cover
Contact Name
Kuntoro
Contact Email
metafora@ump.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
metafora@ump.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202, Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra
ISSN : 24072400     EISSN : 27766020     DOI : http://dx.doi.org/10.30595/metafora
Core Subject : Education,
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra menyediakan forum untuk menerbitkan artikel dan laporan penelitian yang berfokus pada bidang: 1. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2. Kajian Linguistik Bahasa Indonesia 3. Kajian Sastra Indonesia
Articles 171 Documents
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGANALISIS UNSUR INTRINSIK TEKS DRAMA Nurkanti Nurkanti
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.284

Abstract

Abstrak: Pembelajaran sastra merupakan salah satu pembelajaran yang dirasakan berat oleh siswa, terutama ketika siswa harus menikmati suatu karya sastra. Meskipun karya sastra drama sering dihadapi oleh siswa namun ketika harus menikmati, dalam arti menganalisis naskah drama, siswa masih banyak mengalami kesulitan. Kegagalan siswa dalam menganalisis teks drama tampak ketika hanya siswa tertentu yang dapat menyebutkan unsur intrinsik teks drama. Selama ini, guru kurang menyadari bahwa metode diskusi yang diterapkan ternyata kurang efektif. Sebagian siswa hanya menggantungkan diri pada teman sekelompok. Pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) ini memberikan perbaikan sekaligus solusi terhadap rendahnya tingkat apresiasi sastra. Hal ini tampak ketika setiap siswa akan dapat menganalisis unsur intrinsik teks drama. Dengan pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) ini semua siswa betul-betul mampu menganalisis teks drama dan mempunyai keberanian untuk menyampaikan hasil pekerjaannya. Pembelajaran sastra akan menyenangkan apabila guru dapat menggunakan model pembelajaran yang tepat. Hal ini berdampak pada meningkatnya hasil belajar dan keaktivan siswa di kelas. Kata kunci: analisis, teks drama, NHT
PENERAPAN METODE INDEX CARD MATCH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA UNSUR-UNSUR TEKS EKSPOSISI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMP DARUL ULUM TONJONG KABUPATEN BREBES TAHUN AJARAN 2015/2016 Muning Hartinjung
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 6, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v6i2.7805

Abstract

Abstrak: Penelitian berjudul Penerapan Metode Index Card Match untuk meningkatkan kemampuan membaca unsur-unsur teks eksposisi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Darul Ulum Tonjong Kabupaten Brebes tahun ajaran 2015/2016, bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca unsur-unsur teks eksposisi dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Darul Ulum Tonjong Kabupaten Brebes dengan menggunakan model pembelajaran Index Card Match. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan, setiap pertemuan terdiri dari 2 jam pelajaran. Prosedur pelaksanaan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi terhadap guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca dalam belajar Bahasa Indonesia yang terkait dengan materi memahami teks eksposisi siswa kelas VII SMP Darul Ulum Tonjong Kabupaten Brebes tahun ajaran 2015/2016 mengalami peningkatan melalui model pembelajaran Index card match. Pengumpulan data melalui teknik tes dan non tes. Tes diperoleh dari hasil tes setiap siklus, sedangkan non tes diperoleh dari hasil observasi siswa dan guru. Peningkatan tersebut dapat dilihat pada siklus I nilai rata-rata sebesar 76,8 dengan ketuntasan klasikal sebesar 68,8%, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata sebesar 81,5 dengan ketuntasan klasikal sebesar 87,5%. Peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I ke siklus II adalah 4,7 dengan peningkatan presentase ketuntasan klasikal sebesar 18,8%. Peningkatan kemampuan membaca unsur-unsur teks eksposisi sejalan dengan peningkatan minat belajar siswa. Kata kunci: kemampuan membaca, unsur-unsur teks eksposisi, bahasa indonesia, index card match
BAHASA, ETIKA, DAN PEMARTABATAN BANGSA Suratno, Pardi
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 2, No 2 (2016): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v2i2.167

Abstract

Abstrak: Bahasa diyakini sebagai media atau alat komunikasi sekaligus alat atau sarana berpikir dan perekat komunikasi antar suku dan atau antar negara. Selain itu bahasa juga merupakan identitas masyarakat/bangsa dan wadah kebudayaan sekaligus sebagai media pewarisan kebudayaan. Pada saat yang sama, bahasa merupakan produk budaya. Sejak lama bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa berkebudayaan tinggi. Karya sastra seperti La Galigo, Negerakertagama, Baratayuda, HangTuah, Sejarah Melayu, dan Serat Centhini membuktikan kemajuan pengetahuan dan kecerdasan bangsa Indonesia dan mewadahi peradaban sekaligus pemakaian bahasa yang lahir dari budaya tinggi. Bahasa selalu terkait dan harus dikaitkan dengan dinamika perubahan masyarakat dan bangsa. Representasi bahasa juga mengacu terhadap tinggi dan rendahnya budaya sebuah bangsa. Jadi, dari segi bahasa, tinggi-rendahnya budi bahasa suatu masyarakat dan bangsa menandai tinggi-rendahnya peradaban masyarakat dan bangsa. Dapat ditarik dalam lingkup yang sempit, tinggi-rendahnya bahasa seseorang menjadi bukti tinggi-rendahnya karakter seseorang tersebut. Terdapat gejala dinamika bahasa Indonesia yang semula berkembang dari bahasa berbudaya tinggi (salah satunya berbahasa santun) menuju bahasa berbudaya rendah (berbahasa kasar) yang terjadi di semua ranah kehidupan (politik, kuliner, kosmetika, busana, dll.). Kondisi seperti itu ditandai dengan pemakaian bahasa yang kasar dan kurang berbudaya. Tindak berbahasa harus dipandang sebagai ibadah. Bahasa cerminan seseorang dan masyarakat berbudaya sebagai manipestasi ibadah kepada Tuhan. Berbahasa seperti itu hanya dapat dilakukan oleh sosok yang mampu berpikir positif (berprasangka baik atau khusnudzan), sebaliknya berbahasa kasar dan rendah itu gambaran pikiran negatif (prasangka burukatau suudzan). Secara otomatis berpikir positif akan menuntun pikiran penutur atau penulis terhadap pemakaian bahasa yang cerdas, santun, berbudaya, dan intelek. Sebaiknya, berpikir negatif akan menyeret seseorang untuk bertutur yang mencerminkan sikap curiga, kasar, bicara menyakitkan, dan tidak berbudaya, sekaligus berbahasa yang jauh dari nilai intelektual. Dalam konteks masyarakat yang religius, meyakini hidup di dunia adalah ladang menuju kehidupan akhirat yang hakiki, terdapat orientasi semua orang untuk mendapatkan posisi mulia di hadapan Tuhannya. Memuliakan manusia atau orang lain diwujudkan dalam performansi bahasa atau parole. Kesadaran religius itu diharapkan menjadi penggerak hati dan tindakan untuk berbahasa secara memadai. Kata kunci: bahasa, kesadaran religius, tingkat budaya
UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DENGAN METODE KOOPERATIF STAD DI KELAS VII D SMP NEGERI 2 AJIBARANG Hernandang Wisnu Aji
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 5, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v5i2.5077

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peningkatan keaktifan dalam KBM dan pemahaman belajar siswa kelas 7 D SMP Negeri 2 Ajibarang melalui penerapan pembelajaran kooperatif STAD ( Student Teams Achievement Division) meneliti tentang Penelitian Tindakan Kelas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam beberapa kali pertemuan, setiap pertemuannya mencakup 4 tahap kegiatan, yaitu: 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan Tindakan, 3) Pengamatan, dan 4) Refleksi. Subyek penelitian adalah kelas 7 D pada semester ganjil SMP Negeri 2 Ajibarang tahun pelajaran 2017/2018. Hasil penelitian ini secara keseluruhan menunjukan adanya peningkatan keaktifan belajar siswa, mendiagnosis permasalahan kepasifan dan rendahnya pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan dengan metode koomperatif diharapkan dapat menuai hasil yang positif. Peningkatan keaktifan dan pemahaman belajar siswa dapat dilihat dari berubahnya kondisi kelas yang semakin aktif.
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DALAM PEMBELAJARAN MENGARANG DESKRIPSI DI SEKOLAH DASAR Teguh Zaenudin
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 1 (2014): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i1.158

Abstract

Abstrak: Setiap kali siswa kelas IV SD menyusun karangan deskripsi selalu mengalami kebuntuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media gambar dalam pembelajaran mengarang deskripsi bagi siswa kelas IV SDN 3 Karangtengah Unit Pendidikan Kecamatan Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah pada tahun pelajaran 2010/2011. Digunakan metode penelitian quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest control group design. Data dikumpulkan menggunakan tes esai. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statisktik inferensial uji-T. Hasil analisis data menunjukkan bahwa pada taraf signifikansi 5% didapatkan nilai t-empirik (t-e) lebih besar daripada t-tabel (t-t). Berdasarkan data empirik dapat disimpulkan bahwa intervensi (treatment) yang berupa penggunaan media gambar dalam proses pembelajaran mengarang deskripsi kepada siswa kelompok eksperimen telah menghasilkan peningkatan hasil belajar lebih besar jika dibandingkan dengan hasil belajar pada siswa kelompok kontrol. Saran terkait dengan pembelajaran menyusun karangan deskripsi bagi siswa sekolah dasar adalah guru berupaya secara maksimal untuk menggunakan media gambar dalam proses pembelajaran mereka. Kata kunci: deskripsi, efektivitas, gambar, media, mengarang
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR PADA SISWA KELAS VII SMP N 1 BATURADEN Ella Subekti
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 5, No 1 (2018): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v5i1.5023

Abstract

Abstrak: Bagaimana cara meningkatkan kemampuan menulis karangan narasi siswa kelas VII SMP N 1 Baturaden. Hal ini dapat dilihat berdasarkan atas hasil tes awal yang dilakukan menunjukan bahwa kemampuan menulis karangan siswa masih kurang. Tujuan peningkatkan kemampuan siswa dalam penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis karangan narasi. Penggunaan media gambar difokuskan pada permasalahan, yaitu bagaimana kemampuan siswa kelas VII SMP N 1 Baturaden dalam membuat karangan narasi. Untuk menjawab permasalahan tersebut, peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode latiahan, rancangan penelitian tindakan ini dilakukan dalam 2 siklus, dengan tiap siklus melalui empat tahap, yaitu : (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan tindakan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Penelitian ini dilaksanakan pada Siswa Kelas VII SMP N 1 Baturaden yang berjumlah 25 orang. Adapun subjek penelitian adalah penggunaan media gambar dalam menulis karangan narasi dengan menggunakan metode latihan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. Kata kunci : Gambar, menulis, narasi
Aspek Stilistika Dalam Antologi Cerpen Mastera Dari Pemburu Ke Terapeutik Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Dan Pembelajarannya Di SMP Soli Soli; Sukirno Sukirno
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 7, No 1 (2020): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v7i1.9742

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan aspek bahasa figuratif dalam Antologi Cerpen Mastera Dari Pemburu ke Terapeutik Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, (2) mendeskripsikan fungsi bahasa dalam Antologi Cerpen Mastera Dari Pemburu ke Terapeutik Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, dan (3) mendeskripsikan pembelajaran stilistika Antologi Cerpen Mastera Dari Pemburu ke Terapeutik  Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional pada siswa SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan stilistika. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks-teks yang mengandung bahasa figuratif yang terdapat dalam Antologi Cerpen Mastera Dari Pemburu ke Terapeutik. Teknik pengumpulan data digunakan teknik dokumentasi. Instrumen utama penelitian ini yaitu human instrument atau peneliti sebagai instrumen utama dibantu kartu dan pencatan data. Teknik analisis data penelitian digunakan content analysis (analisis isi) dengan cara teknik reduksi data, sajian data, dan verifikasi atau simpulan. Berdasarkan pembahasan hasil penelitian diketahui bahwa (1) pemakaian bahasa figuratif dalam Antologi Cerpen Mastera Dari Pemburu ke Terapeutik terdapat delapan aspek yaitu idiom, simile, metafora, metonomia, personifikasi, hiperbola, asosiasi dan retoris. (2) fungsi bahasa yang terdapat dalam antologi tersebut meliputi fungsi personal, fungsi instrumental, fungsi interpersonal, fungsi referensial, dan fungsi imajinatif, dan (3) pembelajaran stilistika Antologi Cerpen Mastera Dari Pemburu ke Terapeutik disesuaikan dengan Kurikulum 2013 yang dirumuskan dalam RPP yaitu pada KI 3/3.6 dan KI 4/4.6 yang meliputi kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan tentang aspek kebahasaan cerita pendek.
PENGGUNAAN METODE MIND MAP DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA ASPEK MENULIS TEKS BERITA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIIIB SMP NEGERI 3 KEBASEN Ignatius Kuncoro
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 2, No 1 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v2i1.295

Abstract

Abstrak: Pelajaran Bahasa Indonesia adalah pelajaran yang bermanfaat untuk mencari tahu tentang bahasa dan sistematikanya. Ruang lingkup bahan kajian Bahasa Indonesia di SMP meliputi aspek mendengar, berbicara, membaca, menulis, dan kebahasaan. Metode yang dipakai dalam pelajaran Bahasa Indonesia adalah metode yang bisa mengaktifkan siswa. Permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIIIB SMP Negeri 3 Kebasen adalah rendahnya minat dan prestasi siswa. Faktor penyebabnya adalah kurangnya alat peraga yang dipakai guru dalam mengajar dan metode yang dipakai guru masih kurang mengaktifkan siswa atau bersifat konvensional.Berdasarkan tes unjuk kerja dan tes formatif yang telah dilakukan, maka peneliti mengujicobakan metode mind map, yaitu metode pemetaan otak di dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VIIIB SMP Negeri 3 Kebasen dengan kompetensi dasar menulis teks berita. Tujuan penggunaan metode mind map adalah untuk meningkatkan prestasi dan minat peserta didik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode ini diterapkan dalam perbaikan pembelajaran dari siklus I dan Siklus II. Hasil penelitian selama 2 siklus diperoleh data bahwa prestasi peserta didik semakin naik untuk setiap siklusnya. Kalau pada awal hanya 36% yang tuntas, pada siklus kedua mencapai 86% yang tuntas, demikian juga minat peserta didik pun meningkat. Hal ini bisa dilihat semakin banyaknya siswa yang mencapai 2-4 indikator penilaian proses. Dengan demikian metode mind map sangat efektif dan membantu peserta didik untuk meningkatkan minat dan prestasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII. Kata kunci : metode mind map, menulis teks berita, minat, prestasi belajar
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL ORANG-ORANG BIASA KARYA ANDREA HIRATA Primasari Wahyuni; Rahmad Hidayat Nasution
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 6, No 1 (2020): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v6i1.7823

Abstract

Abstrak: Penelitian ini berjudul “Nilai Pendidikan Karakter Novel Orang-orang Biasa Karya Andrea Hirata”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Orang-orang Biasa karya Andrea Hirata. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah novel Orang-orang Biasa karya Andrea Hirata. Data penelitian berupa kata, frasa, atau kalimat yang mengandung unsur nilai pendidikan karakter dalam novel Orang-orang Biasa karya Andrea Hirata. Teknik baca dan catat digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini. Teknik analisis data menggunakan content analysis. Validitas dan reliabilitas menggunakan validitas semantik dan intrarater. Berdasarkan hasil penelitian, nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Orang-Orang Biasa karya Andrea Hirata mencakup nilai cinta tanah air; peduli sosial; cinta damai; tanggung jawab; kerja keras; rasa ingin tahu; kreatif; disiplin; dan religius. Kata kunci: pendidikan karakter, novel orang-orang biasa
PENANDA VERBA PASIF DALAM BAHASA JAWA Suwartono Suwartono
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.278

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem atau aturan penanda verba pasif dalam bahasa Jawa. Analisis dilakukan berdasarkan pada data ragam lisan/tuturan, yakni yang paling umum digunakan pada komunikasi lisan sehari-hari dalam bahasa Jawa. Data ini mengacu kepada bahasa Jawa ragam rendah (Ngoko). Peneliti sendiri seorang penutur asli bahasa Jawa. Namun demikian, untuk mendukung validitas penelitian dua orang ahli yang dinilai memiliki kapasitas sebagai narasumber (berlatarbelakang pendidikan relevan) – seorang dosen pendidikan bahasa Jawa dan seorang guru bahasa Jawa Sekolah Menengah Pertama – telah diwawancarai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam bahasa Jawa verba pasif ditandai dengan awalan di- atau ke-, atau gabungannya bersama akhiran -i, -ni, -an, atau -en. Sisipan -in- ditemukan hanya pada variasi dalam bidang seni/sastra, yang juga sering terdengar digunakan oleh pembawa acara dalam prosesi pernikahan adat Jawa. Dalam bahasa Jawa ragam tinggi (Krama), dipun- atau gabungannya bersama akhiran -i atau -aken digunakan untuk menggantikan penanda verba pasif untuk versi yang lebih rendah di-, sementara ke-/ka- masih dijumpai sama seperti pada ragam rendah Ngoko. Kata kunci: penanda verba pasif, ragam tinggi, ragam rendah, krama, ngoko

Page 6 of 18 | Total Record : 171