cover
Contact Name
Erna Muliana
Contact Email
erna.muliana@unimal.ac.id
Phone
+6282366792658
Journal Mail Official
arsitekno@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh Jalan Samudera Lama/Sultanah Nahrasiyah Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Arsitekno
ISSN : 2301945X     EISSN : 27767841     DOI : https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1211
Arsitekno is engaged in several scopes, namely: Architecture and Design Urban Design Landscape Architecture History, Theory & Critic Architecture Building Science and Technology Housing and Human Settlement
Articles 154 Documents
DESAIN RUANG BELAJAR SEKOLAH DASAR DI LHOKSEUMAWE YANG OPTIMAL TERHADAP PENCAHAYAAN ALAMI Iskandar, Iskandar; Suparwoko, Suparwoko; Sugini, Sugini; Zacky, Zulfan
Arsitekno Vol. 9 No. 2 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i2.8447

Abstract

Ruang belajar merupakan ruangan yang didalamnya dipergunakan untuk proses belajar mengajar. Ruang yang baik memiliki tingkat pencahayaan yang optimal sehingga meningkatkan produktifitas yang dihasilkan. Pada penelitian ini menawarkan desain ruang belajar Sekolah Dasar (SD) yang memenuhi kriteria pencahayaan alami yang baik disebabkan oleh orientasi dan konteks yang ada disekitar bangunan. Metode yang digunakan adalah metode komputasi atau simulasi komputer dengan menggunakan Rhinoceros, Grasshopper, Honeybee dan Ladybug, Radian, Daysim, dan Galapagos. Metrik Useful Daylight Illuminance (UDI) dari 100-2000 Lux digunakan untuk mengetahui kriteria pencahayaan alami yang masuk kedalam ruangan dalam waktu setahun berdasarkan iklim Kota Lhokseumawe. Hasil yang didapatkan adalah ruang belajar dengan Window Wall Ratio (WWR) yang sesuai dengan kebutuhan pencahayaan alami yang masuk keruangan. Sehuingga akan menghasilkan ruang yang nyaman dan hemat energi. Ukuran bukaan standar memiliki tingkat pencahayaan optimal atau pencahayaan yang ideal antau 39% sampai dengan 89%. Setelah dilakukan Optimisasi tingkat pencahyaan yang ideal meningkat di antara 82% hinga 97%. Orientasi bangunan memanjang Timur-Barat dengan WWR di Utara dan Selatan memiliki kualitas pencahayaan alami lebih baik daripada orientasi bangunan yang memanjang Utara-Selatan dengan WWR di sebelah Timur dan Barat.
PENERAPAN KONSEP SUSTAINABLE ARCHITECTURE PADA BANGUNAN PASAR MODERN DI KAWASAN KAMPUNG NELAYAN KAMAL MUARA Ulinata Ulinata; Cosgrove AB Jura; Faran Sere Simanjuntak
Arsitekno Vol 9, No 2 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i2.8434

Abstract

Kampung Nelayan Kamal Muara merupakan sebuah kawasan permukiman padat penduduk yang berada di ujung Jakarta. Secara geografis, letaknya berada di pesisir dimana Kawasan ini memiliki isu Jakarta tenggelam di tiap tahunnya. Hal ini  menjadi salah satu kekhawatiran warga penduduk yang menjadi ancaman bagi keberlangsungan dan keberlanjutan hidup mereka dimana mayoritas warga penduduk disana bekerja sebagai nelayan. Kawasan ini juga terlihat kumuh dan tidak tertata namun Kawasan ini pula yang menjadi generator utama ekonomi dimana terdapat pasar ikan tradisional. Untuk itulah diperlukan Penerapan Konsep Sustainable Architecture pada Bangunan Pasar Modern di Kawasan Kampung Nelayan Kamal Muara  agar dapat menjawab kebutuhan aktivitas warga penduduk berupa bangunan pasar yang dimodifikasi lebih modern, tertata serta dapat meningkatkan kenyamanan pengguna. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan mengumpulkan data melalui survey, studi pustaka dari artikel jurnal, kemudian dianalisis sehingga menghasilkan hasil perancangan yang diharapkan dapat menjadi rekomendasi dan menjawab permasalahan yang terjadi di Kawasan tersebut.  
COVER, EDITORIAL DAN DAFTAR ISI Arsitekno Arsitekno
Arsitekno Vol 9, No 2 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i2.9308

Abstract

PENERAPAN KONSEP HUMAN CENTERED DESIGN UNTUK LINGKUNGAN HIDUP YANG LEBIH BAIK PADA PERMUKIMAN KUMUH PESISIR Rahmat Adi Putra
Arsitekno Vol 9, No 2 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i2.8479

Abstract

Krisis terhadap kelayakan lingkungan hidup bagi seluruh masyarkat yang hidup dipermukiman kumuh pesisir menjadi isu yang cukup kompleks ditinjau dari demografi masyrakat dan topografi kawasannya. Lingkungan hidup yang tidak layak dipicu dari latar belakang masyarkat yang tinggal dan mempengaruhi gaya hidup terhadap merespon fisik lingkungan tiggal mereka. Human centred design merupkan konsep pendekatan desain yang berfokus pada manusia dengan mempelajari bagaimna mereka hidup dan apa yang menjadi kebutuhan mereka dalam menghadapi isu lingkungan. Lapisan masyarakat yang cenderung merasakan kemungkinan dampak terburuk adalah anak-anak yang hidup dilingkungan tinggal mereka dan memiliki cara mereka sendiri untuk bertahan,maka dari itu anak-anak bisa sangat rentan namun juga bisa menjadi figure penting dalam mengeksplor lingkungan hidup mereka sebagai environmental driven activity
KARAKTERISTIK RUANG RUMAH TINGGAL PADA PERIODE 1990-2000 Kurniawan, Harry; Hutoyo, Nike Tilamsari
Arsitekno Vol. 10 No. 1 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i1.10486

Abstract

Dinamika arsitektur rumah tinggal di Indonesia terasa sangat dinamis. Salah satu indikatornya adalah banyak terbitnya majalah dan buku tentang arsitektur rumah tinggal, terutama sejak awal 1990. Publikasi-publikasi ini menampilkan rumah-rumah yang dianggap dapat memberikan inspirasi pada masyarakat luas. Penelitian ini memanfaatkan rumah-rumah yang diliput dalam majalah ASRI periode 1990-2000 untuk melihat karakteristik arsitektur rumah tinggal”dengan fokus pada karakteristik ruang”di Indonesia pada periode tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami karakteristik ruang dan pola pengembangan ruang pada rumah unit amatan.
USEFUL DAYLIGHT ILLUMINANCE PADA RUMOH TRADISIONAL KRONG BADE ACEH DENGAN METODE CLIMATE BASED DAYLIGHT MODELING Iskandar, Iskandar; Idham, Noor Cholis; Sugini, Sugini
Arsitekno Vol. 10 No. 1 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i1.10236

Abstract

Bangunan Rumah tradisional Aceh (Krong bade) memiliki tiga ruangan utama, setiap ruangan tersebut memiliki tingkat kualitas pencahayaan alami yang berbeda. Penelitian ini melakukan investigasi Useful Daylight Illuminance (UDI) pada ruang tersebut rerkait dengan konfigurasi ruangan, bukaan serta iklim disuatu daerah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa performa pencahayaan alami menggunakan simulasi Climate Based Daylight Modeling (CBDM) serta Honeybee, Ladybug, Radian, dan Daysim. Metrik UDI yang digunakan untuk mengukur kinerja pencahayaan alami yang masuk kedalam ruangan dalam waktu setahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, performa pencahayaan alami pada Rumoh Krong Bade memiliki tingkat pencahayaan alami yang sangat baik pada beberapa ruangan mencapai 98%. Beberapa ruangan juga memiliki tingkat pencahayaan dengan kategori cukup untuk kinerja pencahayaan alami.
EVALUASI OBJEK KAWASAN WISATA RELIGI (STUDI KASUS DESA BEURINGEN DAN DESA KUTA KRUENG ACEH UTARA) Zacky, Zulfan; Suparwoko, Suparwoko; Iskandar, Iskandar
Arsitekno Vol. 10 No. 1 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i1.8484

Abstract

Wisata merupakan objek yang melatar belakangi manusia untuk berkunjung pada sebuah tempat tertentu. Salah satu kategori wisata yang erat kaitannya dengan agama dan prinsip-prinsip keagamaan yang dianut masyarakat adalah wisata religi. Salah satu tempat wisata andalan di Kabupaten Aceh Utara dan tempat wisata religi adalah Kerajaan Samudra Pasai. Terdapat banyak kekurangan dalam fasilitas baik dari kebutuhan pengelola hingga para wisatawan, sebagai objek wisata religi telah memiliki potensi yang cukup dan regulasi yang jelas. Mengenai Permasalahan tersebut bagaimanan kesiapan dan fasilitas yang harus di penuhi oleh kawasan wisata religi di Desa beuringen dan Kuta Krueng. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kompenen objek wisata religi di kawasan Desa Beuringen dan Kuta Krueng serta mengetahui fasilitas-fasilitas yang harus dilengkapi pada wisata religi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode penelitian kualititatif deskriptif dan berbagai metode pengumpulan data. Penelitian ditemukan kebutuhan pengunjung berdasarkan fasilitas yang digunakan, kebutuhan yang tidak tersedia dan kebutuhan yang diharapkan akan tersedia.
ANALISIS KENYAMANAN TERMAL TERHADAP RUMAH TRADISIONAL ACEH Maulinda, Maulinda
Arsitekno Vol. 10 No. 1 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i1.8928

Abstract

Rumah merupakan salah satu tempat ternyaman yang ingin ditinggal oleh penggunanya, karena rumah merupakan tempat peristirahatan setelah melakukan kegiatan di luar rumah. Maka penggunanya pasti menginginkan suasana rumah yang dapat memberikan kenyamanan ˜termal ketika berada di dalam bangunan. Untuk mengetahui menggunakan parameter suhu udara, kelembaban, kecepatan angin, radiasi udara, insulasi pakaian, dan metabolic rate yang diperlukan penelitian untuk mengetahui bagaimana kenyamanan termal pada rumah adat Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh material terhadap tingkat kenyamanan termal pada rumah tradisional Aceh beratap rumbia dan seng dengan menggunakan metode Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage of Dissatisfied (PPD), standar SNI, serta melakukan wawancara dengan pemilik rumah untuk mengetahui bagaimana kenyamanan termal tersebut. Hasil analisis kenyamanan termal pada rumah Aceh beratap rumbia menunjukkan bahwa nilai PMV (-0.01)~(-0.49), nilainya berada pada kategori netral dengan nilai PPD berkisar antara 5%~10%. Nilai PMV untuk rumah Aceh beratap seng berkisar antara 0.44~0.96 yang dikategorikan sedikit hangat dengan nilai PPD berkisar antara 11%~40%. Hasil standar SNI  suhu udara dan kecepatan angin pada rumah Aceh atap rumbia memiliki nilai yang sudah memenuhi, kecuali pada kelembaban memiliki nilai yang tidak sesuai dengan standar. Sedangkan rumah material atap seng untuk parameter kelembaban dan kecepatan angin tidak memenuhi standar SNI 03-6572-2001, kecuali suhu udara  yang memiliki nilai  yang memenuhi standar. Hasil wawancara kenyamanan termal pagi pengguna menjelaskan bahwa pemilik rumah hanya merasa nyaman berada di rumah adat Aceh beratap rumbia. Hasil PMV, PPD dan wawancara menunjukkan bahwa kondisi kenyamanan termal pada rumah adat Aceh beratap rumbia nyaman untuk digunakan beraktivitas dibandingkan rumah Aceh beratap seng, sehingga perlu pendingin buatan.
PENERAPAN INTERPRETASI BLENDED SPACE PADA PUSAT KOMUNITAS KREATIF DI GADING SERPONG TANGERANG Wulandari, Alfina; Sari, Marchelia Gupita; Buwono, Hanugrah Adhi
Arsitekno Vol. 10 No. 1 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i1.10653

Abstract

Gading Serpong merupakan sebuah kawasan berkembang yang terletak di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Kawasan ini sedang gencar membangun berbagai macam fungsi bangunan agar masyarakat dapat dengan mudah mencari kebutuhan yang diinginkan. Isu dari kawasan ini adalah belum tersedia fungsi bangunan untuk mewadahi komunitas kreatif dalam mengembangkan idenya. Komunitas kreatif sangat membutuhkan kolaborasi dengan sektor lain untuk menciptakan hasil karya yang luar biasa, karena dapat membawa orang-orang dengan latar belakang yang berbeda secara bersamaan mempelajari berbagai jenis pengetahuan dari komunitas lain. Maka dari itu, dari isu yang didapatkan diperlukan Pusat Komunitas Kreatif dengan pendekatan Blended Space. Hal ini dikarenakan komunitas yang dituju adalah komunitas dengan usia produktif. Komunitas tersebut saat ini berkarya dan bekerja sudah berkaitan dengan digitalisasi. Pendekatan interpretasi Blended Space yang diterapkan pada pusat komunitas kreatif adalah, 1.) Blended Space terhadap ruang luar dan sekitarnya 2.) Blended Space terhadap levelling bangunan 3.) Blended Space antara physical dan digital (phygital).
COVER, EDITORIAL DAN DAFTAR ISI Arsitekno, Arsitekno
Arsitekno Vol. 10 No. 1 (2023): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v10i1.11665

Abstract