cover
Contact Name
Nurul Rochmah
Contact Email
nurul-rochmah@untag-sby.ac.id
Phone
+6285964020699
Journal Mail Official
jurnalextrapolasi@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru 45
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Extrapolasi
ISSN : 16938259     EISSN : 2721978X     DOI : https://doi.org/10.30996/ep.v20i02
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Extrapolasi is published by Department of Civil Engineering Faculty of Technology, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The Extrapolasi editorial is very open in accepting articles related to : Building Materials and Structures Constructions Technology Constructions Management, Road and Bridge Engineering Earthquake Engineering, Geotechnical Engineering, Hydraulic Structures and Drainage Structural Engineering, Surveying and Geo-Spatial Engineering Transportation Engineering.
Articles 147 Documents
Analisis Jalur Kritis Penjadwalan Proyek Dengan Metode Critical Path Method (CPM) Menggunakan Aplikasi Microsoft Project Pada Masa Pandemi Covid-19
EXTRAPOLASI Vol 19 No 01 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v19i01.6376

Abstract

Abstrak Keterlambatan proyek mempengaruhi kualitas dan kuantitas pekerjaan apabila tidak dilakukan antisipasi pelaksanaan yang benar, baik pada metode pelaksanaan, koordinasi antara owner¸ kontraktor pelaksana dan konsultan manajemen konstruksi. Diperlukan metode antisipasi guna pekerjaan dilakukan sesuai schedule, Critical Path Method (CPM) dilakukan untuk menentukan jalur kritis pekerjaan, estimasi perkiraan item pekerjaan yang tidak memiliki free time (Float). Item pekerjaan yang melewati jalur kritis dapat dilakukan percepatan baik dengan penambahan perkerja (manhour) atau waktu kerja (workhour), jalur kritis yang didapatkan mayoritas merupakan pekerjaan struktur dengan rincian sebagai berikut, C-E1-E2-E3-E4-E5- E6-E7-E8-E9-10-E11-E12-E13-E14-E15-E16-E17-E18, pekerjaan struktur lantai 1 dengan elevasi + 0,00 hingga struktur atap baja pada elevasi +84,55. Abstract Project delays affect the quality and quantity of work if the correct implementation anticipation is not carried out, both in the method of implementation, coordination between owners, implementing contractors, and construction management consultants. An anticipation method is needed so that work is carried out according to schedule, Critical Path Method (CPM) is carried out to determine the critical path of work, estimates of work items that do not have free time (Float). Work that passes through the critical path can be done quickly by adding additional workers (manhour) or working time (working hours), the critical path is obtained as the main job with the following details, C-E1-E2-E3-E4-E5-E6-E7-E8-E9-10-E11-E12-E13-E14-E15-E16-E17-E18, from first based in elv. +0,00 until steel top on elv +84.55.
Perbandingan Kinerja Struktur Gedung Baja 8 Lantai Tanpa Bresing dan dengan Bresing Menggunakan Metode Pushover Analysis
EXTRAPOLASI Vol 19 No 01 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v19i01.6687

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan kawasan yang terletak di area gempa tinggi dimanamana hampir setiap harinya ada catatan gempa yang banyak terjadi sesuai laporan BMKG. Hal ini menunjukkan bahwasanya sikap dalam pembangunan Gedung yang berada di Indonesia ini sangat penting untuk melalui proses perhitungan yang meninjau beban gempa. Gedung dengan struktur baja sangat efisien untuk memikul beban gempa. Profil baja yang memiliki daktilitas tinggi diharapkan dapat mengatasi permasalahan gedung tahan gempa yang ada di Indonesia meskipun harganya yang mahal, namun dapat dipastikan struktur gedung dengan menggunakan profil baja dapat digunakan untuk merancang Gedung tahan Gempa. Dalam studi ini akan membahas tentang perbandingan struktur gedung baja menggunakan bresing X yang mana dalam kasusnya dengan analisa gempa Pushover Analysis dan sesuai dengan aturan SNI 7860-2020. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, gedung dengan penggunaan bresing X (Model 2) lebih stabil apabila menerima beban lateral dibandingkan gedung tanpa Bressing (Model 1). Hal ini dapat dilihat dari parameter yang diperoleh yaitu nilai simpangan (drift) pada model 2 sebesar 16,467 mm dengan perioda struktur 0,226 detik dimana nilai ini lebih kecil dibandingkan dengan struktur Gedung tanpa bresing (Model 1) yaitu sebesar 16,588 mm dan perioda struktur 0,356 detik. Sementara itu hasil analisis level kinerja dengan menggunakan Metode Pushover Analysis FEMA 356 baik arah X maupun arah Y pada kedua permodelan struktur menunjukan hasil level kinerja yang sama yaitu Immediate Occupancy (IO). Abstract Indonesia is an area that is located in a high earthquake area where almost every day there are many earthquake records that occur according to the BMKG report. This shows that the attitude in building construction in Indonesia is very important to go through a calculation process that reviews earthquake loads. Buildings with steel structures are very efficient in carrying earthquake loads. Steel profiles that have high ductility are expected to be able to overcome the problems of earthquake-resistant buildings in Indonesia even though they are expensive, but it is certain that building structures using steel profiles can be used to design earthquake-resistant buildings. In this study, we will discuss the comparison of steel building structures using bracing X which in this case is the Pushover Analysis earthquake and according to the lates SNI 7860-2020 rules. Based on the results of the analysis conducted, buildings with the use of bresing X (Model 2) are more stable when receiving lateral loads than buildings without Bressing (Model 1).This can be seen from the parameters obtained, namely the drift value in model 2 of 16,467 mm with a structure period of 0.226 seconds where this value is smaller than the structure of the building without bresing (Model 1) which is 16.588 mm and the structure period is 0.356 seconds.Meanwhile, the results of performance level analysis using FEMA 356 Pushover Analysis Method both X direction and Y direction in both structure modeling showed the same performance level results, namely Immediate Occupancy (IO).
Stabilisisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Campuran Arang Kayu di Desa Pajeruan Kecamatan Kedungdung Kabupaten Sampang
EXTRAPOLASI Vol 19 No 01 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v19i01.6692

Abstract

Abstrak Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki daya dukung rendah dan kembang susut yang tinggi. Tanah sering tidak dapat langsung digunakan, karena secara alamiah tanah memiliki sifat-sifat fisis dan mekanis tertentu yang terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi tanah lempung ekaspansif natural, untuk mengetahui prosentase campuran yang dibutuhkan, untuk mengetahui karakteristik tanah, untuk mengetahui nilai kepadatan tanah, untuk mengetahui nilai CBR. Oleh karena itu diperlukan suatu stabilisasi agar nilai Konsistensi, Proctor test, dan CBR menjadi lebih baik sehingga dapat digunakan sebagai tanah dasar dalam suatu konstruksi. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian berat jenis, batas cair, batas plastis, pengujian pemadatan, dan pengujian CBR. Tanah yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari kawasan Keacamatan Kedungdung Kabupaten Sampang. Tanah tersebut termasuk kelompok CH dengan indeks plastisitasnya sebesar 40,4%. Prosentase penambahan Arang Kayu yaitu 0%, 2%, 4%, 6%, 8% terhadap berat kering tanah. Hasil pengujian proctor tanpa campuran didapat nilai OMC (Optimum Moisture Content) 14,5% dengan berat isi kering ( d) 1,718gr/cm³. Hasil pengujian CBR memperlihatkan bahwa nilai CBR terendam dari 0% sampai 8% yaitu 3,72%, 5,76%, 6,00%, 8,40%, 8,16%. Dengan demikian penggunaan arang kayu padi dalam penelitian ini prosentase 9,4% dengan nilai CBR 7% cukup efektif untuk menaikkan nilai CBR, sehingga dapat digunakan untuk konstruksi di lapangan. Abstract Expansive clay is a soil that has a low carrying capacity and high shrinkage growth. Soil often cannot be used directly, because naturally the soil has certain limited physical and mechanical properties. The purpose of this study is to find out the classification of naturally exclusive clay soils, to find out the percentage of mixture needed, to find out the characteristics of the soil, to find out the density value of the soil, to find out the value of CBR. Therefore a stabilization is needed so that the Consistency, Proctor test, and CBR values ​​become better so that they can be used as subgrade in a construction. Tests carried out include specific gravity testing, liquid limits, plastic limits, compaction testing, and CBR testing. The land used in this study came from the East Longitude Kedungdung District Sampang Regency. The land included the CH group with a plasticity index of 40,4%. The percentage of addition of wood charcoal is 0%, 2%, 4%, 6%, 8% of the dry weight of the soil. The proctor without mixture test results obtained an OMC (Optimum Moisture Content) value of 18.58% with dry content weight (beratd) 1.718gr / cm³. CBR test results show that the CBR value is submerged from 0% to 8%, namely 3.72%, 5.76%, 6.00%, 8.40%, 8.16%, . Thus the use of wood charcoal in this study is 7% with a CBR value of 9.4% effective enough to increase the CBR value, so that it can be used for construction in the field.
Perbandingan Produktivitas Pekerja Di Lapangan Dengan Permen PUPR 2022 Pada Proyek Guest House Exindo 57 Kabupaten Nganjuk
EXTRAPOLASI Vol 19 No 01 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v19i01.6695

Abstract

Abstrak Keberhasilan pada pelaksanaan proyek konstruksi salah satunya ditentukan oleh produktivitas tenaga kerja yang baik. Pekerja proyek konstruksi harus bekerja secara efektif dan efisien, dan dengan produktivitas yang tinggi serta harus bekerja sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan oleh kontraktor. Namun pada prakteknya, beberapa proyek konstruksi produktivitas tenaga kerja di lapangan berbeda dengan produktivitas yang telah ditetapkan oleh Permen PUPR No. 1 Tahun 2022. Penelitian ini menganalisis produktivitas tenaga kerja di lapangan dan membandingkannya dengan PUPR Tahun 2022 pada Proyek Pembangunan Guest House Exindo 57 Nganjuk dengan hasil penelitian pada pekerjaan penulangan kolom sebesar 0,63 Kg/OH, penulangan balok sebesar 1,37 Kg/OH, dan penulangan pelat lantai sebesar 0,50 Kg/OH. Pada pekerjaan bekesting kolom sebesar 3,58 m²/OH, bekesting balok sebesar 3,52 m²/OH, dan bekesting pelat lantai sebesar 4,77 m²/OH. Pada pekerjaan pengecoran kolom sebesar 12,72 m³/OH, pengecoran balok sebesar 20,14 m³/OH, dan pengecoran kolom sebesar 22,83 m³/OH. Abstract One of the successes in the implementation of construction projects is determined by good labor productivity. Construction project workers must work effectively and efficiently, and with high productivity and must work according to plans that have been set by the contractor. However, in practice, several construction projects have different labor productivity from the productivity set by the Permen PUPR No. 1 Tahun 2022. This study analyzes labor productivity in the field and compares it with PUPR 2022 at the Exindo 57 Nganjuk Guest House Development Project with research results on column reinforcement work of 0.63 Kg/OH, beam reinforcement of 1.37 Kg/OH, and plate reinforcement floor by 0.50 Kg/OH. The column formwork is 3.58 m²/OH, the beam formwork is 3.52 m²/OH, and the floor slab formwork is 4.77 m²/OH. In the column casting work the amount is 12.72 m/OH, the beam casting is 20.14 m/OH, and the column casting is 22.83 m/OH.
Kinerja Struktur Gedung Perkuliahan 10 Lantai Berdasarkan Analisis Nonlinier Pushover dan Atc-40
EXTRAPOLASI Vol 19 No 01 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v19i01.6705

Abstract

Abstrak Pembangunan struktur gedung tahan gempa sangat penting di Indonesia, mengingat sebagian besar wilayahnya terletak dalam wilayah gempa dengan intensitas moderat hingga tinggi. Intensitas dan besaran gempa yang terjadi di Indonesia selama ini, menyebabkan peraturan gempa di Indonesia selalu dievaluasi dan diperbaiki. Gedung Graha Wiyata UNTAG Surabaya dibangun pada tahun 1988/1990 dan pembebanan gempa yang digunakan masih berdasarkan SNI gempa tahun 1983 sehingga perlu dievaluasi ketahanannya berdasarkan peraturan gempa terbaru yaitu SNI 1726:2019. Penelitian ini bertujuan menganalisis level kinerja bangunan Gedung Graha Wiyata UNTAG Surabaya dengan beban gempa berdasarkan SNI 1726:2019 menggunakan analisis nonlinier Pushover. Level kinerja bangunan ditentukan berdasarkan peraturan ATC-40. Dari hasil analisis nonlinier didapatkan nilai drift ratio sebesar 0,007 (arah x) dan 0,0027 (arah y). Berdasarkan ATC-40, level kinerja bangunan yang didapatkan adalah Immediate Occupancy (IO), dimana tidak ada kerusakan yang berarti pada struktur, bangunan dapat tetap berfungsi dan tidak terganggu dengan masalah perbaikan. Abstract The construction of earthquake-resistant building structures is very important in Indonesia, considering that most of its areas are located within earthquake areas with moderate to high intensity. The intensity and magnitude of earthquakes that have occurred in Indonesia, cause earthquake regulations in Indonesia always be evaluated and improved. Graha Wiyata UNTAG Surabaya was built in 1988/1990 and the earthquake design based on the SNI earthquake of 1983 therefore it needs to be evaluated for its resilience based on the latest earthquake regulations, namely SNI 1726: 2019. This study aims to analyze the performance level of the Graha Wiyata UNTAG Surabaya Building building with earthquake load based on the SNI 1726:2019 using Pushover nonlinear analysis. The performance level of the building is determined based on ATC-40. Results of the nonlinear analysis are obtained drift ratio value of 0.007 (x-direction) and 0.0027 (y-direction). Based on ATC-40, the level of building performance is categorized as Immediate Occupancy (IO), where there is no significant damage to the structure, building can remain functional and not be disturbed by repair problems.
Studi Penggunaan Link Slab Pada Jembatan Komposit Bentang 14 & 18 m
EXTRAPOLASI Vol 19 No 02 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v19i02.6886

Abstract

Abstrak Pada umumnya, banyak jembatan di indonesia yang masih menggunakan sistem perletakan sederhana dimana struktur antara abutment dengan lantai kendaraan, maupun lantai kendaraan dengan lantai kendaraan terpisah dan ditutup dengan sebuah konstruksi yang dinamakan dengan Expansion Joint. Munculnya siar pada pembangunan jembatan tentunya memberikan beberapa permasalahan, diantaranya korosi yang mampu merusak struktur jembatan sehingga dapat mengurangi usia jembatan dan dngan penggunaan jembatan seperti Expansion Joint memberikan rasa ketidaknyamanan pada pengguna jalan. Pada studi ini, siar yang ada akan dihubungkan dengan menggunakan metode baru, yakni dengan menggunakan konstruksi lantai terus menerus menggunakan penghubung Link Slab. Studi ini akan dilakukan pada jembatan komposit dengan bentang 14 m dan 18 berdasarkan aturan Standar Bangunan Atas Jembatan komposit dari Direkorat Bina Program Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum dan SNI 1725-2016. Hasi dari studi penggunaan link slab pada stuktur jembatan komposit ini yakni memperoleh panjang link slab, panjang debonding zone pada link slab, tebal link slab, pengaruh rotasi pada panang link slab, serta pengaruh penulangan pada link slab. Kata kunci: Jembatan Komposit, Expansion Joint, Link Slab, Penulangan Link Slab. Abstract In general, many bridges in Indonesia still use a simple laying system where the abutment and the vehicle floor, as well as the vehicle floor with the vehicle floor are separated and closed with a construction built with Expansion Joints. The emergence of bridge broadcasting certainly presents several problems, including corrosion that is able to utilize bridges so that they can reduce bridges and with the use of bridges giving road users a sense of belonging. In this study, the existing broadcasters will use a new method, namely by using a continuous floor using a Link Slab connector. This study will be carried out on composite bridges with spans of 14 m and 18 based on the rules of the Composite Bridge Superstructure Standard from the Directorate General of Highways Road Development Program of the Ministry of Public Works and SNI 1725-2016. The results of the study using the link slab in this composite bridge structure were to obtain the length of the link slab, the length of the debonding zone on the link slab, the thickness of the link slab, the effect of rotation on the link slab length, and the effect of reinforcement on the link slab. Keywords: Composite Bridges, Expansion Joint, Link Slab, Reinforcement of Link Slab.
Identifikasi Kerusakan Jalan pada Perkerasan Lentur dengan Metode PCI di Jalan Kalianak Surabaya
EXTRAPOLASI Vol 19 No 02 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v19i02.7374

Abstract

Jalan Kalianak Surabaya adalah koneksi jalan untuk penyebaran tenaga kerja dan produk, sehingga perkembangan transportasi yang kemudian dipengaruhi oleh keadaan aspal saat ini di jalan - jalan tersebut. Selain itu , keadaan aspal jalan juga mempengaruhi kelancaran lalu lintas serta kenyamanan dan keamanan pengguna jalan . Penelitian ini berencana untuk menentukan nilai kondisi dan jenis kerusakan pada aspal yang tidak dapat dibengkokkan di Jalan Kalianak. Teknik yang digunakan untuk mengevaluasi keadaan aspal jalan ini adalah Pavement Condition Index (PCI). Berikut jenis kerusakan yang teridentifikasi di Ruas Jalan Kalianak terdiri dari 13 jenis kerusakan yaitu : Retak Kulit Buaya (Alligator Ceacking) dengan total luas 19,5 m2 atau (11,82%) , Kegemukan (Bleeding) dengan total luas 42,7 m2 atau (25,88%) , Retak Kotak-kotak (Block Cracking) dengan total luas 1,1 m2 atau (0,67%) , Cekungan (Bumps and Sags)dengan total luas 7,24 m2 atau (4,39%) , Keriting (Corrugation)dengani total luas 0,8 m2 atau (0,48%) , Amblas (Depression) dengan total luas 1,05 m2 atau (0,64%) , Retak Pinggir (Edge Cracking) dengan total luas 0,14 m2 atau (0,08%) , Pinggiran Jalan Turun Vertikal (Lane /Shoulder Drop Off) dengan total luas 6 m2 atau (3,64%) , Retak Memanjang /Melintang (Longitudinali /Transverse Cracking) dengan total luas 11 m2 atau (6,67%) , Tambalan (Patching and Utility Cut Patching) dengan total luas 15,4 m2 atau (9,33%) , Pengausan Agregat (Polished Aggregate) dengan total luas 51,5 m2 atau (31,21%) , Lubang (Potholes) dengan total luas 2,582 m2 atau (1,56%) , Alur (Rutting) dengan total luas 6 m2 atau (3,64%) Berdasarkan hasil penelitian, diketahui Nilai Pavement Condition Index (PCI) untuk Ruas Jalan Kalianak adalah 52,27. Dari nilai PCI yang didapat maka ruas jalan tersebut termasuk dalam kualifikasi Buruk/(Poor). Kata kunci : Jenis Kerusakan, Nilai Kondisi Perkerasan Jalan
Evaluasi Tingkat Kerusakan Jalan Berdasarkan Metode PCI (Pavement Condition Index ) Di Desa Candi Sidoarjo
EXTRAPOLASI Vol 19 No 02 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v19i02.7400

Abstract

Jalan artinya sektor yang sangat penting yang menunjang segala aktivitas manusia. Jika jalan tadi didukung sang infrastruktur jalan yang baik, maka jalan membantu seluruh aspek berkembang. karena infrastruktur jalan yang baik bisa memajukan sistem transportasi serta memajukan seluruh aktivitas ekonomi, pendidikan, pertahanan serta keamanan negara. Jalan dengan lintas padat akan mengakibatkan kerusakan jalan. Hal ini akan mengganggu keamanan, ketenangan & kelancaran kegiatan kemudian lintas. Kerusakan jalan ditimbulkan oleh banyak faktor, diantaranya beban tunggangan yang berlebihan (overload), perubahan iklim & syarat lingkungan, buruknya sistem drainase serta menyebabkan tingginya beban lalu lintas, perencanaan yang tak sempurna, serta aplikasi yang tak sinkron menggunakan rencana yang ada. serta kurangnya pemantauan kondisi jalan Desain penelitian langkah pertama untuk mengetahui kondisi lokasi penelitian yang berada di Kecamatan Candi untuk menganalisis objek nyata. pada hal ini mengamati situasi serta syarat yang terjadi di jalan. Lokasi penelitian adalah Kecamatan Candi yang terdiri dari berbagai jalan kota dan jalan desa. memakai alat roll meter, berjalan kaki kamera untuk dokumentasi lokasi, bulpoin serta daftar periksa bentuk yang bermanfaat untuk mengisi akibat pengukuran Jenis menghambatjalan, Data primer yaitu sebuah data yang didapatkan melalui subyek dalam penelitian secara langsung memakai sebuah alat ukur ataupun sebuah alat dalam mengambil data secara langsung yang ada pada subjek selaku sebuah sumber informasi, Data sekunder adalah data yang di dapat dari jurnal-jurnal atau buku-buku yang berkaitan perihal perkerasan jalan. akibat Penelitian rata rata ruas Jalan Kecamata Candi merupakan 80,8 % yang termasuk pada kategori Sangat Baik (very good), Diketahui jenis – Jenis dan persentase kerusakan pada ruas jalan Kecamtan Candi diantaranya Retak Kulit Buaya 53,33% jumlah kerusakan 40 titik, Retak Pinggir 13,33% jumlah kerusakan 10 titik, Tambalan 2,67% jumlah kerusakan 2 titik, Lubang 1,33% jumlah kerusakan 1 titik, pelepasan butir 29,33% jumlah kerusakan 40 titik. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu, pengaruh dampak akibat kerusakan jalan yang menghambat pengguna jalan serta warga secara umum antara lain Kecelakaan, ketenangan pengendara, Perekonomian rakyat, Sosial Budaya, biaya Perawatan kendaraan,Kesehatan masyarakat. tetapi jika tidak segera dilakukan perbaikan maka kerusakan lebih parah akan terjadi sebab air masuk masuk melalui celah-celah retak serta lepasnya butiran sebagai akibatnya laju percepatan kerusakan bagian atas jalan akan semakin cepat.
Penentuan Prioritas Penanganan Jalan di Kabupaten Kediri Dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process)
EXTRAPOLASI Vol 19 No 02 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v19i02.7422

Abstract

Jalan sebagai salah satu bentuk prasarana transportasi merupakan unsur penting dalam upaya pembangunan kehidupan masyarakat khususnya dalam hal pemeretaan hasil pembangunan dan keseimbangan perkembangan antar wilayah. Kabupaten Kediri memiliki beberapa ruas jalan kecamatan dengan fungsi strategis untuk menghubungkan antar wilayah kecamatan dengan panjang 133 km, terdiri dari 15 ruas jalan yang termasuk dalam kategori jalan kolektor primer serta merupakan salah satu jalur lalu lintas padat dan memegang peranan penting bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Hal tersebut akan mendorong pihak penyelenggara jalan atau pemerintah setempat agar melakukan penanganan yang maksimal. Permasalahan yang dihadapi adalah kemampuan pemerintah dalam menentukan prioritas penanganan jalan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penentuan prioritas dalam penanganan masalah ruas jalan kecamatan di wilayah Kabupaten Kediri dengan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) instrument berupa program expert choice. Kriteria yang digunakan sebagai faktor pembanding antara lain kondisi jalan, mobilitas, lalu lintas, tingkat aksesibilitas, dan kapasitas jalan. Hasil dari program tersebut dipilih dari 15 ruas jalan di Kabupaten Kediri yang menjadi prioritas adalah ruas jalan Plosoklaten – Gedangsewu. Kata kunci: AHP, Expert Choice, Proritas
The Socioeconomic Effect of Changes in Coastal Areas: A Case Study of Coastal Areas in Surabaya
EXTRAPOLASI Vol 19 No 02 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/ep.v19i02.7554

Abstract

Abstrak Selama beberapa tahun terakhir pemantauan dengan citra satelit menunjukkan kondisi garis pantai Surabaya mengalami perubahan signifikan, hal ini dikarenakan fenomena erosi, akresi dan antropogenik. Fenomena tersebut dapat menjadi ancaman terhadap lingkungan pantai Surabaya dimana masyarakat pesisir (nelayan) bergantung langsung terhadap hasil pantai dan tambak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya dampak sosial ekonomi akibat perubahan tutupan lahan khususnya area tambak. Metode yang dilakukan adalah penginderaan jauh dengan analisis metode maximum likelihood dan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2011-2017, area tambak mengalami penurunan sebesar 8,66 km2 .Berkurangnya area tambak dan jumlah produksi ikan tambak (air tawar), tidak memberikan dampak signifikan terhadap nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kategori A. Hal ini dikarenakan produksi ikan tidak hanya berasal dari tambak (air tawar) tetapi juga dari produksi ikan laut. Nilai PDRB kota Surabaya selama 3 tahun terakhir mengalami naik turun dikarenakan dampak pandemi COVID 19. Namun pada tahun 2021, nilai PDRB kota Surabaya mulai menunjukkan dampak positif. Perlu adanya pendampingan dari pemerintah terhadap nelayan tambak dan aturan pengelolaan kawasan pesisir. Diharapkan kawasan tambak dapat secara optimal memproduksi ikan air tawar dengan tujuan memberikan tambahan nilai lebih terhadap PDRB kota Surabaya kedepannya. Kata kunci: Citra Satelit, Penginderaan Jauh, Pesisir Surabaya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Tambak. Abstract Over the last few years, satellite imaging data shows that the condition of coastal lines in Surabaya has significantly changed. Several factors can contribute to this issue, such as erosion, accretion, and anthropogenic phenomena. These factors are a threat to the environment of Surabaya because many coastal communities (fishermen) are relying on beach and pond products. This research aims to better understand the socioeconomic effect of changes in land cover, especially in pond areas. To collect data, the research used remote sensing tools. The data were then analyzed using maximum likelihood and descriptive statistics methods. Results indicated that between 2011 – 2017, the pond areas declined by 8.66 km2. However, the decline of the pond areas and pond fish quantities (freshwater fish) does not have a significant impact on the value of the Gross Regional Domestic Product (GRDP) category A. One of the reasons is that fish production is not only taken from the pond (freshwater) but also from the sea. The value of Surabaya’s GRDP in the last three years is volatile due to the Covid-19 outbreak. However, in 2021, the GRDP has shown an increase. The government should play their roles by providing assistance to pond fishermen and regulating the management of coastal areas. Hopefully, pond areas can increase freshwater production in order to give an additional contribution to the GRDP of Surabaya. Keywords: Satellite images, Remote sensing, Surabaya coastal areas, Gross Regional Domestic Product (GRDP), Pond

Page 11 of 15 | Total Record : 147