cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 3 (2022)" : 15 Documents clear
PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SEKOLAH JENJANG SD SE-KECAMATAN BATUKLIANG UTARA LALU MUHAMAD NASIR; ERLAN HARTAWAN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1610

Abstract

This study aims to describe the teacher's steps in implementing social care character education at the elementary school level in Batukliang Utara District. This research is a qualitative descriptive study. Researchers conducted observations, interviews, and documentation with the research subjects, namely principals, teachers, and students. Data analysis uses data reduction, data display, and drawing conclusions. The data validity technique uses technical triangulation and source triangulation. The results of the study show that the implementation of social care character education is carried out through; (1) self-development in the form of routine activities with infaq, the teacher provides an example in the form of direct examples, the teacher also carries out spontaneous activities by reprimanding students who are indifferent to friends, and through conditioning by installing rules, student codes of ethics and posters related to social care, teachers also condition the class with group work; (2) school culture development is carried out with school activities in accordance with social care character indicators; (3) the integration of social care characters in the subject matter; and (4) familiarize students to empathize with the bereaved family or school neighbors by bringing Pelangar (sasak culture). ABSTRAKPelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial di jenjang SD Se-Kecamatan Batukliang Utara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Peneliti melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa. Analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pendidikan karakter peduli sosial dilakukan melalui; (1) pengembangan diri berupa kegiatan rutin dengan infaq, guru memberikan keteladanan berupa contoh langsung, guru juga melaksanakan kegitan spontan dengan menegur siswa yang acuh dengan teman, serta melalui pengkondisian dengan memasang tata tertib, kode etik siswa dan poster berkatian dengan peduli sosial, guru juga mengkondisikan kelas dengan kerja kelompok; (2) pengembangan budaya sekolah dilaksanakan dengan kegiatan sekolah sesuai dengan indikator karakter peduli sosial; (3) pengintegrasian karakter peduli sosial dalam materi pelajaran; dan (4) membiasakan siswa untuk turut berempati kepada keluarga siswa atau tetangga sekolah yang berduka dengan membawa pelangar (budaya sasak).
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATERI HIDROKARBON MELALUI PENGGUNAAN SOFTWARE CHEMDRAW DI SMKN 1 BP BANGSA RAJA DIANA NOVITASARI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1611

Abstract

Technological development in education requires an educator to be creative and innovative in creating an interactive learning atmosphere on hydrocarbon material which is classified as abstract and is considered difficult for students to understand. Technology-based learning that has been developed in this research is to use ChemDraw software as an alternative to interactive learning to replace conventional methods. The research method used is using the pretest and posttest methods with the aim of seeing the effect of using ChemDraw software on increasing student learning outcomes on hydrocarbon material. The test data were analyzed using the N-Gain test, t test and effect size. Based on the results of the calculation of the pretest and posttest scores, there was an increase in the average score of class X students at SMK N 1 BP. BR from 64.9 to 89.15, while the average value of N-Gain is 0.69 or 69%. This shows that the application of the ChemDraw software learning media is proven to be effective in improving the learning outcomes of students in the medium category. In the t-test obtained -1.68 < tcount < 1.68 and the occurrence of rejecting Ho and accepting H1 which shows that there is a difference in the average score before and after using the software. While the results of the analysis of the effect size of 0.87 which is quite strong. This shows that there is a strong influence and good effectiveness in the use of ChemDraw software on hydrocarbon materials to improve student learning outcomes. ABSTRAKPerkembangan teknologi dalam dunia pendidikan menuntut seorang pendidik menjadi kreatif dan inovatif dalam menciptakan suasana belajar interaktif pada materi hidrokarbon yang tergolong abstak dan dianggap sulit dipahami oleh siswa. Pembelajaran berbasis teknologi yang telah dikembangkan pada penelitian ini ialah dengan memanfaatkan software ChemDraw sebagai alternatif pembelajaran interaktif pengganti metode konvesional. Metode penelitian yang digunakan ialah menggunakan metode pretest dan postest dengan tujuan melihat penggaruh penggunaan software ChemDraw terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi hidrokarbon. Data hasil tes dianalisis menggunakan uji N-Gain, uji t dan effect size. Berdasarkan hasil perhitungan nilai pretest dan posttest, terjadinya peningkatan nilai rata-rata siswa kelas X SMK N 1 BP. BR dari 64,9 menjadi 89,15, sedangkan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,69 atau 69%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan media pembelajaran software ChemDraw terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan kategori sedang. Pada uji t diperoleh -1,68 < thitung < 1,68 dan terjadinya tolak Ho dan terima H1 yang menunjukkan terdapat perbedaan rata-rata skor sebelum dan sesudah penggunakan software. Sedangkan hasil analisis effect size sebesar 0,87 yakni tergolong kuat. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dan efektifitas yang baik dalam penggunaan software ChemDraw pada materi hidrokarbon terhadap peningkatan hasil belajar siswa.
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU IPA DENGAN MEDIA VIRTUAL LABORATORIUM BERBASIS ANDROID RUSTI LUMBAN GAOL
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1612

Abstract

This study aims to improve the ability of science teachers by implementing an android-based virtual laboratory. This research is a school action research which is designed to follow the Kemmis and Mc Taggart model each cycle consisting of 3 activities, namely planning, action, observation and reflection followed by planning in the next cycle by utilizing the results of previous reflections. The solution is designed based on a study of learning theory and input from the field. The solution design in question is an action in the form of implementing an android-based virtual laboratory in increasing the creativity of science teachers at the 15 team fostered junior high schools in Deli Serdang. The results obtained from the two cycles are the presence of learning devices in the form of an android-based virtual laboratory module and an apk that can be installed on an Android cellphone. The research finding is that the implementation of an android-based virtual laboratory can improve the ability of teachers, positive responses to the learning, as evidenced by the increasing ability of teachers in each cycle, from 64.76% (enough) to 85.71% (very good). For this reason, teachers are expected to be able to apply an Android-based virtual laboratory in their learning ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru IPA dengan implementasi virtual laboratorium berbasis android. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah yang dirancang mengikuti Model Kemmis dan Mc Taggart setiap siklus terdiri dari 3 kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang diikuti oleh perencanaan pada siklus berikutnya dengan memanfaatkan hasil refleksi sebelumnya. Solusinya dirancang berdasarkan kajian teori pembelajaran dan input dari lapangan. Adapun rancangan solusi yang dimaksud adalah tindakan berupa implementasi virtual laboratorium berbasis android dalam meningkatkan kreativitas guru IPA di SMP Binaan Tim 4 Deli Serdang sebanyak 15 orang. Hasil yang di dapat dari kedua siklus adalah terdapatnya perangkat pembelajaran berupa modul virtual laboratorium berbasis android dan apk yang dapat diinstal di HP android. Temuan penelitian bahwa dengan implementasi virtual laboratorium berbasis android dapat meningkatkan kemampuan guru, tanggapan yang positif terhadap pembelajaran tersebut, dibuktikan dengan meningkatnya kemampuan guru setiap siklus yaitu dari 64,76 % (cukup) menjadi 85,71 % (sangat baik). untuk itu para guru diharapkan dapat menerapkan virtual laboratorium berbasis android dalam pembelajarannya
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SCRIPT DALAM UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS GURU DAN SISWA SERTA HASIL BELAJAR PPKN SISWA SD NEGERI LIWUNG KECAMATAN JANAPRIA ROHANI ROHANI; FATIMAH FATIMAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1613

Abstract

This study aims to improve Civics learning outcomes for fourth grade students of SD Negeri Liwung by applying the script type cooperative learning model. This research is a classroom action research conducted at Liwung State Elementary School, the subject of this research is the fourth grade students with a total of 40 students. The results showed that the results of observations of teacher activities in cycle I, the first meeting was in the poor category with a percentage of 62.5%. At the second meeting, the percentage increased to enough category by 70.8%. In the second cycle of the first meeting the category was very good with a percentage of 95.8%, and at the second meeting the category was also very good with a percentage of 100%. The results of the observation of student activities in the first cycle, the first meeting was in the poor category with a percentage of 54.2%, at the second meeting the good category with a percentage of 79.2%. In the second cycle, the first meeting was in the very good category with a percentage of 95.8%, and the second meeting in the very good category with a percentage of 100%. Student learning outcomes in the first cycle obtained classical completeness of 33% in the less category and increased in the second cycle to 72.50% in the good category. From the results of the study, it can be concluded that the application of the script type cooperative learning model can improve Civics learning outcomes for fourth grade students of SD Negeri Liwung. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Negeri Liwung dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Script. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SD Negeri Liwung, subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV dengan jumlah 40 siswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Hasil pengamatan aktivitas guru siklus I, pertemuan pertama kategori kurang baik dengan persentase 62,5%. Pada pertemuan kedua meningkat dengan kategori cukup persentase 70,8%. Pada siklus II pertemuan pertama kategori amat baik dengan persentase 95,8%, dan pada pertemuan kedua kategori juga amat baik dengan persentase 100%. Hasil pengamatan aktivitas siswa siklus I, pertemuan pertama kategori kurang baik dengan persentase 54,2 %, pada pertemuan kedua kategori baik dengan persentase 79,2%. Pada siklus II pertemuan pertama kategori amat baik dengan persentase 95,8%, dan pertemuan kedua kategori amat baik dengan persentase 100%. Hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh ketuntasan klasikal sebesar 33% dengan kategori kurang dan meningkat pada siklus II menjadi 72,50 % dengan kategori baik. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Script dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Negeri Liwung.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM MENINGKATKAN AKTIVITAS DISKUSI KELOMPOK DAN HASIL BELAJAR PJOK SISWA DIKELAS VI SD NEGERI 201/II BARU TELENTAM MUHAMMAD FIKRI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1614

Abstract

This study aims to determine whether cooperative learning using STAD can improve group discussion activities and student learning outcomes in Class VI SD Negeri 201/II Baru Telentam. This research is a classroom action research conducted in three cycles. Each cycle goes through the stages of planning actions, implementing actions, observing and reflecting. In this study there are 2 ways to collect data, namely qualitatively and quantitatively. Qualitative data retrieval is by observing student activities using observation sheets. While quantitative data collection is to determine the increase in student learning outcomes by using tests (formative tests) at the end of each cycle. From the results of the study, it can be seen that there was an increase in student learning outcomes in each cycle, namely, 58.33 for the first cycle to 67.00 for the second cycle and 76.00 for the third cycle. The increase in the average percentage of student activity in the first cycle was 43.42%, the average percentage of student activity increased to 53.14% in the second cycle, and increased again in the third cycle to 68.57%. While the average percentage of group discussion activities in the first cycle was 35.49%, then increased to 50.69% in the second cycle, and increased again in the third cycle to 63.05%. Thus, it can be concluded that the use of the STAD Type cooperative model in SD Negeri 201/II Baru Telentam can improve student activities and learning outcomes. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembelajaran kooperatif menggunakan STAD dapat meningkatkan aktivitas diskusi kelompok dan hasil belajar siswa di Kelas VI SD Negeri 201/II Baru Telentam. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus melalui tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Pada penelitian ini ada 2 cara pengambilan data yaitu secara kualitatif dan kuantatif. Pengambilan data kualitatif yaitu dengan pengamatan aktivitas siswa menggunakan lembar observasi. Sedangkan pengambilan data kuantitatif yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan tes (ulangan formatif) disetiap akhir siklus. Dari hasil penelitian, dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa setiap siklus yaitu, 58,33 untuk siklus I menjadi 67,00 untuk siklus II dan 76,00 untuk siklus III. Peningkatan persentase rata-rata aktivitas siswa Pada siklus I adalah 43,42%, rata-rata persentase aktivitas siswa meningkat menjadi 53,14% pada siklus II, dan mengalami peningkatan lagi pada siklus III menjadi 68,57%. Sedangkan persentase rata-rata aktivitas diskusi kelompok pada siklus I adalah 35,49%, lalu meningkat menjadi 50,69% pada siklus II,dan mengalami peningkatan lagi pada siklus III menjadi 63,05%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model kooperatif Tipe STAD di SD Negeri 201/II Baru Telentam dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
PENDAMPINGAN GURU PAI DALAM PENYUSUNAN PPT PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PJJ) DI MASA PANDEMI COVID-19 DI HARJAMUKTI KOTA CIREBON AISYAH AISYAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1615

Abstract

This Best Practice aims to assist Islamic Religious Education teachers in the preparation of Distance Learning PowerPoint (PJJ) during the COVID-19 pandemic in Harjamukti District, Cirebon City. The subjects of this assistance were 19 PAI teachers in the Harjamukti sub-district, Cirebon city. So the focus of this journal is on assisting PAI teachers in the preparation of Powerpoint. There are three stages of this assistance, including: stage one, namely planning, stage two of implementation, and stage three of evaluation. The results of this mentoring are as follows: 1) The 1st mentoring PAI teachers have not mastered the preparation of PowerPoint, only 32% of PAI teachers are good. 2) The second mentoring has an increase of 11% very good, 31% PAI teachers are good, 11% PAI teachers are quite good, and 47% PAI teachers are not good at making PowerPoint. 3) The 3rd mentoring is further increased by 26% of PAI teachers who are very good, 42% good, 11% quite good, and 21% of PAI teachers who are less able to make PowerPoint. 4) The 4th mentoring increased very significantly by 11% of teachers with pretty good predictions, 42% good and 47% very good. From the results of the PAI teacher mentoring, it can be concluded that the PAI teacher's ability to make PowerPoint is said to be successful through the PAI teacher's assistance in making PowerPoint. With a significant increase, it means that the assistance of PAI teachers in making PowerPoint has a positive impact on increasing the competence of PAI teachers in making PowerPoint. ABSTRAKBest Practice ini bertujuan dalam pendampingan guru Pendidikan Agama Islam dalam penyusunan PowerPoint Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di masa pandemic COVID-19 di Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Subyek dari pendampingan ini adalah 19 guru PAI yang ada di kecamatan harjamukti kota Cirebon. Jadi fokus jurnal ini adalah pendampingan guru PAI dalam penyusunan Powerpoint. Pendampingan ini ada tiga tahapan antaralain: tahap satu yaitu perencanaan(planning), tahap dua pelaksanaan), dan tan tahap tiga evaluasi. Adapun hasil dari pendampingan ini sebagai berikut: 1) Pendampingan ke-1 guru PAI belum menguasai penyusunan PowerPoint hanya 32% guru PAI sudah baik. 2) Pendampingan ke-2 ada peningkatan sebanyak 11% amat baik , 31% guru PAI sudah baik, 11% guru PAI cukup baik, dan 47% guru PAI kurang baik dalam membuat PowerPoint. 3) Pendampingan ke-3 lebih meningkat lagi sebanyak 26% guru PAI sudah amat baik, 42% baik, 11% cukup baik, dan 21% guru PAI yang kurang mampu dalam membuat PowerPoint. 4) Pendampingan ke-4 meningkat sangat signifikan sebanyak 11%  guru dengan predikan cukup baik, baik 42% dan amat baik sebanyak 47%. Dari hasil pendampingan guru PAI tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan guru PAI dalam membuat PowerPoint dikatakan berhasil melalui pendampingan guru PAI dalam membuat PowerPoint. Dengan peningkatan yang signifikan, artinya pendampingan guru PAI dalam membuat PowerPoint memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi guru PAI dalam membuat PowerPoint.
MEDIA KUBINO BERBASIS PJBL ADALAH TRATEGI PEMECAHAN MASALAH PEMBELAJARAN PADA DIMENSI 3 DIKELAS XII SMK NEGRI 1 MAGELANG RUSNI MOHAMAD
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1661

Abstract

KUBINOV is a media / teaching aid that can help teachers make it easier to convey / explain material to students, especially in KD 4.1: determining the distance in the wake, namely the distance from the point to the plane is difficult for students to understand, because in this material students must be able to think at a high level, which means students can analyze problems, reason, draw, determine the projection of points on the plane, determine the auxiliary plane to find the distance of the point to the plane. This makes it difficult for students in the material to determine the distance in the wake. The difficulty experienced is designing the teaching aids according to the problem, after being designed and then making them, which requires no small amount of funds. However, the author still makes props for the sake of children so that it is easy to understand the material to determine the distance in the 3rd dimension, so the author makes 8 cubes that are innovated according to the shape of the problem called KUBINOV (cubes that are innovated according to the shape of the question). KUBINOV media can help students more easily understand the concepts of the material being taught and can improve students' reasoning. It also raises student motivation in learning, students are more enthusiastic so that student learning outcomes reach an average of 87 towards mathematics, especially determining the distance in the 3rd dimension compared to before using KUBINOV media the average value of students is only 45. KUBINOV is used in the learning process since 2018 and until now also used by friends in the learning process. ABSTRAKKUBINOV adalah media/alat peraga yang dapat membantu guru memudahkan menyampaikan/menjelaskan materi kepada siswa khususnya pada KD 4.1: menentukan jarak pada bangun ruang yaitu jarak titik kebidang sulit dipahami oleh siswa, dikarenakan pada materi ini siswa harus bisa berpikir tingkat tinggi,yang artinya siswa dapat menganalisis soal, menalarnya, menggambar, menentukan proyeksi titik pada bidang, menentukan bidang bantu untuk mencari jarak titik ke bidang. Hal ini yang membuat siswa sulit pada materi menentukan jarak pada bangun ruang. Kesulitan yang dialami adalah merancang alat peraga sesuai soal, setelah dirancang kemudian pembuatannya yang memerlukan dana tidak sedikit. Walaupun demikian penulis tetap membuat alat peraga demi anak-anak agar mudah paham terhadap materi menentukan jarak pada dimensi 3, sehingga penulis membuat 8 kubus yang di inovasi sesuai dengan bentuk soal yang dinamakan KUBINOV ( kubus yang di inovasi sesuai bentuk soal).  Media KUBINOV dapat membantu siswa lebih mudah memahami konsep materi yang diajarkan dan dapat meningkatkan penalaran siswa. Juga membangkitkan motivasi siswa dalam belajar, siswa lebih semangat sehingga hasil belajar siswa mencapai rata-rata 87 terhadap matematika khususnya menentukan jarak pada dimensi 3 dibandingkan sebelum menggunakan media KUBINOV nilai rata-rata siswa hanya 45. KUBINOV digunakan pada proses pembelajaran sejak tahun 2018 dan sampai sekarang juga digunakan teman-teman pada proses pembelajaran.
UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI NEGOSIASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ACTION LEARNING NAILUL HISAN
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1662

Abstract

Action learning is one form of implementation of the Ministry of Finance's Corporate University. Action learning activities are implemented after the completion of structured learning. The purpose of this study is know the opinion of participants about action learning activities. The types of action learning activities in PJJ Effective Negotiation Skills are summarizing negotiation books, sharing negotiation knowledge with colleagues, or negotiation practices in the workplace. The research method used qualitative research whose data is obtained from action learning activity reports. The data is collected from the PJJ Effective Negotiation Skills action learning report organized by the Financial Education and Training Center Denpasar 2022. The results showed that participants felt the benefits of action learning activities. From the participants' reports, we obtained information that action learning was able to increase participants' knowledge about negotiations, increase participants' ability to prepare for negotiations, increase participants' readiness to face the different characters of negotiating partners and increase confidence in negotiating. In addition, during the practice of negotiating with partners, participants have also been able to convince their negotiating partners. ABSTRAKAction learning merupakan salah satu bentuk implementasi Kementerian Keuangan Corporate Universiy. Kegiatan action learning dilaksanakan setelah selesainya pembelajaran terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapat peserta mengenai kegiatan action learning. Jenis kegiatan action learning pada PJJ Effective Negotiation Skills adalah merangkum buku negosiasi, melakukan knowledge sharing negosiasi kepada rekan kerja, atau melakukan praktik negosiasi di tempat kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang datanya diperoleh dari laporan kegiatan action learning. Data yang dikumpulkan adalah laproan action learning PJJ Effective Negotiation Skills yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keuangan Denpasar 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta merasakan manfaat kegiatan action learning. Dari laporan peserta, diperoleh informasi bahwa action learning mampu menambah pengetahuan peserta mengenai negosiasi, meningkatkan kemampuan peserta dalam melakukan persiapan negosiasi, meningkatkan kesiapan peserta menghadapi keragaman karakter mitra negosiasi dan menambah kepercayaan diri dalam melakukan negosiasi. Selain itu saat praktek negosiasi dengan mitra kerja peserta juga telah mampu meyakinkan lawan negosiasinya.
PERAN SERTA PESERTA DIDIK DALAM PELAJARAN IPA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI SMP NEGERI 2 MENTAYA HULU NURUL KHOTIMAH
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1663

Abstract

This study aims to determine the role and activeness of students in learning Natural Sciences (IPA) subject matter and its changes and increase students' understanding as indicated by the results of knowledge tests. This research was conducted at SMP Negeri 2 Mentaya Hulu in class VII-A students, with a total of 22 students, consisting of 11 boys and 11 girls. The research was carried out for 3 (three) months starting from August to October 2021. The method in this study was the Class Action Research method, which is a research that was developed jointly for researchers and decision makers about variables that are manipulated and can be used to make repairs. The data collection tools used in this study included: 1) teacher notes, 2) student notes, 3) tape recorder recordings, 4) interviews, 5) questionnaires and various documents related to students. The data taken is quantitative data from test results, attendance, assignment scores and qualitative data that describes the activeness of students. The results of the research show that the use of problem based learning (PBL) learning methods can increase students' understanding as indicated by the average value of students in science lessons on material classification material and changes in each cycle, namely in cycle I the average is 72, cycle II the average value is 78 and in cycle III the mean value of students is 86. The percentage of students who pass in cycle I is 63.64%, cycle II is 72.73% and cycle III is 95.45%. The number of students who were active in learning also experienced a significant increase, namely 76.11% in cycle I, in cycle II there was an increase to 85.83% and cycle III of 95.83% of students who were active. This shows that the application of the problem based learning (PBL) learning model can improve students' understanding of the lesson. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran serta keaktifan peserta didik pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pokok bahan materi dan perubahannya serta meningkatkan pemahaman peserta didik yang ditunjukkan dengan hasil tes pengetahuan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Mentaya Hulu pada peserta didik kelas VII-A, dengan jumlah peserta didik 22 orang, yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 11 orang perempuan. Penelitian dilaksanakan selama 3 (tiga) bulan dimulai bulan Agustus sampai dengan bulan Oktober 2021. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (Class Action Research) yaitu suatu penelitian yang dikembangkan bersama-sama untuk peneliti dan decision maker tentang variable yang dimanipulasikan dan dapat digunakan untuk melakukan perbaikan. Alat pengumpul data yang dipakai dalam penelitian ini antara lain: 1) catatan guru, 2) catatan peserta didik, 3) rekaman tape recorder, 4) wawancara, 5) angket dan berbagai dokumen yang terkait dengan peserta didik. Data yang diambil adalah data kuantitatif dari hasil tes, presensi, nilai tugas serta data kualitatif yang menggambarkan keaktifan peserta didik. Hasil penelian menunjukkan bahwa penggunaan metode belajar problem based learning (PBL) dapat meningkatkan pemahaman peserta didik yang ditunjukan dengan nilai rerata peserta didik pelajaran IPA pada materi klasifikasi materi dan perubahannya  setiap siklus yaitu pada siklus I rerata 72, siklus II nilai rerata 78 dan pada siklus III nilai rerata peserta didik 86. Persentase jumlah peserta didik yang tuntas pada siklus I sebesar 63,64%, siklus II sebsar 72,73% dan siklus III sebesar 95,45%. Jumlah peserta didik yang aktif dalam pembelajaran juga mengalami peningkatan yang signifikan yaitu  76,11% pada siklus I, pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 85,83% dan siklus III sebesar 95,83% peserta didik yang aktif. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran problem based learning (PBL) dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap pelajaran.
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR CARLA CHRISTINA HARYANTO; KUSMIYATI KUSMIYATI
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v2i3.1664

Abstract

Critical thinking skills, which are one of the 21st century skills, are often overlooked. Without realizing it, many young people and children today have very low critical thinking skills which causes them to be unable to think independently and creatively to solve the problems they are facing. It is hoped that the application of the Problem Based Learning model in this learning can improve students' critical thinking skills so that 21st century skills which are a must-have requirement for children can be fulfilled. So that in the end, they can think critically to find a solution to solve the problem at hand. With the support of intelligent people who think creatively and have good 4C skills, it is hoped that these people can bring progress to the nation and state of Indonesia in the future in the eyes of the world. In the research results, it can be proven that Problem Based Learning is an effective method to be able to help improve students' critical thinking skills so that students are expected to be able to find solutions to problems faced in the future independently, critically and precisely. ABSTRAKKeterampilan berpikir kritis yang menjadi salah satu dari skills abad 21 ini seringkali menjadi hal yang disepelekan. Tanpa disadari, banyak kaum muda maupun anak-anak saat ini yang kemampuan berpikir kritisnya sangat rendah yang menyebabkan mereka tidak dapat berpikir secara mandiri dan kreatif untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Diharapkan dengan adanya penerapan model Problem Based Learning dalam pembelajaran ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sehingga skills abad 21 yang menjadi sebuah tuntutan yang wajib dimiliki anak-anak dapat dipenuhi. Sehingga pada akhirnya, mereka dapat berpikir kritis untuk mencari solusi guna memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Dengan didukung insan cerdas yang berpikir kreatif dan memiliki skills 4C yang baik, diharapkan para insan ini dapat membawa kemajuan bagi bangsa dan negara Indonesia di masa depan di mata dunia. Pada hasil penelitian, dapat dibuktikan bahwa Problem Based Learning adalah metode yang efektif untuk dapat membantu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sehingga siswa diharapkan akan dapat mencari penyelesaian atas masalah yang dihadapi ke depannya secara mandiri, kritis dan tepat.

Page 1 of 2 | Total Record : 15