cover
Contact Name
I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Contact Email
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Phone
+6281907005728
Journal Mail Official
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science
ISSN : 26216779     EISSN : 27767175     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Silva Samalas intended as a medium for communication between researchers about their work. This journal accepted scientific papers on various topics including forestry, agriculture, botany, and environmental science. Jurnal Silva Samalas also accepted various types of scientific paper including research paper, systematic reviews, and short communication.
Articles 134 Documents
KEANEKARAGAMAN JENIS DAN PEMANFAATAN BAMBU DI DESA TOLOWATA KECAMATAN AMBALAWI KABUPATEN BIMA Erwanto Erwanto; LL Suhirsan Masrilurrahman
Jurnal Silva Samalas Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12258

Abstract

Masyarakat desa Tolowata memiliki interaksi yang kuat dengan tanaman bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis dan mengetahui pemanfaatan jenis bambu yang ada di Desa Tolowata Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima. Pengumpulan data jenis bambu dan pemanfaatannya dilakukan dengan cara penjelajahan untuk mengiventarisasi jenis bambu yang ada di Desa Tolowata. Selanjutnya dilakukan wawancara secara porposive sampling untuk mengetahui pemanfaatan bambu. Data hasil inventarisasi jenis bambu ditabulasikan. Berdasarkan hasil inventarisasi jenis bambu yang ditemukan di Desa Tolowata terdapat 3 genus yaitu, Phyllostachys, Gigantochloa, dan Bambusa. Jenis bambu tersebut yaitu: Bambu hitam/Mee (Giganthocloa atroviolaceae), Bambu Tali/apus (Gigantochloa apus), Bambu Ampel /Oo Rui) (Bambusa vulgaris Schard). Masyarakat di Desa Tolowata memanfaatkan bambu tersebut untuk bahan bangunan, olahan sayuran, kursi, berugak, dinding rumah, sangkar burung puyuh dan  pagar.
UJI TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP SIRUP MANGROVE SPESIES RHIZOPHORA (Rhizophora apiculata) DENGAN METODE PEREBUSAN Vivin Septiany Alca; LL Suhirsan Masrilurrahman
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i2.12727

Abstract

Rhizophora apiculata merupakan salah satu jenis tumbuhan mangrove yang termaksuk dalam famili Rhizophora dan merupakan jenis yang umum dijumpai di hutan mangrove Desa Lembar. Spesies ini menghasilkan buah  yang dapat diolah menjadi produk olahan sirup. Rhizophora apiculata merupakan tumbuhan mangrove yang memiliki potensi besar dalam berbagai bidang, termasuk industri pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat dan faktor kesukaan konsumen terhadap sirup dari spesies Rhizophora apiculata. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan parameter uji yaitu rasa, tekstur, dan warna. Pengujian tingkat kesukaan konsumen dilakukan melalui uji organoleptik dengan melibatkan 30 panelis dengan umur 20-30 tahun yang terdiri dari berbagai kelompok usia dan latar belakang dan kuisioner. Takaran buah yang digunakan dalam sirup bervariasi, yaitu S1= takaran buah mangrove 20 gram, S2 = takaran buah mangrove 25 gram, S3 = takaran buah mangrove 30 gram, S4 = takaran buah mangrove 50 gram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden lebih dominan ke sampel S4 dibandingkan sampel lainnya. Hal ini  dikarenakan sampel S4 lebih diminati oleh konsumen karena sesuai dengan keinginan konsumen. Oleh karena itu, dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sirup mangrove Rhizophora apiculata dapat menjadi produk inovatif yang diterima oleh konsumen dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai produk unggulan di industri pangan. oleh konsumen dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai produk unggulan di industri pangan.
PENGARUH APLIKASI MULSA LIMBAH GABAH PADA PADI YANG DITANAM DENGAN TEKNIK BUDIDAYA BERBEDA TERHADAP HASIL TANAMAN JAGUNG KETAN TUGAL LANGSUNG PASCA PADI Gangga Harijatullah Al-Bayani; Wayan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik budidaya padi dan aplikasi mulsa limbah gabah pada tanaman padi beras merah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan yang ditugal langsung pasca padi beras merah tanpa olah tanah, dengan melaksanakan percobaan lapangan di desa Beleke, Gerung, Lombok Barat dari bulan September hingga Desember 2018. Percobaan dirancang dengan Split Plot Design, dengan tiga blok dan dua faktor perlakuan, yaitu teknik budidaya padi beras merah sebagai petak utama (T1= padi konvensional; T2= padi sistem irigasi aerobik pada bedeng tumpangsari dengan kacang tanah) dan aplikasi limbah gabah pada tanaman padi beras merah sebagai anak petak (L0= tanpa limbah; L1= sekam padi; L2= abu sekam). Jagung ketan ditugal langsung tanpa olah tanah setelah panen padi beras merah dengan jarak tanam 75x20 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara kedua faktor perlakuan maupun limbah gabah yang diaplikasikan pada padi beras merah terhadap pertumbuhan dan hasil jagung ketan yang ditanam pasca padi. Sebaliknya, teknik budidaya padi berpengaruh laju pertumbuhan rata-rata (LPR) tinggi tanaman, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol, berat berangkasan kering, berat 100 biji dan hasi biji kering per tanaman jagung ketan. Hasil biji lebih tinggi (5,7 ton/ha) pada jagung ketan yang ditanam pasca padi sistem irigasi aerobik tumpangsari dengan kacang tanah dibandingkan pasca padi konvensional (1,9 t/ha).
PENGAWETAN BAMBU TALI (Gigantochloa apus K) MENGGUNAKAN METODE PERENDAMAN PANAS Muhammad Sadir; Baiq Mirawati
Jurnal Silva Samalas Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12440

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman panas, perbandingan ekstrak daun bintaro dan interaksi keduanya terhadap nilai absorbsi, retensi dan penetrasi pada pengawetan bambu tali. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata absorbsi, retensi teoritis, retensi aktual dan penetrasi masing-masing bahan pengawet berkisar antara 0,62 gr/cm3 – 0,78 gr/cm3, 0,06 gr/cm3 – 0,16 gr/cm3, 0,004 gr/cm3 – 0,007 gr/cm3 dan 1,07 cm – 1,52 cm. Lama perendaman berpengaruh nyata terhadap nilai absorbsi, retensi teoritis dan penetrasi bahan pengawet. Perbandingan bahan pengawet berpengaruh nyata terhadap nilai retensi teoritis dan penetrasi bahan pengawet. Interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata terhadap nilai absorbsi, retensi teoritis, retensi aktual dan penetrasi bahan pengawet.
SWOT ANALYSIS OF ECOTOURISM DESTINATION OF OESINA BEACH: CHALLENGES, OPPORTUNITIES, DEVELOPMENT STRATEGIES Muhamad Soimin
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i2.10106

Abstract

The abstract Natural heritages and cultural values possessed by the East Nusa Tenggara region have the potential to be developed towards the tourism industry based on sustainable tourism principles in the form of ecotourism. A potential ecotourism destination that occurs in the region is Oesina Beach, the 1 km white sandy beach with a huge marine potential. This ecotourism destination is situated in Lifuleo village. This research is an investigative-descriptive study with an approach of SWOT Analysis (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat) combined with IFES (Internal Factor Analysis Strategy) and EFES (External Factor Analysis Strategy). The SWOT analysis reveals: 1) several strengths and opportunities that can be optimized; 2) several weaknesses and threats that can be mitigated by optimization strategies; and 3) several proposed optimization strategies based on S-O (strength to optimize opportunity), W-O (opportunity to minimize weakness), T-S (strength to mitigate threat), and T-W (effort to address threat and weakness). IFES and EFES analysis indicate that the Oesina ecotourism destination is located in Quadrant I, meaning that the ecotourism destination requires promotion through market development penetration, market penetration, and product development. Following this, all related stakeholders of governments, management, and local-dependent communities; need to build a strong collaboration towards a successful implementation of optimization strategies. The result of this study is expected to be used as a reference for related stakeholders to design and implement a robust strategy to develop the ecotourism destination in the form of a scientific-based policy. This, therefore, will promote more benefits as conservation tools as well as enable the dependent community to gain more socioeconomic advantages.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomea reptans Poirs) PADA BEBERAPA JARAK TANAM DAN PEMBERIAN PUPUK BOKASHI KOTORAN KAMBING DOSIS YANG BERBEDA Nihla Farida; Juni Harmi; Rukmini Kusmarwiyah
Jurnal Silva Samalas Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi kotoran kambing dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung darat yang ditanam pada jarak tanam yang berbeda.  Informasi tentang jarak tanam kangkung dan dosis bokashi pupuk kandang yang tepat yang menunjang pertumbuhan dan hasil optimal tanaman kangkung darat penting untuk diketahui agar didapatkan teknik budidaya yang efektif dan efisien serta ramah lingkungan.  Percobaan ini dilakukan di Desa Belanting, Lombok Timur yang ditata menurut Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk bokashi kotoran kambing: 0 ton/ha, 5 ton/ha, 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha, dan faktor kedua yaitu jarak tanam: 5 cm x 10 cm, 5 cm x 15 cm, 5 cm x 20 cm, dengan tiga ulangan. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan diuji lanjut dengan BNJ pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya faktor jarak tanam yang berpengaruh terhadap parameter pengamatan, dan tidak ada interaksi antar dua faktor perlakuan. Jarak tanam lebar menyebabkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang per tanaman tertinggi. Sebaliknya, jarak tanam sempit menyebabkan berat segar per petak dan per Ha (berat ekonomi) tertinggi.
PERSEPSI DAN SIKAP MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN EKOWISATA BALE MANGROVE DI DESA JEROWARU KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Rahmawati Rahmawati; Irna Ningsi Amalia Rachman
Jurnal Silva Samalas Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12500

Abstract

Ekowisata Bale Mangrove terletak di Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap masyarakat terhadap pengembangan Ekowisata Bale Mangrove dalam penilaian kondisi sosial ekonomi, kawasan mangrove yang dikembangkan menjadi ekowisata, pengelolaan kawasan mangrove menjadi ekowisata, dan pengembangan Ekowisata Bale Mangrove. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti melakukan wawancara mendalam terhadap 97 responden yang dipilih secara purposive. Dalam penelitian data dianalisis menggunakan pengukuran skala likert. Masyarakat berharap dalam pengembangan destinasi wisata berbasis ekowisata mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
FOREST HERBAL TEA SHOULD BE PROMOTED IN INDONESIA I Gde Adi Suryawan Wangiyana; I Gusti Agung Ayu Hari Triandini
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i2.10223

Abstract

Forest herbal tea is made from plants in the forest area. Various types of plants, including trees, shrubs, and herbs, can be sources of forest herbal tea. Most of the forest herbal tea sources are wild plants found in natural forest areas in Indonesia. This means that Indonesia has abundant forest herbal tea resources, which should be promoted. However, the use of raw materials in forest herbal tea products is still limited. This review shows why forest herbal tea products should be promoted in Indonesia in terms of cultivation, standardisation, processing method, economic value, and diversity of products.
TUMBUHAN KEHUTANAN SEBAGAI PENDUKUNG INTEGRATIVE MEDICINE UNTUK PRIMARY HEALTH CARE IBU DAN ANAK: TINJAUAN LITERATUR I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; Hairani Hairani
Jurnal Silva Samalas Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12256

Abstract

Integrative medicine, yang menggabungkan pendekatan konvensional dengan pengobatan komplementer dan alternatif, semakin diterima sebagai metode pengobatan holistik dalam perawatan kesehatan primer, khususnya untuk ibu dan anak. Tumbuhan kehutanan, dengan keanekaragaman bioaktifnya, telah menarik perhatian sebagai sumber potensial untuk dukungan kesehatan dalam konteks ini. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menyelidiki peran tumbuhan kehutanan dalam integrative medicine untuk perawatan kesehatan primer ibu dan anak. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data ilmiah terkemuka, dengan fokus pada studi klinis, tinjauan sistematis, dan meta-analisis yang relevan. Analisis ini menyoroti bahwa sejumlah tumbuhan kehutanan telah menunjukkan potensi sebagai agen terapeutik dalam mengelola kondisi kesehatan spesifik pada ibu dan anak. Beberapa mekanisme aksi yang diidentifikasi termasuk aktivitas antiinflamasi, antioksidan, serta efek imunomodulator yang dapat mendukung sistem kekebalan tubuh yang berkembang. Namun demikian, tantangan yang dihadapi meliputi standarisasi bahan baku, formulasi yang konsisten, serta keamanan dan efikasi yang terbukti dalam populasi khusus ini. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengisi celah pengetahuan ini dan mengevaluasi potensi penerapan klinis lebih lanjut dari tumbuhan kehutanan dalam pengaturan perawatan kesehatan primer. Dalam konteks integrative medicine, integrasi yang selektif dari bukti ilmiah dengan praktik klinis yang berbasis bukti akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa tumbuhan kehutanan dapat memberikan manfaat tambahan yang aman dan efektif bagi ibu dan anak dalam perawatan kesehatan primer.
PERSEPSI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI DUSUN TANO KECAMATAN POTO TANO KABUPATEN SUMBAWA BARAT Dedy Ikhwan Syaputra; Nita Eriesta
Jurnal Silva Samalas Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12538

Abstract

Hutan mangrove merupakan ekosistem penting bagi kehidupan di wilayah pesisir pantai dan lautan sehingga harus dipertahankan keberadaannya agar keseimbangan lingkungan dapat terjaga.  Dusun Tano B merupakan suatu Dusun yang berada di Desa Tano Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat yang memiliki ekosistem mangrove disepanjang garis pantai. Kesadaran ekosistem mangrove membentuk banyak manfaat secara ekologi dan ekonomi bagi masyarakat yang tinggal di daerah sekitar mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui persepsi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove 2) partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove. Penelitian ini di laksanakan menggunakan metode survei yang bersifat deskriptif pada bulan Mei - Juni 2024, dengan jumlah responden sebanyak 29 orang. Metode yang digunakan adalah metode skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kolerasi antara persepsi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Tano adalah 3,946 yang berarti di kategorikan cukup kuat. Tingkat kolerasi antara partisipasi masyarakat dalam pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Tano  adalah 3,965 yang berarti dikategorikan cukup kuat.

Page 10 of 14 | Total Record : 134