cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2026)" : 8 Documents clear
MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI MOTOR PENGGERAK PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA DI SEKOLAH DASAR Soi'mah, Hadiyatus; Prayogo, Muhammad Suwignyo; Azizah, Wahyu Lu’atul; Lestari, Mujiah Indah
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.7379

Abstract

ABSTRACT The low achievement of science learning outcomes at the elementary school level indicates that students continue to face difficulties in understanding abstract subject matter. This situation underscores the need for innovation in the use of instructional media so that the teaching and learning process can become more concrete, engaging, and easier for students to understand. This study is intended to examine the extent to which the use of instructional media is effective in improving science learning outcomes. The investigation was conducted by combining a meta-analysis of five classroom action research articles with direct observation of sixth-grade students at SDN Tempurejo 01. Data collection was carried out through a review of scientific journals relevant to instructional media and the improvement of science learning outcomes, as well as through observation of learning activities utilizing concrete media in the form of miniature models of the Earth, Moon, and Sun. The findings indicate that the continuous use of instructional media is able to enhance students’ understanding of science concepts and promote active student engagement, as reflected in both previous research findings and field observations. Based on these overall findings, it can be concluded that the utilization of instructional media plays a strategic role in fostering more active, enjoyable, and meaningful science learning experiences for elementary school students. ABSTRAK Rendahnya capaian hasil belajar IPA di tingkat sekolah dasar mengindikasikan bahwa peserta didik masih menghadapi hambatan dalam memahami materi yang bersifat abstrak. Situasi tersebut menegaskan perlunya pembaruan dalam pemanfaatan media pembelajaran agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung secara lebih konkret, menarik, serta mudah dipahami oleh siswa. Penelitian ini diarahkan untuk mengkaji sejauh mana efektivitas penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar IPA. Kajian dilakukan dengan memadukan meta-analisis terhadap lima artikel penelitian tindakan kelas dan observasi langsung terhadap siswa kelas VI di SDN Tempurejo 01. Pengumpulan data dilaksanakan melalui telaah jurnal ilmiah yang relevan dengan topik media pembelajaran dan peningkatan hasil belajar IPA, serta melalui pengamatan proses pembelajaran yang memanfaatkan media konkret berupa miniatur bumi, bulan, dan matahari. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penggunaan media pembelajaran secara berkelanjutan mampu meningkatkan pemahaman konsep IPA dan mendorong keterlibatan aktif siswa, baik berdasarkan temuan penelitian sebelumnya maupun hasil observasi di lapangan. Berdasarkan keseluruhan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembelajaran IPA yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa sekolah dasar.
IMPLEMENTASI STEM DI SEKOLAH DASAR DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PEMBELAJARAN DAN PENDEKATAN PENDIDIKAN ABAD KE 21 Jayanto, Pery; Saputro, Totok Victor Didik
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9443

Abstract

ABSTRACT The Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) approach has been widely recommended as an instructional strategy for addressing the demands of 21st-century skills, including critical thinking, creativity, collaboration, and communication. However, the implementation of STEM in elementary schools still faces various challenges related to teachers, curriculum, facilities, and students’ characteristics. This article aims to comprehensively examine the challenges of implementing STEM in elementary schools and their implications for the learning process. This  study employed a descriptive qualitative literature review. The research stages consisted of: (1) searching for articles from reputable national and international journals published within the last three years (2022–2024); (2) selecting articles based on predefined inclusion and exclusion criteria; (3) conducting content analysis to identify major themes related to STEM implementation challenges; and (4) synthesizing research findings to identify consistent patterns across studies. The results indicate that the main challenges include teachers’ limited understanding of STEM concepts and integration, lack of continuous professional development, insufficient learning facilities and media, and difficulties in aligning STEM with the existing curriculum. In addition, variations in elementary school students’ readiness levels also affect the effectiveness of STEM implementation. This article is expected to serve as a reference for educators and policymakers in developing more effective and sustainable strategies for strengthening STEM implementation in elementary schools. ABSTRAK Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi salah satu strategi pembelajaran yang direkomendasikan untuk menjawab tuntutan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Namun, implementasi STEM di sekolah dasar (SD) masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari aspek guru, kurikulum, sarana prasarana, maupun karakteristik siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif tantangan implementasi STEM di sekolah dasar serta implikasinya terhadap proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Tahapan penelitian meliputi: (1) penelusuran artikel ilmiah dari jurnal internasional dan nasional bereputasi yang dipublikasikan dalam tiga tahun terakhir (2022–2024); (2) seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi; (3) analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait tantangan implementasi STEM; serta (4) sintesis hasil penelitian untuk memperoleh pola temuan yang konsisten. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama implementasi STEM di sekolah dasar meliputi keterbatasan pemahaman guru tentang konsep dan integrasi STEM, minimnya pelatihan profesional berkelanjutan, keterbatasan fasilitas dan media pembelajaran, serta kesulitan dalam mengintegrasikan STEM dengan kurikulum yang berlaku. Selain itu, perbedaan kesiapan siswa sekolah dasar juga memengaruhi efektivitas penerapan STEM. Artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dan pemangku kebijakan dalam merumuskan strategi penguatan implementasi STEM yang lebih efektif dan berkelanjutan di sekolah dasar.
VALIDITAS MODUL DIGITAL BERBASIS CANVA PADA PLATFORM HEYZINE FLIPBOOK DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING MATERI SUMBER ENERGI KELAS III SD Sinurat, Ester; Chan, Faizal; Khoirunnisa, Khoirunnisa
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9517

Abstract

Science learning at the elementary school level requires the availability of teaching materials that are able to present concepts concretely, contextually, and in line with the developmental stages of students' learning. However, the teaching materials used in third-grade science learning are still dominated by printed modules that tend to be textual and lack interactivity, so they do not fully support conceptual understanding, especially in the material on energy sources. This research is directed at developing and assessing the feasibility of a Canva-based digital module published through the Heyzine Flipbook platform by integrating a deep learning approach in third-grade science learning in elementary school. The method applied is Research and Development (R&D) with the ADDIE model that includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation, but the implementation of the research is limited to the development stage because the focus of the study is on testing the validity of the product. The digital module was designed using the Canva application and presented in the form of an interactive digital book through the Heyzine Flipbook platform. The product assessment stage involved three experts, namely a material expert, a language expert, and a media expert, with a five-level Likert scale questionnaire instrument. The data obtained were analyzed using a percentage technique to determine the level of module validity. The results of the study indicate that the digital module is categorized as very valid in all assessment aspects, including the feasibility of the material, language, and media, with an average validity level of 95.44%. Therefore, the resulting digital module is considered suitable for use as a science and science teaching material on energy sources for third-grade elementary school students. However, this study has not included practicality and effectiveness tests, so further research is needed to examine its application in classroom learning. ABSTRAKPembelajaran IPAS pada jenjang sekolah dasar menuntut ketersediaan bahan ajar yang mampu menyajikan konsep secara konkret, kontekstual, serta selaras dengan tahap perkembangan belajar peserta didik. Namun, bahan ajar yang digunakan pada pembelajaran IPAS kelas III masih didominasi oleh modul cetak yang cenderung bersifat tekstual dan minim interaktivitas, sehingga belum sepenuhnya mendukung pemahaman konsep, khususnya pada materi sumber energi. Penelitian ini diarahkan untuk mengembangkan sekaligus menilai tingkat kelayakan modul digital berbasis Canva yang dipublikasikan melalui platform Heyzine Flipbook dengan mengintegrasikan pendekatan deep learning dalam pembelajaran IPAS kelas III sekolah dasar. Metode yang diterapkan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahapan analysis, design, development, implementation, dan evaluation, namun pelaksanaan penelitian dibatasi hingga tahap development karena fokus kajian berada pada pengujian validitas produk. Modul digital dirancang menggunakan aplikasi Canva dan disajikan dalam bentuk buku digital interaktif melalui platform Heyzine Flipbook. Tahap penilaian produk melibatkan tiga pakar, yaitu ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, dengan instrumen angket skala Likert lima tingkat. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik persentase untuk mengetahui tingkat validitas modul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul digital berada pada kategori sangat valid pada seluruh aspek penilaian, meliputi kelayakan materi, kebahasaan, dan media, dengan rata-rata tingkat kevalidan sebesar 95,44%. Oleh karena itu, modul digital yang dihasilkan dinilai layak dimanfaatkan sebagai bahan ajar IPAS materi sumber energi bagi peserta didik kelas III sekolah dasar. Meskipun demikian, penelitian ini belum mencakup uji kepraktisan dan efektivitas sehingga diperlukan penelitian lanjutan untuk mengkaji penerapannya dalam pembelajaran di kelas.
VALIDITAS E-MODUL INTERAKTIF HEYZINE FLIPBOOK DENGAN PENDEKATAN DEEP LEARNING PADA MATERI SIKLUS HIDUP HEWAN KELAS III SD Perangin-angin, Romian; Chan, Faizal; Khoirunnisa, Khoirunnisa
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9519

Abstract

This study aims to develop an interactive e-module based on the Heyzine Flipbook as well as evaluate its level of validity by applying Deep Learning approaches to elementary school grade III animal life cycle materials. The methods used are research and development (Research and Development) with the stages of development referring to ADDIE model which includes analysis, design, development, limited implementation and evaluation. The assessment of product viability is done through validation by linguists, subject matter experts and media experts using the validation sheet instrument. The validation result data is descriptively analyzed by converting the assessment score into a percentage to determine the product validity category. The results of the study showed that the developed interactive e-modules achieved a very high level of validity, with an assessment percentage of 97.78% linguists, 95.56% subject matter experts and 97,50% media experts as well as an overall average of 96.92%. Reviewed from the linguistic aspect, e-modules are assessed using a language that is easy to understand, communicative and appropriate for learner development. From the material aspect, e-module contents have been organized in line with curriculum, learning reach and learning objectives of IPAS grade III. While from the media aspect, visual displays, navigation systems and interactive features are judged to support active and meaningful learning. Therefore, Heyzine Flipbook-based interactive e-modules with Deep Learning approach were declared to be suitable for use as learning media of IPAS grade III primary school. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul interaktif berbasis Heyzine Flipbook serta menelaah tingkat validitasnya dengan menerapkan pendekatan Deep Learning pada materi siklus hidup hewan kelas III sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan tahapan pengembangan mengacu pada model ADDIE yang mencakup analisis, perancangan, pengembangan, implementasi terbatas, dan evaluasi. Penilaian kelayakan produk dilakukan melalui validasi oleh ahli bahasa, ahli materi, dan ahli media menggunakan instrumen lembar validasi. Data hasil validasi dianalisis secara deskriptif dengan mengubah skor penilaian ke dalam bentuk persentase guna menentukan kategori kevalidan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul interaktif yang dikembangkan memperoleh tingkat validitas sangat tinggi, dengan persentase penilaian ahli bahasa sebesar 97,78%, ahli materi 95,56%, dan ahli media 97,50%, serta rata-rata keseluruhan sebesar 96,92%. Ditinjau dari aspek kebahasaan, e-modul dinilai menggunakan bahasa yang mudah dipahami, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan peserta didik. Dari aspek materi, isi e-modul telah disusun selaras dengan kurikulum, capaian pembelajaran, dan tujuan pembelajaran IPAS kelas III. Sementara dari aspek media, tampilan visual, sistem navigasi, dan fitur interaktif dinilai mampu mendukung pembelajaran yang aktif dan bermakna. Oleh karena itu, e-modul interaktif berbasis Heyzine Flipbook dengan pendekatan Deep Learning dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran IPAS kelas III sekolah dasar.
VALIDITAS MEDIA DIGITAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL BATIK JAMBI UNTUK PEMBELAJARAN IPAS PERUBAHAN WUJUD ZAT KELAS IV Rajagukguk, Rut Putri; Destrinelli, Destrinelli; Rosmalinda, Desy
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9525

Abstract

This research focuses on the development of a digital learning media that highlights the local wisdom of Jambi Batik as a learning context for the material of changes in the state of matter for fourth grade elementary school students. The use of local cultural elements is expected to make the concept of science and natural sciences feel more concrete, meaningful, and close to the daily experiences of students, thereby helping them understand the material more easily. The method used is research and development (R&D) with the DDD-E model which includes the stages of Decide (determining needs and objectives), Design (media design), Develop (product creation and refinement), and Evaluate (assessment and improvement). Data were obtained through interviews, observations, and questionnaires. After the media was developed, a validation test was conducted to assess its feasibility and quality, involving three validators, namely media experts, material experts, and language experts. The validation results showed an average score of 95% from media experts with a feasible category, 97.5% from material experts with a very feasible category, and 98% from language experts with a feasible category. Based on these findings, the digital learning media based on the local wisdom of Jambi Batik on the material of changes in the state of matter for fourth grade elementary school students is declared to meet the eligibility criteria and can be used as an alternative media in classroom learning activities. ABSTRAKPenelitian ini difokuskan pada pengembangan sebuah media pembelajaran digital yang mengangkat kearifan lokal Batik Jambi sebagai konteks pembelajaran materi perubahan wujud zat untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Pemanfaatan unsur budaya lokal tersebut diharapkan dapat membuat konsep IPAS terasa lebih konkret, bermakna, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari peserta didik, sehingga membantu mereka memahami materi dengan lebih mudah. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model DDD-E yang meliputi tahapan Decide (penentuan kebutuhan dan tujuan), Design (perancangan media), Develop (pembuatan dan penyempurnaan produk), serta Evaluate (penilaian dan perbaikan). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan penyebaran angket. Setelah media selesai dikembangkan, dilakukan uji validasi untuk menilai kelayakan dan kualitasnya, melibatkan tiga validator, yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata persentase 95% dari ahli media dengan kategori layak, 97,5% dari ahli materi dengan kategori sangat layak, serta 98% dari ahli bahasa dengan kategori layak. Berdasarkan temuan tersebut, media pembelajaran digital berbasis kearifan lokal Batik Jambi pada materi perubahan wujud zat untuk siswa kelas IV SD dinyatakan memenuhi kriteria kelayakan dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
UJI VALIDITAS BAHAN AJAR BERBASIS DEEP LEARNING BERBANTUAN HEYZINE FLIPBOOK MATERI KERAGAMAN BUDAYA INDONESIA KELAS IV Khatimah, Husnul; Chan, Faizal; Khoirunnisa, Khoirunnisa
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9526

Abstract

Digital transformation in education demands flexible, interactive learning focused on developing 21st-century competencies. However, preliminary research conducted in fourth-grade students at SD 182/I Hutan Lindung (Protected Forest Elementary School) showed that the current teaching materials are still general, teacher-centered, and not tailored to the needs and characteristics of students. The materials have not optimally integrated deep learning, and the use of digital technology is still limited, resulting in one-way learning and minimal student participation. This results in the delivery of Indonesian Cultural Diversity material being textual, lacking contextual and visual elements. This results in low student enthusiasm, focus, and activeness in asking questions and discussing, and a lack of in-depth understanding of the material. These conditions cause the learning process to be one-way and not contextual and visual. As a result, students are less enthusiastic, active, and understand the subject matter. This study aims to test the validity of deep learning-based teaching materials assisted by flipbook heyzine on Indonesian Cultural Diversity material for fourth-grade elementary school students. This study uses a Research and Development (R&D) approach with the ADDIE model, which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validation process was carried out by material experts, linguists, and design experts using a validation sheet as a research instrument. The data obtained were analyzed using quantitative and qualitative analysis techniques. The results showed that the validation of material experts obtained an average value of 4.90, validation of linguists was 4.88, and validation of design experts was 4.89, all of which were in the very valid category. Thus, the deep learning-based teaching material assisted by heyzine flipbooks was declared very valid and suitable for use in learning the material of Indonesian Cultural Diversity in grade IV of elementary school and can be continued to the implementation stage to test its practicality and impact on learning outcomes. ABSTRAKTransformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut pembelajaran yang fleksibel, interaktif, dan berfokus pada pengembangan kompetensi abad ke-21. Namun, penelitian awal yang dilakukan di kelas IV SD 182/I Hutan Lindung, menunjukkan bahwa, bahan ajar yang digunakan saat ini masih bersifat umum, teacher-centered, dan belum disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik peserta didik. Materi belum mengintegrasikan deep learning secara optimal dan pemanfaatan teknologi digital masih terbatas, sehingga pembelajaran cenderung satu arah dan minim partisipasi siswa. Hal ini menyebabkan penyampaian materi Keragaman Budaya Indonesia masih tekstual, kurang kontekstual dan visual, sehingga antusiasme, fokus, dan keaktifan siswa dalam bertanya maupun berdiskusi rendah, serta pemahaman terhadap materi belum berkembang secara mendalam. Kondisi tersebut menyebabkan proses pembelajaran menjadi satu arah dan tidak kontekstual dan visual. Akibatnya, peserta didik kurang antusias, aktif, dan memahami materi pelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji validitas bahan ajar berbasis deep learning berbantuan heyzine flipbook pada materi Keragaman Budaya Indonesia untuk peserta didik kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Proses validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli desain dengan menggunakan lembar validasi sebagai instrumen penelitian. Data yang didapat dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validasi ahli materi memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,90, validasi ahli bahasa sebesar 4,88, dan validasi ahli desain sebesar 4,89, yang seluruhnya berada pada kategori sangat valid. Dengan demikian, bahan ajar berbasis deep learning berbantuan heyzine flipbook dinyatakan sangat valid dan layak digunakan dalam pembelajaran materi Keragaman Budaya Indonesia di kelas IV sekolah dasar dan dapat dilanjutkan pada tahap implementasi untuk menguji kepraktisan serta dampaknya terhadap capaian belajar.
VALIDITAS MODUL DIGITAL INTERAKTIF BERBANTUAN HEYZINE FLIPBOOK BERPENDEKATAN DEEP LEARNING MATERI SIFAT CAHAYA KELAS V Manurung, Widia Lestari; Chan, Faizal; Khoirunnisa, Khoirunnisa
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9527

Abstract

The development of an interactive digital module supported by Heyzine Flipbook and incorporating a deep learning approach aims to describe its validity level in IPAS instruction on the topic of light properties for fifth-grade elementary school students. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE development model; however, the process was limited to the development stage because the study focused solely on evaluating product feasibility through expert validation, without conducting small-group or large-group trials. The analysis stage was carried out to identify learning needs, student characteristics, and problems encountered in IPAS learning on the topic of light properties. The design stage included outlining the module structure, preparing deep learning-based material, and designing an interactive module display using Heyzine Flipbook. The development stage involved developing the module based on the design and validating it by language, content, and media experts using validation sheets. The results showed that the module was categorized as very valid, with validity percentages of 96% for language aspects, 98% for content aspects, and 90% for media aspects. Therefore, the Heyzine Flipbook-assisted interactive digital module is highly feasible for use in IPAS learning on the topic of light properties in grade V elementary school. ABSTRAKPengembangan modul digital interaktif berbantuan Heyzine Flipbook dengan pendekatan deep learning ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat validitasnya pada pembelajaran IPAS materi sifat cahaya bagi siswa kelas V Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, namun prosesnya dibatasi sampai tahap development karena fokus kajian hanya pada penilaian kelayakan produk melalui validasi ahli, tanpa uji coba kelompok kecil maupun kelompok besar. Tahap analysis dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran, karakteristik siswa, serta permasalahan yang muncul dalam pembelajaran IPAS pada materi sifat cahaya. Tahap design meliputi perancangan struktur modul, penyusunan materi berbasis deep learning, dan desain tampilan interaktif menggunakan Heyzine Flipbook. Tahap development mencakup pengembangan modul sesuai rancangan dan validasi oleh ahli bahasa, ahli materi, serta ahli media menggunakan lembar validasi. Hasil validasi menunjukkan modul berada pada kategori sangat valid dengan persentase aspek bahasa 96%, aspek materi 98%, dan aspek media 90%. Dengan demikian, modul digital interaktif berbantuan Heyzine Flipbook dinyatakan sangat layak digunakan dalam pembelajaran IPAS materi sifat cahaya di kelas V Sekolah Dasar.
VALIDASI BAHAN AJAR ENSIKLOPEDIA BERMUATAN KEARIFAN LOKAL PEMBELAJARAN IPAS MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN KELAS IV Butrabutar, Ririn; Chan, Faizal; Rosmalinda, Desy
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9528

Abstract

This study was conducted to design and produce an instructional material development product in the form of a locally based digital encyclopedia on the topic of plant structures and the functions of their parts for Grade IV elementary IPAS learning. The study was motivated by the suboptimal use of digital instructional materials at SD Negeri 165/I Sengkawang, even though technological facilities are available, causing learning to remain largely dependent on textbooks and less contextual. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE framework, implemented only up to the development stage, with a primary focus on expert validation. Data were collected qualitatively through direct interviews with teachers and students to identify learning needs, and quantitatively through validation sheets completed by a subject-matter expert, a language expert, and a media expert using a Likert scale. Quantitative data were analyzed by calculating the percentage of the obtained score relative to the maximum score and classifying it into validity categories. The validation results indicated that the instructional material achieved a very high feasibility level, with language expert feasibility at 94%, content expert feasibility at 94%, and media expert feasibility at 98%, and an average validity of 95% categorized as highly valid. These findings show that the developed digital encyclopedia meets feasibility criteria in terms of content accuracy, language quality, and media design, and has the potential to support a more engaging and well-targeted learning experience that aligns with the cultural environment of elementary school students. ABSTRAKPenelitian ini dilakukan untuk merancang dan menghasilkan sebuah produk pengembangan bahan ajar berupa ensiklopedia digital bermuatan kearifan lokal pada topik struktur serta fungsi bagian-bagian tumbuhan untuk pembelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar. Latar belakang penelitian berangkat dari belum optimalnya pemanfaatan bahan ajar digital di SD Negeri 165/I Sengkawang meskipun sarana teknologi tersedia, sehingga pembelajaran masih cenderung bergantung pada buku teks dan kurang kontekstual. Penelitian ini menerapkan metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan kerangka ADDIE pelaksanaannya hanya dilakukan hingga fase pengembangan (development), terutama pada proses validasi ahli. Pendataan dilakukan secara kualitatif dengan melakukan tanya jawab langsung bersama guru dan peserta didik untuk memetakan kebutuhan, serta secara kuantitatif melalui lembar validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media berbantuan skala Likert. Data kuantitatif dianalisis untuk menghitung persentase perbandingan skor perolehan terhadap skor maksimal dan mengklasifikasikannya ke kategori kevalidan. Temuan dari tahap validasi memperlihatkan bahwa bahan ajar tersebut memperoleh penilaian tingkat kelayakan yang sangat tinggi, dengan kelayakan ahli bahasa 94%, ahli materi 94%, dan ahli media 98%, serta rata-rata kevalidan 95% pada kategori sangat valid. Hal ini menunjukkan bahwa ensiklopedia digital yang dirancang sudah memenuhi kriteria kelayakan dari aspek ketepatan materi, kebahasaan, dan tampilan media, serta berpotensi mendukung suasana belajar yang lebih menyenangkan sekaligus tepat sasaran dengan lingkungan budaya siswa sekolah dasar.

Page 1 of 1 | Total Record : 8