cover
Contact Name
Putu Doddy Heka Ardana
Contact Email
doddyhekaardana@unr.ac.id
Phone
+62361-467533
Journal Mail Official
gradien.ft@unr.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Ngurah Rai - Padma, Penatih, Denpasar Timur
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknik Gradien
Published by Universitas Ngurah Rai
ISSN : 20852932     EISSN : 27970094     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Teknik Gradien adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai. Hal ini bertujuan untuk memediasi dan mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang teknik sipil dan perancangan, dimana pembaca jurnal diharapkan dari peneliti / ilmuwan teknik sipil, peneliti / ilmuwan bidang perencanaan (Arsitektur), mahasiswa di bidang terkait, insinyur, dan praktisi di bidang ini. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan jurnal dua kali dalam setahun, yaitu April dan dan Oktober. Ini memungkinkan proses publikasi yang lebih ketat dan memungkinkan dewan editorial memperbaiki kinerja jurnal. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan artikel ilmiah di bidang teknik sipil dan perancangan, sebagai berikut. - Rekayasa Struktural, - Teknik Sumber Daya Air, - Teknik Transportasi, - Bidang Geoteknik, - Teknik & Manajemen Konstruksi, - Perencanaan Kota - Rekayasa Geospasial dan Geomatika, - Pelabuhan - Heritage Architecture - Building Technology - Urban Design - Architecture and Tourism Planning - Landscape Architecture. Semua makalah yang dikirimkan akan menjalani proses peninjauan Secara umum, Jurnal Teknil Gradien memprioritaskan makalah yang dapat menunjukkan orisinalitas, kebaruan, dan temuan penting yang dapat bermanfaat bagi minat pembaca. Pemeriksaan kesamaan untuk semua kertas yang dikirimkan akan diterapkan untuk memastikan kualitas kertas. Dalam hal ini, dewan redaksi Jurnal Teknik Gradien berkomitmen untuk memungkinkan makalah berkualitas serta berkontribusi di bidang teknik sipil dan perencanaan.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
PERANCANGAN HOTEL WISATA ALAM DI KABUPATEN BANGLI Ayu Putu Utari Parthami Lestari; I Gusti Bagus Adnyanegara; I Kadek Wahyu Purnama Putra
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 1 (2021): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i1.745

Abstract

Bali adalah salah satu tujuan wisata salah satu daya tarik Bali adalah karena kebudayaannya dan keindahan alamnya. Kabupaten Bangli adalah sebuah kabupaten yang ada di provinsi Bali yang menawarkan keindahan alam dan wisata alam yang banyak diminati wisatawan. Namun dari potensi alam Kabupaten Bangli tersebut masih kekurangan fasilitas akomodasi untuk para wisatawan. Untuk menunjang kebutuhan sarana dan prasarana pariwisata di Bangli maka perlu dibangun Hotel Wisata Alam di Kabupaten Bangli guna mewadahi kebutuhan akomodasi wisatawan yang ingin berlibur. Kondisi Kabupaten Bangli yang sebagian besar adalah dataran tinggi dan menjadi daerah tujuan wisata. Maka konsep dasar yang cocok untuk Hotel Wisata Alam ini adalah Rekreatif dan Ramah Lingkungan. Rekreatif yang berarti, memulihkan atau menyegarkan kembali tubuh atau pikiran. Konsep Ramah Lingkungan atau tidak berbahaya bagi lingkungan. Jadi konsep dasar ini diharapkan menghadirkan akomodasi yang menawarkan daya tarik yang berbeda dan selaras dengan alam. Dengan didukung tema Arsitektur Hijau yang berusaha untuk meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan oleh moderasi. Terdapat 3 fasilitas yang ditawarkan di Hotel Wisata Alam ini yaitu fasilitas utama, fasilitas penunjang dan fasilitas serfis. Terdapat juga fasilitas di luar hotel hasil kerja sama antara pengelola hotel dengan masyarakat sekitar yaitu kebun agro dimana para wisatawan bebas mengunjungi kebun sambil berwisata agro. Total luas besaran ruangan Hotel Wisata Alam ini 21.329 m2 dan membutuhkan luas site 37.800 m2 berdasarkan peraturan pemerintah dengan sirkulasi dan ruang terbuka hijau. Lokasi site berada di Jalan Windhu Sara Desa Kedisan Kintamani Bangli. Karakter site secara umum memiliki tingkatan kebisingan rendah beriklim dingin, berkontur teras sering berundag undag dengan luas site sebesar 46.685 m2. Pada site akan direncanakan 1 entrance dengan tujuan memudahkan untuk akses keluar masuk. Melalui program ruang dan program tapak kemudian ditemukan konsep perancangan. Konsep perancangan terdiri dari dari konsep site, konsep bangunan, konsep struktur dan konsep utilitas.
ANALISIS PENGARUH KINERJA SIMPANG PANTAI BERAWA TERHADAP KINERJA JALAN RAYA CANGGU-BALI SAAT PANDEMI I Gusti Ngurah Eka Partama; Gede Sumarda; I Putu Yogi Eka Mantara Putra
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.754

Abstract

Permasalahan lalu lintas yang terjadi di Kabupaten Badung salah satunya ada di lokasi simpang Pantai Berawa yang terletak pada Ruas Jalan Pantai Berawa-Jalan Raya Canggu, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara. Simpang Pantai Berawa awalnya merupakan simpang bersinyal, namun Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) sudah tidak difungsikan lagi. Pada saat kondisi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) termasuk di Simpang Pantai Berawa menyebabkan arus lalu lintas menjadi lengang. Perlu dilakukan kajian dengan berpedomanpada Manual Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 1997 (MKJI 1997) untuk mengetahui Kinerja Simpang Pantai Berawa dan Pengaruhnya terhadap Kinerja Ruas Jalan Raya Canggu. Data volume lalu lintas, geometrik dan hambatan samping pada simpang maupun dari ruas tersebut juga dikumpulkan dan dianalisis menggunakan MKJI 1997. Kinerja Simpang Pantai Berawa saat kondisi Pandemi Covid-19 tergolong sinpang tak bersinyal karena APILL yang terpasang tidak dioperasikan. Pada kondisi Pandemi Covid-19, derajat kejenuhan Simpang Pantai Berawa sebesar 0,800 menunjukkan Kinerja simpang masuk dalam kategori Tingkat Pelayanan Kategori C dan dengan derajat kejenuhan 0,447 pada Jalan Raya Canggu termasuk kategori Tingkat Pelayanan B yang menunjukkan arus lalu lintas pada ruas jalan tersebut dalam keadaan stabil. Kategori tingkat pelayanan ruas jalan lebih baik dari kategori tingkat pelayanan simpang menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh kinerja Simpang Pantai Berawa terhadap kinerja Ruas Jalan Raya Canggu.
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI PROYEK PEMBANGUNAN SMAN 9 DENPASAR PADA TAHAP STRUKTUR I Nyoman Setiawan Jody; Ni Komang Armaeni; I Wayan Gde Erick Triswandana
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.755

Abstract

Proyek konstruksi merupakan sector pekerjaan yang memiliki resiko tinggi di bandingkan sector lainnya. Angka kecelakaan kerja di Indonesia terbilang cukup tinggi dan terus meningkat dari tahun tahun sebelumnya.Tujuan dari perencanaan RKK meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, sasaran khusus dan program khusus, menghitung biaya rencana keselamatan konstruksi. Dalam penelitian ini studi kasus yang di pakai adalah proyek pembangunan Gedung SMAN 9 Denpasar yang berada di JL. Kertalangu Denpasar. Hasil dari penelitian ini berupa analisis tentang Identifikasi bahaya, penilaian risiko, pemetaan tingkat risiko, sasaran khusus dan program khusus dan perhitungan biaya rencana keselamatan konstruksi. Agar pelaksanaan proyek berjalan lancar dan aman.
ANALISIS SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG ULUWATU, BADUNG, BALI I Pande Made Andika Mulyana Putra; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; Anak Agung Sagung Dewi Rahadiani
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.756

Abstract

Kabupaten Badung adalah daerah pariwisata di Pulau Bali yang memliliki penduduk cukup padat. Aktivitas sosial, ekonomi, dan budaya ditandai dengan kegiatan konsumtif, produktif, pelayanan umum, jasa distribusi dan pemerintahan. Kabupaten Badung ini merupakan destinasi pariwisata nasional maupun internasional. Berdasarkan pada data Badan Pusat Statistik Kabupaten Badung di tahun 2020, Kabupaten Badung memiliki luas wilayah total 418,52 km2 dan dengan jumlah penduduk sebesar 670,200 jiwa dengan tingkat laju pertumbuhan per-tahun sebesar 2,35 jiwa/km2 [1], ukuran Kabupaten Badung termasuk kategori besar. Dengan bertambahnya jumlah penduduk yang ada di Kabupaten Badung tiap tahunnya mengakibatkan bertambahnya jumlah kendaraan bermotor. Persimpangan di Kabupaten Badung yang mengalami permasalahan lalu lintas yang cukup tinggi adalah Simpang Uluwatu. Pada simpang uluwatu ini sering terjadinya konflik dan juga kepadatan volume lalu lintas, padatnya simpang uluwatu ini dikarena Jalan Raya Uluwatu dan Jalan Raya Kampus Unud merupakan jalur penghubung antara daerah Sarbagita (Denpasar–Badung–Gianyar–Tabanan). Selain itu, para pengendara sering tidak mematuhi aturan dan berebut ruang jalan dengan cenderung saling mendahului sehingga kondisi tersebut dapat menyebabkan konflik pada simpang. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) merupakan sarana untuk memudahkan pengaturan para pengendara kendaraan untuk mendapatkan antrian berjalan sesuai dengan urutan yang telah di tentukan. Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas ini ditunjukkan agar kendaraan dapat berjalan dengan tertib dan lancar sesuai dengan lampu indikator yang memberikan tanda kapan harus berhenti, hati – hati, dan kapan harus berjalan sehingga tidak terjadi konflik pada simpang ini. Data yang digunakan terdiri dari data primer (data volume lalu lintas, data geometrik persimpangan, data tata guna lahan) serta data sekunder (data jumlah penduduk dan peta lokasi). Analisis kinerja simpang saat ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997). Hasil perhitungan kinerja simpang uluwatu saat ini menghasilkan Derajat Kejenuhan 1,16 dan tundaan 32,02 detik (tingkat pelayanan E). Pengaturan simpang uluwatu dengan sinyal 3 fase menghasilkan Derajat Kejenuhan 1,17 dan tundaan 5,79 detik (tingkat pelayanan B).
PERBANDINGAN METODE REGRESI LINEAR DENGAN METODE TIME HEADWAY UNTUK MENCARI KINERJA RUAS JALAN I Made Kariyana; Gede Sumarda; Putu Saniswa Paramanatha Awangga; Tri Hayatining Pamungkas
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.757

Abstract

Nilai ekivalensi mobil penumpang adalah faktor konversi dari berbagai tipe kendaraan menjadi satuan mobil penumpang untuk menyetarakan berbagai tipe kendaraan yang beroprasi di satu ruas jalan kedalam satu jenis kendaraan yaitu mobil penumpang, Sementara itu, saat ini dunia sedang mengalami pandemi Covid-19 tidak terkecuali di Indonesia sendiri, khususnya di Kota Denpasar tidak luput dari serangan virus yang menyerang saluran pernafasan ini (Sosilo, 2020) Dengan adanya pandemi ini maka berpengaruh juga terhadap arus lalu-lintas yang tentunya semakin lenggang yang berdampak pada kinerja ruas jalan. Penelitian ini di lakukan di Ruas Jalan Tukad Yeh Aya, Ruas Jalan Hang Tuah dan WR Supratman. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan emp dan kinerja ruas jalan yang telah di teliti sebelumnya oleh Kariyana, dkk (2020) yang di bandingkan dengan Regresi Linear. Penelitian diawali dengan pengumpulan data dan kemudian melakukan analisis data yang sudah ada. Data yang sudah didapat dari survei terdahulu oleh Kariyana, dkk (2020) kemudia diolah menggunakan bantuan prangakat aplikasi dan didapat hasil emp dari metode Regresi Linear. Terdapat perbedaan dari hasil perhitungan kinerja ruas jalan antara metode Regresi Linear dengan time headway yaitu pada ruas Jalan Tukad Yeh Aya didapat derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,36 dengan tingkat pelayanan B, lebih kecil dari time headway dengan (DS) 0,92 dan tingkat pelayanan E. Pada ruas Jalan Hang Tuah nilai derajat kejenuhan metode Regresi Linear (DS) 0,43 dengan tingkat pelayanan B, lebih kecil dibandingkan time headway 0,85 dengan tingkat pelayanan E dan untuk jalan WR Supratman menggunakan Regresi Linear didapat hasil (DS) 0,39 tingkat pelayanan B lebih kecil dari time headway 0,77 dengan tingkat pelayanan C.
OPTIMALISASI WAKTU PELAKSANAAN PROYEK MARK HOUSE SEBATU DENGAN METODE LEAST COST ANALYSIS Ida Bagus Gede Indramanik; Juniada Pagehgiri; Mohammad Sholi
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.758

Abstract

Proyek Mark House Sebatu beralamat di Desa Sebatu, Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar. Proyek pekerjaan struktur pada proyek Mark House Sebatu senilai Rp 5.468.320.000. Proyek ini direncanakan selama 210 hari kalender yang dimulai tanggal 1 Oktober 2019 dan direncanakan selesai tanggal 31 April 2020, akan tetapi realisasi dilapangan proyek Mark House Sebatu mencapai progres 100% pada september 2020, dengan begitu proyek mengalami kemunduran penyelesaian 5 bulan. Metode yang digunakan untuk melakukan analisa optimalisasi durasi dan biaya dalam rangka mengembalikan durasi normal dan durasi optimum penyelesaian proyek adalah metode Least Cost Analysis dengan langkah awal membuat WBS ( Work Breakdown Structure ) kemudian menyusun jaringan kerja menggunakan metode PDM (Presedence Diagram Method ) dengan batuan software Ms project 2016, sehingga menghasilkan lintasan kritis yang kemudian dilakukan crashing dan melakukan percepatan dengan penambahan jam kerja atau lembur. Kemudian menghitung biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost) lalu membandingkan data yang di hasilkan dalam bentuk grafik. Hasil dari analisa menggunakan metode Least Cost Analysis untuk dapat mengembalikan durasi normal proyek dapat dilakukan dengan melakukan kerja lembur 4 jam pada pekerjaan, RB2-Ring Beam, Suspended Slab roof 120mm thick (Roof dack SL +2.500), B6C-Beam, C1-Colum, Ground Slab floor 100mm thick (Service/Staff/Garage), C4-Colum, C10-Colum, C9-Colum, RB1-Ring Beam, RB1-Ring Beam, B5-Beam,RB3-Ring Beam. Biaya total percepatan sebesar Rp5.490.063.811 dari biaya normal Rp 5.468.320.000 terjadi penambahan Rp 21.743.811. Atau biaya naik sekitar 0,40 % dari biaya normal, Sedangakan durasi dan biaya optimal proyek dapat dilakukan dengan melakukan kerja lembur 4 jam pada pekerjaan, RB2- Ring Beam, Suspended Slab roof 120mm thick (Roof dack SL +2.500), B6C- Beam, Brick Wall Ground Floor.
PERENCANAAN PENGELOLAAN PARKIR PADA OBJEK WISATA PANTAI BATU BOLONG CANGGU KABUPATEN BADUNG I Kadek Ari Dharma Prayoga; Anak Agung Rai Asmani K; I Gusti Nyoman Putra Wijaya
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.759

Abstract

Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara karena ditinggalkan oleh pengemudinya. Kabupaten Badung merupakan Kabupaten yang paling pesat pertumbuhan ekonominya, dunia pariwisata merupakan penyumbang pendapatan ekonomi daerah yang paling terbesar, khususnya daerah Badung selatan yang mayoritas sangat mengandalkan wisata pantai sebagai daya tarik utama untuk wisatawan asing maupun local dimana banyak objek wisata di Kabupaten Badung yang minim fasilitas parkir atau pengunjung melebihi kapasitas sehingga sangat banyak yang memarkirkan kendaraanya di badan jalan karena lahan parkir tidak tertata dengan baik, tidak hanya dampak lalu lintas kadang permasalahan lahan untuk parkir di luar badan jalan menjadi masalah seperti sistem sirkulasi yang tidak tertata dengan baik, sehingga kadang menimbulkan antrean yang cukup panjang pada saat melakukan parkir di lahan parkir tersebut. Parkir objek wisata pantai Batu Bolong Canggu memiliki IP < 1 artinya tidak perlu perluasan lahan, Pola parkir kendaraan roda dua menggunakan pola sudut 90° dan kendaraan roda empat menggunakan pola sudut 45° dengan sirkulasi melebihi standar, kendaraan roda dua menggunakan SRP 0,75m x 2m dan kendaraan roda empat menggunakan SRP Golongan II yaitu 2,50m x 5,00m. Metode tarif parkir tanpa penunjuk waktu tepat digunakan dari pada metode tarif parkir progresif dari segi durasi rata – rata parkir kendaraan yaitu 1.30 jam. untuk perkerasan menggunakan paving block tipe 21 cm x 21 cm dengan luas lahan 3053,84 m².
PERENCANAAN BANGUNAN GROIN DENGAN BAHAN BATU BUATAN JENIS TETRAPOD DI PANTAI PURNAMA KABUPATEN GIANYAR I Ketut Upadana; Anak Agung Sagung Dewi Rahadiani; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; I Ketut Nudja
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.760

Abstract

Pantai Purnama terletak di Kabupaten Gianyar dengan Panjang pantai sekitar 2 km yang dominan digunakan sebagai tempat rekreasi dan acara keagaamaan masyarakat setempat. Dimana Pantai purnama tercatat beberapa kali mengalami erosi dan kemunduran garis pantai akibat gempuran gelombang. Penangann yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah yaitu pembangunan revitmen sepanjang 300 M, namun masih mengalami erosi. Untuk menghindari kerusakan lebh lanjut maka direncankan bangunan pelindung pantai yaitu Groin. Groin merupakan bangunan pelindung pantai yang dibuat tegak lurus pantai dan berfungsi menahan transport sedimen untuk mengurangi/menghentikan erosi. Bangunan groin yang direncanakan adalah tipe T 1 seri (2 buah) dengan ujung groin overtopping dan lengan groin non overtopping dengan kala ulang gelombang 25 tahun dan umur rencana bangunan 25 tahun dimana bahan yang digunakan adalah batu buatan ( Tetrapod ). Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan untuk konstruksi bangunan groin sebesar Rp 8.422.750,000 (Delapan miliyar empat ratus dua puluh dua juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah).
ANALISIS DEBIT BANJIR RANCANGAN DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TUKAD MATI Studi Kasus: Daerah Aliran Sungai Tukad Mati Putu Doddy Heka Ardana; Ketut Soriarta; I Gede Arimbawa Widnyana; I Wayan Diasa
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.761

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Tukad Mati adalah salah satu sistem jaringan drainase yang melintasi Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dengan luas daerah pengaliran sebesar 38,42 km2 dan panjang sungai 18,52 km. Tukad Mati merupakan salah satu sungai yang mengalami banjir pada curah hujan yang tinggi, seperti pada Jalan Dewi Sri yang mengalami genangan karena kapasitas sungai eksisting yang tidak mampu menampung debit banjir yang terjadi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu adanya analisis terhadap besarnya debit banjir rancangan untuk kala ulang tertentu pada DAS Tukad Mati terhadap kondisi penampang sungai eksisting khususnya areaa hilir DAS Tukad Mati. Dalam analisa debit banjir rancangan ini menggunakan data hujan dari tahun 2009 sampai 2018 dari empat stasiun hujan yaitu Stasiun Kapal, Stasiun Aseman, Stasiun Sanglah dan Stasiun Ngurah Rai. Metode yang digunakan yaitu metode HSS Nakayasu, HSS Snyder dan Metode Rasional. Nilai debit banjir rancangan dari ketiga metode akan digunakan untuk mengevaluasi kapasitas penampang beberapa titik lokasi di Tukad Mati meliputi sungai yang melintasi Jalan Nakula, Jalan Kresna dan Jalan Raya Kuta. Berdasarkan hasil penelitian, Metode HSS Nakayasu memberikan nilai yang tinggi yaitu Q10 = 223,195 m³/dt, Q25 = 243,370 m³/dt, Metode Rasional memberikan nilai yang moderat yaitu Q10 = 147,880 m³/dt, Q25 = 161,248 m³/dt dan Metode HSS Snyder memberikan nilai yang rendah yaitu Q10 = 137,651 m³/dt, Q25 = 150,095 m³/dt. Besar perbandingan nilai debit banjir rancangan dari ketiga metode diperoleh metode HSS Nakayasu - HSS Snyder memiliki selisih sebesar 38,32 %, metode HSS Nakayasu - Rasional memiliki selisih sebesar 33,74 % dan metode Rasional - HSS Snyder memiliki selisih sebesar 6,91 %. Untuk evaluasi penampang sungai pada titik penelitian terhadap debit banjir rancangan yang diperoleh bahwa pada HSS Nakayasu Jalan Nakula dan Jalan Kresna terjadinya banjir karena dimensi penampang sungai tidak mampu menerima debit banjir rancangan pada Q10 maupun Q25.
REVITALISASI PASAR TRADISIONAL SEKETENG SUMBAWA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK Agus Wiryadhi Saidi; Ngakan Ngurah Nityasa; Tobramangguna -
Jurnal Teknik Gradien Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Teknik Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v13i2.762

Abstract

Pasar merupakan tempat untuk memperjualbelikan barang-barang keperluan sehari-hari. Keberadaan Pasar Seketeng memiliki peranan penting di dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat pada sektor perdagangan di Kota Sumbawa Besar. Namun seiring dengan bertambahnya jumlah pedagang dalam memenuhi kebutuhan konsumen, tanpa disertai adanya pembenahan fasilitas pasar menimbulkan dampak kumuh yang dirasakan oleh civitas yang berkunjung ke Pasar Seketeng. Kondisi pasar yang kumuh serta pernah mengalami kebakaran besar, mengakibatkan daya jual beli di Pasar Seketeng menurun. Revitalisasi yaitu tahapan yang perlu dijalani oleh pasar tradisional dalam persaingan di era moderenisasi, dengan tujuan agar pasar tradisional memiliki citra lebih baik dari sebelumnya. Revitalisasi yaitu suatu langkah dalam menghidupkan kembali suatu tempat atau bagian kota yang dulunya pernah hidup akan tetapi mengalami degradasi dan degenerasi. Dengan didasari atas pengertian, fungsi dan aktivitas yang diwadahi maka konsep dasar yang dipilih untuk perancangan Pasar Seketeng adalah komersial dan komunikatif. Komersial dalam hal ini adalah pendekatan pemasaran yang dilakukan sebagai penyedia layanan untuk memperoleh keuntungan. Komunikatif dalam hal ini ialah memberi daya tarik tersendiri bagi yang melihatnya. Tema perancangan yang dipilih adalah Arsitektur Biofilik dengan pertimbangan pengoptimalan sumber daya alam, fungsi lingkungan, dan fungsi bangunan. Konsep dasar dan tema rancangan mendasari programming dan konsep perancangan yang selanjutnya ditransformasikan ke dalam desain.