cover
Contact Name
I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Contact Email
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Phone
+6281907005728
Journal Mail Official
jurnalsilvasamalas@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Silva Samalas: Journal of Forestry and Plant Science
ISSN : 26216779     EISSN : 27767175     DOI : -
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Silva Samalas intended as a medium for communication between researchers about their work. This journal accepted scientific papers on various topics including forestry, agriculture, botany, and environmental science. Jurnal Silva Samalas also accepted various types of scientific paper including research paper, systematic reviews, and short communication.
Articles 129 Documents
IDENTIFIKASI SEBARAN TITIK PANAS (HOTSPOT) SEBAGAI PENDUGA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN KETAPANG DAN KAYONG UTARA, KALIMANTAN BARAT Hafizah Nahlunnisa; Sandi Sopiyandi
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i1.8362

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran hotspot yang terdapat di wilayah Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara tahun 2020 dan 2021 sebagai penduga terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui metode survey dan wawancara. Data titik panas atau hotspot tahun 2020 dan 2021 dari pemantauan satelit NOAA berupa titik koordinat ditumpangsusunkan (overlay) ke peta melalui Software Arc Gis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah titik panas di Kabupaten Ketapang Tahun 2020-2021 adalah 7542 titik dengan sebaran titik panas terbanyak terdapat di Kecamatan Simpang hulu yaitu 1218 titik. Sebaran titik panas terjadi pada bulan Juli memuncak di bulan Agustus dan September dan mulai menurun di bulan Oktober hingga Desember. Sedangkan di Kabupaten Kayong Utara terdapat 277 titik hotspot pada tahun 2020-2021, dengan titik panas terbanyak di Kecamatan Simpang Hilir yaitu 110 titik. Kenaikan jumlah titik panas (hotspot) di Kabupaten Kayong Utara terjadi pada bulan Februari dan Maret, dan menurun dari bulan September hingga Desember.
PENGARUH MEDIA TUMBUH DAN INTENSITAS CAHAYA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT GAHARU (Grynops versteegii) ASAL KEKAIT PUNCANG Zarkasi Nur; I Gde Adi Suryawan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i1.8363

Abstract

Pembibitan G. versteegii merupakan faktor esensial dalam mendukung budidaya gaharu di Pulau Lombok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media dan intensitas cahaya terhadap pertumbuhan bibit G. versteegii. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu Media Semai (M1: tanah:Sekam = 2:1; M2: tanah:sekam = 1:2; M3: tanah:sekam = 1:1) dan Intensitas Cahaya (I1: intensitas cahaya 50%; I2: Intensitas Cahaya 25%). Terdapat 5 Penelitian ini yaitu: persiapan lahan pembibitan, persiapan media tumbuh, penanaman bibit, pemeliharaan bibit, dan pengamatan pertumbuhan bibit. Data parameter perumbuhan tinggi bibit dan jumlah daun bibit di analisis dengan Analisis of Varian (ANVOA) dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf α = 0,05. Selain itu dilakukan pula analisis standard error dengan menggunakan program Co-Stat for windows. Hasil ANOVA menunjukkan bahwa faktor media semai dan faktor intensitas cahaya berpengaruh signifikan terhadap tinggi bibit dan jumlah daun bibit. Akan tetapi tidak terdapat interaksi antarfaktor. Tinggi batang bibit G. versteegii pada medium pertumbuhan berbeda dapat diurutkan mulai dari yang terbesar ke terkecil yaitu: M1, M3, dan M2. Sementara intensitas cahaya I1 memberikan pengaruh tinggi bibit lebih besar dibandingkan I2. Rerata jumlah daun pada bibit juga menunjukkan pola yang sama dengan data tinggi bibit. Dapat disimpulkan bahwa faktor yang mendukung pertumbuhan bibit G. versteegii yang optimal adalah medium dengan komposisi tanah:sekam = 2:1 dan intensitas cahaya 50%.
DAMPAK AKTIVITAS ANTROPOGENIK TERHADAP PRILAKU MAKAN (FEEDING BEHAVIOUR), PREFERENSI MAKAN (FOOD PREFERENCE) DAN TINGKAT AGRESIVITAS (BOLDNESS) MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) Muhamad Soimin; Hafizah Nahlunnisa
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i1.8364

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) merupakan jenis satwa primata yang memiliki tingkat adaptasi yang tinggi pada berbagai habitat sehingga rentan terhadap gangguan antropogenik. Studi ini bertujuan untuk melihat perilaku makan dan preferensi makanan serta tingkat agresivitas boldness dari monyet ekor panjang yang terdapat di area dengan tingkat aktivitas manusia yang tinggi. Pengamatan dilakukan dengan melakukan eksperimen lapangan dengan memberikan jenis pilihan makanan (human and natural food) serta mendekati gerombolan moyet ekor panjang pada jarak tertentu (<1m, 3m, dan 5m). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa monyet ekor panjang tidak terganggung aktivitas manusia serta tidak memiliki preferensi makanan tertentu yang mengindikasikan bahwa telah terjadi proses adaptasi perilaku makan serta domestikasi terhadap aktivitas antropogenik. Selain itu juga, tingkat agresivitas yang tinggi yaitu mendekat searaca agresif (aggressively approaching) ditunjukkan dominan pada jarak yang sangat dekat (<1m) serta tidak ada respon sama sekali ketika didekati pada jarak 5m. Hal ini mengindikasikan juga bahwa monyet ekor panjang dilokasi tersebut sudah terbiasa dengan aktivitas antropogenik yang tinggi karena tidak menunjukkan respon mendekati atau menyerang secara agresif.
ANALISIS VEGETASI TANAMAN TINGKAT POHON di HUTAN KEMASYARAKATAN BLOK 4 WILAYAH KERJA RESORT PRINGGABAYA KPH RINJANI TIMUR Baiq Usmania Mahzam; Raden Roro Narwastu Dwi Rita
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i1.8505

Abstract

Hutan kemasyarakatan (HKm) adalah hutan negara yang pemanfaatan utamanya di tujukan untuk memberdayakan masyarakat setempat, kebijakan hutan kemasyarakatan mengizinkan masyarakat untuk dapat mengelola sebagian dari sumberdaya hutan dengan aturan-aturan yang telah di tentukan permintaan dari kelompok-kelompok petani hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks nilai penting dan keanekaragaman pohon di Hutan Kemasyarakatan Blok 4 Wilayah Kerja Resort Pringgabaya KPH Rinjani Timur. Metode pengambilan sampel adalah dengan metode intensitas sampling yang menentukan besarnya sampel sebanyak 5% dari luas Hutan Kemasyarakatan Blok 4 Wilayah Kerja Resort Pringgabaya, dengan luas lahan sebesar 37, 131 ha yang kemudian di buatkan plot sebanyak 46 plot, dengan ukuran plot 20×20 m dan jarak antar plot sepanjang 50m. Berdasarkan hasil penelitian Analisis Vegetasi Tanaman Tingkat Pohon Di Hutan Kemasarakatan Blok 4 Wilayah Kerja Resort Pringgabaya KPH Rinjani Timur. Jenis pohon yang di temukan sebanyak 10 jenis dan total individu keseluruhan jenis pohon sebanyak 64 pohon yang mendominasi adalah pohon Mete (Anacardium occidentale). Dari hasil perhitungan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi adalah pohon Mete (Anacardium occidentale) dengan jumlah INP sebesar 58,7%, dan Indeks Nilai Penting terendah adalah pohon kersen (Muntingia calabura) dengan jumlah sebesar 17,1%. Untuk keanekaragaman hasil dari indeks shannon-winner menunjukan keanekaragaman sedang yaitu 1,67 yang berarti <1H`<3.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN HUTAN KEMASYARAKATAN LEMBAH SEMPAGER PADA BLOK 3 DESA GUNUNG MALANG KECAMATAN PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Risma Ayu Andini; L L Suhirsan Masrilurrahman
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i1.8545

Abstract

Persepsi merupakan proses untuk memahami lingkungan yang meliputi objek dan simbol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  persepsi masyarakat terhadap pengelolaan hutan kemasyarakatan (Hkm) Lembah Sempager pada blok 3. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode random sampling. Data primer di dapatkan melalui teknik observasi, kuisoner, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan kuisioner 20 orang. Dalam penelitian ini data dianalisis menggunakan skala likert. Pengukuran komponen penilaian pada skala likert yaitu mencakup rentang nilai 5 di artikan sangat setuju, rentang nilai 4 ≤ 4,5 diartikan setuju, rentang 3  ≤ 3,5  ragu-ragu, rentang 2 ≤ 2,5 diartikan tidak setuju, dan rentang 1 diartikan sangat tidak setuju. Berdasarkan hasil penelitian mengenai persepsi masyarakat terhadap pengelolaan hutan kemasyarakatan lembah sempager pada blok 3 yaitu mengenai persepsi masyarakat terhadap perencanaan HKm mendapatkan nilai akhir yaitu (4,5), persepsi masyarakat terhadap pengorganisasian HKm mendapatkan nilai akhir yaitu (4,4), persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan HKm mendapatkan nilai akhir yaitu (4,6) dan persepsi masyarakat terhadap pengawasan HKm mendapatkan nilai akhir yaitu (4,4). Dalam hal ini masyarakat pada blok 3 mendapatkan dampak yang baik terutama dari segi ekonomi.
PEMANFAATAN POTENSI HASIL HUTAN BUKAN KAYU (HHBK) TUAK MANIS TERHADAP PENDAPATAN PETANI PENGELOLA KAWASAN HUTAN KEMASYARAKATAN (HKm) DESA KEKAIT KECEMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Farhan Farhan; Irna Ningsi Amalia Rachman
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i1.8554

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pemanfaatan Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Tuak Manis Terhadap Pendapatan Petani Pengelola Kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Desa Kekait Kecematan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat”. Penelitian ini bertujuana untuk mengetahui besaranya pendapatan masyarakat Desa Kekait dari hasil tuak manis, serta untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha Tuak manis, apakah layak atau tidak.Penelitian ini dilakukan selama 1 (satu) bulan mulai Mei sampai Juni 2023. Lokasi penelitian di Kekait Kecematan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda diskriptif, sedangkan Teknik penetuan responden dilakukan dengan menggunakan tehnik Purposive Sampling, dengan melakukan random/acak terhadap subyek atau sample petani.  Dari 8.795 orang penduduk, diambil sample  sebanyak 15 orang yang memanfaatkan hasil hutan bukan kayu berupa Tuak manis. Pengumpulan data dengan tehnik ,wawancara, dengan membuat questioner atau daftar pertanyaan yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Hasil penenlitian ini menunjukan total pendapatan bersih (I) petani Tuak Manis sebesar Rp 12.155.400 dari 15 responden dengan rata-rata perorang sebesar Rp 810.363,33. Adapun tingkat kelayakan usaha didapat  B/C ratio rata-rata sebesar 1,89.
KERAGAMAN JENIS PRODUK USAHA HHBK DAUN KELOR (Moringa oliefera) DI CV. TRI UTAMI JAYA KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM Syirajudin Syirajudin; L L Suhirsan Masrilurrahman
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i2.10683

Abstract

Masyarakat mengenal bahwa daun kelor (Moringa oliefera) hanya sebagai bahan pangan sayuran, ternyata dari bahan daun kelor bisa dibuat berbagai jenis produk untuk bahan minuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis produk usaha HHBK daun kelor (Moringa oliefera), dan mengetahui strategi pengembangan produk usaha HHBK daun kelor (Moringa oliefera) di CV. Tri Utami Jaya, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus atau case study. Berdasarkan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai jenis produk usaha HHBK berbahan baku daun kelor (Moringa oliefera) yang di produksi CV. Tri Utami Jaya yakni teh bubuk moringa SaSaMbodoM, teh celup moringa KIDOM, teh celup morikai, KIDOM Coffee, masker beauty morikai, dan kapsul moringa SaSaMbodoM. Strategi yang digunakan untuk pengembangan jenis produk berbahan baku daun kelor di CV. Tri Utami Jaya yakni starategi inovasi produk baru dengan cara merubah bentuk pada kemasan, merubah ukuran yang berbeda sesuai dengan harganya, menambahkan variasi rasa, dan jenis kemasan yang tahan lama agar tidak mudah rusak, sehingga masing-masing produk akan memiliki varian rasa yang berbeda dan harga yang berbeda berdasarkan ukuran kemasan; Strategi Penentuan Harga, harga memiliki pengaruh yang besar terhadap keberhasilan sebuah bisnis dan harga juga dapat mempengaruhi persepsi pelanggan, harga yang rendah dapat memberikan bayangan bahwa semakin rendahnya kualitas suatu produk maka akan semakin rendah pula nilai yang akan didapatkan, sebaliknya jika harga produk lebih tinggi maka akan tinggi pula kualitas produk tersebut; strategi distribusi dan tempat; karena berlokasi di kota mataram sehingga secara geografis sangat menguntungkan karena berada di pusat pemerintahan dan untuk distribusinya perusahaan sudah bekerjasama dengan berbagai ekspedisi yang akan mendapatkan gratis ongkir dengan pembelian jumlah tertentu; strategi promosi dilakukan secara online dan juga secara offline, untuk online dilakukan dengan bekerjasama dengan berbagai E-Commerce dan mengirim konten promosi diberbagai sosial media sementara itu untuk offline dilakukan dengan rutin mengikuti pameran dan acara-acara besar dengan sistem open both.
INVENTARISASI TUMBUHAN INVASIF DI RESORT DOROPETI GRID 312 KAWASAN TAMAN NASIONAL TAMBORA Daniansyah Daniansyah; Baiq Arriyadul Badi’ah
Jurnal Silva Samalas Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12257

Abstract

Tumbuhan invasive merupakan tumbuhan asing yang memiliki daya tumbuh dan daya saing tinggi, sehingga menekan pertumbuhan tanaman lokal di suatu wilayah. Tumbuhan invasive berdampak negative karena perkembangbiakannya yang cepat dan bersifat kompetitif terhadap tanaman lokal. Dominasi tanaman invasif menyebabkan kelimpahan tanaman lokal menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman tumbuhan invasif di Demplot Resort DoroPeti. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode garis berpetak dengan 23 plot pengamatan dengan jarak antar plot 50 m. Ukuran plot berukuran 20×20 m (pohon), 10×10 m (tiang), 5×5 m (pancang), 2×2 m (semai). Hasil inventarisi menunjukkan bahwa ada sembilan jenis tanaman invasif yang ditemukan di Kawasan Resort DoroPeti, yaitu Alang-alang (Imperata cylindrica) 117 individu, Jambu Biji (Psidium guajava) 3 individu, Sintrong (Crassocephalum crepidioides) 18 individu, Kirinyu (Choromolaena odorata) 318 individu, Pare Hutan (Momordica balsamina) 23 individu, Putri Malu (Mimosa pudica) 2 individu, Rumput Knop (Hyptis capitata) 14 individu, Tembelekan (Lantana camara) 8 individu, dan Takokang (Solanum torvum) 4 individu.  Indeks Nilai Penting menunjukkan bahwa ada empat jenis yang dominan di Kawasan Resort DoroPeti yaitu Kirinyuh, Alang-alang, Pare Hutan, dan Sintrong. Adapun hasil analisis Indeks Keragaman Shannon-Wiener adalah 1,14. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat keragaman tumbuhan invasif di Kawasan Resort DoroPeti adalah keragaman sedang.
UJI PROKSIMAT TINGKAT KESUKAAN PRODUK PERMEN JELLY DARI DAUN TANAMAN GAHARU (Gyrinops versteegii) DENGAN BERBAGAI VARIASI KONSENTRASI GELATIN Andi Saputri Sarika Daeng; LL Suhirsan Masrilurrahman; Muhammad Sadir
Jurnal Silva Samalas Vol 6, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v6i2.12726

Abstract

Gaharu (Gyrinops versteegii) merupakan tanaman hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang bernilai ekonomi tinggi, karena kayunya mengandung aromatik resin. Secara tradisional, gaharu banyak dimanfaatkan untuk ritual, keagamaan, dan obat-obatan. Untuk pemanfaatan lainnya, daun gaharu dapat diolah menjadi makanan dengan cara pembuatan permen jeli daun gaharu yang dikombinasikan dengan gelatin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan dan tingkat kesukaan (uji hedonik) produk permen jeli gaharu dengan variasi konsentrasi gelatin. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan konsentrasi gelatin, yaitu: S1= 6 g, S2= 10 g, S3= 11 g, S4= 13 g. Analisis kandungan permen jeli menggunakan uji proksimat yang meliputi: kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak. dengan ANOVA (α=0,05) dan uji lanjut BNJ (α=0,05). Uji hedonik produk permen jeli gaharu melibatkan 30 responden berusia 20-30 tahun. Parameter yang diuji adalah warna, aroma, rasa dan kekenyalan. Penilaian uji hedonik menggunakan skala 9 yaitu: sangat suka sekali (9), sangat suka (8), agak suka (7), sedikit suka (6), netral (5), sedikit tidak suka (4), agak tidak suka (3), tidak suka (2), dan sangat tidak suka (1). Hasil analisis proksimat menunjukkan kandungan kadar air (81%), abu (8%), protein (0,1%), karbohidrat (11%), dan lemak (0,01%). Adapun hasil uji hedonik menunjukkan penilaian responden berbeda signifikan pada parameter warna, rasa, aroma, dan kekeyalan. Sampel 4, dengan penambahan 13 g gelatin, menunjukkan tingkat kesukaan yang tertinggi dari segi warna (6,16), aroma (5,23), rasa (6,13), dan kekenyalan (5,13). Jadi, dapat disimpulkan bahwa responden lebih menyukai S4 dengan kadar gelatin 13 g dibandingkan dengan sampel lainnya.
PENGARUH WAKTU PENYISIPAN BEBERAPA VARIETAS KACANG TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG KETAN PADA SISTEM TUMPANGSARI Nining Risnawati; Wayan Wangiyana
Jurnal Silva Samalas Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jss.v7i1.12104

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu penyisipan beberapa varietas kacang tanah di antara barisan jagung ketan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung ketan dalam sistem tumpangsari, dengan melaksanakan percobaan di Desa Beleke Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat dari bulan Oktober 2018 sampai bulan Januari 2019. Percobaan ditata dengan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan (blok) dan dua faktor perlakuan, yaitu varietas kacang tanah (V1= Hypoma 3; V2= varietas Lokal Wajik) dan waktu penyisipan tanaman kacang tanah di antara barisan jagung ketan (W1= penyisipan kacang tanah saat jagung ketan berumur 1 minggu; W2= 2 minggu; W3= 3 minggu setelah tanam (MST) jagung ketan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas kacang tanah tidak memberikan perbedaan pertumbuhan dan hasil jagung ketan dan hanya berpengaruh terhadap NKLp berat berangkasan kering jagung ketan, sedangkan waktu penyisipan kacang tanah berpengaruh terhadap berat kering tongkol dan berat biji kering pipil per tanaman, di mana hasil biji kering pipil pada penyisipan kacang tanah 1 MST (46,49 g/tanaman atau 3,1 ton/ha) dibandingkan penyisipan 2 MST (26,99 g/tanaman atau 1,8 ton/ha ) dan 3 MST (25,27 g/tanaman atau 1,7 ton/ha). Berdasarkan nilai NKLp penyisipan kacang tanah meningkatkan hasil biji jagung menjadi 220% (NKLp=2,20) pada penyisipan umur 1 MST dibandingkan dengan jagung monokrop, sedangkan menunda penyisipan kacang tanah memberikan nilai NKLp yang lebih rendah, yaitu NKLp= 1,31 (penyisipan 2 MST) dan NKLp= 1,25 (penyisipan 3 MST). Namun demikian, kedua faktor perlakuan tidak menunjukkan adanya pengaruh interaksi.

Page 9 of 13 | Total Record : 129