cover
Contact Name
Erna Muliana
Contact Email
erna.muliana@unimal.ac.id
Phone
+6282366792658
Journal Mail Official
arsitekno@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh Jalan Samudera Lama/Sultanah Nahrasiyah Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Arsitekno
ISSN : 2301945X     EISSN : 27767841     DOI : https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1211
Arsitekno is engaged in several scopes, namely: Architecture and Design Urban Design Landscape Architecture History, Theory & Critic Architecture Building Science and Technology Housing and Human Settlement
Articles 160 Documents
Sejarah Perkembangan Rumah Cut Meutia Dalam Mempertahankan Arsitektur Tradisional Aceh Armelia Dafrina
Arsitekno Vol 7, No 7 (2016): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v7i7.1211

Abstract

Abstrak Aceh merupakan salah satu wilayah yang sangat mempertahankan dan melestarikan nilai dan budaya.Keberadaan Rumoh Aceh merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai yang hidup dan dijalankan olehmasyarakat Aceh. Oleh karena itu, melestarikan Rumoh Aceh berarti juga melestarikan eksistensi masyarakatAceh itu sendiri. Walaupun banyaknya perkembangan modernisasi, tetapi Rumah Adat Aceh merupakan sebuaharsitektur tradisional yang dibanggakan oleh masyarakat Aceh. Seiring perkembangan zaman yang menuntutsemua hal dikerjakan secara efektif dan efisien, dan semakin mahalnya biaya pembuatan dan perawatan RumohAceh, maka lambat laun semakin sedikit orang Aceh yang membangun rumah tradisional ini. Akibatnya, jumlahRumoh Aceh semakin hari semakin sedikit. Hal tersebut membuat penulis ingin mempelajari Sejarah Rumah Acehyaitu Rumoh Cut Meutia yang terletak di desa Paya Bakong kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara. Rumoh CutMeutia merupakan salah satu rumah adat Aceh peninggalan pada masa lalu. Rumoh Cut Meutia yang terletak diMatang Kuli ini adalah hasil renovasi oleh Pemerintah Daerah Aceh Utara, yang di lakukan pada Tahun 1982.Hal ini dilakukan oleh Pemda setempat untuk melestarikan rumoh Cut Meutia. Sama dengan rumah adat Acehlainnya, Rumoh Cut Meutia merupakan rumah panggung, hal ini berasal dari perpaduan kepercayaan masyarakat, ajaran Islam dan kondisi alam di mana individu atau masyarakat hidup mempunyai pengaruhsignifikan terhadap bentuk arsitektur tradisional Aceh.Sampai sekarang Rumoh Adat Cut Meutia ini salah saturumah Aceh yang masih banyak dikunjungi oleh masyarakat setempat.Kata Kunci: Rumoh cut meutia, arsitektur tradisional, rumah adat Aceh.
DAMPAK PEMBANGUNAN PERUMAHAN TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN DAN AKTIVITAS MASYARAKAT DI KECAMATAN PARUNG PANJANG Inggried Noveryn Pintauli; Ratna Safitri
Arsitekno Vol 8, No 1 (2021): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v8i1.3651

Abstract

Sudah kurang lebih selama lima tahun belakangan ini, pada Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat terdapat adanya pembangunan perumahan dalam beberapa wilayahnya. Dari kegiatan tersebut terlihat dan terasa terjadinya perubahan kondisi lingkungan dan juga aktivitas yang dilakukan masyarakat di Kecamatan Parung Panjang secara perlahan. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengindentifikasi dampak apa saja yang terjadi bagi kondisi lingkungan, dan aktivitas masyarakat yang terjadi pada suatu wilayah desa ketika adanya pembangunan pembangunan tersebut. Penelitian ini akan dilakukan pada wilayah Kelurahan Parung Panjang terpatnya pada wilayah perumahan Perum 2 dan Perum 3 yang terdapat adanya kegiatan pembangunan perumahan. Dalam menganalisis penelitian ini, peneliti meneliti perubahan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah pembangunan, dan peneliti aktivitas masyarakat yang dilakukan setelah pembangunan perumahan tersebut terjadi. Dengan melakukan penelitian tersebut, peneliti menggunakan teori mengenai kaitan antara Arsitektur dengan masyarakat serta lingkungannya yaitu teori oleh Amos Rapoport “Culture, Architecture and Design” serta teori dari Jahn Gehl “Life Between Buildings”. Metode penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif deskriptif agar dapat menjelaskan secara faktual terhadap fenomena yang terjadi. Hasil akhir dari penelitian ini menunjukkan adanya dampak positif dan negatif yang terjadi dari pembangunan perumahan di Kelurahan Parung Panjang, pada perumahan Perum 2 dan Perum 3 yang mempengaruhi kondisi lingkungan serta aktivitas masyarakat didalamnya.
PENDEKATAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA PERMUKIMAN PADAT PERKOTAAN Deni Deni; Mariaty Pane; Rahmat Rejoni
Arsitekno Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v1i1.1238

Abstract

Sebagai kaum marjinal yang bertinggal di lingkungan padat perkotaan tidak memiliki daya dalam memperbaiki kualitas bertinggal mereka agar tahan terhadap bahaya kebakaran yang sewaktu-waktu dapat menimpa. Kecamatan Tanjungbalai Utara merupakan salah satu wilayah yang sangat rentan terhadap bencana kebakaran yang ditetapkan sebagai wilayah studi penelitian untuk menemukan rumusan sistem yang bagaimana dapat menanggulangi bencana kebakaran. Sebagai pendekatan dilakukan identifikasi terhadap wilayah studi dengan menggunakan rumusan Model Crunch yang menerjemahkan bahwa tingkat resiko bencana kebakaran (R) merupakan penjumlahan atas sumber bahaya (H) dan kerentanan (V) yang dikurangi dengan ketahanan (C). Sedangkan tindakan mengungkap keberadaan lingkungan mereka digunakan pemikiran tipologi perumahan masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan dan didukung dengan pemikiran-pemikiran para ahli dan instansi, standarisasi serta peraturan pemerintah untuk mengetahui keberadaan lingkungan permukiman mereka terhadap tingkat resiko kebakaran yang ada.   Kemudian dilakukan penilaian yang dimuat melalui variabel-variabel tolok ukur tertentu berdasarkan sumber bahaya, kerentanan dan ketahanan terhadap lingkungan permukiman mereka. Setelah dilakukan penilaian melalui model Crunch yang didukung dengan rumus Sturges atas interval penilaian yang ada, ternyata wilayah studi memiliki status tingkat resiko bencana kebakaran yang cukup tinggi dengan nilai -7. Berdasarkan status tingkat resiko bencana kebakaran wilayah studi, dilakukan analisis praktis dengan melihat potensi yang dimiliki wilayah studi untuk diolah menjadi suatu sistem penanggulangan kebakaran yang dapat meningkatkan nilai ketahanan. Kemudian lahirlah sistem swadaya penanggulangan bencana kebakaran di lingkungan padat perkotaan sebagai rumusan pemikiran yang diharapkan ideal bagi lingkungan permukiman mereka.
DAMPAK PEMUGARAN PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA (HOTEL) DI PENANG, MALAYSIA TERHADAP NILAI-NILAI PUSAKA Mirzal Yacub; Naziah Muhamad Salleh
Arsitekno Vol 9, No 1 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i1.4605

Abstract

Meningkatnya pengaruh pariwisata dan ekonomi di Penang, Malaysia menyebabkan beberapa transformasi fungsi bangunan cagar budaya. Salah satu bentuk transformasi yang ditemukan di Penang adalah hotel cagar budaya. Kehadiran status World Heritage Site (WHS) – Situs Warisan Dunia di George Town, Penang menjadi pendorong utama untuk mempromosikan keberadaan bangunan cagar budaya ke dunia melalui pariwisata. Untuk mencapai dan mewujudkan peluang besar tersebut, pemugaran menjadi salah satu langkah jitu yang dilakukan pemilik untuk mengubah (adaptasi) fungsi bangunan cagar budaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan signifikansi peremajaan pada hotel cagar budaya ketika pendekatan prosedural pedoman WHS diterapkan secara ketat, sedang atau lemah yang akan membuat nilai yang berbeda untuk metode perbaikan bangunan.
7 ( TUJUH) PARADIGMA-PARADIGMA DALAM BERTEORI ARSITEKTUR Armelia Dafrina
Arsitekno Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v6i6.1225

Abstract

Abstrak.   Teori tentang arsitekturbersifat memaparkan tentang what is architecture menurut posisi teoritis arsitek dan paradigma yang dianutnya. Beberapa contoh paradigma yang tersebut pada tulisan ini merupakan beberapa diantara paradigma-paradigma yang dianggap sebagai pedoman dalam perjalanan teori arsitektur.Sedangkan masih banyak lagi paradigma-paradigma di dalam belahan bumi yang tidak disebut, baik di Timur maupun di Barat yang berperan sebagai acuan atau inspirasi dalam berkonsep dan berteori.Kata Kunci: Paradigma Mitologi, Kosmologi, Paradigma Estetika, ParadigmaRasionalis, Paradigma Sosial,Paradigma Kultur, Paradigma Environmental.
ANALISA KENYAMANAN TERMAL ADAPTIF PADA RUMAH TINGGAL TIPE 36 DI PERUMAHAN KETAPING RESIDENCE PADANG PARIAMAN Riskillah, Richi Yulistia; Olivia, Sisca; Atthaillah, Atthaillah; Husain, Said; Saputra, Eri
Arsitekno Vol. 8 No. 1 (2021): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v8i1.3643

Abstract

Rumah merupakan tempat terjadinya aktivitas manusia dalam sehari-hari, dalam melakukan aktivitas di dalam rumah diperlukan kenyamanan bagi pengguna. Kenyamanan termal merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan. Penelitian ini dilakukan untuk memahami kondisi termal pada rumah tinggal sederhana dengan metrik adaptive comfort. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mendapatkan data tingkat kenyamanan termal. Rumah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Perumahan Kataping Residence, merupakan perumahan dengan jumlah unit bangun pada 1 tahap yaitu 145 unit dengan satu jenis bangunan yaitu tipe 36. Perumahan ini merupakan perumahan skala besar yang dibangun pada daerah Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman dengan desain menggunakan jendela adaptif. Dalam penggunaannya penghuni menggunakan penghawaan buatan untuk mendapatkan kondisi termal yang baik. Penelitian ini menggunakan metode simulasi dengan teknik parametrik menggunakan Rhinoceros, Grasshopper, Ladybug, dan Honeybee, serta menggunakan data cuaca Kota Padang Pariaman. Simulasi dilakukan 24 jam dalam sehari selama 1 (satu) tahun, dengan menggunakan 2 (dua) rumah contoh yang berbeda arah orientasinya. Hasil simulasi menunjukkan bahwa rumah dengan rata-rata tidak nyaman terjadi pada rumah contoh 2, dengan arah bagian barat merupakan orientasi paling tidak nyaman.
RUMUSAN KRITERIA KAWASAN YANG TEPAT SEBAGAI STREET FOOD KORIDOR Hadinata, T. Eka Panny
Arsitekno Vol. 9 No. 1 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i1.6774

Abstract

Fenomena street food pada beberapa koridor jalan yang ada di Kota Banda Aceh saat ini menjadi polemik bagi masyarakat dan pemerintah, ada yang menilai positif dan negatif dari berbagai aspek terutama terkait ekonomi dan kesehatan. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian dalam konteks perencanaan kota/kawasan terkait keberadaan street food ini. Penelitian ini merupakan tahap awal dari analisis studi kelayakan koridor street food, hasil dari penelitian ini adalah rumusan kriteria dan indikator kawasan yang tepat sebagai street food area. Metode penelitian ini merupakan kajian literatur terkait standar koridor dan kawasan yang ada di sekitar area. Setelah didapat kriteria-kriteria yang menjadi syarat dan standar koridor, maka disesuaikan dengan keberadaan street food pada kawasan. Sehingga ditemukan indikator-indikator yang menjadi acuan dalam menentukan kelayakan koridor sebagai street food area secara umum. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat dua kriteria utama yang menjadi acuan yakni hirarki koridor dan aktivitas pendukung, hirarki koridor terbagi menjadi dua sub kriteria yakni hirarki pergerakan yakni penilaian terhadap pergerakan lalu lintas, lebar jalan, jalur pejalan kaki dan kendaraan dan hirarki visual merupakan penilaian kualitas visual kawasan terkait citra koridor atau kawasan eksisting. Sedangkan kriteria aktivitas pendukung merupakan penilaian subjektif atau perspektif secara langsung dari pengguna dan pemilik bangunan yang ada di sekitar koridor. 
PENERAPAN KONSEP INDENTITAS BUDAYA LOKAL PADA PRA-RANCANGAN RESORT DI TAKENGON, ACEH TENGAH Syafiqah Qamar
Arsitekno Vol 9, No 1 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i1.7400

Abstract

Resort terus berkembang seiring dengan kesibukan manusia untuk merelaksasikan pikiran dari berbagai kepenatan dalam berkerja sehari-hari. Faktor budaya serta alam menjadikan ciri khas tersendiri di setiap daerah. Resort sebagai salah satu penggerak di sektor wisata terus bekembang untuk mempromosikan kekayaan budaya dan alam disetiap daerah. Konsep penerapan budaya lokal di tinjau life style dan mengusung tema fused nature of gayo. Pada studi menggunakan metode analisis dan deskriptif dengan teknik memahami fenomema dan kodisi lingkungan sekitar, sehingga menghasilkan sebuah konsep resort dengan penerapan indentifikasi tapak, analisa tapak, dan perancangan detail lanskap.
IDENTIFIKASI TIPOLOGI PERUBAHAN BENTUK DAN SUSUNAN RUANG PADA ARSITEKTUR TRADISIONAL SUKU BATAK TOBA Armelia Dafrina; Fidyati Fidyati; Deassy Siska
Arsitekno Vol 9, No 2 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i2.8331

Abstract

Suku Batak Toba sudah mendiami daerah Sumatera Utara selama hampir puluhan tahun. Rumah Bolon merupakan rumah adat tradisional Suku Batak Toba, namun banyak bangunan tradisional yang telah mengalami transformasi atau perubahan bentuk akibat beberapa faktor seperti pengaruh kebudayaan asing yang masuk disertai dengan kemajuan teknologi dan modernisasi, sehingga masyarakat terpengaruh dan beralih dengan membangun rumah modern dengan proses membangun yang jauh lebih cepat dan mudah apabila dibandingkan dengan pembuatan rumah tradisional. Hal tersebutlah yang akan menjadi ancaman akan kelanjutan kehidupan arsitektur tradisional. Pendekatan tipologi digunakan untuk mengelompokkan elemen arsitektur yang dimiliki oleh rumah adat Suku Batak Toba dan untuk mengetahui perubahan yang terjadi. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi dan observasi langsung serta menggunakan data sekunder dengan cara melihat referensi buku, jurnal dan artikel yang berkaitan dengan penelitian. Sesuai dengan permasalahan yang telah diteliti dari beberapa sampel bahwa perubahan yang lebih banyak terjadi adalah transformasi subtraktif dan transformasi adiktif.
PENERAPAN KONSEP DESAIN BIOFILIK PADA RANCANGAN TERMINAL PENUMPANG BANDARA INTERNASIONAL LAPANG DI ACEH UTARA Rizki Alamsyah; Abdul Malik Nasution
Arsitekno Vol 9, No 2 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i2.8485

Abstract

Kebutuhan sebuah moda transportasi yang mampu menunjang mobilitas tinggi manusia pada era modern membuat kehadiran transportasi udara menjadi pilihan utama. Sedikitnya waktu yang dimiliki karena kepadatan aktivitas, membuat manusia kerap kali merasa stress. Untuk itu sarana transportasi yang menjadi transisi penumpang dari suatu aktivitas ke aktivitas lainnya, seharusnya menyediakan fasilitas yang mampu memberikan aspek penyembuh. Biofilia merupakan salah satu upaya menerjemahkan pemahaman tentang kecenderungan manusia terhadap afiliasi dengan sistem alami. Sementara penerapan biofilia pada desain disebut sebagai desain biofilik. Penerapan desain biofilik pada perancangan bangunan mampu memberikan aspek penyembuhan dan peredaan terhadap beban stress. Metode yang digunakan pada penelitian kualitatif. Penelitian dimulai dengan observasi langsung tapak, kemudian mengalisis data guna mendapatkan data lanjutan. Kemudian melakukan perancangan dengan menerapkan desain biofilik. Penerapan desain biofilik memiliki tiga kategori utama meliputi nature in the space, nature analogues, dan nature of the space. Menghadirkan desain biofilik pada bangunan secara tidak langsung juga menyediakan bangunan yang hemat energi. Upaya menghadirkan alam ke dalam ruangan berarti menghadirkan seluruh aspek alam mulai dari tumbuhan, tanah, udara dan cahaya alami. Interaksi manusia dengan alam pada bangunan Terminal Penumpang Bandara Internasional Lapang menghadirkan kenyamanan dan aspek penyembuhan terhadap beban stress. Serta mengurangi penggunaan energi karena lebih berpusat pada energi alam.

Page 11 of 16 | Total Record : 160