Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Kolaboratif untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa di Kelas IV Sekolah Dasar Sitepu, Andre Pratama; Khoirunnisa, Indah; Sandra, Cindi; Destrinelli, Destrinelli; Risdalina, Risdalina; Sundari, Siti
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.26939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana model pembelajaran kolaboratif dapat meningkatkan minat belajar siswa kelas IV dalam mata pelajaran IPA, khususnya pada materi perubahan wujud zat dan bentuk energi. Melalui pendekatan tindakan kelas dalam dua siklus, guru menerapkan model pembelajaran kolaboratif dengan integrasi modul ajar berbasis diskusi kelompok dan aktivitas langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ini efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan.
PELATIHAN PEMBUATAN E-COMATS BERBASIS ETHNOMATHEMATICS BERBANTUAN AR UNTUK MENINGKATKAN LITERASI TEKNOLOGI GURU Novferma, Novferma; Huda, Nizlel; Destrinelli, Destrinelli; Arisha, Bella; Hidayah, Nurul
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5436

Abstract

ABSTRACTThe limited technological literacy and teachers’ ability to integrate digital learning media remain major challenges in implementing the Merdeka Curriculum. Addressing this issue, this study introduced the development of E-COMATS (Ethnomathematics Comic Augmented Reality for Teaching and Learning) grounded in local cultural contexts, specifically Rumah Adat Kajang Leko. The objective was to train junior high school teachers to design interactive ethnomathematics-based media using Augmented Reality (AR) in order to foster deep learning and enhance digital competence. The program was conducted as community service in an onsite workshop at SMAN 8 Muaro Jambi, engaging lecturers, students, and partner teachers. A hands-on approach was applied, starting from the introduction of ethnomathematics concepts, E-COMATS design, AR feature integration, to the production of ready-to-use media. Findings revealed that more than 85% of teachers successfully produced AR-supported E-COMATS independently, while questionnaire results showed an increase in technological literacy with an average score of 4.35 out of 5. Participants perceived the developed media as relevant, innovative, and applicable in classroom practices. These results indicate that ethnomathematics-based E-COMATS training supported by AR is effective in improving teachers’ digital literacy and strengthening the integration of local culture into mathematics learning.Keywords: Augmented Reality, E-COMATS, Ethnomathematics, Junior High School Teachers, Technological Literacy ABSTRAKRendahnya literasi teknologi dan kemampuan guru dalam mengintegrasikan media pembelajaran digital masih menjadi tantangan utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan E-COMATS (Ethnomathematics Comic Augmented Reality for Teaching and Learning) berbasis konteks budaya lokal, yaitu Rumah Adat Kajang Leko. Tujuan kegiatan adalah melatih guru SMP agar mampu merancang media pembelajaran interaktif berbasis ethnomathematics dengan dukungan teknologi Augmented Reality (AR), sehingga dapat mendorong pembelajaran mendalam sekaligus meningkatkan kompetensi digital guru. Program dilaksanakan sebagai kegiatan pengabdian melalui workshop luring di SMAN 8 Muaro Jambi dengan melibatkan dosen, mahasiswa, dan guru mitra. Metode yang digunakan adalah praktik langsung mulai dari pengenalan konsep ethnomathematics, perancangan E-COMATS, integrasi fitur AR, hingga menghasilkan media siap pakai. Hasil menunjukkan lebih dari 85% guru berhasil menyelesaikan produk E-COMATS berbantuan AR secara mandiri, sedangkan hasil kuesioner memperlihatkan peningkatan literasi teknologi dengan skor rata-rata 4,35 dari skala 5. Guru menilai media yang dikembangkan relevan, inovatif, dan aplikatif dalam pembelajaran. Dengan demikian, pelatihan E-COMATS berbasis ethnomathematics berbantuan AR terbukti efektif dalam meningkatkan literasi digital guru sekaligus memperkuat integrasi budaya lokal dalam pembelajaran matematika.Kata Kunci: Augmented Reality, E-COMATS, Ethnomathematics, Guru SMP, Literasi Teknologi
Implementasi Program Eco-Creative School “1 Siswa 1 Kresek” untuk Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Siswa SMP Ahmad Dahlan Safitri, Eca; Muzdalifah, Muzdalifah; Fakirah, Hanifah; Nurhayati, Nurhayati; Destrinelli, Destrinelli
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2044

Abstract

Permasalahan sampah di lingkungan sekolah mencerminkan rendahnya kesadaran siswa terhadap kebersihan dan karakter peduli lingkungan. SMP Ahmad Dahlan Kota Jambi mengidentifikasi kesenjangan antara visi sekolah sehat dengan perilaku keseharian siswa dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Eco-Creative School dengan slogan "1 Siswa 1 Kresek, Sekolah Bersih Cek!" dalam membentuk karakter peduli lingkungan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik observasi partisipatif terhadap 397 siswa kelas VII, VIII, dan IX yang terbagi dalam 13 rombongan belajar. Program dilaksanakan setiap Sabtu selama 30 menit dengan siklus bulanan meliputi edukasi, praktik, dan pemilihan duta lingkungan. Pengumpulan data menggunakan observasi, angket perubahan sikap, dan rubrik penilaian kebersihan kelas. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan signifikan dengan penurunan sampah berserakan sebesar 78%, peningkatan partisipasi siswa membawa kresek mencapai 94%, dan peningkatan skor kesadaran lingkungan dari rata-rata 2,3 menjadi 4,1 dalam skala Likert 1-5. Terpilih 3 duta lingkungan setiap bulan yang berperan sebagai role model efektif. Metode pembiasaan konsisten melalui Program Eco-Creative School terbukti efektif membentuk karakter peduli lingkungan siswa dengan pendekatan demokratis dan penguatan positif.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran IPAS Melalui Workshop Deep Learning Berbasis Proyek Bagi Guru SD Asrial, Asrial; Yusnidar, Yusnidar; Destrinelli, Destrinelli; Sofwan, Muhammad; Sari, Nurmala
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.2330

Abstract

pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang pembelajaran IPAS yang bermakna, kontekstual, dan mendorong keterlibatan aktif serta pemahaman mendalam peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar dalam mengembangkan materi pembelajaran IPAS berbasis deep learning melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PJBL). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop bersama guru-guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus II Anggrek di SDN 96 Kota Jambi. Workshop dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui diskusi, praktik langsung, dan pendampingan pengembangan materi pembelajaran. Materi yang diberikan meliputi konsep pembelajaran mendalam, penerapan pembelajaran berbasis proyek, pengembangan modul IPAS kontekstual, serta pemanfaatan teknologi dan media digital untuk mendukung proses pembelajaran. Guru dilibatkan secara aktif dalam merancang proyek pembelajaran yang relevan dengan konteks lingkungan sekolah dan kebutuhan peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan respon yang sangat positif dari peserta. Guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mampu menghasilkan produk pembelajaran berupa modul dan rancangan proyek IPAS yang siap diterapkan di kelas. Kegiatan ini berdampak pada peningkatan kreativitas, produktivitas, dan kesiapan guru dalam menerapkan pembelajaran IPAS yang lebih bermakna. Melalui forum KKG, kegiatan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.
Implementasi Program CERIA dalam Pencegahan Perundungan di Sekolah Dasar: Studi Kasus di SDN 157 Handayani, Pahlipi Novita; Nadhiroh, Ukhty; Pratiwi, Asih; Destrinelli, Destrinelli
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2180

Abstract

Perundungan di sekolah dasar masih menjadi permasalahan serius yang mengancam keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program CERIA (Cerdas, Empati, Ramah, Inklusif, Aman) sebagai upaya pencegahan perundungan di SDN 157. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi 12 guru Tim CERIA, 45 siswa kelas IV-V, dan 30 orang tua yang terlibat dalam program. Program CERIA mengintegrasikan teori pembelajaran sosial emosional, praktik restoratif, dan disiplin positif melalui tahapan implementasi terstruktur yang mencakup sosialisasi dan pembentukan tim, edukasi dan kampanye anti perundungan, serta implementasi kegiatan preventif seperti kelas karakter mingguan, literasi anti perundungan, patroli CERIA bulanan, dan pembentukan peer counselor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang bentuk-bentuk perundungan, menciptakan sistem pelaporan yang jelas, menumbuhkan perilaku empati dan saling menghargai, serta membentuk budaya sekolah yang lebih inklusif dan ramah anak dengan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan.
Think Before Click: Penggunaan Media Sosial Aman dan Bijak sebagai Upaya Pembentukan Karakter Digital Peserta Didik SMP Destrinelli, Destrinelli; Maharani, Sintia; Eka Fitri, Regita Faradila; Ayu, Yuni Faska; Wahyuni, Endang Sry
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.2187

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi dan interaksi sosial peserta didik, khususnya di tingkat SMP. Tingginya intensitas penggunaan media sosial di kalangan remaja belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman mengenai etika, keamanan digital, serta dampak sosial dari aktivitas digital. Kondisi tersebut mendorong perlunya program edukatif yang mampu membentuk karakter digital peserta didik secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perancangan, pelaksanaan, serta dampak awal program Think Before Click: Penggunaan Media Sosial Aman dan Bijak sebagai upaya pembentukan karakter digital peserta didik SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SMP Negeri 15 Muaro Jambi. Program dirancang dan diimplementasikan oleh peneliti melalui kegiatan sosialisasi, workshop literasi digital, kampanye konten positif, pembuatan poster, slogan digital, serta diskusi reflektif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Think Before Click memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter digital peserta didik. Dampak tersebut terlihat pada peningkatan kesadaran bermedia sosial, perubahan perilaku digital yang lebih bijak, serta penguatan nilai etika, tanggung jawab, penalaran kritis, komunikasi, dan kolaborasi. Program ini berpotensi menjadi model intervensi edukatif dalam membangun budaya digital yang aman dan berkarakter di lingkungan sekolah.