cover
Contact Name
Erna Muliana
Contact Email
erna.muliana@unimal.ac.id
Phone
+6282366792658
Journal Mail Official
arsitekno@unimal.ac.id
Editorial Address
Program Studi Arsitektur Universitas Malikussaleh Jalan Samudera Lama/Sultanah Nahrasiyah Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Kota Lhokseumawe
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Arsitekno
ISSN : 2301945X     EISSN : 27767841     DOI : https://doi.org/10.29103/arj.v7i7.1211
Arsitekno is engaged in several scopes, namely: Architecture and Design Urban Design Landscape Architecture History, Theory & Critic Architecture Building Science and Technology Housing and Human Settlement
Articles 154 Documents
ANALISIS MORFOLOGI RUANG KOTA BANDUNG STUDI KASUS: KAWASAN PERUMAHAN CIPAGANTI- BANDUNG UTARA Ardha Yasmira
Arsitekno Vol 3, No 3 (2014): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v3i3.1212

Abstract

Morfologi merupakan sebuah pendekatan dalam memahami bentuk logis sebuah ruang kota dankawasan.Dalam proses perwujudannya, morfologi kota dapat dilihat sebagai evolusi dari sejarah kota masalalu.Kota Bandung sejak lama direncanakan sebagai salah satu pusat kegiatan Pemerintah Hindia Belandapada tahun 1930-an dan Tahun 1980-an urbanisasi mempengaruhi perubahan morfologi kota Bandungsecara drastis, baik dilihat dari struktur, fungsi maupun wajah kotanya.Struktur bentuk kota Bandung dariawal pertumbuhan hingga sekarang berkembang secara planned (era kolonial) dan organic (awalkemerdekaan hingga sekarang).Bandung khususnya bagian utara (kawasan perumahan Cipaganti)mengalami metamorfosa, dari kota tempat peristirahatan para elit Belanda dan para mandor perkebunantempoe doeloe menjadi kota tujuan wisata urban tourism dengan atraksi wisata kuliner, kesejukan alamidataran tinggi, serta pusat belanja (factory outlets)
KAJIAN LITERATUR KONSEP GREEN BUILDING PADA BANGUNAN TROPIS Effendy, Amalia; Silviana, Mery
Arsitekno Vol. 8 No. 1 (2021): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v8i1.3687

Abstract

Efek gas rumah kaca dan emisi karbon menjadi isu yang kerap dibincangkan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu point dalam Protokol Kyoto adalah mereduksi efek gas rumah kaca. Pembakaran minyak bumi dan batu bara untuk menghasilkan energi melepaskan karbondioksida (CO2). CO2 yang menumpuk di atmosfir menyebabkan efek gas rumah kaca dan pemanasan global. Total konsumsi energi yang digunakan pada bangunan mencapai 40% dari keseluruhan penggunaan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan  sebuah konsep desain rumah dengan penggunaan energi yang minimal  dengan cara melakukan review terhadap jurnal-jurnal yang dengan tema bangunan hemat energi. Hasil penelitian menemukan bahwa penerapan bangunan hemat energi dapat dilakukan melalui orientasi bangunan dan pemilihan material konstruksi.
PRIVASI PADA PEKARANGAN SEBAGAI RUANG TERBUKA PRIVAT PERKOTAAN DI KAWASAN HUNIAN JERON BETENG KRATON YOGYAKARTA Nova Purnama Lisa
Arsitekno Vol 5, No 5 (2015): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v5i5.1240

Abstract

Privasi dipahami sebagai kemampuan kontrol seseorang atau sekelompok orang dalam mewujudkan interaksinya dengan orang lain. Privasi membantu seseorang atau sekelompok orang untuk mengatur jarak personalnya, ketika ingin mendekat dan ketika ingin menjauh. Privasi akan selalu dibutuhkan oleh siapapun, kapan pun dan dimana pun, agar diperoleh pencapaian rasa aman dan nyaman didalam melakukan aktivitasnya, termasuk juga disaat berada di pekarangan rumah sebagai ruang terbuka privat. Privasi merupakan tingkatan interaksi atau keterbukaan yang dikehendaki seseorang pada suatu kondisi atau situasi tertentu. Tingkat privasi yang diinginkan itu menyangkut keterbukaan atau ketertutupan, yaitu adanya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain, atau justru ingin menghindar atau berusaha supayasukar dicapai oleh orang lain. Di dalam kajian tentang arsitektur lingkungan dan perilaku, pekarangan rumah tidak hanya dianggap sebagai ruang luar dari rumah saja, tetapi juga ditentukan perlunya faktor lain dalam menentukan pola ruang dalam pekarangan, yaitu kultur, religi, spasial dan perilaku itu sendiri. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang berkaitan dengan privasi dan pekarangan rumah dengan konteks yang jelas dan spesifik, untuk memperkaya khasanah arsitektur perilaku dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui privasi penghuni terhadap pekarangan sebagai ruang terbuka privat pada kawasan Jeron Beteng Kraton Yogyakarta, dengan adanya perubahan terhadap pola ruang terbuka privat yang terbentuk sejauh mana tingkat pencapaian privasi yang dicapai. Hasil penelitian ini, ingin melihat bagaimana pencapaian kebutuhan akan privasi, dengan menggunakan presepsi sebagai tolak ukur untuk melihat kebutuhan privasi penghuni terhadap pekarangan rumah sebagai ruang terbuka privat.
EVALUASI KUALITAS UDARA DAN KENYAMANAN TERMAL PADA RUANG KELAS PADA MASA PANDEMI COVID-19 Laina Hilma Sari; Era Nopera Rauzi; Allaily Allaily; Aisyah L Pertiwi
Arsitekno Vol 9, No 1 (2022): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v9i1.6634

Abstract

Kualitas udara dan kenyamanan termal sangat penting dalam menyediakan lingkungan yang nyaman bagi siswa di dalam kelas. Di masa Pandemi Covid-19, sekolah bertanggung jawab untuk menyediakan lingkungan yang nyaman dan sehat bagi para siswa. Dalam penelitian ini, Sekolah Dasar Islam Terpadu (SD IT) Nurul Ishlah, sebuah sekolah swasta yang terletak di Banda Aceh diukur untuk mengevaluasi konsentrasi CO2 sebagai indikator tingkat kualitas udara. Kenyamanan termal juga dievaluasi melalui Standar Suhu Efektif Standar Nasional Indonesia (SNI). Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar konsentrasi CO2 masih dalam taraf yang dapat diterima yaitu lebih rendah dari 1000ppm. Namun, suhu efektif sebagian besar lebih tinggi dari kisaran kenyamanan. Hanya ada beberapa jam yang masuk ke kisaran hangat yang nyaman. Studi ini mengusulkan agar lebih banyak aliran udara yang masuk ke dalam kelas untuk menciptakan sensasi termal yang baik serta cara untuk menghilangkan bau dan mempertahankan tingkat CO2 dalam kisaran yang sehat.
Cultural Preservation And Religious Control On Regulating Of The Form And Use Of The Public Space Said Mahathir
Arsitekno Vol 7, No 7 (2016): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v7i7.1226

Abstract

Abstract In the new era of globalization, people are much more aware of the uniqueness and specialty of theirown culture. Banda Aceh, a capital city of Aceh province in Indonesia, which has concerned about this issue in thelast twelve years in preserving their own culture through injecting Sharia law (Islamic law) into constitutional law,so called Qanun. Since Qanun regulates the governance and public life, many aspects either physically or nonphysicallyhas been influencedsince, includinghow to useand behave inthe public space.There are significant differences in controlling public space of Banda Aceh city among the other public spacecontrol in the other cities in Indonesia. Both soft and hard control mechanism are developed such as, 1) dresscode, illicit relationship, gambling, and drinking prohibition in the public space including the punishment areposted; 2) surveillance and policing by Sharia police; 3) public space facilities possibly to be designed to preventfrom unacceptable behavior within Muslim society; and 4) limited access and territory for some religious or cultural reasons. However, these unique public space control possibly have potential impacts on certain attributesin the public space, for instance, different controls have different impact on a certain group of people or differentkind of public space within the city.This paper will first discuss the history of public space development, the typology of existing public space,their functions and activities in Banda Aceh city. Secondly, how these space are regulated pre- and post – Sharialaw and how the law potentially affected the design and use of public space by different social group will beexplored. The methodologies of this research include document review, direct observations on public space and apilot survey study on people’s attitude toward the law. The results of this research hope to serve basic informationfor planners and designers on how to design, plan and regulated the public space for Muslim communities such asBanda Aceh city.Keywords: Sharia law, public space regulation, cultural – based design
Realistic Texturing pada Objek 3-dimensi Menggunakan Model Tehnik Texture Mapping Mutammimul Ula
Arsitekno Vol 6, No 6 (2015): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v6i6.1217

Abstract

Abstrak Tekstur merupakan karakteristik penting dari penampilan objek dalam pemandangan alam, dan merupakan syarat kuat dalam persepsi visual. Pemahaman tekstur merupakan bagian penting dari memahami visi manusia. Pada  objek 3-dimensi pemberian tekstur merupakan hal yang harus dilakukan agar objek terlihat lebih realistis. Maps berwujud gambar tekstur 2D dituangkan ke permukaan geometri/objek untuk membuat penampilan objek tersebut tampak halus untuk detail permukaannya. Pada pengembangan grafik realisme tingkat tinggi diperlukan lebih banyak lapisan tekstur, agar hasil mapping mendekati kesempurnaan. Sebuah tekstur maps yang diterapkan (dipetakan) biasanya dipakai untuk permukaan bentuk objek polygon, proses ini mirip dengan menerapkan texture pada kertas berpola kotak putih yang polo. Pada penelitian ini proses pemberian teksture pada objek 3-dimensi meliputi lantai, furniture dan gedung. Tekture yang digunakan didapat dari mengambil dari photo objek tersebut dalam dunia nyata.Kata Kunci: texturing, texture mapping,3-dimens,
AKSES PENYANDANG DISABILITAS TERHADAP LAYANAN DAN FASILITAS TRANSPORTASI PUBLIK DI KOTA BANDA ACEH Putra Rizkiya; Myna Agustina Yusuf; Irin Caisarina
Arsitekno Vol 8, No 1 (2021): Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v8i1.3833

Abstract

Terwujudnya kota inklusif merupakan salah satu tujuan global dalam Sustainable Development Goals (SDGs) 2015-2030. Kota inklusif merupakan sebuah prinsip untuk menciptakan ruang kota yang ramah bagi semua kalangan termasuk penyandang disabilitas, yang merupakan salah satu kelompok marginal di perkotaan. Kota Banda Aceh telah melakukan berbagai upaya untuk mencapai kota inklusif namun masih memerlukan peningkatan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk transportasi. Isu transportasi memegang peranan krusial karena transportasi mempengaruhi mobilitas dan integrasi warga dalam ruang kota. Penelitian ini bertujuan untuk menilai akses penyandang disabilitas terhadap pelayanan dan fasilitas transportasi publik khususnya dalam transportasi publik kota yaitu Trans Kutaraja dan jalur pedestrian. Data dikumpulkan melalui pengisian instrumen tingkat akses penyandang disabilitas terhadap layanan dan fasilitas transportasi yang diikuti dengan wawancara dengan perwakilan dari organisasi penyandang disabilitas. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang disabilitas menilai akses ke pelayanan transportasi publik Trans Kutaraja dan jalur pedestrian masih kurang baik. Kondisi ini diakibatkan oleh kurang baiknya penerapan desain universal dan fasilitas akomodasi yang layak di halte dan jalur pedestrian yang belum ramah penyandang disabilitas. Hal ini menyebabkan hambatan fisik sehingga mereka sulit mengakses pelayanan dan fasilitas transportasi. Sulitnya mobilitas menghambat partisipasi penyandang disabilitas dalam kehidupan sehari-hari dan mengakibatkan penyandang disabilitas terasingkan dari ruang kota.
POLA PEMUKIMAN KOTA SIGLI Rinaldi Mirsa
Arsitekno Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v1i1.1208

Abstract

Sigli, the capital of Pidie region at Nanggroe Aceh Darussalam province, situated on East Sumatera Broadway, on Malaka Strait side precisely, connecting the cities amongst Banda Aceh to Medan, strategic also as the capital province hinterland –which its growth was influented by history. Morphology studied aims to searching for beginning of Sigli organism, so that the existing meanings should be comprehensive by integrated with historical perspective back-ground. The research reveals that, around the evolutions, Sigli has fan shaped cities spatial expressed –which natural obstruction at north side by Malaka Strait so that the growth inclined to other directions. Its point out the Sigli embryo -in periodical growth- be an organism and take the evolution so forth, which classified in three periods, include Poli/Pedir Empire Period (1413-1873), Colonial Period (1874-1954) and Safety Period (1955 untill now). The classify to seem the comprehensive typological and morphological physical elements of urban form which categories; dominated functions (commercial, government, settlement and religy), building characters (style, age, block and infrastructure) and placement at territory of Sigli. Such research inventions are best described into the following sentences: 1) the function was transformed, it shows by evolution physical elements of Sigli about each periods; 2) typological of Sigli urban spatial is function and spatial physical units, evolved by specific character of dominant elements; 3) by morphological, the pattern of Sigli urban spatial forced by government and natural topography; 4) the affected factors is the geographic, transportation and functions as traditional trading city, spreading of Islam and Colonial resisted. The research recommends that next morphology study should explored the typology of Sigli urban form to future implementations.
POST OCCUPANCY EVALUATION OF THE TERMINAL CONDONG CATUR YOGYAKARTA Nova Purnama Lisa
Arsitekno Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v2i2.1245

Abstract

Post Occupancy Evaluation merupakan suatu kegiatan untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau kegagalanbangunan/ ruang dengan mengevaluasi kinerja elemen-elemen bangunan/ ruang tersebut. Kegiatan inidilakukan untuk menilai tingkat keberhasilan/ kegagalan kinerja sebuah lingkungan binaan. Tahap evaluasipasca huni adalah tahap yang sangat perlu untuk melihat kesesuaian antara fas yang ada sekarang denganpola-pola pemanfaatan oleh manusia dan perilakunya. Evaluasi pasca huni adalah suatu proses evaluasifasilitas dengan cara yang sistematik setelah fasilitas tersebut dibangun dan dihuni/ digunakan dalam suatukurun waktu tertentu. Jenis kegiatan dalam evaluasi pasca huni akan tergantung pada interaksi antarkomponen dalam proses evalusi pasca huni:Tolok ukur kinerja Teknikal; Fungsional; Behavioral/ perilaku,Pengguna Individu Kelompok; Organisasi, Setting Ruang; Bangunan; Fasilitas. Evaluasi pasca huni memilikitingkatan kecermatan sesuai kebutuhan penggunanya, yang meliputi: Evaluasi Pasca Huni Indikatif; EvaluasiPasca Huni Investigatif; Evaluasi Pasca Huni Diagnostik. Pada penelitian evaluasi purna huni TerminalCondong Catur di Yogyakarta ini berada pada tingkatan kecermatan sesuai kebutuhan penggunanya yaituevaluasi pasca huni Investigasi. Investigasi dilakukan guna pencapaian triangulasi, dengan melakukanobservasi lapangan/wawancara terhadap pengguna serta kinerja lingkungan binaan sebagai tolak ukurnyadengan mengkomparasikan terhadap standar persyaratan norma Terminal bus kelas C yang di tetapkan.Terminal Condong Catur Yogyakarta merupakan salah satu komponen fungsional utama dari sistemtransportasi yang memerlukan biaya yang besar, sehingga dalam pembangunannya perlu kajian yangmendalam untuk mencapai hasil yang optimal.
KAJIAN ORGANISASI RUANG PADA BANGUNAN RUMAH TJONG A FIE BERDASARKAN KAIDAH ARSITEKTUR CINA Nurhaiza Nurhaiza
Arsitekno Vol 5, No 5 (2015): Jurnal Arsitekno
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/arj.v5i5.1233

Abstract

Rumah Tjong A Fie adalah salah satu bangunan yang dilindungi sebagai artefak warisan sejarah Kota Medan yang memperlihatkan nilai-nilai historis, budaya, dan pengetahuan. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan organisasi ruang pada bangunan Rumah Tjong A Fie berdasarkan filosofi arsitektur tradisional Cina. Hasil kajian ini akan memberikan gambaran potensi dan keunikan yang dimiliki oleh Rumah Tjong A Fie sebagai salah satu arsitektur hunian peninggalan etnis Tionghoa pada zamannya. Metode penelitian arsitektur yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif interpretive-historical, yaitu meneliti suatu fenomena fisik/sosial yang berada di antara konteks yang komplek, melalui penjelasan dalam bentuk naratif dan menyeluruh.Penelitian akan melalui beberapa tahapan, yaitu; 1) Pengumpulan dan klasifikasi data primer dan sekunder; 2) Evaluasi data melalui analisis danpenilaian berupa interpretasi terhadap data; dan 3) Kesimpulan berupa penjelasan dalam bentuk narasi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa Rumah Tjong A Fie menerapkan konsep arsitektur tradisional Cina pada organisasi ruangnya berdasarkan filosofi tradisional Cina, yaitu: 1) Dao; 2) Kongfusianisme; dan 3) Feng-shui. Konsep arsitektur tradisional Cina direfleksikan pada elemen-elemen arsitektur 1) dinding pembatas; 2) Jian; 3) Aksis; 4) Orientasi ruang; dan 5) Courtyard.

Page 7 of 16 | Total Record : 154