cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017" : 14 Documents clear
PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DALAM PENANAMAN KONSEP PERKALIAN SISWA III SEKOLAH DASAR NEGERI 2 BAJUR Musmiratul Uyun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi olehPembelajaran matematika di Sekolah Dasar (SD) memegang peranan yang sangat penting untuk pembelajaran matematika pada tingkat yang lebih tinggi. Salah satu upaya agar para siswa sekolah dasar dapat termotivasi dan menyukai matematika adalah dengan menerapkan pendekatan matematika realistik indonesia.Penerapan pendekatan metematika realistik dapat membuat proses pembelajaran matematika jadi lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa. Penerapan pendekatan ini telah mampu memotivasi dan menarik perhatian siswa untuk menyukai pembelajaran matematika. Selain itu, penerapan pendekatan ini telah mampu menanamkan konsep operasi perkalian bilangan bulat dengan tingkat penguasaan siswa yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes siswa yang mampu mencapai 65% tingkat penguasaan konsep dasar operasi perkalian bilangan bulat.
DAYA HAMBAT EKSTRAK DAUN LIDAH BUAYA (Aloe Vera L) TERHADAP BAKTERI Streptococcus mutansPENYEBABDENTAL PLAKTHE INHIBITION OF ALOE VERA RIND EXTRACT TO THE GROWTH OF BACTERIA STREPTOCOCCUS MUTANS CAUSED OF DENTAL PLAQUE I Gusti Agung Ayu Putu Swastini
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandungan zat aktif ekstrak daun lidah buaya sudah teridentifikasi antara lain Saponin, sterol, acemannan, antraquinon. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun lidah buaya (Aloe vera) terhadap pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans penyebab dental plak konsentrasi 50%, 75% dan 100%. Zona hambat tertinggi ditunjukkan oleh ekstrak daun lidah buaya 100% yaitu 10 mm.
EKSTRAK DAUN SIRIH DAPAT MENCEGAH TERBENTUKNYA DENTAL PLAK DENGAN MENGHAMBATPERKEMBANGAN BAKTERIStreptococcus mutans I Gusti Agung Ayu Dharmawati
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plak disebut sebagai factor utama penyebab karies dan penyakit periodontal, dikarenakan plak mengandung bakteri patogen.Masalah kesehatan gigi dan mulut dapat dicegah dengan antibakteri seperti Khlorhexidin untuk mengurangi dan mencegah terbentuknya plak, tetapi memiliki efek samping berupa diskolorasi gigi dan lidah.Oleh karena itu bahan tradisional daun sirih menarik untuk dijadikan pilihan.Menurut Suliantari et al.,ekstrak sirih hijau mampu membunuh bakteri Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa jauh daya hambat ekstrak daun sirih hijau terhadap bakteri Streptococcus mutanssecara in vitro.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangancompletely rendomized with posttest only control group design. Kelompok perlakuanpenelitian terdiri dari: ekstrak daun sirih hijau konsentrasi 50%, 75%, 100%,kontrol positif (Chlorhexidin 2%), kontrol negatif (Ethanol 96%) padaStreptococcus mutansATCC 35668.Data hasil penelitian dianalisis dengan One Way Anova.Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun sirih konsentrasi 50% tidak mempunyai aktivitas antibakteri, konsentrasi 75% dan 100% menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna dengan daya hambat (p<0.05).Disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih mempunyai efek daya hambat sedang terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans secara in vitro.Hasil penelitian ini perlu dilanjutkan dengan uji klinis sebelum dimanfaatkan di masyarakat.
JENIS TANAMAN RAMBATAN UNTUK PERTUMBUHAN KETAK (Lygodium circinatum (Burm.) Sw) DI HUTAN ALAM P.LOMBOK, NTB Endah Wahyuningsih; Eny Faridah; Budiadi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketak (Lygodium circinatum(Burm.) Sw) adalah tumbuhan paku yang memproduksiHHBK dan memiliki nilai penting sebagai bahan baku kerajinan anyamandi Pulau Lombok, NTB. Ketak menghasilkan sulur yang digunakan sebagai bahan baku kerajinan anyaman. Dalam pertumbuhannya ketak memerlukan tanaman lain sebagai rambatan. Oleh karena itu, diperlukan studi untuk mengetahui jenis tanaman apa saja yang dominan dipilih oleh ketak sebagai rambatan di P. Lombok untuk pengembangannya lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman rambatan apa saja yang dipilih ketak sebagai rambatannya. Diduga ada peranan tanaman rambatan terhadap pertumbuhan dan peningkatan produktivitas sulur ketak. Metode penelitian adalahpurposive sistematic samplingdengan teknik survei yaitu mencari jenis target dengan menentukan sampling sebagai wilayah survey. Wilayah sampling ditentukan berdasarkan 3 ketinggian tempat yaitu 0-249,250-499 dan 500 mdpl ke atas. Pada masing-masing ketinggian di buat 10 petak ukur dengan ukuran 20m x 20m dan dilakukan pengamatan keberadaan ketak serta jenis tanaman apa saja pada setiap ketinggian yang merupakan rambatan ketak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketak dalam pertumbuhannya memilih banyak jenis tanaman rambatan, akan tetapi ada beberapa jenis tanaman rambatan ketak yang favorit disukai ketak. Jenis tanaman rambatan yang paling banyak ditemui sebagai rambatan pada setiap ketinggian adalahsebagai berikut: A. Pada ketinggian 0-249 mdpl: 1. Aren (Arenga pinnata), 2. Ceruring/Langsat (Lansium domesticum), 3. Liana (Liana sp); B. Pada ketinggian 250-499 mdpl: 1. Waru (Hibiscus tiliaceus), 2. Kumbi (Tabernaen montana), 3. Gaharu (Gyrinops verstegii); dan C. Pada ketinggian 500 mdpl ke atas: 1.Kopi (Coffea robusta), 2. Aren (Arenga pinnata), 3. Liana (Lianasp). Berdasarkan hasil pengamatan di hutan alam P. Lombok diketahui bahwa aren merupakan jenis rambatan yang paling favorit dijadikan rambatan ketak. Hal ini diduga karena Aren merupakan jenis tanaman yang memiliki tajuk cukup ringan, sehingga sesuai dengan sifat ketak yang menginginkan naungan tetapi tidak berat. Untuk melengkapi informasi berkaitan dengan upaya peningkatan pertumbuhan dan produktivitas ketak secara komprehensif diperlukan penelitian mengenai faktor fisiologi dan lingkungan yang mempengaruhi karakter pertumbuhan dan produktivitas ketak.
PERLINDUNGAN HUKUMBAGI PASIEN DALAM HUBUNGAN HUKUM DENGAN BIDAN PRAKTIK Farida Ariany
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perlindungan Hukum Bagi Pasien Dalam Hubungan Hukum Dengan Bidan Praktik. Perlindungan hukum bagi pasien sudah diatur secara subtansi dalam undang-undang hanya saja masih belum jelas dalam penerapannya, penegakan hukum terhadap pasien belu sepenuhnya dilaksanakan oleh bidan yang membuka pelayanan praktik kebidanan, tinginya oknum bidan yang tidak bertanggung jawab terhadap pasien, sehingga banyak pasien yang menggunakan bidan praktik mengalami kerugian, terhadap perlindungan hukum yang diberikan oleh Undang-Undang sudah jelas memberikan bentuk perlindungan baik bersifat preventif maupun bersifat refresif, namun masih belum sepenuhnya efektif memberikan perlindungan hukum secara maksimal terhadap pasien.
KOMPOSISI JENISMANGROVEDITELUK GERUPUKKABUPATEN LOMBOK TENGAH Hairil Anwar; I Gde Mertha
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mangrove di Teluk Gerupuk, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 10 Februari – 6 Maret 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan komposisi jenis tumbuhan mangrove. Pengumpulan data menggunakan metode kuadrat secara garis berpetak (metode transek). Area kajian tumbuhan mangrove tingkat pohon ditentukan dengan membuat plot berukuran 10 x 10 m sebanyak 20 plot. Sedangkan untuk pancang dan seedling dilakukan dengan membuat sub plot masing-masing berukuran 5 x 5 m dan 1 x 1 m di dalam area kajian pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Teluk Gerupuk terdapat 12 jenis tumbuhan mangrove yang termasuk dalam 9 marga dan 7 suku. Tumbuhan mangrove tersebut mencakup anggota suku Rhizophoraceae (Rhizophora apiculata, Rhizophora stylosa, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops decandra), Sonneratiaceae (Sonneratia alba), Avicenniaceae (Avicennia marina, Avicennia lanata), Myrsinaceae (Aegiceras corniculatum), Myrtaceae (Osbornia octodonta), Combretaceae (Lumnitzera racemosa) dan Meliaceae (Xylocarpus molluccensis).Rhizophora apiculata merupakan jenis yang mendominasi pohon dan pancang di daerah ini dengan nilai penting masing-masing 148,47 dan 116,97. Jumlah pohon keseluruhan 210 batang per hektar dengan basal area 34,05 m . Sedangkan untuk pancang memiliki basal area 2,06 m2 per hektar dan jumlah individu sekitar 620 batang. Untuk seedling, jumlah jenis yang paling banyak ditemukan adalahOsbornia octodontadanCeriops decandra, masing-masing sekitar 16.000 dan 10.000 per hektar. Indeks keanekaragaman jenis mangrove di Teluk Gerupuk tergolong rendah. Di Kawasan hutan mangrove Teluk Gerupuk inisedang dilakukan penanaman jenisRhizophora stylosadanRhizophora mucronatadalam upaya penghijauan.
PENINGKATAN KADAR HAEMOGLOBIN DARAH SEBAGAI DAMPAK PEMBERIAN SULFAS FERROSUS PADA ATLET BOLA BASKET USIA 17-20 TAHUN Made Budiawan
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia yang ditunjukkan dengan nilaihaemoglobindi bawah nilai normal menurut umur, masih merupakan masalah kesehatan yang diderita oleh berbagai kelompok usia.Remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan tidak luput dari kondisi anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tablet besi terhadap peningkatan kadarhaemoglobindarah. Subyek penelitian adalah remaja laki-laki yang berusia antara 17-20 tahun yang mengambil program Binpres Bolabasket di Undiksha Singaraja. Pemeriksaan yang dilakukan adalah pemeriksaan kadar haemoglobindarah yang dilakukan dilaboratorium. Pelaksanaan kegiatan ini selama 5 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian tablet besi yang dilakukan secara teratur selama 5 bulan dapat meningkatkan kadahaemoglobindarah sebesar 1,2mg/dl. Kenaikan ini scara statistik bermakna pada tingkat kepercayaan 95%. Dari penelitian ini disarankan bahwa pemberian tablet besi yang dilakukan secara teratur sebaiknya dilaksanakan terhadap seluruh atlet Indonesia.
HUBUNGAN KONSUMSI MAKRONUTRIEN DENGANRESIKO PENUAAN DINI PADA LANSIA YANG MENGIKUTI SENAM LANSIA DI POSYANDU KABUPATEN GANYAR Ni Nengah Ariati; Ni Made Yuni Gumala; Hertog Nursanyoto
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lanjut usia merupakan periode terakhir dalam daur kehidupan manusia yang akan dialami oleh setiap orang.Banyak orang menikmati masa tua dengan bahagia, tetapi banyak pula yang mengalami sakit dan sampai meninggal tanpa dapat menikmati masa tuanyaKecepatan prosespenuaanberbeda-bedapada setiap individu. Gizi memegang peranan sangat penting dalamproses tersebut karena masalah kekurangan maupun kelebihangizi sama-sama berdampak pada proses penuaan. Oleh karena itu, gizi seimbang diperlukan bagi lansia untuk mempertahankan kualitas hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungankonsumsi makronutrien dengan resiko penuaan dinipada lansiayang mengikuti senam lansia di PosyanduLansiaKabupaten Gianyar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan crossectional yang melibatkan 101 sampel lansia di posyandu lansia Kabupaten Gianyar. Penelitian dilaksanakan selama enam bulan mulai Juni sampai dengan Nopember 2016. Data meliputi konsumsi makronutrien dan usia sel lansia.Hubungan antar variabel diuji dengan uji statistik chi–squareMantel Haentzel pada tingkat kepercayaan 5%(α = 5%).Hasil analisis membuktikan diantara semua zat gizi makro, konsumsi lemak merupakan faktor resiko yang paling signifikan (OR= 3,66; 95% CI : 1,13–11,84).Disarankanagar kelompok lansia tetap melakukan senam lansia secara rutin dan konsumsi zatgizi seimbang.
PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN ANAK SEKOLAH TERHADAP STATUS GIZI KADARHB DAN PRESTASI BELAJAR ANAK SD DI KOTA DENPASAR I Putu Suiraoka; PP Sri Sugiani; IA. Eka Padmiari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Primary school-age children are an investment nation. The quality of the nation in the future is determined the quality of children today. Efforts to improve human resources must be done early, systematically and sustainably. The growth of primary school-age children is optimal depending on the intake of nutrients with good quality and quantity (Republika, 2010). The School Child Enhancement Program (PMT-AS) has a broad impact not only on the aspects of health, nutrition and education today but also directly affecting the quality of human resources in the future.The purpose of this study was to examine influence of additional School Feeding to the nutritional status, anaemia status, and learning achievement at Denpasar Municipality.This research is an quasi experimental research with One Group Pre-test design-Post-test Design. The research was conducted in two schools, SDN 12 Kesiman and SDN 8 Sanur, Denpasar City, in May-September 2016. The population in this study were all students who got PMT-AS in SD 12 Kesiman Kertalangu and SD 8 Sanur in Denpasar City. The sample size is determined based on the quota of each elementary school, 50 students who meet the inclusion criteria. Sample selection by simple random sampling. Independent variables studied are the number, type and frequency of PMT-AS delivery, the process of accompaniment is done while the dependent variable is Nutritional Status, hemoglobin level and learning achievement.Analysis of nutritional content of food PMT-AS distributed in schools obtained average calori value 161.62 (53.87% of 300 calories) and protein 4.11 (82.18% of 5 grams). The students nutritional status based on body mass index by age obtained : 33.5% overweight, 4.4% obese and 33.3% normal. The results of measurement of hemoglobin level of students before and after the PMT-AS program obtained prevalence of anemia before counseling 15% and after counseling 11%. Although there was a decrease in the prevalence rate of anemia but the decrease was not statistically significant. Judging from the learning achievement in the final semester based on report card, the minimum score of 60.9 and the maximum score of 91.5 with the average score 77.5+7.66
UPAYA GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK (SCIENTIFIC APPROACH) Bq. Malikah Hr
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 2 (2017): Juni 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika; (2) Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika; dan (3) Kendala yang ditemukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Lokasi penelitian di SMA dan MA NW Wanasaba. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2017. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 guru matematika dan 8 siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam dan analisis dokumen. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa: (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika diantaranya: tingkat intelegensi siswa yang berbeda, fisiologis siswa, kurangnya minat belajar siswa, dan terbatasnya fasilitas yang mendukung kegiatan pembelajaran; (2) Upaya guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika siswa diantaranya: Guru menyesuaikan kegiatan pembelajarannya dengan tahapan-tahapan yang terdiri dari mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Guru bertindak sebagai motivator dan director dalam proses pembelajaran. Guru menanamkan sikap spiritual, kerjasama dan saling membantu. Guru bersikap ramah dan tidak menciptakan pembelajaran matematika yang menegangkan atau menakutkan; (3) Kendala yang ditemukan guru dalam mengatasi kesulitan belajar matematika dipengaruhi oleh kondisi fisik, kehadiran, kondisi kelas, dan kondisi keluarga siswa.

Page 1 of 2 | Total Record : 14