cover
Contact Name
KHAIRUNNISA
Contact Email
khairunnisa.hum@gmail.com
Phone
+6285337806082
Journal Mail Official
khairunnisa.hum@gmail.com
Editorial Address
Jl. Piere Tendean, Kel. Manda, Kota Bima
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
ISSN : -     EISSN : 26143585     DOI : https://doi.org/10.33627/gw.v3i2
Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling sebagai media publikasi ilmiah dalam pengkajian dan pengembangan Ilmu Bimbingan dan Konseling. Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling memuat tulisan ilmiah berupa artikel konseptual, hasil penelitian maupun isu-isu aktual yang relevan dalam Bimbingan dan Konseling. Setiap manuskrip yang dikirimkan akan ditinjau oleh setidaknya dua peer-reviewer menggunakan metode double-blind review. Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling diterbitkan dua kali dalam setahun (Mei dan September) oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling STKIP Bima. Jurnal ini terdaftar di sistem http://jurnal.stkipbima.ac.id/index.php/GW/index dengan prefiks Digital Object Identifier (DOI) 10.33627. Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling menerbitkan artikel tentang praktik, teori, dan penelitian di semua bidang Bimbingan dan Konseling juga pendidikan terkait Bimbingan dan Konseling yang mencakup: Bimbingan dan Konseling Pribadi Bimbingan dan Konseling Sosial Bimbingan dan Konseling Karier Bimbingan dan Konseling Akademik Bimbingan dan Konseling Sekolah Bimbingan dan Konseling di Perguruan Tinggi Penilaian dalam Bimbingan dan Konseling Bimbingan Kelompok Konseling Kelompok Konseling Perorangan Konseling Multikultural Analisis dan Modifikasi Perilaku Bimbingan dan Konseling untuk Penyandang Cacat Evaluasi dan Pengawasan dalam Bimbingan dan Konseling Manajemen Bimbingan dan Konseling Rencana karir Penilaian Psikologis Teknik Komunikasi Kebersihan Mental Media Bimbingan dan Konseling Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling
Articles 167 Documents
Efektivitas Model Experiential Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengelola Emosi Marah Nurhayati Nurhayati; Faijin Faijin; Amiruddin Amiruddin; Sulistia Indah
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 3 No 1 (2020): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v3i1.449

Abstract

Rasa marah merupakan bagian dari emosi yang dimiliki oleh semua individu, dalam kadar tertentu hampir setiap individu pernah mengalaminya. Terkadang individu sulit untuk mengontrol emosi marah, hal itu tergantung dari keterampilan individu dalam mengelola emosi marah yang muncul, oleh karena itu, guru BK perlu memberikan latihan agar peserta didik memiliki keterampilan dalam mengelola emosi marah melalui teknik tertentu. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan model experiential learning untuk melatih keterampilan pengelolaan emosi marah. Rancangan penelitian ini menggunakan True Experimental Pre-test, Posttest Control Group Design. Populasi penelitian adalah peserta didik SMP Negeri 6 Kota Bima kelas VII. Subjek penelitian terjaring secara random sehingga diperoleh sejumlah 10 orang yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n = 5) dan kelompok kontrol (n = 5). Instrumen lain yang digunakan adalah lembar penilaian diri, lembar tugas mengelola emosi marah dan pedoman observasi. Teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis adalah Two Independent Sample Test Mann Whitney untuk membandingkan perbedaan skor keterampilan pengelolaan emosi marah antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien Z (-2.207) dengan signifikansi sebesar 0.027 yang berarti 0.027 di bawah nilai probabilitas yaitu (0.027 < 0.05). Berdasarkan hasil uji statistik tersebut dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak yang berarti ada perbedaan yang signifikan antara peserta didik yang diintervensi dengan model experiential learning dan peserta didik yang diintervensi dengan bimbingan secara umum, sehingga model experiential learning efektif untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan emosi marah peserta didik SMP. Hasil pelatihan menunjukan bahwa model experiential learning bisa untuk mengajarkan keterampilan mengelola emosi marah peserta didik SMP
Belajar Bahasa Dan Strategi Pembelajaran Bahasa Pada Peserta Didik Tingkat Sekolah Menengah Pertama Irham -
Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 3 No 1 (2020): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v3i1.450

Abstract

Alat komunikasi antara anggota masyarakat berupa lambang bunyi ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap manusia disebut bahasa. Bahasa harus dipelajari, tidak ada seorang manusia di kehidupan dunia ini yang baru lahir langsung bisa berbahasa tertentu. Untuk mempelajari suatu bahasa mesti melalui proses yang relatif terus-menerus dijalani dari berbagai pengalaman. Pengalaman inilah yang membuahkan hasil yang disebut belajar. Belajar bahasa tentu memerlukan strategi atau rencana yang cermat agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang baik. Biasanya yang berkaitan dengan belajar bahasa adalah guru dan peserta didik, dalam hal ini peserta didik tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Salah satu unsur dalam strategi pembelajaran bahasa adalah menguasai teknik-teknik penyajian atau metode mengajar. Pembelajaran akan berlangsung dengan efektif dan efisien apabila didukung dengan kemahiran guru mengatur strategi pembelajaran. Cara guru mengatur strategi pembelajaran sangat berpengaruh terhadap cara peserta didik dalam belajar
Peran guru bimbingan dan konseling dalam mengatasi prokrastinasi pada peserta didik di SMA Negeri 2 Kota Bima Sarbudin -
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 3 No 2 (2020): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v3i2.451

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh adanya beberapa peserta didik di SMA Negeri 2 Kota Bima yang mengalami prokrastinasi, diantaranya tidak mengerjakan tugas, menganggap enteng/menunda mengerjakan tugas sampai saat terakhir untuk mengumpulkan tugas, sehingga berdampak pada turunya prestasi peserta didik. Tidak mengerjakan tugas, menganggap enteng/menunda mengerjakan tugas sampai saat terakhir untuk mengumpulkan tugas, sehingga berdampak pada turunya prestasi peserta didik. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa penyebab peserta didik mengalami prokrastinasi di SMA Negeri 2 Kota Bima Tahun Pelajaran 2019/2020?, dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan prokrastinasi pada peserta didik di SMA Negeri 2 Kota Bima. Penelitianinimenggunakanmetodepenelitiankualitatifdeskriptif, dengan Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah reduksi data, display data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti temukan dapat disimpulkan bahwa guru bimbingan dan konseling berperan penting dalam mengatasi prokrastinasi pada peserta didik yang awalnya belum mengetahui dampak dari menunda-nunda mengerjakan tugas, setelah diberikan pemahaman dan bimbingan ternyata membuahkan hasil yang positif, peserta didik jadi mengetahui akibat dari menunda-nunda mengerjakan tugas dan menjadikan peserta didik percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki mereka, guru bimbingan dan konseling berharap peserta didik tidak lagi mengulangi untuk menunda-nunda mengerjakan tugas karena akan sangat berpengaruh pada nilai rendah
Pengaruh Bimbingan Kelompok Terhadap Peningkatan Sikap Percaya Diri Peserta Didik Dari Keluarga Kurang Harmonis Nurhayati Nurhayati; Faijin -; Nur Syariful Amin; Amiruddin -
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 3 No 2 (2020): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v3i2.452

Abstract

Kepercayaan diri penting dimiliki oleh setiap orang terutama usia remaja, karena masa remaja sedang dalam proses perkembangan dan masa yang rentan maka dibutuhkan peran berbagai pihak untuk membantu ketuntasan masa ini. Keluarga sebagai fondasi awal pendidik dan pembentuk remaja maka peran keluarga sangat vital, oleh karena itu, penting keluarga menjalin komunikasi yang terbuka, hangat dan kooperatif yang mendukung anak remaja berkembang positif sehingga remaja tumbuh dan berkembang rasa percaya dirinya. Kondisi yang terjadi di lapangan ditemuka banyak kasus remaja yang terlibat dalam hal negatif seperti pengguna NAPZA disebabkan oleh kendali orang lain, remaja mudah putus asa, remaja menarik diri dari pergaulan sosial, bahkan remaja yang bunuh diri karena merasa tidak berguna. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh bimbingan kelompok terhadap kepercayaan diri peserta didik dari kelurga kurang harmonis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis true experiment kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Penelitian ini menggunakan instrumen pedoman observasi, tes dan dukumentasi. Kemudian data di analisis menggunakan statistik non parametrik uji tanda (sign test). Hasil posttest untuk kelompok eksperimen diperoleh nilai sebesar 66% dengan tujuh kali treatmen menggunakan bimbingan kelompok. Pada kelompok kontrol nilai rata-rata postestnya adalah 50% tanpa di beri perlakuan dan perbedaan perlakuan antara kedua kelompok adalah 16%.Data hasil penelitian menunjukan bahwa 32,233 =3,182, maka di tolak dan di terima dengan nilai meannya adalah 24,250. Berdasarkan data tersebut di atas, disimpulkan bahwa bimbingan kelompok berpengaruh untuk meningkatkan sikap percaya diri peserta didik dari keluarga kurang harmonis.
Efektivitas Penggunaan Teknik Role Playing Untuk Mengurangi Perilaku Bullying Pada Remaja Di Desa Rabakodo Mardiyanti -; Faijin -; Nurhayati -
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 3 No 2 (2020): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v3i2.453

Abstract

Banyak permasalahan yang timbul, salah satunya permasalahan bullying yang terjadi di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Permasalahan ini sangat bertentangan dengan Undang-Undang No. 23 tahun 2002 pasal 4 tentang perlindungan anak. Berdasarkan masalah ini, maka tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa besar efektivitas penggunaaan teknik role playing untuk mengurangi perilaku bullying pada remaja di Desa Rabakodo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa karena pada saat peneliti akan melakukan penelitian, muncullah wabah covid-19 yang mengakibatkan lingkup pendidikan diliburkan guna untuk menjaga tersebarnya wabah tersebut. Sehingga penelitian ini dialihkan di lingkungan sosial yaitu di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Remaja adalah masa peralihan antara masa anak-anak menuju masa dewasa. Dimana masa remaja ini psikologi individu sedang mengalami perubahan baik perubahan yang kearah positif maupun negatif. Pada umumnya masa remaja berada pada proses peralihan dan cenderung memiliki sifat persaingan yang tinggi sehingga perilaku bullying sering terjadi. Penelitian ini dilaksanakan untuk menguji efektivitas penggunaan teknik role playing untuk mengurangi perilaku bullying pada remaja di Desa Rabakodo. Jumlah subyek dalam penelitian ini adalah 7 orang remaja dengan ciri-ciri yang sama yaitu memiliki perilaku bullying. Teknik role playing adalah teknik pembelajaran yang diarahkan kepada remaja untuk bermain peran tentang suatu topik yang sesuai dengan masalah yang akan dibahas. Sedangkan perilaku bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang kepada seorang korban yang tidak mampu mempertahankan dirinya. Peneliti menggunakan jenis penelitian pre-eksperimenone group pretest-posttest design (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Pada penelitian pre-eksperimen, peneliti memberikan perlakuan pada kelompok eksperimen, tetapi sebelumnya diukur atau dites dahulu (pretest) selanjutnya diberikan perlakuan, kemudian diukur atau dites kembali (posttest). Teknik pengambilan sampel adalah teknik purposivesampling. Instrumen penelitian menggunakan lembar penilaian diri, observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan uji t. Hasil analisis data menemukan bahwa nilai rata-rata pretest adalah 69,85% sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 56,57%. Nilai thitung adalah 2,309% apabila dikonsultasikan dengan nilai ttabel maka nilai ttabel adalah 1,943%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai thitung lebih besar daripada nilaittabel. Maka hal itu bermakna bahwa hipotesis nol (H0) yang berbunyi penggunaan teknik role playing tidak efektif untuk mengurangi perilaku bullying pada remaja, ditolak. Sedangkan hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi penggunaan teknik role playing efektif untuk mengurangi perilaku bullying pada remaja, diterima.
Relasi Kekerabatan Antarbahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau Dari Letak Geografisnya Irham -
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 3 No 2 (2020): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v3i2.454

Abstract

Ilmu bahasa yang menyelidiki dan mengkaji secara ilmiah disebut ilmu linguistik. Ilmu linguistik tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja, melainkan mengkaji seluk-beluk bahasa pada umumnya. Ilmu linguistik dapat mempelajari bahasa secara sinkronis dan diakronis. Studi sinkronis ini bersifat deskriptif, karena linguistik hanya mencoba memberikan gambaran keadaan bahasa menurut apa adanya pada kurun waktu yang terbatas. Secara diakronis, artinya mempelajari bahasa dengan pelbagai aspeknya dan perkembangannya dari waktu ke waktu sepanjang kehidupan bahasa itu. Studi bahasa secara diakronis ini disebut linguistik historis komparatif. Linguistik historis komparatif merupakan cabang linguistik yang mempersoalkan bahasa dalam bidang waktu serta perubahan-perubahan unsur bahasa yang terjadi pada kurun waktu tertentu serta menyelidiki perbandingan suatu bahasa dengan bahasa lain. Penelitian linguistik historis komparatif (LHK) terhadap bahasa-bahasa di wilayah geografis Nusa Tenggara, yang meliputi Bali, NTB, dan NTT telah dilakukan oleh para ahli. Terbukti sejumlah karya tulis berupa disertasi yang menelaah sejarah bahasa-bahasa sekerabat di wilayah tersebut telah dilakukan oleh para ahli. Penelitian bahasa-bahasa di wilayah geografis NTB yang telah ada pada umumnya masih bersifat sendiri-sendiri atau hanya meneliti pada satu bahasa saja atau bahasa-bahasa yang berkerabat saja, sedangkan penelitian ke arah perbandingan bahasa yang tidak berkerabat namun masih dalam satu wilayah geografis masih belum dilakukan secara komprehensif. Berkaitan dengan masalah tersebut, artikel ini akan membahas tentang: ”Relasi Kekerabatan Antarbahasa Sasak-Sumbawa-Bima Ditinjau dari Letak Geografisnya”.
Upaya Meningkatkan Percaya Diri Peserta Didik Dengan Layanan Bimbingan Kelompok (Role Playing) Di SMPN 4 Kota Bima Imriani - -; Muhamadiah -; Sarbudin -
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 3 No 2 (2020): Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v3i2.456

Abstract

Masalah penelitian ini adalah percaya diri siswa rendah. Permasalahannya adalah “apakah terdapat peningkatan rasa percaya diri siswa yang rendah dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok (role playing) pada siswa kelas VII SMPN 4 Kota Bima.” Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan rasa percaya diri siswa yang rendah dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok (role playing) di SMPN 4 Kota Bima. Kegunaan dalam penelitian ini adalah secara teoritis dan secara praktis. Asumsi yang di ajukan dalam penelitian ini adalah jika layanan bimbingan kelompok (role playing) efektif dan efesien diberikan maka dapat meningkatkan rasa percaya diri peserta didik di SMPN 4 Kota Bima. Penelitian ini menggunakan penelitian kunatitatif, penelitian ini bersifat preksperimen dengan jenis desain one group pretest-posttest, untuk mengetahui apakah ada peningkatan nilai antara pretest yang belum memberikan perlakuan dan posttest setelah memberikan perlakuan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 4 Kota Bima terdiri dari 4 kelas yang berjumlah 89 orang siswa. Sampel penelitian sebanyak 20 orang siswa kelas VII2 yang memiliki percaya diri rendah. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket yang berupa pretest dan postest. Teknik pengumpulan data menggunakan skala percaya diri dan bimbingan kelompok, untuk meningkatkan rasa percaya diri peserta didik di SMPN 4 Kota Bima. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan percaya diri dengan mengunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing, dengan rata-rata peningkatan sebesar 10.50 terbukti dari hasi lanalisis data percaya diri menggunakan ujiwilcoxon, darihasi pretest dan posttest diperoleh=-3,935 > 0,05 = 1,645.. Dengan demikian, Ho ditolak, artinya terdapat peningkatan percaya diri dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing pada siswa kelas VII di SMPN 4 Kota Bima.
Efektivitas Penerapan Ice Breaking Untuk Mengatasi Kejenuhan Mahasiswa Dalam Pembelajaran Bk Kelompok Faijin Faijin; Alya Nurmaya; Muhamadiah Muhamadiah
Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2021): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING )
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v4i1.479

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi munculnya berbagai perilaku mahasiswa pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Perilaku tersebut berupa adanya perasaan acuh tak acuh dalam mengamati pelajaran yang diberikan, kurang semangat, selalu gelisah, rasa enggan, malas, lesu dan merasa tidak bergairah dalam belajar. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas ice breaking dalam mengatasi kejenuhan mahasiswa dalam pembelajaran BK kelompok. Tehnik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Sampel penelitian adalah 20 orang mahasiswa yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen 10 orang dan kelompok control 10 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen (true eksperimen desain) dalam bentuk pretes-postes kontrol grup desain. Analisis data yang di gunakan adalah uji wilccoxon dengan analisis statistic deskriptif nonparametrik. Hasil perhitungan statistik uji Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT) diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.005 lebih kecil dari taraf signifikansi 0.05 (0.005<0.05) maka hipotesis yang diajukan yang berbunyi ice breaking efektiv dalam mengatasi kejenuhan mahasiswa dalam pembelajaran BK kelompok dapat diterima.
Analisis Permasalahan Konselor Sekolah Dalam Penyelenggaraan Layanan Bimbingan Dan Konseling Faijin Faijin; Nurhayati Nurhayati; Amiruddin Amiruddin
Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2021): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING )
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v4i1.481

Abstract

Memiliki pemahaman konsep dasar konselor dengan baik berimplikasi pada kemampuan konselor sekolah dalam mengaplikasikan layanan bimbingan dan konseling secara ideal. Kenyataannya yang terjadi dilapangan masih terdapat banyak kekurangan, hal ini pula yang mendesak semua komponen pendidikan khususnya konselor untuk melakukan usaha perbaikan. Oleh sebab itu peningkatan kompetensi konselor sekolah baik kompetensi keilmuan,kompetensi keahlian,maupun kompetensi perilaku akan mewujudkan pelaksanaan program bimbingan dan konseling secara jelas,terarah dan sistematis.Tujuan peneliitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang hambatan yang dihadapi konselor sekolah dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling disekolah. Sedangkan manfaat penelitian adalah untuk memberikan kontribusi bagi perguruan tinggi khususnya program bimbingan dan konseling dalam menyeleksi calon mahasiswa dan dinas terkait didalam menyeleksi calon konselor sekolah.Penelitian inidilakukan di sekolah SMA NEGERI 1 LANGGUDU, bersifat non-eksperimen dan jenisnya adalah bersifat deskriptif dengan menggunakan paradigma kualitatif. Subyek penelitian adalah personel sekolah sebanyak 3 orang, adapun instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman wawancara,observasi dan didukung oleh data dokumentasi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menentukan jenis data, pengumpulan data, dan pengecekan keabsahan data. Tehnik analisa data yang digunakan adalah tehnik analisa data kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Pengaruh Peer Group Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 8 Kota Bima Nur Syariful Amin; Khairunnisa Khairunnisa; Sulistia Indah
Guiding World : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4 No 1 (2021): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING )
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v4i1.483

Abstract

Peer group adalah sekelompok teman sebaya yang mempunyai ikatan emosional yang kuat dan mereka dapat berinteraksi, bergaul, bertukar pikiran, dan pengalaman dalam memberikan perubahan dan pengembangan dalam kehidupan sosial dan pribadi anggota.Sedangkan motivasi pada dasarnya dapat membantu dalam memahami dan menjelaskan perilaku individu termasuk perilaku individu yang sedang belajar. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh peer group terhadap motivasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 8 Kota Bima . Subyek dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas VIII yang tergabung dalam 8 peer group dengan jumlah 31 orang siswa. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif karena menggunakan rancangan empiris dan gejala yang diamati telah ada secara wajar tampa harus memanipulasi terlebih dahulu. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, angket dan dokumentasi. Angket dianalisa dengan menggunakan analisis statistik deskriptif melalui rumus korelasi product moment. Dari hasil analisis data kualitatif diketahui bahwa nilai korelasi product moment (r) adalah 0,43 (43%). Sehingga dengan menggunakan kaidah pengambilan keputusan dalam uji statistik maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi : ada pengaruh peer group terhadap motivasi belajar siswa di SMPN 8 Kota Bima, dapat diterima

Page 3 of 17 | Total Record : 167