cover
Contact Name
Desrika Talib
Contact Email
desrikatalib@umgo.ac.id
Phone
+6285394032544
Journal Mail Official
desrikatalib@umgo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. H. Mansoer Pateda, Ds. Pentadio Timur, Telaga Biru, Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP)
ISSN : -     EISSN : 27209873     DOI : doi.org/10.31314/tulip
Core Subject : Social,
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) is a Journal published by Tourism Department of Universitas Muhammadiyah Gorontalo Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP), with E-ISSN 2720-9873 (Online) is a Peer-reviewed journal published twice in June and December by Tourism Department, Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Tulip aims to disseminate and provide information to the parties concerned in the study of Tourism. Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) is a scientific journal in the field of tourism studies. The manuscript can be a research paper, review articles, as well as conceptual, technical, and methodological papers on all aspects, includes research findings, experimental design, analysis, and recent application in tour and travel studies. The scope of these areas includes tourism planning, geography, tourism management, destination, traveling, environment, economics, gastronomic, heritage, and culture. Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) has been reexamined by peer victims. Unacceptable in this regard will be the right of the Editorial Board based on the words of colleagues
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2025): Juni" : 9 Documents clear
Potensi Al-Fattah Garden Sebagai Wisata Edukasi: Sebuah Analisis Komponen Pariwisata (4A) Igirisa, Sufriyanto; Lagalo, Anggraeni M.S; Talib, Desrika
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.1.15-22.2025

Abstract

Al-Fattah Garden berpotensi dijadikan sebagai wisata edukasi karena terdapat kegiatan edukasi, dimana wisatawan yang berkunjung diajarkan nama, jenis dan manfaat tanaman. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi potensi Al-Fattah Garden sebagai wisata edukasi yang dianalisis menggunakan komponen pariwisata (4A) Attraction, Amenities, Accessilibility, Ancilliary. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara bersama 10 informan, dokumentasi. Kajian ini mengindikasikan Al-Fattah Garden berpotensi sebagai wisata edukasi karena wisatawan berkunjung memperoleh edukasi seperti nama, jenis, manfaat tanaman. Selain itu, memperoleh pengalaman baru dengan terlibat dalam proses menanam hingga memanen. Amenitas perlu fasilitas penunjang seperti toilet, tempat berkumpul wisatawan. Kelembagaan harus dibentuk guna mengelola Al-Fattah Garden. Al-Fattah Garden sebagai wisata edukasi termasuk wisata edukasi berbasis agrobisnis, dimana memanfaatkan lahan pertanian sebagai atraksi utama. Kajian ini sebagai pengetahuan tambahan bagi para akademisi, dinas terkait dengan memperkenalkan konsep wisata edukasi berbasis agrobisnis, kepada pemilik Al-Fattah Garden bahwa terdapat potensi untuk dijadikan sebagai wisata edukasi
Dampak Pengembangan Pariwisata Dalam Perspektif Masyarakat Desa Adat Canggu, Bali Pramudya, Wisnu; Ahimsa-Putra, Heddy Shri; Widiyastuti, Dyah
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.1.73-83.2025

Abstract

This study explores the impacts of tourism development from the perspective of indigenous people in Canggu, Bali (a village undergoing rapid transition from agriculture to tourism). As tourism reshapes the physical, socio-cultural, and economic landscape of Canggu, concerns arise over the sustainability of this transformation. Using a qualitative approach, data were gathered through participant observation and in-depth interviews with 17 informants, followed by thematic analysis. Findings indicate that tourism has brought economic benefits such as increased income, new job opportunities, and improved infrastructure. Ownership of accommodation units by many households reflects a relatively equitable distribution of economic gains. However, the shift away from agriculture raises concerns about food security and the erosion of traditional livelihoods. Culturally, tourism has helped revive arts and rituals, yet also risks commodification and altered communal values. Traditions like Ngayah have adapted into more pragmatic forms. Environmentally, residents are worried about land conversion, congestion, pollution, water scarcity, and the existence of irrigation systems like Subak. Weak regulation and declining trust in governance worsen these issues. Despite this, tourism remains widely supported, highlighting a tension between economic benefit and ecological stability. The study calls for community-driven tourism strategy that balances growth with cultural and environmental sustainability.
Strategi Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Sembalun Asti Az-Zahra, Lale; Damayanti, Titien; Mahadewi, Ni Made Eka
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.1.23-37.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan pariwisata berkelanjutan di Desa Sembalun, serta merumuskan strategi yang tepat guna mendukung keberlanjutan sektor tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mix method), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada para pemangku kepentingan dan observasi langsung di lapangan. Analisis dilakukan menggunakan metode SWOT, IFAS, EFAS, serta Matriks IE. Hasil analisis menunjukkan bahwa posisi pengembangan pariwisata Desa Sembalun berada pada Kuadran II (Selective Growth and Build) dengan skor IFAS sebesar 2,62 dan EFAS sebesar 3,22. Strategi utama difokuskan pada pemanfaatan kekuatan lokal, termasuk potensi alam, budaya, dan kearifan lokal, untuk merespons peluang dari tren meningkatnya minat terhadap wisata berbasis alam. Grand strategy mencakup penguatan ekonomi masyarakat lokal, pengembangan pariwisata berbasis komunitas, peningkatan investasi hijau, pelestarian budaya, konservasi lingkungan, serta sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan. Seluruh strategi tersebut dirancang untuk mendorong pertumbuhan pariwisata yang inklusif, partisipatif, serta ramah lingkungan, sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Pengaruh Daya Tarik Wisata, Sapta Pesona dan Wom Terhadap Keputusan dan Kepuasan Pengunjung Canegia, Genta; Sukma, Rivera Pantro
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.1.38-50.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam pengaruh daya tarik wisata, Sapta Pesona, dan Word of Mouth (WOM) terhadap keputusan berkunjung dan tingkat kepuasan pengunjung di destinasi wisata Fort Marlborough, Bengkulu. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode analisis Structural Equation Modeling (SEM) yang diolah melalui perangkat lunak SmartPLS 3.0. Sebanyak 120 responden dipilih melalui teknik purposive sampling, yaitu individu yang telah melakukan kunjungan ke Fort Marlborough minimal dua kali. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel Sapta Pesona dan WOM berpengaruh signifikan terhadap pembentukan keputusan berkunjung dan kepuasan pengunjung. Sebaliknya, variabel daya tarik wisata tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap kedua variabel endogen. Selain itu, keputusan berkunjung tidak secara langsung memengaruhi tingkat kepuasan yang dirasakan oleh pengunjung dan tidak terbukti memiliki peran sebagai mediasi dalam hubungan antarvariabel eksogen terhadap kepuasan pengunjung. Temuan ini menekankan pentingnya pengalaman langsung dan komunikasi interpersonal dalam menciptakan kepuasan pengunjung destinasi wisata. Studi ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pengelolaan destinasi wisata berbasis pengalaman.
Meningkatkan Ekowisata Melalui Keterlibatan Masyarakat dan Keberlanjutan Lingkungan: Pembelajaran dari Gunung Muria Mukasyaf, Aziz Akbar; Saputra, Zidan Wahyu
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.1.51-64.2025

Abstract

Mount Muria, located on the border of Kudus, Pati, and Jepara in Central Java Province, holds great potential as an ecotourism destination. Despite limited promotion and exploration, the area offers stunning natural scenery and opportunities for nature-based and religious hiking ecotourism. This study aims to identify the development potential of hiking ecotourism on Mount Muria, specifically at Puncak 29 and Puncak Natas Angin. A quantitative descriptive approach was employed, integrated with a SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis to formulate development strategies. Data collection was conducted using field observations and in-depth interviews with stakeholders such as local communities, hikers and tourism managers. The SWOT analysis revealed that the main strengths of the two peaks lie in their natural beauty, religious tourism appeal, and biodiversity, while weaknesses include inadequate infrastructure and facilities. Threats such as waste management issues, low environmental awareness, and landslide risks also emerged. The results indicate that both locations fall into the "Growth" category, implying substantial opportunities for sustainable development. This study recommends enhanced environmental awareness, infrastructure improvement, and collaborative efforts between local communities and the government to foster ecotourism that benefits the local economy while ensuring ecological preservation.
Pengembangan Potensi Kampung Wisata: Studi Kasus Kampung Foramadiahi, Kota Ternate, Maluku Utara Hirto, Vidhia Agmareina; Ayuningsih, Asti; Limpas, Zulhajnie Wildayanti
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.1.1-14.2025

Abstract

Foramadiahi merupakan kampung tertua di Kota Ternate dengan perkembangan kepariwisataan yang terlihat pada tahun 2023. Analisis potensi daya tarik wisata merupakan langkah awal agar pengembangannya sesuai dan tidak terjadi duplikasi atraksi yang terkesan tidak sesuai dengan karakteristik masyarakat ataupun lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kampung Foramadiahi sebagai destinasi wisata yang dilihat dari aspek atraksi wisata, amenitas, dan aksesibilitasnya, serta arah pengambangan infrastruktur pariwisata pada Kampung Foramadiahi. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan sebanyak 20 stakeholder sebagai peserta, dan studi literatur. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa Kampung Foramadiahi memiliki potensi sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik wisata sejarah, budaya, dan alam. Pengembangan wisata Kampung Foramadiahi dapat menggunakan pendekatan pariwisata berbasis komunitas dengan melakukan penguatan kelembagaan, pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM), promosi dan pemasaran, serta kemitraan strategi. Adapun arah pengembangan infrastruktur wisata diantaranya melalui penyediaan Tourism Information Center (TIC), tempat parkir, gapura identitas, kawasan kuliner, Tourism Orientation Directional Sign (TODS), rambu interpretasi, menara pandang, dan rest area. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi terkait daya tarik wisata Kampung Foramadiahi dan menjadi referensi dalam pembangunan kampung secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Komplek Candi Arjuna Dieng Banjarnegara Umiyati, Umiyati; Putranto, Dwiyono; Sukarti, Sukarti
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.1.65-72.2025

Abstract

Komplek Candi Arjuna di Dieng, Banjarnegara, merupakan situs warisan budaya dengan potensi besar untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis SWOT, mencakup aspek ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan lima informan kunci, observasi lapangan pada November 2024, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan kesadaran budaya lokal. Namun, tantangan seperti distribusi manfaat ekonomi yang tidak merata, rendahnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan, serta keterbatasan infrastruktur seperti parkir dan sanitasi, serta pengelolaan sampah yang kurang optimal, masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini merumuskan strategi berbasis kekuatan lokal, seperti nilai sejarah candi, dan peluang eksternal, seperti dukungan pemerintah melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 serta tren wisata edukatif. Strategi ini juga mengatasi kelemahan dan ancaman melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata. Dengan demikian, pengelolaan Komplek Candi Arjuna dapat menjadi model pariwisata berkelanjutan yang inklusif dan adaptif di Indonesia. Rekomendasi meliputi penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan perbaikan pengelolaan lingkungan untuk keberlanjutan jangka panjang.
Perbedaan Persepsi Istilah Pariwisata Halal dan Pariwisata Ramah Muslim Taufiq, Muhammad Luqman
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.1.84-89.2025

Abstract

Persepsi masyarakat terhadap istilah pariwisata halal masih memunculkan beragam konflik di masyarakat yang menjadi tujuan utama wisata Indonesia. Berbagai istilah pernah disampaikan oleh berbagai kalangan termasuk pemegang kebijakan untuk menjelaskan definisi dari istilah pariwisata halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan pemahaman mengenai pariwisata halal dikalangan praktisi dan akademisi pariwisata didasarkan pada konsep pariwisata halal yang disampaikan oleh pemerintah. Menggunakan data dari para informan yang didapatkan secara random sampling, penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif deskriptif. Hasil yang didapatkan dalam analisis data yaitu masih terdapat perbedaan pemahaman dikalangan akademisi dan pelaku wisata mengenai konsep pariwisata halal termasuk perbedaan pandangan dengan definisi yang disampaikan oleh Kementerian Pariwisata. Perbedaan pemahaman di masyarakat tersebut diakui oleh informan dan diperlukan alternatif penamaan konsep yang bisa diterima khalayak umum. Konsep Muslim friendly tourism atau pariwisata ramah muslim menjadi pilihan alternatif brand ke depan yang lebih mudah diterima dan dipahami oleh seluruh stakeholder dan masyarakat keseluruhan.
Homestay di Gorontalo: Terstandarisasi Global di ASEAN atau Masih Lokal? Hatibie, Irma Kharisma; Husain, Yeristiawati; Dai, Srilian Laxmiwaty
Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP) Vol 8, No 1 (2025): Juni
Publisher : Program Studi S1 Pariwisata, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/tulip.8.1.90-99.2025

Abstract

Standarisasi homestay di suatu daerah sangat penting untuk dilakukan karena dapat meningkatkan kualitas pelayanan, reputasi, dan daya tarik wisata, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. Namun, keberadaan homestay saat ini perlu mendapat perhatian dan strategi pengembangan karena adanya tantangan dari sisi permintaan dan penawaran. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sebaran homestay di daerah Provinsi Gorontalo dengan menggunakan standarisasi homestay ASEAN untuk mengukur apakah sebaran homestay di Gorontalo dapat bersaing secara global di industri pariwisata. Penelitian ini menggunakan survei kuantitatif dengan subjek penelitian yaitu 12 pengelola homestay di Provinsi Gorontalo. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas homestay di Provinsi Gorontalo memiliki potensi yang kuat untuk bersaing di tingkat global. Hal ini dibuktikan melalui kinerja mereka dalam penilaian berdasarkan Standar Homestay ASEAN, di mana homestay-homestay tersebut memperoleh rata-rata total skor bobot sebesar 76,4%. Skor ini menempatkan mereka dalam kategori 'Sangat Baik (Excellent)', yang mencerminkan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap standar mutu regional yang telah ditetapkan dan mengindikasikan bahwa pengelola homestay di Gorontalo telah berhasil menerapkan berbagai aspek utama dalam standar ASEAN. Kepatuhan terhadap standar ini tidak hanya meningkatkan daya tarik homestay bagi wisatawan internasional, tetapi juga mendukung tujuan yang lebih luas dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di kawasan ASEAN.   

Page 1 of 1 | Total Record : 9