cover
Contact Name
Putu Doddy Heka Ardana
Contact Email
doddyhekaardana@unr.ac.id
Phone
+62361-467533
Journal Mail Official
gradien.ft@unr.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Ngurah Rai - Padma, Penatih, Denpasar Timur
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknik Gradien
Published by Universitas Ngurah Rai
ISSN : 20852932     EISSN : 27970094     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Teknik Gradien adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai. Hal ini bertujuan untuk memediasi dan mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang teknik sipil dan perancangan, dimana pembaca jurnal diharapkan dari peneliti / ilmuwan teknik sipil, peneliti / ilmuwan bidang perencanaan (Arsitektur), mahasiswa di bidang terkait, insinyur, dan praktisi di bidang ini. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan jurnal dua kali dalam setahun, yaitu April dan dan Oktober. Ini memungkinkan proses publikasi yang lebih ketat dan memungkinkan dewan editorial memperbaiki kinerja jurnal. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan artikel ilmiah di bidang teknik sipil dan perancangan, sebagai berikut. - Rekayasa Struktural, - Teknik Sumber Daya Air, - Teknik Transportasi, - Bidang Geoteknik, - Teknik & Manajemen Konstruksi, - Perencanaan Kota - Rekayasa Geospasial dan Geomatika, - Pelabuhan - Heritage Architecture - Building Technology - Urban Design - Architecture and Tourism Planning - Landscape Architecture. Semua makalah yang dikirimkan akan menjalani proses peninjauan Secara umum, Jurnal Teknil Gradien memprioritaskan makalah yang dapat menunjukkan orisinalitas, kebaruan, dan temuan penting yang dapat bermanfaat bagi minat pembaca. Pemeriksaan kesamaan untuk semua kertas yang dikirimkan akan diterapkan untuk memastikan kualitas kertas. Dalam hal ini, dewan redaksi Jurnal Teknik Gradien berkomitmen untuk memungkinkan makalah berkualitas serta berkontribusi di bidang teknik sipil dan perencanaan.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL TRENGGANA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA RUAS JALAN TRENGGANA SAAT KONDISI PANDEMI COVID-19 Gede Sumarda; I Made Kariyana; Kadek Mei Harkita Sophia
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 1 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i1.448

Abstract

ABSTRAK Transportasi adalah salah satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dari pembangunan sebuah kota, dengan tersedianya sarana dan prasarana transportasi yang baik, mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam melakukan mobilitas agar terwujudnya kesejahteraan masyarakat, jika pergerakkan transportasi tersebut terhenti maka akan menimbulkan berbagai masalah terutama akan mengganggu aktivitas di bidang sosial dan perekonomian masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang tak bersinyal dan pengaruhnya terhadap kinerja ruas jalan pada saat kondisi pandemi covid-19. Metode Perhitungan dan ketentuan - ketentuannya mengacu pada Manual Kapasitas Jalan Indonesia (1997). Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder, dimana data primer terdiri dari volume lalu lintas pada simpang dan ruas, geometrik simpang , geometrik ruas, hambatan samping di simpang maupun di ruas. Sedangkan data sekunder terdiri dari data jumlah penduduk dan peta lokasi simpang dan ruas. Kinerja simpang Jalan Trenggana- Jalan Siulan dengan sisitem tak bersinyal saat kondisi pandemi covid-19 memiliki tingkat pelayanan C, dengan derajat kejenuhan maksimal pada jam puncak sore 0,885. Tundaan maksimal terjadi 15,08 dt, sedangkan kinerja ruas jalan Trenggana saat kondisi pandemi memiliki ringkat pelayanan C, dengan derajat kejenuhan 0,54. Jadi pengaruh kinerja simpang Trenggana-Siulan terhadap ruas jalan trenggana saat kondisi pandemi covid-19 tidak terdapat pengaruhnya karena arus stabil.
PERANCANGAN MUSEUM WAYANG BALI DI GIANYAR I Wayan Budiantara; Made Mariada Rijasa; Ngakan Putu Ngurah Nityasa
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 1 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i1.449

Abstract

Seni pewayangan merupakan salah satu dari berbagai warisan kebudayaan masa lampau Bangsa Indonesia yang terkenal di antara banyak karya seni budaya yang ada. Pertunjukan seni pewayangan meliputi seni suara, seni musik, seni peran, seni pahat, seni lukis, seni perlambang, dan karya sastra. Dilihat dari perjalanan sejarahnya, seni pewayangan tampak terus berkembang dari masa ke masa. Dunia pewayangan mengalami banyak perubahan dimana pada awalnya sebagai media ritual pemujaan roh leluhur kemudian berkembang sebagai media dakwah, pemahaman filsafat, pendidikan moral, penyuluhan masyarakat, hingga menjadi media hiburan belaka. Di tengah-tengah derasnya kemunculan bentuk-bentuk hiburan modern masa kini, rupanya seni pewayangan masih mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa dan Bali. Di Desa Singapadu Kabupaten Gianyar Bali, teater wayang sering digelar dalam acara-acara formal maupun informal dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Untuk itu, sudah sepatutnya seni pewayangan ini dilestarikan. Salah satunya adalah dengan membuatkan sebuah fasilitas museum yang menyimpan berbagai jenis wayang yang pernah ada di Bali. Konsep desain arsitektur museum wayang ini disusun melalui tahapan proses desain yang sistematis. Studi literatur, studi instansional, hingga observasi terhadap fasilitas sejenis telah dilakukan. Metode analisis dan sistesis selalu dilakukan dalam setiap pengambilan keputusan mulai dari merumuskan spesifikasi, konsep dasar, tema rancangan, program ruang, program site, hingga konsep perancangan arsitektur museum wayang Bali. Dari hasil proses perancangan arsitektur ditentukan bahwa konsep dasar konservatif, edukatif, dan rekreatif akan menjadi landasan dalam desain yang dipadukan dengan tema Neo Vernakular dalam perwujudan bangunan museum wayang untuk menjaga kearifan lokal dan penyesuaian dengan kondisi alam lingkungan setempat. Ada empat kelompok ruang pada Museum Wayang Bali ini yaitu area pengelola, area museum, area penunjang serta area Service. Total luas ruangannya adalah 15.650 m2 dan membutuhkan luasan site sebesar 20.000 m2. Rumusan konsep perancangan arsitektur museum wayang Bali mulai dari konsep perancangan site, perancangan bangunan, struktur, dan utilitas juga akan menjadi solusi dan pertimbangan dalam desain aritektur museum wayang Bali di Desa Singapadu Gianyar.
EVALUASI KINERJA JARINGAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI TUNGKUB KECAMATAN MENGWI, KABUPATEN BADUNG I Gusti Ngurah Eka Partama; I Wayan Diasa; I Made Tirta Adnyana
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 2 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i2.456

Abstract

Daerah Irigasi Tungkub (DI Tungkub) yang berada di Badung merupakan daerah irigasi teknis dengan sumber air dari Bendung Tungkub, Daerah Aliran Sungai Sungi (DAS Sungi). DI Tungkub memiliki luas rencana 1.092ha dan luas fungsional 1.045ha sumber. Saat ini di Subak Tungkub Dalem dan Tungkub Lanyahan yang berada di sawah paling hilir masih mengalami kekurangan air. Saat ini pada DI Tungkub sebagian saluran sudah rusak dan sebagian tanpa pasangan batu. Agar komitmen petani mempertahankan ekosistem sawah tetap eksis, maka perlu dilakuan evaluasi kinerja jaringan irigasi DI Tungkub sebagai tindak lanjut dari pengelolaan Jaringan Irigasi Tungkub. Hasil evaluasi ini diharapkan dapat diambil langkah-langkah atau tindakan-tindakan dalam memanfaatkan air irigasi pada DI Tungkub sehingga efektif dan efisien. Penelitian ini dilakukan dengan tahapan analisis ketersediaan air, analisis kebutuhan air, analisis water balance, analisis efisiensi penyaluran irigasi, analisis efektifitas irigasi. Data yang disiapkan yaitu dimensi saluran, debit pengaliran, curah hujan dan pola tanam. Penelitian ini mendapatkan DI Tungkub pada Masa Tanam 2019 kekurangan (defisit) air pada pada Bulan Nopember-Desember 2018 dan Bulan Juli–Oktober 2019 dengan defisit tertinggi pada Bulan September 2019 sebesar 1.215,56lt/dt. Kelebihan (surplus) air terjadi Bulan Januari-Juli 2019 dengan surplus tertinggi terjadi pada Bulan Maret 2019, sebesar 1.620,01lt/dt. Nilai efisiensi pengaliran sebesar 87,46% menunjukkan saluran primer pada DI Tungkub memiliki nilai efiesiensi pengaliran dibawah standar saluran perimer yang disyaratkan sebesar 90%, sehingga perlu dilakukan peningkatan atau perbaikan saluran eksisting dari BT.1 sampai BL.1. Nilai Efektifitas irigasi sebesar 95,69% menunjukkan saluran primer pada DI Tungkub termasuk kriteria masih efektif.
INVENTARISASI DAN EVALUASI RUANG HENTI KHUSUS (RHK) SEPEDA MOTOR DI KOTA DENPASAR I Made Kariyana; Gede Sumarda; Ni Putu Gayatri Swarupini
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 2 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i2.459

Abstract

Dengan meningkatnya populasi penduduk di Kota Denpasar mengakibatkan bertambahnya jumlah pengendara kendaraan bermotor. Peningkatan kendaraan bermotor terutama sepeda motor akan berpengaruh pada simpang bersinyal, dikarenakan pengguna sepeda motor berusaha menggunakan secara optimal semua ruang yang ada disimpang. Oleh karena itu perlu diwujudkan suatu penanganan terhadap adanya penumpukan sepeda motor di persimpangan, yaitu penyediaan fasilitas Ruang Henti Khusus (RHK). Ruang Henti Khusus (RHK) adalah sebuah ruang yang dikhususkan bagi kendaraan sepeda motor, untuk mengatur tempat antrian sepeda motor dengan kendaraan beroda empat atau lebih pada saat berhenti selama nyala merah di pendekat simpang bersinyal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menginventarisasi jumlah RHK di Kota Denpasar yang sesuai dengan peraturan PUPR 2015 dan mengetahui efektifitas RHK di Kota Denpasar. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis tingkat keterisian. Dari hasil perhitungan dengan metode tersebut diketahui bahwa jumlah simpang yang sesuai dengan ketentuan PUPR 2015 yaitu 14 simpang dengan 13 pendekat sedangkan untuk presentase tingkat keterisian RHK Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk pada pendekat barat pada jam sibuk pagi dan sore sebesar 62%-65%. Sehingga bisa disimpulkan cukup berhasil diterapkan, untuk Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk pada pendekat barat pada jam sibuk siang sebesar 58%. Sehingga bisa disimpulkan kurang berhasil diterapkan, untuk Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk pada pendekat timur pada jam sibuk pagi, siang dan sore sebesar 45%-50%. Sehingga bisa disimpulkan kurang berhasil diterapkan, untuk Simpang Surapati–Melati pada pendekat barat, utara dan timur pada jam sibuk pagi, siang dan sore sebesar 22%-43%. Sehingga bisa disimpulkan kurang berhasil diterapkan, sedangkan untuk presentase tingkat keterisian RHK hanya oleh sepeda motor Simpang Nusa Indah–Hayam Wuruk dan Simpang Surapati-Melati pada pendekat barat dan timur pada jam sibuk pagi, siang dan sore sebesar 76%-93%. Sehingga kecil bisa disimpulkan berhasil diterapkan.
ANALISIS BANJIR WILAYAH, DESA BAKTISERAGA KECAMATAN BULELENG DAN DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG I Putu Ngurah Hartawiguna; I Ketut Soriarta; I Made Sudarma
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 2 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i2.460

Abstract

Desa Baktiseraga dan Desa Sambangan yang berada di Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sukasada memiliki wilayah perumahan sangat luas, sehingga menjadikan daerah tersebut padat penduduk. Banjir dan genangan sering terjadi pada saat hujan deras. Salah satu daerah yang sering terjadi banjir adalah ruas Jalan Srikandi. Dimana pada saat musim hujan, terjadi genangan dan transportasi menjadi tidak lancar. Dari permasalahan adanya banjir dan genangan tersebut, maka dirasa perlu dilakukan analisis banjir wilayah ditempat tersebut dan mengukur penampang saluran drainase exsisting untuk mengetahui kapasitas penampang saluran drainase yang ada. Metode yang digunakan untuk analisis ini meliputi analisis hidrologi maupun analisis hidrolika, dimana analisis hidrologi terdiri dari : data curah hujan, curah hujan rancangan, banjir rancangan. Sedangkan analisis hidrolika untuk mengetahui kapasitas saluran, dimana kapasitas saluran adalah besarnya debit maksimum yang dapat ditampung dan dilewatkan oleh suatu saluran dengan ukuran penampang tertentu termasuk tinggi jagaan. Dilanjutkan dengan analisa debit buangan air limbah. Dari hasil analisis saluran existing yang ada di Jalan Srikandi, diketahui bahwa dimensi mampu menampung debit hujan kala ulang I5 dan I10 Tahun dengan debit banjir maksimum (Qt) bervariasi sesuai lokasi saluran yang telah ditambah debit air buangan domestik dan non domestik dengan nilai 0.0108802 m3/dt yang. Berdasarkan hasil kajian analisis lapangan, penampang yang paling ideal dalam mengatasi genangan karena sedimentasi dan sampah dijalan Laksamana dan jalan Srikandi diperlukan penampang baru berbentuk setengah lingkaran dengan r=0,4 m yang memiliki nilai debit saluran (Qs) > debit banjir (Qt) di sepanjang saluran drainase lokasi studi.
ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA PEKERJAAN PELAT LANTAI MENGGUNAKAN PELAT KONVENSIONAL DAN PELAT BONDEK PADA PROYEK APARTEMEN TAMAN SARI I Gede Angga Diputera; Krisna Kurniari
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 2 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i2.461

Abstract

Perkembangan dunia konstruksi semakin pesat seiring terjadinya kemajuan teknologi. Diikuti juga dengan semakin banyaknya pilihan sumber daya, material dan metode kerja yang bisa digunakan dalam mengerjakan suatu proyek konstruksi, yang tentunya bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pekerjaan. Hal ini memungkinkan pengelola proyek untuk memilih salah satu metode pelaksanaan konstruksi tertentu dari beberapa alternatif metode pelaksanaan konstruksi yang ada. Salah satu usaha yang dilakukan oleh pengelola proyek adalah mengganti cara-cara konvensional dengan metode baru yang lebih modern. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memunculkan inovasi metode pelat menggunakan bondek sebagai alternatif lain dari metode pelat konvensional. Penelitian ini meninjau metode pekerjaan bekesting pelat lantai, karena nilai dari pekerjaan tersebut merupakan persentase yang besar dari pekerjaan struktur yang merupakan item pekerjaan dengan nilai tertinggi. Selain itu, pada pekerjaan bekesting juga memiliki sisa material (material waste) yang paling banyak dan penggunaannya juga relatif pendek. Penelitian dilakukan dengan membandingkan pekerjaan bekesting pelat kovensional dengan pelat bondek. Dari hasil analisis didapatkan perbandingan biaya pekerjaan menggunakan rencana awal yaitu bekesting balok pelat konvensional dengan bekesting balok pelat bondek menunjukkan bahwa pekerjaan bekesting pelat lantai bondek lebih murah dibandingkan menggunakan bekesting balok pelat lantai konvensional yaitu dengan selisih biaya sebesar Rp.22.501.000,00 atau sebesar 3%. Pada pekerjaan bekesting dengan metode 2 kali pakai didapatkan perbandingan biaya pekerjaan balok pelat lantai konvensional lebih murah dibandingkan dengan bekesting balok pelat bondek dengan selisih biaya sebesar Rp. 17.099.000,00.
NILAI ARSITEKTUR HIJAU PADA POLA MASSA RUMAH TRADISONAL DESA PENGLIPURAN Made Mariada Rijasa
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 2 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i2.462

Abstract

Praktik arsitektur hijau di kalangan dunia arsitektur terus dilakukan secara berkesinambungan sebagai suatu usaha kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini disebabkan karena permasalahan lingkungan dan energi yang tiada henti dihadapi oleh dunia global. Arsitektur hijau itu sendiri dimaknai sebagai arsitektur yang berwawasan dan berlandaskan konservasi lingkungan, menekankan kepada efisiensi energi (energy-efficient), pola berkelanjutan (sustainable), dan pendekatan holistik (holistic approach). Di sisi lain, eksistensi arsitektur tradisional diakui sebagai arsitektur yang sangat peduli dengan lingkungan, seperti yang bisa dilihat dalam arsitektur tradisional rumah adat di Desa Penglipuran Bangli. Arsitektur tradisional ini dilandasi konsep-konsep kearifan lokal yang dijiwai oleh kepercayaan Hindu Bali. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deduktif kualitatif. Dalam pendekatan ini, penyusunan kesimpulan dilakukan secara deduktif melalui proses verifikasi konsep dan standar arsitektur hijau serta konsep arsitektur rumah tradisional Bali ke dalam sebuah model pola massa rumah tradisional Penglipuran di Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Hasil verifikasi ini diharapkan bisa menjelaskan hubungan teori/konsep yang ada dengan objek penelitian, yaitu melihat nilai arsitektur hijau yang ada dalam rumah tradisional Penglipuran dari sudut pandang teori arsitektur hijau. Hasil penelitian menunjukkankan bahwa pola massa rumah tradisional Penglipuran sangat sejalan dengan nilai-nilai arsitektur hijau, terutama terkait dengan efesiensi energi, konservasi air dan udara,, serta pengurangan emisi pemanasan kawasan (lingkungan).
PERANCANGAN GELANGGANG REMAJA DI DENPASAR I Putu Ariana Putra; Ida Bagus Idedhyana; Made Mariada Rijasa
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 2 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i2.463

Abstract

Pembinaan dan pengembangan generasi muda menjadi salah satu usaha yang utama dalam mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik. Kurangnya fasilitas untuk kegiatan remaja merupakan masalah umum yang dihadapi oleh berbagai wilayah di Indonesia. Bali dan khususnya Denpasar merupakan tempat yang sering digunakan dalam menyelenggarakan kejuaraan dengan skala nasional maupun internasional. Menurut Menteri Pendidikan dan Olahraga dalam satu kota atau kabupaten di Bali idealnya terdapat minimal dua bangunan gelanggang remaja aktif, dengan standar fasilitas yang baik (Menpora, 2018). Di kota Denpasar, fasilitas yang telah tersedia dari segi jumlah bangunan telah memenuhi persyaratan yang ada, namun dilihat dari kondisi fasilitas yang ada hampir semua bangunan GOR yang ada terlihat kurang terawat dan kurang aktif. Dengan kondisi tersebut maka dirasa perlu untuk dibuatkan rancangan Gelanggang Remaja di Denpasar, dengan menerapkan fasilitas dan manajemen yang lebih baik. Tujuan dalam perancangan Gelanggang Remaja di Denpasar ini adalah menentukan Konsep Dasar dan Tema Perancangan, Program Ruang dan Tapak, serta Konsep Perancangan Gelanggang Remaja di Denpasar dengan klasifikasi B dan memiliki ruang lingkup kota madya. Konsep dasar pada Gelanggang Remaja di Denpasar ini adalah “Edukatif dan Rekreatif”. Prinsipnya untuk menciptakan suasana pendidikan dengan kesenangan yang memberikan kenyamanan terhadap remaja, sedangkan rekreatif disini maksudnya adalah cara menanamkan fungsi pendidikannya (studi sekaligus kesenangan, bukan dengan cara pendidikan formal), sehingga menciptakan rasa ketertarikan dan menghilangkan rasa jenuh kepada remaja. Dengan didukung tema Neo Vernakular sebagai upaya dalam mewujudkan dan mempertahankan ciri khas bangunan setempat sebagai perwujudan bangunan yang memiliki unsur budaya kearifan lokal dan dipadukan dengan konsep modern. Terdapat empat kelompok ruang pada Gelanggang Remaja ini yaitu Area Pengelola, Area Komunitas Remaja, Area Penunjang serta Area Service. Site Gelanggang Remaja terletak di Jalan Drupadi, Desa Sumerta Kelod, Denpasar dengan luas sebesar 30.039 m2. Karakteristik site secara umum memiliki tingkat kebisingan sedang, beriklim tropis, berkontur relatif datar dengan Build Up Area sebesar 27.900 m2. Melalui program ruang dan program tapak kemudian ditentukan konsep perancangan, konsep Perancangan terdiri dari Konsep Site, Konsep Bangunan, Konsep Struktur dan Konsep Utilitas. Lalu dari keseluruhan konsep yang ada ditransformasikan ke dalam sebuah desain.
KAJIAN KOMBINASI ALAT BERAT UNTUK GALIAN BASEMENT PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR DINAS KESEHATAN DAN BPMD KABUPATEN GIANYAR I Wayan Diasa; I Gusti Made Sudika; I Wayan Memerta Yasa
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 1 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i1.468

Abstract

Proyek pembangunan “Gedung Kantor Dinas Kesehatan dan BPMD Kabupaten Gianyar, yang terletak di jalan Udayana. Proyek ini memiliki kriteria tanah berupa lempung campuran, selain pembangunan untuk gedung kantor juga akan dibangun basement dengan volume pekerjaan 2.738,26 m3, maka perlu dilakukan galian dan pembuangan tanah menggunakan alat berat. Alat berat yang akan digunakan adalah backhoe dan dump truck, agar memperoleh hasil produksi alat secara optimal perlu dilakukan analisis untuk mengetahui jumlah dan jenis alat berat yang akan digunakan. Dengan demikian penggunaan alat dapat direncanakan dengan tepat dan memperhitungkan biaya dan waktu yang optimal dalam penggunaan alat tersebut. Konsep dari penelitian ini adalah menerapkan teori dari pemindahan tanah mekanis untuk menemukan hasil data yang kuantitatif, yang terdiri dari teknik pengumpulan data, sumber data, analisa data dan teknik pelaksanaan. Data-data yang diambil dari perencana berupa gambar dan time schedule yang akan digunakan untuk menghitung volume galian dan waktu rencana pekerjaan. Kemudian dilakukan perencanaan penggunaan dari masing-masing alat dengan dengan kapasitas alat yang berbeda dan dibuatkan 3 buah kombinasi. Dari masing-masing kombinasi akan dihitung produktifitas dan biaya sewa alat untuk penggunaan alat berat tersebut. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan maka Kombinasi alat berat yang terpilih untuk pekerjaan galian dan pengangkutan tanah proyek Pembangunan Gedung Kantor Dinas Kesehatan dan BPMD Kabupaten Gianyar yang memberikan produktivitas optimal dari segi waktu dan biaya adalah alternatif II yang terdiri dari 1 unit backhoe berkapasitas 0,97 m3 dan 3 unit dump truck berkapasitas 7 m3. Pekerjaan ini dapat diselesaikan 100% dengan waktu 8 hari, dengan biaya yang dibutuhkan Rp 46.460.000,00.
UNSUR-UNSUR NEO-VERNAKULAR PADA MASJID AGUNG NURUL HUDA, SUMBAWA BESAR Tobra Mangguna; Agus Wiryadhi Saidi
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 2 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i2.506

Abstract

Arsitektur Neo-Vernakular merupakan arsitektur yang menunjukan bentuk baru dan modern namun masih memiliki ciri khas dari daerah setempat. Biasanya ide bentuk diambil dari daerah setempat namun dibuat menjadi lebih modern mengikuti perkembangan zaman. Erdiono (2011) menyebutkan ada empat model pendekatan: bentuk dan makna tetap; bentuk tetap makna berubah; bentuk berubah makna tetap; dan bentuk dan makna berubah. Kemunculan Arsitektur Neo-Vernakular menggugah kembali semangat pencarian jatidiri dan identitas arsitektur di Indonesia. Mulai banyak bermunculan karya arsitektur yang dengan sadar mengambil unsur-unsur lokalitas dan mengemasnya secara modern sesuai dengan perkembangan zaman. Masjid Agung Nurul Huda di Sumbawa Besar merupakan bangunan masjid baru yang dibangun di lokasi yang sama dengan masjid lama yang dirobohkan. Secara historis tidak bisa dilepaskan dari kedudukannya sebagai masjid Kesultanan Sumbawa dan secara kultural dengan nilai-nilai budaya Sumbawa. Kesan utama tampilan baru Masjid Agung Nurul Huda adalah suatu masjid yang bercitra modern dan megah. Unsur-unsur lokal baik yang tampil dalam bentuk aslinya atau dalam kemasan yang berbeda memberi kesan lokalitas. Penelitian ini membahas unsur-unsur neo-vernakular yang terdapat pada Masjid Agung Nurul Huda, Sumbawa Besar dengan mengacu pada kriteria, ciri-ciri dan prinsip-prinsip Arsitektur Neo-Vernakular. Metoda penelitian menggunakan metoda deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif. Dari pembahasan yang dilakukan, disimpulkan bahwa pada Masjid Agung Nurul Huda secara umum terlihat kriteria, ciri dan prinsip Arsitektur Neo-Vernakular. Bentuk dasar bangunan, struktur, bentuk atap, tangga, bahan serta beberapa ornamen lokal merupakan unsur yang mewakili sisi tradisi. Struktur utama dan bahan beton serta pemakaian kaca secara dominan merupakan unsur yang mewakili sisi modern. Sisi modern dan tradisi saling berdaptasi dalam suatu paduan.

Page 10 of 23 | Total Record : 224