cover
Contact Name
Asvic Helida
Contact Email
kppfpump@gmail.com
Phone
+6281210404178
Journal Mail Official
jurnalsylvaump@gmail.com
Editorial Address
JL. Jend.A.Yani 13 Ulu Palembang, South Sumatra, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Sylva: Jurnal Ilmu-ilmu Kehutanan
ISSN : 23014164     EISSN : 25495828     DOI : DOI: https://doi.org/10.32502/sylva.v8i1
Sylva: Jurnal Ilmu-ilmu Kehutanan publishes original research articles on all aspects of forestry and environmental sciences, including, but not limited to, the following subjects: forest and natural resource management, biodiversity conservation and management, wood science and timber technology, agroforestry and social forestry, and forest products and forestry. It serves as a primary platform for the dissemination of both theoretical and experimental research, as well as technical reviews. This journal publishes one volume per year, consisting of two issues in July and December. This journal was published by the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University of Palembang.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
ANALISIS KOMPARASI TEMPAT TUMBUH DAN JENIS ALAT SULING TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU MINYAK NILAM (Pogestemon cablin Benth.) Heptiana, Erta
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v8i2.2695

Abstract

Minyak Nilam merupakan bahan fiksatif yang paling banyak digunakan pada industri wewangian.  Namun masih terdapat kendala dalam memproduksi minyak nilam yakni rendahnya rendemen dan mutu minyak nilam.  Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pengaruh ketinggian tempat dan jenis alat suling terhadap rendemen mutu minyak nilam.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam faktorial.  Faktor 1 adalah komparasi penanaman Nilam pada  dataran tinggi (puncak) dan dataran rendah (lembah) dan Faktor 2 adalah jenis alat suling yaitu dengan sistem kukus dan sistem uap/steam, dengan 6 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ketinggian tempat dan jenis alat suling berpengaruh nyata sedangkan interaksinya berpengaruh tidak nyata. Tabel Uji BNJ menunjukkan bahwa masing–masing perlakuan berbeda nyata pada tarap uji 5%, rata– rata perlakuan T? lebih baik dibandingkan rata–rata perlakuan T?, rata–rata perlakuan S? lebih baik dibandingkan S? dan kombinasi perlakuan masing-masing berbeda tidak nyata. Tanaman nilam yang tumbuh di puncak yang terkena sinar matahari langsung dengan menggunakan sistem penyulingan uap (T?S?) memberikan rendemen terbaik. Berdasarkan hasil analisis mutu minyak Nilam terlihat perlakuan T?S? (tempat tumbuh di puncak terkena sinar matahari dan menggunakan alat suling sistem kukus) telah memberikan nilai putaran optik dan kelarutan dalam alkohol yang paling baik dibandingkan perlakuan lainnya.
PENGARUH JENIS DAN JUMLAH POHON TERHADAP IKLIM MIKRO DI TAMAN PURBAKALA BUKIT SIGUNTANG KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN Aluyah, Cik; Rusdianto, Rusdianto
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v8i2.2696

Abstract

            Ruang terbuka hijau dapat mengatasi permasalahan lingkungan hidup perkotaan karena mampu memperbaiki iklim mikro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis dan jumlah pohon terhadap kondisi iklim mikro di Taman Purbakala Bukit Siguntang, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2016 di Taman Purbakala Bukit Siguntang. Penelitian ini menggunkanan metode pengamatan langsung di lapangan dengan intensitas sampling 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan jumlah pohon berpengaruh terhadap terbentuknya iklim mikro di Taman Purbakala Bukit Siguntang, Kota Palembang, Provinsi Sumatra Selatan. Pohon yang jumlahnya lebih banyak memberikan suhu yang lebih rendah, kelembaban udara relatif yang lebih tinggi, dan kecepatan angin yang lebih rendah dibandingkan dengan pohon yang jumlahnya sedikit.  Kondisi iklim mikro di bawah tajuk berbeda dengan kondisi iklim mikro di luar tajuk. Di bawah tajuk suhu udara lebih rendah, kelembaban udara lebih tinggi, dan kecepatan angin lebih rendah dibandingkan di luar tajuk.
KAJIAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH PADA TANAH SAWAH DI BERBAGAI LOKASI DI KOTA PALEMBANG Syachroni, Sasua Hustati
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v8i2.2697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa sifat kimia tanah pada tanah sawah di berbagai lokasi di Kota Palembang.  Metode penelitian menggunakan metode survei.  Penelitian dilakukan di 10 Kecamatan di Kota Palembang yang memiliki petak sawah, pengambilan contoh tanah secara komposit pada 5 titik pengamatan di petak sawah pada kedalam 0-20 cm, kemudian dilakukan analisis di Laboratorium kimia, biologi dan kesuburan tanah UNSRI.  Dari hasil analisis yang telah dilakukan, diperoleh data sifat kimia tanah yaitu pH tanah, bahan organic, dan kapasistas tukar kation (KTK). Dari penelitian ini didapatkan hasil kandungan pH dalam tanah sawah di Kota Palembang tergolong dalam golongan masam - sangat masam , dimana nilai pH tanah pada lokasi penelitian paling tinggi ditemukan pada daerah Plaju yaitu 4,61, sedangkkan daerah Seberang Ulu I yaitu 3,69. Secara umum dengan tingkat kemasaman tersebut lokasi penelitian mempunyai tingkat kesuburan yang relatif rendah sehingga ketersediaan unsure hara bagi tanaman tergolong rendah.. kandungan bahan organik termasuk dalam golongan rendah – sedang. Kandungan  bahan organik  tertinggi ditemukan didaerah Ilir Barat II yaitu 4,54 %,  sedangkan   kandungan bahan Organik terendah ditemukan pada daerah Gandus yaitu 1,97 %. Bahan organik berkaitan erat dengan besarnya kandungan karbon organik di dalam tanah. Sedangkan  nilai kapasitas tukar kation (KTK) pada lokasi penelitian tergolong tinggi dengan kisaran nilai  25 – 40 me/g. Kapasitas tukar kation adalah jumlah kation yang dijerap dan dipertukarkan oleh tanah dan dinyatakan dalam satuan cmol(+)/kg. selain liat bahan organik merupakan   material yang dapat menyumbang KTK tanah, karena muatan negatif dari bahan organik dapat menarik kation yang bermuatan positif.
EFFEKTIFITAS ZAT PERANGSANG TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BATANG BALIK ANGIN (Mollotus paniculatus) Yuningsih, Lulu; Lensari, Delfy; Piande, Alam
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v8i2.2698

Abstract

Potensi sumber energi kita yang ada di negara Indonesia semakin hari semakin menipis yang disebabkan diambil secara terus menerus. Sumber energi yang berasal dari fosil ini jika kita ambil secara terus-menerus akan habis dan tidak bisa terbaharukan.  Oleh karena itu perlu adanya altarnatif sumber energi yang bisa diperbaharui, salah satunya energi yang bisa diperbaharui untuk menggantikan energi fosil, adalah biomasa kayu. Salah satu Kayu yang bisa di jadikan sumber energi yang bisa diperbaharui adalah kayu Balik Angin (Mollotus paniculatus). Balik Angin (Mollotus paniculatus) merupakan jenis pohon teduhan yang dapat tumbuh di hutan gugur dan hijau sepanjang tahun. Permasalahan yang ada pada perbanyakan tanaman secara generatif untuk tanaman Balik Angin adalah benih hanya bisa didapat pada musim-musim tertentu saja, sehingga perlu adanya dilakukan penelitian perbanyakan tanaman secara vegetatif salah satunya stek batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas keberhasilan pertumbuhan stek batang Balik Angin (Mollotus paniculatus) dengan menggunakan berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh (Rootone F). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan berbagai eksperimen perlakuan terhadap stek batang Balik Angin yaitu tidak diberi perlakuan   S0K Tanpa perlakuan (0 ppm) S1K Perlakuan mengunakan hormon Rootone-f dengan konsentrasi  (100 ppm), S2K Perlakuan mengunakan hormon Rootone-f dengan  konsentrasi  (200 ppm). Untuk tingkat pertumbuhan rata-rata pertumbuhan. Jumlah tunas perlakuan SOA (tanpa perlakuan)  1 tunas, S1A (100 ppm) 1 tunas S2A (200 ppm) 1 tunas. Panjang tunas perlakuan S0A (tanpa perlakuan) 2,83 cm, S1A (100 ppm) 1,72 cm, S2A(200 ppm) 0,23 cm. Jumlah jumlah perlakuan S0A (tanpa perlakuan) 2 helai,S1A (100 ppm) 1 helai, S2A (200 ppm) 1 helai. Presentase hidup perlakuan S0A ( tanpa perlakuan) 11,1 %, S1A (100 ppm) 25,5 % S2A (200 ppm) 4,44 %, panjang akar  perlakuan S0A (tanpa perlakuan  )0,421 cm, S1A (100ppm) 1,07 cm, S2A (200 ppm) 0,18 cm.
POTENSI PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KECAMATAN SEBERANG ULU II KOTA PALEMBANG Rosianty, Yuli; Fahmi, Innike Abdillah; Lensari, Delfy; Pernandes, Fredi
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v8i2.2699

Abstract

Green open space (RTH) is one of the most important elements in urban areas that can function to balance the ecological conditions in an area so that there is a balance between ecosystems and development developments in the modern era. But the pace of urban development often does not consider the existence of green space. Other than that, many people do not know the existence and function of green space, so it often looks like being ignored and not maintained. In this case, researchers are interested in identifying the potential presence of green open space in the Seberang Ulu II sub-district of Palembang. This study will collect data on the location of each green space in the Seberang Ulu II sub-district, identification of existing vegetation types, estimation of carbon storage, and the level of understanding of the Seberang Ulu II community on the existence and function of green space. The method used is to use plot sampling to determine the level of diversity of green space and the distribution of questionnaires to determine the level of community understanding. The results showed that the area of green open space in the Seberang Ulu II sub-district was only 1.88% of the total area. From the open green space location in Seberang Ulu II Subdistrict, there are 33 species of green open vegetation plants. Where Angsana plants (Pterocarpus indicus), trembesi (Albizia saman), palm (Elaeis guineensis Jacq.), Glodogantiang (Polyathea longifolia) and palm (Mascarena sp) become a plant that dominates and has the highest INP value.Ruang terbuka hijau (RTH) merupakan salah satu elemen terpenting di perkotaan yang dapat berfungsi untuk menyeimbangkan keadaan ekologi pada suatu kawasan agar terjadi keseimbangan antara ekosistem dan perkembangan pembangunan di era modern.  Tetapi, laju pembangunan perkotaan seringkali tidak mempertimbangkan keberadaan RTH. Selain itu,  banyak masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan dan fungsi RTH sehingga sering terlihat seperti terabaikan dan tidak terpelihara. Dalam hal ini peneliti tertarik untuk mengidentifikasi potensi keberadaan RTH di Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang. Penelitian ini akan dilakukan pendataan lokasi luas masing-masing RTH yang ada di Kecamatan Seberang Ulu II, identifikasi jenis vegetasi yang ada, dan estimasi simpanan karbon, serta tingkat pemahaman msyarakat Seberang Ulu II terhadap keberadaan dan fungsi RTH. Metode yang digunakan adalah menggunakan plot sampling untuk mengetahui tingkat keanekaragaman RTH dan penyebaran kuesioner untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luasan RTH di Kecamatan Seberang Ulu II hanya sebesar 1,88% dari luasan wilayahnya. Dari lokasi RTH yang tersebar di Kecamatan Seberang Ulu II terdapat 33 jenis tanaman penyusun vegetasi RTH dimana tanaman angsana (Pterocarpus indicus), trembesi (Albizia saman), sawit (Elaeis guineensis Jacq.), glodogantiang (Polyathea longifolia) dan palem (Mascarena sp) menjadi tanaman yang mendominasi dan memiliki nilai INP tertinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5