Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa)
Jurnal STUPA merupakan Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara sebagai wadah publikasi artikel ilmiah dengan tema: Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (STUPA)
Articles
78 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2019): APRIL"
:
78 Documents
clear
MUSEUM KAPAL NUSANTARA DI JAKARTA UTARA
Dina Amelia Putri;
Martin Halim
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3999
Sejarah maritim Indonesia adalah sejarah peradaban manusia secara umum. Peran laut, daratan, pelaut dan kapal tak bisa dilepaskan karena merupakan satu kesatuan pembentuk unsur maritim Indonesia. Kapal merupakan bagian sejarah besar maritim Indonesia, kapal adalah transportasi yang penting di Indonesia mengingat indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah 17.504 pulau. Peran kapal sangat penting bagi sejarah dan ekonomi, sosial, budaya Indonesia itu sendiri kapal memiliki nilai sejarah yang sangat kuat bagi Indonesia dan tentu nya masyarakat Indonesia perlu tau dan mengerti sejarah kapal di Indonesia. Namun pengetahuan mengenai perkapalan di Indonesia masih kurang bagi masyarakat awam. Oleh sebab itu salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah penyediaan sebuah “Museum Kapal Nusantara” sebuah wadah rekreasi yang mengedukasi masyarakat mengenai perkapalan di Indonesia. Terletak disebelah pelabuhan sunda kelapa bangunan seakan menjadi satu kesatuan dengan sejarah besar pelabuhan sunda kelapa dengan disediakan nya aktvitas luar ruang yang berorientasi pada pelabuhan sunda kelapa dimana pengunjung dapat mencoba mendayung perahu dan lainnya. Dalam wadah rekreasi ini disediakan ruangan seperti ruang pamer, area simulator, area audiovisual, cinema 4D, aquarium ikan karang, dan kegiatan pendukung lainnya. Ide-ide tersebut dibungkus dan di tampilkan secara interaktif, Dengan teknologi 2D, 3D dan 4D sebagai wadah penyampaian dalam museum kapal nusantara ini. Dengan dibangunnya proyek ini diharapakan masyarakat Indonesia lebih mengenal perkapalan indonesia dan terinsprasi untuk dapat ambil andil dalam perkembangan industri kapal di indonesia yang tentunya akan dapat mewujudkan cita-cita pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
HORISON KEMATIAN – TAMAN PEMAKAMAN UMUM KARET BIVAK
Kevin Tobias;
Agustinus Sutanto
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3972
Kota Jakarta terus melakukan perluasan area sejak awal terbentuk. Lansekap kota terus mengalami perubahan namun ada yang tidak. Kuburan sebagai artefak kota yang bertahan mengalami stagnansi dan terancam di alihfungsikan jika tidak sesuai lagi dengan rencana tata kota. Meskipun demikian kuburan di kota memiliki peran penting dalam mengingatkan warganya akan kematian sebagai siklus kehidupan manusia, sehingga mereka tidak larut akan rutinitas kesehariannya. Program wisata ditambahkan ke dalam komplek kuburan untuk memberikan makna-makna baru bagi kuburan melalui perjalanan wisata. Makna-makna tersebut merupakan horizon antara kehidupan dengan kematian yang ditemukan oleh wisatawan di kuburan. Kesadaran akan makna-makna ini dapat dicapai melalui pengalaman fenomenologis bagi penggunanya bertujuan untuk menimbulkan pertanyaan-pertanyaan eksistensial seseorang. Melalui interaksi dengan kematian sebagai tujuan akhir dari kehidupan manusia, kesadaran akan eksistensi diri dapat dihadirkan dan menjadi momen penting bagi seseorang untuk menentukan arah hidupnya. Perjalanan wisata akan bercerita mengenai perjalanan hidup dan sudut pandang seseorang dari lahir, masa kanak-kanak, dewasa, sampai menuju kematian, yang akan disampaikan melalui pengalaman ruang. Diharapkan arsitektur yang dihasilkan mampu untuk menjawab kebutuhan tempat wisata di metropolis di masa depan dan melalui makna-makna yang ditemukan dapat meningkatkan nilai kuburan di dalam kota bagi masyarakat. Kuburan dapat menjadi media bagi masyarakat kota tanpa memandang latar belakang agama apapun untuk memenuhi kebutuhan spiritual setiap individu akan kesadaran eksistensialnya.
GALERI WISATA-MAKNA FOTOGRAFI
Gerald Tanujaya;
Alvin Hadiwono
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3979
Penulisan Laporan kali ini bertujuan menginformasikan tentang sebuah seni dalam perkembangan teknologi yang sangat pesat di era globalisasi saat ini yaitu fotografi, hampir diseluruh dunia yang serba digital kali ini fotografi mengambil peran penting di berbagai aspek kehidupan dan dapat menjadi sebuah jembatan antar bahasa bagi seluruh dunia, sehingga sangat bersinergi dengan media informasi dan platform media sosial yang sangat marak di era digital dan market place online. Fotografi memiliki perkembangan yang cukup pesat dan dampak yang sangat besar salah satunya dalam aspek pariwisata architourism. banyaknya eksistensi perlombaan fotografi sebagai salah satu cara marketing di era digital ini, dan juga daya beli kamera yang terus meningkat menunjukan bahwa Indonesia menerima dengan baik teknologi fotografi itu sendiri, berkaca dari kemajuan bidang fotografi yang pesat, khususnya di kota metropolitan Jakarta yang menjadikan titik acuan prospek strategis untuk menampung kegiatan praktik fotografi yang sangat kompleks dan cukup dapat mewarnai atmosfer dunia seni, pendidikan, perdagangan konvensional dan digital, parawisata, dan media lain dituangkan ke dalam suatu wadah galeri fotografi.
Galeri Obat Tradisional dan SPA
Anastasia Wijayaputri;
Eduard Tjahjadi
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3985
Dalam buku Architectural Tourism - Building for Urban Travel Destinations oleh Jan Specht, dikatakan bahwa arsitektur memiliki di peran berbeda dalam pariwisata di perkotaan, yaitu sebagai arsitektur wisata (tourism architecture) dan wisata arsitektur (architectural Tourism). Wisata arsitektur mengacu pada arsitektur sebagai daya tarik wisata. Menurut World Health Organization (WHO), masyarakat dunia saat ini memiliki kecenderungan untuk kembali ke alam (back to nature) dalam hal menjaga, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya, dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional yang salah satunya adalah pijat. Pijat sendiri sudah dikenal di Indonesia sejak berabad-abad lalu. Pijat merupakan pengobatan tradisional Indonesia yang dilakukan turun temurun berdasarkan warisan leluhur, tradisi dan budaya bangsa Indonesia. Selain dengan pijat tradisional, peningkatan kecantikan dan kesehatan juga dapat dilakukan melalui konsumsi obat tradisional, yang dikenal di Indonesia sebagai jamu. Dari hasil survei yang dilakukan oleh kementerian perdagangan, dapat dilihat bahwa masyarakat dan pemerintah sependapat bahwa jamu merupakan produk budaya bangsa Indonesia yang patut dilestarikan. Proyek ini sejalan dengan program Kementerian Perdagangan “Jamu Indonesia Maju 2020” untuk meningkatkan pasar jamu di Indonesia dan mewujudkan jamu brand Indonesia serta peningkatan bisnis SPA di Indonesia. Proyek ini diharapkan dapat menjadi wisata arsitektur di Jakarta yang dapat menarik turis maupun warga Jakarta, sebagai tempat rekreasi dan relaksasi yang dapat mengedukasi dan meningkatkan kecintaan mereka terhadap Obat Tradisional Indonesia.
RESORT BERBASIS KAWASAN KONSERVASI
Gerald Grimaldy;
Sutarki Sutisna
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3975
Di era kota metropolitan yang terus terjadi pembangunan di segala hal yang tak terhentikan ini, dampak negatif mulai bermunculan, daerah-daerah yang harusnya di pertahankan pun habis bila kepentingannya tidak di anggap penting lagi,peraturan tentang daerah konservasi telah dibuat namun tetap tidak memberhentikan laju pengembangan tersebut. Daerah hijau yang menjadi paru-paru kota metropolitan pun sedikit demi sedikit habis menunggu waktu. Selain habisnya paru-paru kota, masyarakat sekitar baru menyadari bahwa pentingnya ruang hijau untuk melegakan pikiran,dengan sifat masyarakat kota yang memiliki mobilitas tinggi terhadap pekerjaaan,kurangnya hiburan untuk refreshing sangatlah kurang. Dari masalah-masalah yang di temukan penulis,proyek ini penulis usulkan,yaitu tentang Daerah Konservasi Berbasis Resort. Konservasi mangrove pun menjadi pilihan utama karena dilihat dari sejarahnya,hutan mangrove yang sebenarnya memiliki banyak manfaat akan habis jika tidak di konservasi yang dapat menghilangkan paru-paru kota ini. Pemecahan masalah terhadap rusaknya ekosistem mangrove pun di akali dengan kegiatan konservasi yang harus di dukung oleh berbagai pihak,dari pemerintah,swasta,masyarakat kota jakarta sampai unit terkecil,yaitu masyarakat daerah sekitar.
PUSAT PENGETAHUAN ALAM SEMESTA DI KOTA TUA
Wedo Thiodanu;
Maria Veronica Gandha
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4006
Pesatnya perkembangan industri pariwisata di Jakarta membuat kriteria-kriteria yang diperlukan dalam sebuah objek wisata semakin lama semakin banyak, apa lagi Jakarta sebagai kota metropolitan yang menjadi pusat dari segala aktivitas dengan hiruk-pikuknya memerlukan objek wisata yang dibuat khusus dengan kriteria-kriteria masyarakat metropolis. Kriteria yang paling nampak dan sesuai dengan keseharian masyarakat metropolis adalah penggunaan teknologi. Teknologi hadir di hampir setiap aspek kehidupan masyarakat kota termasuk di bidang ilmu pengetahuan. Belum lagi dengan bertambah banyaknya jumlah generasi millennials yang hidup di Jakarta, membuat kriteria ini semakin lama semakin jelas dan dibutuhkan. Untuk itu, penulis mengkaji dan menganalisis tentang kawasan Kota Tua yang rata-rata penggunanya adalah generasi millennials dalam merancang objek wisata edukasi berbasis teknologi augmented reality (AR) dengan teori dasar tentang architourism oleh Jan Spect, teori psikologis generasi millennials, serta teori pendukung lainnya. Selain menghadirkan pengalaman belajar yang baru berbasis teknologi, proyek ini juga dapat menjadi bagian dari kawasan Kota Tua yang mengedukasi penggunanya dengan gaya modern.
TAMAN REKREASI DAN PUSAT INFORMASI PARIWISATA DI JAKARTA
Henry Suryadi Arthen;
Diah Anggraini
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.4019
Kota Jakarta memiliki sejarah yang panjang yang membuat Jakarta memiliki banyak objek wisata seperti Monumen Nasional, Gelora Bung Karno, Kota tua. tetapi di antara lokasi wisata itu terdapat banyak objek wisata lainnya yang sudah hilang atau ditinggalkan, salah satunya adalah Taman Ria Senayan. Taman Ria Senayan merupakan salah satu ruang terbuka yang sangat diminati di tahun 70an, tetapi ruang publik ini hanya tersisa di ingatan masyarakat walau pun dia berada di tengah perkotaan yang padat ini. untuk dapat mengembalikan wisata alam yang hilang ini diperlukan sebuah aristektur yang dapat memfasilitasi keinginan dan kebutuhan para wisatawan.Architourism merupakan sebuah istilah baru di dunia arsitektur, dengan menjadikan arsitektur sebagai wadah bagi objek wisata, dampak yang diberikan dari Architourism ini dapat mempengaruhi tingkat ekonomi sebuah perkotaan. Bentuk pendekatan yang diambil ini dengan membuat program wisata baru yang daapt meningkatkan aktifitas wisatawan di kawasan tersebut. Dengan melakukan analisis dan mempelajari antara arsitektur dan wisata ini makan diusulkan proyek sebuah Taman Rekreasi dan Visitor Center di tapak Taman Ria Senayan ini. Visitor Center ini akan berfungsi sebagai pusat informasi mengenai pariwisata dan menjadi pintu masuk dalam sebuah kawasana wisata. Dengan adanya Visitor Center ini diharapkan agar baik masyarakat dan wistawan dapat mengetahui lebih banyak tentang tujuan wisata yang ada di Jakarta dan membantu dalam upaya konservasinya.
ANJUNGAN KULINER NUSANTARA
Ria Iryani Wijaya;
Dewi Ratnaningrum
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3968
Kota Jakarta merupakan salah satu Kota Metroplis di Indonesia, yang memiliki tingkat stress serta penat yang tinggi, yang berasal dari berbagai faktor yang ada, di antaranya pola kegiatan sehari-hari yang berulang, macet, polusi dan lain sebagainya. Hal tersebut merupakan salah satu contoh pentingnya wisata rekreasi dalam suatu kota metropolis untuk menekan tingkat stress dan bosan pada rutinitas sehari-hari. Program yang diusung merupakan hasil dari analisis data dan lapangan, dimana merupakan kebutuhan pokok sehari-hari dari penghuninya yaitu makanan. Makanan yang dimaksud merupakan makanan yang melambangkan ciri khas dari berbagai provinsi di Indonesia, berupa kuliner nusantara, yang dimana kuliner nusantara merupakan salah satu kebanggaan terbesar bagi Indonesia, namun semakin lama semakin sedikit yang mengetahui jenis-jenisnya. Maka dari itu, ‘Anjungan Kuliner Nusantara’ ini digunakan sebagai suatu wadah untuk memperkenalkan kembali kuliner nusantara, dan juga dapat digunakan untuk pergelaran kuliner nusantara. Konsep anjungan kuliner nusantara ini adalah memasukkan salah satu unsur khas dalam kuliner nusantara yaitu daun pisang, yang dimana sering digunakan sebagai penambah rasa dan harum hingga sebagai wadah, yang melambangkan anjungan kuliner nusantara ini merupakan wadah dari perkulineran nusantara di Jakarta.
SARANA OLAHRAGA HIBURAN AIR INDOOR DI PANTAL ANCOL
Melvin Melvin;
Timmy Setiawan
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3977
Di masa millennial, Jakarta berkembang sangat pesat diluar jangkauan manusia. Dari segi infrastruktur, ekonomi, social, bisnis, maupun pariwisata. Tidak terlepas dari perkembangan tersebut, pemerintah mulai berfokus pada pariwisata yang merupakan salah satu motor perekonomian di Indonesia. Sehingga beberapa titik mulai ditujukan pembangunan bangunan berunsur pariwisata dan edukasi di masa yang akan mendatang.Olahraga memiliki beberapa cabang yang dapat diminati masyarakat. Dari segi lokasi, ancol memiliki daya Tarik tersendiri dengan olahraga yang berunsur air. Latar belakang pantai dan lautan yang diminati masyarakat, poin ini dapat dimanfaatkan baik sehingga Suatu bangunan yang berbasis olahraga dan air dapat menghibur masyarakat sekaligus mengedukasi pengertian masyarakat terhadap olahraga yang berbasis Internasional. Untuk itu Penulis mengkaji dan menganalisis tentang kawasan Ancol dan merancang Indoor Watersportaiment di Pantai Ancol. Dengan terdapat beberapa permasalahan dari segi biaya, persaingan, dan market pengunjung yang akan berkunjung.
PUSAT AKUATIK DI KELAPA GADING
Stevie Liardi;
Budi Adelar Sukada
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol 1, No 1 (2019): APRIL
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24912/stupa.v1i1.3954
Gaya hidup di kota Jakarta telah mengalami perkembangan terutama kesadaran akan pentingnya berolahraga. Olahraga kini dipandang tidak hanya merupakan gaya hidup sehat tetapi dilihat suatu rekreasi yang memberikan manfaat kesehatan, hal ini tentunya merupakan suatu potensi wisata. Dengan berkembangnya minat olahraga tersebut, maka diperlukan suatu wadah untuk menampung kebutuhan masyarakat sekitar juga untuk meningkatkan kesadaran untuk berolahraga terutama di olahraga renang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif, pada pendekatan kuantitatif, metode yang digunakan merupakan metode survey untuk mengumpulkan data mengenai minat olahraga masyarakat di Jakarta utara terutama olahraga renang. walaupun dengan banyaknya minat berolahraga di masyarakat kota Jakarta saat ini, menurut hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga renang masih memiliki peminat yang sedikit dengan berbagai faktor seperti kekurangan tempat yang memadai serta fasilitas yang tidak terawat. Diharapkan dengan adanya suatu wadah untuk olahraga renang di Kelapa Gading yaitu Pusat Akuatik di Kelapa Gading ini maka tidak hanya dapat memberikan wadah bagi peminat olahraga renang di Jakarta, namun juga dapat menarik peminat baru serta pengunjung sehingga meningkatkan angka pariwisata di daerah kelapa gading itu dan dapat mengembangkan daerah kelapa gading serta daerah disekitarnya .