cover
Contact Name
Kuntoro
Contact Email
metafora@ump.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
metafora@ump.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202, Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra
ISSN : 24072400     EISSN : 27766020     DOI : http://dx.doi.org/10.30595/metafora
Core Subject : Education,
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra menyediakan forum untuk menerbitkan artikel dan laporan penelitian yang berfokus pada bidang: 1. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2. Kajian Linguistik Bahasa Indonesia 3. Kajian Sastra Indonesia
Articles 171 Documents
GAYA BAHASA SINDIRAN DALAM ACARA “SENTILAN SENTILUN” DI METRO TV EPISODE SEPTEMBER 2015 Anggun Fitriyana Humairotun
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 6, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v6i2.7801

Abstract

Abstrak: Penelitian yang berjudul “Gaya Bahasa Sindiran dalam Acara Sentilan Sentilun di Metro TV Episode September 2015” bertujuan untuk mendeskripsikan jenis gaya bahasa sindiran yang terdapat dalam acara “Sentilan Sentilun” episode September 2015. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa 56 tuturan Sentilan, Sentilun, dan bintang tamu yang mengandung gaya bahasa sindiran dalam acara “Sentilan Sentilun” di Metro TV episode September 2015. Sumber data dalam penelitian ini adalah empat episode tayangan “Sentilan Sentilun” episode September 2015. Penelitian ini menggunakan tiga tahap penelitian yaitu tahap penyediaan data, tahap penganalisisan data, dan tahap penyajian data. Pada tahap penyediaan data penelitian ini menggunakan metode simak, teknik sadap sebagai teknik dasar, dan teknik lanjutannya yaitu teknik simak bebas libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Dalam t ahap analisis data metode yang digunakan adalah padan referensial, teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan teknik hubung menyamakan hal P okok penentu (HBSP). Dalam tahap penyajian data, peneliti menggunakan metode informal. Berdasarkan hasil analisis data dalam penelitian ini, maka diperoleh simpulan bahwa dalam tuturan Sentilan, Sentilun, dan bintang tamu pada acara “Sentilan Sentilun” di Metro TV episode September 2015 terdapat 3 jenis gaya bahasa sindiran. Jenis gaya bahasa sindiran yang ditemukan meliputi (a) ironi 4 data (7,14%), (b) sinisme 43 data (76,78%), (c) sarkasme 9 data (16,07%). Jenis gaya bahasa sindiran yang paling banyak digunakan adalah sinisme sebanyak 43 data (76,78%), sedangkan jenis gaya bahasa sindiran yang paling sedikit digunakan adalah ironi sebanyak 4 data (7,14%). Kata Kunci: gaya bahasa sindiran, ironi, sinisme, sarkasme “sentilan sentilun
EFEKTIVITAS METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DAN JIGSAW DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA INTENSIF Miftakhul Jannah
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 2, No 2 (2016): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v2i2.163

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan metode CIRC dan Jigsaw untuk mencari informasi penting dalam sebuah bacaan pada pembelajaran membaca intensif siswa kelas VI SD Negeri Pakujati 01, Kecamatan District, Brebes Regency, Tahun Pelajaran 2013/2014. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Subject penelitian ini berasal dari tiga sekolah yaitu siswa kelas VI SD Negeri Pakujati 01 yang terdiri dari 56 siswa yang terbagi menjadi dua kelas yaitu VI A dan VI B sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VI SDN 1 Taraban dan SD N Kretek 04 yang masing-masing terdiri dari 28 siswa sebagai kelompok kontrol. Dengan demikian total populasi dalam penelitian ini berjumlah 112 siswa. Semua populasi dijadikan sampel penelitian dengan menggunakan teknik non randomly assignment. Data dikumpulkan menggunakan tes tertulis dan dianalisis ,engguanakn uji-t untuk mengetahui keefektifan metode CIRC dan Jigsaw untuk pembelajaran membaca intensif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada kemampuan membaca intensif siswa berdasarkan uji-t dimana t hitung (4,278) lebih tinggi dibandingkan t-table (2,052) dengan taraf signifikansi α = 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa metode CIRC efektif untuk meningkatan kemampuan membaca intensif siswa kelas VI A SDN Pakujati 01 Paguyangan. Metode Jigsaw juga efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil penelitian dimana t-hitung (3,759) lebih tinggi dibandingkan t-table (2,052). Kedua metode tersebut kemudian dibandingkan untuk mengetahui metode yang lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca intensif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan karena berdasarkan paired sample test, t-hitung (0,225) lebih rendah dibandingkan t-table (2,005). Kata kunci : keefektifan, metode CIRC dan Jigsaw, kemampuan membaca intensif
KEPRIBADIAN TOKOH DALAM NOVEL JALAN TAK ADA UJUNG KARYA MUCHTAR LUBIS KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Suprapto Suprapto
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 5, No 1 (2018): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v5i1.5028

Abstract

Abstrak: Karya sastra merupakan suatu luapan emosi yang mengandung nilai kehidupan. Karya sastra sebagai bentuk seni lahir dari kehidupan yang bertata nilai. Hal ini terjadi karena setiap cipta seni yang dibuat dengan kesungguhan tentu mengandung keterkaitan yang kuat dengan kehidupan, kehidupan sastrawan sebagai pelahir cipta seni. Jadi kesusastraan merupakan karya seni yang di dalamnya berisi nilai dan permasalahan kehidupan. Salah satu permasalahan yang tidak dapat dipisahkan dari karya sastra adalah masalah kejiwaan yang dialami dari tokoh-tokoh dalam karya sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan kepribadian tokoh dalam Novel Jalan Tak Ada Ujung Karya Muchtar Lubis. Penelitian ini adalah pelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra dengan menggunakan teori psikoanalis Sigmund Freud. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan hasil analisis data secara detail dan terperinci. Objek kajian dalam penelitian ini adalah Novel Jalan Tak Ada Ujung Karya Muchtar Lubis. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan adanya gambaran tentang id, ego, dan superego yang dipengaruhi oleh kesadaran dan ketidaksadaran oleh tokoh-tokoh dalam Novel Jalan Tak Ada Ujung Karya Muchtar Lubis.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS CERPEN MELALUI “STRATEGI TIGA KATA” Nurkanti Nurkanti
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 1 (2014): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i1.154

Abstract

Abstrak: Kemampuan menulis cerpen merupakan salah satu kemampuan yang diujikan di kelas IX SMP. Menulis cerpen memang tidak mudah, namun siswa harus menguasainya. Selama ini hasil belajar untuk menulis cerpen tergolong kurang baik. Kebanyakan siswa merasa kesulitan ketika akan memulai menulis. Siswa merasa kebingungan dengan kata pertama yang akan digunakan dalam menulis cerpen. Dalam kondisi seperti itu, siswa cenderung menggunakan kata-kata yang klise yang biasa dipakai dalam cerita-cerita lama. Penggunaan model pembelajaran tertentu diharapkan dapat membantu memancing kreativitas siswa. Karena kesulitan siswa pada diksi/pilihan kata di awal cerpen, maka guru perlu memilih suatu strategi agar siswa tidak terjebak pada kata-kata klise yang banyak digunakan orang. Strategi Tiga Kata merupakan cara mengawali penulisan cerpen dengan mengambil tiga kata acak agar terhindar dari kata-kata klise. Dengan model pembelajaran yang sesuai, siswa akan lebih mudah mengikuti pembelajaran. Tentu saja berdampak pada hasil belajar yang lebih baik. Untuk itu guru juga sebaiknya lebih bijak dalam menggunakan model pembelajaran. Kata kunci : kreativitas, menulis, cerpen, Strategi Tiga Kata
EFEKTIVITAS METODE GROUP INVESTIGATION DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI Juwani Juwani
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 2, No 1 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v2i1.302

Abstract

Abstrak:Kemampuan menulis teks laporan hasil observasi di SMK Negeri 3 Purbalingga masih rendah, sehingga perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas metode group investigation terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar menulis teks laporan hasil observasi. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen jenis kuasi dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Negeri 3 Purbalingga, sedangkan sampel yang terpilih adalah siswa kelas X TL A sebagai kelompok kontrol dan kelas X TL B sebagai kelompok eksperimen. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data tes/pengetesan dan angket. Teknik analisis data menggunakan uji-t independen. Berdasarkan hasil analisis statistik diketahui bahwa nilai t hasil uji-t variabelmotivasi sebesar 8,104 sedangkan nilai t-tabel pada taraf signifikansi 0,05 menunjukkan angka 2,036. Nilai t hasil uji-tvariabel menulis teks laporan hasil observasi sebesar 3,280 sedangkan nilai t-tabel pada taraf signifikansi 0,05 menunjukkan angka sebesar 2,036. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa metodegroup investigation efektif terhadap peningkatan motivasi dan kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X di SMK Negeri 3 Purbalingga. Kata kunci: group investigation, motivasi, menulis, teks laporan hasil observasi
Penggunaan Bahasa Isyarat Berbantuan Kartu Bergambar Dalam Pembelajaran Penguasaan Kosakata Pada Kelas II Tunarungu SLB Negeri Cilacap Ami Saniatur Rohmah; Sukirno Sukirno
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 7, No 1 (2020): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v7i1.9738

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahasa isyarat berbantuan kartu bergambar dan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran penguasaan kosakata pada kelas II-B Tunarungu SLB Negeri Cilacap. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan dua variabel bebas yaitu penggunaan kartu bergambar dan aktivitas belajar siswa yang diukur dengan metode observasi dan satu variabel terikat yaitu penguasaan kosakata siswa yang diukur dengan metode tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh yang positif dan signifikan penggunaan kartu bergambar terhadap penguasaan kosakata siswa pada kelas II Tunarungu SLB Negeri Cilacap yang diperoleh dari hasil analisis bahwa Fhitung = 4,553 > F1,5,5% = 4,10, (2) ada pengaruh yang positif dan signifikan penggunaan kartu bergambar terhadap penguasaan kosakata siswa pada kelas II Tunarungu SLB Negeri Cilacap yang diperoleh dari hasil analisis bahwa Fhitung = 6,197 > F1,5,5% = 4,10, (3) ada pengaruh yang positif dan signifikan penggunaan kartu bergambar terhadap penguasaan kosakata siswa pada kelas II Tunarungu SLB Negeri Cilacap yang diperoleh dari hasil analisis bahwa Fhitung = 9,157 > F2,4,5% = 3,25.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MEMPRODUKSI TEKS HASIL OBSERVASI DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK SMP Ruti Sumarni
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.286

Abstract

Abstrak: Bahan ajar merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran yang keberadaannya memegang peran penting bagi peserta didik maupun guru. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan: (1) mengetahui kelayakan bahan ajar teks hasil observasi; dan (2) mengetahui keefektifan bahan ajar terhadap hasil belajar aspek pengetahuan dan aspek keterampilan, motivasi belajar, dan kreativitas belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Hasil yang diperoleh: 1) pengembangan bahan ajar teks hasil observasi untuk SMP dinyatakan sangat layak oleh ahli dan guru Bahasa Indonesia dengan komponen penilaian kelayakan isi skor rerata 3,73, kebahasaan skor rerata 3,58, dan penyajian materi skor rerata 3,77. Adapun kualitas kegrafikan dinilai oleh ahli desain grafis dan guru Bahasa Indonesia dengan rerata skor 3,85. Respon peserta didik terhadap modul juga sangat baik , kelayakan isi 88,4%, kebahasaan 86,8%, penyajian materi 88,8%, dan kualitas kegrafikaan 86,6%. 2) Hasil uji keefektifan dengan uji-t independen menunjukkan bahwa modul teks hasil observasi sangat efektif digunakan sebagai penunjang pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan melalui hasil uji statistik t-Test terhadap hasil belajar, motivasi, dan kreativitas belajar yang menunjukkan bahwa nilai t hitung ˃ nilai t tabel, sehingga disimpulkan: (a) hasil belajar peserta didik yang menggunakan modul meningkat dan berbeda signifikan dibandingkan dengan peserta didik yang hanya menggunakan buku teks dari sekolah; (b) motivasi belajar peserta didik berbeda signifikan antara peserta didik yang menggunakan modul dengan yang tidak menggunakan; (c) kreativitas belajar peserta didik yang menggunakan modul lebih tampak dan berbeda signifikan dibandingkan dengan peserta didik yang tidak menggunakan modul. Kata kunci: pengembangan, modul, teks hasil observasi, pendekatan scientific.
JENIS PERUBAHAN MAKNA DAN FAKTOR-FAKTOR PERUBAHAN MAKNA NAMA JULUKAN KLUB SEPAKBOLA DI LIGA SUPER INDONESIA DAN DIVISI UTAMA LIGA INDONESIA MUSIM KOMPETISI 2013-2014 Priyanto Priyanto
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 6, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v6i2.7806

Abstract

Abstrak: Penelitian berjudul Jenis Perubahan Makna dan Faktor-Faktor Perubahan Makna Nama Julukan Klub Sepakbola di Liga Super Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia Musim Kompetisi 2013-2014 meneliti lebih lanjut mengenai nama-nama julukan klub sepakbola, khususnya yang ditinjau dari kajian semantik. Kajian semantik ini bertujuan mendeskripsikan jenis perubahan makna, dan faktor-faktor perubahan makna yang terkandung dalam nama-nama julukan klub sepakbola di Liga Super Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2013-2014. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa nama julukan klub sepakbola di Liga Super Indonesia musim kompetisi 2013-2014. Data dalam penelitian ini berjumlah 85 nama julukan klub sepakbola yang ada di Liga Super Indonesia dan Divisi Utama Liga Indonesia musim kompetisi 2013-2014 yang terbagi dalam dua wilayah yaitu wilayah barat dan wilayah timur untuk klub Liga Super Indonesia dan delapan grup untuk Divisi Utama Liga Indonesia dengan perincian; (1) Liga Super Indonesia wilayah barat berjumlah 11 nama julukan klub sepakbola, (2) Liga Super Indonesia wilayah timur berjumlah 11 nama julukan klub sepakbola, (3) Divisi Utama Liga Indonesia berjumlah 63 nama julukan klub sepakbola yang terbagi dalam delapan grup. Penelitian ini menggunakan tiga tahap penelitian yaitu tahap penyediaan data menggunakan metode simak dan menggunakan teknik baca dan catat. Tahap analisis data, dalam tahap ini digunakan metode padan referensial dengan teknik dasar Pilah Unsur Penentu (PUP), teknik lanjutan menggunakan teknik Hubungan Banding Menyamakan (HBS). Selain itu, digunakan metode agih dengan teknik dasar Bagi Unsur Langsung (BUL), kemudian teknik lanjutannya dengan menggunakan teknik perluas. Tahap penyajian hasil analisis data, dalam hal ini data disajikan dengan menggunakan metode penyajian informal. Dari hasil analisis data ditemukan adanya jenis perubahan makna dan faktor-faktor perubahan makna yang terkandung dalam nama julukan klub sepakbola. Jenis perubahan makna meliputi: (1) jenis perubahan makna dari bahasa daerah ke bahasa Indonesia 16 data (18,82%), (2) jenis perubahan makna akibat perubahan lingkungan 26 data (30,59%), (3) jenis perubahan makna akibat gabungan leksem atau kata 41 data (48,23%), (4) jenis perubahan makna tetap, lambang berubah 2 data (2,35%). Faktor-faktor perubahan makna meliputi: (1) sebab-sebab linguistik 11 data (12,94%), (2) sebab-sebab historis 15 data (17,65%), (3) sebab-sebab sosial 48 data (56,47%), (4) sebab-sebab psikologis 4 data (4,71%), (5) pengaruh asing 3 data (3,53%), dan (5) adanya perkembangan iptek dan pemakaian kata (kebutuhan baru) 4 data (4,71%). Kata kunci: jenis makna, perubahan makna, sepakbola, liga super indonesia
PEMBELAJARAN SASTRA DI SEKOLAH DAN KURIKULUM 2013 Suminto A Sayuti
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 1, No 2 (2015): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v1i2.274

Abstract

Abstrak: Kurikulum 2013 secara material berisi seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran tertentu. Di samping secara fungsional, kurikulum 2013 hendaknya diperhitungkan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan bidang-bidang tertentu; termasuk untuk bidang Bahasa dan Sastra Indonesia, baik dalam posisinya sebagai mata pelajaran wajib maupun peminatan. Oleh karena itu, jika terkait dengan materi dan pelaksanaan pembelajaran sastra di sekolah, bagi saya, kurikulum apa pun dan mana pun tidak perlu digelisahkan. Alasannya, secara esensial tujuan utama pembelajaran sastra itu tidak pernah berubah. Tujuan itu pasti berorientasi pada literary knowledge dan literary appreciation. Orientasi itu dapat diturunkan menjadi knowing, doing, dan being sastra; apresiasi, ekspresi, dan produksi sastra; atau dapat dirumuskan dalam (istilah Jawa) nga-3: ngerti, nglakoni, dan ngrasakke sastra. Dalam hubungannya dengan hal itu, strategi pembelajaran sastra menjadi penting untuk diperhatikan dan hal ini pula yang diisyaratkan oleh Kurikulum 2013, yakni pola umum kegiatan guru-siswa yang aktualisasinya berupa kegiatan belajar-mengajar sastra di kelas. Mengajarkan sastra pada dasarnya merupakan sebuah upaya menciptakan suatu sistem lingkungan yang memungkinkan terjadinya proses belajar sastra. Sistem lingkungan ini terdiri atas komponen-komponen yang saling mempengaruhi yakni: (a) tujuan instruksional yang ingin dicapai; (b) teks sastra yang diajarkan; (c) guru-siswa yang harus memainkan peranan serta ada dalam hubungan sosial tertentu; (d) bentuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan; serta (e) sarana dan prasarana belajar-mengajar yang tersedia. Agar pembelajaran sastra menjadi menyenangkan dan efektif, strategi transaksional merupakan salah satu strategi yang tepat dan perlu dikembangkan karena siswa menjadi terlibat secara aktif. Kata kunci: kurikulum, sastra, pembelajaran
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DENGAN MENGGUNAKAN METODE INQUIRI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 BANYUMAS Ivana Puspitaningrum
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 5, No 2 (2019): METAFORA
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v5i2.5078

Abstract

Abstrak: Teks Eksposisi Identifikasi merupakan sebuah teks yang menggunakan metode yang berusaha menetapkan atau menyebutkan ciri-ciri atau unsur-unsur pengenal suatu objek, sehingga para pembaca atau pendengar lebih mengenal objek yang dijelaskan. Penelitian Tindakan Kelas ini berusaha dapat mengukur kemampuan siswa dan dapat meningkatkan siswa dalam menulis teks eksposisi jenis identifikasi. Permasalahan yang muncul adalah 1)Bagaimana kemampuan siswa kelas VIII F SMP Negeri 1 Banyumas dalam menulis teks eksposisi jenis identifikasi dengan menggunakan metode inquiri?, 2)Bagaimana perubahan perilaku siswa kelas VIII F SMP Negeri 1 Banyumas dalam menulis teks eksposisi jenis identifikasi dengan menggunakan metode inquiri?, 3)Bagaimana meningkatkan siswa kelas VIII F SMP Negeri 1 Banyumas dalam menulis teks eksposisi jenis identifikasi dengan metode inquiri?. Penelitian ini dilaksanakan dengan pengumpulan data yang digunakan dengan teknik tes dan nontes. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan menggunakan tes yang dilakukan sebanyak dua kali. Tes pertama berupa tes awal yang dilaksanakan setelah pembelajaran pada siklus 1. Hasil tes ini dijadikan sebagai acuan dalam melakukan perbaikan tindakan kelas siklus II. Tes yang kedua dilaksanakan setelah pembelajaran pada siklus II. Non-tes menggunakan observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas VIII F SMP Negeri 1 Banyumas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menulis teks eksposisi identifikasi untuk siswa kelas VIII F SMP Negeri 1 Banyumas perlu ditingkatkan.

Page 7 of 18 | Total Record : 171