cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 16 Documents clear
A GENRE ANALYSIS OF ENGLISH DEPARTMENT STUDENT THESIS ABSTRACTS AT UIN RADEN INTAN LAMPUNG Ulyana, Arini Diah; Kurniawan, Iwan; Kholid, Fikri Nugraha
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7848

Abstract

ABSTRACT An abstract is a significant component of a thesis that summarizes the key parts of a research study. Preliminary observation showed that students of the English Education Department at UIN Raden Intan Lampung display variation in the rhetorical structures used in their thesis abstracts. These differences may confuse readers and indicate a lack of consistent academic writing guidance. This research aims to analyze the rhetorical structure of thesis abstracts written by English Department students at UIN Raden Intan Lampung, to determine whether they align with the five-move model of Hyland, and to identify their linguistic features. This research employed a qualitative content analysis method. Thirty thesis abstracts from the 2022–2024 academic years were analyzed using Hyland’s model, consisting of five moves: Introduction, Purpose, Method, Product, and Conclusion. The findings revealed that the most common structure was a truncated PMRC model (Purpose, Method, Results, Conclusion), found in most abstracts. The Introduction move appeared in only 43.33% of cases, suggesting a practical adaptation for internal readers. the Purpose and Method moves were present in all abstracts (100%), while the Results and Conclusion appeared in 90.00% and 73.33%, respectively. These findings indicate that students prioritize the essential empirical elements of their research—its aim, method, and findings. Rather than reflecting a writing deficiency, the structural variations demonstrate a functional adaptation of Hyland’s model. Overall, the abstracts adhere to a simplified yet effective version of the model, showing students’ awareness of audience needs and communicative purpose.     ABSTRAK Abstrak merupakan komponen penting dalam tesis yang merangkum bagian-bagian penting dari sebuah penelitian. Observasi awal menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung menunjukkan variasi struktur retorika yang digunakan dalam abstrak tesis mereka. Perbedaan ini dapat membingungkan pembaca dan menunjukkan kurangnya panduan penulisan akademik yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur retorika abstrak tesis yang ditulis oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung, menentukan kesesuaiannya dengan model lima langkah Hyland, dan mengidentifikasi ciri-ciri linguistiknya. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif. Tiga puluh abstrak tesis dari tahun akademik 2022–2024 dianalisis menggunakan model Hyland, yang terdiri dari lima langkah: Pendahuluan, Tujuan, Metode, Produk, dan Kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa struktur yang paling umum adalah model PMRC (Tujuan, Metode, Hasil, Kesimpulan) yang terpotong, yang ditemukan di sebagian besar abstrak. Langkah pendahuluan hanya muncul pada 43,33% kasus, menunjukkan adaptasi praktis bagi pembaca internal. Langkah Tujuan dan Metode terdapat pada semua abstrak (100%), sementara Langkah Hasil dan Kesimpulan masing-masing muncul pada 90,00% dan 73,33%. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa memprioritaskan elemen empiris esensial dari penelitian mereka—tujuan, metode, dan temuannya. Alih-alih mencerminkan kekurangan dalam penulisan, variasi struktural menunjukkan adaptasi fungsional dari model Hyland. Secara keseluruhan, abstrak mengikuti versi model yang disederhanakan namun efektif, menunjukkan kesadaran mahasiswa akan kebutuhan audiens dan tujuan komunikatif.
THE INFLUENCE OF DESIGN THINKING AND CREATIVITY ON TEACHER EFFICACY IN 21ST-CENTURY EDUCATION Anjani, Dia; Sutiyono; Komang; Suryanadi, Juni
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.7940

Abstract

ABSTRACT The importance of strengthening teachers’ professional competence in the 21st-century education era is closely linked to teacher efficacy, which plays a crucial role in the success of the learning process. This study emphasizes the need to analyze the influence of design thinking and teacher creativity on teacher efficacy in the context of 21st-century education. A quantitative survey approach was employed, involving a saturated population of 75 Buddhist education teachers in Lampung Province. Data were collected in Bandar Lampung using a Likert-scale questionnaire specifically adapted to measure design thinking, creativity, and teacher efficacy. Prior to the application of multiple linear regression analysis, instrument validity and reliability tests were conducted. The findings indicate that design thinking has a positive and significant effect on teacher efficacy, while teacher creativity also exerts a positive and substantial influence. Simultaneously, both predictor variables enhance the model’s ability to explain the variance in teacher efficacy. This study concludes that teacher efficacy can be strengthened through professional development programs based on studio-style design thinking that integrate empathy, problem interpretation, ideation, prototyping, and testing, as well as through the reinforcement of creative practices within the school environment. ABSTRAK Pentingnya penguatan kompetensi profesional guru di era pendidikan abad ke-21, khususnya terkait efikasi guru yang berperan dalam keberhasilan proses pembelajaran. Pentingnya menganalisis tentang pengaruh pemikiran desain dan kreativitas guru terhadap efikasi guru di era pendidikan abad ke-21. Pendekatan survei kuantitatif digunakan dengan melibatkan populasi jenuh sebanyak 75 guru agama Buddha di Provinsi Lampung. Pengumpulan data dilakukan di Bandar Lampung melalui kuesioner skala Likert yang disesuaikan untuk mengukur pemikiran desain, kreativitas, dan efikasi guru. Sebelum analisis regresi linier berganda diterapkan, dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pemikiran desain memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap efikasi guru, sementara kreativitas guru juga berpengaruh positif dan cukup besar. Secara simultan, kedua variabel prediktor meningkatkan kemampuan model dalam menjelaskan variasi efikasi guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efikasi guru dapat diperkuat melalui program pengembangan profesional berbasis studio design thought yang mengintegrasikan empati, penafsiran masalah, ideasi, pembuatan prototipe, dan pengujian, serta penguatan praktik kreatif di lingkungan sekolah.
MENDIDIK ANAK DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE Bawole, Jesica
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.8108

Abstract

ABSTRACT In the era of Artificial Intelligence (AI), education plays a crucial role in preparing children to face the rapid and complex changes across various sectors of life. One of the main issues that arises is adjusting the curriculum and teaching methods to be relevant to contemporary needs, while ensuring that children not only master technical skills but also develop critical, creative, and ethical thinking abilities amid technological advancements. The purpose of this study is to describe how to educate children in the era of Artificial Intelligence. The method used in this study is a literature review. The research process involved reviewing relevant documents, selecting credible sources, and analyzing the collected data to formulate structured findings and conclusions. The results show that education in the era of Artificial Intelligence (AI) emphasizes the development of critical thinking skills, creativity, and digital literacy. This can help children quickly adapt to the changes brought about by AI, which include job automation, changes in labor market dynamics, and the increased need for digital skills and critical thinking. Therefore, strong support from educational institutions is needed to provide continuous professional development for educators. This is essential to ensure the successful implementation of AI technology in the learning process. ABSTRAK Dalam era Artificial Intelligence (AI), pendidikan berperan penting dalam mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi perubahan yang cepat dan kompleks di berbagai sektor kehidupan. Salah satu permasalahan utama yang muncul adalah menyesuaikan kurikulum dan metode pengajaran agar relevan dengan kebutuhan zaman, serta memastikan bahwa anak-anak tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan etis di tengah perkembangan teknologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana mendidik anak di era Artificial Intelligence. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur. Proses penelitian dilakukan melalui penelusuran dokumen relevan, seleksi sumber-sumber kredibel, serta analisis data untuk merumuskan kesimpulan dan temuan yang terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan di era Artificial Intelligence (AI) menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan literasi digital. Hal ini dapat membantu anak-anak untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan yang dibawa oleh AI yaitu mencakup otomatisasi pekerjaan, perubahan dinamika pasar kerja, serta peningkatan kebutuhan akan keterampilan digital dan pemikiran kritis. Oleh karena itu, perlu dukungan yang kuat dari institusi pendidikan untuk memberikan pelatihan berkelanjutan bagi para pendidik dalam mendidik. Hal ini sangat penting untuk memastikan keberhasilan implementasi teknologi AI dalam proses pembelajaran.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS APLIKASI ZYRA DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MINAT DAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA Salsabilla, Fany Hanum; Badruttamam, Alayk Hikam; Andini, Nanda Meilia; Hasanah, Fatmawati Nur
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.8171

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of educational technology demands innovative learning media that can enhance students’ interest, motivation, and understanding, making interactive tools such as the Zyra application essential for addressing the challenges of learning mathematics in the digital era. This study aims to examine the effectiveness of the Zyra application in increasing students’ interest, motivation, and learning outcomes in mathematics at SD Muhammadiyah 04 Comal. The research employed a qualitative approach using a case study method, in which data were collected through observation, interviews with the application-developing teacher, and analysis of students’ learning outcomes before and after using the Zyra application. Zyra was designed as an interactive Android-based learning media featuring a learning objectives menu, instructional material, educational games, and Augmented Reality (AR) technology for visualizing three-dimensional geometric shapes. The findings indicate that the implementation of the Zyra application had a significant positive impact on students’ interest and learning outcomes. Prior to using the application, students struggled to visualize three-dimensional geometry concepts; however, after using the AR feature in Zyra, their understanding improved significantly. Additionally, the “learning by playing” strategy successfully created a fun and interactive learning environment, leading to greater student motivation. The urgency of this study lies in the need to integrate technology into education to meet the challenges of 21st-century learning, while also serving as inspiration for the development of similar educational applications in the future. ABSTRAK Perkembangan teknologi pendidikan menuntut inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan minat, motivasi, dan pemahaman siswa, sehingga diperlukan media interaktif seperti aplikasi Zyra untuk menjawab tantangan pembelajaran matematika di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas implementasi aplikasi Zyra dalam meningkatkan minat, motivasi, dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika di SD Muhammadiyah 04 Comal. Metode penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan narasumber (guru pengembang aplikasi), serta analisis dokumen hasil belajar siswa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi Zyra. Aplikasi Zyra dirancang sebagai media pembelajaran interaktif berbasis Android yang mencakup fitur seperti menu tujuan pembelajaran, materi, permainan edukatif, dan teknologi Augmented Reality (AR) untuk visualisasi bangun ruang sisi datar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aplikasi Zyra memberikan dampak positif signifikan terhadap minat dan hasil belajar siswa. Sebelum menggunakan aplikasi, siswa kesulitan memvisualisasikan konsep geometri tiga dimensi, namun setelah menggunakan fitur AR di aplikasi Zyra, pemahaman mereka meningkat drastis. Selain itu, strategi “learning by playing” berhasil menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan interaktif, sehingga siswa lebih termotivasi. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran guna menjawab tantangan pendidikan abad 21, serta memberikan inspirasi bagi pengembangan aplikasi serupa di masa mendatang.
MODEL KOLABORASI ETIS GURU DAN MASYARAKAT DALAM PENGUATAN KARAKTER DIGITAL PESERTA DIDIK DI ERA SMART EDUCATION Azahra, Izza Aulia; Fatimah, Siti; Hasan, Talitha; Muhlisin, Muhlisin; Safitri, Hani Hasnah
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.8343

Abstract

ABSTRACT The acceleration of digital transformation in education has heightened the urgency for an ethical collaboration model between teachers and communities to strengthen students’ digital character and ensure responsible engagement within increasingly complex Smart Education environments. This study aims to develop a conceptual model of ethical collaboration between teachers and communities in reinforcing students’ digital character in the Smart Education era. Using a library research approach, the study analyzes recent literature on digital ethics, digital pedagogy, character education, and the social role of communities within the educational ecosystem. The findings indicate that the formation of digital morality requires a triadic interaction among teachers, families, and communities, grounded in five ethical pillars: trust, transparency, participation, digital literacy, and accountability. The resulting model illustrates a hierarchical workflow beginning with the mapping of students’ digital conditions (input), the collaborative synergy between teachers and communities through ethical pillars (process), the establishment of an integrated digital character (output), and the creation of an ethical and sustainable Smart Education ecosystem (outcome). This research contributes to the development of an integrative, humanistic, and contextually relevant conceptual framework that aligns with the needs of Indonesia’s digital education landscape. The model may serve as a foundation for future research and for formulating more comprehensive digital character education policies. ABSTRAK Percepatan transformasi digital dalam pendidikan meningkatkan urgensi model kolaborasi etis antara guru dan masyarakat untuk memperkuat karakter digital peserta didik serta memastikan keterlibatan yang bertanggung jawab dalam lingkungan Smart Education yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model konseptual kolaborasi etis antara guru dan masyarakat dalam penguatan karakter digital peserta didik di era Smart Education. Menggunakan pendekatan library research, penelitian ini menganalisis literatur terkini mengenai etika digital, pedagogi digital, pendidikan karakter, dan peran sosial masyarakat dalam ekosistem pendidikan. Temuan menunjukkan bahwa pembentukan moralitas digital memerlukan interaksi tiga arah antara guru, keluarga, dan komunitas yang didasarkan pada lima pilar etika: trust, transparency, participation, digital literacy, dan accountability. Model yang dihasilkan menggambarkan alur kerja hierarkis yang dimulai dari pemetaan kondisi digital peserta didik (input), sinergi kolaboratif guru–masyarakat melalui pilar etis (proses), terbentuknya karakter digital berintegritas (output), hingga terciptanya ekosistem Smart Education yang etis dan berkelanjutan (outcome). Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kerangka konseptual yang integratif, humanistik, dan kontekstual terhadap kebutuhan pendidikan digital Indonesia. Model ini dapat digunakan sebagai dasar bagi penelitian selanjutnya maupun perumusan kebijakan pendidikan karakter digital yang lebih komprehensif.
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BERBASIS TEKNOLOGI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA 7-9 TAHUN Sianturi, Rahel; Rumahorbo, Astrina Srikandi; Kalalo, Delf Gustaf
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.8664

Abstract

ABSTRACT Christian Religious Education (PAK) is a field of study that plays an important role in shaping children’s character and spiritual growth. In the digital era, PAK learning must adapt to technological advancements to remain relevant and responsive to learners’ needs. Children aged 7–9 are in a stage of rapid cognitive development and a critical phase in the formation of their thinking patterns, moral understanding, and social behavior. Therefore, the use of technology in the learning process becomes an important strategy to increase learning interest while strengthening the understanding of religious concepts and Christian values. The purpose of this study is to analyze the extent to which the use of technology in PAK learning can enhance learning motivation and accelerate the comprehension of religious and moral material among children aged 7–9. This research employs a qualitative method with a literature review approach through the examination of books, scientific journals, and other supporting sources. The stages of the study include gathering references, analyzing literature, identifying the needs of technology-based learning, and formulating a model for implementing digital media in PAK. The results show that the use of technology—such as educational videos, children’s Bible applications, and interactive media—can increase learning motivation, strengthen cognitive abilities, and support the internalization of moral and spiritual values. In conclusion, the integration of technology into PAK is a strategic step to create more effective, engaging, and meaningful learning experiences for children aged 7–9. ABSTRAK Pendidikan Agama Kristen (PAK) merupakan bidang ilmu yang berperan penting dalam membentuk karakter dan pertumbuhan spiritual anak. Di era digitalisasi, pembelajaran PAK perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar tetap relevan dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik. Anak usia 7–9 tahun berada pada tahap perkembangan kognitif yang pesat dan merupakan fase kritis dalam pembentukan pola pikir, moral, dan sosial. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran menjadi strategi penting untuk meningkatkan minat belajar sekaligus memperkuat pemahaman konsep keagamaan dan nilai-nilai kristiani. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana penggunaan teknologi dalam pembelajaran PAK dapat meningkatkan ketertarikan belajar serta mempercepat pemahaman materi keagamaan dan moral pada anak usia 7–9 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui kajian terhadap buku, jurnal ilmiah, dan sumber pendukung lainnya. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan referensi, analisis literatur, identifikasi kebutuhan pembelajaran berbasis teknologi, serta perumusan model penerapan media digital dalam PAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi, seperti video edukasi, aplikasi Alkitab anak, dan media interaktif, mampu meningkatkan motivasi belajar, memperkuat kemampuan kognitif, serta membantu internalisasi nilai moral dan spiritual. Simpulan utama, integrasi teknologi dalam PAK merupakan langkah strategis untuk menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menarik, dan bermakna bagi anak usia 7–9 tahun.

Page 2 of 2 | Total Record : 16