cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 63 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 63 Documents clear
LATIHAN INTERVAL EKSTENSIF UNTUK DAYA TAHAN DAN KECEPATAN LARI 400 METER ATLET PPLP NTB Sari, Mahdalena; Syah, Herman; Imran, Ali
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10970

Abstract

ABSTRACT Endurance and speed are important components in the 400-meter sprint event because athletes are required to maintain sprint performance until the finish line. One of the common problems experienced by sprint athletes is a decrease in speed during the final phase of the race due to high levels of fatigue. This study aimed to analyze the effect of extensive interval training on improving the endurance and speed abilities of 400-meter runners at PPLP NTB athletics. The study employed an experimental method using a one group pretest-posttest design. The research sample consisted of 10 PPLP NTB athletics athletes selected through a total sampling technique. The training program was conducted for six weeks with a frequency of three sessions per week and a total of 16 meetings. The training program consisted of 500-meter runs with a target time of 80 seconds, two sets, two-minute recovery, and a gradual increase in repetitions from three to seven repetitions. The research instrument used was a 400-meter running test measured in seconds. Data were analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test at a 5% significance level. The results showed that the average 400-meter running time decreased from 61.92 seconds in the pretest to 55.68 seconds in the posttest. Statistical analysis revealed that the t-count value of 6.333 was higher than the t-table value of 1.833. These findings indicate that extensive interval training is effective in improving the endurance and speed performance of 400-meter athletes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan daya tahan dan kecepatan dalam lari 400 meter, karena nomor ini menuntut kemampuan mempertahankan kecepatan tinggi sampai garis akhir. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan interval ekstensif terhadap peningkatan kemampuan daya tahan dan kecepatan lari 400 meter atlet atletik PPLP NTB. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain two group pre-test and post-test. Sampel penelitian berjumlah 10 atlet atletik PPLP NTB yang diambil dari seluruh populasi penelitian. Instrumen penelitian berupa tes lari 400 meter dengan satuan detik, menggunakan lintasan atletik, start block, stopwatch, cone, dan blangko pencatatan. Perlakuan diberikan selama enam minggu dengan frekuensi tiga kali setiap minggu dan total 16 kali pertemuan. Program latihan menggunakan lari 500 meter dengan target waktu 80 detik, dua set, repetisi bertahap dari tiga sampai tujuh kali, dan recovery dua menit. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata waktu kelompok interval menurun dari 61,92 detik pada pretest menjadi 55,68 detik pada posttest. Hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung sebesar 6,333 lebih besar daripada t-tabel 1,833 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian, latihan interval ekstensif berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan daya tahan dan kecepatan lari 400 meter atlet atletik PPLP NTB.
LATIHAN BEBAN KETTLER UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN TENDANGAN DOLLYO CHAGI ATLET TAEKWONDO Anugrah, Udo Mahardika; K, Dadang Warta Candra; Muliani, Sri Erny
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10983

Abstract

ABSTRACT Kick speed is one of the essential components in kyorugi taekwondo performance because it is closely related to attack effectiveness and the opportunity to score points during matches. The problem identified among Taekwondo athletes at Dojang Patriot was the lack of specific training programs capable of improving the speed of the dollyo chagi kick. This study aimed to analyze the effect of kettler weight training based on elastic resistance on improving the speed of the dollyo chagi kick in taekwondo athletes. The study employed a quantitative approach using a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of seven Taekwondo athletes from Dojang Patriot who participated in a five-week training program conducted three times per week. The treatment was carried out using elastic bands attached to the athletes’ ankles to provide resistance during kicking movements. The research instrument used was a 15-second dollyo chagi kick frequency test performed with both the right and left legs. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and the paired sample t-test. The results showed that kettler weight training significantly improved kick speed in both legs. These findings indicate that elastic resistance training specifically applied to kicking movement patterns is effective in enhancing explosive ability, movement coordination, and the technical performance of taekwondo athletes. Therefore, kettler weight training can be used as an alternative specific training method in taekwondo athlete development programs. ABSTRAK Kecepatan tendangan merupakan salah satu komponen penting dalam performa kyorugi taekwondo karena berhubungan dengan efektivitas serangan dan peluang memperoleh poin dalam pertandingan. Permasalahan yang ditemukan pada atlet Taekwondo Dojang Patriot adalah belum optimalnya latihan spesifik yang mampu meningkatkan kecepatan tendangan dollyo chagi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan beban kettler berbasis tahanan elastis terhadap peningkatan kecepatan tendangan dollyo chagi pada atlet taekwondo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri atas tujuh atlet Taekwondo Dojang Patriot yang mengikuti program latihan selama lima minggu dengan frekuensi tiga kali latihan setiap minggu. Perlakuan diberikan menggunakan karet elastis yang dipasang pada pergelangan kaki untuk memberikan tahanan saat melakukan gerakan tendangan. Instrumen penelitian menggunakan tes jumlah tendangan dollyo chagi selama 15 detik pada tungkai kanan dan kiri. Data dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan beban kettler mampu meningkatkan kecepatan tendangan pada kedua tungkai secara signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa latihan tahanan elastis yang diterapkan secara spesifik pada pola gerak tendangan efektif mendukung peningkatan kemampuan eksplosif, koordinasi gerak, dan performa teknik atlet taekwondo. Dengan demikian, latihan beban kettler dapat digunakan sebagai alternatif metode latihan spesifik dalam pembinaan atlet taekwondo.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP KEBUGARAN JASMANI LANSIA DESA TAWALI Fadilah, Umul; Subakti, Subakti; Muliani, Sri Erny
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.10984

Abstract

ABSTRACT Physical fitness in older adults is an important factor in maintaining independence, mobility, and quality of life during aging. However, physical activity among older adults in rural areas tends to remain low, increasing the risk of declining physical capacity and functional health. This study aimed to analyze the effect of elderly exercise programs on the physical fitness of older adults in Tawali Village, Wera District, Bima Regency. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental one group pretest-posttest design. The participants consisted of 15 older adults who regularly took part in the elderly exercise program during the research period. Physical fitness was measured using a 1-mile fast walking test conducted before and after the intervention. Data were analyzed using descriptive statistics and a paired sample t-test at a significance level of 0.05. The findings indicated an improvement in physical fitness following the implementation of the elderly exercise program. Most participants experienced increased fitness scores, with an average improvement of 34.29%. Statistical analysis revealed a significant difference between the pre-test and post-test results, indicating that the elderly exercise program was effective in improving physical fitness among older adults. These findings suggest that community-based elderly exercise programs can serve as a safe, simple, and practical form of physical activity to help older adults maintain physical health, mobility, and quality of life in rural communities. ABSTRAK Kebugaran jasmani pada lansia menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan kemandirian, mobilitas, dan kualitas hidup pada usia lanjut. Namun, aktivitas fisik lansia di lingkungan pedesaan masih cenderung rendah sehingga berisiko mempercepat penurunan kemampuan fisik dan kesehatan fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam lansia terhadap kebugaran jasmani lansia di Desa Tawali, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 15 lansia yang mengikuti program senam lansia secara teratur selama periode penelitian. Pengukuran kebugaran jasmani dilakukan menggunakan tes jalan cepat 1 mil sebelum dan sesudah perlakuan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kebugaran jasmani setelah pelaksanaan program senam lansia. Sebagian besar peserta mengalami peningkatan skor kebugaran dengan rata-rata peningkatan sebesar 34,29%. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test sehingga program senam lansia dinilai efektif dalam meningkatkan kebugaran jasmani lansia. Temuan ini menunjukkan bahwa senam lansia berbasis komunitas dapat menjadi alternatif aktivitas fisik yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan untuk membantu lansia mempertahankan kesehatan fisik, mobilitas, dan kualitas hidup di lingkungan masyarakat pedesaan.