cover
Contact Name
Nurbeti Sinulingga
Contact Email
nurbetisinulingga14@gmail.com
Phone
+6285261645510
Journal Mail Official
nurbetisinulingga14@gmail.com
Editorial Address
Jalan Bilal No. 52 Kel. Pulo Brayan Darat I Kec. Medan Timur Kode Pos 20239
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda
ISSN : 24428116     EISSN : 25977180     DOI : https://doi.org/10.52943/jikebi.v7i1.534
Core Subject : Health,
Imelda Midwifery Scientific Journal (Imelda Midwifery Scientific Journal) Imelda College of Health Sciences (STIKes) Imelda which has now become Imelda University Medan accepts related writings: 1. Maternal Health 2. Pregnancy / Antenatal Care 3. Postpartum 4.Child Health 5. Reproductive Health 6. Family Planning 7. Midwifery Imelda Midwifery Scientific Journal (Imelda Midwifery Scientific Journal) also accepts all writings with various disciplines of science with the terms of the core points remaining in the path and scope of the world of midwifery.
Articles 202 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENTINGNYA GIZI UNTUK TUMBUH KEMBANG BAYI DI KLINIK ADITYA HELVETIA MEDAN TAHUN 2016 Elvalini Warnelis Sinaga
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO menjelaskan ASI adalah makanan ideal untuk pertumbuhan dan perkembagan bayi, selama 6 bulan merupakan cara yang optimal dalam pemberian makanan kepada bayi, setelah 6 bulan, biasanya bayi membutuhkan lebih banyak zat besi dan seng. Ketika inilah gizi tambahan bisa di peroleh dari makanan padat dengan porsi sedikit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang pentingnya gizi untuk tumbuh kembang bayi di Klinik Aditya Helvetia Medan. Desain penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer dengan membagikan kuesioner kepada responden. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi sebanyak 30 orang dan Sampel yang di ambil dari ibu yang mempunyai bayi usia adalah sebanyak 30 responden, tehnik yang digunakan Total Sampling. Hasil yang di peroleh dari tabulasi bahwa pengetahuan ibu batita yang mempunyai bayi kurang sebanyak 12 orang (40%), berdasarkan pendidikan mayoritas berpengetahuan kurang pada ibu yang mempunyai bayi yang berpendidikan SD sebanyak 6 orang (20%), berdasarkan paritas mayoritas yang berpengetahuan cukup pada ibu primipara sebanyak 7 orang (23,3%), berdasarkan pekerjaan mayoritas berpengetahuan kurang pada ibu wiraswasta sebanyak 7 orang (23,3%), berdasarkan sumber informasi mayoritas berpengetahuan kurang pada ibu yang mendapatkan informasi dari TV sebanyak 7 orang (23.3%). Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang pentingnya gizi untuk tumbuh kembang bayi masih kurang. Disarankan agar dapat meningkatkan pengetahuan tentang gizi untuk bayi dan sesuai dengan kebutuhan bayinya agar tidak mengalami gizi buruk, tidak terserang penyakit karena kekurangan gizi.
HUBUNGAN KUNJUNGAN KEHAMILAN DAN KEPATUHAN MENGONSUMSI TABLET ZAT BESI TERHADAP TERJADINYA ANEMIA KEHAMILAN Ermala Sari
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan selama kehamilan.Peningkatan kebutuhan zat besi hampir tiga kali lipat untuk kebutuhan ibu dan janin selama kehamilan, anemia gizi besi pada ibu hamil berdampak pada kesakitan dan kematian maternal, berisiko terjadinya berat bayi lahir rendah, kelahiran prematur. Kunjungan kehamilan dan kepatuhan mengkonsumsi tablet zat besi memiliki peran penting terhadap kejadian anemia kehamilan. Ketidakteraturan ibu hamil melakukan kunjungan kehamilan dan ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi memberikan dampak yang sangat besar terjadinya anemia kehamilan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian cross sectional survey. Penelitian dilaksanakan di Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang. Populasi adalah seluruh ibu hamil di Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam sebanyak 172 orang ibu hamil dengan besar sampel sebanyak 64 orang secara simple random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan kunjungan kehamilan diperoleh lebih banyak ibu hamil melakukan kunjungan kehamilan tidak teratur sebanyak 45 orang (70,3%) dan penelitian menunjukkan dari hasil kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi lebih banyak 38 orang (59,4%) tidak patuh mengonsumsi tablet zat besi, kejadian anemia pada ibu hamil sebanyak 30 orang (46,9%). Hasil penelitian hubungan kunjungan kehamilan p=0.00 berhubungan dengan kejadian anemia dilihat dari hasil OR (odds ratio) sebesar12,50 menunjukkan bahwa besar peluang terjadi anemia kehamilan, kepatuhan mengonsumsi tablet zat besi menemukan hasil p=0.00 ada hubungan dengan kejadian anemia dan dilihat dari hasil OR (odds ratio) sebesar 63,00 menunjukkan bahwa besar peluang terjadi anemia kehamilan. Kepada petugas kesehatan diharapkan untuk mengoptimalkan dalam memberikan pengetahuan kepada ibu hamil tentang pentingnya melakukan kunjungan kehamilan secara teratur dan pentingnya manfaat mengonsumsi tablet zat besi dengan patuh.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI KLINIK ANA JL. TANGKU BONGKAR I MANDALA BY PAS TAHUN 2017 Mei Adelina
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri untuk menyusu segera satu jam pertama setelah lahir bersamaan dengan kontak kulit antara bayi dengan kulit ibu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu tentang Inisiasi Menyusu Dini di Klinik Ana Jl. Tangku Bongkar I Mandala By Pas. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer.Jumlah populasi sebanyak 30 orang dengan sampel sebanyak 30 responden (tottal sampling). Berdasarkan hasil penelitian ini didapat mayoritas responden berpengetahuan cukup sebanyak 23 responden (76,7%), berpengetahuan baik sebanyak 3 responden (23,3%) dan tidak ada responden yang berpengetahuan kurang. Saran bagi peneliti agar memberi penyuluhan inisiasi menyusu dini kepada ibu hamil, bersalin dan nifas, Bagi istitusi pendidikan agar meningkatkan pengetahuannya tentang inisiasi menyusu dini melalui seminar-seminar ilmiah.Bagi peneliti selanjutnya agar melanjutkan penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang sempurna.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI RSU HKBP BALIGE TAHUN 2017 Nora Eka Sari Sikumbang
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Post partum adalah masa yang dimulai dari persalinan dan berakhir setelah 6 minggu dimana pada periode ini akan dimulai proses menyusui bayi. Air Susu Ibu (ASI) adalah satu jenis makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi, social maupun spiritual.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang teknik menyusui yang benar di RSU HKBP Balige.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer.Jumlah populasi sebanyak 30 orang dengan sampel sebanyak 30 responden (tottal sampling). Berdasarkan hasil penelitian ini didapat mayoritas responden berpengetahuan cukup sebanyak 20 responden (66,7%), berpengetahuan baik sebanyak 10 responden (33,3%) dan tidak ada responden yang berpengetahuan kurang. Saran bagi peneliti agar member penyuluhan tentang teknik menyusui yang benar kepada ibu nifas, Bagi istitusi pendidikan agar meningkatkan pengetahuannya tentang teknik menyusui melalui seminar-seminar ilmiah. Bagi peneliti selanjutnya agar melanjutkan penelitian ini untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang sempurna.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU PRIMIGRAVIDA TENTANG POSISI BERHUBUNGAN SEKSUAL SELAMA KEHAMILAN DI DUSUN ABDI GUNA KABUPATEN LANGKAT TAHUN 2017 Griselli Saragih
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posisi berhubungan seksual selama kehamilan adalah suatu posisi yang dilakukan oleh pasangan suami istri saat melakukan hubungan seksual yang aman selama kehamilan jangan sampai penis menekan mulut rahim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu primigravida tentang posisi berhubungan seksual selama kehamilan berdasarkan pendidikan, sumber informasi, umur dan paritas.Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer. Pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data menggunakan kuesioner dengan 30 responden di Dusun Abdi Guna Langkat.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan ibu primigravida tentang posisi berhubungan seksual selama kehamilan berdasarkan pengetahuan, berpengetahuan baik sebanyak 6 orang (20%), berpengetahuan kurang sebanyak 17 orang (56,7%) dan berpengetahuan cukup sebanyak 7 orang (30%), berdasarkan pendidikan mayoritas berpengetahuan cukup, pendidikan SMP sebanyak 8 orang (26,7%) dan minoritas berpengetahuan kurang berpendidikan SD sebanyak 1 orang (3,3%), berdasarkan sumber informasi mayoritas berpengetahuan cukup memperoleh informasi dari tenaga kesehatan sebanyak 10 orang (33,3%) dan minoritas berpengetahuan kurang memperoleh informasi dari media massa sebanyak 1 orang (3,3%), berdasarkan umur mayoritas berpengetahuan cukup dengan umur 20 – 35 sebanyak 17 orang (56,7%) dan minoritas berpengetahuan cukup dengan umur <20 sebanyak 1 orang (3,3%). Ditinjau dari paritas mayoritas berpengetahuan cukup dengan paritas 2 – 4 sebanyak 9 orang (30%) dan minoritas berpengetahuan cukup dengan paritas >4 sebanyak 1 orang (3,3%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa mayoritas responden berpengetahuan cukup. Diharapkan kepada ibu primigravida agar meningkatkan pengetahuan tentang posisi berhubungan seksual selama kehamilan.
BEBERAPA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA MINAT IBU UNTUK MEMILIH IMPLANT SEBAGAI ALAT KONTRASEPSI DI KELURAHAN TERJUN KECAMATAN MEDAN MARELAN TAHUN 2015 Wellina BR Sebayang
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah kualitas sumber daya manusia tidak lepas dari gerakan keluarga berencana dengan upaya peningkatan keperdulian dan peran serta masyarakat. Implant adalah metode kontrasepsi yang hanya mengadung progestin dengan masa kerja panjang dan di susukkan dibawah kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi rendahnya minat Ibu untuk memilih Implant sebagai alat kontrasepsi di Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan Tahun 2015. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan besar sampel sebanyak 87 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 4 April 2015 sampai 20 April 2015. Instrumen dalam penelitian ini berupa kuesioner yang meliputi pertanyaan dari faktor pengetahuan, faktor pendidikan, faktor sumber ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pengetahuan responden berada dalam klasifikasi cukup 49 responden (56,3%) dan pengetahuan kurang 5 responden (5,7%), dari segi pendidikan 46 orang (52,9%) berpendidikan SD dan 1 responden (1,1%) tamat Perguruan Tinggi, dari segi sumber ekonomi baik sebanyak 55 orang (63,2%), dan sumber ekonomi kurang sebanyak 4 responden (4,6%) untuk tidak berKB karena KB itu mahal Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan setiap faktor masih mempengaruhi ketidak mauan Ibu dalam menggunakan alat kontrasepsi Implant. Diharapkan adanya penyuluhan yang lebih giat supaya responden yang pengetahuannya baik bisa termotivasi menjadi peserta KB Implant, Di harapkan kepada pemerintah agar mengadakan KB gratis, karena banyak responden menganggap KB Implant itu mahal.Selanjutnya diharapkan pada responden untuk memotivasi diri untuk menggunakan alat kontrasepsi implant agar pemakaian antara alat kontrasepsi yang satu dengan yang lainnya berimbang.
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SUAMI MEMILIH KONDOM DAN TIDAK MEMILIH KONDOM DI KELURAHAN SENTANG KECAMATAN KISARAN TIMUR Lidya Metalia Tampubolon
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondom adalah suatu alat kontrasepsi berupa sarung dari karet yang diselubungkan ke organ intim lelaki, yang bekerja dengan cara mencegah sperma bertemu dengan sel telur sehingga tidak terjadi pembuahan. Asal nama kondom dari dr.Condom yaitu dokter pribadi Raja Condos, yang artinya untuk menyimpan gandum. Kondom juga bisa digunakan untuk melindungi pasangan dan diri sendiri dari virus HIV dan penyakit menular seksual. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejauh mana gambaran faktor penyebab suami memilih kondom dan tidak memilih kondom. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Sentang Kecamatan Kisaran Timur yang bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer dengan cara penyebaran kuesioner. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan total populasi sebanyak 42 responden. Dari tabel 4.1.1 diatas dapat dilihat bahwa mayoritas pengetahuan suami Baik sebanyak 23 orang ( 54,8% ) dan minoritas pengetahuan suami Kurang sebanyak 19 orang ( 45,2% ). Dari tabel 4.1.2 diatas dapat dilihat mayoritas mendapat informasi yang Baik sebanyak 13 orang ( 30,10% ) dan minoritas mendapat informasi yang Kurang sebanyak 29 orang ( 69,0%). Diharapkan kepada petugas kesehatan yang ada di Dusun VI Desa Patumbak Kampung Kecamatan Patumbak agar memberikan penyuluhan tentang kontrasepsi kondom lebih mendalam lagi serta meningkatkan pengetahuan suami tentang alat kontrasepsi bagi pria. Hal ini diharapkan agar akseptor mengerti dan dapat memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan dirinya. Agar penggunaan kontrasepsi kondom dapat meningkat penggunaannya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KLINIK ANANDA MEDAN Elvina Sari Sinaga
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

World Health Organization (WHO) dan United Nation International Children's Emergency Fund (UNICEF) laporan anak dunia tahun 2011 yaitu dari 136,7 juta bayi lahir diseluruh dunia dan hanya 32,6% diberikan ASI Eksklusif sampai 6 bulan pertama. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan rancangan cross sectional yaitu untuk menjelaskan hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan pemberian ASI Eksklusif. Pengambilan sampel menggunakan tehnik accidental sampling yaitu pengambilan sampel dengan berdasarkan kebetulan bertemu. Didapat dari 45 responden keseluruhan berpengetahuan baik memberikan ASI Eksklusif sebanyak 14 responden (100%), dan keseluruhan berpengetahuan tidak baik tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 31 responden (100%) dan dari 45 responden menunjukkan bahwa dari 16 responden bersikap positif memberikan ASI Eksklusif sebanyak 14 responden (87,5%) dan tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 2 responden (12,5%) sedangkan keseluruhan responden bersikap negatif tidak memberikan ASI Eksklusif sebanyak 29 responden (100%). Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square dengan diperoleh nilai p=0,001 < 0,05 berarti ada hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian ASI Eksklusif dan pada sikap diperoleh p=0,001 < 0,05 berarti ada hubungan sikap ibu dengan pemberian ASI Eksklusif di Klinik Ananda Medan. Saran kepada tempat penelitian yaitu sebagai bahan informasi tentang pemberian ASI Eksklusif di Klinik Ananda Medan.
HUBUNGAN PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEBIJAKAN TEKNIS PELAYANAN OLEH BIDAN DESA DENGAN KEPUASAN IBU NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANAH JAWA Aminah
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 1 (2017): Vol. 3 No. 1 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien merupakan suatu tingkat perasaan pasien yang timbul sebagai akibat dari kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya setelah pasien membandingkan dengan apa yang diharapkannya. Pasien baru akan merasa puas apabila kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya sama atau melebihi harapan dan sebaliknya, ketidakpuasan pasien atau perasaan kecewa akan muncul apabila kinerja layanan kesehatan yang diperolehnya itu tidak sesuai dengan harapannya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional, yang bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program dan kebijakan teknis pelayanan nifas oleh bidan desa dengan kepuasan ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Jawa Tahun 2014. Sedangkan tujuan khusus yaitu untuk mengetahui gambaran pelaksanaan program dan kebijakan teknis pelayanan oleh bidan desa di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Jawa Tahun 2014 dan untuk mengetahui gambaran kepuasan ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Jawa Tahun 2014. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Jawa Tahun 2014 dengan rata-rata perbulan 43 orang yang keseluruhannya dijadikan sebagai sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner secara langsung kepada responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chisquare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program dan kebijakan teknis pelayanan nifas oleh bidan desa mayoritas kurang 60%. Kepuasan ibu nifas mayoritas tidak puas sebanyak 65%. Ada hubungan pelaksanaan program dan kebijakan teknis pelayanan nifas oleh bidan desa dengan kepuasan ibu nifas (p = 0,003). Untuk itu kepada ibu nifas diharapkan agar dapat melakukan kunjungan ke Puskesmas serta melakukan konsultasi kepada bidan terkait dengan keluhan yang dialami oleh ibu nifas sehingga bidan dapat memberikan pelayanan kepada ibu nifas sesuai dengan harapan ibu nifas. Kepada bidan agar lebih meningkatkan penyuluhan tentang program dan kebijakan teknis pelayanan kepada ibu nifas sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang masa nifas. Kepada kepala Puskesmas agar dapat memberikan pelatihan-pelatihan kepada bidan terkait dengan pelayanan nifas.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP WANITA USIA 45-50 TAHUN TENTANG KELUHAN DAN PENANGANAN KLIMAKTERIUM DI PUSKESMAS LUBUK PAKAM Ermala Sari
Jurnal Ilmiah Kebidanan Imelda Vol. 3 No. 2 (2017): Vol. 3 No. 2 Tahun 2017
Publisher : Program Studi S1 & DIII-Kebidanan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa usia lanjut secara alami tidak dapat dihindarkan, pada usia tersebut akan terjadi kemunduran sel-sel yang dapat mempengaruhi fungsi dan kemampuan sistem tubuh termasuk syaraf, jantung dan pembuluh darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap wanita usia 45-50 tahun tentang keluhan dan penanganan klimakterium di Puskesmas Dago Bandung .Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi analitik dengan pendekatan cross sectional pada wanita usia 45-50 tahun yang mengalami klimakterium di Puskesmas Dago Bandung. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan kemudian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian, pengetahuan responden tentang keluhan klimakteriumadalah kurang sebanyak 40,0%, tentang penanganan klimakterium adalah cukup sebanyak 51,4% dan sikapnya positif yaitu sebanyak 62,9%. Berdasarkan uji statistik yang dilakukan yaitu menggunakan uji chi-square di peroleh hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap wanita usia 45-50 tahun tentang keluhan dan penanganan klimakterium. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap wanita usia 45-50 tahun tentang keluhan dan penanganan klimakterium di Puskesmas Dago Bandung.

Page 4 of 21 | Total Record : 202