Destrinelli Destrinelli, Destrinelli
Unknown Affiliation

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kolaboratif untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa di Kelas IV Sekolah Dasar Sitepu, Andre Pratama; Khoirunnisa, Indah; Sandra, Cindi; Destrinelli, Destrinelli; Risdalina, Risdalina; Sundari, Siti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana model pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas IV dalam mata pelajaran IPA, khususnya pada materi perubahan wujud zat dan bentuk energi. Melalui pendekatan tindakan kelas dalam dua siklus, guru menerapkan model pembelajaran kolaboratif dengan integrasi modul ajar berbasis diskusi kelompok dan aktivitas langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan.
Implementasi Program Eco-Creative School “1 Siswa 1 Kresek” untuk Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Siswa SMP Ahmad Dahlan Safitri, Eca; Muzdalifah, Muzdalifah; Fakirah, Hanifah; Nurhayati, Nurhayati; Destrinelli, Destrinelli
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2044

Abstract

Permasalahan sampah di lingkungan sekolah mencerminkan rendahnya kesadaran siswa terhadap kebersihan dan karakter peduli lingkungan. SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi mengidentifikasi kesenjangan antara visi sekolah sehat dengan perilaku keseharian siswa dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Eco-Creative School dengan slogan "1 Siswa 1 Kresek, Sekolah Bersih Cek!" dalam membentuk karakter peduli lingkungan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipatif terhadap 397 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang terbagi dalam 13 rombongan belajar. Program dilaksanakan setiap Sabtu selama 30 menit dengan siklus bulanan meliputi edukasi, praktik, dan pemilihan duta lingkungan. Pengumpulan data menggunakan observasi, angket perubahan sikap, dan rubrik penilaian kebersihan kelas. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan signifikan dengan penurunan sampah berserakan sebesar 78%, peningkatan partisipasi siswa membawa kresek mencapai 94%, dan peningkatan skor kesadaran lingkungan dari rata-rata 2,3 menjadi 4,1 dalam skala Likert 1-5. Terpilih 3 duta lingkungan setiap bulan yang berperan sebagai role model efektif. Metode pembiasaan konsisten melalui Program Eco-Creative School terbukti efektif membentuk karakter peduli lingkungan siswa dengan pendekatan demokratis dan penguatan positif.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPAS Melalui Workshop Deep Learning Berbasis Proyek Bagi Guru SD Asrial, Asrial; Yusnidar, Yusnidar; Destrinelli, Destrinelli; Sofwan, Muhammad; Sari, Nurmala
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2330

Abstract

pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran IPAS yang bermakna, kontekstual, dan mendorong keterlibatan aktif serta pemahaman mendalam peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar dalam mengembangkan materi pembelajaran IPAS berbasis deep learning melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PJBL). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop bersama guru-guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus II Anggrek di SDN 96 Kota Jambi. Workshop dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui diskusi, praktik langsung, dan pendampingan pengembangan materi pembelajaran. Materi yang diberikan meliputi konsep pembelajaran mendalam, penerapan pembelajaran berbasis proyek, pengembangan modul IPAS kontekstual, serta pemanfaatan teknologi dan media digital untuk mendukung proses pembelajaran. Guru dilibatkan secara aktif dalam merancang proyek pembelajaran yang relevan dengan konteks lingkungan sekolah dan kebutuhan peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan respon yang sangat positif dari peserta. Guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mampu menghasilkan produk pembelajaran berupa modul dan rancangan proyek IPAS yang siap diterapkan di kelas. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan kreativitas, produktivitas, dan kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran IPAS yang lebih bermakna. Melalui forum KKG, kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Implementasi Program CERIA dalam Pencegahan Perundungan di Sekolah Dasar: Studi Kasus di SDN 157 Handayani, Pahlipi Novita; Nadhiroh, Ukhty; Pratiwi, Asih; Destrinelli, Destrinelli
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2180

Abstract

Perundungan di sekolah dasar masih menjadi permasalahan serius yang mengancam keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program CERIA (Cerdas, Empati, Ramah, Inklusif, Aman) sebagai upaya pencegahan perundungan di SDN 157. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi 12 guru Tim CERIA, 45 siswa kelas IV-V, dan 30 orang tua yang terlibat dalam program. Program CERIA mengintegrasikan teori pembelajaran sosial emosional, praktik restoratif, dan disiplin positif melalui tahapan implementasi terstruktur yang mencakup sosialisasi dan pembentukan tim, edukasi dan kampanye anti perundungan, serta implementasi kegiatan preventif seperti kelas karakter mingguan, literasi anti perundungan, patroli CERIA bulanan, dan pembentukan peer counselor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang bentuk-bentuk perundungan, menciptakan sistem pelaporan yang jelas, menumbuhkan perilaku empati dan saling menghargai, serta membentuk budaya sekolah yang lebih inklusif dan ramah anak dengan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
Think Before Click: Penggunaan Media Sosial Aman dan Bijak sebagai Upaya Pembentukan Karakter Digital Peserta Didik SMP Destrinelli, Destrinelli; Maharani, Sintia; Eka Fitri, Regita Faradila; Ayu, Yuni Faska; Wahyuni, Endang Sry
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2187

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi dan interaksi sosial peserta didik, khususnya di tingkat SMP. Tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan remaja belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman mengenai etika, keamanan digital, serta dampak sosial dari aktivitas digital. Kondisi tersebut mendorong perlunya program edukatif yang mampu membentuk karakter digital peserta didik secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perancangan, pelaksanaan, serta dampak awal program Think Before Click: Penggunaan Media Sosial Aman dan Bijak sebagai upaya pembentukan karakter digital peserta didik SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SMP Negeri 15 Muaro Jambi. Program dirancang dan diimplementasikan oleh peneliti melalui kegiatan sosialisasi, workshop literasi digital, kampanye konten positif, pembuatan poster, slogan digital, serta diskusi reflektif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Think Before Click memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter digital peserta didik. Dampak tersebut terlihat pada peningkatan kesadaran bermedia sosial, perubahan perilaku digital yang lebih bijak, serta penguatan nilai etika, tanggung jawab, penalaran kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Program ini berpotensi menjadi model intervensi edukatif dalam membangun budaya digital yang aman dan berkarakter di lingkungan sekolah.
VALIDITAS MEDIA DIGITAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL BATIK JAMBI UNTUK PEMBELAJARAN IPAS PERUBAHAN WUJUD ZAT KELAS IV Rajagukguk, Rut Putri; Destrinelli, Destrinelli; Rosmalinda, Desy
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i2.9525

Abstract

This research focuses on the development of a digital learning media that highlights the local wisdom of Jambi Batik as a learning context for the material of changes in the state of matter for fourth grade elementary school students. The use of local cultural elements is expected to make the concept of science and natural sciences feel more concrete, meaningful, and close to the daily experiences of students, thereby helping them understand the material more easily. The method used is research and development (R&D) with the DDD-E model which includes the stages of Decide (determining needs and objectives), Design (media design), Develop (product creation and refinement), and Evaluate (assessment and improvement). Data were obtained through interviews, observations, and questionnaires. After the media was developed, a validation test was conducted to assess its feasibility and quality, involving three validators, namely media experts, material experts, and language experts. The validation results showed an average score of 95% from media experts with a feasible category, 97.5% from material experts with a very feasible category, and 98% from language experts with a feasible category. Based on these findings, the digital learning media based on the local wisdom of Jambi Batik on the material of changes in the state of matter for fourth grade elementary school students is declared to meet the eligibility criteria and can be used as an alternative media in classroom learning activities. ABSTRAKPenelitian ini difokuskan pada pengembangan sebuah media pembelajaran digital yang mengangkat kearifan lokal Batik Jambi sebagai konteks pembelajaran materi perubahan wujud zat untuk siswa kelas IV Sekolah Dasar. Pemanfaatan unsur budaya lokal tersebut diharapkan dapat membuat konsep IPAS terasa lebih konkret, bermakna, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari peserta didik, sehingga membantu mereka memahami materi dengan lebih mudah. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model DDD-E yang meliputi tahapan Decide (penentuan kebutuhan dan tujuan), Design (perancangan media), Develop (pembuatan dan penyempurnaan produk), serta Evaluate (penilaian dan perbaikan). Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan penyebaran angket. Setelah media selesai dikembangkan, dilakukan uji validasi untuk menilai kelayakan dan kualitasnya, melibatkan tiga validator, yaitu ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata persentase 95% dari ahli media dengan kategori layak, 97,5% dari ahli materi dengan kategori sangat layak, serta 98% dari ahli bahasa dengan kategori layak. Berdasarkan temuan tersebut, media pembelajaran digital berbasis kearifan lokal Batik Jambi pada materi perubahan wujud zat untuk siswa kelas IV SD dinyatakan memenuhi kriteria kelayakan dan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif media dalam kegiatan pembelajaran di kelas.
PENGEMBANGAN ASESMEN FORMATIF TWO-TIER MULTIPLE CHOICE BERBASIS HOTS MELALUI MEDIA QUIZIZZ PADA MATERI BANGUN DATAR KELAS IV SEKOLAH DASAR Sahwitri Agustin, Vivi; Destrinelli, Destrinelli; Gusmaulia Eka Putri, Andi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42094

Abstract

This study aims to develop a two-tier multiple-choice formative assessment based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) through Quizizz media on flat shape materials for Grade IV elementary school students. The background of this study is the limitation of teachers in designing formative assessment instruments capable of measuring students' higher-order thinking skills, as well as the suboptimal use of technology in mathematics learning evaluation activities. The type of research used is research and development (R&D) using the ADDIE model, which includes the stages of Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. The research subjects are Grade IV students of SDN 14/I Sungai Baung. Data collection instruments include interviews, validation questionnaires from material experts, language experts, and media experts, as well as documentation. Data analysis techniques are carried out both quantitatively and qualitatively. The research results show that the HOTS-based two-tier multiple choice formative assessment through the Quizizz media developed has a very good level of validity and reliability, making it feasible to use as a learning evaluation instrument for mathematics on flat shape material. This assessment is expected to help teachers identify students' understanding and thinking processes, as well as train students' critical and analytical thinking skills more optimally.
Mengenal Tudung Lingkup Kebudayaan dari Jambi Kota Seberang Nurlaila, Putri; Destrinelli, Destrinelli
YASIN Vol 3 No 4 (2023): AGUSTUS
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v3i4.1273

Abstract

This article discusses the cultural scope of hoods originating from Jambi, especially from the city of Seberang. The scope cover is a type of head covering used by women in Jambi culture. This article describes the origins, functions, and variations of the hood as well as its importance in strengthening the cultural identity of the people of Jambi. Through studies of Jambi culture, the author identifies the hood as a symbol of elegance, modesty, and the majesty of Jambi women. This head covering has a unique shape, usually made of Jambi silk or cloth which is decorated with intricate and beautiful traditional motifs. This article also discusses the role of the scope veil in Jambi society, including in traditional ceremonies, weddings and other cultural events. The author highlights the importance of preserving the tradition of using the hood as part of Jambi's cultural identity, as well as maintaining the sustainability of the valuable cultural heritage. In addition, this article highlights variations of the hood from the city of Seberang Jambi. Although the basic form is similar, there are variations in design, color, and decoration that distinguish Jambi hoods from other regions in Indonesia. This shows the cultural richness and uniqueness of the city of Seberang Jambi. In order to promote and preserve this cultural heritage, this article also invites the public to appreciate and learn more about hoods from Jambi, especially from the city of Seberang. It is hoped that through knowledge and appreciation of this culture, wider awareness can be created to maintain the continuity of Jambi's traditions and cultural wealth.
Increasing Students' Learning Activity Through a Differentized Learning Approach Using the Project Based Learnig Model in Primary Schools Zulkhi, Muhammad Dewa; Destrinelli, Destrinelli; Indryani, Indryani
Journal of Basic Education Research Vol 5 No 2 (2024): May
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jber.v5i2.1001

Abstract

Purpose of the Study: This research aims to explore the application of a differentiated learning approach using the Project-Based Learning (PjBL) model in IPAS (Integrated Science) lessons to enhance student engagement and activity in Class IV at elementary school 31/IV. The study addresses the issue of low student engagement in learning activities, acknowledging the diverse learning needs of students. Methodology: The study employs Classroom Action Research (CAR) with data collection techniques including observations, interviews, and documentation. The research subjects consist of 16 male and 7 female students, totaling 23 participants. Data were gathered through direct classroom observations and documented records during the learning sessions. Main Findings: The findings reveal a significant improvement in student engagement. In the first cycle, the average percentage score for student activity was 62.34%, which increased to 81.40% in the second cycle. These results indicate that the differentiated learning approach, coupled with the PjBL model, effectively enhances student participation and activity in learning. Novelty/Originality of this Study: This research introduces a novel integration of differentiated learning with the PjBL model, offering a tailored educational experience that caters to diverse learning styles and needs. By allowing students to engage creatively and produce tangible projects, the approach fosters increased motivation and active participation. The study not only demonstrates the efficacy of this combined method in improving student engagement but also provides a framework for applying differentiated and project-based learning in various educational contexts. This innovative approach holds promise for transforming traditional teaching methods and enhancing student learning experiences.