cover
Contact Name
Ronny Prasetyo
Contact Email
apsrj.policejournal@gmail.com
Phone
+6281225294499
Journal Mail Official
apsrj.policejournal@gmail.com
Editorial Address
Akademi Kepolisian Republik Indonesia. Jl. Sultan Agung No.131, Candi Baru, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50232
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Advances in Police Science Research Journal
ISSN : 27224864     EISSN : 27224872     DOI : -
Advances in Police Science Research Journal (Adv. Police Sci. Research J.) (ISSN Online 2722-4872 ISSN Print 2722-4864) merupakan jurnal double blind peer-reviewed journal yang terbit tiap bulan, diterbitkan oleh Akademi Kepolisian Indonesia. Jurnal ini memuat artikel-artikel hasil penelitian berkaitan dengan kajian ilmu kepolisian dalam berbagai perspektif, baik sosial, hukum, kebudayaan, politik, ekonomi, teknologi, maupun pertahanan dan keamanan. Jurnal ini bertujuan menjadi wadah bagi para peneliti, akademisi, mahasiswa, pemangku kebijakan, dan masyarakat dalam memberikan masukan bagi pengembangan studi ilmu kepolisian di Indonesia dan dalam konteks global. Advances in the Police Science Research Journal (Adv. Police Sci. Research J.) (ISSN Online 2722-4872 ISSN Print 2722-4864) is a double-blind peer-reviewed journal, published monthly, published by the Indonesian National Police Academy. This journal contains research articles relating to the study of police science in various perspectives, both social, legal, cultural, political, economic, technological, as well as defense and security. This journal aims to be a forum for researchers, academics, students, policymakers, and the public to provide input for the development of police science studies in Indonesia and in a global context.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 555 Documents
OPTIMALISASI PERAN BHABINKAMTIBMAS POLSEK MANDONGA DALAM PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL GUNA MENINGKATKAN KESADARAN HUKUM MASYARAKAT Gavra Pedra Gianyar
Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 9 (2019): September, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan mengenai peran Bhabinkamtibmas Polsek Mandonga Polres Kendari dalam pemanfaatan media sosial guna meningkatkan kesadaran masyarakat. Pada penelitian ini, peneliti mengimplementasikan 3 (tiga) teori utama yaitu teori peran, teori komunikasi, dan teori analisis SWOT. Sedangkan untuk konsep yang digunakan adalah konsep Bhabinkamtibmas, konsep media sosial dan konsep teknologi informasi. Adapun tujuan penelitian ini ialah Mendeskripsikan tentang peran Bhabinkamtibmas Polsek Mandonga saat ini dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat; Menganalisis pemanfaatan media sosial oleh Bhabinkamtibmas Polsek Mandonga guna meningkatkan kesadaran hukum; dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi peran dari Bhabinkamtibmas dalam memanfaatkan media sosial guna meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Dari hasil kajian peneliti, terdapat beberapa hal yang harus dilaksanakan untuk mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas dalam memanfaatkan media sosial guna meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, yaitu dengan memberikan pembekalan kepada anggota Bhabinkamtibmas terkait dengan penggunaan media sosial dalam peningkatan kesadaran hokum masyarakat. Sedangkan simpulannya adalah perlunya peningkatan peran anggota Bhabinkamtibmas dalam mensosialisasikan hokum kepada masyarakat supaya lebih efekftif dan efisien. Sedangkan untuk saran yang penulis sampaikan adalah: Perlu dilaksanakan kerjasama dengan content creator untuk meningkatkan kemampuan anggota Bhabinkamtibmas dalam menggunakan Medsos; Perlunya dilaksanakan peningkatan kemampuan petugas Bhabinkamtibmas Polsek Mandonga dengan diikutkan dalam program pendidikan pengembangan spesialis (Dikbangspes) seperti kepemimpinan, pengelolaan konflik, pembuatan materi sosialisasi, dan pembentukan opini di masyarakat; Segera membentuk Polsek baru yang meliputi wilayah Kec. Puuwatu agar pelayanan kepolisian kepada masyarakat bisa lebih maksimal.
IMPLEMENTASI PENYIDIKAN TINDAK PIDANA TERORISME PADA MASA PANDEMI COVID-19 OLEH DIREKTORAT PENYIDIKAN DENSUS 88 AT POLRI Ilham Urane
Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 9 (2019): September, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena tindak pindana terorisme yang terjadi di Indonesia yang begitu dinamis, baik dari modus operandi yang digunakan para pelaku, hingga terbentuknya beberapa jaringan terorisme. Tercatat sejak tahun 2018 hingga saat ini telah terjadi aksi teror sebanyak 50 kali dan telah menimbulkan puluhan korban jiwa, baik dari warga sipil maupun petugas kepolisian. Polri sebagai pengemban amanat UU menjadi leading sector penegakan hukum yang tak pernah berhenti mengungkap dan memburu para pelaku kejahatan terorisme ini. Keberhasilan Polri melaksanakan penegakan hukum tindak pidana terorisme ditandai dengan pengungkapan dan penangkapan para pelaku jaringan terorisme, bahkan dalam masa pandemi Covid-19 ini penanganan TP. Terorisme juga tetap dilakukan walaupun dihadapkan berbagai macam hambatan karena keharusan menjalankan protokol kesehatan yang berlaku. Penulis meyakini bahwa penegakan hukum dalam penanganan TP. Terorisme di Indonesia, terutama dalam masa “pandemi Covid-19” ini, memerlukan berbagai macam upaya agar dalam proses implementasi penyidikan TP. Terorisme lebih “efektif”, sehingga diputuskan memilih judul “Implementasi Penyidikan Tindak Pidana Terorisme Pada Masa Pandemi Covid-19 Oleh Direktorat Penyidikan Densus 88 AT Polri”. Berdasarkan pengalaman empiris dan fakta-fakta di lapangan diangkat persoalan-persoalan terkait penerapan protokol Kesehatan Covid-19 dalam kegiatan penyidikan tindak pidana terorisme dengan memperhatikan SOP penyidikan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Berangkat dari optimisme, semangat dan harapan yang kuat, penulis mengangkat segala dinamika kegiatan pelaksaan upaya paksa sebagai rangkaian penyidikan tindak pidana terorisme yang dilakukan Direktorat Penyidikan Densus 88 AT Teror Polri, Melalui kajian analisis dan dukungan di Akademi Kepolisian angkatan 52 Penulis mempersembahkan Skripsi ini, yang dirajut dalam 5 Bab, 89 Halaman dengan dilengkapi 4 Tabel, 5 Gambar dan 2 Grafik pendukung. The phenomenon of terrorism crimes that occur in Indonesia is so dynamic, both from the modus operandi used by the perpetrators, to the formation of several networks terror. Recorded since 2018 until now there have been acts of terror as many as 50 times and has caused dozens of fatalities, both from civilians and police officers. Police as the mandate of the Law to be the leading sector of law enforcement that never stops uncovering and hunting the perpetrators of terrorism crimes. The success of the National Police in implementing the enforcement of terrorism crimes is characterized by the disclosure and arrest of the perpetrators of terrorism networks, even during the Covid-19 pandemic, the handling of Terrorism Crimes are also still carried out despitefacing various obstacles due to the necessity to carry out the applicable health protocols. The author believes that law enforcement in the handling of Terrorism Crimes in Indonesia, especially during the "Covid-19 pandemic", requires a variety of efforts, and in order to implement the Terorism Investigation so it can be more "effective", it was decided to choose the title "Implementation of Terrorism Criminal Investigation During the Covid-19 Pandemic By the Directorate of Investigation ‘Densus 88 AT Polri’". Based on empirical experience and facts in the field raised issues related to the application of the Covid-19 Health protocol in the investigation of terrorism crimes by paying attention to the Procedure investigation in accordance with applicablelaws and regulations. Departing from optimism, spirit and strong hope, author raised all the dynamics of forced efforts asa series of terrorism criminal investigations conducted by the Directorate of Investigation ‘Densus 88 AT Polri’, Through the study of analysis and Module of Teachings support in the Police Academy 52nd Batch, Author presents this Thesis, which is knitted in 5 Chapter, 89 Pages with 4 Tables, 5 Amberand 2 Supporting Charts.
THE ROLE OF UNITDIKYASA SATLANTAS POLRES SUKABUMI KOTA IN THE PREVENTION OF TRAFFIC VIOLATIONS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Alfin Muhammad Alfin Ilham
Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 8 (2019): August, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The growth in the number of motor vehicles is always followed by traffic problems. Traffic problems such as traffic jams, violations, and accidents. Traffic violations have the potential to cause accidents and traffic jams in the jurisdiction of Polres Sukabumi Kota. Unitdikyasa Satlantas Polres Sukabumi Kota has an important role in the prevention of traffic violations through the role performed by Unitdikyasa such as Dikmaslantas, judicial operations, and Friday blessings. In accordance with this, the author took several formulations of problems, namely how the situation and traffic conditions in the jurisdiction of Polres Sukabumi Kota during the Covid-19 pandemic, how the role of Unitdikyasa Satlantas Polres Sukabumi Kota in the prevention of traffic violations during the Covid-19 pandemic, and factors that affect the role of Unitdikyasa Satlantas Sukabumi Kota Police in the prevention of traffic violations during the Covid-19 pandemic. This research was conducted in the jusrisdiction of Polres Sukabumi Kota using several theories and concepts.The theory used is communication theory, management theory, and behavioristic learning theory and the research method used is in the form of field research (Field Research). Based on the results of the study there are answers or formulation of problems related to the situation and traffic conditions in Sukabumi City is always crowded and crowded so that it often causes traffic congestion, related to the role of Unitdikyasa, namely the implementation of the Dikmaslantas program, yustisi operations, and Friday blessings, but still constrained, related to factors that affect internal and external factors. Recommendations given in accordance with the conclusion, in the form of theoretical recommendations and practical recommendations. Theoretical recommendations are that programs implemented by Unitdikyasa have a very important role in preventing traffic violations during the Covid-19 pandemic. The practical recommendation is that the National Police can use the Unitdikyasa program to increase public awareness and participation in traffic order.
UPAYA SATUAN LALU LINTAS POLRES GRESIK UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN SIM DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI CARE (CREATIVE AUGMENTED REALITY EDUCATION) FUTUHATUL LADUNIYAH
Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 9 (2019): September, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the increasing number of motorized vehicles which causes an increase in SIM manufacture at the Gresik Police Traffic Unit, causing problems, namely long service times in limited spaces and the number of officers who are not comparable to SIM applicants. So that the Care application is used to help improve SIM services. The purpose of this study is to describe the use of the Care application to improve SIM services at the Gresik Police Traffic Unit, to mention the factors that influence the use of the Care application, and to describe the efforts of the Gresik Police Traffic Unit to improve SIM services by using the Care application. This research uses a qualitative approach with field studies. The research location is at the Gresik Police Traffic Unit. Data collection methods include interviews, observations and document studies. The data validity technique uses triangulation of sources, techniques, and time. Data analysis techniques start from data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of the study found that in the use of the Care application there are still 2 components of the 14 service standard components, Law no. 25 of 2009, which have not met service standards, namely the legal basis and service products. The use of the Care application is influenced by supporting factors and inhibiting factors. The inhibiting factor internally is the Care application upgrade system, while externally, the user's electronic devices and public knowledge. Efforts that have been made are with 4 strategies to improve the quality of public services, namely growth strategies, increasing efficiency, stability, and collaboration. By developing SIM services with the Care application, improvements in terms of human resources, methods, and infrastructure, services based on the Gresik Police Satpas service announcement, SIM services towards digital, and cooperation with the Dikyasa unit. The suggestions are making SOP for Care applications, expanding platforms other than Android, adding Care markers, using applications in other public services, the need for forced efforts to use Care applications, guard officers at the gate portal to assist the mechanism for using applications and distributing leaflets to SIM applicants who will be using the Care application. again, increased socialization through online and print media.
PERAN SATLANTAS DALAM PROGRAM MASPAO GUNA MENGURAI KEMACETAN DI WILAYAH HUKUM POLRESTA P. AMBON & P.P LEASE Sardika Yusuf Ramadan Karepesina
Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 8 (2019): August, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah fenomena kemacetan yang secara signifikan meningkat setiap tahun karena tidak adanya peningkatan fasilitas jalan yang dapat mengimbangi kuantitas kendaraan yang terus bertambah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran Satlantas melalui Program Maspao dalam mengurai kemacetan, konsep dari Program Maspao serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pedekatan kualitatif dengan jenis penelitian field research dengan metode deskriptif analisis serta dalam pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan telaah dokumen. Untuk keabsahan data yang diambil saat penelitan, digunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian yang didapat ialah pelaksanaan Program Maspao oleh Satlantas Polresta Ambon & P.P Lease untuk mengurai kemacetan yang dianalisis menggunakan konsep pelayanan publik masih belum memenuhi semua 14 indikator yang ada, kemudian peran dari Satlantas dianalisis menggunakan Teori POSDCORB yakni Planning, Organizing, Staffing, Directing, Controlling, Reporting dan Budgeting sudah berjalan namun masih terdapat weak point. Serta terdapat faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengimplementasian program Maspao.
Optimalisasi Peran Unit Dikyasa Dalam Mengurangi Angka Pelanggaran Lalu Lintas Melalui Program Safety Riding di Polres Sanggau Ray Alvis
Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 7 (2019): July, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Optimalisasi Peran Unit Dikyasa Dalam Mengurangi Angka Pelanggaran Lalu Lintas Melalui Program Safety Riding di Polres Sanggau Ray Alvis, 17.217, rayalvis21@gmail.com Penegakkan hukum di wilayah Kabupaten Sanggau Provinsi Kalimantan Barat adalah kewenangan Polres Sanggau. Maraknya pelanggaran lalu lintas yang terus meningkat dan berujung pada kerugian seperti kecelakaan menjadi pokok perhatian yang harus ditindaklanjuti. Upaya optimalisasi dikembangkan dari beberapa konsep dan teori. Konsep yang digunakan seperti konsep lalu lintas, konsep safety riding, konsep kecelakaan lalu lintas dan konsep pelanggaran lalu lintas. Sedangkan teori yang digunakan meliputi teori manajemen dan teori analisis SWOT. Penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif dan berfokus pada peran yang telah dilakukan oleh Unit Dikyasa untuk mengurangi angka pelanggaran lalu lintas di Polres Sanggau. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan sumber, observasi lapangan saat sosialisasi, dan telaah dokumen dari Satuan Lalu Lintas Polres Sanggau yang terkait dengan penelitian ini. Berdasarkan definisi pelanggaran lalu lintas dari undang-undang nomor 22 tahun 2009, penulis menyimpulkan bahwa meningkatnya pelanggaran lalu lintas disebabkan oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal. Safety riding merupakan salah satu contoh Program Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (KLLAJ). Optimalisasi Unit Dikyasa, terlebih dalam Dikmas Lantas seperti safety riding perlu dipertegas. Berdasarkan evaluasi tentang perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengendalian Dikmas Lantas, penulis menyimpulkan bahwa sebaran sasaran sosialisasi belum merata dan kesadaran masyarakat berlalu lintas dengan aman masih rendah. Peningkatan kualitas personil, metode dikmas yang inovatif, intensitas sosialisasi dan distribusi yang lebih luas dapat dilakukan. Pelaksanaan Dikmas Lantas berupa safety riding oleh Unit Dikyasa Satuan Lalu Lintas Polres Sanggau perlu dilakukan optimalisasi guna mencapai tujuan utama yakni menurunkan angka pelanggaran lalu lintas. Kata kunci: Optimalisasi peran Unit Dikyasa, Safety riding, pelanggaran lalu lintas.
UPAYA PETUGAS PEMOLISIAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN DAN PENYELESAIAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI POLSEK MEDAN BARU DHEARNY ADVENTEYA DACHI
Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 8 (2019): August, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah kekerasan berbasis gender yang terjadi secara personal dan pelakunya adalah orang yang dikenal baik dan dekat dengan korban. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan peran petugas pemolisian masyarakat dalam menangani dan menyelesaikan kasus kekerasan dalam rumah tangga, langkah-langkah serta upaya yang dilakukan, dan mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala dalam menangani dan menyelesaikan kasus kekerasan dalam rumah tangga di wilayah hukum Polsek Medan Baru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penyajian secara deskriptif. Fokus penelitian adalah bagaimana upaya petugas pemolisian masyarakat dalam menangani dan menyelesaikan kasus kekerasan dalam rumah tangga di wilayah hukum Polsek Medan Baru. Sumber data penelitian meliputi data primer yang diperoleh melalui wawancara dan observasi serta data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen pada Polsek Medan Baru. Validitas data dilakukan melalui membercheck dan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan melalui langkah-langkah reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh petugas pemolisian masyarakat telah berjalan walaupun belum optimal, dan adanya upaya pemecahan masalah dalam menyelesaikan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada 2 faktor yang berpengaruh, yaitu faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal meliputi jumlah personel anggota Binmas dan kesadaran petugas polmas yang dinilai masih kurang untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, sedangkan faktor eksternal meliputi kesadaran masyarakat untuk melaporkan kekerasan yang terjadi dan kesadaran masyarakat untuk mendengarkan dan mempertimbangkan solusi yang ditawarkan oleh petugas polmas dalam menangani dan menyelesaikan kasus kekerasan dalam rumah tangga. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menyarankan agar perlu evaluasi dan analisa secara berkala kepada petugas polmas dalam melaksanakan tugas, melaksankan pengecekan secara langsung dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat perkembangan masalah masyarakat yang terjadi, dan perlu adanya reward and punishment bagi personel petugas polmas, serta perlu adanya inovasi terhadap fasilitas yang ada seperti posko pengaduan berupa BKPM terkhusus terhadap kasus kekerasan dalam rumah tangga di setiap kelurahan. Domestic violence case number is violence based a gender that happening by personal and its perpetrators are the one that is well known and close to the victim. The purpose of this research is to find and describes the role the officers of community policing in addressing and resolving domestic violence cases, measures and efforts, and identify the factors that becomes an obstacle in dealing with and resolving domestic violence cases in the jurisdiction of the police office of Medan Baru. The qualitative method was used in the study with the approach the presentation of a sort of descriptive set. The focus of the research effort is how the officers of community policing in addressing and resolving domestic violence cases in the jurisdiction of police office of Medan Baru. Research data covering primary data obtained through interviews and observations and secondary data obtained from the documents to the police office of Medan Baru. The validity of data was undertaken in member-check. source and triangulation data analysis done through, data reduction measures cereal offering, data and the withdrawal of conclusion. This research result indicates that activity carried out by the officers of community policing has been running although not optimal, and the solution of the problems in in an effort to resolve the case of domestic violence. Moreover the results of the research also shows that there are 2, influential factor namely the internal and external factors. The internal factor is the number of the personnel members of Binmas And of an attendant consciousness the officers of community policing which are considered to make use of the existing facilities, The external covering public awareness to report of violence that is happening and awareness of the people to listen to and consider the solution offered by the officers of community policing in a handle and resolve the case of domestic violence. Based on these results, researchers suggest so as to need evaluation and analysis of at regular intervals to an officer of the the officers of community policing in carrying out tasks, carry out check directly with down to the field to seeing the development of a problem the community that occurs, And needed rewards and punishment for the polmas personnel, and should be innovations to existing facilities as complaint post of BKPM an especially against the domestic violence cases in every village. Keywords: violence, households, pemolisian, Medan Baru
Optimalisasi Bimbingan Penyuluhan Dalam Mencegah Tindak Pidana Curanmor oleh Satuan Binmas Polres Sleman Leonardus Alvin Radhityatama
Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 8 (2019): August, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Optimalisasi Bimbingan Penyuluhan Dalam Mencegah Tindak Pidana Curanmor oleh Satuan Binmas Polres SlemanLeonardus Alvin Radhityatama , 17.280,leovintama07@gmail.com Kendaraan bermotor sangatlah dibutuhkan oleh setiap masyarakat Indonesia sendiri guna mendukung setiap kegiatan sehari-hari yang dilakukan bahkan merupakan salah satu kebutuhan sekunder yang paling dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri. Masyarakat sendiri menjadikan kendaraan bermotor sebagai ladang penghasilan cepat. Dilihat dari mudahnya masyarakat untuk mendapatkan kendaraan bermotor hanya dengan melalui pembayaran uang muka ataupun secara kredit. Namun tidak sedikit juga masyarakat yang memanfaatkan hal tersebut dengan melakukan suatu tindakan penyimpangan sosial berupa melakukan suatu pencurian maupun tindak kejahatan-kejahatan lain yang dapat menganggu situasi keamanan dan ketertiban dalam masyarakat. Penyusunan skripsi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis field research. Kemudian untuk membahas permasalahan dari pengoptimalan dari bimbingan penyuluhan dalam menghadapi kasus curanmor ini, penulis menggunakan konsep teori manajemen dan konsep-konsep terkait fokus permasalahan di dalam skripsi ini. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan Dari beberapa faktor yang telah disebutkan di atas, dapat diketahui bahwa faktor yang menjadi penghambat lebih banyak dari faktor pendukung dalam melaksanakan bimbingan penyuluhan oleh satuan Binmas Polres Sleman. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pelaksanaan bimbingan penyuluhan yang dilaksanakan oleh satuan Binmas Polres Sleman belum berjalan dengan optimal dikarenakan adanya faktor-faktor penghambat, baik dari internal maupun eksternal.
OPTIMALISASI PENGGUNAAN APLIKASI WHATSAPP OLEH BHABINKAMTIBMAS DALAM MENCEGAH TINDAK PIDANA CURANMOR DI WILKUM POLSEK CILEUNYI FARHAN MAULANA AFFIANTO FARHAN
Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 7 (2019): July, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

OPTIMALISASI PENGGUNAAN APLIKASI WHATSAPP OLEH BHABINKAMTIBMAS DALAM MENCEGAH TINDAK PIDANA CURANMOR DI WILAYAH HUKUM POLSEK CILEUNYI Farhan Maulana Affianto Akademi Kepolisian Semarang Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, 50232 Email : farhanmaffianto@gmail.com ABSTRAK Wilayah hukum Polsek Cileunyi menjadi kawasan yang dihadapkan dengan ancaman kasus curanmor. Salah satu cara yang ditempuh oleh institusi kepolisian untuk melakukan pencegahan tindak curanmor adalah menerapkan program Pemolisian Masyarakat yang diemban oleh Bhabinkamtibmas. Aplikasi Whatsapp digunakan sebagai sarana penghubung kepolisian dan masyarakat sebagai wujud inovasi teknologi di era police 4.0. Tetapi Bhabinkamtibmas Polsek Cileunyi belum menampakan inovasi yang mumpuni terhadap penggunaan aplikasi Whatsapp. Situasi ini mendorong peneliti untuk mendalami optimalisasi penggunaan aplikasi Whatsapp oleh Bhabinkamtibmas dalam mencegah tindak pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah hukum Polsek Cileunyi. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan jenis deskripsi analisis. Data-data penelitian dikumpulkan melalui proses wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pada bagian akhir didapati hasil penelitian bahwa pertama pemanfaatan Whatsapp sudah cukup baik tetapi masih menemui kekurangan yang berkaitan dengan inovasi dan evaluasi. Kedua penggunaan Whatsapp dalam mencegah tindak curanmor di wilayah Polsek Cileunyi memberikan dampak yang cukup signifikan. Ketiga, penggunaan aplikasi Whatsapp dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Keempat, upaya optimalisasi penggunaan aplikasi Whatsapp dapat mempertimbangkan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang terjadi di kondisi nyata. Kata kunci : Bhabinkamtibmas; Curanmor; Polsek Cileunyi; Whatsapp
PERAN INOVASI SI POLENG NGAYAH DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PERPANJANGAN SIM DI WILAYAH HUKUM POLRES BULELENG Gede Sukra Dana
Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 8 (2019): August, Advances in Police Science Research Journal
Publisher : Indonesian National Police Academy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya pelayanan perpanjangan SIM di Buleleng karena kondisi geografi dan pandemi Covid-19. Pencanangan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani mendorong Polres Buleleng untuk menciptakan inovasi pelayanan publik terpadu bernama Si Poleng Ngayah, dengan salah satu pelayanannya adalah pelayanan perpanjangan SIM. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai peran inovasi Si Poleng Ngayah dalam meningkatkan pelayanan perpanjangan SIM di Buleleng serta faktor-faktor yang memengaruhi inovasi Si Poleng Ngayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus pada peran inovasi Si Poleng Ngayah. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Validitas data dengan menggunakan triangulasi. Teknik analisa data yang digunakan berupa reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa inovasi Si Poleng Ngayah yang dianalisis menggunakan Teori Peran, Teori Manajemen, Teori Komunikasi, Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009, serta Perkap Nomor 9 Tahun 2012, telah berperan dalam meningkatkan pelayanan perpanjangan SIM di wilayah hukum Polres Buleleng. Pelaksanaan inovasi tersebut sudah di dilakukan manajerial dengan baik serta telah memenuhi indikator-indikator standar minimal pelayanan pada Pasal 21 Undang-Undang Pelayanan Publik. Namun, dalam pelaksanaannya masih terkendala dalam menjangkau daerah-daerah yang sangat terpencil. Faktor yang memengaruhi adalah faktor internal dan faktor eksternal. Faktor yang mendukung adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana dan metode, sedangkan faktor penghambat adalah anggaran, lingkungan, dan kurang maksimalnya penyebaran informasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyarankan agar penyebaran informasi kepada masyarakat mengenai inovasi Si Poleng Ngayah termasuk prosedur pelayanan yang diberikan sehingga pelayanan dapat berjalan secara optimal.

Filter by Year

2017 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 12 (2022): December, Advances in Police Science Research Journal Vol. 6 No. 11 (2022): November, Advances in Police Science Research Journal Vol. 6 No. 10 (2022): October, Advances in Police Science Research Journal Vol. 6 No. 9 (2022): September, Advances in Police Science Research Journal Vol. 6 No. 8 (2022): August, Advances in Police Science Research Journal Vol. 6 No. 7 (2022): July, Advances in Police Science Research Journal Vol. 6 No. 6 (2022): June, Advances in Police Science Research Journal Vol. 6 No. 5 (2022): May, Advances in Police Science Research Journal Vol. 6 No. 4 (2022): April, Advances in Police Science Research Journal Vol. 6 No. 3 (2022): March, Advances in Police Science Research Journal Vol. 6 No. 2 (2022): February, Advances in Police Science Research Journal Vol. 6 No. 1 (2022): January, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 12 (2021): December, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 11 (2021): November, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 10 (2021): October, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 9 (2021): September, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 8 (2021): August, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 7 (2021): July, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 6 (2021): June, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 5 (2021): May, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 4 (2021): April, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 3 (2021): March, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 2 (2021): February, Advances in Police Science Research Journal Vol. 5 No. 1 (2021): January, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 12 (2020): December, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 11 (2020): November, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 10 (2020): October, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 9 (2020): September, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 8 (2020): August, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 7 (2020): July, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 6 (2020): June, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 5 (2020): May, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 4 (2020): April, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 3 (2020): March, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 2 (2020): February, Advances in Police Science Research Journal Vol. 4 No. 1 (2020): January, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 12 (2019): December, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 11 (2019): November, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 10 (2019): October, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 9 (2019): September, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 8 (2019): August, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 7 (2019): July, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 6 (2019): June, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 5 (2019): May, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 4 (2019): April, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 3 (2019): March, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 2 (2019): February, Advances in Police Science Research Journal Vol. 3 No. 1 (2019): January, Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 5 (2017): May, Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 4 (2017): April, Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 3 (2017): March, Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 2 (2017): February, Advances in Police Science Research Journal Vol. 1 No. 1 (2017): January, Advances in Police Science Research Journal More Issue