cover
Contact Name
Putu Doddy Heka Ardana
Contact Email
doddyhekaardana@unr.ac.id
Phone
+62361-467533
Journal Mail Official
gradien.ft@unr.ac.id
Editorial Address
Jalan Kampus Ngurah Rai - Padma, Penatih, Denpasar Timur
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Teknik Gradien
Published by Universitas Ngurah Rai
ISSN : 20852932     EISSN : 27970094     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Teknik Gradien adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai. Hal ini bertujuan untuk memediasi dan mempublikasikan hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang teknik sipil dan perancangan, dimana pembaca jurnal diharapkan dari peneliti / ilmuwan teknik sipil, peneliti / ilmuwan bidang perencanaan (Arsitektur), mahasiswa di bidang terkait, insinyur, dan praktisi di bidang ini. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan jurnal dua kali dalam setahun, yaitu April dan dan Oktober. Ini memungkinkan proses publikasi yang lebih ketat dan memungkinkan dewan editorial memperbaiki kinerja jurnal. Jurnal Teknik Gradien menerbitkan artikel ilmiah di bidang teknik sipil dan perancangan, sebagai berikut. - Rekayasa Struktural, - Teknik Sumber Daya Air, - Teknik Transportasi, - Bidang Geoteknik, - Teknik & Manajemen Konstruksi, - Perencanaan Kota - Rekayasa Geospasial dan Geomatika, - Pelabuhan - Heritage Architecture - Building Technology - Urban Design - Architecture and Tourism Planning - Landscape Architecture. Semua makalah yang dikirimkan akan menjalani proses peninjauan Secara umum, Jurnal Teknil Gradien memprioritaskan makalah yang dapat menunjukkan orisinalitas, kebaruan, dan temuan penting yang dapat bermanfaat bagi minat pembaca. Pemeriksaan kesamaan untuk semua kertas yang dikirimkan akan diterapkan untuk memastikan kualitas kertas. Dalam hal ini, dewan redaksi Jurnal Teknik Gradien berkomitmen untuk memungkinkan makalah berkualitas serta berkontribusi di bidang teknik sipil dan perencanaan.
Arjuna Subject : -
Articles 224 Documents
PERANCANGAN CREATIVE SPACE DENGAN PENDEKATAN EKOLOGIS DI CANGGU I Gusti Ngurah Made Dananjaya; Siluh Putu Natha Primadewi
Jurnal Teknik Gradien Vol 11 No 2 (2019): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v11i2.288

Abstract

Creative Space merupakan fasilitas yang baru berkembang beberapa tahun terakhir dan muncul dikarenakan berkembangnya komunitas-komunitas. Adanya interaksi yang baik diantara komunitas kreatif belakangan ini semakin meningkatkan gairah perkembangan karya arsitektur berupa creative space. Begitu pula halnya interaksi antara bangunan creative space dengan alam sekitar. Pendekatan ekologi merupakan cara pemecahan masalah rancangan arsitektur dengan mengutamakan keselarasan rancangan dengan alam, melalui pemecahan secara teknis dan ilmiah. Metode perancangan yang digunakan ialah rasional. Pengumpulan data berupa survey kondisi eksisting tapak dan studi preseden proyek sejenis. Sedangkan pengolahan data pada analisis dan sintesis dilakukan dengan pendekatan desain pragmatik dari konsep ekologi. Hasil yang diperoleh berupa implementasi parameter-parameter dari desain ekologi berupa pembentukan koneksi bangunan dengan konteks lingkungan sekitar. Semua ini ditujukan bagi kelangsungan ekosistim, kelestarian alam dengan tidak merusak tanah, air dan udara, tanpa mengabaikan kesejahteraan dan kenyamanan manusia secara fisik, sosial dan ekonomi sebagai pengguna bangunan secara berkelanjutan.
PENERAPAN TEMA NEO VERNAKULAR PADA WAJAH BANGUNAN GEDUNG UTAMA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BALI Agus Wiryadhi Saidi; Ni Putu Anggita Suma Astari; Krisna Adi Prayoga
Jurnal Teknik Gradien Vol 11 No 2 (2019): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v11i2.289

Abstract

Arsitektur Neo Vernakular adalah salah satu paham atau aliran yang berkembang pada era Post-Modern, yaitu aliran arsitektur yang muncul pada pertengahan tahun 1960-an. Post-Modern lahir disebabkan pada era modern timbul protes dari para arsitek terhadap pola-pola yang berkesan monoton (bangunan berbentuk kotak-kotak). Sedangkan gaya Arsitektur Tradisional Bali adalah corak penampilan arsitektur yang dapat memberikan citra/nuansa arsitektur berlandaskan budaya Bali yang dijiwai oleh agama Hindu melalui penerapan berbagai prinsip bentuk yang mengandung identitas maupun nilai-nilai arsitektur. Pengaplikasian Arsitektur Neo Vernakular pada gedung-gedung modern di Bali seperti pada perkantoran tidak terlepas dari usaha untuk menjaga arsitektur lokal agar tidak tergerus oleh jaman dan hilang terlupakan di masa mendatang. Penelitian ini mengambil kasus bangunan Gedung Utama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Bali sebagai objek yang diteliti yang mengadaptasikan bentuk Arsitektur Tradisional Bali di masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Dari pengamatan terhadap wajah bangunan Gedung Utama DPRD Provinsi Bali, disimpulkan bahwa secara umum kriteria, ciri dan prinsip tema Arsitektur Neo Vernakular terlihat cukup jelas pada wajah bangunannya. Usaha memberikan nilai kebaruan terutama terlihat dari reinterpretasi terhadap bentuk-bentuk detail, hiasan, prinsip struktur dan ornamen serta pemakaian beton ekspos bersanding dengan bahan-bahan lokal. Bentuk dasar bangunan persegi yang sangat kuat dan dominan merupakan unsur yang paling tidak berubah dari bentuk aslinya, yang mungkin bisa disebutkan sebagai unsur yang melemahkan kesan Neo Vernakular pada bangunan ini. Demikian juga pertimbangan masa depan tampak tidak digarap.
ANALISA KINERJA U-TURN DAN RUAS JALAN DI JALAN BY PASS NGURAH RAI DENPASAR Gede Sumarda; I Made Kariyana; Dana Saputra
Jurnal Teknik Gradien Vol 11 No 1 (2019): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor akan menyebabkan peningkatan konflik lalu lintas yang terjadi baik di persimpangan maupun lokasi berbalik arah (U-Turn). Sepanjang jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar dari Simpang Sakenan sampai Simpang Pesanggaran, memiliki fasilitas U-Turn yang tidak secara keseluruhan mampu mengatasi masalah konflik, sebab U-Turn itu sendiri yang akan menimbulkan permasalahan dalam bentuk hambatan terhadap arus lalu lintas searah dan juga arus lalu lintas yang berlawanan arah. Adapun permasalahan pada penelitian ini yaitu bagaimana kinerja U-Turn dan ruas jalan di jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar khususnya di depan SPBU Suwung Sanur. Data yang diperlukan pada studi ini berupa data primer yang diperoleh dari hasil survei langsung di lapangan dan data sekunder yang diperoleh dari instansi pemerintah atau swasta. Dalam analisis kinerja ruas jalan menggunakan panduan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Dari data dan hasil analisis diketahui bahwa jumlah penduduk Kota Denpasar Tahun 2018 adalah 930600 jiwa, geometrik jalan yang meliputi tipe jalan empat lajur dua arah terbagi (4/2 D), lebar tiap jalur jalan 8 m, kereb 0,2 m, trotoar 1,5 m, median 1,95 dan bukaan median 21 m. Kinerja U-Turn pada saat jam puncak memiliki volume lalu lintas tertinggi sebesar 489,40 smp/jam, Rata–rata waktu menuver tiap jenis kendaraan yaitu sepeda motor 4,41 detik/kendaraan, kendaraan ringan 15,33 detik/kendaraan dan kendaraan berat 26,29 detik/kendaraan. Rasio intensitas antrian (p) pada jam puncak didapat (p) >1,0 yaitu terjadi antrian kendaraan. Panjang antrian dan waktu tundaan tertinggi yaitu pada arus berlawanan arah sebesar 98 m dengan waktu tundaan 101 detik. Kinerja ruas jalan By Pass Ngurah Rai Denpasar pada saat jam puncak memiliki volume lalu lintas tertinggi sebesar 4695,90 smp/jam yaitu dari arah timur ke barat. Kapasitas jalan sebesar 3216,15 smp/jam, derajat kejenuhan tertinggi sebesar 0,80 dengan tingkat pelayanan untuk jam puncak terletak pada level D.
ANALISIS LIMBAH BENDA UJI BETON UNTUK MENSUBSTITUSI AGREGAT KASAR PADA CAMPURAN BETON I Gusti Made Sudika; I Gusti Ngurah Eka Partama; I Gede Surya Dinata
Jurnal Teknik Gradien Vol 11 No 1 (2019): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah benda uji beton setelah dilakukan pengujian selanjutnya ditumpuk dan dibuang. Untuk kapasitas yang besar akan menimbulkan masalah karena memerlukan areal penampungan yang luas dan jika langsung dibuang ke tanah akan mengurangi kesuburan tanah dan merusak ekosistem. Secara visual fisik material penyusun beton dan padatan limbah benda uji masih bagus dan diperlukan kajian agar bias dimanfaatkan kembali sebagai campuran beton. Penelitian ini dilakukan dengan membuat sampel benda uji dengan mutu beton rencanaf’c=22 MPa dengan variasi kandungan agregat kasar limbah benda uji beton sebanyak 0%, 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap berat agregat kasar yang dibutuhkan.Rancangan campuran (mix design) beton mengunakan SNI 03–2834-2000. Sampel benda uji dibuat berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm, disiapkan 3 buah sampel untuk setiap variasi campuran dan diuji pada umur 14 dan 28 hari. Semen portland yang digunakan adalah Tipe PCC Merk Tiga Roda dengan konposisi senyawa kimia mendekati Semen Tipe I. Agegrat kasar dan halus dari batuan alami Gunung Agung serta air bersih dari PDAM Kota Denpasar. Hasil penelitian menghasilkan kuat tekan tertinggi dicapai saat substitusi agregat limbah benda uji beton sebanyak 25% dari berat total agregat kasar yang diperlukan yaitu 25.76 MPa pada umur 14 hari dan 29.82 MPa pada umur 28 hari. Kuat tekan terendah ditunjukkan saat substitusi agregat limbah beton sebanyak 100%, dengan kuat tekan sebesar 22.36 dan 26.61 MPa masing-masing saat benda uji berumur 14 dan 28 hari. Hasil pengujian kuat tarik belah menunjukkan nilai tertinggi yang dicapai yaitu saat substitusi agregat limbah beton sebanyak 25% terhadap berat agregat kasar yang diperlukan, dimana saatbenda uji berumur 14 dan 28 hari, kuat tarik belah mencapai 2.57 dan 2.97 MPa. Nilai kuat tarik belah terendah ditunjukkan saat substitusi agregat limbah beton sebanyak 100% terhadap berat kebutuhan agregat kasar sebesar 2.24 dan 2.67 MPa untuk masing-masing benda uji berumur umur 14 dan 28 hari.
PUSAT KULINER TRADISIONAL KHAS BALI DI KABUPATEN GIANYAR I Wayan Eka Darma Yuda; Ngakan Putu Ngurah Nityasa; Ayu Putu Utari Parthami Lestari
Jurnal Teknik Gradien Vol 11 No 1 (2019): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Bali menjadi sangat dikenal oleh dunia internasional karena keindahan alamnya, kesenian dan budayanya. Wisata kuliner tradisional khas Bali yang merupakan salah satu budaya lokalnya mempunyai peran penting karena makanan juga bisa menjadi pusat pengalaman wisatawan. Gianyar merupakan Kabupaten di Bali yang memiliki potensi untuk membangun pusat kuliner tradisional. Pusat Kuliner Tradisional Khas Bali di Kabupaten Gianyar memiliki fasilitas tempat makan yang menyediakan berbagai olahan tradisional khas Bali, selain itu fasilitas yang diwadahi meliputi : cooking class, gedung serbaguna, playground, panggung terbuka, drive thru dan kolam pancing. Melalui fasilitas yang diwadahi, pengunjung yang datang dapat menikmati berbagai olahan tradisional khas Bali dalam satu tempat sehingga tidak harus berpindah dari tempat satu ketempat lainnya untuk dapat menikmati olahan tradisional khas Bali. Konsep dasar yang digunakan untuk merancang Pusat Kuliner Tradisional Khas Bali di Kabupaten Gianyar adalah “Pelestarian, Edukatif dan Variatif” pada tempat ini bertujuan agar dapat membantu civitas dalam menikmati semua fasilitas di tempat ini dengan baik dan maksimal. Penerapan tema Neo-Vernakular yang diterapkan pada rancangan diantaranya terkait bentuk yang memadukan konsep tradisional dengan modern, material yang digunakan seperti batu bata, atap bubungan dan pemakaian atap miring. Menggunakan warna yang kuat dan kontras.
PENERAPAN TEMA ARSITEKTUR HIBRID PADA FASAD HOTEL THE STONES, KUTA, KABUPATEN BADUNG Johan Prastyo Adi Wibowo; Agus Wiryadhi Saidi
Jurnal Teknik Gradien Vol 11 No 1 (2019): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbukaan informasi termasuk di bidang arsitektur membuat pilihan ekspresi arsitektur semakin beragam, termasuk di Bali yang dikenal dengan keindahan arsitekturnya. Salah satunya adalah penerapan Arsitektur Hibrid yang memberi peluang penggabungan beberapa tipologi arsitektur yang berbeda (oposisi binari) dengan salah satu menjadi bagian yang dominan (Ningsar dan Erdiono, 2012). Arsitektur Hibrid, khususnya pada bangunan-bangunan publik yang bersifat komersil tampak bermunculan di sentra-sentra wisata di Bali termasuk di Kuta, Kabupaten Badung. Penelitian ini mengkaji fasad salah satu bangunan publik yang menerapkan Arsitektur Hibrid, yaitu bangunan Hotel The Stones di Kuta. Kajian difokuskan pada fasad bangunan, yaitu wajah bangunan yang terlihat dari luar dengan pertimbangan fasad itulah yang umumnya membentuk citra bangunan. Penelitian ini memakai metoda deskripsi kualitatif berdasarkan data-data primer yang diperoleh dari observasi secara langsung di lapangan dan dilengkapi data-data sekunder. Data-data yang didapat dianalisis, kemudian dilakukan interpretasi dan akhirnya dirumuskan kesimpulan. Dari penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa fasad bangunan Hotel The Stones menampakkan ciri Arsitektur Hibrid dengan dominasi gaya Arsitektur Kontemporer. Walau pun candi bentar dan bale bengong bisa dengan mudah dikenali sebagai elemen Arsitektur Tradisional Balimemberi kesan, kehadirannya terkesan seperti “hiasan” karena kurang didukung oleh elemen-elemen arsitektur yang lain untuk memberi kesan Arsitektur Hibrid yang lebih kuat.
KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN SISWA TRANS SERASI KABUPATEN TABANAN 2020 I Made Kariyana
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 1 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i1.442

Abstract

ABSTRAK Tabanan sebagai salah satu daerah dalam kawasan Metropolitan SARBAGITA mengalami perkembangan yang begitu pesat bahkan saat ini perkembangan Tabanan sudah kearah pertumbuhan yang memiliki kawasan pusat bisnis sendiri. Namun perkembangan daerah yang sangat pesat ini kurang didukung oleh pembangunan infrastuktur dibidang transportasi terutama pelayanan angkutan umum. Hal tersebut menyebabkan masyarakat terpaksa menggunakan kendaraan pribadi termasuk siswa sekolah yang dalam segi umur belum diperbolehkan mengendarai kendaraan. Desakan akibat tingginya kecelakaan yang melibatkan siswa yang belum diperbolehkan mengendarai kendaraan bermotor, kondisi angkutan umum yang mati suri, kemacetan dan terbatasnya lahan parkir mendorong Pemerintah Kabupaten Tabanan segera melaksanakan program angkutan siswa yang hingga tahun 2020 ini sudah melayani 23 SMP. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pelayanan Angkutan Siswa Trans Serasi tahun 2020 berdasarkan standar pelayanan yang ditetapkan oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 29 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 98 Tahun 2013 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Dengan hasil bahwa secara umum siswa merasa pelayanan yang diberikan angkutan siswa Trans Serasi sangat baik, dimana untuk tingkat kualitas pelayanan pada indikator keamanan memiliki nilai rata-rata 89%, pada indikator keselamatan memiliki nilai rata-rata 89%, pada indikator kenyamanan memiliki nilai rata-rata 88%, pada indikator keterjangkauan memiliki nilai rata-rata 91%, pada indikator kesetaraan memiliki nilai rata-rata 89% dan pada indikator keteraturan memiliki nilai rata-rata 86%. Penyelenggara angkutan siswa Trans Serasi telah melaksanakan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 29 Tahun 2015.
ANALISIS KARAKTERISTIK TEKNIK GEOSYNTHETICS UNTUK PERENCANAAN I Made Sudarma
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 1 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i1.444

Abstract

Masalah abrasi dan erosi sering terjadi pada pantai atau sungai, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui karakteristik abrasi dan erosi. Untuk menanggulanginya dengan perencanaan yang teliti dan perlu diketahui bagaimana memilih bahan geosynthetics. Pada penggunaannya, karena bentuk geosynthetics dapat dibagi menjadi geotextile, geomembrane, geolinear element, geogrid dan geocomposite. Pilihan bahan tersebut umumnya berdasarkan karakteristik teknik bahan geosynthetics. Karakteristik teknik tersebut meliputi antara lain karakteristik fisis (physical characteristics), mekanis (mechanical characteristics), dan hidrolis (hydraulic characteristics). Pada Kawasan Pantai Lebih di Kabupaten Gianyar dipergunakan tempat pariwisata, pemukiman, persawahan, lahan perkebunan dan kegiatan keagamaan secara umum yang memeluk Agama Hindhu. Abrasi pada pantai mengakibatkan kerusakan yang terjadi pada fasilitas umum maupun harta benda milik masyarakat.Untuk meminimalkan kerusakan yang diakibatkan oleh abrasi. Karakteristik tanahnya dengan topografi datar, subur dan sebagian tanah bercampur dengan pasir yang berwarna coklat, sedangkan pada lapisan atas memiliki komposisi sebagian besar tanah pasir dengan diameter butirannya bervariasi, derajat kejenuhan pasir basah, sebagian kerikil, batu – batu yang mempunyai bongkahan besar dan campur dengan tanah, permeabilitas tanah pasir besar. Penanggulangan abrasi pada Pantai Lebih Kabupaten Gianyar mempergunakan Geotextile dengan karakteristik yaitu : Geotextile Woven yang mempunyai Tensile Strength 8 – 800 (kN/m2), Maximum Extension σ = 5 – 35 (kN/m2), Apparent Opening Size(AOS) = 0.05-2.50 mm, Volume Water permeability = 5-2000 litres/m2/S*, Unit Weight =100-1300 g/m2.
PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN DAN BIAYA KONSTRUKSI OVERLAY MENGGUNAKAN METODE ANALISA KOMPONEN DAN METODE SDPJL Gede Sumarda; I Gusti Ngurah Eka Partama; I Gede Bagus Bagia Bujana
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 1 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i1.445

Abstract

Konstuksi lapis perkerasan jalan yang sudah mendekati batas akhir umur rencana harus direncanakan untuk meningkatkan kemampuan daya dukung dalam melayani volume lalulintas. Dua metode perhitungan lapis perkerasan tambahan (overlay) yang lazim digunakan yaitu Metode Analisa Komponen SKBI-2.3.26.1987 UDC:625.73-02 (Metode Analisa Komponen) dan Metode Software Desain Perkerasan Jalan Lentur (Metode SDPJL). Penelitian ini bertujuan untuk menghitung serta membandingkan struktur overlay dan biaya konstruksi berdasarkan Metode Analisa Komponen dan Metode SDPJL. Penelitian dilakukan pada Ruas Jalan Batas Kediri-Tanah Lot dengan pengambilan data sesuai kebutuhan untuk masing-masing metode tersebut. Hasil perhitungan struktur overlay untuk umur rencana 10 tahun dengan Metode Analisa Komponen didapat tebal overlay sebesar 17,50cm terdiri dari lapisan AC-WC tebal 4,00cm dan lapisan AC-BC tebal 13,50cm dan dengan Metode SDPJL didapat tebal overlay yang dibutuhkan 18,50cm terdiri dari lapisan AC-WC tebal 4,00cm, AC-BC tebal 6,00cm dan AC-Base tebal 8,50cm. Hasil analisa biaya kedua metode tersebut menunjukkan biaya konstruksi berdasarkan Metode Analisa Komponen lebih murah 20,73% dibandingkan dengan Metode SDPJL.
PENGARUH PERCEPATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG TERHADAP BIAYA PELAKSANAAN I Komang Alit Astrawan Putra; Ida Bagus Gede Indramanik; I Made Sedana Yasa
Jurnal Teknik Gradien Vol 12 No 1 (2020): Gradien
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v12i1.446

Abstract

Suatu proyek dikatakan berhasil jika dapat diselesaikan sesuai biaya, mutu dan waktu yang telah ditetapkan. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pengelolaan proyek yang baik sehingga segala hambatan yang timbul dalam pelaksanaan proyek segera dapat diantisipasi. Pekerjaan pembangunan proyek gedung Lt. III SDN 7 Sesetan mengalami beberapa kendala yang menyebabkan terjadinya keterlambatan progress sebesar –4,65% pada minggu ke-15. Angka tersebut sudah mendekati -5% yang merupakan batas maksimum keterlambatan proyek yang tertera pada kontrak kerja. Melihat hal tersebut, perlu dilaksanakan pengelolaan proyek untuk mengantisipasi keterlambatan progress pekerjaan yang lebih besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh crash program terhadap biaya total pelaksanaan, serta selisih biaya yang diakibatkannya Penelitian ini menggunakan metode crash program untuk mempercepat progress proyek. progress proyek dipercepat melalui paenamban jam kerja lembur pada kegiatan-kegiatan yang bersifat kritis serta kegiatan-kegiatan yang memiliki slope yang terkecil agar biaya crash program tidak menambah biaya proyek secara signifikan. Hasil analisa pada proyek kasus menunjukkan bahwa pelaksanaan crash program dapat berpengaruh terhadap biaya total penyelesaian proyek. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan biaya total proyek sebesar Rp.22.347.485,32, dari total biaya Rp.2.370.528.391,01 menjadi Rp. 2.392.875.876,33. Hasil ini juga memperlihatkan bahwa kontraktor harus mengeluarkan tambahan biaya proyek sebesar Rp.22.347.485,32. Sedangkan apabila tidak melaksanakan crash program, maka proyek akan mengalami peningkatan biaya sebesar Rp. 25.889.690,86, dari biaya total Rp.2.370.528.391,01 menjadi Rp.2.396.418.081,87. Dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan crash program pada proyek kasus membutuhkan biaya lebih sedikit dari pada tidak melaksanakan crash program. Hal ini juga menunjukkan bahwa crash program dapat dilaksanakan untuk menghindari kerugian biaya yang lebih besar dan menghindari track record yang kurang baik bagi kontraktor akibat penyelesaian proyek yang terlambat.

Page 9 of 23 | Total Record : 224