cover
Contact Name
Ebni Sholikhah
Contact Email
ebnisholikhah@uny.ac.id
Phone
+6282220388720
Journal Mail Official
kebijakan_pendidikan@uny.ac.id
Editorial Address
Prodi Kebijakan Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta Jln Colombo No 1, Karangmalang Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 2746007X     DOI : https://doi.org/10.21831/sakp.v10i2
Spectrum Analisis Kebijakan Pendidikan is an open access, and peer-reviewed journal. This journal focuses on publishing articles on student research results for undergraduate, postgraduate, and doctoral students. This journal is published every three months. The theme of this journal covers the results of research in the field of education and education policy.
Articles 314 Documents
PENDIDIKAN KELUARGA PADA ANAK BURUH GENDONG PASAR BERINGHARJO YOGYAKARTA Widyastuti, Eni Vena
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 7 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i7.5336

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendidikan keluarga pada anak buruh gendong Pasar Beringharjo. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 10 buruh gendong Pasar Beringharjo dengan kriteria bahwa buruh gendong tersebut memiliki keluarga inti yang meliputi ayah, ibu dan anak dalam satu rumah dan memiliki anak usia 6-17 tahun. Objek penelitian ini tentang pendidikan keluarga. Instrumen penelitiannya yaitu lembar observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan interactive model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa;1)Pendidikan keluarga pada anak buruh gendong meliputi pemberi dasar pendidikan moral, sosial dan agama. a) Pemberi dasar pendidikan moral, diberikan keluarga buruh gendong dengan menerapkan aturan-aturan yang mengajarkan anak untuk memiliki nilai jujur, mandiri dan tanggungjawab. b) Pemberi dasar pendidikan sosial, diberikan dengan mengajarkan anak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan baik itu di lingkungan keluarga maupun masyarakat, nilai utama yang diterapkan ialah nilai gotong royong. c) Peletak dasar-dasar keagamaan, dilakukan dengan memberikan nasehat dan memantau anak untuk beribadah. Nilai pokok yang diajarkan yaitu rajin beribadah. 2) Dukungan keluarga buruh gendong terhadap pendidikan formal anak, meliputi: a) Mengingatkan anak untuk belajar; b) Memenuhi kebutuhan sekolah anak; c) Memberikan nasehat dan arahan kepada anak (memberikan motivasi); serta d) Memberikan dukungan pada pilihan anak.Kata Kunci: Pendidikan, Anak, Pendidikan Keluarga
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN KELAS OLAHRAGA DI SMA NEGERI 1 SEWON Sukardi, Alfiriani Rusmita
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 1 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i1.8827

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang implementasi kebijakan kelas olahraga di SMA Negeri 1Sewon, yang isinya tentang tujuan Kelas Bakat Istimewa Olahraga (K-BIO), program K-BIO, Faktor pendukungK-BIO dan Faktor penghambat K-BIO. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif denganpendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa (atlit), pelatih dan kepala sekolah. Setting penelitian inidilakukan di SMA Negeri 1 Sewon. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dandokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif atau berkaitan satu sama lain hingga data yangdiperoleh jenuh, yaitu dengan tahapan pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data. Keabsahan datamenggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kebijakan KelasOlahraga diamanatkan oleh Dinas Pendidikan dan Olahraga Propinsi DIY . 2) Implementasi kebijakan kelasolahraga sebagai berikut; a) Jam pelajaran olahraga K-BIO dimulai pada jam pertama hingga jam ketiga pada hariselasa dan kamis. b) Penerimaan siswa K-BIO SMA Negeri 1 Sewon selain Nilai UN, dilakukan tes khusustentang cabang olahraga yang dikuasai siswa; tes kesehatan dan tes kebugaran; tes fisik; tes wawancara.
KULTUR SEKOLAH DI SMK NEGERI 2 KASIHAN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Faozi, Ali
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 4, No 1 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v4i1.1348

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kultur  sekolah  di  SMK  Negeri  2  Kasihan  Bantul DIY  yang  meliputi:  nilai,  artifak,  tenaga  pendidik,  interaksi  dan  simbol  yang  berkaitan  dengan pembentukan kultur sekolah serta penerapan pendidikan seni musik.Pendekatan  yang  digunakan  pada  penelitian  ini  adalah  pendekatan  penelitian  kualitatif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, tenaga pendidik, dan siswa, dengan pertimbangan individu yang terlibat  secara langsung dalam proses terbentuknya kultur. Data dikumpulkan melalui metode observasi,  wawancara  dan  dokumentasi.  Data  dianalisis  dengan  cara  deskriptif  kualitatif,  penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa; (1)  Nilai-nilai  (values),  yang  menjadi  landasan  warga sekolah berperilaku, berinteraksi, dan berkomunikasi adalah terumuskan dalam visi dan misi sekolah (terkandung). Dalam menjalankan misi dan memperjuangkan visi, seluruh warga SMK N 2 kasihan menjunjung tinggi nilai – nilai; (a) Agama, Sikap melaksanakan dan menghormati nilai agama dalam pelaksanaan  tugas  sehari-hari.  (b)  Berbudaya,  Menjunjung  budaya  adiluhung  daerah  sebagai  warga Negara  Republik  Indonesia  yang  sopan  dan  santun  dalam  bermasyarakat,  berbangsa  dan  bernegara. (c)  Musyawarah  dan  mufakat,  Musyawarah  dan mufakat  dalam  memutuskan  semua  permasalahan serta  mengedepankan  rasa  kebersamaan  seluruh  warga  sekolah.  (d)  Tanggap,  Memiliki kecenderungan  berfikir  dan  bertindak  ke  arah  membangun.  (e)  Prinsip  Koordinasi,  Integrasi  dan Harmonis,  Dalam  pelaksanaan  tugas  sehari – hari  pada  unit  masing-masing  senantiasa  ada koordinasi,  integrasi  dan  sinkronisasi  baik  kedalam  maupun  keluar  lingkungan  sekolah  untuk kelancaran  tugas-tugasnya. (2) Artifak  dan  simbol-simbol;  alat  musik  klasik  komplit  dan  bangunan sekolah dihias, didekorasi, dan dirawat. (3) Keyakinan agama secara tidak disadari dan alami dimiliki oleh  setiap  warga  sekolah.  Singkronisasi  antara  artifak,  nilai-nilai,  dan  keyakinan  tersebut membentuk kultur sekolah  yang ideal dikembangkan dan diperhatikan dalam disiplin ilmu sehingga menghasilkan kultur sekolah yang posisitif serta menghasilkan output berprestasi.Kata Kunci Kultur Sekolah, SMK, Bantul, DIY
POLA ASUH ORANG TUA SENIMAN BALLET RAMAYANA GRUP YAYASAN RORO JONGGRANG DI PRAMBANAN Megawati, Arum
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 7, No 1 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v7i1.13072

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola asuh (otoriter, permisif, demokratis) yang paling banyak digunakan oleh orang tua seniman dan untuk mengetahui metode yang digunakan dalam mendidik anak oleh orang tua seniman Ballet Ramayana.Jenis penelitin ini menggunakan penelitian kuantitaif, metode pengumpulan datanya menggunakan metode survei. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposive. Sampel pada penelitian ini adalah orang tua seniman yang sdah memiliki anak sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket atau kuesioner dan observasi. Metode angket digunakan untuk megumpulkan data tentang pola asuh, sedangkan observasi digukan untuk mengetahui metode yang digunakan untuk mendidik anak. Uji validitas intrumen menggunakan rumus korelasi product moment dengan bantuan SPSS 20 dan uji reliabilitas menggunkan koefisien Alpha. Uji prasyartan analisis menggunkaan uji normalitas dan uji homogenitas. Sedangkan untuk pegujian hipotesis dengan menggunakan One Away-Anova.Berdasarkan analisis data menunjukkan bahwa ada perbedaan antara ketiga pola asuh otoriter, pola asuh permisif, dan pola asuh demokratis. Ketiga pola asuh dapat dikelompokkan menjadi dua. Pertama adalah pola asuh permisif dan otoriter memiliki nilai 0,954. Kedua adalah pola asuh demokratis memiliki nilai 1,00. Dapat disimpulkan bahwa pola asuh demokratis memberikan pengaruh paling baik. Metode yang digunakan dalam mendidik anak-anak seniman, orang tua seniman menggunakan metode memberikan contoh (teladan), metode pembiasaan, dan metode diskusi.Kata Kunci: Pola Asuh, Orang Tua Seniman, Ballet RamayanaAbstractThis research aims to find out the parenting style (authoritarian style, permissive style, democratic style) mostly used by the parents as the artists and to understand the method employed to educate the children of Ramayana Ballet artists.This is a quantitative research with the survey method as the data collection method. Samples were chosen using purposive sampling technique. Samples in this research are the parents as the artists that have schoolchildren. The method applied in this research is questionnaire and observation. The questionnaire method is to collect the data regarding the parenting style, and the observation method is to find out the method in educating the children. The test for instrument validity using product-moment correlation with a help of SPSS 20, and the test of reliability employs coefficient Alpha. The test of requirement analysis is normality and homogeneity test. The test of hypothesis applied One-way Anova.Based on the data analysis one-way Anova, there is a significant result 0,000 stating that that there found differences of parenting style of the parents in authoritarian style, permissive style, and democratic style. These three parenting style can be grouped into two. First, the value of permissive style and authoritative style is 0,954. Second, the value of democratic style is 1,00. It can be concluded that the democratic style gives the best impact to the children. The parents apply the giving-example method, conditioning method, and discussion method.Key words: Parenting styles, parents as the artists, Ramayana Ballet.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBINAAN OLAHRAGA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOTA YOGYAKARTA Pratama, Kunto Yoga
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 3 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v8i3.15866

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang kebijakan pembinaan olahraga anak berkebutuhan khusus yang merupakan amanat dari Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2012 Tentang Pemenuhan Hak-hak Disabilitas Pasal 70 Ayat 1 dan 2. Pemenuhan hak-hak disabilitas tidak hanya mengenai pendidikan dan pelayanan publik, namun juga pembinaan olahraga bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Rumusan permasalahan penelitian ini di antaranya mengenai implementasi kebijakan, program pembinaan olahraga anak berkebutuhan khusus dan faktor pendukung dan penghambat kebijakan tersebut. Tujuan dari penelitian ini diantaranya untuk mengetahui bagaimana proses implementasi kebijakan, program dan faktor penghambat dan faktor pendukung kebijakan. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa implementasi kebijakan ini telah berjalan sejak tahun 2003 dan kebijakan in telah mencetak atlet-atlet berkebutuhan khusus yang berprestasi dari tingkat daerah hingga nasional. Badan Pemuda dan Olahraga DIY memberikan wadah dan memfasilitasi kegiatan pembinaan tersebut. Terdapat 6 program dalam pembinaan olahraga ini, beberapa diantaranya adalah PEPAPERDA dan PEPAPERNAS. Faktor-faktor penghambat dalam implementasi kebijakan ini mencakup tentang kesulitan untuk mecari atlet-atlet dan faktor pendukungnya adalah adanya penghargaan dan wadah bagi anak berkebutuhan khusus yang berprestasi dalam bidang olahraga.Kata kunci: Anak berkebutuhan khusus; Atlet berkebutuhan Khusus; Badan Olahraga dan Pemuda DIY; Disabilitas; Pembinaan olahraga; PEPAPERDA DIY.ABSTRACTThis study reviews the policy of fostering sports for children with special needs which is a mandate from the Regional Regulation No. 4 of 2012 concerning the Fulfillment of Disability Rights Article 70 Paragraphs 1 and 2. The fulfillment of disability rights is not only about education and public services, but also sports training for children with special needs. The formulation of the problem of this research includes the process of implementing the policy, the training program for children with special needs and the supporting and inhibiting factors of the policy. The purpose of this problem is to find out how the process of implementing policies, programs and inhibiting factors and policy supporting factors. The methodology used in this study is a qualitative study with a case study approach. The results obtained from this study are that the implementation of this policy has been running since 2003 and this policy has created special needs athletes who have achievements from the regional to national levels. The DIY Youth and Sports Agency provides a forum and facilitates these coaching activities. There are 6 programs in training this sport, some of which are PEPAPERDA and PEPAPERNAS. The inhibiting factors in the implementation of this policy include the difficulty of finding athletes and their supporting factors is the existence of awards and a place for children with special needs who excel in the field of sports. Keywords: Athletes with Special Needs; Children with special needs; Disability; DIY Sports and Youth Agency; Fostering Sports Policy; PEPAPERDA DIY
STRATEGI PENINGKATAN KUALITAS SEKOLAH DI SMP NEGERI I EROMOKO WONOGIRI Amitasari, Amitasari
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 6 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i6.10114

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi peningkatan kualitas sekolah sertatantangan dan solusi di SMP Negeri I Eromoko Wonogiri. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif.Subjek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yaituobservasi, wawancara, dan dokumentasi. Data analisis melalui Interactive Model. Adapun keabsahandata menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwastrategi peningkatan kualitas di SMP Negeri I Eromoko Wonogiri meliputi (1) Bimbingan khususmelalui pemantapan materi UN, tutor sebaya, klinis dan uji coba UN; (2) Intensifikasi kelas unggulandengan proses pembelajaran bilingual dilengkapi ICT; (3) Menjalin kerja sama dengan SMA lain,lembaga pendidikan GCC, dan universitas; (4) Meningkatkan kualifikasi dan relevansi SDM denganstudi lanjut; (5) Pembuatan dan pelaksanaan RKS yang realistis, aplikatif, dan akuntabel; (6)Peningkatan frekuensi, teknik, materi, instrumen penilaian yang dilakukan secara periodik.Tantangannya berupa sarana dan prasarana yang masih kurang, kondisi anak yang heterogen,kedisiplinan siswa yang masih kurang, sumber dana hanya dari pemerintah, dan perkembanganIPTEK. Solusinya siswa dan guru dibebaskan mencari sumber belajar lain, mengefektifkan layananBK, home visit, dan menyusun anggaran sesuai dengan kebutuhan yang lebih urgent.Kata kunci: kualitas sekolah, strategi, tantangan.
PELAKSANAAN EKSTRAKURIKULER BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SMAN 8 MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT (NTB) Rinjani, Laxmi Bai Azhan Puspa
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 5, No 4 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v5i4.5237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan ekstrakurikuler berbasis kearifan lokal di SMAN 8 Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kearifan lokal di SMAN 8 Mataram ini diperoleh berdasarkan hasil wawancara dan observasi. Dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan dengan guru-guru dan pegawai di SMAN 8 Mataram, kearifan lokal yang dikembangkan di sekolah yakni ekstrakurikuler seni tari tradisional dan kesenian gendang beleq. Proses pengembangan pelaksanaan ekstrakurikuler berbasis kearifan lokal di sman 8 Mataram dilakukan dalam empat tahap, yakni membentuk team work, menyediakan fasilitas penunjang, menjalin kerjasama dengan masyarakat atau pihak luar, dan menyiapkan strategi pelaksanaan.Kata kunci: ekstrakurikuler, kearifan local, sekolah
SEKOLAH RAMAH ANAK DI SD JETIS II KOTA YOGYAKARYA Setiawan, Anggi
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 7, No 2 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v7i2.13171

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) Gambaran sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta, 2) faktor pendukung dan penghambat terciptanya sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta. Jenis penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini kepala sekolah, guru kelas, dan siswa. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Gambaran sekolah ramah anak di SD Jetis 2 Yogyakarta adalah a) perlakuan sekolah tidak mengandung unsur diskriminasi dan kekerasan. b) kesempatan yang sama terhadap anak berkebutuhan khusus dan pendampingan terhadap anak apabila terlibat masalah hukum diselesaikan dengan kekeluargaan. Pemberian layanan kepada anak juga disesuaikan dengan kebutuhan. c) standar sarana dan prasarana sekolah secara umum sudah bersih dan lengkap. Hanya saja secara fisik lingkungan sekolah belum ramah untuk penyandang disabilitas. 2) faktor pendukung berupa sumber daya guru yang menyadari lingkungan sekolah, berkomitmen untuk membangun sekolah dan juga komunikasi yang baik antar anggota sekolah. Sementara faktor penghambat berupa daya dukung fisik terutama luas sekolah yang sempit, anggaran sekolah yang kecil dan kurangnya dukungan orang tua yang bahkan memberi dampak buruk terhadap anak.Kata Kunci: sekolah ramah anakAbstractThis study aims to describe: 1) description of child-friendly schools in Jetis 2 Yogyakarta, 2) supporting factors and inhibiting the creation of child-friendly schools in Jetis 2 Yogyakarta Elementary School. This type of research used a qualitative approach. The subjects of this study were principals, classroom teachers, and students. Data collection techniques are interviews, observation, and documentation. Data analysis is done by data reduction, data presentation, and conclusion. Test data validity using source triangulation and technique triangulation. The results showed that: 1) The description of child-friendly schools in Jetis 2 Yogyakarta is a) the school's treatment does not contain discrimination and violence. b) equal opportunities for children with special needs and mentoring to children when they are involved in legal issues resolved with kinship. Provision of services to children is also tailored to the needs. c) standard school facilities and infrastructure in general is clean and complete. It's just that the physical environment of the school has not been friendly for people with disabilities. 2) supporting factors in the form of teacher resources aware of the school environment, committed to building schools and also good communication among school members. While the inhibiting factors of physical carrying capacity, especially the narrow school area, small school budgets and lack of parental support that even adversely affect the child.Keywords: child friendly school
PENANAMAN NILAI DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SMP NEGERI 8 YOGYAKARTA Pratiwi, Eka
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v10i1.17353

Abstract

The purpose of this research is to describe the inculcating value in strengthening character education in SMP Negeri 8 Yogyakarta. This research is a descriptive qualitative research. The subjects in this research were the principal, educators, students and parents/ guardians of students. Data collection techniques were using observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used the Milles and Huberman model, namely using the data condensation step, presenting the data, and drawing conclusions. Test the validity of the data in this research using triangulation. The research results showed that: (1) Guidelines in inculcating values with the 2013 curriculum, syllabus and document books (rules of conduct). (2) The process of inculcating character values at SMP Negeri 8 Yogyakarta uses three ways, namely by providing understanding / knowledge, through habits, and through good examples conducted by school principals and educators. (3) The values implanted are religious, nationalist, independent, mutual assistance and integrity values. (4) The supporting factors are the culture of the school, facilities and infrastructure, good relationship with the school community. The inhibiting factor is the understanding of different school members about character education, so it takes patience and hard work from the school in an effort to equalize perceptions so that the implementation of character education is as expected, educators who have not maximally provided understanding, and low parental understanding.   Keywords: Inculcating Value, PPK
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DI TK NEGERI 2 YOGYAKARTA DAN TK LABORATORI PEDAGOGIA Winata, Dhevian Reyza
Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 6, No 3 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/sakp.v6i3.9250

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Kompetensi Pedagogik Guru di TK Negeri 2Yogyakarta dan TK Laboratori Pedagogia dan (2) Kendala Kompetensi Pedagogik Guru di TK Negeri 2Yogyakarta dan TK Laboratori Pedagogia Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjekpenelitian ini adalah 2 kepala sekolah dan 4 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi,wawancara, dan studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, danpenarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi sumber dan trianggulasi teknik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa (1) Guru TK Negeri 2 Yogyakarta memiliki latar belakang pendidikan yangsesuai, memiliki berbagai cara dalam menghadapi karakter anak, silabus dan rpp sudah tersusun beberapa bulansebelum tahun ajaran baru dimulai, merencanakan media pembelajaran agar pembelajaran tidak monoton,memberikan reward supaya anak menjadi aktif dalam pembelajaran, menjadi koordinator dan pendamping dalamekstrakurikuler, dan evaluasi dilihat dari perkembangan anak dari hari-kehari. Sedangkan guru TK LaboratoriPedagogia memiliki latar belakang pendidikan untuk pendidikan anak usia dini, mengobservasi karakteristiksiswa sejak pertama masuk kelas, pengembangan kurikulum dilakukan dengan menyusun tema dan sub-temayang dekat dengan anak, menggunakan model pembelajaran kelompok, memanfaatkan teman sebaya untukmembuat peserta didik aktif, bertanggung jawab terhadap anak didik dalam ekstrakurikuler, dan lebihmenekankan untuk mendeskripsikan tingkat pencapaian perkembangan anak setiap hari (2) Kendala yang dialamiguru TK Negeri 2 Yogyakarta dalam kompetensi pedagogik meliputi waktu yang kurang dalam pengembangankurikulum, orangtua yang tidak bisa mengantar anak untuk ekstrakurikuler, dan rapor yang berupa narasi karenamemakan banyak waktu. Sedangkan untuk TK Laboratori Pedagogia meliputi perubahan mood anak sebelumberangkat sekolah yang merubah karakteristik anak, orangtua yang menutupi karakter anak di rumah, tidak semuasiswa bisa mengikuti lomba untuk menunjukan potensinya, dan penerapan model belajar kelompok yangdisesuaikan dengan minat membuat hasil yang diperoleh siswa menjadi berbeda-beda.Kata Kunci: Kompetensi Pedagogik, Guru Taman Kanak-Kanak

Page 9 of 32 | Total Record : 314


Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 4 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 3 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 2 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 14, No 1 (2025): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 4 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 3 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 2 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 13, No 1 (2024): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 4 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 3 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 2 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 12, No 1 (2023): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 4 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 3 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 11, No 1 (2022): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 4 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 3 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 2 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 10, No 1 (2021): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 3 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 2 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 9, No 1 (2020): Spektrum Analisis Kebijakan Pendidikan Vol 8, No 4 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 3 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 2 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 8, No 1 (2019): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 6 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 5 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 4 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 3 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 2 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 7, No 1 (2018): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 8 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 7 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 6 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 5 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 4 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 3 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 2 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 6, No 1 (2017): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 7 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 6 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 5 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 4 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 3 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 2 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 5, No 1 (2016): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 2 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan Vol 4, No 1 (2015): spektrum analisis kebijakan pendidikan More Issue