cover
Contact Name
Zulkfili Arifin
Contact Email
jurnal97@gmail.com
Phone
+6281342000654
Journal Mail Official
iccunkarifin@gmail.com
Editorial Address
Jl. Teuku Umar No. 8 Kel. Biringer Kec. Sinjai Utara
Location
Kab. sinjai,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Administrasita'
ISSN : 23017058     EISSN : 27981843     DOI : https://doi.org/10.47030/administrasita
Core Subject : Social,
Jurnal Ilmiah Administrasita berfokus pada permasalahan utama dalam pengembangan ilmu administrasi publik yang ruang lingkupnya dikhususnya pada Pengembangan Administrasi, Manajemen dan Kebijakan Publik, Perencanaan Pembangunan, , Manajemen Pelayanan, Organisasi Publik, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Desentralisasi dan Otonomi Daerah, Kepemimpinan, Inovasi Sektor Publik, otonomi daerah, dan birokrasi Pemerintahan, aparatur negara, desentralisasi dan E-Government.
Articles 182 Documents
OPTIMALISASI PELAYANAN PUBLIK PERSPEKTIF DAVID OSBORNE La Madjid
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 8 No. 2 (2017): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v8i2.166

Abstract

Pelayanan publik saat ini telah menjadi isu yang semakin strategis karena kualitas kinerja birokrasi pelayanan publik memiliki implikasi yang luas dalan aspek kehidupan masyarakat. Namun demikian pelayanan publik sebagai tugas utama birokrasi atau aparatur Negara masih sangat dipengaruhi oleh sistem pemerintahan yang lebih mengedepankan kekuasaan atau kewenangan. Kondisi penyelenggaraan pelayanan publik yang dilaksanakan pemerintah dari berbagai aspek sampai saat ini masih jauh dari harapan masyarakat. Walau demikian pemerintah terus berupayah untuk mengadakan pembenahan serta pengembangansistem pelayanan publik. Dalam tulisan ini penulis ingin mengulas mengenai teori yang digagas oleh David Osborne dan Ted Gaebler dengan konsepnya mengenai Reinventing Government untuk dijadikan sebagai solusi alternatif dalam melakukan optimalisasi pelayanan publik dalambirokrasi. Gagasan Reinventing Government yang dicetuskan oleh David Osborne dan Ted Gaebler (1992) adalah gagasan mutakhir yang mengkritisi dan memperbaiki konsep-konsep dan teori-teori klasik yang telah ada untuk optimalisasi pelayanan publik.
PERAN LEMBAGA ADAT AMMATOA DALAM MEMPERTAHANKANADAT ISTIADAT KAJANG DI KECAMATAN KAJANG KABUPATEN BULUKUMBA Umar Congge; Supardi
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 8 No. 2 (2017): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v8i2.167

Abstract

Dengan ditetapkannya Peraturan DaerahNomor 9 Tahun 2015 Tentang Pengukuhan, Pengakuan Hak, dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Ammatoa Kajang diharapkan bahwa masyarakat Adat Kajang Ammatoa tetap memiliki eksistensi dalammempertahankan adat-istiadatnya melalui kepeminpinan lembaga adat yang tetap berpegang teguh terhadap nilai-nilai dan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dengan demikian masyarakat adat Kajang Ammatoa tetap memiliki kesempatan untuk dapat menentukan nasib sendiri, mewakili dirinya sendiri melalui kelembagaan adatnya, menjalankan hukum adatnya serta memiliki dan menguasai tanah dan sumber daya alam lainnya yang berada di wilayah adatnya sesuai sistem dan aturan adat yang berlaku. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peran Lembaga Adat Ammatoa dalam mempertahankan adat istiadat masyarakat Kajang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan Naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah (natural). Pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh). Berdasarkan hasil penelitian tentang peran lembaga adat dalam mempertahankan adat istiadat Kajang di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba emenunjukkan bahwa Peran lembaga adat dalam mempertahankan eksistensi tardisi kajang ammatoa adalah dengan cara mengajarkan kepada setiap generasi inti daripada ajaran Pasang sebagai prinsip hidup. Eksistensi Pasang sifatnya menjadi sebuah keharusan dan kewajiban untuk dilaksanakan menjadikan posisinya sama halnya dengan nilai wahyu dan atau sunnah yang dikenal dalam ajaran agama-agama samawi.Peran lembaga adat dalam menangkal pengaruh modernisasidengan tetap menjaga perilaku hidup sederhana (kamase-mase) dan pola hidup tradisonalnya sebagai bentuk perlawanan dari pengaruh teknologi. Dalam hal ini lembaga adat kajang ammatoa berkewajiban untuk menjaga kearifan lokal dengan mempertahankan kelestarian hutan yang diyakini bahwa menjaga hutan adalah merupakan bagian dari ajaran pasang, karena hutan memiliki kekuatan gaib yang dapat kewajiban yang harus ditunaikan untuk mensejahterakan dan sekaligus mendatangkan bencana manakala tidak dijaga kelestariannya. Peran lembaga adat dalam menjaga nilai etika dan norma hukum yang ada, dengan merapkan segenap hukum-hukum sesuai dengan isi pasang serta memberikan sanksi kepada setiap masyarakat yang melakukan pelanggaran untuk memberikan efek jera sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat lainnya.
MEKANISME PEMBERIAN BANTUAN HUKUM BAGI MASYARAKAT MISKIN DI KABUPATEN SINJAI Muhammad Erwin Syukri; Ali Sakin
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 8 No. 2 (2017): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v8i2.168

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada Lembaga Bantuan Hukum Kabupaten Sinjai dengan tujuan untuk mengetahui mekanisme Pemberian Bantuan Hukum bagi masyarakat miskin di Kabupaten Sinjai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berupa kata-kata tertulis lisan yang diperoleh secara langsung melalui pengamatan dan wawancara dengan informan. Menurut pendekatan ini diarahkan memberikan gambaran atau mendeskripsikan mengenai Implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Sinjai Nomor 18 tahun 2013 tentang bantuan hukum untuk masyarakat miskin.Dalam penelitian ini pihak yang dijadikaninforman adalah pemberi dan penerima Bantuan Hukum di Kabupten Sinjai melaui proses wawncara.Berdasarkan hasil penelitian dan pemabahasan dapat disimpulkan bahwa mekanisme pemberian bantuan hukum bagi masyarakat miskin di Kabupaten Sinjaisebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sinjai No 18 Tahun 2013 tentang bantuan hukum untuk masyarakat miskin pada dasarnya sudah cukup baik dimana dalam peraturan tersebut telah dijelaskan mengenai persyaratan, hak dan kewajiban penerima bantuan hukum serta pendanaan. Namun mekanisme tersebut belum dapat direalisasikan dengan baik oleh Lembaga Bantuan Hukum Patuh Oi dan Lembaga Bantuan Hukum Sinjai. Hal tersebut karena belum adanya kesepakatan bersama antara pihak Lembaga Bantuan Hukum denngan Pemerintah Daerah yang ditetapkan melalui peraturan Bupati. Dimana rancangan peraturan bupati tentang bantuan hukum bagi masyarakat miskin tersebut saat ini masih dalam proses penyusunan.
IMPLEMENTASI PENGAWASAN PEGAWAI DI KANTOR DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAH RAGA KABUPATEN MAROS Zaenal Akhmad
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 12 No. 1 (2021): EDISI JUNI 2021
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v12i1.39

Abstract

Secara konseptual dan filosofis pentingnya pengawasan berangakat dari kenyataan bahwa manusia sebagai penyelenggara kegitan operasional, merupakan mahluk yang tidak sempurna dan secara inheren memiliki keterbatasan baik dalam arti interpertasi makna suatu rencana, yakni kemampuan pengetahuan maupun ketrampilan, artinya dengan itikad yang paling baik, dedikasai dan loyalitas yang tinggi dan pengrahan kemampuan mental dan fisik sekalipun, para penyelenggara kegitan opersional mungkin saja berbuat hilaf bahkan mungkin salah Penenlitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Impelementasi pengawasan pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah raga dan Untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh dalam Implementasi pengawasan pegawai pada Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Maros. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa Pengawasan pimpinan terhadap Implementasi tugas pegawai pada kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Maros pada umumnya dilakukan setiap hari kerja dengan jalan pemantauan. Pemantauan yang dilakukan pimpinan tehadap pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai terlihat sudah cukup.Dalam Implementasi pengawas sangat berkaitan erat dengan adanya struktur organisasi sebagai pendukung dalam Implementasi pengawasan yang meliputi beberapa sarana atau koponen didalamanya anatara lain, Organisasi, kebijaksanaan kerja, perencanaan kerja, prosedur kerja, pencatatan pelaporan, dan pembinaan pegawai. keseluruhan komponen diatas, dalam Implementasi pengawasan oleh pimpinanan kepada bawahan terlihat sudah terlaksana dengan baik. Faktor penunjang, seperti keteladanan pemimpin atau manusia, kondisi tempat kerja, pembagian kewenangan yang jelas, disiplin,dedikasi,dan unsur keterbukaan. Sedangkan faktor-faktor penghambat seperti budaya atau kebiasaan dan sikap tenggang rasa, biasanya terjadi.
PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN DPRD TERHADAP PENGGUNAAN ANGGARAN APBD DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Sukarman
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 5 No. 2 (2014): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v5i2.88

Abstract

This research aims to (1) to analytical and know the Implementation Monitoring Function Parliament Under The Budget year 2013 Implementation in the Province of South Sulawesi. (2) to know determine the factors that affect Implementation Monitoring Function Parliament Under The Budget year 2013 Implementation in the Province of South Sulawesi.The method used in this research is a descriptive analytical and empirical, data sources are the primary data and secondary data,engineering data collection through interviews, literature studies, archives and documents. Analysis of data obtained using non profanity sampling method (no random) the group of 15 people the member of parliament, and the group of 3 people eksekutive, and the group of 2 people NGOs.This observational result points out that: supervisory logistic performing Region Parliament to APBD'S Budget Purpose at subtracted South Sulawesi Province effective. Factor-factor that regards is SDM'S quality, Commitment and Accountability and Marks Sense Parpol's Interference.
PENGGUNAAN BAHASA SANTUN Alimuddin L
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 5 No. 2 (2014): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v5i2.89

Abstract

This paper describes the use of linguistic politeness in children’s speech. This data was obtained through aqualitative approach with the aim of explaining the facts contained in linguistic politeness. The results obtained in this research are the forms of linguistic politeness including statement, question, command, prohibition, demand, and greeting. Besides that, there are alsocommunicative functions which consist of reprimand, comment, curiosities, request permission, pleasing, and informative. In addition, the use of the word containing the value of the most widely used honorifics as politeness signifier of children.
PENANGGULANGAN PENGGUNAAN NARKOTIKA DAN PSIKOTROPIKA DI KALANGAN REMAJA DI KOTA PAREPARE Alias Mangnga P
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 5 No. 2 (2014): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v5i2.90

Abstract

Purpose of this research is to know form of abuse of narcotic and psychotropical at adolescent, factors influencing abuse of narcotic and psychotropical and effort done to overcome. Result of research indicates that influenced by environmental factor, lack of attention of old fellow, inharmonious family, lack of adherence believes in and available of goods market to be illegal.
THE INFLUENCE OF AMERICAN DREAM TO THE CHARACTERIZATION OF WILLY LOMAN’S IN ARTHUR MILLER’S NOVEL Muh Arif
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 5 No. 2 (2014): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v5i2.91

Abstract

This research aims at describing the influence of American Dream on Willy Loman’s characterization as a husband, father, and a salesman. The research applied a library research to collect information about the Death of a Salesman, American Dream and the author, Arthur Miller In doing the analysis, the writer used the structural method and sociological approach. The data were analyzed the characterization of Willy Loman by using structural approach, the writer continued her analysis to find out the influence of American Dream on Willy Loman’s characterizations by using sociological approach. The result of the research shows that WillyLoman’s characterizations are influenced by his ambition to pursue his American Dream. Willy Loman’s dream for being successful salesman and as a father makes him disappointed after he knows that he is fired from Howard’s Company and when he realizes that Biff in 34 years old does not has a proper job with a big salary. The realities make Willy Loman feels that he has failure in his life.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS STANDAR PROSES DI SMP NEGERI 1 PINRANG M Jafar B
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 6 No. 2 (2015): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v6i2.180

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan; persyaratan pelaksanaan proses pembela-jaran, pelaksanaan proses pembelajaran, dan penilaian proses pembelajaran berbasis standar proses di SMP Negeri 1 Pinrang. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan sumber data lima guru mata pelajaran yang diujinasionalkan plus IPS yaitu: Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, IPA dan IPS di SMPNegeri 1 Pinrang, yang ditetapkan secara purposive sampling. Data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan model interaktif yaitu pengumpulan data, paparan data, reduksi data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelaksanaan pembelajaran berbasis standar proses pada dimensi persyaratan proses pembelajaran di SMP Negeri 1 Pinrang belum memenuhi standar proses terutama pada indikator jumlah siswa dalamsatu rombongan belajar, rasio buku dengan siswa. Untuk beban kerja guru sudah memenuhi beban kerja 24 jam sesuai dengan standar proses. Pelaksanaan proses pembelajaran berbasis standar proses di SMP Negeri 1 Pinrang sudah memenuhi semua kriteria pelaksanaan pembelajaran, penilaian proses pembelajaran berbasis standar proses di SMP Negeri 1 Pinrang belum memenuhi standar proses terutama pada indikator mekanisme dan prosedur penilaian, penilaian oleh pendidik dan penilaian olehsatuan pendidikan.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR BADAN KOORDINASI KELUARGA BERENCANA NASIONAL PROVINSI SULAWESI SELATAN Suparman Mekka
Jurnal Ilmiah Administrasita' Vol. 6 No. 2 (2015): Edisi Desember
Publisher : Program Studi Administrasi Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47030/administrasita.v6i2.181

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap kinerja pegawai pada kantor Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan. Sampel ditetapkan sebanyak 25 orang pegawai dari populasi Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran budaya organisasi dan gambaran kinerja pegawai di Kantor Badan Koordinasi dan Keluarga Berencana Provinsi Sulawesi Selatan, berkategori sedang dan berkategori tinggi. Hal ini disebabkan oleh kemampuan pimpinan dalam menerapkan gaya kepemimpinan dan faktor-faktor lain yang memberikan konsribusi yang oktimal terhadap keseluruhan proses kinerja pegawai, sehingga dapat diasumsikan bahwa timgginya kinerja pegawai tidak sematamata disebabkanoleh faktor budya organisasi.

Page 8 of 19 | Total Record : 182