cover
Contact Name
Busriadi
Contact Email
bbusriadi@gmail.com
Phone
+6285285034518
Journal Mail Official
jurnalistikhlaffebi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera KM.04 Sungai Binjai Kec. Bathin III Kab. Bungo Provinsi Jambi Kode Pos 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan & Manajemen Syariah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
STIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan & Manajemen Syariah : is open-access peer-reviewed online journal which provides a forum for the full range of scholarly study of islamic studies. The editors welcome articles and research reports addressing to the current issues such as: Islamic Economics, Banking and Islamic Management.
Articles 180 Documents
Permintaan Produk Halalan Thayyiban: Perspektif Ekonomi Islam Khusnul Lailia; Anton Bawono
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v7i2.1122

Abstract

Penelitian ini mengkaji gagasan permintaan produk halalan thayyiban melalui lensa ekonomi Syariah, yang menekankan pada keselarasan antara aspek material dan spiritual kehidupan. Ekonomi Islam mendasarkan perilaku konsumen pada prinsip-prinsip Syariah, berlawanan dengan logika dan efisiensi yang ditekankan oleh ekonomi Barat. Artikel jurnal, buku, dan karya ilmiah lainnya menjadi dasar metodologi tinjauan pustaka studi kualitatif ini. Temuan tersebut menunjukkan bahwa aspek agama, etika, keamanan, dan kualitas produk berdampak pada permintaan produk halalan thayyiban secara keseluruhan. Landasan hukum Syariah didasarkan pada standar halal, sedangkan thayyib menekankan pentingnya kebersihan, welas asih, dan keuntungan. Dengan berpegang pada prinsip-prinsip halalan thayyiban, sistem ekonomi syariah dapat mencapai tujuan maqasid syariah yaitu keadilan, berkah, dan kemakmuran, yang pada gilirannya meningkatkan kepercayaan pelanggan dan menjadikan bisnis halal lebih kompetitif.
Interlocking Poverty Trap di Kabupaten Sampang: Kajian Struktural, Kultural, dan Geografis dalam Perspektif Ekonomi Islam Annisa; Ali Abidin; Ainun Nashih Syahbana; Farahdila Kutsiyah
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v7i2.1157

Abstract

Kemiskinan kronis di Kabupaten Sampang selama lebih dari tiga dekade merupakan fenomena multidimensi yang lahir dari interaksi antara faktor struktural, kultural, dan geografis yang saling memperkuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola interlocking poverty trap (perangkap kemiskinan multidimensi) di Sampang dengan mengintegrasikan pendekatan ekonomi Islam. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus di tiga wilayah representatif kemiskinan, yaitu Sreseh, Kedungdung, dan Ketapang Laok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan akses pendidikan, lemahnya infrastruktur ekonomi, budaya fatalistik, serta keterisolasian wilayah pesisir memperkuat reproduksi kemiskinan antargenerasi. Dalam perspektif ekonomi Islam, kondisi tersebut menunjukkan belum terpenuhinya prinsip maqāṣid syariah, terutama aspek hifz al-‘aql (pemeliharaan akal), hifz al-māl (pemeliharaan harta), dan tujuan falah (kesejahteraan dunia–akhirat). Upaya pemutusan perangkap kemiskinan perlu diarahkan pada penguatan sumber daya manusia, peningkatan konektivitas wilayah, serta pemberdayaan ekonomi berbasis syariah melalui optimalisasi zakat, wakaf produktif, dan lembaga keuangan mikro syariah. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan holistik berbasis nilai Islam dalam merancang kebijakan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di daerah tertinggal.
Peran Praktik Bisnis Islam Dalam Penguatan Green Entrepreneurship Pada UMKM Syariah Di Indonesia Wardani, Farra Tia
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v7i2.1148

Abstract

This study aims to examine the role of Islamic business practices in developing green entrepreneurship through Islamic Micro, Small, and Medium Enterprises (Sharia UMKM) in Indonesia. This research employs a qualitative approach using library research to analyze literature related to green entrepreneurship and Islamic economic values. The findings indicate that Islamic principles such as tauhid (divine unity), amanah (trust), ‘adl (justice), and maslahah (public benefit) serve as ethical foundations for sustainability-oriented business practices. Sharia-based UMKM have strong potential to drive the green economy; however, their implementation is still constrained by limited environmental literacy, inadequate policy support, and restricted access to eco-friendly technology. To optimize their role in sustainable development, this study proposes institutional strengthening through the establishment of an Islamic Circular Product Design Center and the development of an Energy Waqf Scheme for UMKM. These strategies are expected to enable Sharia UMKM to contribute effectively to a just, sustainable, and socially beneficial economic ecosystem. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran praktik bisnis Islam dalam pengembangan green entrepreneurship melalui UMKM syariah di Indonesia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik studi pustaka melalui penelusuran dan analisis literatur terkait konsep kewirausahaan hijau dan nilai-nilai ekonomi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip syariah seperti tauhid, amanah, ‘adl, dan maslahah menjadi landasan moral bagi praktik bisnis yang berorientasi pada keberlanjutan. UMKM syariah memiliki potensi sebagai motor penggerak ekonomi hijau, namun implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan literasi hijau, dukungan kebijakan, dan akses teknologi ramah lingkungan. Untuk mengoptimalkan peran UMKM syariah dalam pembangunan berkelanjutan, penelitian ini merekomendasikan penguatan kelembagaan melalui pembentukan Pusat Rancang Produk Sirkular Syariah dan pengembangan Skema Wakaf Energi. Dengan demikian, UMKM syariah dapat berkontribusi dalam menciptakan ekosistem bisnis yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemaslahatan.
The Pengaruh FDR Dan BOPO Terhadap Profitabilitas (ROA) Pada PT Bank Syariah Indonesia (BSI) : Analisis Data Tahun 2022-2024 Sholekah, Aminatus; Robe'nur, Khufyah; Cahya Putri, Merly
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v7i2.1192

Abstract

Profitabilitas merupakan indikator utama kesehatan dan kinerja bank syariah karena mencerminkan kemampuan lembaga dalam menghasilkan laba secara berkelanjutan sekaligus menjaga stabilitas operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio keuangan utama terhadap profitabilitas bank syariah, khususnya PT Bank Syariah Indonesia (BSI). Secara spesifik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel FDR dan BOPO, terhadap Return on Assets (ROA), sehingga dapat memahami kontribusi setiap rasio keuangan terhadap kinerja bank. Hasil penelitian diharapkan memberikan gambaran yang komprehensif tentang faktor-faktor yang menentukan kinerja keuangan BSI dalam periode 2022–2024. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang berfokus pada penghitungan serta analisis data angka. Semua informasi yang digunakan dalam bentuk tahunan untuk periode 2022-2024 diterbitkan oleh Bank Indonesia, OJK, dan juga dapat diakses melalui situs resmi dari bank yang digunakan sebagai contoh dalam penelitian ini. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FDR dan BOPO secara simultan berpengaruh terhadap ROA, meskipun adanya keterbatasan berupa jumlah sampel yang sangat kecil sehingga model cenderung overfitting (R² = 100%). Namun secara umum, temuan ini tetap menggambarkan bahwa likuiditas dan efisiensi operasional berperan penting dalam meningkatkan profitabilitas BSI selama periode tersebut. Dengan demikian, profitabilitas BSI pada tahun 2022–2024 didorong oleh dua faktor utama, yaitu peningkatan pembiayaan produktif dan efisiensi biaya, yang secara bersamaan memperkuat kinerja bank pasca-merger.
Transformasi Ekonomi Nasional dan Peran Zakat dalam Mewujudkan Ketahanan dan Daya Saing Ekonomi Indonesia Efendi, Nur; Nur Ramdhan, Rahmat; Athoillah, Muhammad Anton; Yusup, Deni Kamaludin
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v7i2.1202

Abstract

Zakat sebagai instrumen berbasis syariah memiliki potensi strategis dalam mengatasi ketimpangan ekonomi, memerangi kemiskinan, dan memperkuat daya saing ekonomi nasional. Artikel ini mengeksplorasi relevansi zakat dalam mendukung transformasi ekonomi menuju ketahanan dan daya saing nasional, melalui tinjauan teori ekonomi syariah dan bukti empiris dari literatur kontemporer di Indonesia. Dengan pendekatan konseptual dan kajian teks terpublikasi (laporan, jurnal, kebijakan), artikel mengidentifikasi mekanisme zakat dalam redistribusi kekayaan, pemberdayaan mustahik, dan peran institusi pengelola zakat dalam pembangunan sosial-ekonomi. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun tantangan signifikan seperti rendahnya realisasi potensi zakat dan koordinasi kelembagaan zakat dapat menjadi komponen integral dalam strategi pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Implikasi penelitian ini menekankan integrasi zakat ke dalam kebijakan ekonomi nasional serta memaksimalkan potensi zakat produktif untuk memperkuat basis ekonomi masyarakat.
Etika Bisnis Islam Dan Prinsip Keberlanjutan Lutfi Nuraini
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v7i2.1210

Abstract

This study aims to explain the importance of integrating Islamic ethical values ​​with sustainability principles as a strategic step in building an ethical and sustainable business model. Islamic business ethics prioritizes the values ​​of justice, honesty, social responsibility, and respect for the rights of all parties involved in economic activities. The principle of sustainability demands the creation of a balance between economic, social, and environmental aspects so that businesses are not only oriented towards financial profit, but also provide long-term benefits for the surrounding community and environment. The study method uses a literature study approach to reputable books and academic journals. The results of the study indicate that the implementation of sustainable Islamic business ethics can improve reputation and consumer trust while supporting fair and environmentally friendly economic development. Islamic business ethics are moral guidelines based on the Qur'an and Hadith that regulate the behavior of business actors to remain in accordance with sharia and able to maintain justice in economic activities. The principle of sustainability in Islamic business ethics emphasizes the importance of balance between economic profit, social welfare, and environmental preservation. The implementation of sustainable Islamic business ethics will help create businesses that are not only profitable but also bring blessings and positive contributions to the surrounding community and environment. This study examines the concepts of Islamic business ethics and sustainability principles, as well as their implications for the modern business world. In conclusion, Islamic business ethics and sustainability principles complement each other in creating businesses that bring benefits and blessings.
Analisis Perkembangan Dan Tantangan Fintech Syariah Di Indonesia Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Dan Literasi Keuangan Rohmah, Siti; Habibi, M. Luthfillah
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v7i2.1149

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong lahirnya financial technology (fintech) yang memberikan kemudahan akses layanan keuangan. Salah satu inovasinya adalah fintech syariah, yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dan berperan penting dalam meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh gambaran antara pertumbuhan industri fintech syariah dengan masih rendahnya literasi keuangan syariah di Indonesia, yakni sebesar 39,11%, yang masih berada jauh di bawah tingkat literasi keuangan konvensional sebesar 65,08%. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui pendekatan studi literatur serta analisis data sekunder yang bersumber dari OJK, AFSI, dan berbagai jurnal ilmiah terkait. Dari hasil analisis tersebut ditemukan bahwa peran fintech syariah tampak dalam memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi sektor UMKM halal, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap konsep keuangan Islam melalui edukasi digital. Namun tantangan masih muncul pada aspek regulasi, literasi digital, dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem fintech syariah.
Analisis Kesenjangan Pemahamaman UMKM Batam Terhadap Akad Pembiayaan Syariah Amanda, Federika; Khaidah, Nur; Sari, Yupita; Nabilla, Dea
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v8i1.1270

Abstract

This study aims to analyze the gap in understanding among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Batam City regarding Islamic financing contracts. The research focuses on identifying the level of MSMEs’ understanding of the concepts, mechanisms, and principles of Islamic financing contracts, as well as the factors contributing to the emergence of this understanding gap. A qualitative descriptive approach was employed in this study. The research population consisted of MSMEs in Batam City from various business sectors, including trade, food, vehicle accessories, and service industries. The sample was selected using purposive sampling based on business experience and involvement in Islamic or conventional financing. The research instruments included semi-structured interview guidelines, observation sheets, and supporting documentation. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that most MSME actors are familiar with the term Islamic financing; however, their understanding remains general and superficial. The understanding gap is evident in the inability of MSMEs to distinguish between interest and profit margin, as well as limited knowledge of Islamic financing contracts such as murabahah, mudharabah, and musyarakah. The main factors contributing to this gap include low Islamic financial literacy, strong reliance on conventional financing experiences, and insufficient socialization and assistance from Islamic financial institutions. Keywords: MSMEs, Islamic Financing, Islamic Contracts, Understanding Gap. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesenjangan pemahaman Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batam terhadap akad pembiayaan syariah. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi tingkat pemahaman pelaku UMKM mengenai konsep, mekanisme, dan prinsip akad pembiayaan syariah serta faktor-faktor yang memengaruhi terbentuknya kesenjangan pemahaman tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah pelaku UMKM di Kota Batam yang berasal dari berbagai sektor usaha, seperti perdagangan, makanan, perlengkapan kendaraan, dan jasa. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, dengan mempertimbangkan pengalaman usaha dan keterkaitan informan dengan pembiayaan syariah maupun konvensional. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi pedoman wawancara semi-terstruktur, lembar observasi, dan dokumentasi pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM telah mengenal istilah pembiayaan syariah, namun pemahaman mereka masih bersifat umum dan terbatas. Kesenjangan pemahaman terlihat pada ketidakmampuan UMKM membedakan konsep bunga dan margin, serta rendahnya pemahaman terhadap jenis-jenis akad seperti murabahah, mudharabah, dan musyarakah. Faktor utama penyebab kesenjangan meliputi rendahnya literasi keuangan syariah, dominasi pengalaman pembiayaan konvensional, serta kurangnya sosialisasi dan pendampingan yang efektif dari lembaga keuangan syariah. Kata kunci: UMKM, Pembiayaan Syariah, Akad Syariah, Kesenjangan Pemahaman.
Kesenjangan Pengetahuan UMKM Online Batam tentang Prinsip Syariah dalam Transaksi Digital Allyah Syafitri; Lusi Aulia Putri Winarti; Husna, Mazidatul; Nazila
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 8 No. 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v8i1.1272

Abstract

Abstract This study examines the extent of the knowledge gap among online Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Batam City regarding the application of Sharia principles in digital transactions. The analysis focuses on MSME actors’ understanding of Islamic contract concepts, information transparency, and the integration of Sharia values within digital trading practices. A qualitative descriptive approach was employed to capture real conditions experienced by MSME actors. The research population consisted of online MSMEs in Batam City operating through digital platforms such as marketplaces and social media. Participants were selected using purposive sampling, targeting MSMEs that actively conduct online transactions and have been operating for at least one year. Data were collected through semi-structured interviews and documentation of transaction practices displayed on digital platforms. The data analysis process involved data reduction, narrative presentation, and conclusion formulation. The findings reveal that most MSMEs have implemented digital transaction practices that reflect fundamental Sharia values, including honesty and transparency. Nevertheless, their conceptual and technical understanding of Sharia contracts, such as bai’, salam, and wakalah, remains limited. Sharia principles are predominantly interpreted as general ethical guidelines rather than as a structured transactional framework with specific legal consequences. These results indicate a clear gap in Sharia literacy among online MSMEs, highlighting the need for practical and contextual educational initiatives to strengthen Sharia-compliant digital business practices in Batam City. Keywords: Online MSMEs, Digital Transactions, Sharia Principles, Islamic Contracts, Sharia Literacy Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kesenjangan pengetahuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) online di Kota Batam dalam memahami prinsip syariah yang melekat pada transaksi digital. Kajian ini menitikberatkan pada pemahaman pelaku usaha terhadap konsep akad, transparansi informasi, serta penerapan nilai-nilai syariah dalam praktik jual beli berbasis platform digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif guna menggambarkan kondisi faktual yang terjadi di lapangan. Populasi penelitian mencakup seluruh pelaku UMKM online di Kota Batam yang menjalankan aktivitas usaha melalui marketplace dan media sosial. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, dengan kriteria pelaku UMKM yang aktif bertransaksi secara digital dan telah menjalankan usaha minimal selama satu tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan dokumentasi terhadap praktik transaksi yang ditampilkan pada platform digital. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM pada umumnya telah menerapkan praktik transaksi digital yang selaras dengan nilai dasar syariah, seperti kejujuran dan keterbukaan informasi. Namun demikian, pemahaman konseptual dan teknis terkait akad syariah, seperti bai’, salam, dan wakalah, masih tergolong rendah. Prinsip syariah lebih dipersepsikan sebagai nilai etika umum dibandingkan sebagai sistem transaksi yang memiliki aturan dan implikasi hukum. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan literasi syariah pada UMKM online, sehingga diperlukan upaya peningkatan pemahaman yang aplikatif dan kontekstual guna mendukung pengembangan UMKM digital berbasis syariah di Kota Batam. Kata kunci: UMKM Online, Transaksi Digital, Prinsip Syariah, Akad, Literasi Syariah
Internet of Things Sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Meningkatkan Optimalisasi Pembangunan Fauzi, Irfan
ISTIKHLAF: Jurnal Ekonomi, Perbankan dan Manajemen Syariah Vol. 7 No. 2 (2025): (September 2025)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/istikhlaf.v7i2.1287

Abstract

Internet of Things (IoT) telah muncul sebagai elemen penting transformasi digital yang meningkatkan efisiensi operasional di beragam sektor. Dengan memfasilitasi interkoneksi real-time dari berbagai perangkat dan sistem, IoT menghasilkan peluang baru untuk optimalisasi sumber daya dan proses bisnis. Selain itu, sifat IoT yang saling berhubungan secara rumit mempromosikan pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui kemajuan inovasi teknologi yang berkelanjutan secara lingkungan. Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk memeriksa fungsi IoT dalam meningkatkan efisiensi operasional sektor ekonomi, yang, pada gilirannya, mendorong pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif yang didasarkan pada tinjauan literatur, mengacu pada penelitian sebelumnya dan publikasi terkait mengenai implementasi IoT dalam konteks Indonesia. Temuan penyelidikan menunjukkan bahwa IoT dapat secara substansif meningkatkan manajemen sumber daya, merampingkan proses produksi dan distribusi, dan memperkuat pengambilan keputusan berdasarkan data real-time. Selain itu, IoT mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan secara lingkungan melalui pengurangan limbah dan peningkatan efisiensi energi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggabungan IoT ke berbagai sektor ekonomi merupakan strategi penting untuk memperkuat daya saing nasional dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Implikasi praktis dari penelitian ini menggarisbawahi perlunya pengembangan kapasitas.