cover
Contact Name
Erna Muliana
Contact Email
erna.muliana@unimal.ac.id
Phone
+6282366792658
Journal Mail Official
arsitekno@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh Jalan Samudera Lama/Sultanah Nahrasiyah Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Arsitekno
ISSN : 2301945X     EISSN : 27767841     DOI : https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1211
Arsitekno is engaged in several scopes, namely: Architecture and Design Urban Design Landscape Architecture History, Theory & Critic Architecture Building Science and Technology Housing and Human Settlement
Articles 154 Documents
Subtantive Human Behavioral Environment terhadap Open Space Berdasarkan Paradigma Konsepsi dan Teori Arsitektur Kota Nova Purnama Lisa; Muhammad Iqba
Arsitekno Vol 7, No 7 (2016): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v7i7.1248

Abstract

Abstrak Kegiatan masyarakat kota masa kini lebih kompleks dibandingkan masyarakat kota jamandulu. sehingga konsep penataanya harus lebih ideal. Namun di sebagian besar kawasan kota diIndonesia yang terjadi malah sebaliknya. Jumlah penduduk yang besar hanya menambah permukimanyang padat dan tidak tertata serta mengabaikan keberadaan open space bagi publik (square). Dalammasalah perkotaan, ruang terbuka merupakan bagian atau salah satu sub-sistem dari sistem kota secarakeseluruhan. Perilaku manusia terhadap keberadaan open space sangat signifikan, perilaku ataupunaktivitas manusia terhadap penggunaan open space ditimbulkan karena adanya kebutuhan dari manusiatersebut untuk mempergunakannya. Secara psikologis, manusia membutuhkan tempat dimana dia dapat beraktivitas dan atau berinteraksi sesama manusia lainnya, apakah aktivitas itu berupa olahraga, jalan–jalan, berkumpul bersama teman atau keluarga, penghijauan, ataupun kegiatan publik lainnya yangmenggunakan open space. Dalam hal ini perilaku (behavioral) dioperasionalkan sebagai kegiatanmanusia yang membutuhkan seting atau wadah kegiatan yang berupa ruang. Sehingga korelasi inilahyang membentuk tata ruang yang merupakan bagian dari bentuk arsitektur. Sehingga konsepsi mengenaiopen space dapat dikembangkan lebih lanjut melalui pendekatan environment behavioral.Kata Kunci: Arsitektur kota, Ruang terbuka, Lingkungan perilaku, Aktivitas.
Fenomena Habitus Masyarakat Migran Deni Deni
Arsitekno Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v6i6.1235

Abstract

Abstrak   Penyerbuan masyarakat migran dan bertinggal di kota telah melahirkan permasalahan yang rumit tak kunjung usai untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui tempat tinggal yang layak huni disediakan oleh pemerintah untuk mereka. Penelitian dilakukan untuk mengungkap keberadaan mereka lebih dalam untuk menemukan karakteristik mereka dalam bertinggal pada sebuah pemikiran untuk mendekatkan pada jawaban permasalahan penyediaan perumahan bagi masyarakat migrant perkotaan. Dalam mengungkap cara pakai mereka terhadap tempat tinggal dilakukan penelitian secara observasi praktis melalui kontrakan yang tersebar di beberapa kota Jakarta berbentuk kantung-kantung pemukiman yang disediakan oleh pihak setempat. Kemudian data penelitian di analisis melalui pemikiran Leufebvre tentang conceived space untuk menjelaskan fisik hunian mereka dialektik dengan konsep habitus oleh pemikiran Bourdieu. Melalui analisis dihasilkan temuan yang menyatakan bahwa Kontrakan yang disediakan oleh pihak setempat dengan kualitas informal telah membentuk kognisi dan mental mereka dalam kuasa-kuasa sosial dalam proses bertinggal yang disebut dengan Doxa. Pematangan peta geografis doxa di kontrakan menjadi salah satu aspek yang menyulitkan mereka untuk bertinggal di tempat hunian yang baru karena praktik telah mature atas kekuasaan realitas sosialnya. Alangkah bijaksananya suatu kebijakan dapat melihat fenomena bertinggal masyarakat migran atas realitas-realitas yang terbentuk melalui praktik sosial dalam bertinggal menuju dinamika sosial yang lazim.Kata Kunci: dwelling, habitus, me_rumah, doxa
KRISIS IDENTITAS BANGUNAN DI KOTA BANDA ACEH Zainuddin Zainuddin
Arsitekno Vol 5, No 5 (2015): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v5i5.1224

Abstract

Kota di Indonesia sedang memperbaiki proses modernisasi yang tidak menghasilkan keunikan dan meningkatkan khasanah budaya lokalnya. Kota menjadi seragam, bahkan menjadi korban dari majalah. Kota memecahkan degradasi budaya, sedangkan arsitektural bangunannya terlalu banyak menyetujui paham-paham luar dan melepaskan filosofi-filosofi lokal. Memperbaiki struktur ruang kota yang berbeda dan memulihkan pola sosial masyarakat yang lama dipelihara. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk membuktikan krisis identitas bangunan yang telah dimulai melanda kota Banda Aceh dan membuktikan era globalisasi yang tengah gaya bangunan modern dengan identitas bangunan di kota Banda Aceh. Temuan penelitian menunjukkan sebagian besar masyarakat Banda Aceh mulai tahu tentang bangunan kuno / bersejarah di Banda Aceh mulai memfokuskan karena menyebabkan lagi menerjemahkan perkembangan gaya arsitektur modern yang lebih menarik dibahas gaya arsitektur tradisional; bangunan kuno / bersejarah yang jelas-jelas memiliki identitas kota Banda Aceh dibiarkan rusak begitu saja tanpa adanya insiatif dari pihak terkait untuk diterjemahkan; dari hasil survey yang diperoleh dari bangunan kuno / bersejarah di Banda Aceh. Bangunan yang dapat diakses di pergunakan dengan fungsi yang baru dibuat juga membantu untuk tidak menambah bangunan.
KAJIAN MAKNA ORNAMEN DAN MAKNA WARNA ORNAMEN UMAH PITU RUANG (STUDI KASUS UMAH PITU RUANG DI DESA KEMILI, ACEH TENGAH) Armelia Dafrina; Fidyati Fidyati; Firda Abadi; Nova Purnama Lisa
Arsitekno Vol 9, No 1 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i1.6262

Abstract

Arsitektur tradisional Aceh merupakan bentuk arsitektur yang berkembang dari satu generasi ke generasi seterusnya. Mempelajari bangunan tradisional kemudian berarti juga mempelajari juga tradisi masyarakat yang lebih dari sekadar tradisi membangun secara hunian fisik. Rumah panggung, rumah peninggalan para penguasa yang memimpin daerah Gayo disebut Umah Pitu Ruang. Penelitian kajian makna warna ornamen ini bertujuan untuk mengkaji makna ornamen dan makna warna ornamen umah pitu ruang. Penelitian umah pitu ruang ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yang digunakan adalah hasil dari data sekunder dan tersier. Hasil daripada penelitian ini menunjukkan bahwa umah pitu ruang memiliki berbagai macam jenis ornamen dan beberapa warna merah, warna putih, warna kuning, warna hijau, dan warna hitam yang memiliki makna tersirat di dalam ornamennya, seperti “emun beriring”(tidak lupa jati dirinya sebagai orang Gayo), “emun mutumpuk”(musyawarah), “emun berkune”(berdiri sendiri), “emun mupesir”(memisahkan), “emun berangkat” (persatuan), “puter tali”(bersatu), motif pucuk rebung(membangun), “sarak opat”(mengatur), “cucuk penggong”(seia, sekata), “ lelayang”(dimana langit dijunjung disitu bumi dipijak). Penempatan warna pada ornamen umah pitu ruang merupakan gambaran dari prinsip hidup masyarakat Gayo secara umum serta menjadi lambang identitas kepemilikan ornamen itu sendiri.
PERFORMANCE LABELLING OF BUILDINGS Muhammad Iqbal
Arsitekno Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v3i3.1215

Abstract

Pelaksanaan konstruksi bangunan yang cukup tinggi pada abad ini telah menggunakan sumber daya material dan energi yang cukup besar baik pada saat pembangunan maupun masa penggunaan bangunan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan krisis energy dan memicu pemanasan global jika tidak adanya fungsi pengendalian dan penilaian terhadap hasil pembangunan serta rekomendasi terhadap pembangunan kedepan. Dalam rangka menjaga keberlanjutan sumber energy perlu dikembangkan program-program khusus untuk meningkatkan kesadaran para pemain kunci dalam dunia konstruksi, sepert iperancang, pengembang, pemilik bangunan, kontraktor dan pemerintah serta pihak lainnya. Langkah-langkah strategis yang akan mendorong industry konstruksi untuk lebih memperhatikan isu-isu lingkungan dalam pembangunan dapat dilakukan dengan melembagakan system penilaian dampak lingkungan dan kinerja bangunan sehingga konsep pembangunan yang ramah lingkungan dapat di motivasi dan dicapai.  Beberapa Negara maju telah menerapkan system penilaian bangunan terhadap penggunaan energi, seperti LEED di United States, BREEAM di Inggris, CASBEE diJepang,  NABEERS di Australia, ABRI di Taiwan, HK-BEAM di Hongkongdan Green Mark for Buildings di Singapore dengan tujuan mempercepat adopsi pembangunan lingkungan binaan yang ramah lingkungan dengan menggunakan konsep arsitektur hijau. Gambaran konsep penilaian bangunan yang ramah lingkungan di Negara maju tersebut apakah dapat diterapkan di Negara Malaysia sebagai Negara berkembang.
PINTEREST SEBAGAI MEDIA REFERENSI VISUAL PADA MATAKULIAH PERANCANGAN ARSITEKTUR Muhammad Heru Arie Edytia; Zulhadi Sahputra
Arsitekno Vol 8, No 1 (2021): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v8i1.3792

Abstract

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) harus diberlakukan pada matakuliah Perancangan Arsitektur di Program Studi Arsitektur Universitas Syiah Kuala yang berbasis studio sejak Maret 2020 sebagai akibat dari tindakan pemutusan rantai penyebaran COVID-19 di lingkungan kampus. Pengajar atau dosen arsitektur terpaksa mentransformasi metode pembelajaran dari tatap muka secara intensif yang biasa dilakukan di studio menjadi PJJ melalui metode dalam jaringan (daring). Begitu halnya peserta didik, mahasiswa arsitektur yang menjalani proses pembelajaran arsitektural secara daring harus siap memanfaatkan berbagai media pembelajaran. Salah satu media referensi visual yang populer digunakan adalah Pinterest. Meskipun Pinterest telah banyak dan populer digunakan sebelum PJJ diberlakukan, media yang diluncurkan pada Maret 2010 ini mampu menjadi media rujukan visual utama bagi dosen dan mahasiswa arsitektur layaknya fasilitator atau dosen pembimbing. Oleh karena itu, tulisan ini bertujuan untuk merefleksikan penggunaan Pinterest sebagai media referensi visual bagi dosen dan mahasiswa pada matakuliah Perancangan Arsitektur (PA) dan pengembangannya selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ). Refleksi ini dimulai dari deskripsi fitur-fitur dan kaitannya dengan proses desain pada matakuliah PA. Refleksi ditutup dengan menjabarkan kemungkinan pengembangan pemanfaatan Pinterest sebagai proses pembelajaran arsitektur. Pada akhirnya Pinterest dapat menjadi media alternatif yang membantu proses desain pada matakuliah PA.
Penerapan Unsur Patung pada Perancangan Lansekap Cut Azmah Fithri
Arsitekno Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v6i6.1243

Abstract

Abstrak   Pemahaman tentang patung dapat dilihat dari zaman nenek moyang kita, berawal dari zaman purbakala  patung sudah dibuat dan dipuja masyarakat tertentu, hingga sekarang patung dinikmati untuk keindahan. Manusia telah mengenal dan menghargai ruang luar sejak manusia hidup berpindah-pindah, mereka membangun permukiman dan memanfaatkan kualitas ruang luar untuk pemujaan, pertemuan, dan tari-tarian. Seni patung adalah sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan metode subtraktif (mengurangi bahan seperti memotong, menatah) atau aditif (membuat model lebih dulu seperti mengecor dan mencetak). Lansekap merupakan sesuatu perencanaan antara manusia dan lingkungan yang mencakup semua elemen alam, baik yang buatan maupun yang alamiah, dengan memperhatikan aspek estetika untuk mendapatkan kesenangan dan kenyamanan.Tujuan seni patung hadir dalam perancangan ruang luar: untuk menciptakan kesan serasi dan harmonis dalam perancangan lansekap. Membentuk simetris dari ruang luar. Dapat menceritakan suatu peristiwa, menghormati dewa atau orang yang dijadikan tauladan. Pada perkembangan selanjutnya patung dibuat untuk monument/peringatan peristiwa suatu bangsa, kelompok atau perorangan. Pada zaman sekarang patung sering diciptakan untuk hiasan lebih bebas dan bervariasi dan diciptakan untuk dinikmati nilai keindahan bentuknya.Kata kunci: patung, lansekap ruang, metoda subtraktif, estetika
PERENCANAAN LINGKUNGAN BERBASIS PARTISIPATIF DI DESA CUT MAMPLAM Rinaldi Mirsa
Arsitekno Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v2i2.1229

Abstract

Program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) merupakan suatu programpenataan lingkungan permukiman yang didasarkan pada partisipatif masyarakat dalam merencanakanlingkungannya ke depan. Perencanaan partisipatif merupakan bagian dari kegiatan PLPBK yang fokus padaproses penyusunan rencana pengembangan lingkungan permukiman, dengan melibatkan partisipasi aktifMasyarakat baik BKM dan Unit-unit Pengelolanya, Sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 26Tahun 2007 tentang, Penataan Ruang, maka Rencana Perencanaan Lingkungan Permukiman (RPLP) bisadikatakan merupakan penjabaran atau turunan dari RTRW Kota Lhokseumawe tahun 2013. Hal ini berartiRPLP Desa Cut Mamplam secara hirarkis harus mengacu pada RTRW Kota Lhokseumawe. Tujuan penyusunanRencana Penataan Lingkungan Permukiman Desa Cut Mamplam adalah menyusun Rencana PenataanLingkungan Permukiman yang berwawasan lingkungan untuk menghadapi tantangan perkembangan kota yangsemakin kompleks pada masa mendatang dan dapat menjadi pedoman untuk:1. Pemberian perizinan bangunan.2. Pengaturan dan pengendalian pemanfaatan ruang.
Arsitektur Dekonstruksi sebagai Karakteristik Desain pada Bangunan Modern Armelia Dafrina Dafrina
Arsitekno Vol 5, No 5 (2015): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v5i5.1220

Abstract

Abstrak Pengaruh filosofi Arsitektur Dekonstriksi yang diperkenalkan oleh Jacques Derrida serta konstruktivisme yang berkembang di Rusia pada awal abad ke 20 melahirkan dua aliran utama dalam arsitektur dekonstruksi yang dikenal sebagai dekonstruksi derridean dan dekonstruksi non derridean. Segera setelah kemunculannya di dunia Arsitektur, dekonstruksi menjadi aliran baru menggantikan International Style yang sebelummnya mendominasi karakter desain bangunan. Tokoh-tokoh yang terkemuka dibalik kesuksesan Arsitektur Dekonstruksi dengan sebutan the seven architects, Bernard Tschumi, Peter Eisenmen, Frank O Gehry, Rem Koolhaas, Daniel Libeskind, Coop Himmelblau dan Zaha Hadid yang membangun citra baru terhadap arsitektur.
PERGESERAN DESAIN BANGUNAN DALAM MASA PERKEMBANGAN ARSITEKTUR DI INDONESIA Qurratul Aini
Arsitekno Vol 8, No 2 (2021): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v8i2.4394

Abstract

Arsitektur Indonesia mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangannya terlihat dalam bentuk fasad dan respon terhadap lingkungan, di mana mengalami pergeseran desain dari masa tradisional hingga masa modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pergeseran desain secara fisik, yang terjadi dalam periode perkembangan arsitektur Indonesia, dengan metode kualitatif deskriptif. Dalam perkembangannya terdapat beberapa pergeseran desain bangunan yang terlihat pada pergeseran penggunaan material, pergeseran prinsip penerapan material, perubahan desain elemen pembentuk ruang, yaitu lantai dan atap. Style bangunan juga mengalami pergeseran dari style tradisional, style modern hingga style yang kembali mempertimbangkan pengaruh lingkungan dalam desainnya.

Page 10 of 16 | Total Record : 154