cover
Contact Name
I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Contact Email
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Phone
+6281907005728
Journal Mail Official
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science
ISSN : 26216779     EISSN : 27767175     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Silva Samalas intended as a medium for communication between researchers about their work. This journal accepted scientific papers on various topics including forestry, agriculture, botany, and environmental science. Jurnal Silva Samalas also accepted various types of scientific paper including research paper, systematic reviews, and short communication.
Articles 129 Documents
MINI-REVIEW UJI HEDONIK PADA PRODUK TEH HERBAL HUTAN I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v5i2.5473

Abstract

Teh herbal hutan adalah produk teh herbal jenis baru yang diproduksi dari tanaman yang di lahan hutan. Tanaman yang menjadi bahan baku produk ini bervariasi mulai dari tanaman habitus pohon hingga tanaman herba yang hidup dibawah kanopi hutan. Sebagai produk minuman yang relatif baru, riset mengenai penerimaan konsumen terhadap produk ini penting untuk dilakukan melalui uji hedonik. Uji hedonik pada teh herbal hutan menggunakan skala pengukuran yang disebut skala hedonik dengan tingkat bervariasi yaitu skala 3 (suka (3), netral (2), tidak suka (1)), skala 5 (sangat suka (5), suka (4), cukup suka (3), tidak suka (2), sangat tidak suka (1), skala 7 (sangat suka (7), suka (6), agak suka (5), netral (4), sedikit tidak suka (3), tidak suka (2), sangat tidak suka (1), dan skala 9 (sangat suka sekali (9), sangat suka (8), agak suka (7), sedikit suka (6), netral (5), sedikit tidak suka (4), agak tidak suka (3), Sangat tidak suka (2), Sangat tidak suka sekali (1). Uji hedonik skala 5 merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk mengukur tingkat kesukaan konsumen terhadap produk teh herbal hutan. Skala hedonik ini relatif sederhana namun cukup sensitif dalam mendeteksi penilaian konsumen.
IDENTIFIKASI KESEHATAN POHON DI JALUR HIJAU KOTA SELONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR Elmayana Elmayana; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v5i2.5752

Abstract

Pohon sebagai bagian dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) memiliki fungsi  penting  terutama yang berada pada jalur hijau perkotaan, Jalur hijau yang ada di Kota Selong merupakan salah  satu bentuk dari ruang terbuka hijau yang ada di kabupaten lombok timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi  jenis-jenis pohon yang tumbuh di Jalur hijau kota  selong  dan Untuk mengetahui status kesehatan pohon di jalur hijau kota selong kabupaten lombok timur. Penelitian ini menggunakan metode Forest Healt Monitoring (FHM) atau metode penilaian kesehatan pohon dengan sensus.Hasil pengamatan yang telah dilakukan di temukan sebanyak 28 jenis pohon dan Pohon yang paling banyak ditemukan ialah pohon mahoni (Swietenia mahagoni) dengan jumlah 169 pohon, Pohon Nangka (Arctocarpus heterophyllus) dengan jumlah 142 pohon dan Pohon Angsana ( Pterocarpus indicus) dengan jumlah 90 pohon dari Jumlah keseluruhan pohon yang ada di jalur hijau  kota selong adalah 810 pohon dan Kesehatan Kerusakan Pohon yang ada di Jalur hijau kota selong di temukan pada pohon sebanyak 11 tipe kerusakan pohon dan dapat di kelompokkan dalam Kelas Kesehatan pohon, Kelas kesehatan pohon yang ada di jalur hijau kota selong adalah kelas sehat sebesar 69% dengan jumlah 559 pohon, Kelas Ringan sebanyak 112 pohon (14%), Kelas sedang sebanyak 80 pohon (10%), Dan kelas Berat sebanyak 59 pohon (7%) dari 810 pohon yang ada di Jalur hijau kota selong.
TINGKAT PENDAPATAN MASYARAKAT TERHADAP KOMODITI KOPI TAMBORA DI DESA OI BURA KECAMATAN TAMBORA KABUPATEN BIMA (STUDI KASUS KELOMPOK TANI JEMBATAN BESI) Siswanto Siswanto; Yulia Ratnaningsih
Jurnal Silva Samalas Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v5i2.5771

Abstract

Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi diantara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa melainkan juga merupakan sumber penghasilan bagi tidak kurang dari satu setengah juta jiwa petani kopi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pendapatan  masyarakat terhadap kopi tambora di Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Populasi adalah petani kopi dan sampel yang diambil sebanyak 50 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Tanaman kopi merupakan salah satu sumber mata pencahrian masyarakat di Desa Oi Bura yang dapat membantu perekonomian masyarakat. Nilai hasil produksi budidaya tanaman kopi arabika dan robusta di Desa Oi Bura Kecamatan Tambora Kabupaten Bima ini dalam satu kali proses produksi sejumlah Rp. 381.492.000,- dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp. 7.629.840,-
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAMBAHAN HUTAN PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG DI BALAI KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN TOFFO PAJO SOROMANDI DI KABUPATEN DOMPU Onu Onu; L L Suhirsan Masrilurrahman
Jurnal Silva Samalas Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v5i2.5953

Abstract

Hutan sebagai sumber kekayaan alam milik bangsa Indonesia merupakan salah satu modal dasar bagi pembangu nan nasional yang dipergunakan untuk meningkatkan kemakmuran rakyat, sehingga seluruh rakyat dapat menikmati hasil-hasil dari sumber daya alam secara adil dan merata. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan strategis penelitian studi kasus, pengumpulan data yang di lakukan dengan tehnik survey yang diawali dengan observasi lapangan dan wawancara. Pengambilan sampel sebagai lokasi penelitian secara porposive sampling. untuk menganalisis data yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuantitatif bertujuan 1). untuk mengetahui faktor penyebab terjadinya praktek perambahan hutan di kawasan hutan lindung di kabupaten dompu. 2). Untuk mengetahui perlaksanaan tindak pidana perambahan hutan yang terjadi pada kawasan hutan lindung oleh petugas balai kesatuan pengelolaan hutan toffo pajo soromandi di kabupaten dompu. 3). Untuk mengetahui kendala-kendala yang di hadapi oleh petugas balai kesatuan pengelolaan hutan toffo pajo soromandi di kabupaten dompu dalam pelaksanaan tindak pidana perambahan hutan. Berdasarkan hasil dari ada tiga faktor dengan jumlah responden 15 dari petugas polisi kehutan, dari 15 responden pernyataan terjadinya perilaku perambahan hutan. Dari pernyataan reponden yang menjawab cukup setuju merupakan nilai tertingi yaitu 13 pernyataan 14,4% menunjukan sebagian besar menjawab cukup Setuju, dikarenakan kurangnya Petugas Pengamanan Hutan menjadi faktor penyebab adanya kegiatan perambahan hutan. Kemudian faktor pelaksanaan tindak pidana perambahan hutan yang menjawab sangat setuju yaitu 57 pernyataan 54,2% responden yang menjawab pertanyaan sangat setujuh merupakan pernyataan yang tertinggi karna petugastelah  melakukan patroli. Kemudian faktor kendala yang dihadapi petugas polisi hutan, jawaban Setuju lebih banyak yang menjawab setujuh 35 pernyataan 46% faktor Pelaksanaan tindak Pidana Perambahan Hutan dengan mengadakan Patroli di wilayah kawasan hutan lindung. Kata Kunci: Hutan Lindung, Perambahan hutan, Kendala
POTENSI TUMBUHAN BERGUNA DI AREAL NILAI KONSERVASI TINGGI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Hafizah Nahlunnisa
Jurnal Silva Samalas Vol 5, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v5i2.5749

Abstract

Salah satu yang menjadi perhatian dalam areal nilai konservasi tinggi adalah potensi tumbuhan berguna yang terdapat di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tumbuhan berguna yang terdapat di dalam areal nilai konservasi tinggi pekebunan kelapa sawit. Lokasi penelitian di lakukan di areal NKT tiga perusahaan perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau. Metode pengambilan data dilakukan dengan analisis vegetasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies tumbuhan yang paling banyak ditemukan adalah berpotensi sebagai bahan bangunan sebanyak 51.35%, tumbuhan obat 47.74%, dan tumbuhan pangan 22.52%. Klasifikasi kegunaan dikelompokkan menjadi 9 kelompok. Jumlah spesies tumbuhan yang berpotensi sebagai penghasil papan/bangunan sebanyak 57 spesies, tanaman obat sebanyak 53 spesies, tanaman pangan sebanyak 25 spesies, penghasil kayu bakar 10 spesies, pakan ternak sebanyak 5 spesies, penghasil serat, anyaman, tali sebanyak 5 spesies, tanaman hias sebanyak 3 spesies, pestisida nabati sebanyak 3 spesies dan penghasil lainnya seperti damar, resin, pewarna, aromatik, lilin, gaharu, sebanyak 8 spesies. Data potensi tumbuhan berguna dapat menjadi dasar pertimbangan dalam kegiatan pemanfaatan tumbuhan di areal NKT perkebunan kelapa sawit secara lestari.
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP PENGEMBANGAN OBYEK WISATA ALAM AIR TERJUN BIDADARI DI DESA KAWINDA TO’I KECAMATAN TAMBORA KABUPATEN BIMA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Andri Andri; L L Suhirsan Masrilurrahman
Jurnal Silva Samalas Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v5i2.7062

Abstract

Air terjun Bidadari terletak di Desa Kawinda To’i, Kecamatan Tambora Kabupaten Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunjung terhadap pengembangan objek wisata alam air terjun Bidadaridalam penilaian akses wisata dan kondisi fasilitas objek wisata tersebut.. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskritif kuantitatif. Data primer didapatkan melalui teknik observasi serta mewawancarai responden dengan menggunakan kuesioner 100 orang pengunjung. Dalam penelitian ini data dianalisis menggunakan pengukuran skala likert. Pengukuran komponen penilaian pada skala likert yaitu mencakup rentang nilai ≤ 5 diartikan sangat baik, rentang nilai 4 ≤ 4,5 diartikan baik, rentang 3 ≤ 3,5 diartikan cukup, rentang 2 ≤ 2,5 diartikan kurang baik, dan rentang ≥ 1 diartikan tidak baik. Berdasarkan penelitian persepsi pengunjung terhadap kondisi aksesbilitas wisata (3,6) dan masuk dalam kategori baik, penilaian pada kondisi kebersihan (3,6) masuk kategori baik, penilaian pada kondisi infrastruktur (3,3) masuk ke dalam kategori cukup, penilaian pada kondisi fisik (3,6) masuk ke dalam kategori baik, serta pada penilaian kepuasan pengunjung terhadap obyek wisata (4,1) masuk dalam kategori baik.. Hal ini menunjukkan bahwa perlu adanya peningkatan dalam bidang infrastruktur berupa peningkatan jaringan komunikasi serta sarana dan prasarana wisata sebagai upaya pengembangan suatu objek wisata yang dapat dilakukan dengan strategi yang baik dan tersusun, hal itu dilakukan agar dapat meningkatkan minat kunjungan di objek wisata tersebut.
STANDARDISASI BAHAN HERBAL ANTIDIABETES DAUN Gyrinops versteegii SECARA MOLEKULAR MENGGUNAKAN SEKUEN rpoC1 I Gusti Agung Ayu Hari Triandini; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v5i2.7063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis molekular bahan herbal antidiabetes daun gaharu (Gyrinops versteegii) menggunakan sekuen rpoC1. Daun G. versteegii diambil dari perkebunan gaharu di wilayah Lingsar. Daun diolah menjadi bahan herbal dengan menggunakan 4 SOP: pencucian, pengeringan, pencacahan, dan oksidasi. Isolasi DNA dilakukan dengan menggunakan Blood – Animal DNA Preparation Kit sesuai protokol dari produsen. DNA genom diukur absorbansinya pada panjang gelombang 230 nm, 260 nm, dan 280 nm. Amplifikasi PCR dilakukan dengan menggunakan primer universal rpoC1 dengan program initial denaturation 95oC selama 3 menit diikuti 40 siklus denaturasi 95oC selama 15 detik, annealing 37oC selama 1 menit, extension 72oC selama 2 menit, dan final extension 72oC selama 5 menit. MegaBLAST dari laman NCBI digunakan dalam pencarian sekuen referensi. Pohon filogenetik direkonstruksi dengan menggunakan 2 algoritme: Neighbor Joining dan Maximum Parsimony. Hasil penelusuran MegaBLAST menunjukkan bahwa anggota genus Aquilaria mendominasi database referensi sekuen dengan score tertinggi. Pohon filogenetik Neighbor Joining dan Maximum Parsimony yang direkonstruksi dari referensi sekuen rpoC1 memiliki topology yang sedikit berbeda. Meskipun demikian, pada kedua pohon filogenetik tersebut, G. versteegii selalu tergabung dalam satu clade dengan spesies Aquilaria. Dapat disimpulkan bahwa Analisis molekular terhadap bahan baku antidiabtes dari daun G. versteegii menggunakan sekuen rpoC1 menghasilkan data bahwa gaharu G. versteegii secara molekular berhubungan dekat dengan spesies gaharu dari genus Aquilaria.
UJI TINGKAT KESUKAAN MINUMAN HERBAL JAHE MERAH DENGAN FORMULASI BERBAGAI BAHAN PEMANIS SEBAGAI PRODUK HHBK HKM SUELA L. M. Mahid Rasid; Yulia Ratnaningsih
Jurnal Silva Samalas Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v5i2.7124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji hedonik terhadap produk herbal jahe merah dengan metode pengolahan berbeda dan bahan pemanis berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dua faktor. Faktor pertama adalah metode pengolahan jahe yaitu tanpa pengeringan dan dengan pengeringan. Faktor kedua adalah bahan pemnis yaitu gula pasir, gula aren, dan madu. Pengujian dilakukan pada 30 orang responden dengan menggunakan skala hedonik 5 tingkat yaitu: sangat suka (5), suka (4), cukup suka (3), tidak suka (2), dan sangat tidak suka (1). Analisis statistik dilakukan dengan uji ANOVA dan BNJ pada taraf α 0,05 dengan menggunakan program Co-Stat for Windows. Metode pengolahan berbeda menunjukkan hasil pengukuran tingkat kesukaan yang bereda dari responden berdasarkan ANOVA. Penilaian berdasarkan parameter warna, rasa, dan aroma menunjukkan hasil berbeda – beda pada jahe diolah segar dan dikeringkan. Responden cenderung lebih menyukai jahe dikeringkan dibandingkan jaha tanpa pengeringan untuk paramter warna. Sementara itu untuk paramter aroma dan rasa, responden lebih menyukai jahe tidak dikeringkan dibandingkan jahe dengen pengeringan. Responden juga menunjukkan tingkat kesukaan berbeda pada faktor bahan pemanis berdasarkan ANOVA. Hasil uji lanjut BNJ berdasarkan parameter warna, aroma dan rasa menunjukkan responden tidak menyukai pemanis gula aren. Sementara itu gula pasir merupakan pemanis yang paling disukai oleh responden meskipun pada parameter warna dan aroma tidak berbeda signifikan dengan madu. Dapat disimpulkan bahwa metode pengolahan berbeda dan bahan pemanis berbeda secara signifikan mempengaruhi tingkat kesukaan responden terhadap produk minuman herbal jahe merah.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN KAWASAN TAMAN WISATA ALAM MADAPANGGA DI DESA NDANO KECAMATAN MADAPANGGA KABUPATEN BIMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Riefqi Adhiepattih; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v5i2.7148

Abstract

Keberadaan hutan sebagai bagian dari sebuah ekosistem yang besar memiliki arti dan peran penting dalam menyangga Sistem kehidupan. Kecamatan Madapangga memiliki daerah-daerah potensi sekali sehingga dijadikan wisata yang berbasis pemandangan alam, wisata spiritual. Salah satu Desa yang memiliki potensi ekowisata yaitu Desa Ndano, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Namun pemanfaatan sumber daya alam yang ada di desa tersebut belum terealisasi secara optimal jika dibandingkan dengan desa lain yang ada di Kecamatan Madapangga tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap pengunjung kawasan Taman Wisata Alam Madapangga Desa Ndano, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima. Data yang digunakan dalam penelitian ini didapat dari proses wawancara kepada pengunjung taman wisata alam Madapangga. Hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah sarana dan prasarana baik, promosi juga baik, untuk lapangan pekerjaan sangat baik, untuk pelayanan sangat baik demikian juga untuk pengembangan aktivitas ekonomi sangat baik. Menjaga kebersihan sarana dan prasarana, keutuhan kawasan Taman Wisata Alam Madapangga sebagai daerah konservasi dan sebagai sumber mata air. Meningkatkan produk wisata sehingga bisa meningkatkan pengunjung wisatawan lokal dan meningkatkan promosi keberadaan Taman Wisata Alam Madapangga sebagai hutan konservasi dan tetap menjaga kelestariannya.
REVIEW REGULASI HUKUM PENGOBATAN TRADISIONAL BIDANG KEBIDANAN BERBASIS TANAMAN OBAT KELUARGA Amelia Kandisa
Jurnal Silva Samalas Vol 5, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v5i2.7752

Abstract

Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan salah satu bentuk primary health care yang berperan penting dalam pemeliharaan kesehatan anggota keluarga. Penggunaan TOGA dalam pemeliharaan kesehatan merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang banyak dilakukan saat ini semenjak istilah “back to nature” menjadi populer dimasyarakat. Penggunaan TOGA tidak hanya sebatas pada pengobatan tetapi juga dalam hal pencegahan penyakit yang telah dilakukan di berbagai bidang ilmu kesehatan, salah satunya adalah kebidanan. Penggunaan TOGA dibidang kebidanan secara lebih spesifik difokuskan pada penggunaan bahan – bahan herbal untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui. Ibu hamil dan ibu menyusui secara fisiologi merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam hal pengobatan karena pengobatan tersebut tidak hanya berpengaruh pada ibu tetapi pada anaknya. Oleh karena itu regulasi hukum untuk melindungi konsumen kelompok ini merupakan hal yang penting untuk dikaji. Regulasi hukum tersebut difokuskan pada standardisasi bahan baku dan metode produksi TOGA yang digunakan pada ibu hamil dan ibu menyusui.

Page 8 of 13 | Total Record : 129