cover
Contact Name
Anwar
Contact Email
anwar@unram.ac.id
Phone
+6281907801569
Journal Mail Official
agrimansion@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No.62, Gomong, Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. 83125,
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agrimansion: Agribusiness Management & Extension
Published by Universitas Mataram
ISSN : 14118262     EISSN : 27985385     DOI : 10.29303
Jurnal Agrimansion adalah jurnal ilmiah yang memuat tulisan berupa hasil penelitian yang terkait dengan pemikiran/gagasan atau telaahan konseptual/teoritis yang mengkaji aspek-aspek agribisnis dan sosial ekonomi pertanian secara luas seperti manajemen produksi dan pemasaran produk pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, kebijakan pembangunan pertanian, perencanaan wilayah, analisis gender, gizi masyarakat dan sosiologi pedesaan. Naskah yang diterima adalah naskah asli yang belum pernah diterbitkan atau dalam proses penerbitan pada publikasi apapun, baik dalam maupun luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 448 Documents
KAJIAN TINGKAT KEMISKINAN DAN KETAHANAN PANGAN RUMAHTANGGA NELAYAN DI KECAMATAN JEROWARU KABUPATEN LOMBOK TIMUR Saparwadi Saparwadi; Suparmin Suparmin; Taslim Sjah
JURNAL AGRIMANSION Vol 16 No 1 (2015): JURNAL ILMIAH AGRIIMANSION APRIL 2015
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v16i1.15

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan, tingkat kemiskinan dan tingkat ketahanan pangan rumahtangga nelayan Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan dilakukan di Kecamatan Jerowaru dengan responden penelitian adalah rumahtangga nelayan. Pendapatan rumahtangga nelayan Kecamatan Jerowaru sebesar Rp. 22.753.484/tahun (Rp 1.896.124/bulan), tingkat kemiskinan rumahtangga nelayan termasuk dalam kriteria tidak miskin dan ketahanan pangan rumahtangga nelayan termasuk dalam kategori tidak tahan pangan dengan proporsi pangan sebesar 82 %. ABSTRACT This research purpose was to know income, proverty level and food tenacity of fisherman household in Jerowaru District. This research used descriptive method and was done in Jerowaru District with respondents were fisherman households. Income of fisherman household Jerowaru District was Rp. 22.753.484/year (Rp.1.896.124/ mounth), fisherman household included as not poor and not in the category of food security.
STRATEGI PEMASARAN TANAMAN HIAS DI KOTA MATARAM Dini Arthawidya Putri
JURNAL AGRIMANSION Vol 16 No 3 (2015): Jurnal Imiah AGRIMANSION
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v16i3.16

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) manajemen pemasaran tanaman hias di Kota Mataram; (2) faktor internal dan eksternal usaha pemasaran tanaman hias di Kota Mataram; (3) strategi pemasaran untuk meningkatkan omzet penjualan tanaman hias di Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling, yaitu Kecamatan Ampenan, Mataram, dan Selaparang. Selanjutnya di ketiga kecamatan ini dilakukan survai untuk menentukan perusahaan yang memenuhi dua kriteria, yaitu: (1) mengusahakan lima jenis tanaman hias (Anthurium, Aglaonema, Dendrum, Palem, dan Sanseveria), (2) menjual dan menyewakan kelima jenis tanaman hias tersebut. Hasilnya adalah Sekar Ulangun Nursery terletak di Kecamatan Mataram, Nadi Mulya Roses terletak di Kecamatan Selaparang, dan Putu Garden & Sulution di Kecamatan Ampenan. Responden dalam penelitian ini adalah pemilik perusahaan tanaman hias. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis IFAS dan EFAS, analisis SWOT dan QSPM. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Pelaksanaan manajemen pemasaran usaha tanaman hias berdasarkan 4P (product, price, place, promotion); (2) Faktor strategis internal dan eksternal usaha pemasaran tanaman hias terdiri atas kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman; (3) Strategi prioritas usaha pemasaran tanaman hias adalah menguasai manajemen pemasaran. ABSTRACT The aim of this research was to find out about : (1) marketing management of ornamental plants in Mataram; (2) internal and external factors of marketing business of ornamental plants in Mataram; (3) marketing strategy to increase sales turnover of ornamental plants in Mataram. The method used in this research was descriptive method. The research location was determined by purposive sampling, and the districts of Ampenan, Mataram, and Selaparang were selected. Furthermore, in the three districts survey was conducted to determine the companies that meet two criteria, namely: (1) market five species of ornamental plants (Anthurium, Aglaonema, Dendrum, Palm, and Sanseveria), (2) sell and lease the five species of ornamental plants. The result is that Sekar Ulangun Nursery located in the District of Mataram, Nadi Mulya Roses located in District of Selaparang, and Putu Garden & Sulution in District of Ampenan. Respondents in this study were the company owners of ornamental plants. Analyses of the data used were descriptive analysis, IFAS and EFAS analysis, SWOT analysis and QSPM. The results of this study are: (1) The marketing management of ornamental plants business was based on 4P (product, price, place, promotion); (2) strategic internal and external factors marketing of ornamental plant consists of strength, weakness, opportunities, and threats; (3) Priority strategy for marketing ornamental plants business is to master marketing management.
PELAKSANAAN PROGRAM UPAYA KHUSUS PADI, JAGUNG DAN KEDELE (UPSUS PAJALE) DI KECAMATAN TERARA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Makdis Sari dan Taslim Sjah
JURNAL AGRIMANSION Vol 16 No 3 (2015): Jurnal Imiah AGRIMANSION
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v16i3.17

Abstract

ABSTRAK Sesuai ketetapan Pemerintah bahwa swasembada berkelanjutan untuk padi, jagung dan kedelai harus dicapai dalam 3 tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut diterapkan Pola Upaya Khusus untuk usahatani padi, jagung dan kedelai (Upsus Pajale). Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran program Upsus Pajale di Kecamatan Terara, terkait dengan pelaksanaan program Upsus Pajale oleh petani, dan permasalahan yang terjadi, jenis kegiatan dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk peningkatan pelaksanaan program Upsus Pajale di Kecamatan Terara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan produksi padi, tetapi masih ada permasalahan baik di tingkat petani maupun penyuluh. Beberapa saran dari hasil studi adalah agar pendampingan ditugaskan pada awal musim tanam sehingga pendamping bisa melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin; dan menaikkan gaji pendamping untuk memotivasi dalam menjalankan pekerjaannya. ABSTRACT The goverment of Indonesia has targetted self-sufficiency in production of rice, maize, and soybean in a program called “Upsus Pajale” (Special effort for increasing production of rice, maize, and soybean). This paper aims to describe: the implementation of “Pajale” program by farmers, problem, and kinds of activies in the program. Result of this study reveals that there was an improvement in the production of rice, yet there were problems both at farmers and extentions worker. Recomendation for this study are that supervision need to be beginned at the start of the season for better duty implementation, and supervisor’s salary need to be increased for improving working motivation.
ANALISIS FAKTOR DETERMINAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI LAHAN KERING DI KECAMATAN GERUNG Suparmin, Broto Handoko dan Abubakar Ahmad
JURNAL AGRIMANSION Vol 16 No 3 (2015): Jurnal Imiah AGRIMANSION
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v16i3.18

Abstract

ABSTRAK Dalam jangka panjang penelitian ini bertujuan untuk mengkaji upaya yang integratif guna mencari faktor-faktor yang mempengaruhi kesuksesan dan kegagalan program-program ketahanan pangan serta bentuk-bentuk program peningkatan ketahanan pangan rumahtangga petani lahan kering di Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat. Tujuan khusus penelitian ini adalah menganalisisis faktor-faktor determinan yang mempengaruhi ketahanan pangan rumahtangga petani. Untuk itu dirancang penelitian dengan desain Cross sectional study dengan metode survei. Data yang terkumpul akan dianalisis dengan menggunakan metode analisis data kualitatif dan kuantitatif. Secara umum analisis data kualitatif yang digunakan adalah analisis kebijakan (evaluasi program), analisis kelembagaan, analisis potensi dan penentuan prioritas masalah tingkat komunitas. Analisis data kualitatif dilakukan melalui proses penyaringan data, penggolongan/pengakategorian, penyimpulan serta uji ulang. Analisis data kuantitaif menggunakan model regresi logistik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa 1) dalam rangka peningkatan ketahanan pangan rumahtangga dan wilayah, pemerintah Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat dapat membuat kebijakan peningkatan produksi pangan melalui peningkatan luas areal tanam komoditi utama seperti padi, jagung, kedele, ubi kayu, ubi jalar, 2) Program-program ketahanan pangan yang perlu dilaksanakan pemerintah Kabupaten adalah penyusunan Neraca Bahan Makanan, Pengembangan Desa Mandiri Pangan, Lumbung Pangan, Sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi, Cadangan Pangan, Raskin, dan Penanganan Daerah Rawan Pangan, 3) Faktor-faktor yang menentukan ketahanan pangan rumah tangga di wilayah lahan kering Kecamatan Gerung adalah pendapatan per kapita per bulan dan pengeluaran per kapita per bulan. ABSTRACT In the long term, this research aims to study integrative efforts in order to find the factors that influence the success and failure of food security programs and other forms of program to improve household food security dryland farmers in Sub Gerung West Lombok. The specific objective of this study is an analysis determinant factors that affect household food security of farmers. It is designed to study the design Cross-sectional study with a survey method. The collected data will be analyzed using qualitative and quantitative data analysis. In general, qualitative data analysis used was policy analysis (evaluation program), institutional analysis, potential analysis and prioritization of community-level problems. Qualitative data analysis is done through a process of data filtering, classification, inference and retest. Quantitative data analysis using logistic regression models. The study concluded that 1) in order to improve household food security and territory, government Subdistrict Gerung West Lombok Regency can create policies to increase food production through increased planting area for major commodities such as rice, corn, soybean, cassava, sweet potato, 2) Programes food security needs to be implemented district government is drafting Balance Food Ingredients, Food Independent Rural Development, Food Barn, Alert System for Food and Nutrition, Food Reserves, Raskin, and Handling of Food prone regions, 3) Factors that determine food security home stairs in the dry land is the District Gerung per capita per month income and expenditure per capita per month.
PROFIL AGROINDUSTRI TAHU DAN PENGELOLAAN LIMBAH TAHU DI KELURAHAN ABIANTUBUH BARU KECAMATAN SANDUBAYA KOTA MATARAM Ria Rizkiawati
JURNAL AGRIMANSION Vol 16 No 3 (2015): Jurnal Imiah AGRIMANSION
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v16i3.19

Abstract

ABSTRAK Abiantubuh Baru merupakan sentra agroindustri tahu yang ada di Kota Mataram. Agroindustri ini di dalam proses produksinya masih menggunakan teknologi yang sederhana dan memiliki modal yang terbatas. Bahan baku yang digunakan adalah kedelai impor, harga kedelai impor yang tidak stabil sementara harga jual tahu sulit untuk naik yang menyebabkan produsen kesulitan dalam menentukan harga. Proses produksi tahu menghasilkan limbah baik limbah padat maupun limbah cair, limbah padat dijual ke peternak dan diolah menjadi kerupuk ampas tahu, sementara limbah cair belum ditangani secara khusus sehingga menyebabkan bau yang sangat menyengat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mengetahui profil agroindustri tahu di Kelurahan Abiantubuh Baru, (2) mengetahui pemanfaatan limbah padat tahu, dan (3) mengetahui upaya penanganan limbah cair tahu oleh produsen. Penentuan daerah sampel dilakukan secara purposive sampling dan ditetapkan sebanyak 20 responden yang diambil dari tiga lingkungan yaitu Karang Pande, Karang Pelambek dan Karang Parwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Profil agroindustri tahu meliputi aspek teknis yaitu ketersediaan peralatan, ketersediaan bahan baku dan proses produksi. Aspek ekonomi meliputi rata-rata biaya per proses produksi sebesar Rp 705.342,6 dengan produksi 36,1 cetak dan penerimaan sebesar Rp 1.173.250, pendapatan sebesar Rp 467.904,4, RC Ratio sebesar 1,7. Terdapat 15% responden yang memasarkan secara langsung sedangkan 85% responden memasarkan secara tidak langsung. Aspek sosial agroindustri tahu meliputi penyerapan tenaga kerja, tenaga kerja yang terserap sebesar 2,8 HKO. (2) Limbah padat/ampas tahu dijual ke peternak untuk pakan ternak dan diolah menjadi kerupuk ampas tahu. Terdapat 25% responden mengolah kerupuk ampas tahu dengan biaya produksi rata-rata sebesar Rp 212.557,06, produksi 30,4 bal, penerimaan Rp 304.000, pendapatan Rp 91.442,94 dan RC Ratio 1,5. Produk ini dipasarkan ke pelanggan tahu mereka. (3) Produsen langsung membuang limbah cair ke selokan/sungai melalui saluran pipa tanpa diolah terlebih dahulu, hal tersebut menyebabkan bau yang sangat menyengat dan sangat mengganggu masyarakat sekitar. ABSTRACT New Abiantubuh is a center tofu agro-industry wich stay in the Mataram city. The agro-industry in the production process are still using simple technology and have limited capital. Raw materials used are imported soybean, it prices is unstable and difficult the sale price to rise which causes difficulty in determining producer prices. The production process generates both solid waste and sewage wastewater, solid waste is sold to farmers and processed into tofu crackers, while the liquid waste has not been specifically addressed, causing a very pungent odor. The purposes of this study are: (1) determine the profile agroindustrial in new Abiantubuh Village, (2) determine the utilization of solid waste out, and (3) determine the handling of liquid wastes out by the manufacturer. Determination of the sample was done by purposive sampling and a set of 20 respondents drawn from the three environments that Pande Reef, Pelambek Reef and Parwa Reef. Study results indicate that (1) Profile tofu agroindustrial the technical aspects include the availability of equipment, availability of raw materials and production processes. The economic aspects include the average cost per production was Rp 705,342.6 with print production 36.1 and revenue of Rp 1,173,250, income of Rp 467,904.4, RC ratio of 1.7. There are 15% of respondents who market directly, while 85% of respondents to market indirectly. Social aspects of agro-industry know include employment, workers absorbed by 2.8 HKO, (2) Solid waste / tofu sold to farmers for animal feed and processed into tofu crackers. There are 25% of respondents to process tofu crackers with an average production cost of Rp 212,557.06, 30.4 bales production, revenue Rp 304,000, income of Rp 91,442.94 and RC ratio of 1.5, the product is marketed to their tofu customers. (3) Manufacturer directly dispose of liquid waste into sewers/streams through pipelines without being processed first, it causes a very pungent odor and very disturbing surrounding communities.
STRATEGI PENINGKATAN PERAN PEREMPUAN TERHADAP PENGUATAN EKONOMI RUMAHTANGGA PETANI UNTUK MENGATASI MASALAH KEMISKINAN DI KABUPATEN LOMBOK BARAT N.L. Sri Supartiningsih; Sri Maryati, Rosmilawati dan Asri Hidayati
JURNAL AGRIMANSION Vol 16 No 3 (2015): Jurnal Imiah AGRIMANSION
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v16i3.20

Abstract

ABSTRAK Rumahtangga Petani sebagian besar berada pada kondisi miskin, dimana perempuan sebagai isteri berupaya ikut berpartisipasi pada kegiatan ekonomi. Keterbatasan tingkat pendidikan dan keterampilan yang dimiliki menyebabkan kegiatan ekonomi yang bisa diakses adalah sektor informal. Berbagai sektor telah melaksanakan program pemberdayaan ekonomi rakyat, yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan. Permasalahannya masing-masing sektor melaksanakan program dengan menggunakan sasaran dan metoda yang berbeda-beda, sehingga tidak terevaluasi secara nasional, khususnya upaya pemberdayaan ekonomi perempuan. Meskipun banyak program yang ditujukan bagi pemberdayaan perempuan, namun hanya sedikit perempuan istri petani yang memperoleh akses untuk mengikuti berbagai program tersebut. Faktor yang mempengaruhi adalah program pemberdayaan tidak dikhususkan bagi perempuan istri petani, perbedaan karakteristik relasi antara laki-laki dan perempuan, sikap stereotype perempuan dan Program seringkali tidak berkelanjutan. Olehkarena itu dibutuhkan strategi peningkatan peran perempuan terhadap penguatan ekonomi rumahtangga petani. ABSTRACT Farmer households mostly in poor conditions these conditions makes his wives participate in economic activities. Limitations of the level of education and skills cause economic activity that can be accessed is informal sector. Therefore, some sectors have been implementing economic empowerment program, which aimed to improve welfare. The problem of each sector using different targets and different methods that is not evaluated nationally, in particular women's economic empowerment. Some programs aimed at empowering women, but only a few women of farmers' wives who have access to participate in these programs. Factors that influence is not confined empowerment programs for women of farmer's wife, relations characteristic differences between men and women, stereotypes of women, often unsustainable program.That it takes strategy to increase the role of women to the strengthening of the farm household economy.
DAMPAK DEREGULASI PERDAGANGAN TERHADAP PENGEMBANGAN USAHATANI JAGUNG DI PULAU LOMBOK Hirwan Hamidi; Bambang Dipokusumo; anwar anwar
JURNAL AGRIMANSION Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Imiah Agrimansion
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v18i1.22

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis keunggulan komparatif usahatani jagung di Pulau Lombok, (2) menganalisis dampak deregulasi perdagangan terhadap pengembangan usahatani jagung di Pulau Lombok. Metode yang digunakan untuk menjawab tujuan tersebut adalah survei sampel terhadap petani dan pedagang jagung. Model analisis yang digunakan Analisis Matriks Kebijaksanaan (Policy Analysis Matriks=PAM) yang meliputi: rasio biaya sumberdaya domestik (DRCR), koefisien proteksi input nominal (NPCI), koefisien proteksi output nominal (NPCO), dan koefisien proteksi efektif (EPC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengembangan usahatani jagung di Pulau Lombok memiliki keunggulan komparatif cukup tinggi seperti terlihat dari nilai DRCR 0,144; (2) dampak kebijakan pemerintah dalam subsidi input (pupuk) saat ini kurang nyata memberikan insentif terhadap petani jagung, sebab harga input yang diterima petani lebih tinggi daripada harga sosial yang seharusnya, seperti tercermin dari nilai NPCI 1,024 dan IT 49.814; (3) dampak kebijakan pemerintah dalam pasar output berpengaruh negatif terhadap harga jagung, sebab harga jagung yang diterima petani lebih rendah daripada harga sosial yang seharusnya, seperti tercermin dari nilai NPCO 0,922 dan OT -150.489; (4) dampak kebijakan pemerintah dan mekanisme pasar input-output yang berlaku kurang memberikan rangsangan (disinsentif) terhadap produsen jagung di Pulau Lombok, sehingga nilai tambah yang diperoleh petani, lebih rendah daripada yang seharusnya diterima, sebagaimana tercermin dari nilai EPC 0,915 dan EPR -0,198. ABSTRACT This study aims to: (1) analyze the comparative advantage of maize farming in the island of Lombok, (2) to analyze the impact of deregulation of trade to the development of maize farming in the island of Lombok. The method used to answer the purpose was a sample survey on farmers and corn traders. The analysis used the model of Matrix Analysis Policy, covering domestic resource cost ratio (DRCR), input nominal protection coefficient (NPCI), output nominal protection coefficient (NPCO), and effective protection coefficient (EPC). The results showed that: (1) the development of maize farming in the island of Lombok has a comparative advantage is fairly high as seen from DRCR of 0.144; (2) the impact of government policies on input subsidies (fertilizer) is currently less tangible to growers of corn, because input prices received by farmers is higher than the social price that should be, as reflected in the value of IT NPCI 1.024 and 49 814; (3) the impact of government policy on output market negatively affect the price of corn, because corn prices received by farmers is lower than the social price that should be, as reflected in the value NPCO 0.922 and OT -150 489; (4) the impact of government policies and market mechanisms input-output prevailing provide less incentives for corn producers in the island of Lombok, so the added value obtained by farmers, lower than it should be accepted, as reflected in the value of EPC 0.915 and EPR -0.198.
ANALISIS PERMINTAAN KEDELAI PADA AGROINDUSTRI BERBASIS KEDELAI DI KOTA MATARAM Sri Maryati,; Sri Supartiningsih; Asri Hidayati; Efendy Efendy; Rosmilawati Rosmilawati
JURNAL AGRIMANSION Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Imiah Agrimansion
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v18i1.24

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan kedelai sebagian besar digunakan untuk bahan baku pada agroindustry berbasis kedelai utamanya tahu dan tempe. Penelitian telah dilakukan untuk: Identifikasi penggunaan bahan baku kedelai lokal dan impor; Analisis permintaan kedelai; dan Permasalahan terkait bahan baku kedelai dan produk pada agroindustri berbasis kedelai. Penelitian menggunakan metode deskriptif, dan analisa data menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kebutuhan kedelai per unit usaha sebanyak 2.469 kg/bulan (terdiri dari 37% kedelai lokal dan 63% kedelai impor). Rata-rata kebutuhan kedelai untuk agroindustri tempe sebanyak 1.225,67 kg (terdiri dari 4% kedelai lokal dan 96% kedelai impor) dan untuk agroindustri tahu sebanyak 1 243 kg (terdiri dari 68% kedelai lokal dan 32% kedelai impor) per bulan; Faktor-faktor yang secara bersamaan mempengaruhi permintaan kedelai adalah harga kedelai lokal dan impor, pendapatan, jumlah tenaga kerja, harga output (tempe dan tahu) dan intensitas produksi tetapi faktor yang signifikan secara parsial adalah pendapatan dan jumlah tenaga kerja; dan bila harga kedelai meningkat, sebanyak 83,33% responden tetap berproduksi, mengurangi ukuran produk dan menjual dengan harga tetap; sebanyak 70% responden mengolah kembali produk untuk dijual bila produk tidak habis. Pemilihan kedelai impor karena perilaku pelaku usaha menginginkan kedelai yang bersih, kualitas produk tempe lebih baik. ABSTRACT Soybean demand is mostly for raw material in the soybean agroindustry such as tofu and tempeh. This study was carried out to: identify the use of raw soybeans locally and imported; analyze soybean demand; and identify problems related to soybeans and soy-based products in the agro-industry. Research used descriptive methods and data were analyzed using multiple linear regression. The results of the study indicate that average soybean demand per business unit was as much as 2,469 kg/month (consisting of 37 % local and 63 % imported soybean). The average soybean demand for tempeh was as much as 1225.67 kg (consisting of 4 % local and 96 % imported soybean) and to tofu was as much as 1243 kg (consisting of 68 % local and 32 % imported soybean); Factors that jointly affect soybean demand are local and imported soybean prices, income, labor quantity, output (tempe and tofu) prices and production intensity but significant partial affecting factors are income and labor quantity. When soybean prices rise, 83.33 % of respondents still produce, but reduce the size of the products and sell at a same price; 70% of respondents reprocess the unsold products for selling. Selection of imported soybean was because of the behavior of the companies who want clean soybeans and better quality tempeh.
ANALISIS LUAS LAHAN USAHATANI UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN HIDUP LAYAK RUMAH TANGGA PETANI PADI DI KOTA MATARAM Dian Arya Pratama; Tajidan Tajidan; Broto Handoko
JURNAL AGRIMANSION Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Imiah Agrimansion
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v18i1.25

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar Kebutuhan Hidup Layak (KHL) petani di Kota Mataram, untuk menganalisis pengaruh peggunaan faktor-faktor produksi luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk, dan pestisida terhadap produksi padi di Kota Mataram, dan untuk menganalisis luas lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup layak petani pada usahatani padi di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unit analisis adalah rumah tangga petani. Penelitian dilaksanakan pada enam kecamatan di Kota Mataram. Pengumpulan data menggunakan teknik survey. Penentuan daerah penelitian secara sensus, pengambilan responden secara proporsional random sampling. Jenis data adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Sumber data adalah data primer dan data sekunder Analisis data menggunanakan analisis kebutuhan hidup layak minimal petani, analisis fungsi produksi Cobb-Douglass, dan analisis lahan luas lahan optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan hidup layak, minimalnya pendapatan petani sebesar Rp 2.511.763 per luas lahan garapan sedangkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) sebesar Rp 2.411.944 per bulan. Hasil regresi secara serentak menunjukkan bahwa semua variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh terhadap jumlah produksi padi dengan Signifikan F sebesar 0,000b lebih kecil dari 0,05 (taraf nyata). Sedangkan secara parsial, faktor-faktor yang paling mempengaruhi produksi padi adalah luas lahan, benih, pupuk NPK phonska dan signifikan pada taraf 5%. Uji asumsi kasik menunjukan bahwa data berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinieritas, tidak ada autokorelasi, dan tidak terjadi heteroskedasrtisitas. Luas lahan minimum yang harus dimiliki oleh rumah tangga petani seluas 0,91 ha untuk memenuhi Kebutuhan Hidup Layaknya (KHL). ABSTRACT The purposes of this research are to determine quantity of farmer needs for proper living in Mataram; to analyze the influence of production factors, such as land, seed, labor, fertilizer, and pesticide on rice production in Mataram; and to analyze the optimum land size to meet the paddy farmer needs for proper living in Mataram. This research used descriptive method. The analysis unit was farmer household. Research was conducted in six districts in Mataram. Data collection used survey techniques. Determination of research area was by census. Determination of respondents used proportional random sampling. This research used qualitative and quantitative data, collected from primary and secondary sources. Analysis of the data used the analysis of minimum farmer needs for proper living, Cobb-Douglass analysis, and the analysis of farmers land size in Mataram. The results showed that farmer income was higher than the needs for proper living, minimum income of farmers amounted to Rp 2,511,763 per acreage while the needs of proper living amounting to at least Rp 2,411,944 per month. The analysis of regression showed that all independent variables affect the amount of rice production with significant F value of 0.000, smaller than 0.05 (the significant level). Partially, the most affecting factors, at 5% level, for rice production are ​​land size, seed, fertilizer (such as NPK, Phonska). The classic assumption test showed the normal distribution of data, no multi collinearity, no autocorrelation, and no hetero schedasticity. The land size to be possessed by farmer household is ​​0.91 ha to meet the needs for proper living.
PEMANFAATAN SUMBERDAYA LAHAN KERING MELALUI INTEGRASI TANAMAN DAN TERNAK DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Ahfi Syam Haliman; Broto Handoko
JURNAL AGRIMANSION Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Imiah Agrimansion
Publisher : Department of Agricultural Social Economics Faculty of Agriculture University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v18i1.26

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan: 1) untuk memberikan gambaran tentang kondisi lahan kering di Kabupaten Lombok Timur, 2) untuk mengetahui pengembangan pertanian oleh rumah tangga serta pemanfaatan lahan melalui integrasi tanaman dan ternak di Kabupaten Lombok Timur, dan 3) untuk mengetahui strategi pengembangan lahan kering melalui integrasi tanaman dan ternak di Kabupaten Lombok Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk penelitian ini adalah studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan melihat kondisi geografis dan keadaan penduduk maka Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi untuk pengembangan pertanian lahan kering sebagai sistem usahatani yang berwawasan pertanian berkelanjutan. Pengembangan pertanian lahan kering di Kabupaten Lombok Timur dilakukan dengan kombinasi tanaman dan ternak oleh rumah tangga pertanian guna peningkatan pendapatan dan memperbaiki struktur lahan. Strategi pengembangan pertanian di Kabupaten Lombok Timur adalah dengan Sistem pertanian terpadu (integrasi tanaman dan ternak) memberikan keuntungan kepada petani-peternak. Sistem integrasi tanaman dan ternak dapat meningkatkan pendapatan usahatani, sekaligus dapat juga memperbaiki struktur lahan melalui penggunaan pupuk kandang dari ternak. ABSTRACT This study aims to: (1) describe the condition of dry land in East Lombok; (2) determine the development of agriculture and the integration of crops and livestock in East Lombok; and (3) find out strategies for dry land development through the integration of crops and livestock in East Lombok. Data were collected from literature study. The results showed that by looking at the geography and population, East Lombok has potential for future development of dryland agriculture as a farming system. The development of dryland farming in East Lombok is performed by combination of crops and livestock, in order to increase revenue and improve soil structure. The strategy for agricultural development in East Lombok is by integrated farming system (integration of crops and livestock). The integration of crops and livestock can increase farm income, and can also improve soil structure through the use of manure from livestock.

Page 2 of 45 | Total Record : 448


Filter by Year

2001 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 26 No 2 (2025): Jurnal Agrimansion Agustus 2025 Vol 26 No 1 (2025): Jurnal Agrimansion April 2025 Vol 25 No 3 (2024): Jurnal Agrimansion Desember 2024 Vol 25 No 2 (2024): Jurnal Agrimansion Agustus 2024 Vol 25 No 1 (2024): Jurnal Agrimansion April 2024 Vol 24 No 3 (2023): Jurnal Agrimansion Desember 2023 Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Agrimansion Agustus 2023 Vol 24 No 1 (2023): Jurnal Agrimansion April 2023 Vol 23 No 3 (2022): Jurnal Agrimansion Desember 2022 Vol 23 No 2 (2022): Jurnal Agrimansion Agustus 2022 Vol 23 No 1 (2022): Jurnal Agrimansion April 2022 Vol 22 No 3 (2021): Jurnal Agrimansion Desember 2021 Vol 22 No 2 (2021): Jurnal Agrimansion Agustus 2021 Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Agrimansion April 2021 Vol 21 No 3 (2020): Jurnal Agrimansion Desember 2020 Vol 21 No 2 (2020): Jurnal Agrimansion Agustus 2020 Vol 21 No 1 (2020): Jurnal Agrimansion April 2020 Vol 20 No 3 (2019): Jurnal Agrimansion Desember 2019 Vol 20 No 2 (2019): Jurnal Agrimansion Agustus 2019 Vol 20 No 1 (2019): Jurnal Agrimansion April 2019 Vol 19 No 3 (2018): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2018 Vol 19 No 2 (2018): JURNAL AGRIMANSION AGUSTUS 2018 Vol 19 No 1 (2018): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2018 Vol 18 No 1 (2017): Jurnal Imiah Agrimansion Vol 16 No 1 (2015): JURNAL ILMIAH AGRIIMANSION APRIL 2015 Vol 16 No 3 (2015): Jurnal Imiah AGRIMANSION Vol 15 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH AGRIIMANSION APRIL 2014 Vol 11 No 2 (2010): Jurnal Ilmiah Agribisnis Agustus 2010 Vol 10 No 1 (2009): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2009 Vol 9 No 3 (2008): JURNAL AGROMINSION DESEMBER 2008 Vol 9 No 2 (2008): Jurnal AGROMINSION AGUSTUS 2008 Vol 9 No 1 (2008): Jurnal AGROMINSION APRIL 2008 Vol 8 No 3 (2007): JURNAL AGROMINSION DESEMBER 2007 Vol 8 No 2 (2007): JURNAL AGROMINSION Agustus 2007 Vol 8 No 1 (2007): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2007 Vol 7 No 3 (2006): JURNAL AGRIMANSION DESEMBER 2006 Vol 7 No 2 (2006): JURNAL AGRIMANSION AGUSTUS 2006 Vol 7 No 1 (2006): JURNAL AGRIMANSION APRIL 2006 Vol 5 No 1 (2004): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2004 Vol 4 No 2 (2004): JURNAL AGRIMANSION MEI 2004 Vol 4 No 1 (2003): JURNAL AGRIMANSION November 2003 Vol 3 No 2 (2003): JURNAL AGRIMANSION MEI 2003 Vol 3 No 1 (2002): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2002 Vol 2 No 2 (2002): JURNAL AGRIMANSION MEI Vol 2 No 1 (2001): JURNAL AGRIMANSION NOVEMBER 2001 Vol 1 No 2 (2001): JURNAL AGRIMANSION MEI 2001 Vol 1 No 2 (2001): Jurnal AGRIMANSION (AGRIBUSINESS MANAGEMENT & EXTENSION) MEI More Issue