cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd. (085239967417) Technical Support Contact: Randi Pratama M., M.Pd. (085781267181) Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan
ISSN : 27748030     EISSN : 27744183     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 546 Documents
IMPLIKASI UANG JAPUIK DALAM KEHARMONISAN BERUMAH TANGGA Haq, Phadilal; Abdullah, Muhammad Wahid
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9345

Abstract

The tradition of Uang Japuik in Padang Pariaman is philosophically a form of respect for the groom within the matrilineal system. However, contemporary phenomena indicate a shift in the meaning of this tradition into an instrument of social prestige, triggering economic and psychosocial burdens for the bride's family. This study aims to analyze the implications of the shifting meaning of the Uang Japuik tradition on marital harmony amidst the high divorce rates in the region. The method used is descriptive qualitative with a literature study approach, synthesizing sociocultural literature and statistical data from the Pariaman Religious Court. The results show that high nominal expectations based on social status often become a source of internal conflict and a trigger for post-marital disharmony. Statistical trends over the last five years (2019-2023) recorded a total of 5,483 divorce cases at the Pariaman Religious Court, where continuous disputes were the dominant factor. The conclusion of this study emphasizes that to realize a harmonious family (sakinah) in accordance with the mandate of Law Number 1 of 1974, a renegotiation of the meaning of Uang Japuik is required to return it to its original function as a symbol of appreciation and strengthening kinship, rather than a financial burden that undermines domestic stability. ABSTRAK Tradisi Uang Japuik di Padang Pariaman secara filosofis merupakan bentuk penghormatan terhadap mempelai laki-laki dalam sistem matrilineal. Namun, fenomena kontemporer menunjukkan adanya pergeseran makna tradisi ini menjadi instrumen prestise sosial yang memicu beban ekonomi dan psikososial bagi keluarga perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pergeseran makna tradisi Uang Japuik terhadap keharmonisan rumah tangga di tengah tingginya angka perceraian di wilayah tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, menyintesis literatur sosiokultural serta data statistik dari Pengadilan Agama Pariaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi nominal yang tinggi berdasarkan status sosial sering kali menjadi sumber konflik internal dan pemicu ketidakharmonisan pasangan pasca-pernikahan. Data tren lima tahun terakhir (2019-2023) mencatat total 5.483 kasus perceraian di PA Pariaman, di mana perselisihan terus-menerus menjadi faktor dominan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa untuk mewujudkan keluarga yang sakinah sesuai amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, diperlukan renegosiasi pemaknaan Uang Japuik agar kembali pada fungsi asalnya sebagai simbol penghargaan dan penguat kekerabatan, bukan beban finansial yang mencederai stabilitas domestik.
PENGARUH BIG DATA ANALYTICS, DATA GOVERNANCE, DAN ANALYTICAL CAPABILITY TERHADAP KUALITAS INFORMASI AKUNTANSI SERTA DAMPAKNYA TERHADAP DETEKSI FRAUD PADA BANK X DI INDONESIA Sianturi, Murdan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9346

Abstract

Digital transformation in the banking sector demands optimization of data management to mitigate fraud risks, but its success is highly dependent on the integration of technology, governance, and human resource capabilities. This study aims to analyze the influence of Big Data Analytics, Data Governance, and Analytical Capability on Accounting Information Quality and its impact on Fraud Detection at Bank X. Using an explanatory quantitative approach, data were collected through questionnaires to employees of related units and analyzed using the SEM-PLS method. The test results show that Big Data Analytics (path coefficient 0.45), Data Governance (0.42), and Analytical Capability (0.40) have a positive and significant effect on Accounting Information Quality, with a determination value (R-Square) of 0.65. Furthermore, Accounting Information Quality is proven to have a significant impact on Fraud Detection (coefficient 0.50) and mediates the relationship between variables with a model influence contribution of 60%. It is concluded that improving the quality of accounting information through the synergy of sophisticated data analytics, disciplined governance, and HR analytical competency is the main foundation in strengthening the effectiveness of the banking fraud detection system. ABSTRAK Transformasi digital di sektor perbankan menuntut optimalisasi pengelolaan data untuk memitigasi risiko kecurangan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada integrasi teknologi, tata kelola, dan kapabilitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Big Data Analytics, Data Governance, dan Analytical Capability terhadap Kualitas Informasi Akuntansi serta dampaknya pada Deteksi Fraud di Bank X. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori, data dikumpulkan melalui kuesioner kepada karyawan unit terkait dan dianalisis menggunakan metode SEM-PLS. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Big Data Analytics (koefisien jalur 0,45), Data Governance (0,42), dan Analytical Capability (0,40) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Informasi Akuntansi, dengan nilai determinasi (R-Square) sebesar 0,65. Lebih lanjut, Kualitas Informasi Akuntansi terbukti berdampak signifikan terhadap Deteksi Fraud (koefisien 0,50) serta memediasi hubungan antarvariabel dengan kontribusi pengaruh model sebesar 60%. Disimpulkan bahwa peningkatan kualitas informasi akuntansi melalui sinergi analitik data yang canggih, tata kelola yang disiplin, dan kompetensi analitik SDM merupakan fondasi utama dalam memperkuat efektivitas sistem deteksi fraud perbankan.
POLA PEMANFAATAN AIR SUNGAI DARI DAM ALAMI WAE ELA UNTUK MASYARAKAT Patty, Farhani Amalia; Nanlohy, W. D.; Ruman, Rifyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9347

Abstract

The availability of clean water following the Wae Ela natural dam landslide disaster has become a crucial challenge for the people of Negeri Lima due to the damage to vital infrastructure. This study aims to analyze the water utilization patterns of the Wae Ela river and its determinants using qualitative methods with an exploratory case study design. Through in-depth interviews and observations, it was found that the utilization patterns are adaptive but very limited, where 100% of the community only uses water for non-consumptive domestic needs such as bathing and washing. Quantitative data shows an average usage volume of 130 liters per individual per visit with a dominant frequency of 2-3 times a week, concentrated in the morning (46.6%) and afternoon (33.3%). This pattern is hierarchically influenced by five main factors: the lack of adequate infrastructure, physical accessibility constraints, competition with alternative water sources, socio-economic stratification, and institutional gaps. It is concluded that current water utilization is highly dependent on individual physical and economic access without an equitable distribution mechanism, thus urgently requiring sustainable water governance policy interventions. ABSTRAK Ketersediaan air bersih pascabencana longsor bendungan alami Wae Ela menjadi tantangan krusial bagi masyarakat Negeri Lima akibat kerusakan infrastruktur vital. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola pemanfaatan air sungai aliran Wae Ela dan faktor determinannya menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus eksploratif. Melalui wawancara mendalam dan observasi, ditemukan bahwa pola pemanfaatan bersifat adaptif namun sangat terbatas, di mana 100% masyarakat hanya menggunakan air untuk kebutuhan domestik non-konsumsi seperti mandi dan mencuci. Data kuantitatif menunjukkan rata-rata volume penggunaan sebesar 130 liter per individu per kunjungan dengan frekuensi dominan 2-3 kali seminggu, yang terkonsentrasi pada waktu pagi (46,6%) dan sore hari (33,3%). Pola ini dipengaruhi secara hierarkis oleh lima faktor utama, yaitu ketiadaan infrastruktur memadai, kendala aksesibilitas fisik, kompetisi dengan sumber air alternatif, stratifikasi sosial-ekonomi, serta kekosongan kelembagaan. Disimpulkan bahwa pemanfaatan air saat ini sangat bergantung pada kemampuan akses fisik dan ekonomi individu tanpa mekanisme pemerataan, sehingga mendesak perlunya intervensi kebijakan tata kelola air yang berkelanjutan.    
KETERLIBATAN KELUARGA MUDA DALAM PROSES REGENERASI MAJELIS GEREJA DI GEREJA KRISTEN JAWA BAHTERA KASIH PEPANTHAN TEJOSARI Nugroho, Daniel Imanuel; Setyani, Eliana
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9780

Abstract

ABSTRACT The participation of young families in church ministries is not always accompanied by readiness to assume leadership roles. At Gereja Kristen Jawa (GKJ) Bahtera Kasih, particularly in the Tejosari Pepanthan, young families actively engage in various non-structural ministries such as Sunday school, hospitality, singing ministry, and other church activities; however, they are reluctant to serve as church elders. This situation raises concerns regarding leadership regeneration, which may affect the sustainability of church governance and ministry. This study aims to analyze the forms of young families’ involvement and to identify the factors underlying their reluctance to enter church leadership positions. The research employed a qualitative case study approach using interviews, observations, and documentation. The research subjects included young families actively involved in church ministries as well as church administrators engaged in congregational development. Data were analyzed thematically to identify patterns of participants’ experiences and perceptions. The findings reveal that reluctance to serve as elders is influenced by low self-confidence, limited time due to work and family responsibilities, feelings of inferiority toward senior elders, and limited understanding of liturgy. These findings indicate that active ministry participation does not automatically translate into readiness for ecclesiastical leadership without adequate guidance. Therefore, churches need to develop structured mentoring and capacity-building programs for young families to support sustainable leadership regeneration. ABSTRAK Partisipasi keluarga muda dalam pelayanan gereja tidak selalu diikuti dengan kesiapan menerima peran kepemimpinan. Di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Bahtera Kasih Pepanthan Tejosari, keluarga muda aktif dalam berbagai pelayanan non-struktural seperti sekolah minggu, konsumsi, singer, dan kegiatan gereja lainnya, namun belum bersedia menjadi majelis. Kondisi ini menimbulkan persoalan regenerasi kepemimpinan yang dapat memengaruhi keberlanjutan tata kelola pelayanan gereja. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk keterlibatan keluarga muda serta mengidentifikasi faktor yang mendasari keengganan mereka memasuki jabatan kemajelisan. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan keluarga muda yang aktif dalam pelayanan serta pengurus gereja yang terlibat dalam pembinaan jemaat. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan pola pengalaman dan persepsi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keengganan menjadi majelis dipengaruhi oleh rendahnya rasa percaya diri, keterbatasan waktu akibat tuntutan pekerjaan dan keluarga, rasa minder terhadap majelis senior, serta keterbatasan pemahaman liturgi. Temuan ini menegaskan bahwa keterlibatan pelayanan belum otomatis menghasilkan kesiapan kepemimpinan gerejawi tanpa pembinaan yang memadai. Implikasinya, gereja perlu mengembangkan pendampingan terstruktur dan program penguatan kapasitas bagi keluarga muda guna mendukung regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan.
PENGARUH KOMPENSASI, LINGKUNGAN KERJA, DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP TURNOVER INTENTION PADA PT. BAHAGIA JAYA SEJAHTERA BOGOR Anwar, Muhamad Hasbi Rizal; Sudarijati, Sudarijati; Pramestidewi , Chandra Ayu
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9840

Abstract

A high level of employee turnover intention has become an important issue for organizations because it can affect organizational stability, operational sustainability, and employee performance effectiveness. This study aims to analyze the influence of compensation, work environment, and leadership style on employee turnover intention at PT. Bahagia Jaya Sejahtera Bogor. This research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 72 employees as respondents. The data were analyzed using multiple linear regression, correlation analysis, coefficient of determination, and hypothesis testing through F-test and t-test. The results indicate that compensation, work environment, and leadership style simultaneously have a negative and significant effect on employee turnover intention. Partially, each independent variable also shows a negative and significant effect on turnover intention, with the work environment being the most dominant factor. The coefficient of determination shows that the three variables explain 74.7% of the variation in turnover intention, while the remaining percentage is influenced by other factors outside the research model. These findings suggest that improving fair compensation systems, creating a conducive work environment, and implementing effective leadership styles can reduce employees’ turnover intention. ABSTRAKTingginya tingkat turnover intention karyawan menjadi salah satu permasalahan yang perlu diperhatikan oleh perusahaan karena dapat memengaruhi stabilitas organisasi, keberlangsungan operasional, serta efektivitas kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, lingkungan kerja, dan gaya kepemimpinan terhadap turnover intention karyawan pada PT. Bahagia Jaya Sejahtera Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 72 responden yang merupakan karyawan perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda, uji korelasi, koefisien determinasi, serta pengujian hipotesis melalui uji F dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kompensasi, lingkungan kerja, dan gaya kepemimpinan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention. Secara parsial, ketiga variabel independen tersebut juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap turnover intention, dengan lingkungan kerja sebagai variabel yang memiliki pengaruh paling dominan. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel penelitian mampu menjelaskan sebesar 74,7% variasi turnover intention, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan sistem kompensasi yang adil, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, serta penerapan gaya kepemimpinan yang efektif dapat menekan tingkat turnover intention karyawan.
ANALISIS KESULITAN PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Peka, Musrifa; Balikh, Ratna Abdul Pakdin; Likur, Fadhillah Abdul Halik; Amsidi, Mukmin
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.9898

Abstract

This study aims to analyze students’ difficulties in solving problems of systems of linear equations in two variables and to identify the factors causing these difficulties among eighth-grade students at UPTD SMP Negeri Anlawening. This research employed a qualitative approach with a case study design. The research subjects consisted of 22 students, with 6 students selected as samples through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that students experience various difficulties in solving problems of systems of linear equations in two variables, including difficulties in conceptual understanding, arithmetic operations, understanding word problems, applying solution methods, and remembering formulas. The factors causing these difficulties consist of internal factors, such as low learning interest, motivation, and basic mathematical skills, as well as external factors, such as an unconducive learning environment and lack of parental support. Efforts to overcome these difficulties include providing regular practice exercises, applying individual approaches, using varied teaching methods, and fostering collaboration among teachers, students, and parents. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya pada peserta didik kelas VIII UPTD SMP Negeri Anlawening. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik, dengan sampel sebanyak 6 peserta didik yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik mengalami berbagai kesulitan dalam menyelesaikan soal sistem persamaan linear dua variabel, meliputi kesulitan dalam pemahaman konsep, operasi hitung, memahami soal cerita, penggunaan metode penyelesaian, serta daya ingat terhadap rumus. Faktor penyebab kesulitan terdiri dari faktor internal, seperti rendahnya minat belajar, motivasi, dan kemampuan dasar matematika, serta faktor eksternal, seperti lingkungan belajar yang kurang kondusif dan kurangnya dukungan orang tua. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut antara lain pemberian latihan soal secara rutin, pendekatan individual, penggunaan metode pembelajaran yang variatif, serta kerja sama antara guru, peserta didik, dan orang tua.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN HANDPHONE DI NS PHONE KOTA MOJOKERTO Naryanti, Riris Wanda; Zaman, Komarun; Setyowati, Lis; Nuryadi, Nuryadi
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v5i4.7014

Abstract

ABSTRACT With the rapid growth of information technology, the business world is now in a highly competitive digital era, where marketing strategies play a crucial role for companies to survive and grow, particularly in increasing sales. This study aims to analyze the marketing strategies implemented by NS PHONE in Mojokerto City to improve smartphone sales. Data were collected through documentation, interviews, and observation, using a qualitative approach and descriptive analysis. The findings show that NS PHONE effectively applies the 4P marketing mix strategy. The products offered are adjusted to customer needs and current market trends, competitive pricing is maintained, the store is located in a strategic area, and promotions are actively carried out through social media platforms such as TikTok, WhatsApp, and Facebook. Furthermore, friendly service and a personal approach contribute to customer satisfaction and long-term loyalty. Based on sales data from February to May 2025, the number of units sold increased, indicating that the marketing strategy successfully supported sales growth at NS PHONE Mojokerto. ABSTRAK Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi, dunia bisnis kini berada di era digital yang sangat kompetitif, di mana strategi pemasaran menjadi kunci penting bagi perusahaan untuk bertahan dan berkembang, khususnya dalam meningkatkan penjualan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran yang diterapkan NS PHONE Kota Mojokerto dalam meningkatkan penjualan handphone. Data penelitian diperoleh melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi dengan pendekatan kualitatif serta analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NS PHONE secara efektif menggunakan strategi bauran pemasaran 4P. Produk yang ditawarkan disesuaikan dengan kebutuhan dan tren pasar terkini, harga yang dipatok relatif bersaing, Lokasi took berada di area strategis, serta promosi dilakukan secara aktif melalui media social seperti TikTok, WhatsApp, dan Facebook. Selain itu pelayanan ramah serta pendekatan personal terbukti mampu meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus membangun loyalitas jangka panjang. Berdasarkan data penjualan Februari hingga Mei 2025, terjadi peningkatan jumlah unit terjual, yang menunjukkan efektivitas strategi pemasaran dalam mendukung peningkatan penjualan handphone di NS PHONE Kota Mojokerto.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MELALUI INTEGRASI MODEL INKUIRI TERBIMBING DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING Baga, Sisean; Khoiri, Ahmad; Aqil, Deden Ibnu; Choirina, Dwi; Ratnasari, Dewi; Taufiqurrahman; Riyanto, Sugeng
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.7085

Abstract

Critical thinking skills are essential 21st-century competencies for students. The complexity of current environmental issues necessitates applying critical thinking to formulate effective solutions. This study aims to examine the effect of integrating the Guided Inquiry model with a Deep Learning approach on students' critical thinking skills regarding environmental change. The research was conducted in tenth-grade Biology classes at two private high schools in Jakarta, Indonesia, during the 2024/2025 Academic Year. A quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design was employed. The sample consisted of 70 students, selected via purposive sampling, divided into two classes of 35. Results showed an average score of 85.18 for the experimental class and 77.32 for the control class. Independent t-test results indicated a significant impact of the integrated Guided Inquiry and Deep Learning approach on improving students' critical thinking skills. Thus, this pedagogical integration serves as an effective option for teachers to strengthen students' critical reasoning. Both methods foster an interactive learning environment that stimulates the exploration of new ideas and independent knowledge construction. ABSTRAK Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi abad ke-21 yang perlu dimiliki oleh peserta didik. Kompleksitas permasalahan lingkungan saat ini menuntut penerapan kemampuan berpikir kritis untuk merumuskan solusi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh integrasi model Inkuiri Terbimbing dengan pendekatan Deep Learning  terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi perubahan lingkungan. Penelitian dilaksanakan pada mata pelajaran Biologi kelas X di dua SMA swasta di Jakarta, Indonesia, pada Tahun Pelajaran 2024/2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas 70 peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam dua kelas yang masing-masing berjumlah 35 peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 85,18, sedangkan kelas kontrol sebesar 77,32. Hasil uji t independen menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari integrasi model Inkuiri Terbimbing dengan pendekatan Deep Learning  terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Dengan demikian, penerapan integrasi model dan pendekatan pembelajaran ini dapat menjadi pilihan yang efektif bagi guru untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis peserta didik. Integrasi ini juga menciptakan lingkungan belajar yang interaktif yang mendorong eksplorasi ide-ide baru serta konstruksi pengetahuan secara mandiri.
ANALISIS EFEKTIVITAS STRATEGI PEMASARAN CANVASSING DAN CONTACTING PADA PT VICTORY INTERNASIONAL FUTURES CIPUTRA WORLD Lestari, Putri Indah; Aminah, Siti
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8536

Abstract

This study aims to analyze the implementation of canvassing and contacting marketing strategies by marketing personnel at PT Victory International Futures Ciputra World and to assess their effectiveness in achieving company targets. This research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through direct observation and in-depth interviews with two key informants who have extensive experience in marketing activities. The collected data were analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results indicate that the canvassing strategy is effective in building direct relationships with potential customers, creating trust, and strengthening personal engagement, with a success rate of approximately 75%. Meanwhile, the contacting strategy is considered more efficient in reaching prospective customers through remote communication using mobile phones and digital media. Both strategies complement each other, where canvassing functions as an initial stage to open marketing opportunities, while contacting strengthens ongoing relationships toward the closing process. Therefore, the integration of these two strategies is proven to enhance the company’s marketing effectiveness in a sustainable manner. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pemasaran canvassing dan contacting oleh tenaga pemasaran di PT Victory International Futures Ciputra World serta menilai tingkat efektivitasnya dalam mencapai target perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap dua informan utama yang merupakan tenaga pemasaran berpengalaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi canvassing efektif dalam membangun hubungan langsung dengan calon nasabah, menciptakan kepercayaan, serta meningkatkan keterikatan personal dengan tingkat keberhasilan sekitar 75%. Sementara itu, strategi contacting dinilai lebih efisien untuk menjangkau calon nasabah melalui komunikasi jarak jauh menggunakan telepon seluler dan media digital. Kedua strategi tersebut saling melengkapi, di mana canvassing berfungsi sebagai tahap awal untuk membuka peluang, sedangkan contacting memperkuat hubungan lanjutan hingga menuju proses closing. Dengan demikian, integrasi kedua strategi ini terbukti mampu meningkatkan efektivitas pemasaran perusahaan secara berkelanjutan.
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN MINAT ORGANISASI PADA MAHASISWA DITINJAU DARI KEIKUTSERTAAN BERORGANISASI Azzahra, Elena Putri; Ariyanto, Mustaqim Setyo; Salim, Agus
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i2.8548

Abstract

The phenomenon of declining student participation in organizational activities is the background of this study, which aims to examine the relationship between organizational culture and organizational interest by reviewing aspects of student participation. This study applies a quantitative approach through a correlational and comparative test design involving 100 students aged 18-25 years as respondents through an accidental sampling technique. Data were collected using a Likert scale and analyzed using the Anacova test, Product Moment Correlation, Independent Sample t-Test, and Mann-Whitney. The results of the statistical analysis show that organizational culture has a significant influence on organizational interest (F = 28.669; p = 0.000) with a positive correlation of 0.398. Furthermore, the participation factor is proven to strengthen the relationship (F = 63.334; p = 0.000). Comparative findings show a significant difference in the level of organizational interest between active students (Mean = 84.34) and inactive students (Mean = 72.68), but interestingly there was no difference in perceptions of organizational culture between the two groups (p = 0.552). It was concluded that although perceptions of organizational culture were felt evenly, the experience of direct involvement was the main determinant of high interest, so that higher education strategies need to be focused on strengthening a positive, inclusive culture to encourage active student participation. ABSTRAK Fenomena penurunan partisipasi mahasiswa dalam kegiatan organisasi menjadi latar belakang penelitian ini, yang bertujuan untuk menguji hubungan antara budaya organisasi dan minat berorganisasi dengan meninjau aspek keikutsertaan mahasiswa. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif melalui desain uji beda korelasional dan komparatif yang melibatkan 100 mahasiswa berusia 18-25 tahun sebagai responden melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala likert dan dianalisis menggunakan uji Anakova, Korelasi Product Moment, Independent Sample t-Test, serta Mann-Whitney. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa budaya organisasi memiliki pengaruh signifikan terhadap minat organisasi (F=28,669$; p=0,000) dengan korelasi positif sebesar 0,398. Lebih lanjut, faktor keikutsertaan terbukti memperkuat hubungan tersebut (F=63,334; p=0,000). Temuan komparatif memperlihatkan adanya perbedaan signifikan pada tingkat minat organisasi antara mahasiswa yang aktif (Mean=84,34) dan yang tidak aktif (Mean=72,68), namun menariknya tidak ditemukan perbedaan persepsi mengenai budaya organisasi di antara kedua kelompok tersebut (p=0,552). Disimpulkan bahwa meskipun persepsi budaya organisasi dirasakan secara merata, pengalaman keterlibatan langsung menjadi determinan utama tingginya minat, sehingga strategi perguruan tinggi perlu difokuskan pada penguatan budaya positif yang inklusif untuk memacu partisipasi aktif mahasiswa.