cover
Contact Name
Rizky Saputra
Contact Email
rizkysaputra@uinsu.ac.id
Phone
+6282257366060
Journal Mail Official
jurnalpsga.uinsu@gmail.com
Editorial Address
Center of Gender and Child Study Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies
ISSN : 26851520     EISSN : 27163733     DOI : -
Focus and Scope of JGSIMS: Study of Gender and Children in the Indonesian Context both from an Islamic perspective and gender study in general. Sub Themes Related to Gender and Children with the characteristics of crosscutting issues in various aspects such as Education, Law, Politics, Psychology, Religion, Literature, Sociology, Anthropology, Culture, and Religion.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2024)" : 6 Documents clear
Gender Analysis in the Management of Locally-Based Tourism Villages Muzni, Nurlianti; Puspita, Venti
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i1.21301

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah Menganalisis Peran gender dalam mendorong Desa Wisata di Desa Panca Mukti. Kemampuan perempuan dalam mengisi posisi di bidang pariwisata dapat mendorong peluang ekonomi yang positif. Kelompok Batik basurek Desa Panca Mukti, bisa menjadi alternative promosi desa berbasis wisata lokal dengan menekankan peran gender yang ada di sana. Keterlibatan perempuan dalam bentuk afirmatif saja dirasa kurang cukup. Ada upaya produktif lain yang dibutuhkan seperti bagaimana mengorganisir perempuan Desa Panca Mukti untuk menentukan pola keterlibatan yang tepat. Hingga kerja-kerja yang saling berintegrasi dengan pengembangan desa Panca Mukti secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data secara langsung melalui wawancara dan FGD. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwaPerempuan perempuan harus diberikan ruang yang berkeadilan, serta pengelolaan bumdes yang juga berkelanjutan. Partisipasi perempuan dalam mendorong desa wisata dapat terlihat dari produk-produk yang dihasilkan secara produktif. Berdasarkan analisis dari konteks Akses, partisipasi, kontrol dan manfaat, kehadiran perempuan baru Sebatas mengetahui, namun belum ke tahap apresiasi dengan memberikan akses dan ruang yang sama (tidak hanya semu), partisipasi dan kontrol yang nyata, serta manfaat yang dapat ditangkap desa sebagai peluang. Selain itu terdapat kendala, kesenjanga, serta permasalahan yang menjadi batu sanding sulitnya perempuan mengambil peran dan keputusan dalam mendorong desa wisata.AbstractThe purpose of this study is to analyze the role of gender in encouraging Tourism Villages in Panca Mukti Village. The ability of women to fill positions in the tourism sector can encourage positive economic opportunities. The Batik Basik Group of Panca Mukti Village can be an alternative to promoting local tourism-based villages by emphasizing the role of gender there. Women's involvement in the affirmative form alone is not enough. There are other productive efforts needed such as how to organize the women of Panca Mukti Village to determine the right pattern of involvement. Until the work that is integrated with the development of Panca Mukti village as a whole. This study uses a qualitative research method with a direct data collection method through interviews and FGD. Based on the results of the research, it was found that women must be given a fair space, as well as sustainable management of bumdes. Women's participation in encouraging tourism villages can be seen from the products produced productively. Based on an analysis from the context of Access, participation, control and benefits, the presence of women is only limited to knowing, but has not yet reached the appreciation stage. Namely by providing the same access and space (not only pseudo), real participation and control, as well as benefits that can be captured by the village as an opportunity. In addition, there are obstacles, gaps, and problems that are the cornerstone of the difficulty of women taking roles and decisions in encouraging tourism villages.
SYSTEMATIC REVIEW: WANITA KARIR DALAM PERSPEKTIF ISLAM Zali, Muhammad; Nasution, Azra Muzaiyana; Rahmadani, Arini Dwi; Masry, Rifqa; Sari, Dinda Purnama
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i1.20671

Abstract

AbstrakTelah menjadi hal yang lumrah jika wanita tidak lagi disibukkan dengan pekerjaan rumah atau pekerjaan rumah tangga itu sendiri. Seiring dengan kemajuan zaman dan teknologi, wanita pun semakin banyak terlibat dalam pekerjaan di luar rumah. Akibatnya, tidak sedikit wanita yang bekerja di luar rumah dan melakukan pekerjaan yang sama dengan pria di dunia profesional. Wanita karir adalah seorang wanita yang memiliki pekerjaan, mandiri secara finansial, bekerja untuk orang lain atau menjalankan bisnisnya sendiri. Isu-isu tentang wanita karir dan partisipasi mereka dalam berbagai layanan publik adalah isu yang masih diperdebatkan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan desain deskriptif kualitatif, yang kriterianya adalah mengumpulkan sumber-sumber literatur berupa publikasi ilmiah dan menemukan 10 artikel yang memenuhi kriteria/persyaratan dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi dan merangkum semua hasil yang berkualitas tinggi dan relevan tentang wanita karir dalam perspektif Islam. Diketahui bahwa masing-masing penelitian membahas berbagai isu terkait wanita karir dalam konteks perspektif Islam. Beberapa masalah yang disoroti antara lain dilema yang dihadapi wanita karir dalam menyeimbangkan antara karir yang diinginkan dengan tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu. Selain itu, ada kekhawatiran bahwa wanita yang terlalu fokus pada karir mereka dapat berdampak negatif pada hubungan keluarga dan orang lain dan dapat mengarah pada perilaku seperti meninggalkan karakteristik feminin mereka atau terlibat dalam hubungan bebas. Kesimpulan yang diperoleh yaitu dalam konteks perspektif Islam, wanita yang memilih untuk bekerja di luar rumah menghadapi situasi untuk menyesuaikan peran ganda mereka sebagai pekerja dan ibu rumah tangga.  AbstractIt has become commonplace that women are no longer preoccupied with housework or household chores alone. Along with the advancement of time and technology, women are increasingly involved in work outside the home. As a result, there are many women who work outside the home and do the same work as men in the professional world. A career woman is a woman who is employed, financially independent, working for someone else or running her own business. The issues of career women and their participation in various public services are still debatable. This research uses a literature review method with a qualitative descriptive design, whose criteria is to collect literature sources in the form of scientific publications and find 10 articles that meet the criteria/requirements with the aim of identifying, evaluating and summarizing all high-quality and relevant results about career women in an Islamic perspective. It is known that each study discusses various issues related to career women in the context of an Islamic perspective. Some of the issues highlighted include the dilemma that career women face in balancing their desired careers with their responsibilities as wives and mothers. In addition, there are concerns that women who focus too much on their careers may negatively impact family and other relationships and may lead to behaviors such as abandoning their feminine characteristics or engaging in promiscuous relationships. The conclusion is that in the context of an Islamic perspective, women who choose to work outside the home face the situation of adjusting their dual roles as workers and homemakers.
Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Stunting di Kecamatan Medan Denai Khairunisa, Jeny; Suraya, Rani; Salsabilla, Fahra; Wardani, Alya; Dina, Nirwana May; Warina, Yunita
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i2.19593

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita yang ditandai dengan tinggi badan di bawah -2 standar deviasi (SD) menurut kurva pertumbuhan WHO, yang disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak memadai dan infeksi berulang dalam 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengetahuan ibu tentang stunting di Posyandu Melati 1, Kecamatan Medan Denai. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 13 ibu yang memiliki balita, yang dipilih melalui metode random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup 10 pertanyaan terkait pengetahuan tentang stunting. Wawancara dilakukan setelah mendapatkan persetujuan dari responden untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia antara 27 hingga 38 tahun (84,7%), dengan pendidikan terakhir sebagian besar adalah SMA (76,9%), dan mayoritas berprofesi sebagai ibu rumah tangga (92,3%). Namun, pengetahuan ibu tentang stunting tergolong kurang, dengan 46,1% responden menjawab dengan benar. Temuan ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi mengenai stunting untuk ibu-ibu di Posyandu Melati 1, agar mereka lebih memahami pentingnya nutrisi yang baik dan pencegahan stunting pada balita. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk program peningkatan pengetahuan dan kesadaran tentang stunting di Masyarakat.
GENDER EQUALITY IN INHERITANCE DISTRIBUTION REVIEWED FROM THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC INHERITANCE LAW Zulfikar, Zulfikar; Windani, Sri
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i1.20499

Abstract

AbstrakKetidaksetaraan gender dalam distribusi warisan masih ada di masyarakat Indonesia yang mayoritas Muslim karena norma-norma patriarki. Meskipun ada kemajuan dalam kesadaran gender, hambatan budaya dan agama menghambat hak waris yang setara. Reformasi hukum dan reinterpretasi hukum waris Islam oleh ulama sangat penting untuk kesetaraan gender. Kritik meningkat atas ketentuan Al-Qur'an yang berpihak pada laki-laki, ketinggalan zaman dalam masyarakat kontemporer. Tekanan internasional, seperti CEDAW, mendesak negara- negara Muslim untuk menyeimbangkan tradisi dengan kesetaraan. Ketidaksetaraan melanggengkan kesenjangan gender yang lebih luas, yang mengharuskan perubahan legislatif dan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum dan kepustakaan normatif untuk menganalisis evolusi hukum waris Islam mengenai keadilan dan kesetaraan gender. Data bersumber dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier melalui studi dokumentasi. Penelitian ini bertujuan untuk memajukan kesetaraan perempuan dalam hukum Islam melalui analisis yang komprehensif. Islam memberikan pedoman komprehensif untuk kehidupan yang benar, membahas topik-topik seperti warisan untuk menumbuhkan keadilan. Awalnya, hukum waris menguntungkan laki-laki, memicu perdebatan kontemporer tentang kesetaraan gender. Lanskap hukum Indonesia menunjukkan upaya menuju kesetaraan, mencontohkan perjuangan untuk menyeimbangkan tradisi dengan nilai-nilai modern. Mempromosikan kesetaraan gender dalam warisan membutuhkan navigasi kepekaan budaya dan agama sambil mengadvokasi keadilan dan keadilan bagi semua. AbstractGender inequality in the distribution of inheritance still occurs in Indonesian society, where the majority of the population is Muslim due to patriarchal norms. Despite progress in gender awareness, cultural and religious barriers hinder equal inheritance rights. Legal reform and reinterpretation of Islamic inheritance laws by ulama are essential to achieving gender equality. Criticism is increasing against the provisions of the Koran that favor men, which are outdated in contemporary society. International pressures, such as CEDAW, urge Muslim countries to balance tradition with equality. Inequality perpetuates wider gender gaps, necessitating legislative and social change. This research uses legal research methods and normative literature to analyze the evolution of Islamic inheritance law regarding justice and gender equality. Data comes from primary, secondary and tertiary legal materials through documentation studies. This research aims to advance women's equality in Islamic law through comprehensive analysis. Islam provides comprehensive guidelines for righteous living, discussing topics such as inheritance to foster justice. Initially, inheritance laws favored men, sparking contemporary debates about gender equality. The legal landscape in Indonesia shows efforts towards equality, which is an example of the struggle to balance tradition with modern values. Promoting gender equality in cultural heritage requires cultural and religious sensitivity and advocating fairness and justice for all.
Analisis Hukum Islam: Kewajiban Nafkah Suami dan Solusi bagi istri yang Terpaksa Bekerja Zali, Muhammad; Siregar, Khairani Septia; Fitriani, Yenni; Winanda, Cynthia; Sirait, Firza Audina
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i1.20716

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep nafkah dalam ajaran Islam dan implikasinya terhadap hubungan suami istri dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Tujuannya adalah untuk menganalisis kewajiban nafkah suami dan solusi bagi istri yang terpaksa bekerja berdasarkan perspektif hukum Islam. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai jurnal terkait topik tersebut yang terbit antara tahun 2019-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Islam, kewajiban utama memberikan nafkah kepada istri dan anak-anak berada pada suami sesuai dengan kemampuan ekonominya. Namun, terdapat situasi yang menyebabkan seorang istri terpaksa bekerja untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, seperti pendapatan suami yang rendah atau suami sedang sakit. Dalam kondisi tersebut, Islam membolehkan istri untuk bekerja dengan syarat pekerjaan tersebut tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam dan istri tetap dapat menjalankan peran utamanya sebagai ibu rumah tangga. Penelitian ini juga menemukan bahwa untuk mencapai keharmonisan rumah tangga, suami dan istri perlu saling berkomunikasi dan bekerja sama dalam memenuhi hak dan kewajiban masing-masing, serta menyelesaikan perselisihan terkait nafkah atau peran ekonomi melalui musyawarah sesuai dengan ajaran agama. Temuan ini memperkuat pemahaman tentang konsep nafkah dalam Islam dan implikasinya terhadap hubungan suami istri dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Peran Pemerintah Desa Sengon Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten dalam Implementasi Kebijakan Penanganan Stunting Nurhadi, Nurhadi; Syamsudin, Syamsudin; Angelia, Febriyanti
Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/jgsims.v5i1.21089

Abstract

Angka pravalensi stunting di Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan toleransi maksimal angka stunting yang ditetapkan World Health Organization (WHO). Untuk itu, perlu percepatan penurunan angka stunting. Strategi nasional percepatan penurunan Stunting melalui peran pemerintah desa/kelurahan dalam implementasi kebijakan pemerintah terkait penanganan Stunting perlu dikaji agar efektif dan berdampak pada penurunan Stunting secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pemerintah desa dan faktor - faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan penanganan Stunting di tingkat desa agar dapat untuk meningkatkan kinerja kebijakan dan program. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan wawancara kepada 8 informan. Adapun informan telah ditentukan sebelum penelitian dilakukan sehingga pada penelitian ini menggunakan teknik purposive. Teknik analisis data mengunakan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pemerintah Desa Sengon Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten telah menjalankan peran dalam penanganan Stunting sebagaimana yang dimandatkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Klaten Nomor 6 Tahun 2020 yaitu menyangkut aspek perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan/penggerakan. Selain itu, Pemerintah Desa Sengon juga menjalankan monitoring dan evaluasi untuk mengefektifkan implementasi kebijakan. Adapun faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan agar program semakin optimal yaitu mengatasi masalah ketersediaan sumber daya khususnya menyangkut aspek keterbatasan dana dan aspek disposisi khususnya daya dukung pihak terkait seperti media, perguruan tinggi, organisasi non pemerintah dan swasta serta masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 6