Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

KINERJA PENGELOLAAN HUTAN TANAMAN RAKYAT AIR TEBANGKA DITINJAU DARI ASPEK EKOLOGI, SOSIAL DAN EKONOMI Lensari, Delfy; Fidiah, Fidiah
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v5i1.465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja Hutan Tanaman Rakyat Air Tebangka ditinjau dari Aspek Ekologi, Aspek Ekonomi dan Aspek Sosial. Penelitian telah dilaksanakan di kawasan Hutan Tanaman Rakyat Air Tebangka, dimana pada kawasan ini sudah keluar izin prinsip dari Menteri Kehutanan sebagai areal cadangan Hutan Tanaman Rakyat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan November 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan metode kuisioner, pengamatan dan pengukuran data lapangan. Pendekatan kualitatif dilakukan dengan menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian Hutan Tanaman Rakyat Air Tebangka memiliki kondisi vegetasi yang cukup baik, dengan indikator Indeks Nilai Penting jenis tanaman yang cukup tinggi terdapat pada pohon penghasil buah dan getah. Hutan Tanaman Rakyat Air Tebangka memiliki status lahan sebagai lahan hak milik yang dimiliki oleh satu keluarga. Hutan Tanaman Rakyat Air Tebangka memberikan kontribusi pendapatan yang cukup besar bagi masyarakat (81%).
PENGARUH MEDIA TANAM DAN SUNGKUP TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT GAHARU (Aquilaria sp) Anggara, Muhammad Apriadi; Marlina, Neni; Lensari, Delfy
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v6i1.890

Abstract

Perdagangan gaharu Indonesia sebagian besar masih dalam bentuk bahan mentah (raw material) yang hingga tahun 1998 mampu memasok lebih dari 600 ton per tahun. Tetapi sejak tahun 2004 produksi gaharu Indonesia terus menurun. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pertumbuhan bibit gaharu pada masing-masing media tanam, perlakuan sungkup, dan mengetahui interaksi antara media tanam dan sungkup terhadap pertumbuhan bibit gaharu. Penelitian ini dilaksanakan  di pembibitan CV. BUMI HARUM Desa Sukamaju Kecamatan Buy Madang Timur Kabupaten OKU Timur pada bulan Mei - Agustus 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial (RALF) yang terdiri atas 2 faktor  perlakuan. Faktor pertama adalah perlakuan tanpa Sungkup dan perlakuan Sungkup. Faktor kedua adalah media tanam terdiri dari 4 taraf yaitu tanah saja, tanah + sekam padi, tanah + pupuk kandang kambing, tanah + sekam padi + pupuk kandang kambing, dengan perbandingan 1:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam tanah + sekam dengan perlakuan sungkup dan interaksinya memberikan pertumbuhan terbaik. Hal ini dapat dilihat dari Tinggi Bibit (18,28), diameter batang (1,60), Jumlah Daun (10,50), Panjang Akar (8,78), persentase bibit (100,00%). Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah pada perlakuan media tanam tanah dan sekam (1:1)  dan interaksinya memberikan pertumbuhan terbaik pada peubah jumlah daun (10,50 helai) dan persentase bibit hidup (100%). Perlakuan sungkup memberikan pertumbuhan terbaik terhadap peubah tinggi tanaman dan jumlah daun bibit gaharu.
PENGARUH DOSIS URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TREMBESI (Samanea saman) Malwani, Fanny; Rosianty, Yuli; Lensari, Delfy
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v3i1.157

Abstract

The purpose of the study were: 1 ) to determine the best dose of cow urine is used as a liquid organic fertilizer in the seedling growth Trembesi ( Samanea saman ) in poly bags. This research was conducted in the area of land home page . On the road. Manuscript Km 7 , District No. Sukarami . 23 . The timing of the start in April to July 2013. Methods of observation in this study using a randomized block design (RBD) Non Factorial with cow urine fertilizer treatments consisting of D0 = 0 ml (control) , D1 = 25 ml cow urine / 500 ml of water / plant , D2 = 50 ml cow urine /500 ml of water / plant , D3 = 75 ml cow urine / 500 ml of water / plant , and D4=100 ml of cow urine / 500 ml of water / plant . The results showed that treatment of cow urine fertilizer very significant effect on plant height , diameter , number of leaves , number of branches and root length of seedlings Trembesi . Conclusions based on the results of the study that a dose of 75 ml of cow urine / 500 ml of water/plant gives best results on seedling growth Trembesi , relating to the cultivation of plants Trembesi maintained its sustainability .
IDENTIFIKASI JENIS VEGETASI RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DI KECAMATAN SEBERANG ULU II KOTA PALEMBANG SUMATERA SELATAN Subranto, Topan; Rosianty, Yuli; Lensari, Delfy
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v5i1.467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koordinat dan luas masing-masing RTH yang ada di Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang Sumatera Selatan. Penelitian mulai Juni 2015-Agustus 2015. Pengukuran data titik koordinat RTH di Kecamatan Seberang Ulu II dilakukan menggunakan alat GPS (Global Positioning System) dan untuk mengukur RTH berbentuk persegi panjng dan jalur hijau di kiri kanan jalan raya menggunakan rumus luas persegi panjang serta untuk RTH yang berbentuk lingkaran, cara mencari luasnya menggunakan rumus luas lingkaran. Kawasan RTH yang ada di Kecamatan Seberang Ulu II yaitu kawasan Patra Jaya merupakan kawasan RTH terluas dengan titik koordinat S 02059’514” E 104047’948” dan luasannya 72.220 m2. Luas RTH di Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang adalah 170.200 m2 atau 17,02 Ha hanya memenuhi 1,60% dari luas seluruh wilayah Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang. Jenis pohon terbanyak yang ditemukan di kawasan RTH Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang adalah Angsana (Pterocarpus indicus) dan terbanyak kedua adalah Gelodokan Tiang (Polyathea longifolia).
HARMONISASI PERUSAHAAN DAN MASYARAKAT DI WILAYAH KPHP MERANTI DESA PANGKALAN BULIAN KECAMATAN BATANGHARI LEKO KABUPATEN MUSI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Tobri, Al Muhibut; Yuningsih, Lulu; Lensari, Delfy
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v5i1.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pendataan perusahaan yang ada di sekitar KPHP Meranti Desa Pangkalan Bulian, mengetahui tatanan kehidupan masyarakat, mengetahui permasalahan masyarakat dan perusahaan serta untuk mengetahui peran yang dilakukan perusahaan terhadap kesejahteraan masyarakat Desa Pangkalan Bulian. Penelitian ini dilakukan di KPHP Meranti Desa Pangkalan Bulian Kecamatan Batanghari Leko Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan, dan dilaksanakan pada bulan Juli tahun 2016. Pendataan perusahaan yang berada di KPHP Meranti Desa Pangkalan Bulian yang dilakukan secara sensus. Pengambilan data permasalahan masyarakat secara umum, permasalahan perusahaan, tanggapan masyarakat terhadap program perusahaan dan peran perusahaan dilakukan melalui metode quisioner dan wawancara langsung. Populasi dari penelitian ini adalah masyarakat Desa Pangkalan Bulian dan perusahaan yang berada di Desa Pangkalan Bulian. Pendataan permasalahan masyarakat dilakukan secara sampling dengan menggunakan snowball sampling. Data yang dikumpulkan dalam penelitian terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan dari hasil wawancara dengan masyarakat dilapangan. Data sekunder diperoleh dari data dinas atau instansi terkait dengan penelitian ini, diantaranya data tentang keadaan umum daerah, data umum penelitian dan data-data lainnya yang dapat menunjang penelitian ini. Data-data perusahaan yang dihasilkan dari survei akan ditampilkan secara tabulasi. Metode analisis data harmonisasi perusahaan dengan masyarakat menggunakan skala likert. Dari hasil penelitian diketahui ada empat perusahaan yang berbatasan langsung dengan Desa Pangkalan Bulian. Sebagian besar mata pencaharian penduduk sebagai petani dan penambang minyak tradisional. Permasalahan penduduk mulai dari permasalahan dalam pengembangan wilayah, permasalahan dibidang sosial budaya dan di bidang perekonomian. Dari sejumlah program dan pelatihan yang diberikan perusahaan kepada masyarakat belum dapat meningkatkan perekonomian masyarakat hal ini diakibatkan oleh ketidak sesuaian dengan keadaan desa dan kebiasaan masyarakat.
PERSEPSI DAN RESPON MASYARAKAT TERHADAP KEBAKARAN DI LAHAN GAMBUT DI DESA SECONDONG KECAMATAN PAMPANGAN KABUPATEN OKI SUMATERA SELATAN Adryansyah, Adryansyah; Iskandar, Sutarmo; Lensari, Delfy
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v5i1.468

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Secondong Kecamatan Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, dari bulan Januari sampai Maret 2015. Penelitian ini menggunakan metode quisioner dan wawancara mendalam (Indepth interview). Untuk mengetahui persepsi dan respon masyarakat terhadap kebakaran di lahan gambut. Berdasarkan hasil analisis data dilapangan didapat data Persepsi masyarakat terhadap pengetahuan kebakaraan dilahan gambut bahwasannya masyarakat mengetahui kebakaran dan penyebabnya. Berdasarkan persepsi masyarakat terhadap penyebab kebakaraan dilahan gambut yaitu masyarakat mengetahui penyebab kebakaran di lahan gambut, yang diakibatkan adanya masyarakat yang membuka lahan untuk keperluan pertanian dan perkebunan ditambah iklim yang pada saat itu terjadi kemarau panjang mengakibatkan lahan gambut menjadi mudah terbakar. Persepsi masyarakat terhadap dampak kebakaran di lahan gambut di Desa Secondong, juga ikut berdampak terhadap Kesehatan, Perekonomian, Pendidikan dan terhadap Interaksi Sosial Masayarakat. Respon aktif masyarakat Desa secondong sangat baik dikarenakan masyarakat ikut membantu dalam pemadaman kebakaran di lahan gambut. Respon aktif ini juga di ikuti oleh adanya bantuan dari pemerintah setempat seperti menurunkan personel TNI dan Manggala Agni untuk memadamkan api yang berada di lahan gambut. Berdasarkan hasil analisis data respon pasif masyarakat yang berada di Desa Secondong didapat bahwa masyarakat melapor ke pihak terkait seperti Kades/RT yang kemudian untuk dilakukannya tindakan pemadaman.
PENGARUH SEBARAN VEGETASI TERHADAP SUHU DAN KELEMBABAN PADA TAMAN WISATA ALAM (TWA) PUNTI KAYU KOTA PALEMBANG Rosianty, Yuli; Lensari, Delfy; Handayani, Pini
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v7i2.1543

Abstract

Taman Wisata (TWA) Punti Kayu mempunyai peranan yang penting dalam menjaga keseimbangan iklim Kota Palembang melalui kemampuan dalam menyerap dan menyimpan karbon. Keberadaan dari vegetasi di TWA dapat mempengaruhi kondisi iklim setempat, mampu merubah suhu dan kelembaban udara.   Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui pengaruh sebaran vegetasi terhadap suhu dan kelembaban  yang  ada di TWA Punti  Kayu dilakukan dengan menggunakan metode survey dengan teknik purposive sampling dari luas Hutan wisata Alam Punti Kayu. Data yang diambil meliputi jenis data vegetasi, suhu udara dan kelembaban udara. selanjutnya akan dihitung nilai INP dan suhu serta kelembabannya. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa Taman Wisata Alam (TWA) memiliki 18 jenis vegetasi pohon yaitu Pinus (Pinus mercusii), Talok (Muntingia calabura), Mahoni (Swietenia macrophylla), Akasia (Acacia mangium, Jarak (Jatropha curcas), Sungkai (Peronema canescen), Kelapa (Cocos nucifera), Angsana (Pterocarpus indicus), Jambu Eropa (Syzygium sp), Ketapang (Terminalia catappa), Salam (Syzygium polyanthum), Sonokeling (Dalbergia latifolia), Pulai (Alstonia scholaris), Bengkal (Albizia procera), Balam (Palaquiun qutta), Aren (Arenga pinnata), Sengon (Albizia chinensis ) dan Bungur (Lagerstroemia speciosa),. Taman Wisata Alam Punti Kayu terdapat tiga zona yaitu Zona Pemanfaatan, Zona Perlindungan, Zona Rawa, Zona perlindungan dengan luas 4,5 ha memiliki sebaran vegetasi yang lebih beragam dibanding zona pengelolaan lainnya, ditemukan 12 jenis pohon yang di dominasi oleh bungur (Lagerstroemia Sp) dan pinus (pinus mercusii) dengan kerapan relatif tertinggi pinus mencapai kelembaban yang lebih tinggi ( 85,50% ) dengan suhu paling rendah ( 28,60OC) dibandingkan dengan Zona pengelolaan lainnya. Pada Zona pemanfaatan dengan luas 39,90 Ha memiliki sebaran vegetasi didominasi jenis pinus, mahoni dan akasia yang sudah tertata dan banyak ditemukan obyek wisata dan wahana permainan memiliki kelembaban rata-rata 74,7% dengan suhu rata-rata 30,62 OC. Sedangkan zona rawa dengan luas 5,60 Ha memiliki kelembaban paling rendah dan suhu paling tinggi dibanding dua zona lainnya (53,33% dan 33,28OC), hal ini dikarenakan pada zona rawa banyak ditemukan lahan terbuka dengan vegetasi yang sedikit dan didaminasi oleh rerumputan.
EFFEKTIFITAS ZAT PERANGSANG TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN STEK BATANG BALIK ANGIN (Mollotus paniculatus) Yuningsih, Lulu; Lensari, Delfy; Piande, Alam
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v8i2.2698

Abstract

Potensi sumber energi kita yang ada di negara Indonesia semakin hari semakin menipis yang disebabkan diambil secara terus menerus. Sumber energi yang berasal dari fosil ini jika kita ambil secara terus-menerus akan habis dan tidak bisa terbaharukan.  Oleh karena itu perlu adanya altarnatif sumber energi yang bisa diperbaharui, salah satunya energi yang bisa diperbaharui untuk menggantikan energi fosil, adalah biomasa kayu. Salah satu Kayu yang bisa di jadikan sumber energi yang bisa diperbaharui adalah kayu Balik Angin (Mollotus paniculatus). Balik Angin (Mollotus paniculatus) merupakan jenis pohon teduhan yang dapat tumbuh di hutan gugur dan hijau sepanjang tahun. Permasalahan yang ada pada perbanyakan tanaman secara generatif untuk tanaman Balik Angin adalah benih hanya bisa didapat pada musim-musim tertentu saja, sehingga perlu adanya dilakukan penelitian perbanyakan tanaman secara vegetatif salah satunya stek batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektifitas keberhasilan pertumbuhan stek batang Balik Angin (Mollotus paniculatus) dengan menggunakan berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh (Rootone F). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan melakukan berbagai eksperimen perlakuan terhadap stek batang Balik Angin yaitu tidak diberi perlakuan   S0K Tanpa perlakuan (0 ppm) S1K Perlakuan mengunakan hormon Rootone-f dengan konsentrasi  (100 ppm), S2K Perlakuan mengunakan hormon Rootone-f dengan  konsentrasi  (200 ppm). Untuk tingkat pertumbuhan rata-rata pertumbuhan. Jumlah tunas perlakuan SOA (tanpa perlakuan)  1 tunas, S1A (100 ppm) 1 tunas S2A (200 ppm) 1 tunas. Panjang tunas perlakuan S0A (tanpa perlakuan) 2,83 cm, S1A (100 ppm) 1,72 cm, S2A(200 ppm) 0,23 cm. Jumlah jumlah perlakuan S0A (tanpa perlakuan) 2 helai,S1A (100 ppm) 1 helai, S2A (200 ppm) 1 helai. Presentase hidup perlakuan S0A ( tanpa perlakuan) 11,1 %, S1A (100 ppm) 25,5 % S2A (200 ppm) 4,44 %, panjang akar  perlakuan S0A (tanpa perlakuan  )0,421 cm, S1A (100ppm) 1,07 cm, S2A (200 ppm) 0,18 cm.
KONTRIBUSI AGROFORESTI REPONG DAMAR TERHADAP PENDAPATAN MASYARAKAT Lensari, Delfy; Yuningsih, Lulu
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v6i1.894

Abstract

Sumberdaya hutan mempunyai fungsi terhadap kehidupan manusia, baik secara langsung, maupun secara tidak langsung. Salah satu cara untuk mengurangi kerusakan hutan adalah diikutsertakan masyarakat dalam memelihara hutan misalnya dengan sistem agroforestri. Sistem agroforestri selalu ada interaksi ekologi, sosial dan ekonomi. Salah satu contoh agroforestri tersebut adalah Repong Damar di Pesisir Krui Lampung yang menghasilkan produk getah damar (Shorea javanica). Penelitian dilakukan di Desa Penengahan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung selama 2 bulan. Populasi penelitian adalah masyarakat (petani damar) dengan jumlah responden sebesar 35 KK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Parameter pendapatan masyarakat yang diukur adalah pendapatan dari usaha mengelola Repong Damar (dalam Rp. per tahun), pendapatan di luar usaha mengelola Repong Damar (dalam Rp. per tahun), dan pendapatan per kapita (dalam Rp. per tahun). Petani Repong Damar di Desa Penengahan memiliki rata-rata pendapatan dari Repong Damar sebesar Rp. 16.120.000/KK/tahun, Pendapatan di luar Repong Damar berkisar antara Rp. 4.200.000/KK/tahun sampai dengan Rp. 24.000.000/KK/tahun dan rata-rata pendapatan per kapita masyarakat di Desa Penengahan adalah sebesar Rp.5.169.200/orang/tahun atau Rp. 430.800/orang/bulan. Faktor yang mempengaruhi aspek pendapatan masyarakat tersebut adalah jumlah anggota rumah tangga, luas lahan Repong Damar, dan sumber pendapatan masyarakat yang berbeda-beda.
TINGKAT PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN RTH JAKABARING SPORT CITY PALEMBANG Rosianty, Yuli; Lensari, Delfy; Arfan, Muhammad
Sylva : Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sylva.v7i1.1082

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan berperanan dalam menjaga keseimbangan ekologis kota tetapi dalam aktifitas pembangunan kota RTH sering kali terjadi alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman masyarakat terhadap ruang terbuka hijau (RTH) Jakabring Sport City. Penelitian ini dilakukan di Stadion Jakabring Sport City Kecamatan Jakabaring Kota Palembang Provinsi Suamtera. Penelitian ini menggunakan metode penelitian survey dengan pendekatan kualitatif pengambilan sampel dengan menggunakan metode purposive sampling kemudian data dianalisa dengan menggunakan skala likert. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa masyarakat sekitar memiliki tingkat pemahaman yang tinggi terhadap Ruang terbuka hijau RTH Jakabaring Sport City ditinjau dari aspek ekologi, sosial, dan ekonomi dengan tingkat pemahaman sebesar 73,18%, menunjukkan bahwa masyarakat paham dan mengerti keberadaan kawasan RTH yang berkaitan dengan fungsi-fungsi dari aspek-aspek lingkungan, masyarakat juga paham bahwa RTH Jakabaring Sport City dapat dijadikan sebagai kegiatan pertemuan antar negara dalam kegiatan olahraga dan wisata serta kawasan ini juga dapat dijadikan tempat usaha masyarakat sebagai pedagang kecil.