Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles
78 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2019): APRIL"
:
78 Documents
clear
RUMAH KOPI
Henny Angkasa;
Maria Veronica Gandha
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4002
Kopi sebagai salah satu komoditas utama Indonesia berada di urutan ke sepuluh statistik komoditas ekspor utama Indonesia edisi tanggal 15 Januari 2019, dikutip dari Kementrian Perdagangan Republik Indonesia. Namun, kopi selain sebagai komoditas ekspor, masih memiliki banyak potensi. Salah satunya adalah pada sektor pariwisata dimana negara seperti Kolombia telah berhasil menarik lima juta pengunjung pada tahun 2009 dengan Taman Nasional Kopi miliknya. Indonesia sebagai negara keempat produksi kopi terbesar di dunia dengan 18 karakter biji yang tersebar dari sabang sampai merauke dapat mengadopsi kekayaan kopi tersebut sebagai identitas negara dan sebagai destinasi wisata. Berdasarkan ini, Rumah Kopi pun dirancang dengan tujuan untuk membangun ikon kopi di Indonesia. Dengan sentuhan fantasi, Rumah Kopi akan membawa pengunjung menjelajahi sejarah kopi dari pertama kali ia ditemukan sampai dengan sekarang. Perjalanan ini kemudian diklasifikasikan berdasarkan empat era yang dimulai secara berurutan dari zaman klasik, abad pertengahan, zaman renaissance, dan yang terakhir adalah zaman kontemporer.
TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DAN KONSEP KONTEKSTUAL PERANCANGAN WISATA PERMAINAN TRADISIONAL DI KOTA TUA
Hugo Herlando;
Petrus Rudi Kasimun
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4014
Negara Indonesia memiliki beragam jenis wisata budaya yang menarik dan menghibur, salah satunya yang bersifat kegiatan aktif atau interaktif adalah permainan tradisional. Namun, seiring perkembangan zaman terutama bidang teknologi seperti penggunaan internet, gawai, dan komputer, permainan tradisional yang termasuk budaya itu sudah mulai kehilangan relevansi dan tidak dipraktikan terutama di kota metropolitan seperti Jakarta. Dengan menganalisis unsur permainan tradisional yang populer sebagai dasar untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada masyarakat, serta melihat perkembangan teknologi hiburan modern sebagai katalis pengenalan program, muncul ide untuk menggabungkan unsur tradisional dan modern tersebut dalam proyek wisata hiburan. Teknologi Augmented Reality dimanfaatkan untuk memberi pengamalan baru dalam bermain permainan tradisional. Tapak terletak di daerah Kota Tua sebagai kawasan pariwisata terencana yang kondusif, didukung atmosfer kuno yang kuat dan potensi pariwisata serta fotografinya, untuk menarik pengunjung semua usia. Proyek ini juga berinteraksi dengan sekitarnya sebagai tempat yang nyaman dengan ruang terbuka untuk mempraktikan permainan tradisional secara langsung. Program didukung dengan galeri permainan tradisional, toko, workshop, dan ruang digital edukasi. Proyek ini diharapkan dapat memperkenalkan kembali permainan tradisional dan memenuhi tujuan pariwisata kota metropolitan yang sustainable.
RUANG INTERAKTIF SUNGAI CILIWUNG DI CONDET
Yosua Leon;
Eduard Tjahjadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4015
Ditengah perkembangan kota di era “experience economy”, sebuah kota menghadapi tekanan dalam membedakan dirinya untuk mendominasi kota di dunia salah satunya adalah Jakarta. Perkembangan Jakarta yang telah mengubah Jakarta menjadi hutan beton membuat ekologi perkotaan di Jakarta dikesampingkan. Melalui kegiatan ekowisata, dapat memberikan kesadaran dan pengalaman terhadap ruang dan budaya diluar kehidupan sehari-hari untuk mengubah perilaku masyarakat untuk mencintai lingkungan. Salah satu yang menerima dampaknya adalah Sungai Ciliwung. Sungai Ciliwung dulunya menjadi sumber kehidupan di kota Jakarta dan memiliki sejarah yang panjang kini telah kehilangan identitasnya tersebut. Condet menjadi salah satu daerah di Jakarta yang berbatasan langsung dengan Sungai Ciliwung, tepatnya di kelurahan Balekambang. Balekambang memiliki prospek yang besar dengan tepian sungai Ciliwung yang masih terbilang alami, sehingga pemerintah memiliki rencana optimis kawasan ini akan menjadi kawasan ekowisata di Jakarta. Interaktif sebagai bentuk hasil dari interaksi atau hubungan timbal balik. Interaktif diterapkan sebagai sarana bagi masyarakat untuk ikut serta dalam menjaga kelestarian sungai Ciliwung, dengan menggunakan metode stage of change dari James Procashka. Program yang dibangun adalah program yang dapat mengembangkan aktivitas di tepian sungai Ciliwung. Melalui proyek ini, pengunjung diajak untuk mengenal lebih dalam lagi mengenai Sungai Ciliwung dengan adanya ruang exhibtion yang menceritakan sungai Ciliwung secara interaktif. Selain itu, untuk perkembangan kelanjutan dibuat program cafetaria dan cafe yang memanfaatkan view langsung ke sungai Ciliwung dan juga terdapat program workshop yang memanfaatkan sampah yang diterima dari masyarakat maupun sungai Ciliwung untuk menjaga kebersihan sungai Ciliwung.
STADION SEPAK BOLA MULTIFUNGSI
Randy Yuliant;
Budi Adelar Sukada
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4010
Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Soemantri Brodjonegoro, salah satu fasilitas olahraga yang berada di wilayah Kuningan, Jakarta Selatan. Proyek ini berbicara mengenai aplikasi dari tujuan mulanya dibangunnya GOR ini. Proyek ini akan terfokus kepada stadion yang merupakan salah satu fasilitas utama dari GOR Soemantri Brodjonegoro dan mengaitkan dengan konsep Architourism yang akan membuat stadion ini bukan hanya untuk penyelenggaran pertandingan sepak bola saja, tetapi bisa menjadi sebuah magnet ataupun daya tarik untuk memikat wisatawan ataupun masyarakat berkunjung ke stadion ini kedepannya. Menjadikan stadion ini sebagai destinasi wisata hiburan lain yang menyehatkan bagi masyarakat di kota Jakarta, terkhusus Jakarta Selatan yang merupakan wilayah padat pusat ekonomi dan bisnis, serta wisatawan asing dengan berbagai tempat hiburan berupa pusat perbelanjaan. Di sisi lain stadion ini juga dapat difungsikan untuk menunjang dan meningkatkan kualitas dari pesepakbolaan Indonesia. Proyek ini akan membahas juga mengenai kondisi sepak bola Indonesia saat ini, permasalahan yang ada, dan hal-hal yang bisa dilakukan stadion ini untuk membantu menyelesaikan masalah yang ada saat ini dalam pesepakbolaan Indonesia.
WADAH PENCAK SILAT DI JAKARTA
Felicia Kawi;
Doddy Yuono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3811
Dewasa ini banyak cabang olahraga yang sudah masuk dalam program-program pendidikan di sekolah-sekolah, sehingga mempunyai wadah yang cukup untuk pengembangannya. Kebutuhan masyarakat akan sebuah sarana olahraga merupakan suatu kendala sosial yang dewasa ini banyak mendapat perhatian, khususnya bagi golongan masyarakat pecinta olahraga yang merasakan secara langsung kurangnya fasilitas-fasilitas olahraga tersebut. Perkembangan olahraga di indonesia dapat dikatakan sedang pada puncaknya, tetapi wadah yang menampung pelatihan pencak silat tidak seimbang dengan tingginya minat belajar masyarakat terhadap pencak silat. Maksud dari perancangan proyek ini adalah menyediakan sebuah wadah pertunjukan kesenian pencak silat maupun wadah aktivitas pelatihan olahraga pencak silat ; pelatihan berupa workshop ; dan pameran kebudayaan pencak silat. Menciptakan suatu cultural venue pencak silat yang dominan dengan unsur alam, konteks dengan lingkungan, dan mampu memperlihatkan ciri khas Nusantara agar bisa digunakan juga sebagai destinasi wisatawan pariwisata yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang pencak silat, sebagai wadah aktivitas bela diri pencak silat dan menerapkan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang sebagai jawaban tuntutan perkembangan informasi dan komunikasi sekarang ini.Metode yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif. Metode deskriptif dilakukan dengan memberikan definisi mengenai pencak silat dan minat masyarakat terhadap pencak silat. Metode kualitatif dilakukan dengan survey keadaan eksisting serta analisa kawasan.
AULA SKATE
Boston Edison;
Sutrisnowati Machdijar Odang
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3974
Skateboard adalah salah satu olahraga ekstrim yang cukup digemari saat ini. Olahraga ini merupakan olahraga yang memacu adrenalin dan membutuhkan keberanian untuk melakukan trik (style) dan olahraga ini juga memiliki resiko tinggi karena olahraga ini diiringi dengan kecepatan serta ketinggian. Di luar negeri banyak sekali peminat skateboard dari berbagai kalangan baik dari remaja hingga orang dewasa. Di Indonesia, khususnya Jakarta, olahraga skateboard pun cukup digemari. Hal ini dapat terlihat dari mulai munculnya area skate di Jakarta dan banyaknya pengunjung yang datang untuk bermain skate di area skate tersebut (skatepark). Sayangnya fasilitas untuk skateboard yang tersedia masih tidak mencukupi untuk mewadahi penggemar olahraga skateboard itu sendiri. Padahal, cukup banyak atlet yang sudah menorehkan prestasi baik di kompetisi lokal maupun internasional. Karena minimnya fasilitas, banyak penggemar dan atlit olahraga skateboard ini yang menggunakan badan jalan dan lapangan kosong yang diisi rintangan yang seadanya untuk bermain atau berlatih skateboard. Hal ini dapat membahayakan pemain skateboard karena resiko dari olahraga ekstrim ini cukup besar dan juga membahayakan pengguna jalan yang lain. Oleh karena itu dibutuhkan fasilitas Skatepark. Skatepark adalah suatu wadah yang dibuat untuk permainan skateboard atau taman bermain untuk skateboard dan umumnya ditata dengan tangga, pagar, bangku, dan berbagai rintangan-rintangan seperti half-pipes, quarter pipes, handrails, banked ramps, dll. Selain sebagai wadah permainan skateboard, skatepark juga dapat berfungsi sebagai ruang interaksi dan tempat rekreasi warga kota.
DESAIN MODUL PERTANIAN VERTIKAL KOTA UNTUK PROYEK EDU AGROWISATA
Indi Andani;
Priscilla Epifania
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3998
Sebuah pertanian vertikal mempunyai berbagai macam kebutuhan, salah satunya adalah rak tanaman yang akan diterapkan di dalamnya. Tentu sebuah rak tanaman juga memiliki ukuran yang berbeda – beda tergantung dengan jenisnya. Jika kebutuhan luas ruang rak dan modul bangunan tidak direncanakan terlebih dahulu, maka desain bangunan akan menjadi berantakan. Oleh karena itu, desain modul pertanian vertikal untuk edu agrowisata itu penting. Hal tersebut diawali dengan melakukan analisis jenis tanaman yang akan tanam, lalu menganalisis jenis hidroponik yang cocok digunakan untuk tanaman tersebut, setelah itu mencari tahu rak tanaman apa yang paling efisien untuk digunakan. Rak – rak tanaman tersebut mempunyai ukuran lebar, panjang dan tinggi yang berbeda – beda. Maka dari itu, perlu adanya analisis mengenai besaran rak yang akan diterapkan di dalam bangunan untuk mencapai luasan yang efektif. Setelah mengetahui besaran rak dan kebutuhan – kebutuhannya, terbentuklah luasan desain modul yang diperlukan dalam bangunan pertanian vertikal untuk edu agrowsiata.
AUDITORIUM SENI DI KOTA TUA JAKARTA
Steven Liputra
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4008
Kota tua merupakan sebuah wilayah kecil di Jakarta, Indonesia yang memiliki nilai sejarah yang tinggi karena menjadi pusat perdagangan benua asia karena lokasinya yang strategis dan sumber daya alam yang melimpah. Dan saat ini kawasan yang disebut Kota Tua sekaligus menjadi salah satu kawasan penting yang memiliki nilai sehingga bangunan-bangunan yang ada disana akan dipertahankan sebagai harta negara. Dan saat ini kawasan kota tua beralih fungsi menjadi kawasan yang memberikan pengetahuan sejarah dengan banyaknya bangunan museum, galeri, dan beberapa fungsi lainnya yang berhubungan dengan sejarah yang ada disana. Namun seiring berjalannya waktu, tidak adanya perkembangan program yang ada pada kawasan Kota Tua membuat para wisatawan mulai bosan dengan yang sudah ada saat ini. Dan beberapa mulai meninggalkannya. Berangkat dari permasalahan ini maka dibuat program baru yang diharapkan bisa mengubah Kota Tua menjadi kawasan yang memiliki program baru yang akan menarik wisatawan. Program proyek diharapkan bisa memberikan dampak positif dalam membantu meningkatkan daya tarik masyarakat baik di area kawasan maupun luar kawasan.
TAMAN HIBURAN TEMATIK DUNIA ANJING DI JAKARTA
Gracia Gracia;
Stephanus Huwae
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3994
Kehidupan di tengah kota metropolis melahirkan sebuah iklim hedonisme, dimana setiap orangnya merasa bahagia dengan hidup berfoya-foya dan komsuntif. Banyak orang yang secara tidak sadar menjadikan hedonisme sebagai tujuan hidup, seperti bekerja tanpa henti demi membeli rumah mewah. Banyak orang tidak sadar bahwa kesenangan mereka akan rumah mewah hanyalah kesenangan yang sementara. Begitu mendapatkan rumah mewah, harus kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah mewah tersebut yang juga mahal, seperti pajak dan perawatannya. Keinginan dalam iklim hedonisme akan terus bertambah sehingga dikatakan kebahagiaan yang di dapat hanyalah kebahagiaan sementara. Theme park dapat diartikan sebagai “realitas pengganti realitas”, yaitu suatu usaha untuk mewujudkan impian. Segalanya adalah mungkin, hingga pada akhirnya theme park mengkriteriakan faktor pengunjung yang bukan sebagai penonton melainkan juga sebagai pemain. Hewan menjadi daya tarik yang sangat diminati pada era ini karena pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan objek wisata yang hidup atau dapat dikatakan “hubungan dua arah”. Anjing merupakan hewan yang paling dekat dan bisa berinteraksi langsung dengan manusia secara aman dan menyenangkan. Anjing merupakan mahkluk sosial seperti halnya manusia. Anjing memiliki posisi unik dalam hubungannya dengan manusia. Kesetiaan dan pengabdian yang ditunjukkan anjing sangat mirip dengan konsep manusia tentang cinta dan persahabatan. Kedekatan anjing dan manusia menjadikan anjing bisa dilatih, diajak bermain, tinggal bersama manusia serta bersosialiasi secara intens dengan manusia, anjing maupun hewan lain.
GALERI SENI MUSIK TRADISIONAL TIONGHOA
Febrianto Candra;
Lina Purnama
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4009
Jakarta merupakan ibukota dan juga salah satu kota metropolis yang ada di Indonesia, yang memiliki berbagai macam budaya seni. Budaya seni di Jakarta seperti budaya seni Betawi terbentuk dikarenakan adanya pengaruh kebudayaan Tionghoa yang masuk ke Indonesia. Salah satu budaya yang memberikan pengaruh pada budaya Betawi adalah seni musik tradisional Tionghoa yang melahirkan seni musik Betawi, Gambang Kromong. Dari sejarah ini dapat dikatakan bahwa keberagaman dan toleransi menjadi salah satu poin penting yang mendukung kekayaan kebudayaan Indonesia. Dengan adanya pengetahuan mengenai sejarah budaya Tionghoa terhadap budaya Betawi di Jakarta bertujuan untuk memberikan sebuah ruang pendekatan masyarakat agar dapat menciptakan toleransi antar masyarakat di Jakarta dan juga memberikan pengetahuan mengenai budaya seni musik tradisional Tionghoa kepada masyarakat lokal hingga mancanegara. Perancangan dari Wisata Galeri Seni Musik Tradisional Tionghoa ini dilakukan dengan melakukan pencarian data dengan melakukan survei di kawasan Pintu Besar Selatan, Kota Tua serta mengkaji literatur. Berdasarkan hasil survei dan wawancara, lokasi pintu besar selatan sering digelar pagelaran seni musik tradisional yang berlokasi di jalan yang mengakibatkan penutupan jalan. Sehingga program wisata yang direncanakan tidak hanya menyajikan wisata galeri seni musik tradisional Tionghoa. Tetapi juga turut ikut serta dalam menyajikan ruang publik yang dapat digunakan oleh masyarakat sekitar dalam melakukan pagelaran seni musik tradisional dengan menggunakan alat musik tradisional baik Tionghoa maupun alat musik lainnya. Dengan adanya bangunan ini, diharapkan tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga dapat menciptakan rasa toleransi antar masyarakat Tionghoa dengan masyarakat lokal.