cover
Contact Name
Hendra Susanto
Contact Email
hesus@stiqsi.ac.id
Phone
+6281232233243
Journal Mail Official
jurnal@stiqsi.ac.id
Editorial Address
Pondok Pesantren Al-Ishlah, Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
Al-I'jaz: Jurnal Studi Al-Qur'an, Falsafah, dan Keislaman
ISSN : 27221652     EISSN : 27211347     DOI : https://doi.org/10.53563/ai.v3i1
Core Subject : Religion, Education,
Focus Al-I jaz adalah jurnal yang terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember), yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Sendangagung Paciran Lamongan Jawa Timur. Fokus jurnal ini adalah untuk mendiseminasikan kajian akademis tentang Pemikiran Keislaman terkait Al-Qur’an, Falsafah dan Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer, serta untuk memfasilitasi dialog akademis antara para akademisi dan peneliti yang berminat dalam kajian pemikiran keislaman terkait Al-Quran, Falsafah dan Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer. Scope Al-I jaz memiliki ruang lingkup kajian dan penelitian yang mengkover beragam bidang terkait kajian Pemikiran Keislaman seperti: Tafsir, Hadits, Fiqh, Sejarah Islam, Hukum, Al-Quran dan Tafsir, Tasawuf, Ilmu Kalam, Politik, dan Filsafat serta Isu Keislaman Klasik dan Kontemporer (seperti relasi jender, demokrasi, Hak Azasi Manusia, Ekspresi dan Praktik Hidup masyarakat Muslim di seluruh dunia).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2022): Juni" : 6 Documents clear
ARTIKULASI HADITH (HADITH BUCHORI) DAN KONTEKSTUALISASINYA MENURUT MUHAMMAD ASAD Ahmad Nabil Amir
Jurnal Al I'jaz Vol 4 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v4i1.52

Abstract

Makalah ini menyorot fikrah hadith Muhammad Asad (1990-1992) dan kontribusinya dalam pemahaman hadith kontemporer. Ia membincangkan kefahaman asas tentang hadith yang dirumuskan dalam karya-karyanya seperti Sahih al-Bukhari The Early Years of Islam; Islam at The Crossroads (bab “Hadith and Sunnah” dan “The Spirit of the Sunnah”); This Law of Ours and Other Essays; The Road to Mecca dan The Message of the Qur’an. Pengaruh hadith ini turut ditinjau daripada artikelnya dalam jurnal Arafat dan makalahnya yang lain terkait tema-tema hadith dan sunnah dan pemahaman serta cabarannya di abad moden, seperti tulisannya “Social and Cultural Realities of the Sunnah”. Reka bentuk kajian adalah bersifat deskriptif, analitis, historis dan komparatif. Kajian cuba mengembangkan ide dan fikrah hadith yang dirumuskan Asad dari perspektifnya yang moden dan membandingkannya dengan pemikiran-pemikiran sejarah yang krusial terkait prinsip hadith yang dibawakan oleh pemikir Islam yang lain. Dapatan kajian menyimpulkan bahawa Muhammad Asad telah memberikan sumbangan yang penting dalam pemikiran hadith di abad moden dengan hasil penulisannya yang prolifik dan substantif, termasuk terjemahan dan syarahannya yang ekstensif terhadap Sahih al-Bukhari yang memuatkan komentar-komentar yang baru dan analisis sejarahnya yang mendalam terhadap kitab ini. Ia merumuskan pertentangan-pertentangan hukum dan istinbat-istinbat fuqaha dan muhaddith dalam tradisi syarah hadith yang kritis. Ia turut merespon pertikaian-pertikaian asas yang dibangkitkan oleh golongan orientalis dan intelektual yang skeptis terhadap riwayat-riwayat sejarah dalam tradisi hadith
ANALISIS SEMANTIK KATA 'TAMKIN' DAN DERIVASINYA DALAM AL QURAN Ahmad Zaki Annafiri
Jurnal Al I'jaz Vol 4 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v4i1.71

Abstract

Semantik menjadi salah satu metode penafsiran Al Quran yang kini sedang banyak dibahas oleh para peneliti. Penelitian ini bertujuan Penelitian ini bertujuan mengetahui analisis semantik kata “Tamkin” dalam Al-Quran beserta derivasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yakni penelitian yang pengumpulan datanya bersifat kualitatif yang berupa lisan atau tulisan dan benda-benda yang diamati secara detail sehingga dapat ditangkap makna yang tersirat dalam dokumen atau benda tersebut. Sedangkan dilihat dari jenis penelitiannya merupakan penelitian kepustakaan. Sumber primer dalam penelitian ini adalah Tafsir Kementerian Agama RI, adapun sumber sekunder adalah berupa buku dan artikel berkaitan dengan judul. Penelitian ini dilakukan menggunakan judul analisis semantik Alquran menunjukan bahwa penelitian ini menggunakan metode analisis semantik atau konseptual terhadap bahan-bahan yang disediakan oleh kosakata Alquran. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1)Tamkin dan derivasinya memiliki 6 pemaknaan menurut Tafsir Kementerian Agama RI, yaitu: memberikan ‘kekuasaan/kedudukan’, ‘meneguhkan kedudukan’, ‘kedudukan tinggi’, ‘menempatkan’, ‘kokoh’, dan ‘dianugerahkan’; 2) Kata Tamkin, diulang dalam Al-Quran sebanyak 16 kali dalam 12 surat yang berbeda, dalam bentuk gramatikalnya, diantaranya fi’l madhi, fi’l mudhari’, dan isim nakirah, selain itu juga dalam berbagai bentuk wazan, yaitu ???????, ????????, dan ????????.
AKSIOLOGI HADITH DAN SUNNAH: RESULTANSI ANTARA TRADISI DAN AJARAN: (Komparasi Pandangan Orientalis dan Ulama Islam Tentang Hadith dan Sunnah) Arwani Rofii
Jurnal Al I'jaz Vol 4 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v4i1.73

Abstract

Hadith merupakan komponen penting dalam beragama karena Hadith merupakan sumber hukum Islam yang kedua setelah Al-Qur’an. Oleh karena Hadith mempunyai kedudukan yang tinggi di Islam. Di samping itu di dunia Barat ternyata didapati banyak pandangan-pandangan tentang Hadith dan Sunnah, hal inilah yang menjadi landasan penulis dalam meneliti apa dan bagaimana pandangan ulama Islam dan juga pandangan para orientalis Barat dalam memahami makna Hadth dan Sunnah. Tujuan dilakukannya tinjauan ini adalah untuk memahami hakikat makna dari Hadith dan Sunnah sehingga umat Islam tidak terjerumus pada pemaknaan yang salah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pustaka (library research) dengan menggunakan metode content analyst (analisa teks) dalam mengolah informasi yang telah diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hadith menurut para ulama dalam Islam berarti segala ucapan, perbuatan, ketetapan serta sifat Nabi Muhammad s}allalla>hu ‘alaihi wa sallam. Akan tetapi di kalangan Orientalis mereka mendefinisikan hadith dan sunnah berbeda dengan apa yang dipahami oleh kaum Muslimin, sebagaimana yang diungkapkan oleh Joseph Schacht bahwasanya Sunnah hanyalah sebagai konsepsi Arab kuno yang berlaku kembali sebagai salah satu pusat pemikiran dalam Islam. Joseph Schacht menilai bahwa Sunnah lebih berarti pada praktik ideal dari komunitas setempat. Konsep Islam tentang kehidupan dipandangnya hanya sebagai sebuah pelestarian adat istiadat tradisi masyarakat Arab pra-Islam, yang bercitikan dengan profane dan magis.
PENINGKATAN KOMPETENSI MEMBACA AL-QUR’AN MELALUI METODE IQRO’ DI TK HIAMA KIDS-BOGOR : (Action Reseach Class) Zulfitria; Zainal Arif
Jurnal Al I'jaz Vol 4 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v4i1.74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui metode iqro di TK Hiama Kids Bogor. Perumusan masalah dalam kegiatan ini meliputi bagaimana metode Iqra’ mampu mempengaruhi meningkatkan kemampuan anak didik menjadi baik, dan melalui melalui metode iqro diharapkan benar-benar dapat merubah kemampuan membaca Al-Qur’an dengan cepat, tepat dan benar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas atau PTK dengan menggunkan siklus 1 dan siklus 2. Dari hasil hasil penelitian, maka peneliti menemukan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an melalui metode Iqra’ berikut: kategori memahami metode Iqra’ 90% dan kategori membaca Iqra’ dengan lancar 80%, dan kategori membaca tajwid dengan benar 75% hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa TK Hiama Kids-Bogor mampu membaca al-Qur’an dengan lancar dan dengan tajwid yang baik.
TABAYYUN SEBAGAI ETOS TOLERANSI DAN MODERASI UMMATAN WASATHO Aida Ayu Lestari; Eva Naria
Jurnal Al I'jaz Vol 4 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v4i1.75

Abstract

Menciptakan masyarakat yang moderat merupakan cita-cita mayoritas masyarakat dunia. Dewasa ini, sebagian umat Islam terpecah belah antara satu dengan lainnya. Hal ini disebabkan karena kurangnya sikap tabayyun dan toleransi antar mereka. Dalam tulisan ini penulis mengumpulkan data dengan pendekatan penelitian Library Research. Melalui tulisan ini penulis ingin memberikan pemahaman terkait dengan sikap moderat yang dapat dibentuk dengan cara bertabayyun dan bertoleransi. Dengan sikap tabayyun yang terus diusahakan pada diri manusia maka akan lahir sikap saling bertoleran antar umat manusia atau sikap saling menghargai antara satu sama lain. Dengan sikap ini, seseorang tidak akan mudah untuk menilai sesuatu kecuali dengan cara meneliti terlebih dahulu dari sesuatu yang akan dinilainya. Sikap toleransi sangat perlu dan harus ditumbuhkembangkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hasil kesimpulan dari penelitian ini ialah bahwa adanya sikap tabayyun dan toleransi mampu mewujudkan masyarakat yang moderat, yaitu mereka yang tidak bersikap cenderung kepada salah satu kelompok. Karena sebelum mereka bersikap ataupun bertindak, mereka membaca dan melihat tentang duduk suatu perkara yang sedang terjadi.
EKSPLANASI SEBAB-SEBAB PUTUS ASA MENURUT AL-QUR’AN Masrul Anam
Jurnal Al I'jaz Vol 4 No 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Quran Dan Sains Al-Ishlah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53563/ai.v4i1.76

Abstract

Putus asa merupakan sesuatu yang dibenci oleh Allah, karena orang yang berputus asa akan merasa tidak memiliki semangat dalam menjalankan kehidupannya, padahal seseorang bisa hidup di dunia ini merupakan anugerah yang luar biasa. Untuk itu apabila penyebab dari putus asa bisa diketahui, maka seseorang akan memiliki prasangka baik dan menjalani hidup dengan penuh semangat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode library research. Sedangkan jenis penelitian adalah deskriptif-analisis berupa studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa penyebab putus asa menurut Al-Qur’an itu ada 5 yaitu: pertama; putus asa dari rahmat Allah, kedua; putus asa ketika nikmatnya dicabut, ketiga; putus asa terhadap keberadaan negeri akhirat, keempat; putus asa ketika ditimpa musibah, kelima; putus asa terhadap suatu keputusan yang dirasa kurang adil.

Page 1 of 1 | Total Record : 6