi juga berkenaan dengan rangakaian pengalaman belajar yang diikuti siswa. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas VIII di MTs Tahdzibun Nufus Jakarta Barat dengan menggunakan charta. Metode penelitian yang digunakan adalah action research yang berlangsung dalam tiga siklus. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan media charta sebagai sarana belajar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan secara langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari tiga siklus yang dilakukan hasil belajar pada siklus pertama nilai tertinggi yang dapat dicapai siswa adalah 80 dengan nilai terendah 20 selanjutnya rata-rata hasil belajar 54. Perubahan dan perbaikan proses pembelajaran pada siklus II telah meningkatkan hasil belajar siswa, dalam hal ini nilai tertinggi yang dapat dicapai adalah 90 dengan nilai terendah 50 serta didukung oleh rata-rata hasil belajar 68,66. Pada siklus III dilakukan penyempurnaan yang secara langsung meningkatkan hasil belajar, nilai tertinggi yang dapat dicapai adalah 100 dan nilai terendah 60 dengan rata-rata hasil belajar 81.
PENGARUH BIMBINGAN SOSIAL TERHADAP KEMAMPUAN BERADAPTASI SISWA Nuraini, Nuraini; Nuraeni, Nuraeni; Sulastri, Ni Made
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9796

Abstract

ABSTRACT Students’ ability to adapt to the school environment is an important aspect that supports their social development and academic success. However, in practice, some students still experience difficulties in adjusting to the school environment and peer relationships, which negatively affects their social interaction and learning process.. This study aims to determine the effect of social guidance on the adaptability of Grade VIII students at SMPN 2 Batukliang, Central Lombok Regency. The study employed a one-group pre-test post-test experimental design. The population consisted of 54 students, while the sample was selected using purposive sampling, involving 8 students identified as having low adaptability. The data collection instrument was an adaptability questionnaire using a Likert scale (1–4), which was tested for validity using Product Moment correlation and reliability using Cronbach’s Alpha formula. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results of the analysis showed a calculated t-value of 9.23, while the t-table value at a 5% significance level with degrees of freedom (N−1) = 7 was 2.365. Since t-count (9.23) > t-table (2.365), the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. Thus, there is a significant effect of social guidance on students’ adaptability. Social guidance services have been proven effective in improving students’ ability to adjust to the school environment and peer relationships. ABSTRAK Kemampuan beradaptasi siswa di lingkungan sekolah merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan sosial dan keberhasilan akademik. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah maupun teman sebaya, sehingga berdampak pada interaksi sosial dan proses belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan sosial terhadap kemampuan beradaptasi siswa kelas VIII SMPN 2 Batukliang Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan desain eksperimen one group pre-test post-test design. Populasi berjumlah 54 siswa dan sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 8 siswa yang teridentifikasi memiliki kemampuan beradaptasi rendah. Instrumen pengumpulan data berupa angket kemampuan beradaptasi dengan skala Likert (1–4) yang telah diuji validitasnya menggunakan korelasi Product Moment dan reliabilitasnya menggunakan formula Alpha Cronbach. Data dianalisis menggunakan rumus t-test berpasangan. Hasil analisis menunjukkan nilai t hitung sebesar 9,23, sedangkan nilai t tabel pada taraf signifikansi 5% dengan derajat bebas (N−1) = 7 adalah 2,365. Karena t hitung (9,23) > t tabel (2,365), hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan bimbingan sosial terhadap kemampuan beradaptasi siswa. Layanan bimbingan sosial terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan penyesuaian diri siswa terhadap lingkungan sekolah dan teman sebaya.
HUBUNGAN KESTABILAN EMOSI DENGAN PENGELOLAAN DIRI SISWA Satriadi, M.; Nuraeni, Nuraeni; Najamuddin, M.
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9797

Abstract

ABSTRACT Emotional stability is an important aspect of adolescent development that influences an individual’s ability to self-regulate in both academic and social contexts. At the junior high school level, adolescents often experience emotional instability that may affect their self-management abilities, such as behavior control, decision-making, and adaptation to environmental demands. This condition highlights the importance of examining the relationship between emotional stability and students’ self-management. This study aims to determine the relationship between emotional stability and self-management among Grade VIII students of SMPN 4 Lingsar in the 2020/2021 academic year. This study employed a quantitative approach with an ex post facto correlational design. The population consisted of all Grade VIII students of SMPN 4 Lingsar (N = 100 students), while the sample comprised 50 students selected using proportional random sampling. The instrument used was a Likert-scale questionnaire developed based on the dimensions of emotional stability (Azwar, 2010) and self-management (Goleman in Rinanda, 2006). Validity was tested using Pearson Product Moment correlation, and reliability was measured using Cronbach’s Alpha formula. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation analysis. The results showed that r-count = 0.567 > r-table = 0.281 at a 5% significance level with df = 49. The null hypothesis was rejected, indicating a positive and significant relationship between emotional stability and students’ self-management. It can be concluded that the higher the students’ emotional stability, the better their self-management ability. ABSTRAK Kestabilan emosi merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan remaja yang berpengaruh terhadap kemampuan individu dalam mengelola diri, baik dalam aspek akademik maupun sosial. Pada usia sekolah menengah pertama, remaja sering mengalami ketidakstabilan emosi yang dapat berdampak pada kurang optimalnya pengelolaan diri, seperti pengendalian perilaku, pengambilan keputusan, dan penyesuaian terhadap tuntutan lingkungan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kajian mengenai hubungan antara kestabilan emosi dan pengelolaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kestabilan emosi dengan pengelolaan diri siswa kelas VIII SMPN 4 Lingsar Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Lingsar (N = 100 siswa) dan sampel berjumlah 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa angket skala Likert yang dikembangkan berdasarkan aspek kestabilan emosi (Azwar, 2010) dan aspek pengelolaan diri (Goleman dalam Rinanda, 2006). Validitas diuji dengan korelasi Product Moment Pearson dan reliabilitas dengan Alpha Cronbach. Teknik analisis data menggunakan korelasi Product Moment Pearson. Hasil analisis menunjukkan rxy hitung = 0,567 > rtabel = 0,281 pada taraf signifikansi 5% dengan df = 49. Hipotesis nol ditolak sehingga disimpulkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kestabilan emosi dengan pengelolaan diri siswa. Semakin tinggi kestabilan emosi siswa, semakin baik kemampuan pengelolaan dirinya.
PENGARUH KONSELING REALITA DENGAN TEKNIK WDEP TERHADAP PENURUNAN PERILAKU DISKRIMINASI BUDAYA DI MEDIA SOSIAL SISWA Pratama, Eris Aji; Nuraeni, Nuraeni; Muzanni, Ahmad
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v4i4.9798

Abstract

ABSTRACT Cultural discrimination on social media among students, including expressions based on race, ethnicity, and religion, has the potential to undermine intercultural tolerance and disrupt the social climate in schools. This study aims to examine the effect of reality counseling using the WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning) technique on reducing cultural discrimination behavior on social media among eighth-grade students of SMPN 5 Mataram. A quantitative approach with a one-group pre-test–post-test experimental design was employed. The population consisted of 224 students, with a sample of 15 students selected through purposive sampling based on pre-test results indicating a high level of cultural discrimination. The intervention was conducted through six sessions of group reality counseling using the WDEP technique. Data were collected using a validated and reliable Likert-scale questionnaire and analyzed using a paired sample t-test. The results showed that the calculated value was higher than the table value at the 5% significance level (df = 14). The mean score decreased from 87.60 to 65.27, indicating that reality counseling with the WDEP technique significantly reduced students’ cultural discrimination behavior on social media. ABSTRAK Perilaku diskriminasi budaya di media sosial yang dilakukan oleh siswa, seperti ujaran berbasis ras, suku, dan agama, berpotensi merusak toleransi antarbudaya serta mengganggu iklim sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konseling realita dengan teknik WDEP (Wants, Doing, Evaluation, Planning) terhadap penurunan perilaku diskriminasi budaya di media sosial pada siswa kelas VIII SMPN 5 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test–post-test. Populasi berjumlah 224 siswa, dengan sampel 15 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil pre-test yang menunjukkan tingkat diskriminasi budaya tinggi. Intervensi dilakukan melalui enam sesi konseling kelompok realita dengan teknik WDEP. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai lebih besar dari pada taraf signifikansi 5% (db=14). Rata-rata skor diskriminasi budaya menurun dari 87,60 menjadi 65,27. Hasil ini menunjukkan bahwa konseling realita dengan teknik WDEP berpengaruh signifikan dalam menurunkan perilaku diskriminasi budaya di media sosial pada siswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 8