cover
Contact Name
Hasrul Rahman
Contact Email
hasrul.rahman@pbsi.uad.ac.id
Phone
+6285725773388
Journal Mail Official
jurnal.genre@pbsi.uad.ac.id
Editorial Address
Jalan Kolektor Ring Road Selatan, Tamanan Banguntapan Bantul Yogyakarta
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
ISSN : -     EISSN : 27162613     DOI : https://doi.org/10.26555/jg.v2i2.3918
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) merupakan jurnal ilmiah mahasiswa pada Program Studi Pendidikan Bahasa dan Satra Indonesia, Universitas Ahmad Dahlan. Jurnal ini menerbitkan hasil penelitian mahasiswa yang berhubungan dengan pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, kajian linguistik dan pengajarannya, serta kajian sastra dan pengajarannya. Jurnal ini terbit 2 kali setahun, Agustus, dan Februari. E-ISSN = 2716-2613. Jurnal ini bertujuan untuk menampung hasil penelitian mahasiswa Prodi PBSI, UAD dan di luar UAD yang memiliki jalinan kerja sama. Ruang lingkup jurnal ini adalah mahasiswa perguruan tinggi pada prodi PBSI yang berkerja sama dengan UAD. Fokus jurnal ini adalah pengajaran bahasa dan sastra Indonesia, kajian linguistik dan pengajarannya, serta kajian sastra dan pengajarannya.
Articles 202 Documents
Ironi digital dalam literasi membaca siswa madrasah ibtidaiyah: Analisis sistematis atas kesenjangan teknologi dan pedagogi Durotul Bariroh; Abdul Wachid Bambang Suharto
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) in Progress
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i2.16394

Abstract

Kemajuan teknologi digital dalam pendidikan dasar menghadirkan paradoks: akses informasi meningkat, tetapi kemampuan literasi membaca siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) tidak menunjukkan peningkatan yang sebanding. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesenjangan antara integrasi teknologi digital dan capaian literasi membaca siswa MI melalui pendekatan systematic literature review (SLR) yang mengacu pada protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Studi ini mengkaji 27 artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2019–2026, yang diperoleh melalui penelusuran tiga basis data Google Scholar, Scopus, dan ERIC menggunakan kata kunci "digital literacy", "reading comprehension", "elementary education", "Madrasah Ibtidaiyah", dan "digital reading intervention", serta dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang terstruktur. Proses analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, screening, eligibility, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam pembelajaran membaca di MI masih bersifat aditif, belum transformasional. Faktor utama yang menyebabkan stagnasi literasi meliputi rendahnya kompetensi literasi digital guru, tidak adanya intervensi membaca digital yang terstruktur, serta lemahnya kerangka pedagogis dalam pemanfaatan teknologi. Temuan ini menegaskan bahwa teknologi digital tidak secara otomatis meningkatkan literasi membaca tanpa dukungan desain pembelajaran yang kontekstual dan berbasis teori. Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan kerangka konseptual "Digital Literacy Paradox in MI" sebagai model integrasi teknologi-pedagogi yang kontekstual pada lingkungan MI.
Krisis literasi siswa sekolah dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia: Studi kualitatif tentang faktor-faktor penghambat Rr. Retno Diyah Suprobowati; Abdul Wachid Bambang Suharto
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 8 No. 2 (2026): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) in Progress
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v8i2.16408

Abstract

Krisis literasi pada siswa sekolah dasar telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan di tengah pesatnya transformasi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penghambat literasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan enam informan (dua guru, dua siswa kelas V, dan dua orang tua), serta studi dokumentasi. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Temuan terpenting dari studi ini justru membantah anggapan umum bahwa ketersediaan buku secara otomatis meningkatkan minat baca. Penelitian ini membuktikan bahwa fenomena "membaca tanpa pemahaman" (reading without comprehension) tetap terjadi akibat pergeseran pola atensi siswa yang terbiasa dengan rangsangan visual instan dari perangkat digital. Berbeda dari penelitian terdahulu yang cenderung menyalahkan minimnya sarana fisik, studi ini membuktikan bahwa distraksi teknologi yang tidak terarah dan lemahnya pendampingan orang tua merupakan variabel penghambat yang jauh lebih dominan. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang pentingnya integrasi literasi multimodal dalam kurikulum untuk menjawab tantangan krisis kognitif siswa di era disrupsi. Keterbatasan penelitian terletak pada cakupan satu lokasi, sehingga diperlukan studi lanjutan berskala lebih luas untuk memetakan strategi literasi nasional.