cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 44 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 3 (2026)" : 44 Documents clear
REKONSTRUKSI PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA KORPORASI DALAM TINDAK PIDANA KORUPSI DANA PUBLIK PASCA UU 19/2019 DAN KUHP BARU Simbolon, Josmangasi; Bea, Yuventus; Malau, Parningotan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9191

Abstract

ABSTRACT This article analyzes corporate criminal liability in public fund corruption by examining jurisprudential developments as a basis for evaluating the evolution of anti-corruption regulations in Indonesia. The study is motivated by the increasing involvement of corporations in corrupt practices, particularly in procurement and infrastructure projects, which demonstrate systematic patterns such as bribery, conflicts of interest, budget manipulation, and the use of shell companies. This research aims to assess the effectiveness of corporate criminal liability models following the revision of the Corruption Eradication Commission’s authority under Law Number 19 of 2019, as well as the regulation of corporations in the New Criminal Code, which will be fully implemented in 2026. The study employs a normative juridical method with statutory, case-based, and conceptual approaches, supported by an analysis of corruption court decisions over the past decade. The results indicate key challenges, including fragmented legal instruments, complexities in proving corporate fault, and inconsistencies across regulatory frameworks. These findings reveal a structural gap in the corporate sentencing system. The novelty of this study lies in reconstructing a corporate criminal liability model based on the corporate fault attribution approach, integrated with the framework of the New Criminal Code to better adapt to contemporary corporate crime. The conclusion emphasizes the need to strengthen a more systematic and contextual corporate criminal liability model to enhance the effectiveness of combating public fund corruption. ABSTRAK Artikel ini menganalisis pertanggungjawaban pidana korporasi dalam tindak pidana korupsi dana publik dengan meninjau dinamika yurisprudensi sebagai dasar evaluasi perkembangan regulasi antikorupsi di Indonesia. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya keterlibatan korporasi dalam praktik korupsi, khususnya pada sektor pengadaan dan proyek infrastruktur, yang menunjukkan pola sistematis seperti suap, konflik kepentingan, manipulasi anggaran, dan penggunaan perusahaan cangkang. Penelitian ini bertujuan menilai efektivitas model pertanggungjawaban pidana korporasi pasca revisi kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 serta pengaturan korporasi dalam KUHP Baru yang akan berlaku penuh pada tahun 2026. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan, kasus, dan konseptual, disertai analisis putusan pengadilan tindak pidana korupsi dalam satu dekade terakhir. Hasil menunjukkan adanya kendala utama berupa ketidakterpaduan instrumen hukum, kompleksitas pembuktian kesalahan korporasi, serta ketidaksinkronan antar kerangka regulasi. Temuan ini menegaskan adanya kesenjangan struktural dalam sistem pemidanaan korporasi. Novelty penelitian terletak pada rekonstruksi model pertanggungjawaban pidana korporasi berbasis corporate fault attribution yang diintegrasikan dengan desain KUHP Baru secara lebih adaptif terhadap karakteristik kejahatan korporasi kontemporer. Simpulan menekankan perlunya penguatan model pertanggungjawaban pidana korporasi yang lebih sistematis dan kontekstual guna meningkatkan efektivitas penanggulangan korupsi dana publik.
INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DAN ESG DALAM SISTEM EKONOMI MODERN Ariningrum, Hardini; Fitriandini, Elsa; Ramadhani, Choirunnisa; Rahmawati, Tika
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9284

Abstract

ABSTRACT The rapid development of Artificial Intelligence (AI) has driven significant transformations in accounting systems, particularly in supporting sustainability reporting based on Environmental, Social, and Governance (ESG) principles. However, comprehensive studies that examine the integration of AI and ESG within the context of modern accounting systems remain relatively limited. This study aims to analyze the forms of AI–ESG integration in modern accounting systems and to assess their role in enhancing the quality of corporate sustainability reporting. The study employs a qualitative descriptive approach using a literature review method, analyzing 20 peer-reviewed journal articles published between 2021 and 2025. The literature was sourced from multiple academic databases, including Google Scholar, ScienceDirect, SSRN, and ResearchGate, to ensure comprehensive coverage of relevant studies. Data were analyzed using content analysis, with research findings categorized into key thematic areas related to the application of AI in ESG reporting, carbon and environmental accounting, as well as AI governance and ethical considerations. The results indicate that the integration of AI into accounting systems contributes to improved reporting efficiency, enhanced accuracy and timeliness of sustainability data, and greater transparency of ESG information through automated data collection and processing, risk analysis, and decision-support mechanisms. This study concludes that the integration of AI and ESG expands the role of accounting systems from traditional financial record-keeping tools to strategic instruments that support corporate accountability and long-term sustainability. ABSTRAK Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mendorong transformasi signifikan dalam sistem akuntansi, khususnya dalam mendukung pelaporan keberlanjutan berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Meskipun demikian, kajian yang membahas integrasi AI dan ESG secara komprehensif dalam konteks sistem akuntansi modern masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk integrasi AI dan ESG dalam sistem akuntansi modern serta perannya dalam meningkatkan kualitas pelaporan keberlanjutan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka (literature review) terhadap 20 artikel jurnal ilmiah bereputasi yang diterbitkan pada periode 2021–2025. Sumber literatur diperoleh dari berbagai basis data akademik, meliputi Google Scholar, ScienceDirect, SSRN, dan ResearchGate, guna memastikan keluasan dan kedalaman kajian. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) dengan mengelompokkan temuan penelitian ke dalam tema-tema utama terkait penerapan AI dalam pelaporan ESG, akuntansi karbon, serta tata kelola dan etika AI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AI dalam sistem akuntansi berkontribusi pada peningkatan efisiensi proses pelaporan, akurasi dan ketepatan waktu data keberlanjutan, serta transparansi informasi ESG melalui otomatisasi pengumpulan dan pengolahan data, analisis risiko, dan dukungan pengambilan keputusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dan ESG memperluas peran sistem akuntansi dari sekadar alat pencatatan keuangan menjadi instrumen strategis dalam mendukung akuntabilitas dan keberlanjutan perusahaan.
KEMANDIRIAN EKONOMI RUMAH TANGGA MELALUI AFFILIATE TIKTOK SHOPE DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH DI JEMBER Ula, Nabila Zahrotul; Mujahida, Siti Aimatul; Zahriyah, Aminatus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9325

Abstract

ABSTRACT The development of the digital economy has led to the emergence of various platform-based income schemes, including the TikTok Shop affiliate program utilized by households. This phenomenon is important to examine as it relates not only to income generation but also to how such income is utilized to strengthen household economic independence. Previous studies have primarily focused on marketing and economic empowerment aspects, with limited attention to its impact on household economic independence from a maqashid sharia perspective. Therefore, this study aims to analyze the role of TikTok Shop affiliates in promoting household economic independence in Jember Regency using the maqashid sharia framework. This study employs a descriptive qualitative approach, using primary data from in-depth interviews supported by secondary data from relevant literature. Data were analyzed through data reduction, classification of needs based on dharuriyat, hajiyat, and tahsiniyat categories, and conclusion drawing. The results indicate that income from affiliate activities is utilized hierarchically to fulfill these categories of needs, thereby contributing to strengthening household economic independence. The findings conclude that TikTok Shop affiliate practices have the potential to align with maqashid sharia principles and support sustainable household economic development within the digital economy context. ABSTRAK Perkembangan ekonomi digital mendorong munculnya berbagai skema pendapatan berbasis platform, termasuk program affiliate TikTok Shop yang dimanfaatkan oleh rumah tangga. Fenomena ini penting dikaji karena berkaitan tidak hanya dengan peningkatan pendapatan, tetapi juga dengan pola pemanfaatannya dalam membangun kemandirian ekonomi keluarga. Kajian terdahulu umumnya menyoroti aspek pemasaran dan pemberdayaan ekonomi, namun masih terbatas dalam menganalisis dampaknya terhadap kemandirian ekonomi rumah tangga dalam perspektif maqashid syariah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menganalisis peran affiliate TikTok Shop dalam mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga di Kabupaten Jember dengan menggunakan kerangka maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data primer melalui wawancara mendalam dan didukung data sekunder dari literatur terkait. Analisis dilakukan melalui reduksi data, pemetaan kebutuhan berdasarkan kategori dharuriyat, hajiyat, dan tahsiniyat, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan dari aktivitas affiliate dimanfaatkan secara berjenjang untuk memenuhi ketiga kategori kebutuhan tersebut, sehingga berkontribusi terhadap penguatan kemandirian ekonomi rumah tangga. Simpulan penelitian menegaskan bahwa praktik affiliate TikTok Shop berpotensi selaras dengan prinsip maqashid syariah dan mendukung keberlanjutan ekonomi rumah tangga dalam konteks ekonomi digital.
KERUSAKAN EKOSISTEM DANAU KERINCI DI KABUPATEN KERINCI AKIBAT AKTIVITAS MANUSIA Handayani, Eva; Indasari, Lusi; Fitria, Yessi; Ivoriantika, Titik; Rosadi, Devita
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9783

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the damage to the ecosystem of Lake Kerinci in Kerinci Regency caused by human activities. Lake Kerinci plays a crucial ecological and social role, but various activities such as agriculture, deforestation, and excessive tourism have led to environmental degradation. The methods used in this research include field surveys, water sampling for quality analysis, and interviews with local communities to understand their perceptions of the changes occurring. The results indicate that the quality of the lake's water has deteriorated, impacting biodiversity and public health. Contributing factors to ecosystem damage, including pollution from domestic waste and sedimentation due to land use changes, were identified as primary causes. This study recommends mitigation measures involving ecosystem rehabilitation and increasing community awareness about the importance of environmental conservation. Collaborative efforts between the government, communities, and the private sector are essential to maintain the sustainability of Lake Kerinci as a valuable natural resource for present and future generations in the region. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan ekosistem Danau Kerinci di Kabupaten Kerinci akibat aktivitas manusia. Danau Kerinci memiliki fungsi ekologis dan sosial yang penting, tetapi berbagai aktivitas seperti pertanian, penebangan hutan, dan pariwisata berlebihan telah menyebabkan degradasi lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mencakup survei lapangan, pengambilan sampel air untuk analisis kualitas, serta wawancara dengan masyarakat lokal untuk memahami persepsi mereka mengenai perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air danau mengalami penurunan, yang berdampak pada keanekaragaman hayati dan kesehatan masyarakat. Variabel-variabel yang berkontribusi terhadap kerusakan ekosistem, termasuk pencemaran limbah domestik dan sedimentasi akibat perubahan penggunaan lahan, diidentifikasi sebagai faktor utama. Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah mitigasi yang melibatkan rehabilitasi ekosistem dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan. Upaya kolaboratif antara pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta diperlukan untuk menjaga keberlanjutan Danau Kerinci sebagai sumber daya alam yang sangat berharga bagi generasi mendatang secara terpadu berkelanjutan konsisten dan berorientasi pada pelestarian.
ANALISA PENGARUH PERMEABILITAS TANAH TERHADAP PERSYARATAN KONSTRUKSI EMBUNG Gholiza, Dea Mutiara; Juansyah, Yan; Setyanto, Setyanto
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9802

Abstract

ABSTRACT Reservoir ponds (embung) are important infrastructures for water resource conservation, particularly in areas with hilly topography. The Malahayati University area has relatively steep slopes, which require reservoir construction capable of minimizing the potential for leakage. One of the technical factors influencing reservoir safety is the permeability of the soil used as the base or core layer. This study aims to analyze the permeability coefficient of native soil and mixed soil (50% native soil and 50% laterite soil) and to evaluate its suitability with the requirements of SNI 8460:2017 concerning geotechnical design standards. The research was conducted through laboratory testing of soil physical properties and permeability testing using the falling head method. The results show that the native soil has an average permeability coefficient of m/s, while the mixed soil has a lower value of m/s. This decrease in permeability is consistent with the reduction in the void ratio from 1.553 in the native soil to 1.391 in the mixed soil. Based on the provisions of SNI 8460:2017, which require a permeability value of less than m/s for impermeable materials, the mixed soil meets the criteria as a reservoir core material. Therefore, the use of a mixture of native soil and laterite soil is recommended to improve impermeability and reduce the risk of leakage in reservoir construction. ABSTRAK Embung merupakan infrastruktur penting dalam konservasi sumber daya air, terutama pada wilayah dengan topografi berbukit. Kawasan Universitas Malahayati memiliki kemiringan lereng yang cukup curam sehingga membutuhkan konstruksi embung yang mampu meminimalkan potensi kebocoran. Salah satu faktor teknis yang mempengaruhi keamanan embung adalah nilai permeabilitas tanah yang digunakan sebagai lapisan dasar atau inti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai koefisien permeabilitas tanah asli dan tanah campuran (50% tanah asli dan 50% tanah laterit) serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan standar SNI 8460:2017 tentang persyaratan perancangan geoteknik. Penelitian dilakukan melalui pengujian laboratorium terhadap sifat fisik tanah dan uji permeabilitas menggunakan metode falling head. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tanah asli memiliki koefisien permeabilitas rata-rata sebesar m/detik, sedangkan tanah campuran memiliki nilai yang lebih rendah yaitu m/detik. Penurunan permeabilitas tersebut sejalan dengan berkurangnya angka pori dari 1,553 pada tanah asli menjadi 1,391 pada tanah campuran. Berdasarkan ketentuan SNI 8460:2017 yang mensyaratkan nilai permeabilitas kurang dari m/detik untuk material kedap air, tanah campuran dinilai memenuhi kriteria sebagai material inti embung. Oleh karena itu, penggunaan campuran tanah asli dan tanah laterit direkomendasikan untuk meningkatkan kedap air dan mengurangi risiko kebocoran pada konstruksi embung.
PERTANIAN KONSERVASI UNTUK MENGURANGI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM DAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN DI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN-SALAK Situmorang, Marningot Tua Natalis; Istiadi, Yossa
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9838

Abstract

ABSTRACT Conservation agriculture is an approach developed to enhance the resilience of agricultural systems to climate change while simultaneously improving productivity and the welfare of rural communities. This study aims to analyze the factors influencing the adoption of conservation agriculture practices and to assess their impact on farmers’ productivity in areas surrounding Mount Halimun-Salak National Park. The research data were obtained through a household survey of farmers and analyzed using an econometric approach with the Multinomial Endogenous Switching Regression (MESR) model to identify the determinants of adoption and to compare the productivity of farmers who adopt and those who do not adopt these practices. The results indicate that several socio-economic characteristics significantly influence farmers’ adoption decisions, including age, gender, farming experience, land size, level of formal education, access to extension services, and membership in farmer organizations or associations. Furthermore, the implementation of combined conservation agriculture practices has been shown to have a positive effect on increasing farmers’ productivity and income compared to conventional farming systems. These findings suggest that the development of conservation agriculture practices can serve as an effective adaptation strategy to address climate change while improving the performance of the agricultural sector at the local level. Therefore, policy support and active involvement from stakeholders are needed to expand farmers’ access to information, extension services, and institutional support in order to encourage the broader and sustainable adoption of conservation agriculture practices. ABSTRAK Pertanian konservasi merupakan salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk meningkatkan ketahanan sistem pertanian terhadap perubahan iklim sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi praktik pertanian konservasi serta menilai dampaknya terhadap produktivitas petani di kawasan sekitar Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Data penelitian diperoleh melalui survei rumah tangga petani, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan ekonometrika dengan model Multinomial Endogenous Switching Regression (MESR) untuk mengidentifikasi determinan adopsi serta membandingkan produktivitas antara petani yang mengadopsi dan yang tidak mengadopsi praktik tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa beberapa karakteristik sosial ekonomi petani berpengaruh signifikan terhadap keputusan adopsi, antara lain usia, jenis kelamin, pengalaman bertani, luas lahan, tingkat pendidikan formal, akses terhadap layanan penyuluhan, serta keanggotaan dalam organisasi atau asosiasi petani. Selain itu, penerapan kombinasi praktik pertanian konservasi terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan pendapatan petani dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan praktik pertanian konservasi dapat menjadi strategi adaptasi yang efektif dalam menghadapi perubahan iklim sekaligus meningkatkan kinerja sektor pertanian di tingkat lokal. Oleh karena itu, diperlukan dukungan kebijakan dan peran aktif pemangku kepentingan dalam memperluas akses petani terhadap informasi, penyuluhan, serta kelembagaan yang dapat mendorong peningkatan adopsi praktik pertanian konservasi secara berkelanjutan.
PENGARUH DAN DAMPAK LITERASI KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN UMKM STUDY KASUS PADA SHIS KEBAB Lutfhi, Muhammad; Komalasari, Intan; Anggraini, Meliana; Alfinoor, Muhammad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9880

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the role of financial literacy in shaping financial management behavior among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). Financial literacy is an important aspect of business sustainability, as many MSME actors still operate their businesses without systematic financial management practices. This condition may affect the ability of business owners to plan, manage, and evaluate their financial conditions in a sustainable manner. This research employed a descriptive qualitative approach using a case study design at the Shis Kebab MSME located in Tanjung Bintang District, South Lampung Regency. Data were collected through in-depth interviews with the business owner as the main informant using an open-ended interview guide. The collected data were then analyzed descriptively to describe the level of financial literacy and the financial management practices implemented in daily business activities. The results show that the business owner has a basic understanding of several financial products, such as savings accounts and digital banking services. However, financial records are still maintained in a simple manner and have not been organized into systematic financial reports, and there is no clear separation between business and personal finances. In addition, business planning is still oriented toward short-term needs, and the business owner has not had access to financial management training from formal institutions. These findings indicate that improving financial literacy is necessary to support more effective and sustainable financial management among MSMEs. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan dalam membentuk perilaku pengelolaan keuangan pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Literasi keuangan menjadi aspek penting bagi keberlanjutan usaha karena masih banyak pelaku UMKM yang menjalankan kegiatan usaha tanpa didukung oleh praktik pengelolaan keuangan yang sistematis. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan pelaku usaha dalam merencanakan, mengelola, dan mengevaluasi kondisi keuangan usahanya secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada UMKM Shis Kebab yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Bintang, Kabupaten Lampung Selatan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha sebagai informan utama menggunakan pedoman pertanyaan terbuka. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan pemahaman literasi keuangan serta praktik pengelolaan keuangan yang dilakukan dalam kegiatan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha telah memiliki pemahaman dasar mengenai beberapa produk keuangan seperti tabungan dan layanan perbankan digital. Namun, praktik pencatatan keuangan masih dilakukan secara sederhana, belum disusun dalam laporan keuangan yang sistematis, serta belum terdapat pemisahan yang jelas antara keuangan usaha dan keuangan pribadi. Selain itu, perencanaan usaha masih berorientasi pada kebutuhan jangka pendek dan pelaku usaha belum memiliki akses terhadap pelatihan pengelolaan keuangan dari lembaga formal. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan diperlukan untuk mendukung pengelolaan keuangan UMKM yang lebih efektif dan berkelanjutan.
PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP PERILAKU MENABUNG GENERASI Z DI ERA DIGITAL santosa, Budi; Haryono, Haryono; Raharja, Mei
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9911

Abstract

ABSTRACT The development of financial technology in the digital era has transformed the financial management patterns of young generations, including their saving activities. Generation Z, as digital natives, has broad access to technology-based financial services; however, this convenience is not always accompanied by disciplined financial behavior. This study aims to analyze the influence of financial literacy on the saving behavior of Generation Z within the context of digital financial service usage. The research employed a quantitative approach with an explanatory design involving 100 respondents aged 17–24 years who already have savings accounts and use digital financial applications. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using simple linear regression after passing validity, reliability, and classical assumption tests. The results indicate that financial literacy has a positive and significant effect on saving behavior, with a regression coefficient of 0.62 and an R² value of 0.46. This means that financial literacy explains 46% of the variation in saving behavior, while the remaining proportion is influenced by other factors outside the model. These findings affirm that improving financial understanding plays a crucial role in shaping the saving habits of Generation Z in the digital era and serves as a foundation for developing more adaptive and sustainable financial education strategies. ABSTRAK Perkembangan teknologi finansial di era digital telah mengubah pola pengelolaan keuangan generasi muda, termasuk dalam aktivitas menabung. Generasi Z sebagai digital native memiliki akses luas terhadap layanan keuangan berbasis teknologi, namun kemudahan tersebut tidak selalu diimbangi dengan perilaku finansial yang disiplin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap perilaku menabung Generasi Z dalam konteks penggunaan layanan keuangan digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori terhadap 100 responden berusia 17–24 tahun yang telah memiliki tabungan dan menggunakan aplikasi keuangan digital. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku menabung dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,62 dan R² sebesar 0,46. Artinya, literasi keuangan mampu menjelaskan 46% variasi perilaku menabung, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pemahaman keuangan berperan penting dalam membentuk kebiasaan menabung Generasi Z di era digital serta menjadi dasar bagi pengembangan strategi edukasi keuangan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
MENCEGAH MANIPULASI LAPORAN KEUANGAN: STRATEGI DAN TEKNIK AKUNTANSI FORENSIK UNTUK MENDETEKSI KECURANGAN KEUANGAN Puspita, Indah Lia; Andrian, Dila Putri Kinanti; Danisa, Berta; Khoirudin, Ahmad
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9929

Abstract

ABSTRACT The advancement of digital technology has enhanced the effectiveness of forensic accounting in detecting financial statement fraud; however, its application in real cases in Indonesia remains limited. This study aims to analyze forensic accounting strategies and techniques in identifying fraud in the financial statements of PT Garuda Indonesia Tbk in 2018. This research employs a descriptive qualitative approach through a literature study, with systematic data analysis of scientific sources, audit reports, and relevant official documents. The results indicate that technology-based forensic accounting techniques, such as document analysis and digital auditing, are capable of uncovering improper revenue recognition amounting to USD 239 million derived from long-term contracts that were recorded as current-period revenue. In addition, several fraud indicators were identified, including abnormal revenue increases, a significant rise in miscellaneous accounts, and sudden changes in accounting policies. These findings also demonstrate that the integration of analytical technology enables faster and more accurate identification of financial anomalies. Furthermore, the study highlights the importance of leveraging technology to enhance fraud detection accuracy while strengthening the transparency and credibility of financial reporting. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital mendorong peningkatan efektivitas akuntansi forensik dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan, namun penerapannya pada kasus nyata di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi dan teknik akuntansi forensik dalam mengidentifikasi kecurangan pada laporan keuangan PT Garuda Indonesia Tbk tahun 2018. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan analisis data secara sistematis terhadap sumber ilmiah, laporan audit, dan dokumen resmi terkait. Hasil menunjukkan bahwa teknik akuntansi forensik berbasis teknologi, seperti analisis dokumen dan digital auditing, mampu mengungkap pengakuan pendapatan tidak tepat sebesar USD 239 juta dari kontrak jangka panjang yang diakui sebagai pendapatan periode berjalan. Selain itu, ditemukan indikator kecurangan berupa lonjakan pendapatan yang tidak wajar, peningkatan akun lain-lain, dan perubahan kebijakan akuntansi secara tiba-tiba. Temuan ini juga memperlihatkan bahwa integrasi teknologi analitik memungkinkan proses identifikasi anomali keuangan dilakukan secara lebih cepat dan akurat. Temuan ini menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan akurasi deteksi kecurangan serta memperkuat transparansi dan kredibilitas laporan keuangan.
ANALISIS IMPLEMENTASI KEBIJAKKAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT PADA WANITA USIA SUBUR DI KOTA AMBON Matahelumual, Jeane Rosalina; Hendrawan, Harimat; Samsu, Semoel Leonard
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.9946

Abstract

Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) is a key strategy for the early detection of cervical cancer recommended by the World Health Organization (WHO) and included in Indonesia’s Minimum Health Service Standards. However, the coverage of VIA screening among women of reproductive age (WRA) in Ambon City remains below the national target of 70%. This study aimed to analyze the implementation of the VIA screening policy for WRA in Ambon City using the Van Meter and Van Horn policy implementation model. This study employed a qualitative approach with a policy implementation design. Data were collected through in-depth interviews with key stakeholders and supported by observations in six primary health centers. Data analysis was conducted thematically based on the six variables of the Van Meter and Van Horn model. The findings indicate that the implementation of the VIA screening policy has not been optimal. Policy standards and objectives have not been effectively operationalized at the primary health care level. Limited trained human resources, inadequate facilities, and insufficient budget allocation are the main constraints. In addition, communication and supervision remain limited, while sociocultural factors such as stigma and embarrassment hinder WRA participation. Nevertheless, implementers demonstrate a positive level of commitment. In conclusion, strengthening implementation capacity through improved resources, supervision systems, and culturally sensitive approaches is essential to enhance the effectiveness of the VIA screening program. ABSTRAK Pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) merupakan strategi utama dalam deteksi dini kanker serviks yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) serta menjadi indikator dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Namun, cakupan pemeriksaan IVA pada wanita usia subur (WUS) di Kota Ambon masih berada di bawah target nasional sebesar 70%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pemeriksaan IVA bagi WUS di Kota Ambon dengan menggunakan model implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain analisis implementasi kebijakan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan terkait serta observasi di enam puskesmas. Analisis data dilakukan secara tematik berdasarkan enam variabel dalam model Van Meter dan Van Horn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemeriksaan IVA belum optimal. Standar dan tujuan kebijakan belum teroperasionalisasi dengan baik di tingkat puskesmas. Keterbatasan sumber daya manusia terlatih, sarana prasarana, serta dukungan anggaran menjadi kendala utama. Selain itu, komunikasi dan pengawasan masih terbatas, serta faktor sosial budaya seperti stigma dan rasa malu turut menghambat partisipasi WUS. Meskipun demikian, pelaksana menunjukkan komitmen yang baik. Disimpulkan bahwa diperlukan penguatan kapasitas implementasi melalui peningkatan sumber daya, sistem pengawasan, dan pendekatan sosial budaya yang lebih komprehensif.