cover
Contact Name
Kuntoro
Contact Email
metafora@ump.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
metafora@ump.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202, Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra
ISSN : 24072400     EISSN : 27766020     DOI : http://dx.doi.org/10.30595/metafora
Core Subject : Education,
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra menyediakan forum untuk menerbitkan artikel dan laporan penelitian yang berfokus pada bidang: 1. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 2. Kajian Linguistik Bahasa Indonesia 3. Kajian Sastra Indonesia
Articles 175 Documents
Peningkatkan Keterampilan Kolaborasi melalui Model Problem Based Learning kelas IX MTs Halimun Cianaga Setyawan, Danang Budi; Mudayat, Mudayat; Rastika, Ria
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 11, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v11i1.23881

Abstract

Proyek kelas ini dilaksanakan di kelas IX MTs Halimun. rendahnya kemampuan kerjasama siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia merupakan permasalahan yang perlu diperbaiki, sesuai dengan latar belakang yang penulis terapkan dalam kegiatan pembelajaran pra siklus. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan kerja sama siswa dengan memanfaatkan pendekatan pembelajaran berbasis masalah untuk menciptakan karya. Jika siswa menunjukkan tanggung jawab, kerjasama, dan disiplin, kemampuan mereka untuk berkolaborasi dengan orang lain meningkat. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus, yang disebut siklus I dan II, yang masing-masing siklusnya terdiri dari empat tahap: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Lingkungan kelas dapat dibuat lebih menarik dan menyenangkan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah, yang akan membantu kemampuan kerjasama siswa meningkat dari pra-siklus ke siklus I, meningkat sebesar 8%–11%, dan dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 21% –25%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa penerapan paradigma pembelajaran berbasis masalah membantu kemampuan berkolaborasi siswa akan tumbuh.
Manifestasi Ketidakadilan Terhadap Perempuan Dalam Novel Kesatria Sabang Merauke Karya Jose Rizal (Kajian Gender) Tuti; Elkhotoun Dzatusy-syawkah
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v13i1.30070

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manifestasi ketidakadilan terhadap perempuan dalam novel Kesatria Sabang Meraoke karya Jose Rizal melalui pendekatan gender teori Mansoer Fakih. Metode yang digunakan adalah naratif berjenis kualitatif dengan teknik baca dan catat untuk mengumpulkan data berupa kata, frasa, dan kalimat yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa manifestasi ketidakadilan gender dalam novel Ksatria Sabang Merauke meliputi: dua bentuk manifestasi ketidakadilan, yaitu: gender dan stereotip serta gender dan kekerasan. Pertama, Gender dan strereotip mencakup bahwa perempuan Jawa (sesuai latar tempat berada di Jawa Barat) setelah menikah diharuskan melayani suaminya, seperti memasak, mengantar makanan ke tempat bekerja, mencuci pakaian, pada intinya hal-hal yang berkaitan dengan urusan rumah tangga. Istri harus mematuhi suaminya, ketika suami melarang untuk bersolek maka istri wajib mematuhinya. Kedua, manifestasi gender dan kekerasan, terdapat tindak kekerasan fisik, seksual dan emosional. Kekerasan invasi, yakni kekhawatiran dan ketakutan, bentuk kekerasan jenis terselubung (molestation) yang kerap dialami oleh tokoh perempuan. dan kekerasan dalam bentuk fornografi yaitu jenis kekerasan nonfisik berupa pelecehan tubuh perempuan untuk dijadikan objek kesenangan atau keuntungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya sastra dapat berfungsi sebagai medium refleksi kritis untuk mengetahui permasalahan ketidakadilan gender.
Representasi Gender dalam Buku Bahasa Indonesia SMP Kelas VII: Analisis Wacana Kritis Sara Mills Muhammad Fanza Maulana; Abdul Kosim
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v13i1.30380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi gender dalam buku ajar Bahasa Indonesia SMP kelas VII dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis perspektif Sara Mills. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa analisis dokumen terhadap teks cerita fantasi, biografi, dan teks lainnya dalam buku ajar. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi posisi subjek–objek serta posisi pembaca dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung direpresentasikan sebagai objek dalam narasi, terutama dalam ranah domestik, sebagai pendukung keberhasilan tokoh laki-laki, serta dalam relasi sosial yang tidak memberikan ruang bagi suara perempuan. Sebaliknya, laki-laki lebih dominan sebagai subjek penceritaan yang memiliki kendali terhadap alur dan makna teks. Posisi pembaca juga diarahkan untuk menerima konstruksi tersebut sebagai sesuatu yang wajar. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan perspektif Sara Mills dalam analisis buku ajar Bahasa Indonesia SMP yang masih terbatas dilakukan. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan bahan ajar yang lebih sensitif gender serta peran guru dalam membangun kesadaran kritis siswa terhadap representasi gender dalam teks.
Framing Bahasa Jurnalistik dalam Pembelajaran Berbicara Suci Ayu Latifah; Sri Wahyuni; Endah Normawati Mahanani
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v13i1.30539

Abstract

Mahasiswa sebagai konten kreator merupakan tren masa kini yang didukung oleh perkembangan teknologi dan informasi di lingkungan sosialnya. Liputan reportase di lingkungan kampus sudah banyak dilakukan mahasiswa sebagai ajang penyebaran informasi kepada masyarakat luas. Saat liputan, mahasiswa menerapkan kaidah-kaidah bahasa kejurnalistikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis framing bahasa jurnalistik dalam pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai konten kreator perguruan tinggi. Objek penelitian adalah liputan mahasiswa STKIP PGRI Ponorogo, program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2024 di youtube News Sastra. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, hasil berupa kata-kata dan kalimat analisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa telah melaporkan pemberitaan kampus sesuai dengan kaidah-kaidah kebahasaan jurnalistik, yaitu (i) sintaksis (susunan kalimat), (ii) skrip (5w+1h), (iii) tematik (tema), dan (iv) retoris (pilihan kata) berdasarkan konsep Framing Pan dan Kosicki.
Analisis Proses Pembelajaran Menulis Cerpen Menggunakan Media Chain Writing pada Siswa Kelas X DKV SMKN 1 Sampang Amila Faradilla; Nadia Alfi Choirina; Hikma Warni; Anis Fitria Faisal Putri
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol. 13 No. 1 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v13i1.30563

Abstract

Penelitian ini didorong oleh rendahnya keterlibatan dan kemampuan siswa kelas X Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 1 Sampang dalam menciptakan cerita pendek. Melalui pengamatan selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), terlihat bahwa siswa cenderung bersikap pasif saat memulai tulisan, kurang percaya diri dalam mengembangkan ide, dan mengalami kesulitan dalam menjaga kejelasan alur cerita. Situasi ini menandakan perlunya adanya metode pembelajaran yang bersifat partisipatif dan kolaboratif agar potensi kreatif siswa dapat diinformasikan secara maksimal. Penelitian ini berfokus pada menganalisis cara belajar menulis cerita pendek melalui media Chain Writing di kalangan siswa kelas X DKV SMKN 1 Sampang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif di mana pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi selama proses belajar berlangsung. Tujuan penelitian ini mencakup dinamika di dalam kelas, interaksi antara guru dan siswa, serta seberapa aktif siswa terlibat dalam aktivitas menulis. Hasil dari studi ini mengindikasikan bahwa penggunaan media Chain Writing a.Dapat meningkatkan keterlibatan aktif siswa, b.Merangsang interaksi sosial, c.Serta membantu siswa dalam mengembangkan alur cerita dengan lebih teratur dan koheren. Proses pembelajaran menjadi lebih dinamis dan sesuai dengan sifat siswa DKV yang telah terbiasa bekerja sama. Implikasinya adalah guru dapat menggunakan media Chan Writing dalam kegiatan pembelajaran terutama di dalam menulis cerpen. Dengan demikian, media Chain Writing terbukti efektif dalam mendukung proses pembelajaran menulis cerpen secara kontekstual dan partisipatif.