cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 372 Documents
MENDONGKRAK PROFESIONALISME GURU MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY BERBASIS SEKOLAH DI SMPN 2 TALEGONG CUCU SUWANDANA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v1i2.131

Abstract

Tujuan penulisan best practices ini adalah untuk mendongkrak profesionalisme guru melalui model alternatif pelatihan yang menawarkan model in-service training yang lebih fokus pada upaya pemberdayaan guru sesuai dengan kapasitas serta permasalahan yang dihadapi masing-masing, model tersebut adalah lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS). Hal ini dilakukan karena pelatihan yang selama ini berjalan tidak efektif dalam meningkatkan profesionalisme guru di SMPN 2 Talegong. Adapun hasil yang dicapai adalah: 1) inovasi dalam perencanaan pembel. Oleh karena itu Lesson Study Berbasis Sekolah (LSBS) adalah solusi terbaik untuk meningkatkan profesionalisme guru, dengan tahapan kegiatannya adalah: 1) tahap Pra-Leson Study yang terdiri dari pembekalan, membentuk kelompok guru, menyusun jadwal, menetapkan guru model; 2) tahap pelaksanaan Lesoon Study, terdiri dari, perencanaan (plan), Pelaksanaan (Do), Refleksi (See) dan dilanjutkan dengan tahapan tindak lanjut. ajaran; 2) inovasi dalam pelaksanaan pembelajaran; 3) inovasi dalam evaluasi pembelajaran; 4) inovasi dalam kepengawasan pembelajaran. Selain itu pelalsanaan LSBS juga berdampak baik terhadap peningkatan profesionalisme guru (kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial), dan budaya sekolah (terbangunnya komunitas belajar di lingkungan sekolah, meningkatnya publikasi ilmiah, meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, dan tercapainya sasaran kinerja ASN).
PENINGKATAN HASIL BELAJAR AL-QUR’AN HADIS MATERI HUKUM BACAAN QALQALAH MENGGUNAKAN METODE DEPA BERJENJANG KHUSNAINI FAUZI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v1i2.135

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menggunakan metode Depa Berjenjang untuk meningkatkan hasil belajar Al-Qur’an Hadis materi hukum bacaan qalqalah pada siswa kelas VII G MTs Negeri 2 Temanggung. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklusnya terdiri atas dua pertemuan. Metode Depa Berjenjang merupakan metode Demonstrasi berbasis Praktik dengan menggunakan materi Berjenjang. Sumber data berasal dari teknik tes dan non tes. Teknik tes digunakan untuk mengetahui peningkatan nilai pengetahuan, sedangkan teknik non tes yaitu observasi digunakan untuk mengetahui nilai sikap dan keterampilan. Observasi juga digunakan untuk mengamati kinerja guru dan kegiatan siswa dalam pembelajaran. Indikator keberhasilannya adalah hasil belajar siswa memiliki rerata sedikitnya 75 dan ketuntasan belajar sekurang-kurangnya 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Depa Berjenjang dapat meningkatkan hasil belajar. Nilai sikap, yaitu kedisiplinan 61,76% pada siklus 1 menjadi 79,41% pada siklus 2, dan percaya diri 64,71% pada siklus 1 menjadi 76,47% pada siklus 2. Nilai pengetahuan pada siklus 1, reratanya adalah 76,47 menjadi 86,76 pada siklus 2. Pada siklus 1 siswa mencapai batas tuntas 70,59%, pada siklus 2 meningkat menjadi 85,29%. Nilai keterampilan, siswa mencapai batas tuntas dari 67,65% menjadi 79,41%, reratanya dari 74,51 menjadi 78,43.
PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME DALAM PEMBELAJARAN PKn di Kelas VIII MTs 6 ACEH BESAR MARDHIAH MARDHIAH
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v1i2.142

Abstract

Tujuan penelitian: 1) Penanaman nilai-nilai nasionalisme pada kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran PKn 2) Penanaman nilai-nilai nasionalisme pada kegiatan inti dalam pembelajaran PKn 3) Penanaman nilai-nilai nasionalisme pada kegiatan penutup dalam pembelajaran PKn di kelas VIII MTs Negeri 6 Aceh Besar . Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain. Ada tiga tahapan dalam analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian: 1) Penanaman nilai-nilai nasionalisme pada kegiatan pendahuluan dalam pembelajaran PKn di kelas VIII MTs Negeri 6 Aceh Besar dapat dilaksanakan sesuai harapan, hal ini dapat dilakukan dengan apersepsi dengan mempersiapkan sebelum memulai pembelajaran dengan salam dan sapa serta absesnsi dan juga melakukan penjajagan kesiapan belajar siswa dan menginformasikan kompetensi yang akan dicapai; 2) Penanaman nilai-nilai nasionalisme pada kegiatan inti dalam pembelajaran Pkn di kelas VIII MTs Negeri 6 Aceh Besar dapat dilaksanakan sesuai RPP, yaitu dengan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Di samping itu penanaman nilai- nilai nasionalisme dilaksanaan melalui berbagai macam strategi yaitu di antaranya: pengintegrasian nilai karakter ke dalam mata pelajaran yang dilaksanakan berdasarkan dengan RPP dengan menyisipkan nilai-nilai dan materi nasionalisme dengan metode, media, dan sumber yang telah dirancang oleh guru, di samping itu melalui kegiatan terprogram dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan antara lain; memperingati hari besar nasional, bakti sosial, ekstrakurikuler, menghias kelas dengan tema nasionalisme; 3) Pelaksanaan penanaman nilai karakter pada kegiatan penutup dalam pembelajaran PKn di kelas VIII MTs Negeri 6 Aceh Besar dapat dilaksanakan dengan melakukan penilaian atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram dan merencanakan kegiatan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan kalau perlu melakukan penilaian/tes dan nontes dengan mengacu pada indikator pencapaian nilai-nilai pendidikan karakter, melalui pengamatan guru dalam proses pembelajaran. Penilaian pendidikan nasionalisme dititik beratkan kepada keberhasilan penerapan nilai- nilai dalam sikap dan perilaku peserta didik sesuai dengan nilai nasionalisme yang diterapkan dan diamalkan dalam kehidupan di kelas dan lingkungan sekolah.
PENERAPAN MODEL BIMBINGAN BERBASIS LEMBAR KERJA DALAM PENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENYUSUN INSTRUMEN PENILAIAN TES TERTULIS RAUDLATUL MUNAWARAH
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v1i2.143

Abstract

Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang penerapan model bimbingan berbasis lembar kerja dalam meningkatkan kemampuan guru menyusun instrumen penilaian bentuk tes tertulis. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 HSU dengan subjek penelitian sebanyak 24 orang guru. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus dengan tahapan kegiatan mulai perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi dan refleksi. Data berupa kompetensi yang dicapai guru dalam menyusun tes bentuk tertulis diperoleh dengan melakukan penskoran terhadap hasil jawaban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Bimbingan Berbasis Lembar Kerja (LK) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian bentuk tes tertulis di MAN 1 HSU.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DI MTs NEGERI 2 PURBALINGGA TAHUN PELAJARAN 2020/2021 ZAENAL KHAYAT
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v1i2.147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelisik efektivitas pembelajaran dengan menggunakan Whatsapp dan Google Classroom sebagai media pembelajaran dalam jaringan (daring) di MTs Negeri 2 Purbalingga, pada Masa Pandemi Covid-19 Tahun Pelajaran 2020/2021. Peneliti melakukan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif pada siswa dan guru MTs Negeri 2 Purbalingga. Hasilnya menunjukkan bahwa pembelajaran daring melalui Whatsapp dan Google Classroom pada MTs Negeri 2 Purbalingga kurang efektif, karena berbagai faktor baik dari siswa maupun dari guru. Sehingga sangat diperlukan evaluasi peran guru, siswa dan orang tua dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran daring di MTs Negeri 2 Purbalaingga.
PENGEMBANGAN MODEL INKUIRI MORAL PADA PEMBELAJARAN MENULIS POSTER KONTEKS MULTIKULTURAL DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SUHENDRO SUHENDRO
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v1i2.149

Abstract

Kemampuan menulis poster dalam konteks multikultural di sekolah memiliki peranan penting untuk meningkatkan pemahaman peserta didik dalam hidup masyarakat dan berbudaya secara nyata.Untuk memenuhi hal tersebut, diperlukan adanya model pembelajaran menulis poster yang dapat menciptakan sistem belajar menarik, menyenangkan, dan berorientasi pada penerapan nilai-nilai moral dalam rangka pembentukan karakter. Bertolak dari pentingnya kemampuan menulis poster yang konteks multikultural dalam pembentukan karakter peserta didik, maka diadakan penelitian. Permasalahan penelitian ini adalah apakah desain model inkuiri moral pada pembelajaran menulis poster dapat meningkatkan prestasi belajar dan sekaligus dalam pembentukan karakter peserta didik. Desain penelitian dan mengembangan (research and developmen) ini dikelompokkan dalam tiga bagian yaitu, studi pendahuluan, pengembangan, dan uji validasi. Analisis data dilakukan dengan analisis deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model inkuiri moral pembelajaran menulis poster konteks mutikultural dalam pembentukan karakter sebagai produk pengembangan ini terbukti efektif. Indikatornya adalah meningkatnya rata-rata nilai dan meningkatkan sikap / perilaku positif terhadap mata pelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, guru dalam proses belajar mengajar hendaknya bisa lebih kreatif dan aplikatif dalam menggunakan model-pembelajaran dalam rangka membangun manusia cerdas intelektual dan emosi.
UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN PERUBAHAN PERILAKU SISWA DALAM KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA PADA SISWA KELAS XII IPS1 DI SMA NEGERI 1 PONTIANAK SETELAH MENGIKUTI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN METODE PARTISIPATORI DENGAN TEKNIK ATTL WISNU UTAMIARTI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v1i2.150

Abstract

Keterampilan menulis harus mendapat perhatian yang lebih karena keterampilan yang paling sulit dibandingkan keterampilan yang lain. Menulis tidak hanya menuangkan ide atau gagasan yang ada tetapi melibatkan serangkaian pengetahuan dan keterampilan lain untuk dapat menjadikan tulisan itu enak dibaca. Kegiatan tulis menulis bertujuan untuk mengungkap fakta-fakta, perasaan, sikap, isi pikiran secara jelas dan efektif kepada pembacanya. Keterampilan menulis tidak datang secara otomatis, tetapi harus melalui latihan dan praktik. Berdasarkan hasil analisis data pada penelitian siklus I dan siklus II diketahui adanya peningkatan ketuntasan yang diperoleh siswa dalam pembelajaran menulis teks berita. Hasil ketuntasan tes pada siklus I sebesar 36,84% dengan nilai rata-rata sebesar 70,24 dalam kategori baik. Pada siklus II, ketuntasan siswa mencapai 97,36% dengan nilai rata-rata yang dicapai sebesar 84,81 dan termasuk dalam kategori baik. Terjadi peningkatan dari siklus I sebesar 60,52%. Pembelajaran menulis teks berita menggunakan metode pastisipatori dengan teknik ATTL mampu mengubah perilaku siswa Kelas XII IPS1 SMA Negeri 1 Pontianak. Perubahan tersebut seperti siswa yang semula kurang siap, kurang bersemangat, dan kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran menjadi siap, bersemangat, senang, dan menikmati pembelajaran. Siswa juga tampak lebih aktif dan tidak malu bertanya pada narasumber dan ketika menemui kesulitan.
PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PEMINATAN MENGENAI RUMUS JUMLAH DAN SELISIH SINUS DAN KOSINUS DUA SUDUT PADA SISWA KELAS XI IPA 1 SMA NEGERI 1 CISAAT NIA LUCIANA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v1i2.152

Abstract

Kegiatan ini fokus pada penerapan model discovery learning dalam proses pembelajaran trigonometri rumus jumlah dan selisih sinus dan kosinus dua sudut di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Cisaat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendokumentasikan praktik terbaik dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Best Practices. Dalam pelaksanaan Best Practices, digunakan strategi pemecahan masalah dengan konseptualisasi penyelesaian masalah dengan 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Model pembelajaran yang digunakan adalah discovery learning untuk menemukan dan menurunkan rumus trigonometri jumlah dan selisih dua sudut yang diarahkan dalam sebuah LKPD. Peningkatan kemampuan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam penerapan model discovery learning ini ditunjukkan dari perolehan nilai hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan dari nilai pre test yang awalnya hanya 50% siswa mencapai KKM 78 meningkat menjadi 100% siswa yang mencapai KKM 78. Selain meningkatkan hasil belajar matematika siswa, penerapan model discovery learning di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 1 Cisaat membuat proses pembelajaran yang terjadi cukup menyenangkan dan memberi kesan baik terhadap matematika.
UPAYA PENINGKATAN KERJA ILMIAH SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL SIKLUS BELAJAR BERBASIS INKUIRI PADA PEMBELAJARAN IPA SUYATI SUYATI
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v1i2.153

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) Meningkatkan kerja ilmiah siswa melalui penerapan model siklus belajar berbasis inkuiri pada pembelajaran IPA siswa kelas IX E tentang materi listrik dinamis SMP Negeri 1 Kawedanan tahun pelajaran 2019/2020 dan (2) Mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan model siklus belajar berbasis inkuiri pada pembelajaran IPA siswa kelas IX E tentang materi listrik dinamis SMP Negeri 1 Kawedanan tahun pelajaran 2019/2020 .Strategi penelitiannya adalah menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu PTK, dengan strategi analisis data bersifat siklus. Sampel penelitian menggunakan non probability sampling dengan cara purposive sampling, yaitu kelas IX E berjumlah 32 siswa. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran dengan menggunakan metode inkuiri melalui siklus belajar baik pada siklus I dan siklus II. Persentase ketertarikan mereka meningkat dari siklus I yaitu 92% menjadi 94% pada siklus II. Dengan demikian mereka semakin tertarik dengan metode tersebut. Ketertarikan tersebut menurut mereka karena metode ini mudah dilakukan (siklus I sebesar 77% dan siklus II 86%). Ketertarikan mereka dibuktikan dengan ingin menerapkan metode ini pada setiap pembelajaran fisika yaitu pada siklus I sebanyak 92% dan tetap menunjukkan angka yang sama pada siklus II. Begitu juga pada siklus I dan siklus II mereka menginginkan pembelajaran dengan metode inkuiri diterapkan pada materi IPA lainya (83%).
PENGGUNAAN EMODUL INTERAKTIF MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PERFORMA AKADEMIK SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS DI KELAS X MIPA 7 SMAN 1 GARUT RINA AGUSTINA
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v1i2.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam Pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan Emodul Interaktif dengan metode Discovery learning. Subjek penelitian terdiri dari 32 siswa SMA dengan fokus pada siswa Berprestasi Rendah (LA) dan Berprestasi Tinggi (HA). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 3 Siklus. Prosedur penelitian meliputi tahap refleksi, perencanaan pelaksanaan tindakan dan observasi. Behavioral Engagement (BE) Data diperoleh melalui observasi, data lain berupa Psychologycal Engagement (PE) dan Cognitive Engagement (CE) diperoleh melalui angket student engagement berdasarkan Student engagement Instrument (SEI). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan E Modul Interaktif dengan metode Discovery Learning dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris, khususnya pada materi Past Tense vs Present Perfect Tense. Persentase rata-rata semua aspek BE yang diamati pada siswa LA sebelum diberikan perlakuan. Siklus I, Siklus II dan Siklus III masing-masing sebesar 13,7%, 35, 24%, 48,26% dan 64, 24 &%. Sedangkan hasil BE siswa HA sebelum perlakuan diberikan. Siklus I, Siklus II, dan Siklus III masing-masing sebesar 22,2%, 48,97%, 56,6% dan 64,76%. Hasil PE siswa HA sebelum diberikan perlakuan siklus III meningkat dari 3,75%, hasil LA siswa meningkat sebelum diberikan perlakuan terhadap siklus III yaitu 2,94% sedangkan pada siswa HA meningkat 2,95. %.

Page 3 of 38 | Total Record : 372