cover
Contact Name
Erna Muliana
Contact Email
erna.muliana@unimal.ac.id
Phone
+6282366792658
Journal Mail Official
arsitekno@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh Jalan Samudera Lama/Sultanah Nahrasiyah Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Arsitekno
ISSN : 2301945X     EISSN : 27767841     DOI : https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1211
Arsitekno is engaged in several scopes, namely: Architecture and Design Urban Design Landscape Architecture History, Theory & Critic Architecture Building Science and Technology Housing and Human Settlement
Articles 160 Documents
ANALISIS KELAYAKAN PETERNAKAN SAPI DI KELOMPOK PETERNAKAN MANDIRI (KPM) MITRA MAKMUR BERDASARKAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI Ikhsaniyah, Nuril; Annisa; Alfreno Rizani, Muhammad
Arsitekno Vol. 12 No. 2 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i2.21446

Abstract

Peternakan sapi di Indonesia, khususnya di Kabupaten Tanah Laut, memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Namun, pengelolaan peternakan sapi yang tidak ramah lingkungan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap ekosistem, termasuk pencemaran udara, air, dan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan pengembangan peternakan sapi di Kabupaten Tanah Laut dengan pendekatan arsitektur ekologi yang berfokus pada prinsip desain berkelanjutan dan efisiensi sumber daya alam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan studi kasus yang mengkaji aspek-aspek seperti pemilihan lokasi, desain fasilitas, pengelolaan limbah, serta aspek sosial dan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi di Kabupaten Tanah Laut memiliki potensi yang baik untuk pengembangan peternakan sapi yang ramah lingkungan, dengan kondisi lahan yang mendukung dan aksesibilitas yang memadai. Penerapan prinsip arsitektur ekologi, seperti pengelolaan limbah yang terintegrasi, penggunaan material lokal, dan desain bangunan yang efisien energi, dapat meningkatkan keberlanjutan operasional peternakan. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberadaan peternakan sapi dapat memberikan dampak positif pada ekonomi lokal melalui pemberdayaan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja. Dengan demikian, pengembangan peternakan sapi berbasis arsitektur ekologi di Kabupaten Tanah Laut sangat layak untuk dilaksanakan dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan.
Telaah Metode Pembelajaran Perancangan: Eksplorasi Desain Instalasi dengan Penerapan Generative AI Kusuma, Adriyan
Arsitekno Vol. 12 No. 2 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i2.18540

Abstract

Pelibatan generative AI ke dalam proses merancang arsitektur sudah banyak dilakukan. Berbagai studi juga telah dilakukan untuk menelaah penerapan generative AI di dalam proses pembelajaran arsitektur namun dalam konteks Indonesia belum banyak dipaparkan dalam tulisan ilmiah. Artikel ini berkontribusi memaparkan studi kasus kerangka pembelajaran yang menerapkan generative AI dalam penggalian ide dan konsep awal. Kerangka yang dipaparkan terdiri dari rangkaian tugas yang melibatkan generative AI dalam beberapa tahap, batasan dan metode bervariasi yaitu metode eksplorasi langsung dengan prompt, metode yang didahului inisiasi ide melalui cara konvensional (sketsa cepat, catatan, model) serta metode pendalaman melalui diskusi dengan generative AI berbasis percakapan. Pengamatan dilakukan di lingkup mahasiswa kelas eksplorasi desain yang terbatas berjumlah 10 orang. Pengamatan proses dan hasil serta jajak pendapat menunjukkan bahwa kerangka ini dapat membantu dalam pengenalan mahasiswa kepada cara kerja dan cara melibatkan generative AI serta memberikan sudut pandang untuk mengevaluasi cara yang sesuai dengan intensi eksplorasi ide. Pemaparan menunjukkan bahwa penahapan langkah serta pembedaan kedalaman keterlibatan generative AI menjadi hal yang penting untuk dapat membandingkan dan menunjukkan peran, peluang dan keterbatasan generative AI. Penyusunan rangkaian tugas dalam kerangka ini dapat menjadi masukan dan evaluasi bagi pengajar dalam upaya melibatkan AI secara lebih tepat dalam proses pembelajaran.
ANALISA EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI PENDEKATAN HEALING ARSITEKTUR PADA LINGKUNGAN SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) TUNA RUNGU Dewi, Nanda Anisa; Suryani, Sri
Arsitekno Vol. 12 No. 2 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i2.19221

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas implementasi pendekatan Healing Arsitektur dalam meningkatkan lingkungan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tuna Rungu. Pendekatan ini berfokus pada harmonisasi desain fisik dan psikologis individu untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan mental dan emosional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yaitu metode yang focus pada pengamatan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumentasi untuk menilai dampaknya terhadap kualitas lingkungan dan kesejahteraan warga sekolah meliputi siswa, guru dan staf. Hasil penelitian untuk menunjukkan bahwa SLB Karya Mulia Surabaya telah menerapkan pendekatan Healing Arsitektur yang memberikan dampak positif pada lingkungan sekolah, termasuk peningkatan kenyamanan, keamanan, dan interaksi sosial di antara siswa. Penulis penelitian ini menyarankan penggunaan pendekatan Healing Arsitektur dalam memperbaiki lingkungan sekolah untuk siswa berkebutuhan khusus.    
Analisis Tema Kontemporer Sebagai Metode Desain Arsitektur Idawati, Dyah Erti; Nursaniah, Cut; Ridwan, Nasrullah; Maharani, Lisa; Kh, Fithria Zahwa
Arsitekno Vol. 12 No. 2 (2025): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v12i2.20786

Abstract

Karya arsitektur dihasilkan melalui proses desain arsitektur yang mengintegrasikan kreativitas dan inovasi sebagai elemen utama. Pada pendidikan Arsitektur saat ini, proses desain didukung oleh pendekatan melalui eksplorasi tema dan konsep desain. Salah satu tema dalam perancangan arsitektur yang terus berkembang dan cukup diminati adalah tema kontemporer. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi prinsip-prinsip arsitektur kontemporer serta menganalisis penerapan prinsip tersebut dalam perancangan arsitektur mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis studi kasus terhadap empat karya Tugas Akhir Perancangan Mahasiswa Arsitektur Universitas Syiah Kuala. Analisis difokuskan pada penerapan prinsip-prinsip arsitektur kontemporer dalam masing-masing karya. Hasil penelitian menunjukkan tema Arsitektur Kontemporer memiliki enam prinsip utama; gubahan massa ekspresif, imajinatif, atau dinamis, memiliki bentuk geometris sederhana, bangunan yang kontras dengan lingkungan sekitar, memiliki harmoni ruang dalam dan ruang luar, memiliki fasad yang transparan serta bukaan yang besar, dan menggunakan material non-konvensional. Semua prinsip tersebut telah diterapkan dalam proses perancangan tugas akhir perancangan mahasiswa dengan interpretasi yang berbeda pada setiap individu. Prinsip pertama memiliki kendala pada penerapan tema terhadap rancangan secara optimal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam edukasi di bidang arsitektur, khususnya pengetahuan terkait teori dan tema arsitektur kontemporer serta penerapannya.
Kajian Arsitektur Adaptif pada Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya yang Responsif terhadap Fungsi dan Iklim Az-Zahidah, Latifah; Elviana, Eva
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.24344

Abstract

Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya merupakan bangunan bersejarah yang mengalami perubahan fungsi dari Museum Mpu Tantular menjadi perpustakaan publik. Perubahan fungsi tersebut menuntut penyesuaian desain arsitektur agar bangunan mampu mendukung kebutuhan ruang baru tanpa menghilangkan karakter historisnya, sekaligus merespons kondisi iklim tropis Surabaya. Namun, kajian mengenai penerapan arsitektur adaptif pada bangunan cagar budaya yang mengalami adaptive reuse di wilayah tropis masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip arsitektur adaptif pada Perpustakaan Bank Indonesia Surabaya dalam merespons perubahan fungsi dan iklim. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi lapangan dan studi dokumentasi, dengan fokus pada perubahan fungsi ruang serta elemen arsitektural yang berperan dalam kenyamanan termal seperti bukaan, material, dan sistem ventilasi alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi desain dilakukan melalui penataan ulang fungsi ruang, optimalisasi ventilasi alami, serta pemanfaatan elemen arsitektural eksisting yang responsif terhadap iklim tropis. Penerapan strategi tersebut mampu mendukung fungsi perpustakaan tanpa menghilangkan nilai historis bangunan. Penelitian ini menegaskan bahwa arsitektur adaptif dapat menjadi pendekatan efektif dalam praktik adaptive reuse bangunan bersejarah di iklim tropis serta memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian dan praktik perancangan arsitektur adaptif.
Pola Perilaku Singgah Pejalan Kaki pada Ruang Intervensi Lorong Hang Jebat di Kawasan Heritage Melaka Ismajaya, Muh. Aryanugraha; Rambulangi, Dhino Saputra; Nabila, Nabila
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.24588

Abstract

Kawasan heritage Melaka tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga membentuk ruang hidup yang aktif berinteraksi dengan aktivitas masyarakat sehari-hari. Penelitian ini menyoroti pola perilaku singgah pejalan kaki pada Lorong Hang Jebat, sebuah ruang transisi yang menghubungkan Jonker Street dengan tepian Sungai Melaka. Meskipun lorong ini sederhana, kehadiran elemen seperti mural, batu bertulisan, serta aktivitas spontan pengamen jalanan menjadikannya lebih dari sekadar jalur lintasan. Ruang ini berfungsi sebagai titik jeda, ruang sosial, sekaligus bagian dari pengalaman berkunjung ke kawasan heritage. Melalui metode observasi lapangan dan analisis spasial, penelitian menemukan bahwa keputusan pejalan kaki untuk berhenti tidak hanya dipicu oleh faktor praktis seperti tempat duduk, teduhan, maupun aksesibilitas, tetapi juga oleh kualitas atmosfer ruang. Narasi sejarah, nilai estetika, serta rasa keterhubungan emosional dengan lingkungan sekitar turut menjadi alasan penting. Hasil kajian menegaskan bahwa ruang transisi berskala kecil dapat memperkaya pengalaman pedestrian apabila menghadirkan kenyamanan, estetika, dan identitas lokal. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi strategi perancangan ruang publik, terutama di kawasan heritage, agar tidak hanya menekankan aspek fungsional, tetapi juga bersifat kontekstual, peka budaya, dan berkelanjutan.
KAJIAN SISTEMATIK LITERATUR ARSITEKTUR BIOKLIMATIK TERHADAP RUMAH VERNAKULAR SULAWESI SELATAN Idham, Noor Cholis; Bikram, Akram
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.24882

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh arsitektur bioklimatik terhadap rumah vernakular di Sulawesi Selatan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 253 jurnal dari Google Scholar dan Scopus (2015–2025) disaring menggunakan PoP, Mendeley Cite, dan VosViewer, hingga diperoleh 16 jurnal relevan. Variabel utama yang dianalisis meliputi orientasi bangunan, bentuk atap, sistem ventilasi alami, penggunaan material lokal, serta pencapaian kenyamanan termal. Hasil kajian menunjukkan bahwa rumah vernakular di Sulawesi Selatan telah menerapkan prinsip bioklimatik secara alami, seperti orientasi bangunan, bentuk atap, ventilasi alami, dan penggunaan material lokal. Lima aspek dominan yang ditemukan meliputi adaptasi iklim tropis, material lokal, kenyamanan termal, efisiensi energi, dan optimalisasi ventilasi. Fokus khusus diberikan pada rumah Suku Duri karena posisinya yang unik sebagai zona transisi antara budaya Bugis dan Toraja, sehingga memperlihatkan potensi adaptif sekaligus tantangan akibat degradasi bentuk arsitektur asli. Minimnya kajian spesifik terhadap rumah Duri menandakan celah ilmiah yang penting. Arsitektur bioklimatik diposisikan sebagai pendekatan strategis untuk pelestarian dan pengembangan desain yang berkelanjutan dan kontekstual di masa depan.
A METHODOLOGICAL FRAMEWORK FOR VISUAL COMFORT ASSESSMENT IN EDUCATIONAL SPACES Seder, Hazim; Selvam , Janani; Al-Ashwal, Najib
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.25248

Abstract

Visual comfort is a critical component of indoor environmental quality in schools, where lighting conditions influence visual performance, attention, and perceived well-being. In dense urban fabrics and semi-arid climates, classrooms often face a dual constraint: limited effective daylight use due to glare, privacy, and noise, alongside over-reliance on inadequately tuned electric lighting. This paper proposes a structured methodological framework for assessing visual comfort through an integrated workflow that combines field-based diagnostics (spot illuminance measurements and photographic documentation), occupant feedback, and simulation-based illustration using DIALux Evo. An illustrative, case-based application in public schools in Hebron City (Palestine) demonstrates how the framework supports interpretive understanding of recurring conditions, such as uneven illuminance distribution and potential glare-related situations, using standards (e.g., EN 12464-1) as non-evaluative reference points. The study does not claim performance compliance, certification, or predictive validation. It outlines how AI-assisted decision support may be incorporated in future work to enable scalable early-stage assessments across classroom typologies.
RESTORASI COMMUNITY-BASED RESILIENCE BERBASIS KEARIFAN LOKAL SEBAGAI TRANSFORMASI MODEL PERANCANGAN RUMAH UPAYA MITIGASI BENCANA BANJIR Muliani, Fitri; Zuraihan, Zuraihan; Munandar, Aris
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.25938

Abstract

Banjir merupakan bencana hidrometeorologi dominan di Indonesia, dengan Provinsi Aceh sebagai salah satu wilayah dengan frekuensi kejadian tertinggi. Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, khususnya Desa Ceubrek Pirak dan Desa Teumpok Barat, teridentifikasi sebagai kawasan dengan tingkat keterpaparan banjir tinggi sejak 2022. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi mitigasi banjir berbasis kearifan lokal melalui pendekatan community-based resilience dengan mengacu pada kerangka Baseline Resilience Indicators for Communities (BRIC), yang meliputi Social Resilience, Economic Resilience, Community Capital, Disaster Preparedness, Infrastructure & Housing Resilience, dan Environmental Resilience. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang diimbangi dengan teknik eksploratif. Pengolahan data dilakukan melalui analisis Multidimensional Scaling (MDS) untuk memetakan tingkat dan keterkaitan antaratribut ketahanan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal pada ketiga dimensi BRIC berperan signifikan dalam membentuk transformasi model perancangan rumah yang adaptif terhadap banjir yang berkelanjutan dan kontekstual. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan implikasi dari pada penerapan Social Resilience dan Economic Resilience masih kurang dimana hasil MDS menunjukkan nilai RSQ 1. Sedangkan pada atribut BRIC lainnya berada ≤1. Kajian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka perancangan arsitektur permukiman tanggap bencana yang kontekstual dan berkelanjutan di wilayah rawan banjir.  
Penerapan Design-Based Research dalam Perancangan Shelter Sementara Modular dengan Sistem Toolless Assembly A. Rizal, Syahid; Rizal, Yose
Arsitekno Vol. 13 No. 1 (2026): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v13i1.26415

Abstract

Penyediaan hunian sementara pasca bencana di Indonesia masih menghadapi kendala efisiensi logistik, keterbatasan tenaga terampil, dan rendahnya kualitas kenyamanan termal pada tenda darurat konvensional. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan respons cepat dan kapasitas sistem distribusi serta konstruksi di lapangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan merumuskan desain shelter modular yang mampu meningkatkan kecepatan perakitan, efisiensi distribusi, dan adaptabilitas ruang berbasis unit keluarga.Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui strategi Design-Based Research (DBR) yang bersifat iteratif, meliputi analisis kebutuhan, pengembangan prototipe, dan evaluasi konseptual berdasarkan standar rumah sehat (≥7,2 m²/orang) serta parameter efisiensi logistik. Hasil penelitian menghasilkan prototipe shelter modular seluas ±31,5 m² dengan sistem struktur akordion terintegrasi dengan mekanisme toolless assembly. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi sistem lipat-struktural dan perakitan tanpa perkakas yang memungkinkan instalasi mandiri berbasis gotong royong, sekaligus meningkatkan rasio distribusi hingga tiga unit per kendaraan pikap. Penggunaan material reusable dan integrasi rainwater harvesting memperkuat aspek keberlanjutan. Secara konseptual, model ini menawarkan paradigma shelter sebagai aset logistik modular siap guna, bukan sekadar tenda darurat sementara.